Gandeng Jet Investment Group SÀRL, PT DI Tingkatkan Penjualan Pesawat Turboprop CN-235

PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan Jet Investment Group SÀRL sepakati kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) untuk Penjualan dan Pengembangan pesawat turboprop CN-235. Dokumen MoU ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan dan Chairman & CEO Jet Investment Group SÀRL, Yves-Michel DELOCHE, disaksikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Hanggar Fixed Wing PT DI, Bandung.

Baca juga: Hari Ini, 42 Tahun Lalu, Airbus-PT DI Bersinergi Kembangkan Pesawat Kebanggaan Indonesia CN-235 

PT DI dan Jet Investment Group SÀRL akan bekerja sama dalam hal pemenuhan rencana pengadaan pesawat CN-235 untuk kurun waktu 10 (sepuluh) tahun kedepan, baik oleh Jet Investment Group SÀRL sendiri maupun calon customer potensial dari Jet Investment Group SÀRL, dibarengi dengan upaya bersama dalam meningkatkan kapasitas produksinya.

Adapun pesawat CN-235 tersebut rencananya akan dikembangkan dengan konfigurasi Fire Fighting untuk memenuhi misi pemadaman kebakaran hutan dengan metode water bombing di atas target area, serta konfigurasi Medical Evacuation, baik untuk kebutuhan sipil maupun militer, berikut dengan penguatan layanan purna jualnya.

Jet Investment Group SÀRL adalah Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan pesawat terbang dan penyedia solusi khusus untuk pembiayaan terhadap setiap pengadaan baik untuk Pemerintah maupun Korporasi.

“Dengan Jet Investment kita akan memasarkan bersama, mereka punya jaringan dan kemampuan financing, sehingga ini akan memacu perluasan pasar penjualan CN-235 PT DI. Kami dari Kemhan menilai CN-235 ini sangat potensial, dalam program pertahanan kita yang sudah disetujui Presiden, tidak lama lagi akan ditandatangani kontrak pengadaan 10 unit CN-235, bahkan saya rencanakan untuk tambah lagi, karena kita akan butuh lebih banyak lagi CN-235 supaya industri pertahanan kita kuat. Kita juga optimis PT DI akan berkembang pesat dalam waktu yang singkat,” kata Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI, dikutip dari siaran pers PT DI (2/2/2022).

Baca juga: Hari Ini, 37 Tahun Lalu, CN-235 Pesawat Turboprop Kebanggaan Indonesia Terbang Perdana 

PT DI sebagai industri pertama-tama akan mengevaluasi investasi yang diperlukan untuk memenuhi rencana pengadaan dan peningkatan kapasitas pesawat CN-235 tersebut, dimana Jet Investment Group SÀRL akan mendukung pelaksanaan promosi dan penjualannya, serta menyediakan solusi pembiayaan kepada calon customer.

Ini Spesifikasi Lokomotif DF4B Cina untuk Dukung Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung terus dikebut dan membutuhkan lokomotif dari Cina. Sampai saat ini, Kereta Cepat Indonesia–China tercatat sudah kedatangan empat lokomotif diesel-listrik DF4B-9129, DF4B-7553, DF4B-7552, dan DF4B-1295.

Baca juga: Dukung Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Lokomotif dari Cina Mendarat di Tanjung Priok

Lokomotif yang diproduksi mulai tahun 1984 di pabrik Dalian dan pabrik Ziyang ini didatangkan untuk menarik angkutan gerbong terbuka yang mengangkut batu balas di jalur Depo Tegalluar, Bandung, Jawa Barat. Sebab, loko yang ada saat ini lebar sepurnya berbeda dengan sepur Kereta Cepat Jakarta Bandung yaitu 1.435 mm.

Dilansir dari berbagai sumber, lokomotif diesel-listrik DF4 atau Dongfeng seri B atau DF4B adalah lokomotif diesel-listrik generasi ketiga. Dibanding generasi kedua, yang memiliki banyak perbedaan dari segi desain dan mesin, loko DF4B dari segi desain sangat mirip dengan loko generasi pertama. Bedanya hanya pada mesin 16V240ZJB yang mengalami peningkatan kemampuan.

Di negeri asalnya, lokomotif DF4B dioperasikan sebagai angkutan penumpang dan barang. Angkutan penumpang biasanya dilayani oleh loko DF4B berjuluk “orange”. Adapun angkutan barang dilayani oleh loko berjuluk “Watermelon” dan “Armed Police”. Loko terakhir inilah yang didatangkan ke Indonesia untuk mendukung pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Formasi 3 unit lokomotif (kanan ke kiri: DF4B-9129, DF4B-7553, dan DF4B-7552) siap dikirim ke Depo Kereta Cepat Tegalluar, Bandung, Jawa Barat. (Foto : Twitter/@bbbekti)

Lokomotif DF4B diketahui memiliki panjang badan 20.490 mm, lebar 3.309 mm, tinggi 4.755 mm, dan berat 138 ton.

Mesin 16V240ZJB yang ditingkatkan dari DF4 generasi pertama dan generasi kedua, mampu melesat minimum di kecepatan 21,6 km per jam dan maksimum di kecepatan 100 km per jam untuk lokomotif barang. Sedangkan untuk lokomotif penumpang, itu bisa melesat sampai 120 km per jam.

Oleh China Railway, lokomotif DF4 dan turunannya dioperasikan di hampir seluruh sepur di Cina. Loko ini menjadi yang paling umum digunakan seantero Cina sejak tahun 1969 sampai setidaknya 2007 silam. Seiring perkembangan teknologi, loko ini mulai kehilangan pamor dan digantikan dengan kereta cepat yang berkembang sangat pesat di Negeri Tirai Bambu.

Lokomotif DF4B-7552 dan DF4B-7553 yang datang pada 28 Januari lalu merupakan lokomotif buatan pabrik Dalian, seperti DF4B-1295. Sedangkan lokomotif DF4B-9129 merupakan lokomotif buatan pabrik Ziyang. Kedua pabrik ini kini menjadi bagian dari CRRC dengan nama CRRC Dalian dan CRRC Zhuzhou.

Baca juga: Bakal Jadi Feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung, KRDE Akhirnya Uji Coba Lintas

Usai tiba di Tanjung Priok, lokomotif bertolak ke Bandung dengan singgah terlebih dahulu di sebuah gudang penyimpanan di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Dari Cakung lokomotif diangkut melalui jalan tol Purbaleunyi hingga ke Depo Kereta Cepat Tegalluar Bandung.

Ini tentu berbeda dengan lokomotif DF4B-1295 pada 21 November 2021 lalu. Ketika itu, lokomotif ini langsung bertolak dari Tanjung Priok, Jakarta menuju Bandung, Jawa Barat tepatnya di Rancaekek dan tiba di Depo Kereta Cepat Tegalluar pada keesokan harinya.

Ternyata Ada Alasan Lain Soal Penutupan Perlintasan Sebidang Kemayoran, Apa Itu?

Penutupan perlintasan sebidang (JPL 16) di Jalan Bungur Besar 17, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat ini dimulai awal Februari, Selasa (1/2). Tak ada lagi warga berkendara yang melintas di perlintasan ini.

Baca juga: Mengenal Bandar Udara Kemayoran, Bandara Internasional Pertama di Indonesia

Saat tim kabarpenumpang.com menelusuri perlintasan, hanya suara sirene pintu perlintasan saja yang terdengar cukup keras saat keret api melintas. Palang pintu di perlintasan ini memang belum di copot, mengingat warga yang berjalan kaki masih terlihat melewati area ini. Jadi warga yang hendak menyeberang masih terbantu dengan suara sirene jika kereta api akan lewat.

Tak hanya itu, bantalan dan rel kereta api pun terlihat di bagian tengah menutupi jalan raya dengan panjang sekitar 5 meter. Rel kereta api itu sengaja tergeletak di ujung jalan raya guna menghindari arus lalu lintas yang mencoba melewati perlintasan tersebut. Rel dan bantalan terpasang di sisi barat dan timur pintu perlintasan. Selain itu spanduk informasi masih tentang penutupan perlintasan pun masih terpasang di sekitar pagar area rel kereta api.

Sebelum dilakukan penutupan, beberapa warga yang sering melewati area tersebut mengeluh dengan adanya penutupan perlintasan ini. Alasannya perjalanan atau akses yang ditempuh cukup jauh dan membutuhkan waktu yang agak lama dengan kendaraan bermotor. Karena sedari dulu mereka sudah biasa melewati jalan ini dengan alasan perjalanan lebih singkat dan cepat.

Sempat ada spanduk penolakan yang terpasang dari warga sekitar perlintasan dan berharap membatalkan penutupan perlintasan sebidang ini dengan alasan tidak adanya sosialisasi terlebih dahulu terhadap warga sekitar perlintasan. Namun PT KAI tetap memberlakukan penutupan tersebut karena ada alasan tersendiri.

Penutupan jalan menggunakan rel dan bantalan yang utuh supaya tidak di geser warga. (Foto: Sendy Prasetya)

Alasan Penutupan Perlintasan Sebidang
Jika diperhatikan saat menggunakan KRL lintas loop (central) sudah terlihat perubahan pada tiap stasiun, seperti perpanjangan pada peron stasiun. KRL yang melintas di jalur tersebut berjumlah 8 hingga 10 kereta tiap rangkaiannya. Jalur central ini meliputi Manggarai – Sudirman – Karet – Tanah Abang – Duri – Angke – Kampung Bandan – Rajawali – Kemayoran – Pasar Senen – Gang Sentiong – Kramat – Pondok Jati – Jatinegara. Semua stasiun yang melewati jalur itu sudah memiliki peron panjang yang muat hingga 10 bahkan nantinya 12 kereta.

Untuk Stasiun Kemayoran sendiri jika diperhatikan untuk peronnya masih berfungsi hanya untuk 8 kereta saja. Jika KRL memiliki rangkaian 10 kereta, bagian 1 kereta dibelakang tidak mencapai peron. Ternyata berbagai pendapat muncul terutama pada penggemar kereta api. Terlihat ketika KRL 10 kereta paling belakang tidak memasuki peron Stasiun Kemayoran. Ada pemikiran bahwa alasan penutupan perlintasan JPL 16 ini bisa jadi untuk memperpanjang peron yang semula hanya bisa 8 kereta, nantinya bakalan mencapai 10 bahkan 12 kereta.

Baca juga: Menara ATC Tintin – Cagar Budaya yang Tergerus Modernisasi Ibu Kota

Begitu pula rencana pengoperasian KRL jalur 3 dan 4 dengan rute Kemayoran, Ancol, Tanjung Priok. Rencana dijalankan KRL tersebut guna memudahkan penumpang dari arah Jatinegara ke Pasar Senen dengan tujuan Tanjung Priok cukup melewati Stasiun Kemayoran dan Ancol. Penumpang tak perlu lagi transit atau berpindah KRL di Stasiun Kampung Bandan. KRL pun akan segera dioperasikan dengan rute Jatinegara – Tanjung Priok rencananya setelah dibangunnya peron jalur 3 dan 4 Stasiun Kemayoran. Kita tunggu saja progres kedepannya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Terminal A Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Beroperasi Layani Penumpang

Terminal A Bandara Adisutjipto Yogyakarta kembali beroperasi sebagai terminal keberangkatan per 1 Februari 2022. PT Angkasa Pura I menjelaskan pembukaan kembali Terminal A di Bandara Adisutjipto Yogyakarta setelah sebelumnya operasional keberangkatan penumpang dilaksanakan melalui Terminal B sejak awal tahun 2020 lalu.

Baca juga: Pembangunan Capai 90 Persen, Maret 2020 Seluruh Penerbangan di Bandara Adisutjipto Pindah ke YIA

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, setelah Terminal A kembali beroperasi maka Terminal B akan dinonaktifkan untuk kegiatan operasional pelayanan penumpang. Dia menyebutkan, difungsikannya kembali Terminal A ini bersamaan dengan optimalisasi layanan kepada pengguna jasa bandara serta penerapan protokol kesehatan secara ketat. Secara luasan area, Terminal A memiliki luas hingga 9.899 m2, berbanding dengan luasan Terminal B yang hanya mencapai 6.162 m2.

“Dengan kapasitas terminal yang lebih besar, maka level pelayanan penumpang dan implementasi protokol kesehatan dapat semakin optimal,” kata Faik Fahmi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

Sebelumnya, Terminal A Bandara Adisutjipto dinonaktifkan sejak awal 2020, serta kemudian dimanfaatkan sebagai area pemasaran produk UMKM dan industri kreatif di Yogyakarta dalam bentuk TILAS (Titik Lawas Adisutjipto) sejak 29 Mei 2021. Ditilik dari data, sebanyak 140.011 penumpang pesawat udara dan 3.125 pesawat udara telah terlayani di Bandara Adisutjipto selama tahun 2021.

Meskipun angka tersebut jauh di bawah statistik di tahun 2020, di mana 1.523.153 penumpang dan 14.958 pesawat udara terlayani, namun terdapat trend pertumbuhan jumlah penumpang dan pesawat udara di Bandara Adisutjipto di paruh kedua tahun 2021. Setelah sempat mengalami penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis di bulan Juli 2021 karena pemberlakuan kebijakan PPKM Darurat, jumlah penumpang dan pesawat udara yang terlayani di Bandara Adisutjipto mengalami pertumbuhan signifikan di semester kedua tahun 2021, dengan rataan pertumbuhan penumpang bulanan di semester kedua hingga 82,6 persen, dan rataan pertumbuhan bulanan jumlah pesawat udara di semester kedua 2021 hingga 50 persen.

Bahkan, jumlah penumpang yang terlayani di semester kedua 2021 mengalami pertumbuhan dibandingkan jumlah di semester pertama, yaitu 79.398 penumpang berbanding 60.613 penumpang, atau tumbuh 31 persen.

Baca juga: Bandara Adisutjipto Gunakan Bahasa Jawa untuk Pemberitahuan kepada Penumpang

“Dengan area yang lebih luas dan kapasitas boarding area yang lebih besar, tentunya Terminal A dapat lebih mengakomodir trend pertumbuhan penumpang yang terjadi di Bandara Adisutjipto. Selain itu, Terminal A dilengkapi dengan 8 parking stand pesawat yang akan memudahkan pengoperasian sisi udara, serta parkir kendaraan yang luas. Di Terminal A juga dilengkapi dengan TILAS yang menjadi nilai tambah,” tutup Faik Fahmi.

Stasiun Cikarang Mulai Layani Penumpang Kereta Jarak Jauh

Stasiun Cikarang pada 1 Februari 2022 kemarin, sudah mulai melayani penumpang kereta api jarak jauh baik yang berangkat maupun yang tiba. Pelayanan ini kemudian membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta menyiapkan berbagai fasilitas pendukung.

Baca juga: Stasiun Cikarang Kini Punya Fasilitas Baru untuk Penumpang KA

Fasilitas tersebut yakni loket Go Show, layanan pelanggan, pintu boarding, ruang tunggu dan fasilitas lain. Daop 1 Jakarta juga menyediakan layanan tes Antigen bagi calon penumpang kereta api jarak jauh yang beroperasi pukul 09.30 sampai dengan 17.30 WIB.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)


Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, penumpang yang naik dari stasiun ini dapat membeli tiket melalui aplikasi KAI Access atau berbagai chanel resmi penjualan tiket KA. Mau tahu kereta apa saja yang berhenti di Stasiun Cikarang ini? Nah berikut daftarnya.

– KA 104 Gaya Baru Malam Selatan dari Stasiun Pasarsenen tujuan Surabaya Gubeng, jam kedatangan pukul 11.37 WIB, keberangkatan kembali pukul 11.39 WIB (mulai 3 Januari 2022).

– KA 152 Argo Parahyangan Tambahan dari Stasiun Gambir tujuan Bandung, jam kedatangan pukul 14.03 WIB, keberangkatan kembali pukul 14.05 WIB.

– KA 110A Brantas dari Stasiun Pasarsenen tujuan Blitar, jam kedatangan pukul 14.10 WIB, keberangkatan kembali pukul 14.12 WIB.

– KA 128 Gumarang dari Stasiun Pasarsenen tujuan Surabaya Pasarturi, jam kedatangan pukul 16.31 WIB, keberangkatan kembali pukul 16.33 WIB.

– KA 7008 Sembrani Tambahan dari Stasiun Gambir tujuan Surabaya Pasarturi, jam kedatangan pukul 22.00 WIB, keberangkatan kembali pukul 22.09 WIB (mulai 3 Januari 2022, berjalan setiap Kamis sd Minggu).

– KA 103 Gaya Baru Malam Selatan keberangkatan dari Stasiun Surabaya Gubeng tujuan Pasarsenen, jam kedatangan pukul 00.46 WIB, keberangkatan kembali pukul 00.48 WIB (mulai 3 Januari 2022).

– KA 127 Gumarang dari Stasiun Surabaya Pasarturi tujuan Pasarsenen, jam kedatangan pukul 01.55 WIB, keberangkatan kembali pukul 01.57 WIB.

– KA 109A Brantas dari Stasiun Blitar tujuan Pasarsenen, jam kedatangan pukul 00.58 WIB, keberangkatan kembali pukul 01.00 WIB.

– KA 7007 Sembrani Tambahan dari Stasiun Surabaya Pasarturi tujuan Gambir, jam kedatangan pukul 05.02 WIB, keberangkatan kembali pukul 05.04 WIB (mulai 3 Januari 2022, berjalan setiap Kamis sd Minggu).

Baca juga: Jangan Salah Peron, Ini Rute KRL di Stasiun Jatinegara

– KA 53F Argo Parahyangan Tambahan dari Stasiun Bandung tujuan Gambir, jam kedatangan pukul 21.23 WIB, keberangkatan kembali pukul 21.25 WIB.

Korean Air Manfaatkan Teknologi Kecerdasan Buatan di Rute Tersibuk di Dunia

Korean Air benar-benar memanfaatkan perkembangan teknologi sebaik mungkin. Maskapai nasional Korea Selatan itu sudah sejak beberapa waktu belakangan ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung operasional penerbangan di rute tersibuk di dunia, antara Gimpo-Jeju.

Baca juga: Kerahkan Kawanan Drone, Korean Air Pangkas Waktu Inspeksi Pesawat Sampai 60 Persen

Teknologi AI dan machine learning saat ini digunakan hampir di seluruh lini bisnis perusahaan, mulai dari tarif tiket, schedule, rute, memantau sisa makanan, sampai penggunaan bahan bakar. Setiap tindakan, kebijakan, dan prosedur dari semua departemen juga terpautau secara real time dengan cloud computing.

Ada banyak contoh dimana Korean Air memanfaatkan cloud computing atau teknologi AI dengan sangat maksimal. Salah satunya di rute antara Banara International Gimpo dan Bandara International Jeju.

Setiap tahunnya, ada sekitar 15 juta pengunjung tiba di Pulau Jeju. Tahun lalu, setidaknya ada 85.880 penerbangan Korean Air antara kedua bandara tersebut. Angka ini setara dengan sekitar 235 penerbangan sehari.

Dalam kondisi normal (di luar pandemi Corona) penerbangan yang hanya berjarak 450 km ini memberangkatkan pesawat sekitar 10 menit sekali ke dan dari Jeju-Seoul. Dengan catatan tersebut, rute ini juga menjadi rute domestik yang paling kompetitif ke-10 dalam hal jumlah maskapai penerbangan yang beroperasi.

Baik dalam kondisi normal (di luar pandemi Corona) maupun saat pandemi Corona, Pulau Jeju tetaplah pulau yang kerap mengalami perubahan cuaca dengan sangat cepat dan berpotensi mengganggu lalu lintas penerbangan. Angin topan bisa kapan saja datang, terlebih di musim panas.

Karenanya, maskapai harus bisa merencanakan penerbangan semaksimal mungkin, dalam artian bisa memprediksi kapan harus atau tidak membatalkan penerbangan secepat mungkin untuk menghindari ketidaknyamanan penumpang sekaligus selangkah lebih maju untuk mengatur schedule lain.

Dahulu, proses ini biasanya manual dan dilakukan oleh pekerja yang berpengalaman. Namun, itu dulu, saat ini, prosesnya sudah melibatkan teknologi kecerdasan buatan dengan akurasi mencapai 90 persen.

Baca juga: Sah, Korean Air Pensiunkan Seluruh Pesawat Airbus A380 dan Boeing 747!

“Sebelumnya, kami menggunakan spreadsheet Excel untuk memahami jika akan ada pengalihan. Gimpo-Jeju adalah rute tersibuk di dunia dan kami memiliki banyak pengalihan karena cuaca di Jeju. Ini adalah sebuah pulau, dan angin datang dari setiap sudut yang berbeda, tergantung pada perubahan iklim,” kata CMO & CIO Korean Air, Kenneth Chang, dikutip dari Simple Flying.

“Sebelumnya, ATC kami secara manual mencoba menebak apakah akan ada pengalihan pada hari tertentu, jam tertentu, atau penerbangan tertentu. Kami sekarang dapat memanfaatkan infrastruktur cloud dan teknologi AI/ML yang kami gunakan untuk data kami, dan mengeluarkan rekomendasi. Apa yang kami temukan adalah akurasinya mendekati 90 persen,” lanjutnya.

Perusahaan Kereta Api Berafiliasi dengan Hotel Tingkatkan Minat Pelanggan

Pandemi Covid-19 membawa dampak besar bagi pariwisata di seluruh dunia. Ini juga membuat banyak hotel atau penginapan harus tutup. Karena hal ini perusahaan kereta api dan hotel di Jepang mulai bekerja sama.

Baca juga: Unik, Hotel di Tokyo Tawarkan Kamar Hotel Lengkap dengan Simulator Kereta Api

Keduanya berharap untuk membangun kembali basis pelanggan mereka setelah dipukul pandemi dua tahun belakangan ini. Di antara hotel yang memanfaatkan kekuatan perusahaan kereta afiliasi mereka adalah Sotetsu Fresa Inn Kyoto-Shijokarasuma di daerah Shimogyo Kyoto.

KabarPenumpang.com melansir asahi.com (6/1/2022), itu adalah sebuah perusahaan grup Sagami Railway Company yang berbasis di Yokohama. Kedua industri ini bekerja sama membuat tamu yang masuk ke ruang khusus menemukan kereta yang direproduksi tepat di depan mereka.

Sedangkan replikanya terbuat dari kayu berdasarkan gambar desain asli dengan katup dan rem serta pwngukur kecepatan sama dengan seri 7000 yang sudah pensiun dan kereta lainnya dari Sagami Railway.

Para pelancong bisa menyaksikan pemandangan di sepanjang rel melalui monitor dari kursi pengemudi untuk merasakannseolah-olah mereka tengah mengoperasikan kereta api. Tak hanya itu, ada lebih dari 80 item seperti gunting gerbang tiket yang sebelumnya digunakan di stasiun serta simbol di bagian depan kereta seri 7000.

Biaya untuk menikmati ini mulai dari 12 ribu yen per malam. Yoshiyuki Maeda manajer Sotetsu Fresa Inn Kyoto-Shijokarasuma yang menggambarkan dirinya sebagai mantan pecinta kereta api mengatakan dia mengusulkan paket akomodasi yang unik.

“Saya menghabiskan satu setengah tahun mengembangkan konsep kamar sebagai gagasan saya. Saya mendesain ruangan sedemikian rupa sehingga ruang dapat diwujudkan di mana orang tua dan anak-anak dapat bermain bersama melalui barang-barang yang terhubung dengan rel sekarang karena orang-orang menahan diri untuk tidak keluar untuk kegiatan rekreasi selama krisis virus corona” kata Maeda.

Yokohama Bay Hotel Tokyu di Yokohama, berafiliasi dengan Tokyu Railways Co., mendirikan simulator penggerak kereta realistis di dalam ruang tamu pada April 2021. Perangkat ini memungkinkan pengunjung mengoperasikan kereta melalui pengontrol yang sebelumnya digunakan pada seri 8090 Tokyu Railways.

Paket ini menjadi sangat dicari sejak diluncurkan, dengan kamar yang dipesan penuh selama berbulan-bulan. Meskipun awalnya direncanakan berakhir pada akhir Agustus, penawaran telah diperpanjang hingga akhir Maret 2022 setelah memperhitungkan popularitas ruangan yang meningkat.

Banyak operator hotel lainnya, termasuk Fraser Residence Nankai, Osaka, yang terhubung dengan Nankai Electric Railway Co., dan Asakusa Tobu Hotel di Taito Ward Tokyo, yang berafiliasi dengan Tobu Railway Co., telah memasang kamar bertema kereta api. Perusahaan yang dibiayai oleh perusahaan kereta api bukan satu-satunya fasilitas perbankan pada pecinta kereta api untuk menarik pelanggan.

Royal Park Hotel Kyoto Umekoji, yang dibuka pada Maret 2021 di Shimogyo Ward di dekat Museum Kereta Api Kyoto, menyediakan penawaran bertema kereta api untuk memikat penggemar kereta api dan keluarga.

Kamar didekorasi tidak hanya dengan foto dan mobil model kereta peluru seri N700, kereta uji yang dikenal sebagai Doctor Yellow dan Shinkansen seri 500, tetapi juga dengan video game untuk mensimulasikan perjalanan kereta. Paket termasuk tiket masuk museum, memungkinkan para tamu untuk menikmati sepenuhnya gimmick bertema kereta api baik di dalam maupun di luar hotel.

Terletak di dekat Stasiun JR Shin-Osaka, di mana banyak kereta lewat setiap hari, Osaka Corona Hotel di kota Jepang barat telah memulai layanan yang penggunanya dapat melihat Shinkansen berjalan tepat di depan mereka melalui jendela dari kamar mereka. Di bawah paket ini, para tamu dapat mengambil foto luar biasa dari kereta peluru yang melaju cepat di sepanjang Jalur Tokaido Shinkansen dari dekat.

Baca juga: Hotel di Osaka Tawarkan Kamar Spesial dengan Pemandangan Jalur Kereta Shinkansen

Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kampanye Go To Travel yang ditangguhkan untuk mendorong orang melakukan perjalanan, tetapi bagaimana industri pariwisata






















Tingkatkan Tur Kota Budaya, Bus Tingkat Merah Kembali Menjelajahi Wrexham

Setiap empat tahun, sebuah kota kecil diberi gelar Kota Budaya di Inggris membantu meningkatkan profilnya, meningkatkan ekonomi lokalnya dan menyoroti segala hal yang baik tentang lokasi tersebut. Wrexham lolos ke babak kompetisi berikutnya untuk menjadi Kota Budaya Inggris 2025.

Baca juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London

Bus tur kota Budaya Wrexham di Inggris kembali melanjutkan perjalanannya pada 16 Januari 2022 kemarin. Bus ini akan mengunjungi lokasi di sekitar wilayah itu. Tur daerah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan untuk tawaran #Wrecsam2025.

Dalam perjalanan wisatanya ini bus yang digunakan ada dua dan semuanya double decker atau bus tingkat berwarna merah kebanggaan Inggris. Kedua bus tersebut akan mengunjungi dan berhenti di berbagai daerah di Wrexham.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber bordercountiesadvertizer.co.uk (16/1/2022), kedua bus ini akan mengangkut artis dan mereka akan turun di lokasi berbeda untuk mengadakan pertunjukan singkat. Kemudian setelah selesai, para artis serta pengisi acara lainnya akan kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan ke lokasi lainnya.

Dalam perjalanan bus tur kota budaya ini, setiap masyarakat di daerah tersebut untuk menikmati kehadiran bus merah yang akan menjelajah serta berhenti di kota mereka. Hugh Jones, Anggota Utama untuk Komunitas, Tempat, dan Kemitraan di Dewan Borough Kabupaten Wrexham menambahkan, bus bisa menjadi cara baru untuk memberkan edukasi dan acara lainnya.

“Bus adalah cara baru untuk terlibat dengan seluruh komunitas Wrexham, tanpa mendorong pertemuan besar atau perjalanan yang tidak perlu. Meskipun kami ingin memiliki keterlibatan yang lebih besar, kami harus menunggu sampai aman untuk melakukannya,“ jelas Jones.

Dia mengatakan, menjadi Kota Budaya Inggris pada tahun 2025 akan menjadi alat yang fantastis dalam pemulihan masa depan dari covid

“saya mendorong semua orang untuk belajar lebih banyak tentang kompetisi dan manfaat yang akan dibawanya ke Wrexham. Sementara itu, saya akan terus mengawasi selama beberapa hari ke depan untuk bus budaya merah besar,” tambahnya.

Baca juga: Si Jangkung Merah dari Inggris Pernah Jadi Primadona Transportasi Jakarta

Selain itu, nantinya masyarakat yang melihat kehadiran bus merah double decke r yang digunakan untuk tur budaya itu, mereka harus memfoto dan membagikannya di media sosial menggunakan tagar #Wrecsam2025.

Di India, 24 Gajah Liar Tewas Tertabrak Kereta Api Sejak 1978

Gajah liar, biasanya mencari makan di hutan dekat habitat mereka. Namun para gajah liar ini terkadang tidak sadar dengan kehadiran moda transportasi yang melintas dekat tempat mereka mencari makan. Sehingga membuat gajah kehilangan nyawa karena tertabrak moda transportasi seperti kereta.

Baca juga: Cegah Gajah Tertabrak Kereta, India Hadirkan Sensor Pengaktif Lampu di Sepanjang Rel

Salah satu negara yang paling banyak menewaskan gajah karena memiliki jalur kereta di hutan dekat habitat gajah adalah India. Bahkan kematian gajah ini tercatat sejak tahun 1978 hingga saat ini ada 24 kejadian dalam 20 kecelakaan kereta api antara Palakkad dan Podanur.

Sebuah komite yang berisi tujuh anggota divisi Proyek Gajah mengatakan hal tersebut dalam laporan yang mereka serahkan kepada Kementerian Lingkungan, Hutan dan Perubahan Iklim. Berdasarkan arahan Southern Bench of National Green Tribunal (NGT), komite yang dipimpin oleh pensiunan PCCF Harikumar dari Kerala, dibentuk untuk meninjau langkah-langkah yang diambil oleh Departemen Perkeretaapian dan Kehutanan untuk mengurangi kematian gajah di rel kereta api di Kerala dan Tamil Nadu.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari newindianexpress.com (31/1/2022), aktivis RTI R Pandiraja mengatakan, ada pemeriksaan yang dilakukan antara pertigaan KA Pallakkad dan Madukkarai pada 4 September 2021. Dari 24 gajah, masing-masing 12 ekor terbunuh di Tamil Nadu dan Kerala. Dari 20 kecelakaan, 15 terjadi antara Juli dan Desember di jalur kereta api B dan sisanya terjadi di jalur kereta api A serta 18 kecelakaan terjadi pada malam hari.

“Antara 2002 dan 2021, 23 gajah mati di bagian itu dalam 19 insiden. Dari tahun 2006 hingga 2010, kecelakaan telah terjadi setiap tahun. Namun, tidak ada kecelakaan yang tercatat antara tahun 2011 hingga 2015. Tetapi kematian empat gajah pada tahun 2016 diikuti oleh lima gajah dalam dua tahun berikutnya (2019-20) memerlukan tindakan oleh departemen Perkeretaapian dan Kehutanan Tamil Nadu dan Kerala,” kata laporan itu.

Karena hal ini, komite telah merekomendasikan 16 langkah yang di antaranya membangun dua underpass di Jalur B di sisi Tamil Nadu. Selain itu membersihkan vegetasi secara teratur di kedua sisi trek, membangun jalur landai berukuran lebar minimal 50 meter yang memungkinkan kawanan gajah lewat dengan mudah, untuk menghindari kematian gajah di rel kereta api.

“Pergeseran beberapa KA penumpang yang beroperasi pada malam hari dari Jalur B ke Jalur A perlu dijajaki. Pengembangan selanjutnya untuk KA tambahan direncanakan akan diarahkan di Jalur A dan setiap jalur baru menuju Jalur B harus dihindari,” saran komite.

Mengutip temuan tersebut, Pandiraja mendesak pejabat departemen kehutanan Tamil Nadu dan Kerala untuk segera bertindak. Koridor setinggi 16 km yang dibangun di Pench Tiger Reserve, Maharashtra, sukses. Di jalur yang sama, koridor layang harus dibangun, dengan dana dari Kereta Api, sepanjang 20 km antara Madukkarai dan Palakkad agar gajah bisa bebas berjalan.

“Pemerintah Serikat harus, dalam anggaran, mengalokasikan dana untuk melakukan studi kelayakan. Sebagai tindakan sementara, departemen kehutanan Tamil Nadu dan Kerala dapat menjajaki kemungkinan untuk memasang kamera optik, inframerah dan sistem pencitraan berbasis radar untuk memantau pergerakan gajah,” tambahnya.

Baca juga: Petugas Keamanan Sita Lokomotif yang Tewaskan Dua Ekor Gajah di India

Rekomendasi komite juga menyebutkan bahwa mereka menemukan lokasi untuk pagar surya dan memasang lampu bertenaga surya di sisi Tamil Nandu. Untuk diketahui, laporan tersebut tidak mencatat kematian gajah di wilayah tersebut antara tahun 1980 hingga 2000. Selain itu, laporan tersebut juga tidak mencatat kematian tiga gajah yang tertabrak kereta api di Madukkarai pada 26 November 2021, sebagaimana dilansir TNIE.






















Dukung Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Lokomotif dari Cina Mendarat di Tanjung Priok

Informasi bahwa lokomotif dari Cina kembali mendarat di Indonesia akhirnya tiba juga. Sebanyak 3 unit lokomotif bernomor DF4B-9129, DF4B-7553, dan DF4B-7552 ini tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (28/1). Warna hijau pekat dengan garis kuning pada lokomotif merupakan ciri khas dari China Railway, namun saat tiba di Jakarta warna tersebut agak pudar karena menempuh perjalanan cukup jauh dan termakan oleh cuaca yang dilewatinya.

Baca juga: “Pasumai,” Lokomotif Ramah Lingkungan dengan Pilihan Tenaga Listrik Pantograf atau Baterai 

Ketiga lokomotif ini ternyata datang bersamaan dengan angkutan gerbong terbuka yang dikirim dari Cina juga. Rencananya gerbong terbuka ini digunakan untuk angkutan batu balas di jalur Depo Tegalluar, Bandung, Jawa Barat. Kedatangan lokomotif DF4B dan gerbong barang ini adalah untuk mendukung proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bukan untuk menarik rangkaian reguler. Rangkaian reguler Jakarta – Bandung pp tetap menggunakan kereta cepat dengan seri CR400AF.

Dikutip dari artikel redigest.web.id, lokomotif DF4B-7552 dan DF4B-7553 merupakan lokomotif buatan pabrik Dalian, seperti DF4B-1295. Sedangkan lokomotif DF4B-9129 merupakan lokomotif buatan pabrik Ziyang. Kedua pabrik ini kini menjadi bagian dari CRRC dengan nama CRRC Dalian dan CRRC Zhuzhou.

Ternyata lokomotif ini mendapati julukan “watermellon” yang dalam arti Bahasa Indonesia adalah semangka. Karena warnanya seperti pada buah semangka. Julukan tersebut dikutip dari seorang yang mengunggah di sosial media Youtube bernama Mubin Mustari. Dalam videonya, saat bertolak dari Tanjung Priok lokomotif tidak langsung dibawa ke Bandung. Tetapi singgah di sebuah gudang penyimpanan di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Dari Cakung lokomotif diangkut melalui jalan tol Purbaleunyi hingga ke Depo Kereta Cepat Tegalluar Bandung.

Baca juga: Mencoba Masuk ke Kabin Lokomotif, Kira-kira Ada Apa Aja Sih?

Sebelumnya, sebuah lokomotif DF4B dengan nomor DF4B-1295 sudah tiba pada 22 November 2021 lalu di Jakarta. Kemudian lokomotif ini bertolak dari Tanjung Priok, Jakarta menuju Bandung, Jawa Barat tepatnya di Rancaekek pada Jumat (21/1) lalu kemudian tiba di Depo Kereta Cepat Tegalluar pada keesokan harinya. (PRAS – Cinta Kereta Api)