Bikin Panik Barat, Kereta Cepat Cina 400 Km/Jam dengan Fitur Wheelset Bakal Terhubung ke Rusia-India

Tak puas dengan status sebagai negara dengan jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di dunia, Cina bertekat terus memperluas jaringan kereta cepatnya sampai ke negara-negara tetangga. Saat ini, Cina diketahui memiliki 37.900 kilometer jalur kereta cepat. Di tahun 2035, itu ditargetkan meningkat sampai 70 ribu kilometer.

Baca juga: Kereta Cepat Cina Resmi Terhubung dengan Laos, Selanjutnya Singapura

Bila itu terjadi, bukan tak mungkin jaringan kereta cepat Cina bisa tembus sampai India, Pakistan, Rusia, dan negara-negara pecahan Uni Soviet lainnya di Asia Tengah dan meningkatkan mobilitas ekspor Negeri Komunis tersebut dan membuat Barat panik.

Dilansir eurasiantimes.com, perkembangan kereta cepat Cina memang tak bisa dianggap remeh. Saat ini beberapa jalur kereta berkecepatan tinggi Cina bisa melesat sampai 350 kilomter per jam, mengubah perjalanan antar kota dan mematahkan dominasi pesawat.

75 persen dari semua kota di Cina dengan populasi sama dengan atau lebih dari 500 ribu yang dilintasi kereta cepat Cina juga meningkatkan perekonomian daerah, seiring meningkatnya pembangunan.

Ke depan, Cina akan meningkatkan kecepatannya menjadi 400 km per jam dan itu tidak ditujukan untuk perjalanan domestik saja, melainkan perjalanan internasonal.

Sekitar akhir tahun 2020, raksasa teknik kereta api milik negara China CRRC sudah melakukan pratinjau prototipe kereta listrik berkecepatan sangat tinggi untuk rute internasional. Kereta ini mampu beroperasi dengan kecepatan mencapai 400 km per jam.

Prototipe ini diklaim memiliki kemampuan untuk beroperasi pada suhu berkisar antara -50C hingga +50C, cocok untuk dioperasikan di hampir seluruh negara di dunia.

Menariknya, kereta berkecepatan sangat tinggi atau kereta super cepat Cina ini juga memiliki fitur wheelset yang dapat menyesuaikan roda kereta api dengan sepur atau rel. Masing-masing negara memang mengadopsi besaran rel yang berbeda-beda karena erat kaitannya dengan medan dan iklim di sana.

Dengan wheelset tersebut, kereta super cepat Cina, yang melesat sampai 400 km per jam untuk perjalanan internasional, sangat mungkin untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai negara seperti Rusia, Mongolia, India dan Pakistan via Bangladesh dan Myanmar, serta negara-negara pecahan Uni Soviet di Asia Tengah.

Baca juga: Kecepatan ‘Dilebih-lebihkan’, Ternyata Kecepatan Maglev Cina 600 Km Per Jam

Indikasi tersebut saat ini bisa dilihat dengan beroperasinya kereta cepat Cina yang menguhubungkan Laos dengan dengan provinsi Yunnan, Cina.

Setelah Laos, jaringan kereta cepat Cina ditargetkan tersambung ke Thailand, Malaysia, sampai Singapura, dengan tujuan akhir pelabuhan ekspor-impor Singapura yang sangat sibuk, melengkapi ekspansi jaringan perkeretaapian Cina ke Asia Tenggara.

Kemenhub Izinkan Boeing 737 MAX Kembali Terbang, Garuda Indonesia dan Lion Air Malah Pusing?

Pemerintah Indonesia akhirnya mengizinkan Boeing 737 MAX kembali terbang melayani penumpang. Kepastian itu didapat usai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) mengeluarkan surat bernomor A4402/8/6/DRJU-DKPPU-2021 tentang pencabutan larangan beroperasi MAX sejak 14 Maret 2019 lalu.

Baca juga: Baru 4 Bulan Beroperasi, Boeing 737 MAX SpiceJet Mendarat Darurat di Mumbai!

Hal ini sejatinya akan membuat Garuda Indonesia dan Lion Air Group, yang notabene sebagai operator Boeing 737 MAX, senang. Namun, bagi sebagian pengamat, pencabutan larangan beroperasi bagi MAX justru akan menambah ruwet keadaan dua maskapai itu. Mengapa demikian?

Surat diizinkannya Boeing 737 MAX kembali beroperasi ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto tanggal 27 Desember 2021 dengan tembusan kepada Menteri Perhubungan, Duta Besar AS untuk Indonesia, Direktur di Lingkungan DJPU, dan Direktur Utama LPPNPI.

Surat tersebut memang spesifik ditujukan kepada Direktur Utama PT Garuda Indonesia dan Direktur Utama PT Lion Mentari Airlines.

“Sehubungan dengan telah selesainya proses evaluasi terhadap perubahan desain pesawat Boeing 737-8 (737 MAX), dengan ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menetapkan pencabutan larangan beroperasi bagi seluruh pesawat udara Boeing 737-8 (737 MAX), yang dioperasikan oleh operator penerbangan Indonesia di wilayah ruang udara Republik Indonesia dan berlaku sejak tanggal ditandatanganinya surat ini,” tulis Novie.

Sebagai tindak lanjut dari proses di atas, DJPU telah menerbitkan perintah kelaikudaraan DGCA AD Nomor 21-12-001 dengan subject: Air Transport Association (ATA) of America Code 22, Auto flight; 27, Flight controls; and 31, Indicating/recording systems yang berlaku efektif untuk pesawat 737-8 (737 MAX), yang wajib dipatuhi oleh operator penerbangan sebelum kembali beroperasi (Return to Service).

“Operator penerbangan wajib memenuhi ketentuan-ketentuan pengoperasian yang dipersyaratkan DJPU sebelum dapat beroperasi secara komersial,” tulis Novie.

Meski sudah diizinkan kembali terbang, Garuda Indonesia mengaku masih fokus melakukan pembenahan. Kita tahu, maskapai penerbangan nasional Indonesia itu berada dalam kondisi sulit diambang kebangkrutan.

Sudah menjadi rahasia umum kalau perseroan saat ini memiliki utang Rp70 triliun. Setiap bulan utang bertambah Rp1,4 triliun.

Di saat yang bersamaan, iklim penerbangan juga masih belum stabil akibat pandemi virus Corona dan membuat pendapatan terus melorot. Itu berarti, armada yang ada masih berlebih dan banyak yang digrounded, termasuk Boeing 737 MAX. Sebelum diizinkan terbang, pengamat menyebut, biaya leasing pesawat tersebut ‘argonya’ untuk sementara waktu berhenti karena force majeure.

Akan tetapi, setelah Boeing 737 MAX diizinkan kembali terbang, itu berarti ‘argonya’ otomatis berjalan dan akan sangat merugikan bila pesawat tidak dioperasikan. Terlebih, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodkjo pernah berujar kalau biaya leasing pesawat Garuda Indonesia empat kali lipat dari harga rata-rata global.

Baca juga: Setelah Malaysia, Giliran Singapura Izinkan Boeing 737 MAX Kembali Terbang

Faktanya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiawan, belum menunjukkan sinyal akan segera mengoperasikan kembali pesawat tersebut.

Dengan demikian, pencabutan larangan itu hanya akan menambah beban Garuda Indonesia sampai pesawat tersebut kembali dioperasikan. Hal yang sama juga berlaku bagi Lion Air Group.

Dihajar Varian Omicron, Maskapai Nasional Israel: Kita Harus Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Israel diambang kekacauan usai dihajar gelombang ke-5 Covid-19 varian Omicron. Senin pekan lalu, negara Yahudi itu mencatat 1.600 kasus baru Covid-19 atau 1,3 juta kasus sejak pandemi menyerang dengan 8 ribu lebih kematian.

Baca juga: Ngeri, Pesawat Boeing 787 Maskapai El Al Israel Dikawal Jet Tempur, Takut Dirudal?

Tak ingin terus menjadi pesakitan karena Covid-19, Wakil Direktur Urusan Internasional maskapai flag carrier Israel, El Al, Stanley Morais, akhirnya ‘menyerah’. Dalam sebuah wawancara bersama i24NEWS, ia mengungkapkan bahwa El Al atau dunia penerbangan pada umumnya harus bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.

“Kami pikir kami harus hidup berdampingan dengan Covid,” katanya.

“Apa pun variannya, kita harus menemukan cara. Di semua bidang kehidupan kita, terutama dengan perjalanan internasional,” lanjutnya.

Berbeda dengan maskapai lain yang mulai meraup keuntungan, El Al masih mengalami kerugian besar akibat penurunan jumlah penumpang. Tercatat, pada kuartal III 2021, maskapai yang berbasis di Bandara Ben Gurion (TLV) tersebut merugi US$136 juta atau penurunan pendapatan sebesar 69 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Maka dari itu, guna mengejar pendapatan di kuartal IV tahun ini, sekaligus mencoba merealisasikan cara hidup berdampingan dengan Covid-19, El Al masih membuka penerbangan internasional dari dan ke negara-negara yang masuk daftar merah Israel, seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Perancis.

Akhir tahun disebut sebagai masa-masa yang paling menguntungkan mengingat banyak komunitas Yahudi dan Kristen berpergian ke Israel yang menjadi pusat wisata religi komunitas tersebut.

“Kami tidak mengharapkan situasi ini, terutama pada saat ini tahun. Kami mengharapkan arus besar wisatawan yang datang, komunitas Yahudi dari luar negeri serta komunitas Kristen,” jelas Morais.

“Kami mempertahankan penerbangan kami ke negara-negara non-merah di sini dari Israel. Dan bahkan penerbangan ke negara-negara merah, seperti Amerika Serikat, kami mempertahankan penerbangan kami ke New York, London, Paris,” tambahnya.

Israel dikenal sangat ketat dalam menangkal laju penyebaran virus Corona. Di Israel seluruh warga divaksin dengan Pfizer/BioNTech, vaksin Covid-19 yang dinilai memiliki efikasi tertinggi atau paling ampuh melawan virus Corona. Negara tersebut juga menyiapkan fasilitas kesehatannya sebaik mungkin dalam menghadapi Covid-19.

Baca juga: Kucurkan Rp2,2 Triliun, Mahasiswa 27 Tahun Jadi Pemilik Baru Maskapai El Al

Belum lagi inovasi teknologinya di bidang kesehatan, seperti alat rapid tes super cepat yang hanya membutuhkan 30 detik dalam mendeteksi virus, dan berbagai inovasi lainnya.

Tak cukup sampai di situ, Israel, pada hari Senin ini mulai memberikan dosis ke-empat bagi warganya. Ini tentu menjadi sebuah langkah berani dan cepat mengingat negara lain masih bertahan dengan dua dosis yang diberikan.

Kedatangan Kereta Istimewa ke Bogor, Railfans: Cegat Bareng, Kuy!

Ramai dan sempat heboh kedatangan “kereta mahal” ke jalur selatan Jabodetabek. Bagaimana tidak, informasi sudah diketahui para Railfans (Penggemar Kereta Api) ini melalui aplikasi Whatsapp. Mereka melihat berbagai foto yang dikirimkan melalui grup penggemar kereta api dengan bertuliskan: “Keris OTW Bogor, Yak.”. Keris memang acap kali disebutkan Railfans dari kepanjangan Kereta Istimewa. Saat kereta tersebut berangkat mereka mempersiapkan diri dari rumah masing – masing menuju ke lokasi yang mereka janjikan.

Baca juga: Dibanderol Rp19 Jutaan, KAIS RailOne Kini Jadi “KA Istimewa,” Layanan Kereta Khas Bintang Lima

Hanya Tujuh Jam Perjalanan
Diketahui bahwa Kereta Istimewa ternyata berjalan dari Stasiun Tasikmalaya menuju Stasiun Bogor. Berawal perjalanan Kereta Istimewa ini mengirim rangkaian pada Jumat (24/12) berangkat dari Stasiun Tanah Abang pukul 18.40 WIB melewati Stasiun Kampung Bandan menuju ke Bandung. Kereta ini bermalam dulu di Depo Lokomotif Bandung. Keesokan harinya, Sabtu (25/12) Kereta Istimewa kembali melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Tasikmalaya. Keberangkatan dari Stasiun Bandung pada pukul 06.10 WIB.

Ketika tiba di Stasiun Tasikmalaya, pantauan Railfans Tasikmalaya mengabarkan rombongan penyewa Kereta Istimewa ini ternyata naik dari Stasiun Tasikmalaya. Akhirnya tepat pada pukul 11.05 WIB setelah diperdengarkan Semboyan 40 dari PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api), Semboyan 41 dari Kondektur dan Semboyan 35 dari masinis, Kereta Istimewa pun berangkat meninggalkan Tasikmalaya.

Beberapa Railfans yang dilewati Kereta Istimewa ini sudah yakin betul untuk mengabadikan dengan kamera. Bukti mereka mendapatkan momen tersebut, saat berbagi melalui Whatsapp Group sekaligus mengetahui posisi kereta tersebut.

Kedatangan Pertama Kali di Bogor
Mengejutkan terutama Railfans yang berada di wilayah Daop 1 Jakarta. Dikabarkan bahwa Kereta Istimewa ini berjalan setengah jam lebih awal dari jadwal yang mereka ketahui. Railfans pun yang sedang bersendagurau di Stasiun Manggarai sambil ngemil jajanan yang mereka beli bergegas menuju Stasiun Bogor. Serentak berkata: “Ayo, cegat bareng, kuy ke Bogor!” Tak perlu pikir panjang lagi, dan tidak mau kehilangan momen, mereka pun bergegas naik KRL dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Bogor.

Setiba di Stasiun Bogor ternyata sudah ada yang memposisikan untuk mengambil gambar di Peron jalur 1 Stasiun Bogor. Mereka saling sapa sembari menanyakan sejak kapan mereka tiba duluan di Bogor. Menunggu kurang lebih 20 menit, akhirnya Kereta Istimewa pun datang dan masuk di jalur 2 Stasiun Bogor. Posisi siap siaga dari keamanan stasiun dan juga penggemar kereta api di jalur 1 sudah siap mengabadikan momen paling jarang ini.

Bak selebriti terkenal dan para fans dihujani jepretan kamrera, Kereta Istimewa ini pun tak lepas dari swafoto para Railfans. Yang ingin berfoto dirinya dengan kereta mahal tersebut. Tak hanya keretanya, tapi rombongan yang ada didalamnya sempat hampir heran karena layaknya artis. Terdengar bisikan kecil dari salah satu rombongan berkata: “Kayak artis ajah ya, bo…”, ucap wanita dari rombongan sambil tersenyum.

Baca juga: Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa!

Kurang lebih setengah jam setelah Railfans mengabadikan Kereta Istimewa dan ber-swafoto dengan kereta termasuk kru didalamnya, akhirnya kereta tersebut siap untuk pulang menuju Depo Lokomotif Tanah Abang. Seperti biasa Semboyan 40, 41 dan 35 diperdengarkan, Kereta Istimewa ini mulai meninggalkan Stasiun Bogor. Setelag semua selesai raut wajah Railfans pun puas dan senang, kemudian kembali kerumah masing – masing untuk mengunggah hasil momen mereka ke media sosial. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Tradisi Penumpang KRL Jika di Stasiun Manggarai

Menggunakan moda transportasi Kereta Rel Listrik (KRL) bagi masyarakat itu merupakan suatu yang lazim dilakukan setiap hari. Ini karena perjalanannya yang lebih praktis, amab, nyaman dan murah. Namun saking nyamannya penumpang KRL pun di fasilitasi pada setiap perjalanan, misalnya tersedianya kios – kios makanan dan minuman di hampir setiap stasiun, termasuk di stasiun – stasiun besar yang melayani pemberhentian KRL.

Baca juga: Dilengkapi Taman Mini, Stasiun Jatinegara Kini Jadi Instagramable

Stasiun Manggarai Sebagai “Pusatnya” Jajanan
Kalian tentu tak asing dengan Stasiun Manggarai dengan KRL. Ya, stasiun terintegrasi jantungnya perjalanan KRL Jabodetabek ini selalu ramai dengan penumpang yang melakukan transit atau pindah KRL dari rute satu ke rute yang lain. Stasiun Manggarai kini memliki bangunan baru bertingkat bagi penumpang yang ini melakukan perjalanan dari Jakarta ke Depok/Bogor ataupun sebaliknya.

Namun selain itu, stasiun yang terbilang cukup sibuk ini juga memiliki aneka kios untuk memenuhi kebutuhan penumpang KRL. Kios tersebut melayani penumpang KRL untuk makan dan minum setiap harinya. Berbagai jajanan yang mudah ditemukan menjadikan Stasiun Manggarai ini layaknya pusat kuliner. Harganya terjangkau dan nikmat dilidah menambah suasana yang makin ramai dari pagi hingga malam hari.

Tradisi Penumpang KRL Duduk Ngampar
Tak peduli pagi, siang bahkan malam stasiun ini syarat akan penumpang KRL yang transit. Tidak menutup kemungkinan mereka pun mampir ke kios makan dan minum hanya sekedar mengisi perut. Namun diantara itu semua para penumpang menikmati jajanan yang mereka beli tidak melulu duduk ditempat yang disediakan oleh pihak stasiun. Kebanyakan mereka lebih menikmati duduk ngampar atau duduk dilantai. Ya, tradisi ini memang terlihat bagi warga Indonesia bahkan dunia duduk seperti ini memang lebih enak dilakukan daripada diatas kursi, apalagi jika sedang makan.

Banyaknya penumpang yang duduk ngampar seperti ini terlihat sekali di Stasiun Manggarai, mungkin juga dibeberapa stasiun lain di Jabodetabek. Penumpang yang asyik makan bahkan sambil ngobrol bersama rekannya membuat suasana lebih nyaman dan tenang dengan duduk ngampar.

Sebenarnya mereka yang duduk dilantai itulah yang sedikit mengganggu aktifitas baik petugas maupun penumpang yang mondar – mandir di peron stasiun. Namun, karena mereka duduk dilantai tidak ditengah alias merapat ke dinding stasiun, petugas yang berada di Stasiun Manggarai pun tak mempermasalahkan aktifitas duduk mereka selama tidak mengganggu aktifitas penumpang lain.

Tanda larangan denda yang terpampangi Stasiun MRT Bundaran HI. (Foto : Sendy Prasetya)

Duduk Dilantai Bakal Kena Denda
Lain Stasiun Manggarai, lain pula stasiun yang dimiliki MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu). Jika penumpang KRL bisa menikmati duduk dilantai stasiun jabodetabek selama tak mengganggu penumpang lain, beda halnya dengan stasiun di MRT. Jangan coba – coba penumpang MRT yang ingin duduk tapi dilantai, ini akan dikenai sanksi berupa denda.

Baca juga: Terowongan Stasiun Manggarai, Optimalkan Keselamatan Calon Penumpang

Karena di setiap stasiun sudah ada stiker pengunguman yang ditempel didinding stasiun bertuliskan: “Dilarang duduk di lantai. Denda bagi penumpang yang melanggar Rp 500.000,00”. Jadi penumpang MRT memang terlihat lebih tertib dan terukur. Karena jika ada yang sedikit saja melanggar peraturan, memang tidak langsung terkena denda namun pihak petugas keamanan stasiun tak segan – segannya menegur untuk tidak melakukan pelanggaran yang terulang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Sebelum Naik Bus AKAP, Sebaiknya Ketahui Dulu Tarif Tiketnya

Semakin banyaknya perusahaan otobus yang menawarkan jasa angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), tentu menjadi berkah tersendiri bagi para pengguna moda transportasi ini. Berbagai layanan ditawarkan, berbagai servis diberikan dan bahkan kedua hal ini terkadang terasa beti alias beda tipis antara perusahaan otobus yang satu dengan yang lainnya.

Baca juga: PO Surya Bali – Hadirkan Fasilitas Lengkap, Inilah Bus AKAP Andalan Rute Denpasar – Jepara

Jika Anda ingin bepergian menggunakan transportasi bus hal yang pertama perlu ketahui adalah tarif operator untuk rute yang dintuju. Hal ini untuk menghindari anda kena calo tiket di terminal. Meskipun terminal bus sekarang semakin aman dari calo, tapi masih ada beberapa kasus penumpang bis yang tertipu calo. Biasanya harga tiket tiap operator bus dengan kelas dan rute yang sama, hanya beda tipis bahkan bisa jadi sama antar operator bus.

Hal yang perlu anda perhatikan ketika memilih bus untuk bepergian adalah layanan kelas bus. Perusahaan otobus akap biasanya menawarkan beberapa kelas dalam armadanya. Antara lain, ac vip, ac eksekutif, super eksekutif, social distancing seat (kelas ini muncul saat pandemi) dan sleeper class. Tentukan dahulu kelas yang ingin anda naiki, sesuaikan dengan kebutuhan anda.

Fasilitas-fasilitas di dalam bus juga jadi hal yang perlu anda pertimbangkan selanjutnya. Bisa jadi anda bepergian membawa balita yang perlu air hangat untuk membuat bubur instant atau susu formula, maka perlu dipilih bus yang melengkapi armadanya dengan dispenser.

Atau mungkin anda seorang perokok berat, meski hal ini tidak memiliki urgensi berarti, tapi bagi beberapa perokok berat, berlama-lama tanpa merokok bisa jadi membuat diri tersiksa.

Maka pilihlah bus yang menyediakan ruangan merokok. Hal ini bisa mengakomodir hobi merokok anda dan juga pejumpang lain tidak akan terganggu dan merasa tidak nyaman karena asap rokok anda.

Pilih juga bus yang langsung sampai tujuan dan tidak menggunakan sistem transit pindah armada atau oper-operan. Tentu ini akan menambah kenyamanan anda ketika bepergian naik bus.

Informasi-informasi mengenai bus sangat mudah anda dapatkan sekarang ini, termasuk dari youtube karena disana banyak penggemar bus yang menuangkan perjalanan mereka naik bus ke dalam video.

Baca juga: Inilah Parade PO Bus AKAP yang Usianya Tembus Setengah Abad

Dimana video-video tersebut secara lengkap menyajikan mulai dari nomor agen penjual tiket bus, jam keberangkatan, tempat istirahat, harga tiket, dan fasilitas-fasilitas dalam bus tersebut. (Senna Aditya – Pecinta Bus Indonesia)

Silenton Redamkan Bising dan Tersambung pada Earbud

Menggunakan earbud di masa kini menjadi suatu hal yang biasa. Sebab di masa pandemi, banyak pekerja yang sering berkomunikasi secara daring baik telepon maupun video. Sehingga earbud menjadi salah satu barang penting yang sering digunakan.

Baca juga: Bingung Pilih Earphone atau Headphone? Pilih Earbud UE Dong!

Bahkan earbud sekarang memiliki teknologi peredam bising dan biasanya memblokir semua kebisingan termasuk suara orang. Tetapi perangkat Silenton diklaim bisa menyaring sebagian besar suara dan tetap mengizinkan suara melalui earbud pihak ketiga.

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari newatlas.com (23/12/2021), Silenton diproduksi oleh perusahaan Korea Selatan Suhyun Tech. Yang mana transceiver Silenton dirancang agar bisa dijepit di kerah, topi, kalung atau tempat lain dekat dengan mulut penggunanya.

Penggunaannya pun cukup mudah karena ini terhubung secara nirkabel melalui Bluetooth ke smartphone atau earbud (headphone). Mikrofon pada perangkat akan menangkap suara sekitar, yang dianalisis melalui algoritme berbasis AI pada mikroprosesor terintegrasi.

Menurut para desainer, hasilnya adalah suara orang-orang di sekitar diteruskan melalui earbud, sementara semua suara lainnya berkurang 25 desibel. Pengurangan kebisingan itu dilakukan dengan cara tradisional, di mana perangkat menghasilkan gelombang suara yang persis di luar fase dengan suara yang tidak diinginkan, membatalkannya.

Sistem ini dilaporkan juga berfungsi untuk mengisolasi suara pengguna sambil memblokir suara latar belakang, saat mereka menerima panggilan telepon melalui mikrofon Silenton. Dan ya, earbudnya juga masih bisa digunakan untuk mendengarkan musik. Pengisian daya baterai lithium-polimer 3,7 V/230 mAh perangkat selama satu jam diklaim baik untuk penggunaan hingga 23 jam.

Baca juga: Akhirnya Penumpang Bisa Gunakan Headphone Bluetooth Pribadi di Pesawat!

Jika Anda tertarik, Silenton saat ini menjadi subjek kampanye Kickstarter. Dengan asumsi itu mencapai produksi, janji sebesar US$89 akan memberi Anda satu harga eceran yang direncanakan adalah $149. Untuk diketahui, bahwa fungsi serupa ditawarkan oleh beberapa earbud yang berdiri sendiri, seperti model Olive Pro dan IQbuds.

Airseas Pasang Layang-layang Otomatis Hemat Bahan Bakar Pertamanya di Kapal Kargo

Perusahaan Perancis Airseas telah memasang layang-layang Seawing otomatis setengah ukuran pertamanya ke kapal kargo yang disewa oleh Airbus, dan akan memulai uji coba enam bulan yang dimulai Januari 2022. Layang-layang ukuran penuh diperkirakan menghemat hingga 20 persen pembakaran bahan bakar dan emisi.

Baca juga: Yara Birkeland, Inilah Kapal Kargo Tanpa Awak dan Bebas Emisi Pertama di Dunia

Ville de Bordeaux senilai US$30 juta, 154 meter (505-ft), dimiliki dan dioperasikan oleh Louis Dreyfus, saat ini disewakan jangka panjang kepada Airbus, yang menggunakannya untuk memindahkan struktur pesawat besar antara pabrik manufaktur yang didistribusikan di sekitar Eropa dan pabrik perakitan terakhirnya di Toulouse.

Sekarang, telah dilengkapi dengan layang-layang parafoil seluas 500 meter persegi (5.400 kaki persegi), ditambah semua peralatan dek dan jembatan yang diperlukan untuk menjalankan sistem Seawing. Seawing menyebar secara otomatis, pertama muncul dari penyimpanan di troli, kemudian naik dari dek di tiang untuk menangkap angin, dan akhirnya dilepaskan dengan kabel panjang untuk menahan angin kencang dan stabil di ketinggian sekitar 200 meter (656 kaki) di atas permukaan laut.

Pada titik ini, ia memulai lintasan angka delapan dengan kecepatan lebih dari 100 kpj (62 mph), dipantau dan dikendalikan oleh sistem otomatis yang berjalan di kapal yang diprogram untuk menempatkan layang-layang untuk daya traksi maksimum. Komputer Seawing juga berinteraksi dengan sistem navigasi kapal, memantau kondisi angin ke depan dan merutekan ulang kapal untuk mengambil jalur seefisien mungkin tanpa mempengaruhi waktu kedatangannya.

Layang-layang yang akan menjalani pengujian berukuran setengah dari layang-layang seluas 1.000 meter persegi yang pada akhirnya akan digunakan untuk operasi komersial. Airseas memperkirakan sistem ukuran penuh akan memotong konsumsi diesel dan emisi pengiriman dengan luar biasa 20 persen.

Grup Skysails Jerman telah menguji perangkat serupa hingga ukuran 400 meter persegi (4.300 kaki persegi), menemukan bahwa perangkat tersebut menggantikan daya hingga dua mega watt dari mesin utama dalam kondisi angin yang baik. Airseas mengatakan sistem Seawing dapat dipasang kembali ke hampir semua jenis kapal, hanya membutuhkan sekitar dua hari untuk konversi dan tidak menghalangi operasi kargo di pelabuhan.

“Kami tentu tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang ekonomi dari sistem semacam ini; biaya bahan bakar untuk kapal barang besar sangat besar, dan penghematan 20 persen akan menambah angka yang signifikan dengan sangat cepat,“ ujar Airseas yang dikutip KabarPenumpang.com dari newatlas.com (16/12/2021).

Menariknya, sepertinya Anda bisa mendapatkan penurunan konsumsi bahan bakar yang lebih signifikan hanya dengan memperlambat beberapa knot; sebuah studi tahun 2009 menemukan bahwa kapal kontainer 8.000 TEU membakar sekitar 225 ton bahan bakar per hari dengan kecepatan 24 knot (27,6 mph, 44,4 kpj), tetapi dapat menurunkannya hingga 33 persen jika bergerak sedikit lebih lambat pada kecepatan 21 knot (24,2 mph, 38,9 kpj).

Namun, dengan jangkauan dan penyimpanan energi yang membuktikan tantangan signifikan untuk dekarbonisasi pengiriman jarak jauh, sistem bebas emisi seperti ini dapat memberikan peningkatan jangkauan bersih 20 persen ke kapal bertenaga hidrogen atau amonia yang benar-benar dapat menggunakannya.

“Satu dekade lalu, kami memulai proyek ambisius untuk menyalurkan keahlian penerbangan kami yang unik untuk menciptakan industri perkapalan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Saya sangat bangga melihat visi itu menjadi kenyataan, dengan Seawing pertama kami siap membuat perbedaan nyata bagi planet kita,” kata Vincent Bernatets, CEO dan Co-Founder Airseas dan mantan insinyur di Airbus.

Baca juga: Kapal Kontainer Raksasa Melintang di Terusan Suez, Lalu Lintas Kapal Dunia Terganggu

Instalasi pertama ini menandai tonggak penting tidak hanya untuk Airseas, tetapi juga untuk angin dan teknologi propulsi terbarukan lainnya secara umum. Mengingat urgensi krisis iklim, dunia perlu melihat pengurangan emisi karbon yang drastis sekarang. Dalam pengiriman, kami dapat mencapai ini dengan menggunakan set lengkap alat yang kami miliki saat ini. Penggerak angin adalah salah satunya dan akan memainkan peran penting dalam membantu pengiriman mencapai transisi dekarbonisasi yang sangat dibutuhkan.

Hadirkan Kereta Bertenaga Surya, Jerman Selidiki Potensi Fotovoltaik di Jaringan Rel

Adopsi tenaga surya untuk dunia kereta api? Sepertinya ini bukan hal yang baru dan belum lama ini sebuah proyek fotovoltaik mulai dikembangkan di sepanjang rel kereta api untuk memasok listrik langsung ke jaringan arus traksi. Jerman Enerparc yang merupakan pengembang proyek surya tersebut telah membangun pembangkit listrik fotovoltaik pertama di Jerman Utara untuk tujuan itu.

Baca juga: Polandia Punya Fasilitas Pencucian Kereta dengan Tenaga Surya

Namun ternyata, proyek semacam ini sama sekali bukanlah keberhasilan yang pasti. Hal tersebut karena ada beberapa kekhasan teknis dan hukum yang harus diperhatikan. Dilansir KabarPenumpang.com dari pv-magazine.com (21/12/2021), Pusat Penelitian Transportasi Kereta Api Jerman (DZSF) di Otoritas Kereta Api Federal Jerman menugaskan TÜV Rheinland untuk menyelidiki potensi aplikasi fotovoltaik semacam itu pada dan dalam infrastruktur kereta api melalui proyek penelitian selama 14 bulan.

Sebuah tim interdisipliner spesialis rel dan surya akan menyelidiki aplikasi fotovoltaik mana yang kompatibel dengan infrastruktur rel untuk memasok tenaga surya langsung ke jaringan listrik rel. Selain itu, harus ditentukan seberapa banyak fotovoltaik dapat meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam arus traksi.

“Jika dimungkinkan untuk menghasilkan energi di sepanjang jaringan arus traksi yang tersebar luas dan mengalirkannya secara langsung, sehingga memanfaatkan infrastruktur yang ada dengan lebih baik dan mengurangi kehilangan energi melalui konversi dan transportasi berulang, moda transportasi kereta api dapat lebih meningkatkan gas rumah kacanya. keseimbangan,” jelas Jürgen van der Weem, pakar teknologi kereta api di TÜV Rheinland.

Tak hanya itu, ada berbagai opsi untuk fotovoltaik untuk diintegrasikan ke dalam perkeretaapian, seperti di trackbed atau di penghalang kebisingan. Seperti tantangan khusus terletak pada memberi makan tenaga surya yang dihasilkan langsung ke jaringan 15 KV fase tunggal. TÜV Rheinland akan mengimplementasikan proyek dalam tiga arah.

Pertama, TÜV Rheinland ingin menyelidiki potensi pasar untuk proyek-proyek tersebut serta menilai semua aspek teknis dan komponen untuk umpan langsung ke jaringan traksi saat ini dan menganalisis proyek yang ada. Pada langkah kedua, institut Jerman ingin menentukan area di dalam dan di dalam infrastruktur rel di Jerman yang dapat digunakan untuk aplikasi tersebut, serta kemungkinan feed in power dan hasil energi.

Untuk tujuan ini, TÜV Rheinland akan mengandalkan database operator kereta api Jerman Deutsche Bahn serta peta radiasi matahari. Namun, tidak hanya umpan langsung ke jaringan arus traksi yang akan dipertimbangkan, tetapi juga konsumen internal di sektor perkeretaapian yang dekat dengan titik pembangkitan.

Baca juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Pada fase ketiga proyek, para ahli TÜV Rheinland akan menetapkan persyaratan utama untuk proyek PV yang terhubung ke jaringan traksi kereta api. Dalam konteks ini, mereka akan dapat memberikan rekomendasi khusus untuk penyesuaian yang diperlukan terhadap peraturan perkeretaapian untuk integrasi sistem fotovoltaik pada dan di dalam infrastruktur rel, dengan mempertimbangkan feed-in langsung. Proyek ini juga akan berusaha untuk menyoroti hambatan dan batasan yang ada dan mengembangkan rekomendasi untuk penghapusannya.

Dangdut, Tontonan Favorit dalam Perjalanan Bus Antar Kota

Seringkali ketika bepergian dengan bus antar kota, tontonan hiburan yang disajikan hampir serupa antara bus akap satu dengan yang lainnya. Musik dangdut, merupakan tontonan yang bisa dibilang wajib di dalam bus akap.

Baca juga: Bus Party Bikin Happy, Tapi Bisa Gagalkan Upaya Singapura Cegah Penularan Covid-19

Jika anda sering menaiki bus akap tujuan jateng atau jatim, maka nama-nama seperti Cak Sodiq, Cak Brodin, Via Vallen, Nella Kharisma, mungkin sudah sangat tidak asing bagi anda bahkan jauh-jauh hari sebelum mereka mondar-mandir di tv swasta.

Memang tidak ada yang tau pasti sejak kapan musik-musik dangdut seperti jadi hiburan wajib di dalam bus antar kota. Biasanya ketika perjalanan dimulai, crew bus langsung menyalakan hiburan dangdut untuk para penumpangnya.

Hentakan musik yang agresif, ditambah suara merdu sang biduan, dan juga video klip yang menarik mata adalah perpaduan yang sering dinikmati oleh para penumpang bus antar kota.

Orkes Monata, Sagita, Arista dan lainnya adalah nama-nama beken dalam tren ini. Video klip yang berisikan tingkah jahil pemain musik merupakan hal yang menarik untuk disaksikan ketika bepergian menggunakan bus antar kota.

Tanpa disadari hal ini menjadi sebuah tren dari masa ke masa, dari satu biduan ke biduan lainnya mulai familiar namanya di telinga penumpang bus antar kota.

Bagi sebagian driver selain menghibur, musik dangdut ini juga bisa sebagai sarana penghilang rasa kantuk. Bahkan dikatakan menambah kenyamanan dalam mengemudi bus antar kota.

Di sisi penumpang, tingkah atraktif personil orkes tak jarang bisa membuat perjalanan bahkan menjadi tidak membosankan. Terkadang lagu-lagu yang dinyanyikan biduan terngiang dan tak jarang menjadi lagu kesukaan penumpang bus bahkan ketika sudah turun dari bus tersebut.

Baca juga: Inilah Journey, Bus Mewah dengan Interior ala Kondominium 

Banyak nama-nama orkes dan biduan yang justru lebih dahulu terkenal lewat tontonan di bus antarkota ketimbang di layar tv swasta. Fenomena musik dangdut dan perjalanan menggunakan bus antar kota memang seperti dua hal tidak bisa dipisahkan. Akan terus bermunculan nama-nama biduan baru, dan judul-judul lagu yang baru dan hal ini tentu masih akan berlanjut. (Senna Aditya – Pecinta Bus Indonesia)