Cegah Kantuk ala Pengemudi Bus Antar Kota

Sebagai pengemudi bus antar kota, mengantarkan penumpang sampai tujuan dengan selamat adalah tugas utama. Tak jarang perjalanan dari satu kota ke kota lainnya bahkan memakan waktu lebih dari 12 jam.

Baca juga: Ketua KNKT: Depnaker Perlu Turun Tangan Tinjau Jam Kerja Pengemudi Shuttle

Seringkali terjadi kecelakaan tunggal bus antar kota dimana hal tersebut disebabkan karena driver bus mengantuk. Oleh sebab itu dibutuhkan kondisi prima dari seorang driver bus.

Meskipun dalam satu armada biasanya terdapat dua driver yang bertugas secara bergantian, terkadang rasa kantuk tetap tidak bisa dihindari. Rasa kantuk pun seringkali datang secara tiba-tiba.

Jalan tol yang panjang dan waktu mengemudi yang cukup panjang bisa membuat seorang driver bus menjadi terlena dan terkadang terlelap sesaat. Hal ini tentu sangat berbahaya dan kemungkinan besar menimbulkan kecelakaan.

Tuntutan sampai di tempat tujuan tepat waktu, dan menjaga keselamatan penumpang secara bersamaan tentu membuat seorang driver bus perlu punya siasat tersendiri. Di sebagian bus antar kota tidak memperbolehkan driver untuk menghisap rokok, padahal menghisap rokok dipercaya bisa mengurangi rasa kantuk meskipun tidak ada penelitian ilmiahnya.

Kurnia Adhi Samudra, seorang driver bus mengatakan kepada tim KabarPenumpang.com tentang pengalamannya menghadapi rasa kantuk saat berkendara.

“Tol Panjang bikin kita terlena terkadang, gak waspada dan kurang awas. Jalan tol yang panjang pastinya bikin bosan dan ngantuk” ucap Kurnia.

“Kalo ngerokok sih gak bikin ngantuk ilang, saya biasanya kalo lagi nyetir lebih milih makan permen terutama yang asem asem. Kalo makanan ringan yang seperti kacang kulit, justru repot makannya dan bikin tangan sibuk sendiri” imbuhnya.

“Kalau ada temen ngobrol ya ngobrol sama crew atau penumpang, itu bisa jadi obat ngantuk. Kalo sendiri ya itu tadi saya makan permen asem, atau minum minuman yang asem.”

Baca juga: Waspadai Gejala Microsleep, Inilah Antisipasi Rujukan dari KNKT

“Selain itu, kalo pas saya jatah istirahat ya saya gunakan buat tidur, jadi giliran jatah bawa bus lagi saya udah fit. Soalnya kalo kita gak tidur, terus ngantuk dan cuci muka, itu cuma segar awalnya aja, kena ac bis juga ngantuk lagi. Intinya ya kalo mengantuk sedikit, jangan dipaksakan” kurnia menambahkan. (Senna Aditya – Pecinta Bus Indonesia)

Mitsubhisi Kembangkan Emirai XS Drive yang Bisa Pantau Pengemudi dan Penumpang

Mitsubishi baru saja menggunakan konsep EMirai untuk memamerkan teknologi otomotif yang kini tengah berkembang. Yang terbaru ialah Emirai XS Drive yang bisa memantau pengemudi dan penumpang sembari menggunakan lampu depannya untuk menyoroti potensi bahaya di jalan.

Baca juga: Di Tengah Wabah Virus Corona, Mitsubishi SpaceJet Sukses Terbang Perdana

Emirai XS Drive ini lebih digambarkan sebagai concept cabin. Sebab XS Drive ini dilengkapi kamera inframerah yang memotret pengemudi dan penumpang. KabarPenumpang.com melansir newatlas.com (21/12/2021), sejauh mana pengemudi pergi, maka satu kamera dan perangkat lunak berbasis pembelajaran mesin terkait dilaporkan mampu mendeteksi kantuk atau penyakit mendadak melalaui proses yang berbeda.

Proses tersebut adalah sistem memantau ekspresi wajah pengemudi, mengawasi berbagai hal seperti mata tertutup atau mulut terbuka. Kemudian sistem akan melacak fluktuasi halus dalam warna kulit seseorang sehingga dapat mendeteksi perubahan detak jantung serta pernapasan pengemudi.

Jika sistem menentukan bahwa pengemudi telah kehilangan kesadaran atau tidak dapat mengemudi dengan aman, sistem akan memperingatkan mereka untuk menepi. Jika itu tidak berhasil, xS Drive bahkan dapat mengendalikan mobil, menariknya secara otomatis dan memarkirnya.

Kamera inframerah juga dapat mendeteksi berapa banyak penumpang yang hadir, memanfaatkan ketinggian wajah mereka dan lokasi titik kerangka tubuh bagian atas mereka untuk menentukan ukuran tubuh setiap orang. Sensor lain, yang memancarkan gelombang radio dan menganalisis pantulannya, dapat mendeteksi keberadaan bayi atau anak kecil di area kabin yang tidak dapat dilihat oleh kamera.

Jika pengemudi memarkir mobil dan keluar, tanpa sadar meninggalkan bayinya, sistem akan memperingatkan mereka. Kombinasi kamera mobil yang menghadap ke depan dan modul radar gelombang milimeter juga mampu mengubah lampu depan ke arah tikungan atau kemiringan ke atas di jalan, membiarkan pengemudi melihat apa yang akan datang.

Baca juga: Beginilah Tampilan Anyar Mitsubishi Fuso Setelah 20 Tahun Tidak Ganti ‘Muka’

Aspek sistem xS Drive ini juga memfokuskan lampu depan pada bahaya seperti pejalan kaki, dan bahkan dapat memproyeksikan simbol peringatan pengemudi ke jalan di depan mobil dan peringatan tersebut dapat mencakup peringatan bahwa kendaraan lain mendekat dari belakang. Saat ini tidak ada kabar kapan atau apakah teknologi ini dapat masuk ke kendaraan produksi Mitsubishi. Konsep Emirai xS Drive sendiri bisa dilihat di Consumer Electronics Show, bulan depan di Las Vegas.

Ubah Bus Sekolah Jadi Rumah Berjalan, Kakak Beradik Habiskan $35 Ribu

Sebuah bus sekolah kembali direnovasi dan dijadikan rumah bergerak oleh seorang wanita yang saudara laki-lakinya lumpuh sehingga harus terus menggunakan kursi roda. Alex Scribner menghabiskan lebih dari $35 ribu untuk membeli dan merombak isi dari bus sekolah tersebut serta menambahkan lift agar memudahkan akomodasi saudara laki-lakinya.

Baca juga: Habiskan Rp10 Juta, Pria Asal Malaysia Ubah Daihatsu Hijet S85 Jadi Campervan

Dia juga menambahkan area dapur, kamar mandi dan dua tempat tidur untuk mereka istirahat. Untuk diketahui, Alex membeli dan merenovasi bus sekolah tersebut setelah tahun 2016 lalu mendapat kabar dari sang ibu bahwa Sam Scribner kecelakaan.

Tetapi saudara perempuannya tidak akan membiarkan cacatnya menghentikannya. Mereka membeli bus sekolah dan Alex merenovasinya sendiri sehingga dapat mengakomodasi disabilitas Sam. Foto: Media drum world

Sam terjatuh dari tempat tidur gantung dan membuat lehernya patah sehingga kaki dan lengannya tidak bisa bergerak. Namun, kini meski Sam dalam kondisis cacat dan duduk di kursi roda, mereka melakukan perjalanan keliling dunia bersama dan hidup penuh waktu di dalam bus.

“Ketika Sam berada di ICU, suatu malam dia hanya bergulat dengan kehidupannya sekarang, dan dia benar-benar berjuang dengan semua hal yang tidak akan pernah dia lakukan. Dan saya ingat mengatakan kepadanya bahwa kami akan melakukan perjalanan. Bagaimanapun itu akan terjadi, kami akan melakukan perjalanan dan melihat bola benang terbesar dan hal-hal bodoh seperti itu,” kenang Alex yang dikutip KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (21/12/2021).

Alex mengatakan, dua tahun setelah kecelakaan, dia menjadi pengasuh utama Sam dan mereka memiliki beberapa teman yang tinggal di sebuah van. Mereka akrab serta tertarik dengan tinggal nomaden dan belum tahu akan seperti apa untuk mewujudkanya. Alex menambahkan, untuk hidup nomaden mereka bahkan sampai melakukan penelitian.

“Apa yang awalnya menarik perhatian saya ke bus sekolah tidak hanya kami memiliki lebih banyak rekaman persegi, kami akan diharapkan dapat memasang lift di bus sekolah. Saya menawarkannya kepada saudara laki-laki dan orang tua saya, dan begitulah cara kami membeli bus sekolah pertama kami pada tahun 2019,” ungkapnya.

Setelah bekerja di bus untuk sementara waktu, Alex dan Sam bertemu orang lain di kursi roda yang ingin melakukan hal yang sama tetapi tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya. Jadi mereka memutuskan untuk menjual bus padanya dan memulai dari awal.

“Bus pertama, saya mulai merenovasinya dan saya menyelesaikannya sepertiga saat kami bertemu seseorang di Instagram. Dan Sam dan saya telah berbicara dan kami benar-benar menginginkan ini bukan hanya untuk diri kami sendiri tetapi sebagai pilihan bagi siapa saja yang ingin mencoba kehidupan ini,” Alex menjelaskan.

Alex menghabiskan satu setengah tahun hidupnya untuk memperbaiki bus kedua, dia melakukan semua pekerjaannya sendiri. Secara total, mereka menghabiskan lebih dari $35 ribu untuk renovasi, tetapi mereka tidak sendirian. Orang-orang dari seluruh dunia ikut serta dan membantu mereka termasuk perusahaan seperti Home-Depot.

“Kami berdua tidak punya uang atau rencana nyata, begitu kami memikirkan bus, kami benar-benar berkomitmen dan berdedikasi untuk melihatnya. Bus pertama yang kami pakai layaway, kami membaginya dan menghabiskan empat bulan menabung untuk membelinya seharga $6.000,” kata Alex.

Baca juga: Gegara Pandemi, Perusahaan Bus di Jepang Ubah Armadanya Jadi Tempat Sauna

Bus Alex dan Sam secara resmi siap dipindahkan pada Mei 2021, dengan fasilitas yang membuat kehidupan Sam di dalam bus senyaman mungkin. Alex menambahkan, yang terpenting saat ini Sam bisa bergerak dan bermanuver di dalam bus.

Volvo, Jawara Bus Tenaga Monster di Jalanan Indonesia

Kehadiran bus Volvo di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Rekam sejarah menunjukkan sejak tahun 80-an bus dengan mesin Volvo sudah masuk di Indonesia. Volvo B55 adalah penopang bus tingkat di kota-kota besar Indonesia pada masa itu. Bus merek volvo memang terkenal menjual kenyamanan bagi para penggunanya.

Baca juga: Pengemudi Bus AKAP Malam, Korbankan Waktu Demi Antar Penumpang

Pada tahun 2000 masuk Volvo jenis B7R dan varian ini mendulang sukses di Indonesia. Berbarengan dengan merek Scania, bus Volvo menjadi simbol kenyamanan dalam dunia bus Indonesia. Sayangnya, terkendala suku cadang yang susah dan mahal, alih-alih berumur panjang, nyatanya banyak bus Volvo yang justru rusak dan terbengkalai di pool bus.

Pada tahun 2018 bus atau setelah 18 tahun, mesin atau sasis serta bus Volvo kembali meramaikan pasar bus Indonesia. Ini adalah Volvo jenis B11R dengan triple axle (tiga sumbu roda) yang masuk ke pasaran Indonesia. Ada dua varian dari bus ini yang masuk ke pasaran Indonesia, yakni B11R 370 dan B11R 430.

Perbedaan antara keduanya ada di tenaga mesin, transmisi, juga gerak sumbu ketiga. Peruntukan antara B11R 370 dan B11R 430 pun berbeda. Jika B11R 370 bus diperuntukan untuk bus kota seperti transjakarta sedangkan B11R 430 yang memiliki tenaga lebih besar, diperuntukan bagi bis antar kota antar provinsi.

Untuk perusahaan otobus antar kota yang memiliki varian B11R 430 pun bisa dibilang lumayan banyak seperti Gunung Harta, Rosalia Indah, Sudiro Tungga Jaya, Borlindo, Pandawa 87, Bejeu dan Laju Prima. Varian Volvo ini tentu dikatakan memberikan kenyamanan juga keamanan bagi para penumpangnya, terutama di perjalanan yang jauh.

Kecanggihan sistem pengereman yang dimiliki bus jenis ini memungkinkan bus tetap stabil dan tidak selip apabila melakukan pengereman mendadak saat bus berada pada kecepatan tinggi. Selain itu, sistem suspensi pada bus ini ditopang oleh suspensi udara dengan kontrol secara elektronik dan bisa menyesuaikan keras atau lembutnya suspesi dengan kontur jalan yang dilalui.

Baca juga: Sajian di Rumah Makan PO Bus AKAP, Jurus Pemikat Loyalitas Penumpang

Meski penggunanya belum bisa dikatakan banyak, nyatanya penumpang mulai melirik varian sasis ini apabila ingin bepergian dengan bus. (Senna Aditya – Pecinta Bus)

Patahkan Rekor Emirates, Singapore Airlines Punya Penerbangan A380 Terpendek dari Singapura ke Kuala Lumpur

Airbus, Superjumbo jet A380 dikenal sebagai pesawat yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan memiliki kapasitas angkut penumpang yang banyak. Pesawat ini pertama kali digunakan secara komersial sejak Oktober 2007. Pada tahun 2019 Emirates membuka penerbangan jarak terpendek di dunia yakni hanya 350 km dari Dubai ke Muscat dengan menggunakan pesawat superjumbo jet tersebut.

Baca juga: Emirates Operasikan A380 dengan Rute Terpendek di Dunia, Jaraknya Setara Jakarta – Pangandaran!

Ini kemudian membuat rekor terbaru di mana Airbus A380 digunakan untuk perjalan jarak pendek. Namun belum lama ini tenyata ada yang mematahkan rekor jarak terpendek tersebut yakni Singapore Airline yang menerbangkan armada A380 nya dari Singapura menuju ke Kuala Lumpur dengan jarak hanya 184 mil atau sekitar 296 km.

Jarak itu kini menjadi yang terpendek di dunia dan hanya menempuh waktu 40 menit dari Singapura menuju ke ibukota Malaysia tersebut. Pesawat A380 milik SIA ini diketahui berhenti beroperasi selama hampir 20 bulan karena pandemi.

SIA mengatakan, bahwa superjumbo jet A380 milik mereka akan dikerahkan secara “ad hoc” pada rute penerbangan SQ106 (SIN-KUL) dan SQ105 (KUL-SIN) tiga kali seminggu dari 4 November hingga 2 Desember 2021. Kemudian A380 juga akan terbang dengan rute Singapore Airlines SQ126 (SIN-KUL) dan SQ125 (KUL-SIN) empat kali seminggu dari 5 November hingga 3 Desember.

Selain untuk penerbangan jarak pendek, maskapai ini mengumumkan rencana mengaktifkan kembali superjumbo jet pada penerbangan pergi dan pulang dari Singapura ke London pada pertengahan November lalu. Seorang juru bicara SIA mengatakan penerbangan A380 Kuala Lumpur dijadwalkan “untuk persyaratan operasional.”

Mengumumkan kembalinya A380 minggu lalu, kepala urusan publik global Singapore Airlines, Siva Govindasamy, mengatakana Singapore Airlines mengakui daya tarik abadi A380 bagi penumpang, dan itulah sebagian alasan maskapai mengembalikan pesawat ke rotasi.

“A380 adalah pesawat yang luar biasa. Beberapa orang hanya memesan A380 khusus untuk terbang di atasnya,” kata Govindasamy.

KabarPenumpang.com melansir simpleflying.com (22/12/2021), berikut ini sepuluh rute terpendek Airbus A380 yang dioperasikan oleh maskapai dunia. Singapore Airlines: Singapura ke Kuala Lumpur, 184 mil (296km); Air France: Paris CDG ke London Heathrow, 216 mil (348km); Emirates: Dubai ke Muskat, 217 mil (349km).

Baca juga: Rute Penerbangan Terpendek Lufthansa Setara Jakarta-Bandung Kini Dilayani Pakai Bus

Kemudian ada Emirates: Dubai ke Doha, 235 mil (378km); Emirates: Dubai ke Bahrain, 303 mil (488km); British Airways: London Heathrow ke Frankfurt, 408 mil (657km); Emirates: Dubai ke Kuwait, 530 mil (853km); Asiana: Seoul Incheon ke Osaka Kansai, 535 mil (862km) dan Emirates: Dubai ke Riyadh, 543 mil (874km).

Yang terakhir adalah China Southern: Ibukota Beijing ke Shanghai Pudong, 681 mil (1.096km).

Dilengkapi Taman Mini, Stasiun Jatinegara Kini Jadi Instagramable

Jalan–jalan keliling Jabodetabek emang paling asyik naik kendaraan umun, teruntuk Kereta Rel Listrik. Selain tarifnya murah kita juga bisa kemana – mana cukup dengan tempelkan kartu dengan saldo yang cukup. Tapi pernahkan kalian berkunjung sejenak ataupun transit KRL di Stasiun Jatinegara?

Baca juga: Stasiun Jatinegara, Gerbang Keluar Masuk Jalur Kereta di Ibu Kota

Stasiunnya besar, jalurnya banyak, lalu lintas kereta apinya pun banyak tanpa henti. Mulai dari KA penumpang sampai dengan KA barang semua lewat stasiun yang berada di kawasan Jakarta Timur ini. Tapi kira – kira kalian ngeh ga sih, kalo Stasiun Jatinegara itu sekarang sudah ada taman mini.

Bukan Taman Mini Indonesia Indah, bukan pula taman mini yang penuh wahana permainan, melainkan taman mini yang ditanami berbagai macam tumbuhan hias. Ya, taman tersebut berada di lantai 2 Stasiun Jatinegara. Jika kita transit atau berpindah peron untuk naik KRL berikutnya, pasti terlihat taman mini tersebut. Stasiun Jatinegara yang dulunya bernama Meester Cornelis ini memang sudah banyak sekali perubahan. Salah satunya bangunan stasiun yang terlihat modern. Namun jika melihat dari depan, bangunan Stasiun Jatinegara lama masih berdiri kokoh tak mau kehilangan saksi bisu sejarah jaman perkeretapian dulu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Penghijauan di Stasiun Jatinegara
Stasiun yang ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya ini tidak lengkap jika keindahan stasiunnya ditambah. Dengan inisiatif dan kreatif dari PT KAI akhirnya stasiun ini pun dibuat penghijauan dengan membangun taman mini. Karena terlihat luas pada lantai 2 stasiun, taman mini tersebut pun dibangun. Berbagai macam tanaman hias juga turut menghiasi sudut stasiun, seperti di jendela stasiun, samping elevator, samping ruang PAP (Pengawas Peron) dan juga ditempat wudhu mushola stasiun.

Yang paling terlihat indah dan bagus adalah taman mininya
Pihak stasiun sengaja membuat taman mini tersebut agar terlihat indah dan segar dimata. Karena rutinitas dan kepenatan dalam bekerja sehari – hari, saat berkunjung di Stasiun Jatinegara bisa merefleksikan pikiran cukup dengan duduk di bebatuan taman. Taman mini ini juga sangat Instagramable dan cocok banget untuk kaum remaja yang biasa posting di media sosial dengan latar belakang penghijauan. Tàk perlu keluar stasiun untuk mencari pemandangan penghijauan yang indah, karena lokasinya masih di dalam stasiun.

Baca juga: Tidak Ada ‘Belatung’ di Stasiun Randublatung

Taman berikutnya terdapat di lantai satu stasiun. Jika kita berada di peron jalur 1 dan 2, ada sebuah taman dan juga kolam berisi ikan hias yang menambah suasana layaknya diperumahan mewah. Kucuran air membasahi dinding batu hingga ke kolam ikan ini, menambah modernnya stasiun ini. Jadi bagaimana, mau mencoba swafoto di taman Stasiun Jatinegara secara cuma – cuma? Kuy lah ke Stasiun Jatinegara. (Pras – Cinta Kereta Api)

Kirim Gerbong Batubara Kini Tak Lagi via Truk

Rangkaian gerbong batubara yang masih gres alias baru buatan PT INKA ini akhirnya dikirim juga ke pulau seberang, yakni Pulau Sumatera tepatnya di Bandar Lampung. Ya, gerbong dengan bertuliskan kode GB ini memiliki berat 50 ton setiap gerbongnya.

Baca juga: Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara

Sebanyak 20 gerbong batubara yang dikirim dari Madiun menuju Bandar Lampung. PT INKA memang sedang memperbanyak gerbong batubara untuk kawasan Lampung dan sekitarnya, guna untuk menggantikan gerbong batubara yang ada namun sudah hampir tidak layak pakai. Serta menambahkan kekurangan rangkaian gerbong tersebut karena muatan yang terus bertambah.

Dikirim via Jalur Kereta
Rangkaian batubara dikirim sudah tidak melalui jalan aspal alias tidak menggunakan truk trailer dari Madiun menuju Surabaya. Namun inovasi kali ini rangkaian gerbong batubara dikirim melalui jalur kereta api. Perjalanan dari Stasiun Madiun menuju Stasiun Tanjung Priok hingga ke Stasiun Pasoso memakan waktu sekitar 14 jam. Rangkaian gerbong batubara diberangkatkan dari Stasiun Madiun pada pukul 08.15 WIB menggunakan lokomotif CC 203 95 10.

Kecepatan yang ditempuh rangkaian tersebut bisa mencapai maksimum 75 km/jam. Sepanjang perjalanan rangkaian ini berjalan lancar dan aman. Hanya sempat di Stasiun Gundih, Jawa Tengah Berhenti Luarbiasa Biasa (BLB), menurut informasi rangkaian batubara menunggu aman jalur menuju Semarang yang terdapat lori dinas kereta api dijalur yang sama. Rangkaian menunggu hampir 1 jam, kemudian bisa diberangkatkan kembali.

Melewati jalur utara yang eksotik dengan pemandangan laut biru di kawasan Gringsing, Batang, Jawa Tengah
(Foto: Al Amin Railfans Batang)

Memasuki Stasiun Semarang Poncol pukul 1 siang dan sempat berhenti untuk pergantian masinis. Tidak lama waktu berselang, rangkaian pun diberangkatkan kembali. Perjalanan lintas utara Jawa ini, menempuh kecepatan 60 – 70 km/j. Beberapa perjalanan yang seharusnya berhenti di beberapa stasiun yang seharusnya BLB karena penyusulan kereta api, tetap berjalan langsung.

Tiba di Stasiun Arjawinangun, rangkaian batubara kembali berhenti untuk pergantian masinis untuk mengarah sampai Jakarta. Akibat jarang berhenti di bebrerapa stasiun yang seharusnya di BLB kan, rangkaian gerbong ini terjadwal perjalanan lebih awal. Yang seharusnya tiba di Stasiun Arjawinangun pukul 17.29 WIB menjadi 1 jam lebih awal berangkat pada pukul 16.15 WIB.

Baca juga: 27 September 1825, Kereta Penumpang dengan Lokomotif Uap Pertama Kali Mengular

Alhasil setiba di Stasiun Jatinegara rangkaian ini masuk sekitar pukul 8 malam, yang seharusnya masuk pada pukul 10 malam. Beberapa Railfans yang semula ragu datang untuk mengabadikan momen sekali seunur hidup ini, akhirnya bisa datang. Karena jam kedatangan masuk Stasiun Jatinegara sekitar 2 jam lebih awal. Rangkaiam gerbong tersebut menuju Stasiun Tanjung Priok dan selanjutnya berjalan menuju Terminal/Stasiun petikemas Pasoso untuk dibawa ke Bandar Lampung menggunakan jalur laut. (Pras – Cinta Kereta Api)

Horeee! Awal Tahun 2022 Tarif KA Bandara Soekarno-Hatta Kembali dari Goceng

Bagi yang ingin bepergian keluar kota bahkan keluar negeri dari Bandara Soekarno Hatta kini bisa bernafas lega. Karena saat awal tahun 2022 tarif KRL Bandara akan kembali berlakukan tarif mulai dari Rp5.000,- aja. Siapa sih yang tidak mau naik KRL Bandara yang berjalan ekspres, interior nyaman, dan terjangkau. Layanan tarif murah ini kembali dilakukan agar animo masyarakat sebagai pengguna KRL bisa terwujud. KRL Bandara ini nantinya akan dibagj kelasnya, ada kelas Premium dan Eksekutif.

Baca juga: Inilah KA Bandara Pertama di Dunia, Warisan Nazi Jerman

Layanan Kelas Premium dan Eksekutif
KRL Bandara bisa dijangkau dari beberapa stasiun yang dilintasi KRL Commuter Line. Seperti Stasiun Manggarai, Sudirman BNI City, Duri, dan Batu Ceper. Selebihnya KRL Bandara berjalan langsung. Layaknya KRL Ekspres saat jaman Divisi Jabodetabek sekitar tahun 2000-an, KRL Bsndara tetap melaju cepat dengan kecepatan maksimal 60 – 70 km per jam.

Nah, layanan KRL Bandara awal tahun 2022 nanti akan dibagi dalam dua kelas, yaitu Premium dan Eksekutif. Untuk layanan kelas Premium tarif tiket yang diinformasikan mulai dari Rp5.000,- sampai dengan Rp30.000,-. Sedangkan layanan kelas Eksekutif dengan tarif mulai dari Rp10.000 hingga Rp70.000,-

Adapun rute stasiun dan tarif untuk layanan kelas Premium seperti berikut:
– Rute untuk tarif Rp 5.000
Manggarai – Duri pp.
Manggarai – Sudirman BNI City pp.
Manggarai – Batu Ceper pp.
Sudirman BNI City – Duri pp.
Sudirman BNI City – Batu Ceper pp.
Duri – Ceper pp.

– Rute untuk tarif Rp 25.000,-
Bandara Soekarno Hatta – Batu Ceper pp.

– Rute untuk tarif Rp 30.000,-
Bandara Soekarno Hatta – Duri pp.
Bandara Soekarno Hatta – Sudirman BNI City pp.
Bandara Soekarno Hatta – Manggarai pp.

Kemudian untuk layanan kelas Eksekutif rute stasiun dam tarifnya sebagai berikut:
– Rute untuk tarif Rp 10.000,-
Manggarai – Duri pp.
Manggarai – Sudirman BNI City pp.
Sudirman BNI City – Duri pp.

– Rute untuk tarif Rp 25.000,-
Duri – Batu Ceper pp.

– Rute untuk tarif Rp 35.000,-
Batu Ceper – Manggarai pp.
Batu Ceper – Sudirman BNI City pp.
Batu Ceper – Bandara Soekarno Hatta pp.

– Rute untuk tarif Rp 70.000
Bandara Soekarno Hatta – Duri pp.
Bandara Soekarno Hatta – Sudirman BNI City pp.
Bandara Soekarno Hatta – Manggarai pp.

Tarif murah yang diberlakukan oleh PT KAI Bandara ini sebenarnya sudah dimulai pada April 2021 lalu. Antusiasmue masyarakat memang terlihat saat diberlakukan tarif mulai dari harga goceng ini. Saat weekend misalnya, tak sedikit penumpang KRL ingin merasakan kenyamanan bahkan mendaoatkan tiket murah tersebut.

Suasana interior KRL Bandara Kelas Eksekutif. (Foto: Sendy Prasetya)

Seperti yang dilakukan Railfans. Dengan alasan ingin ngegabut, mereka rela mengeluarkan uang Rp 5.000 hanya untuk bolak – balik naik KRL Bandara dengan rute Manggarai – Batu Ceper pp. Namun lain cerita bagi para pekerja kantoran di saat weekdays. Mereka rela naik KRL Bandara untuk mengejar waktu. Tidak seperti KRL Commuter Line, KRL Bandara ini hanya berhenti di stasiun tertentu saja.

Baca juga: Tarif Cuma Rp5 Ribu, Railink Optimis Okupansi KA Bandara Naik 20 Persen

Perbedaan Layanan Kelas Premium dan Eksekutif
Lalu apa sih yang membedakan layanan Kelas Premium dan Eksekutif. Ternyata perbedaanya ada pada interior KRL Bandara ini. Jika layanan kelas Eksekutif memiliki interior yang standar, yaitu kursi menghadap kearah lajunya kereta dan bisa diatur sandarannya dengan masing – masing kursi 2+2. Namun untuk layanan Kelas Premium, bagian interior terlihat lebih luas karena kursi dibuat menyamping layaknya KRL Commuter Line. Kursi kelas Premium ini tidak bisa di atur sandarannya karena terhalang dinding kereta.

Jam operasional kelas Premium pun tidak sebanyak kelas Eksekutif, berikut ini adalah jam operasionalnya:

Manggarai Sudirman BNI City Duri Batu Ceper Bandara Soetta
06.37 06.46 07.01 07.22 07.33
10.37 10.46 11.01 11.22 11.33
14.37 14.46 15.01 15.22 15.33
17.07 17.16 17.31 17.52 18.03
19.37 19.46 20.01 20.22 20.33

Suasana interior KRL Bandara Kelas Premium. (Foto: Sendy Prasetya)

Bandara
Soetta Batu
Ceper Duri Sudirman
BNI City Manggarai
07.49 08.01 08.25 08.38 08.45
11.49 12.01 12.25 12.38 12.45
15.49 16.01 16.25 16.38 16.45
18.19 18.31 18.55 19.08 19.15
20.49 21.01 21.25 21.38 21.45
*Sumber: KAI Bandara

Untuk pembelian tiket KRL Bandara pun kini tidak sesulit yang dibayangkan. Naik KRL Bandara bisa menggunakan Kartu Multi Trip, Kartu Bank Elektronik, pembelian melalui aplikasi KAI Bandara dan pembelian langsung di stasiun. (Pras – Cinta Kereta Api)

Zero Over Dimension Over Loading – Jadi Tanggung Jawab Moral Seluruh Pengguna Jalan

Indonesia akan mulai melakukan zero over dimension over loading atau ODOL yang  mulai diterapkan pada Januari 2023 mendatang. Sayangnya hal ini besar kemungkinan baru terealisasi di tahun 2025. Pasalnya, para pelaku industri dan pemerintah ODOL dimundurkan karena dunia industri masih belum pulih akibat imbas pandemi yang terjadi dua tahun ini.

Baca juga: Lebih Cepat dari Jadwal, Sydney Trains Berhasil Mencapai Nol Emisi

Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito, mengatakan, saat ini industri nasional dalam masa recovery yang dapat dilihat dari pertumbuhan yang mengalami kenaikan mulai TW III tahun 2020 namun di waktu yang sama juga mengalami penurunan. Ia mengatakan, kebutuhan truk pada beberapa industri seperti semen, keramik dan kaca, pulp and paper, makanan dan minuman meningkat hingga 65 sampai 112 dari jumlah awal.

Ignatius mengatakan, penambahan jumlah armada bukan hanya memerlukan perluasan lahan parkir, tetapi penambahan kebutuhan bahan bakar minyak. Menurutnya diperkirakan peningkatan atau tambahan kebutuhan solar untuk angkutan ini.

Ignatius mengatakan, Kemenperin mendukung pemberlakuan Kebijakan Zero ODOL. Namun dalam penerapannya memerlukan perencanaan yang tepat sasaran agar tidak berdampak negatif dan menimbulkan shock terhadap makro perekonomian dan khususnya pada perkembangan industri.

Ia menjelaskan, Industri kehilangan momentum sekitar dua tahun dalam persiapan pelaksanaan kebijakan Zero ODOL secara penuh pada tahun 2023 karena adanya pandemi Covid-19. Untuk itu, perlu dipertimbangkan untuk melakukan penyesuaian kembali waktu pemberlakuan Zero ODOL pada tahun 2025.

Keinginan penundaan juga disampaikan Rachmat Hidayat dari Gabungan Asosiasi Perusahaan Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI). Menurutnya, pihaknya mengapresiasi Kemenperin, sebab dengan pandemi pada dua tahun terakhir ini industri makan minum sangat terpukul dan saat ini hanya sekadar survival.

“Saat ini masih recovery dan membutuhkan waktu untuk pulih,” jelasnya.

Rachmat mengharapkan, pihaknya tidak menolak Zero ODOL, tetapi sangat mengharapkan agar pelaksanaannya ditunda sampai 2025. Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub, Popik Montansyah, mengatakan, sebenarnya persiapan kebijakan Zero ODOL ini sangat siap, karena dimulai tahun 2017.

Baca juga: Banjir Kereta Bawah Tanah Cina, Penumpang Terjebak di Antara Ketinggian Air dan Oksigen yang Menipis

Bahkan kebijakan Zero ODOL tidak perlu ada jika semua pihak mengikuti aturan yang ada sehingga tidak ada pelanggaran ketentuan keamanan. Popik menjelaskan berbagai dampak dari kelebihan muatan dan dimensi, mulai dari kecelakaan sampai dengan kerugian akibat kerusakan industri. Popik menegaskan, pewujudan zero ODOL merupakan upaya dan komitmen bersama sebagai bentuk tanggung jawab moral bagi seluruh pengguna jalan.

ODOL merupakan sebuah kondisi dimana barang dimuat di dalam kendaraan truk pengangkut barang mengalami kelebihan muatan dan dimensi dalam proses pengiriman barang.

Ada Fitur PeduliLindungi di Aplikasi Grab, Pengguna Bisa Nikmati Promo Hingga 50 Persen

Kini aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk apa pun. Bahkan ketika bepergian ke luar daerah aplikasi ini memudahkan seorang pelancong karena tidak lagi perlu membawa surat hasil negatif Covid karena tercantum dengan jelas tanggal dan hasilnya.

Baca juga: Ini Beragam Masalah yang Dirasakan Pengguna Aplikasi PeduliLindungi

Namun, kini beberapa startup mulai memasukkan aplikasi PeduliLindungi dalam fitur mereka. Salah satunya seperti Grab yang menghadirkan fitur PeduliLindungi. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Grab menghadirkan fitur ini untuk memudahkan penggunanya menemukan opsi lain untuk scan barcode di suatu tempat yang dikunjungi.

Selain memudahkan, Grab juga memberikan keuntungan baru bagi pengguna yakni mendapatkan promo potongan harga untuk GrabFood slef pick up di merchant yang ada di lokasi saat Anda check in. Ada pula diskon hingga 50 persen untuk layanan GrabBike dan GrabCar (Protect) setelah check out dari lokasi tersebut.

Cara untuk mendapatkan diskon ini pun mudah, Anda cukup menambahkan kode promo GRABPEDULI setiap melakukan pemesanan makanan maupun perjalanan. Ridzki Kramadibrata President of Grab Indonesia menjelaskan bahwa, sinergi dengan PeduliLindungi adalah kolaborasi dalam menganggulangi situasi Covid-19.

“Seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kegiatan bisnis, kita semua diajak untuk semakin mematuhi protokol kesehatan. Kita masih harus hidup berdampingan dengan situasi ini dan untuk dapat menanggulanginya, kita harus bersatu dan berkolaborasi,” terangnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/12/2021).

Ridzki menambahkan, pengguna Grab tidak perlu khawatir terkait keamanan informasi pribadi. Ini karena data akan langsung dikirim ke sistem PeduliLindungi tanpa terseimpan di aplikasi Grab. Dia menjelaskan, inovasi dan promo Grab ini adalah bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalama menekan penyebaran Covid-19.

Bahkan dia mengaku, Grab adalah mitra swasta pertama yang mendukung program vaksinasi nasional pada Februari 2021 kemarin. Sampai saat ini, lanjut Ridzki, Grab Indonesia telah menjalankan program vaksinasi di 54 kabupaten dan kota di Indonesia bagi mitra pengemudi, mitra merchant, serta masyarakat umum.

Grab juga terus melakukan kolaborasi dengan mitra-mitra dan juga pemerintah untuk dapat meningkatkan kewaspadaan diri agar dapat menghentikan penyebaran virus ini. Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menambahkan, pihaknya telah melakukan upaya-upaya pengetatan dan juga mendorong keterlibatan swasta untuk bersama-sama mencegah adanya gelombang 3.

“Dukungan swasta seperti Grab tentunya bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ungkap Budi.

Dia pun berharap inovasi dan promo yang dihadirkan Grab membuat masyarakat semakin menaati protokol kesehatan yang berlaku.

Baca juga: “PeduliLindungi,” Andalkan Bluetooth untuk Deteksi Penumpang Terinfeksi Covid-19

“Ditambah dengan inovasi dan promo dari Grab, saya berharap masyarakat semakin menaati protokol untuk check in dan check out. Integrasi resmi ini juga sekaligus menjaga keamanan data, karena semua data akan langsung dikirim kepada PeduliLindungi,” tutupnya.