Adopsi Teknologi Siemens, VGF Ganti Sistem Kontrol Digital di Jaringan Metro dan Trem Jerman

Penyedia transportasi umum Frankfurt VGF akan menggantikan sistem kontrol kereta api konvensional yang digunakan saat ini oleh jaringan metro dan trem. Mereka akan menggantinya dengan sistem digital baru yang canggih dan memberikan kontrak penting tersebut pada Siemens Mobility.

Baca juga: Hadirkan Resolusi Digital, Thales Persembahkan Inovasi Baru di Industri Kereta Api

Di mana akan menggunakan digitalisasi sistem kontrol kereta api atau DTC yang bukan proyek biasa untuk jaringan transportasi umum Frankfurt di Jerman, tetapi juga menjadi kota pertama yang menerapkannya secara nasional. KabarPenumpang.com melansir dari laman railway-news.com (17/12/2021), Stefan Majer, Anggota Kabinet Transportasi kota mengatakan, DTC ini juga menandai pertama kalinya sistem kontrol kereta berbasis komunikasi (CBTC) digunakan di Jerman.

“Teknologi ini akan menghubungkan metro dan trem secara nirkabel dan digital satu sama lain secara real time. Hal ini akan memungkinkan kereta api untuk beroperasi pada interval yang lebih pendek dan, pada gilirannya, memungkinkan VGF untuk secara signifikan memperluas kapasitasnya tanpa harus mengubah atau membangun jalur kereta api atau stasiun baru,“ ujar Stefan.

Dia menekankan ada kemungkinan berhubungan proyek dengan Frankfurt MIND(+) yang adalah proyek paralel. DTC dapat dihubungkan ke lalu lintas individu melalui komputer lalu lintas pusat kota. Ini akan memungkinkan kontrol lalu lintas yang terintegrasi penuh untuk pertama kalinya di pusat kota besar di Frankfurt dan Jerman sehingga tidak kurang dari tonggak sejarah dalam transisi mobilitas negara itu.”

“Kami akan mengubah sistem kontrol kereta api untuk seluruh jaringan metro kami menjadi DTC, diikuti oleh jaringan trem. Untuk mencapai ini, kami membutuhkan mitra yang kuat dan kompeten yang kami temukan di Siemens Mobility. Kami sangat senang dapat melanjutkan kemitraan dengan Siemens yang telah menjadi model yang sukses pada tahun 1899, ketika Frankfurt menggunakan 181 trem klasik Siemens,” kata CEO VGF Michael Rüffer berkata.

Untuk diketahui, pada hari Senin, 13 Desember 2021, Menteri Urusan Ekonomi, Energi, Transportasi dan Perumahan Hessian, Tarek Al-Wazir, secara resmi memberikan dana sebesar €95,5 juta atau sekitar Rp1,5 triliun kepada VGF untuk mendanai bersama proyek tersebut, bersama dengan Pemerintah Federal dan negara bagian Hesse.

Sistem kontrol kereta digital seperti DTC Frankfurt dikenal di industri sebagai sistem Communication Based Train Control (CBTC). Kesembilan jalur sistem metro Frankfurt akan diubah menjadi kontrol kereta digital pada tahun 2031. Konversi akan dimulai dengan “rute B” (jalur U4 dan U5), termasuk perpanjangan U5 ke Europaviertel, dan saat ini direncanakan untuk mulai beroperasi pada tahun 2025.

Baca juga: Antena MIMO+ Tingkatkan Konektivitas Mobile Broadband di Kereta Api

CBTC berfungsi sebagai sistem sinyal dan pesan yang kompleks yang memungkinkan pertukaran permanen antara kereta api dan infrastruktur kereta api secara real time. Berbagai komponen di jalur rel dan di dalam kereta memungkinkan komunikasi data dua arah berbasis radio ini antara kereta api dan infrastruktur sehingga terus-menerus mengirimkan informasi yang relevan dengan rute ke kereta api.

Laos Terima Kembali Pelancong Asing Mulai Tahun Baru 2022

Seperti banyak negara yang menutup akses pelancong asing di masa pandemi. Laos yang berada di kawasan Asia Tenggara juga melakukan hal tersebut. Namun negara ini baru saja mengumumkan akan kembali membuka diri bagi pelancong asing pada di Tahun Baru 2022 mendatang.

Baca juga: Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot

Pembukaan kembali negara Laos bagi pelancong asing sendiri karena industri pariwisata telah tutup selama lebih dari 18 bulan untuk mencegah Covid. Meski begitu, Laos membuka kembali negaranya bagi pelancong yang sudah mendapat vaksinasi penuh dan mendaftar dalam perjalanan yang dipesan sebelumnya bisa mulai menikmati negara ini 1 Januari 2022.

Dilansir KabarPenumpang.com dari france24.com (18/12/2021), pelancong nantinya akan bisa langsung mengunjungi ibu kota Vientiane, hotspot ekowisata Vang Vieng dan Luang Prabang yang terdafrar sebagai warisan Dunia UNESCO. Selain itu, destinasi lainnya akan mulai dibuka pada bulan April dan Juli tahun depan.

Ini karena vaksinasi di masyarakat Laos mulai meningkat. Sayangnya pelancong asing yang bisa masuk ke Laos masih dibatasi yakni hanya dari 17 negara yang di antaranya Asia Tenggara, Eropa serta Cina, Amerika Serikat, Australia dan Kanada.

Hampir sama dengan negara lainnya, pelancong yang akan mengunjungi Laos harus menunjukkan hasil tes negatif Covid. Untuk diketahui, negara komunis yang tertutup tersebut, bulan ini membuka rel kereta api buatan Beijing senilai $6 miliar yang menghubungkan ibu kotanya dengan kota Kunming di barat daya Cina.

Otoritas kesehatan sekarang bergegas untuk memberikan suntikan vaksin Covid kepada orang-orang yang tinggal di tempat-tempat wisata di sepanjang jalur kereta untuk mengantisipasi masuknya pelancong. Laos menerima sekitar 4,7 juta turis asing setiap tahun sebelum pandemi.

Karena Covid melanda, pelancong asing di Laos turun hingga 80 persen pada tahun 2020 dan membuat perekonomian lesu meski kasus Covid di negara ini sedikit pada awal pandemi. Menurut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Laos turun menjadi 0,4 persen pada 2020, terendah dalam tiga dekade.

Harapan untuk rebound pada tahun 2021 pupus setelah jumlah infeksi meroket dalam beberapa bulan terakhir. Alex Tran, pemilik Hotel Camellia di Vang Vieng, mengatakan pendapatan turun 95 persen karena penutupan perbatasan.

Baca juga: Dukung Pemulihan Pariwisata di Bali, Angkasa Pura I Berikan Stimulus Bagi Penerbangan Internasional

“Banyak hotel di Vang Vieng kosong dan ditutup sementara selama sekitar dua tahun karena tidak ada turis. Tidak ada cukup pelancong domestik untuk menopang sektor ini. Setelah Tahun Baru, semuanya diharapkan menjadi lebih baik,” kata Tran.

Stasiun Payakabung Jadi Tempat Unboxing Kereta Ukur Terbaru

PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan uji coba kereta baru berikutnya pada 12 November 2021 lalu dilintas Madiun – Walikukun pp. Uji coba dinamis ini dilakukan beberapa kali dilintas yang sama. Ini guna pengecekan rangkaian selama dilakukan uji coba lintas, supaya saat melakukan inspeksi semua aman dan terkendali.

Baca juga: Ada Kereta Penggaris atau Kereta Ukur? Yuk Kenali Lebih Dekat

Kereta Ukur bernomor seri SU3 21 01 ini memiliki kecepatan maksimum 120 km per jam dengan panjang kereta 20.000 mm dan lebar kereta 2.990 mm. Uji coba dilakukan dengan lancar sesuai jadwal.

Unboxing di Payakabung
Rangkaian buatan Inka dengan tulisan dibagian body “Kereta Ukur” ini memang dikhususkan untuk inspeksi dijalur Divisi Regional (Divre) III Sumatera Selatan. Jika dijalur KA Pulau Jawa dan Sulawesi sudah ada Kereta Ukur, saatnya Sumatera Selatan melayani Kereta Ukur untuk inspeksi di wilayah Divre III lintas Kertapati, Prabumulih, Lubuk Linggau dan wilayah Divre IV lintas Tarahan, Tanjung Karang, Kotabumi, Prabumulih.
Sebelumnya, jalur kereta api di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan sudah memiliki Kereta Ukur Geometri yang fungsinya sama dengan Kereta Ukur terbaru buatan Inka yang memiliki alat ukur jalan rel yang lebih canggih.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Kereta Ukur SU3 21 01 ini tiba di Stasiun Payakabung (PYK), Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Minggu (12/12) lalu. Seperti gambar tangkapan layar unggahan Railfans Sumatera Selatan dari video youtube: Muhammad Abduh ini memperlihatkan beberapa petugas membuka kain terpal warna oranye yang didalamnya dilapisi terpal putih transparan. Bak kiriman paket yang dibungkus rapih, Kereta Ukur ini dengan perlahan dibuka bungkusnya. Kereta Ukur yang terlihat berada dijalur simpan Stasiun Payakabung.

Baca juga: Cara Mudah Pelajari Kodefikasi Batas Kecepatan Kereta Api

Dengan adanya Kereta Ukur keluaran tahun 2021 yang canggih ini, diharapkan jalur kereta api dilintas Sumatera Selatan dan Lampung lebih baik lagi dan dihindarkan dari kejadian yang tidak diinginkan. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Kemenhub Keluarkan Ketentuan Baru Perjalanan Penumpang Mulai 24 Desember Hingga 2 Januari 2022

Di masa Angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengelurakan ketentuan baru yang tertuang dalam SE Kemenhub No.112/2021. Surat edaran ini mulai berlaku sejak 24 Desember 2021 sd 2 Januari 2022.

Baca juga: Rekor! Penumpang KAI Commuter Capai 500 Ribu Orang Lebih, Puncak Libur Nataru?

Isi surat edaran tersebut diantaranya wajib melampirkan hasil negatif test RT-PCR 3×24 jam bagi penumpang anak usia dibawah 12 tahun. Selain itu penumpang anak juga harus didampingi orang tua. Untuk membantu calon penumpang memenuhi syarat perjalanan Kereta Api (KA) khususnya anak dibawah 12 tahun, PT KAI Daop 1 Jakarta bekerjasama dengan PT RNI kini menyediakan layanan RT-PCR di Stasiun Gambir dan Pasar Senen dengan tarif Rp195 ribu.

Penumpang scan check in sebelum keberangkatan di stasiun kereta api melalui aplikasi Peduli LIndungi. Foto: PT KAI

Pemeriksaan RT-PCR di Stasiun mulai beroperasi pada Kamis 23 Des 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 mendatang. Kepala Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengatakan, adapun jam operasional layanan RT-PCR di Stasiun Gambir berlangsung pada pukul 06.00 hingga 21.00 WIB dan untuk Stasiun Pasar Senen pukul 05.00 hingga 22.30 WIB.

“Bagi pelanggan anak dibawah 12 tahun yang ingin memanfaatkan layanan tersebut cukup menunjukkan tiket atau kode booking yang telah terbayar lunas. Daop 1 Jakarta menghimbau para pelanggan yang akan menggunakan layanan RT-PCR di stasiun agar memperhitungkan waktu antara  pengambilan sampel PCR dan jadwal keberangkatan KA, sebab hasil RT-PCR paling cepat 12 jam dari pengambilan sampel,” ujar Eva yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

Eva mengatakan, hasil test akan diinfokan melalui email atau WhatsApp yang telah terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi. Adapun sesuai ketentuan SE Kemenhub No.112/2021 terdapat sejumlah ketentuan khusus untuk pengguna jasa yang akan berangkat pada periode 24 Desember 2021 sd 2 Januari 2022 sebagai berikut:

  1. Calon penumpang usia di bawah 12 Tahun
    – Menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3×24 jam
    – Wajib Didampingi orang tua

2. Calon penumpang Usia 12 samapai dengan 17 Tahun
– Penumpang wajib, vaksin minimal Dosis pertama. Jika belum dapat divaksin dikarenakan alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis atau dokter rumah sakit pemerintah sebagai pengganti vaksin.
– Menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen 1×24 jam atau RT-PCR 3×24 jam

Baca juga: Catat! Ini Daftar Kereta Api Tambahan Saat Angkutan Nataru

3. Calon penumpang usia di atas 17 Tahun
– Wajib Vaksin Dosis Lengkap (Vaksinasi Dosis kedua). Jika belum lengkap maupun dikarenakan alasan medis, maka tidak dapat melakukan perjalanan.
– Menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen 1×24 jam atau RT-PCR 3×24 jam
KAI senantiasa mengikuti dan mematuhi seluruh ketentuan dari pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 pada moda transportasi KA.

“Saya Busmania Mau Hunting Foto”, Jadi Kalimat Andalan Hindari Calo

Terminal bus kini sudah banyak yang tampil modern dan diubah menjadi lebih baik lagi. Namun, ternyata perubahan tersebut tetap tidak bisa menghilangkan kehadiran calo. Pasalnya meski menjadi terminal besar dan pusat keberangkatan bus AKAP, hingga kini calo pun masih tetap ada serta berekliaran di sekitar penumpang.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Muntilan, Kini Berubah Jadi Terminal Bus Prajitno

Calo sendiri adalah masalah utama di terminal dan kerap kali mengancam penumpang agar membeli tiket bus dari mereka. Padalah tarif tiket tersebut lebih mahal dari yang dijual agen atau langsung dari perusahaan otobus (PO) yang akan ditumpangi penumpang.

Tim KabarPenumpang.com baru-baru ini bertemu seorang penumpang yang menceritakan pengalamannya tentang membeli tiket dari seorang calo. Saat itu, Alvin penumpang yang membeli tiket tersebut tengah bersama temannya di Terminal Ubung di Denpasar, Bali. Dia mengaku ketika memilih bus setelah turun dari taksi, dirinya dan Bagus tak sengaja bertemu calo.

Saat itu, keduanya dipaksa naik bus dari salah satu bus milik sebuah PO yang tidak disebutkan namanya dan diberi tarif yang tidak wajar.

“Jatuhnya sih kayak pemerasan, tas saya dibawa paksa ke bus, lalu saya dimintai tarif tiket bus tersebut,” ujar Alvin.

Permasalahan calo ini memang meresahkan, terutama di jaman sekarang dimana bus semakin diminati oleh para penumpang transportasi darat. Karena bukan hanya memaksa, di beberapa kasus bahkan oknum calo tidak segan-segan menggunakan intimidasi dan kekerasan ke penumpang bus agar mau menaiki bus yang dimaksud.

Jika anda tidak ingin terkena calo, maka ada baiknya memesan tiket secara online baik di aplikasi pihak ketiga maupun aplikasi dari perusahaan otobus tersebut. Memesan tiket lewat nomor hp agen tiket bus resmi juga bisa jadi salah satu cara agar terhindar dari calo.

Jika anda terpaksa harus go show atau membeli tiket on the spot, maka Anda perlu memahami seluk beluk terminal yang anda kunjungi. Bisa juga dengan menyebut nama satu PO jika ditanya oleh calo. Tentukan bus yang ingin anda naiki, dan jika ditanyai oleh calo maka anda sudah punya jawaban mau naik apa dan kemana.

Biasanya di pintu depan terminal, agen bus juga menawarkan tiket yang dijualnya. Yang membedakan calo dan agen tiket bus ini, jika agen tiket bus resmi mereka memakai seragam resmi dari perusahaan otobus. Mereka tidak menggunakan paksaan dan tidak bertransaksi langsung karena Anda biasanya justru diarahkan ke loket penjualan tiket bus oleh mereka.

Baca juga: Mau Jauh dari Calo Saat Naik Bus? Cek Tips Berikut ini

Meski terkesan nyeleneh, tapi jawaban “saya busmania mau hunting foto” juga bisa membuat anda terhindar dari calo. Akan tetapi hal ini berlaku apabila anda ingin naik bus dengan hanya membawa tas ransel. (Senna Aditya – Pecinta Bus Indonesia)

Diam-diam ‘Warisan’ Alm. Dirut Sardjono Jhony Jadi Solusi KNKT Akhiri Kecelakaan di TransJakarta

Diam-diam Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT memberikan solusi yang menjadi salah satu keinginan dari Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) almarhum Sardjono Jhony Tjitrokusumo.

Baca juga: Disorot Gegara Rentetan Kecelakaan, TransJakarta Ternyata Punya Deretan Sopir Cantik

Sebagai informasi, sebelum berpulang selamanya, pada bulan Juni lalu, almarhum Capt. Jhony -yang juga seorang pilot berpengalaman- sempat mengutarakan keinginannya mengadopsi sistem keselamatan dan keamanan TransJakarta ke level yang sama seperti yang dilakukan maskapai penerbangan.

“Semua yang baik itu (keinginan Capt. Jhony mengadopsi keselamatan dan keamanan di airline) kita rekomendasikan untuk dilakukan. Seperti masalah fit to work, itukan umum dilakukan di oil and gas, airline, maka itu kita juga kita minta untuk diterapkan di Transjakarta,” kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, saat ditanya KabarPenumpang.com mengenai kelanjutan dari program tersebut.

“Fit to work ini simpel, ditanya (sebelum bekerja) apakah kamu tadi malam tidur cukup. Apakah kamu tadi malam tidak begadang. Apakah kamu hari ini sehat tidak minum obat yang menyebabkan ngantuk,” tambahnya

“Ketika ditanya kita kan bisa melihat apakah matanya merah atau dia jawabnya ngelantur, berarti dia tidak fit untuk bekerja. Terus dia kalah matanya merah kita curigai maka dari itu kita minta untuk cek alkoholnya apakah dia mabuk atau tidak,” lanjutnya.

Selain itu, masih Soerjanto melanjutkan, kita juga memberikan rekomendasi lain yang berkenaan dengan adopsi sistem yang ada di airline, sebagaimana impian almarhum Capt. Jhonny, ke Transjakarta.

“Kalau di airline kan ada yang namanya crew resource management ini juga akan dilakukan di TransJakarta dengan nama driver resource management. Itu untuk men-coaching para pengemudi ini agar sabar, wise, bijak dalam mengemudi tidak emosi nah itu karena pekerjaannya monoton dan itu diperlukan coaching yang kita namakan driver resource management,” jelasnya.

“Itu juga satu implementasi dari dunia penerbangan yang sangat efektif. Di luar negeri driver resource management sudah ada. Ini mulai kita terapkan di TransJakarta,” tutupnya.

Dalam Konferensi Pers Evaluasi Aspek Keselamatan TransJakarta pasca kecelakaan beruntun, KNKT diketahui memberikan 11 rekomendasi dari empat aspek yang dievaluasi, mulai dari manajemen risiko Transjakarta, pemastian kelaikan armada, pemastian kesiapan awak, dan keselamatan/keamanan rute.

Baca juga: Lagi, TransJakarta Buka Kembali Empat Rute yang Ditutup Awal Pandemi

11 rekomendasi atau safety action tersebut meliputi, penerapan prosedur fit to work dan alkohol check, penugasan kembali petugas pembantu pengemudi, penugasan pengemudi langsir, dan perbaikan skema rencana operasional.

Kemudian, menyempurnakan sistem manajemen keselamatan TransJakarta, pelaksanaan risk journey, perbaikan dan peningkatan fasilitas istirahat bagi pengemudi, upgrading pengemudi, pemeriksaan random obat-obatan terlarang, larangan penggunaan telepon seluler, dan peningkatan supervisi di lapangan.

VTL Dihentikan Sementara, Masuk Singapura Kini Kembali Wajib Karantina

Baru dibuka pada 29 November lalu, kini kebijakan peraturan bebas karantina atau Vaccinated Travel Lane (VTL/Jalur Perjalanan Vaksinasi) antara Indonesia dan Singapura dihentikan untuk semenara waktu, pasalnya mulai 23 Desember 2021 sampai 20 Januari 2022, Pemerintah Singapura menghentikan seluruh layanana VTL, hal ini terkait penyebaran kasus Covid-19 Omricon yang masuk lewat pintu internasional.

Baca juga: Mulai 29 November, WNI ke Singapura Bebas Karantina Lewat Kebijakan VTL! Simak Syaratnya

Dikutip dari Channel News Asia, Kementerian Kesehatan Singapura menyebut, setelah 20 Januari 2021, penjualan tiket pesawat dan bus juga akan dikurangi sampai 50 persen. Semua pelancong yang sudah memegang tiket pesawat dan bus VTL (dari Malaysia) dapat melanjutkan perjalanan tapi harus menjalani karantina, dan mereka yang bukan Warga Negara Singapura atau penduduk tetap juga dapat terus mengajukan Visa Perjalanan Bervaksinasi jika mereka belum melakukannya.

“Langkah ini akan membantu membatasi paparan Singapura terhadap kasus impor Omicron Covid-19,” kata kementerian Kesehatan. Pihaknya mengatakan akan terus memantau situasi dan juga memperbarui kebijakan saat kondisi sudah dirasa berubah. “Kami mengambil lebih banyak kasus Omicron karena penyebaran varian yang cepat di banyak negara/wilayah,” katanya.

“Dengan pelacakan kontak yang agresif dan langkah-langkah ringfencing, kami, untuk saat ini, dapat membatasi penularan komunitas selanjutnya. Tetapi ini adalah masalah waktu sebelum varian Omicron menyebar di komunitas kami.”

Baca juga: Singapura dan Malaysia Tingkatkan 50 Persen Jumlah Penumpang Bus Antar Negara

Langkah ini sendiri diambil tak lama setelah otoritas negara itu melaporkan dugaan kluster Omicron lokal pertamanya. Kluster itu disebut-sebut terkait dengan sebuah gym dan 3 pasien dilaporkan terinfeksi.






















Di Singapura, Gunakan Kartu Nirsentuh Saat Naik Transportasi Umum Penumpang Bisa Dapat Poin Hadiah

Sepertinya memberikan hadiah atau poin saat ini memberikan banyak keuntungan bagi moda transportasi dan juga para penumpangnya. Seperti yang dilakukan SMRT dengan Mastercar, di mana keduanya bekerja sama dalam kampanye untuk mendorong penumpang menggunakan kartu bank nirsentuh saat bepergian dengan transportasi umum.

Baca juga: Manajer Stasiun SMRT Baik Hati, Penumpang Diberi $100

Kerja sama ini juga dilakukan karena jumlah perjalanan yang dilakukan pengguna SimplyGo TransitLink sebanyak 22 persen dengan transportasi umum. KabarPenumpang.com melansir dari thedrum.com (6/12/2021), SimplyGo merupakan prakarsa yang diluncurkan oleh Land Transport Authority of Singapore.

SimplyGo hadir untuk memudahkan penumpang mengetuk kartu nirsentuh atau ponsel mereka di pembaca tarif bus maupun berbang tari fi stasiun kereta. Kampanye penggunaan kartu bank nirsentuh untuk pembayaran akan mulai 1 Desember 2021 hingga 18 Januari 2022 mendatang.

Nantinya penumpang yang menggunakan kartu nirsentuh tersebut akan mendapatkan poin sebagai hadiah yang dikenal dengan pon Wink+. Poin ini akan didaptkan bila penumpang sudah mendaftarkan akun pada aplikasi SimpluGo dan menambahkan kartu yang mereka gunakan pada transportasi umum.

Nantinya, poin Wink+ yang diperoleh dapat ditukarkan dengan potongan harga angkutan umum atau diskon tunai langsung di gerai merchant yang berpartisipasi. Poin hadiah juga dapat ditukarkan sebagai sumbangan ke The Straits Times School Pocket Money Fund untuk membantu anak-anak dari keluarga berpenghasilan sederhana dengan biaya terkait sekolah mereka.

Pengguna yang menambahkan kartu debit, kredit, atau prabayar Mastercard ke akun SimplyGo juga akan mendapatkan akses ke 100 gerbang virtual eksklusif untuk lebih banyak poin.

“Sejak menerapkan solusi nirsentuh untuk sistem transit loop terbuka di Singapura, komuter telah menikmati perjalanan yang jauh lebih sederhana dan lancar dengan Mastercard di tangan. Sebagai mitra lama LTA dan TransitLink, Mastercard senang untuk bersama-sama mempromosikan SimplyGo lagi, dengan bermitra dengan Stellar Ace kali ini untuk mendorong para komuter untuk menyumbangkan poin WINK+ mereka ke dana Uang Saku Sekolah The Straits Times dengan cara yang sederhana dan tidak merepotkan,” ujar Deborah Heng, Country Manager Mastercard Singapura.

Baca juga: JR East Beri ‘Poin Rewards’ Bagi Penumpang yang Naik Sebelum dan Sesudah Jam Sibuk

“Mastercard bekerja untuk membuat perbedaan dalam komunitas di seluruh dunia untuk melakukan sesuatu yang tak ternilai harganya, dan dengan perayaan akhir tahun yang sedang berlangsung, inisiatif ini bertujuan untuk mengingatkan semua orang untuk merenungkan semangat cinta dan tidak mementingkan diri sendiri dengan menunjukkan dukungan dan bantuan mereka,” tambahnya.

Citroen Ami Buggy – Adopsi Tenaga Listrik untuk Bertualang di Alam Bebas

Kendaraan bertenaga listrik hadir untuk mengurangi kebisingan dan emisi karbon. Beberapa diantaranya sudah mulai digunakan untuk moda transportasi umum maupun pribadi. Namun, ternyata kendaraan bertenaga listrik juga digunakan untuk transportasi petualangan.

Baca juga: Jewel E, Bus Tingkat yang Gunakan Tenaga Listrik Sepenuhnya

Seperti konsep Citroen Ami Buggy yang diluncurkan sebagai mikro kendaraan listrik yang berfokus pada petualangan. Citroen Ami Buggy ini juga bertujuan untuk melayani mereka yang ingin menjelajahi berbagai hal di alam dengan jejak karbon minimal.

Bagian dalam Citroen Ami Buggy. Foto: carmag.co.za

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman carmag.co.za (17/12/2021), proyek desain Citroen Ami Buggy ini menampilkan banyak pembaruan yang menghadirkan kepribadian bergaya backpacker. Citroen Ami Buggy tersebut berada di atas satu set roda lebar dan tebal yang menawarkan satu set banteng depan dengan hiasan kontras hitam serta kisi-kisi lampu depan pelindung.

Di bagian samping, satu set ekstensi lengkung roda dan pelindung berbentuk tabung diterapkan di sepanjang bagian bawah lubang pintu. Di bagian atap, Anda akan menemukan rak yang bisa menampung atau memuat roda cadangan serta bilah lampu LED.

Saat mobil diparkir, pengguna dapat memberikan suasana ‘api unggun’, yang diciptakan oleh cahaya yang disebarkan oleh bilah lampu dan musik dari speaker jarak jauh. Pintu pada konsep Citroen Ami Buggy telah dilepas dan diganti dengan panel tahan hujan transparan untuk digunakan dalam cuaca buruk.

Ini adalah ajakan untuk Citroën Méhari. Panel bening dilengkapi dengan ritsleting untuk menutup kompartemen penumpang, dengan bukaan tingkat tinggi yang menyerupai pintu kaca pada model Ami produksi.

Baca juga: Inilah Terra 360, Stasiun Pengisian Daya Tercepat untuk Kebutuhan Mobil Listrik

Sebuah pelindung telah dipasang di atas kaca depan, keluar dari atap dan menawarkan perlindungan terhadap kondisi cuaca buruk. Ini memberikan keteduhan di musim panas dengan melindungi penghuni dari sinar matahari tengah hari.

Rekor! Penumpang KAI Commuter Capai 500 Ribu Orang Lebih, Puncak Libur Nataru?

KAI Commuter mencatat rekor jumlah penumpang KRL Jabodetabek terbaru sepanjang tahun 2021. Menariknya, ini terjadi di hari Senin periode libur Natal dan Tahun Baru 2022 yang notabene sudah diprediksi PT KCI.

Baca juga: Puncak Libur Natal dan Tahun Baru 2022 KRL Commuter Line: Setiap Hari Senin

“KAI Commuter mencatat jumlah penggunaan KRL yang semakin meningkat pada awal periode layanan Natal dan Tahun Baru kali ini. Pada Senin 20 Desember lalu misalnya, volume pengguna KRL Jabodetabek mencapai 506.630 orang,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, dalam keterangan persnya yang diterima KabarPenumpang.com.

“Angka ini merupakan yang tertinggi selama 2021 dan menandai volume pengguna KRL yang bertahap sudah mencapai 500 ribu pengguna atau separuh dibanding jumlah yang biasa dilayani KAI Commuter sebelum pandemi Covid-19,” tambahnya.

Dengan peningkatan ini, lanjut Anne, pengguna diajak merencanakan perjalanannya secara lebih baik untuk terhindar dari kepadatan.

Tren volume pengguna yang semakin meningkat ini mulai terlihat sejak pekan ke-3 bulan Desember dimana volume pengguna KRL Jabodetabek pada hari kerja berkisar antara 470 ribu hingga 490 ribu pengguna per hari. Setelah mencapai lebih dari 500 ribu pengguna pada Senin (20/12), pada Selasa kemarin (21/12) volume pengguna tercatat 488.620 orang.

Tren peningkatan volume pengguna ini sejalan dengan berbagai indikator data mobilitas masyarakat lainnya yang juga meningkat di akhir tahun ini. Peningkatan volume juga disumbang oleh para pengguna yang mulai kembali menggunakan KRL setelah beberapa waktu beraktivitas dari rumah, dan pengguna musiman yang memanfaatkan waktu libur akhir tahun ini.

KAI Commuter memohon maaf atas ketidaknyamanan jika ada antrean penyekatan yang lebih panjang dari biasanya di stasiun. Penyketan tersebut dilakukan untuk menjaga jumlah pengguna yang dapat naik ke kereta. Edukasi mengenai pentingnya mengikuti antrean penyekatan ini terus kami lakukan seiring dengan meningkatnya volume pengguna KRL.

Sebagai antisipasi, KAI Commuter dalam beberapa waktu terakhir telah menambah jumlah perjalanan KRL secara bertahap.

Pada masa layanan Natal dan Tahun Baru ini KAI Commuter mengoperasikan 1.005 perjalanan KRL setiap harinya dengan 94 rangkaian KRL. Dari jumlah tersebut, 309 perjalanan melayani di jam sibuk pagi hari yaitu pukul 04:00 – 09:00 WIB, dan 241 perjalanan melayani di jam sibuk sore danmalam hari pada pukul 16:00 – 20:00 WIB. Dari data KAI Commuter, volume pengguna juga masih terkonsentrasi hanya di jam-jam sibuk tersebut.

Baca juga: Dibayangi Wajib Bayar Royalti Musik dan Lagu, Begini Respon KAI dan Garuda Indonesia

Sebelumnya, KAI Commuter memperkirakan puncak lonjakan penumpang selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2022 pada tahun ini terjadi setiap hari Senin. Hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah dimana Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan BUMN serta sebagian besar swasta tetap bekerja seperti biasa.

“Kami memperkirakan lonjakan penumpang terjadi setiap hari Senin. Pertimbangannya adalah itu awal dimulainya aktivitas dan kami (karyawan BUMN) juga diperintahkan masuk seperti arahan pemerintah,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba saat jumpa pers, Jumat, 17 Desember 2021.