Jepang Hadirkan Gerbong Kereta dan Bus Khusus Angkut Penumpang Pesawat dari Luar Negeri

Pembatasan di berbagai negara mulai kembali berlaku bagi para pelancong internasional. Hal ini terlihat dari menjadi ketat dan menambahnya masa karantina bagi para pelancong mancanegara tersebut. Apalagi saat ini varian baru Omicron mulai tersebar di berbagai negara.

Baca juga: Mysuru Punya Bus Berisi Tabung Oksigen dan Mudahkan Pasien Covid-19 Menunggu

Jepang, sebagai salah satu negara yang sudah membuka kembali perjalanan pelancong internasional memberikan kemudahan. Sayangnya kemudahan tersebut sering kali tidak disadarai oleh para penumpang pesawat.

KabarPenumpang.com melansir laman nhk.or.jp (18/12/2021), kemudahan tersebut yakni di mana perusahaan kereta api dan bus Jepang mengoperasikan gerbong serta armada khusus bagi pelancong mancanegara maupun warga negaranya yang kembali atau berkunjung dari luar negeri. Perusahaan dua moda transportasi ini menghubungkan Bandara Narita dan Tokyo.

Untuk diketahui, pemerintah Jepang, belum lama ini meminta bagi warga negaranya dan pelancong internasional yang datang dari luar negeri untuk tidak menggunakan transportasi umum meski mereka dinyatakan negatif covid-19. Kereta Keisei diketahui menyisihkan salah satu dari delapan gerbong kereta Skylinernya sebanyak 29 kali sehari untuk para pelancong itu.

Di mana kapasitas penumpang tiap gerbong dibatasi menjadi sekitar 20 orang dan ini adalah setengah dari penumpang harian mereka. Sedangkan layanan angkutan bandara mengoperasikan sebanyak tiga armada bus khusus dalam sehari. Mereka juga mengurangi kapasitas penumpang sebanyak 20 orang meski rata-rata pengguna bus hanya lima penumpang setiap hari.

Meski banyak yang tiba di Bandara Narita dengan penerbangan luar negeri, tetapi hanya sedikit yang mengetahui adanya kendaraan khusus ini. Hal tersebut kemudian membuat mereka menyewa mobil untuk kembali atau menuju tempat tujuan mereka.

Baca juga: Mudahkan Pelancong Asing, Jepang Hadirkan Gerbang Pemindai Otomatis di Bandara Narita

Kemudian, adanya minim pengetahuan penumpang pesawat itu, membuat kedua perusahaan transportasi tersebut untuk mencoba melakukan publikasi layanan mereka melalui berbagai cara.

India Mulai Luncurkan Bus Bertenaga Hidrogen

Bus bertenaga hidrogen pada Rabu (15/12/2021) kemarin diluncurkan di Pune, India oleh Sentient Labs. Bus ini adalah proyek percontohan pertama yang dikembangkan dan diproduksi secara lokal di India dengan menggunakan sel bahan bakar hidrogren.

Baca juga: Produksi Hidrogen Hijau untuk Bahan Bakar Pesawat, Airbus-Philips 66 Gandeng Plug Power

Bus tersebut dilengkapi dengan 32 yang semuanya Made in India dan fasilitas pendingin udara sentral yang dirancang untuk mampu menjangkau jarak hingga 450 km dengan memanfaatkan 30 kg hidrogen. KabarPenumpang.com melansir republicworld.com (19/12/2021), dalam pengembangannya, bus ini dibuat oleh Sentient Labs yang bekerja sama dengan Council of Scientific and Industrial Research (CSIR), National Chemical Laboratory, dan Central Electrochemical Research Institute.

Arsitektur modular bus memungkinkan perubahan dalam desainnya untuk dimodifikasi sesuai dengan persyaratan jangkauan dan kondisi operasi. Bus menggunakan sel bahan bakar hidrogen dan udara agar menghasilkan listrik untuk tenaga geraknya. Satu-satunya emisi dari bus adalah air, sehingga menjadikannya moda transportasi yang paling ramah lingkungan.

Selain itu, teknologi bahan bakar ‘Made in India’ akan menelan biaya sekitar $400 per kilowatt dibandingkan dengan bahan bakar diesel yang menghabiskan biaya $1000-$1,200 di seluruh dunia. Kemajuan teknologi alternatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara sekaligus menurunkan harga minyak yang melambung tinggi di dalam negeri.

Sementara itu, Sentient Labs terlibat dalam diskusi dengan OEM Otomotif India dan operasi armada untuk memasarkan adopsi bus sel bahan bakar hidrogen dalam skala besar. Sentient juga menginformasikan bahwa setidaknya lima lakh bus dari 20 lakh yang berjalan di jalan-jalan di India dapat diubah menjadi kendaraan bertenaga sel bahan bakar.

Bus sekarang akan beroperasi selama sepuluh hingga 12 bulan di beberapa tempat yang memiliki titik pemulihan hidrogen. Di antara pencapaian penting lainnya, Sentient Labs juga dikenal karena penemuan terobosannya dalam memulihkan hidrogen dari residu pertanian, yang dapat digunakan pada kendaraan bertenaga sel bahan bakar.

Baca juga: Alasan Boeing Pesimis Hidrogen Sebagai Bahan Bakar: Tangki Bahan Bakar Lebih Besar dari Kabin

Selain itu, ia juga mengidentifikasi hambatan dalam teknologi baterai dan bertujuan untuk menyiapkan alternatif berkelanjutan dengan penekanan pada teknologi bertenaga hidrogen. Ini juga telah mengembangkan Balance of Plant, Powertrain dan Battery Pack, yang semuanya digunakan dalam bus sel bahan bakar hidrogen.

Airbus-Boeing Kompak Ingatkan AS Terkait Bahaya 5G, Pengusaha: Jangan Putar Balikkan Fakta!

Dua bos raksasa manufaktur pesawat global, Boeing dan Airbus, kompak memberikan peringatan kepada Amerika Serikat (AS), dalam hal ini Kementerian Transportasi (DoT), terkait bahaya teknologi 5G terhadap industri penerbangan.

Baca juga: Potensi Ganggu Altimeter Pesawat, Kanada Larang Antena 5G di Bandara!

Kekhawatiran tersebut datang setelah raksasa telekomunikasi AS AT&T dan Verizon akan melayani jaringan 5G secara besar-besaran mulai 5 Januari 2022.

Jaringan 5G dinilai dapat menggangu kinerja radar altimeter pesawat, yang berfungsi untuk mengukur ketinggian pesawat dari atas tanah. Radar ini sangat penting dalam memandu pilot saat mendarat.

Sedikit saja perbedaan ketinggian real time dengan yang ada di radar altimeter karena gangguan jaringan 5G atau gangguan lainnya, sudah pasti akan membahayakan penerbangan.

“Teknologi tersebut dapat memiliki dampak negatif yang sangat besar pada industri penerbangan,” kata bos Boeing dan Airbus Americas, Dave Calhoun dan Jeffrey Knittel, dalam sebuah surat untuk Menteri Transportasi AS, Pete Buttigieg, yang dikutip BBC International.

“Interferensi 5G dapat berdampak buruk pada kemampuan pesawat untuk beroperasi dengan aman,” tambahnya.

Dilayangkannya surat itu didasari atas penelitian oleh grup Airlines for America yang menemukan bahwa jika aturan 5G Adminstrasi Penerbangan Federal AS (FAA) berlaku pada 2019, sekitar 345.000 penerbangan penumpang dan 5.400 penerbangan kargo akan mengalami penundaan, pengalihan, atau bahkan pembatalan.

“Airbus dan Boeing telah bekerja dengan stakeholder industri penerbangan lainnya di AS untuk memahami potensi gangguan 5G dengan altimeter radio,” kata Airbus dalam sebuah pernyataan.

“Aviation Safety Proposal untuk mengurangi potensi risiko telah diajukan untuk dipertimbangkan ke Departemen Transportasi AS,” tambahnya.

FAA sendiri sudah mengakui bahaya dari jaringan 5G terhadap keselamatan penerbangan dan karenanya mereka menunda peluncuran jaringan 5G AT&T dan Verizon dari semula bulan November lalu menjadi 5 Januari tahun depan.

Pendapat Airbus, Boeing, dan FAA yang menyatakan bahwa jaringan 5G berbahaya terhadap keselamatan penerbangan karena bisa mengganggu kinerja radar altimeter, tentu saja ditentang pengusaha.

Presiden dan CEO Asosiasi Industri Telekomunikasi Seluler (CTIA), Meredith Attwell Baker, menuding bahwa pendapat tersebut memutarbalikkan fakta. Lebih lanjut, Baker juga menyebut bahwa penelitian yang menjadi dasar argumen tersebut cacat.

Faktanya, lanjut Baker, sudah hampir 40 negara, termasuk Jepang dan Denmark, menggunakan spektrum C-Band pada jaringan 5G dan tidak ada masalah pada penerbangan atau radar altimeter sebagaimana yang ditakut-takuti oleh industri penerbangan.

“Di beberapa negara ini, sinyal 5G beroperasi dalam spektrum yang berdekatan dengan peralatan penerbangan. Maskapai penerbangan AS terbang masuk dan keluar dari negara-negara ini setiap hari. Jika gangguan mungkin terjadi, kita akan melihatnya jauh sebelumnya,” kataya kepada Morning Consult.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) sendiri tak ingin gegabah dan memihak dalam polemik keamanan jaringan teknologi 5G terhadap industri penerbangan. Mereka justru mendorong diskusi yang lebih solutif dalam menyelesaikan polemik ini.

Baca juga: FAA Akui Jaringan 5G Ancam Keselamatan Penerbangan

“Waktu hampir habis sebelum jutaan pelancong udara dan publik pelayaran mengalami gangguan signifikan seperti penundaan penerbangan, pembatalan penerbangan, dan cadangan ke rantai pasokan yang sudah tertekan,” jelasnya dalam sebuah pernyataan.

“Kami memohon kepada Federal Communications Commission (FCC), FAA, dan NEC (Dewan Ekonomi Nasional) untuk melanjutkan diskusi yang bermakna dengan itikad baik dan untuk mengidentifikasi mitigasi dan mencapai rencana implementasi yang berhasil yang akan memastikan teknologi 5G baru dapat hidup berdampingan dengan aman dengan industri penerbangan,” tutupnya.

Kecelakaan Banyak Terjadi di Bahu Jalan Tol, Ini Penyebabnya

Pengguna jalan yang melintasi jalan tol sering kali menyalip dari bahu jalan ketika terjadi kemacetan. Padahal menyalip dari bahu jalan bukanlah hal yang benar dan itu bisa membuat kendaraan Anda bermasalah hingga menyebabkan kecelakaan.

Baca juga: Sarana dan Pra Sarana Transportasi Termutakhir, Tidak Semuanya Mewah Loh!

Pengendara yang menyalip dari bahu kanan ini karena mereka berpikir bahwa jalur itu sepi sehingga bisa digunakan untuk menyalip kendaraan yang lambat. Seorang Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ada beberapa hal yang membuat bahu jalan tidak aman untuk menyalip.

Dia menyebutkan yang pertama bahu jalan berada di luar marka dan terbuat dari alas kerikil. Bahu jalan juga dipersiapkan untuk kendaraan rusak dan harus berhenti saat dalam kondisi darurat.

Sony menambahkan bahwa bahu jalan juga digunakan sebagai jalur alternatif untuk kendaraan prioritas pada saat terjadi kemacetan. Tetapi jika digunakan ketika kendaraan dalam kecepatan tinggi untuk menyalip, risikonya adalah mobil tergelincir dan ban selip.

“Risiko menabrak kendaraan yang sedang berhenti dalam keadaan darurat juga bisa terjadi. Bahu jalan itu licin karena alasnya kerikil dan banyak debu. Kecepatan 60 km per jam saja mobil pasti goyang, tapi kadang pengemudi enggak sensitif jadi tetap digas. Selain itu elevasinya juga berbeda dengan jalan utama, lebih miring karena untuk pembuangan air,” kata Sony.

Bahu jalan juga memiliki lajur yang cukup sempit, sehingga tidak aman kalau digunakan untuk mendahului. Terakhir, banyak pengemudi di lajur kiri yang kaget ketika disalip mobil dari bahu jalan, sehingga bisa membahayakan. Hal yang sama juga dikatakan oleh pengamat transportasi Djoko Setijowarno. Menurutnya bahu jalan tol digunakan untuk kondisi darurat seperti ambulans dan pemadam kebarakan yang akan melintas ketika jalanan macet.

“Sebenarnya yang nyalip lewat bahu jalan kena sanksi, cuma enggak pernah diberi sanksi. Dalam undang-undang ada aturannya kalau menyalip dari sebelah kanan,” kata Djoko.

Sebab, ada beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan yang hendak menyalip lewat bahu jalan dan ada kendaraan yang sedang berhenti di sana.

“Bahu jalan kan sempit, sehingga jangan coba-coba mendahului lewat bahu jalan. Bagi mereka yang sudah paham ya enggak mau nyalip lewat bahu jalan. Lewat bahu jalan tol itu riskan, jangan biasakan menggunakan bahu jalan untuk menyalip. Kalau di Thailand, bahu jalan tol dibuat tidak rata sehingga tidak nyaman biar tidak dilewati,” kata Djoko.

Baca juga: Serba-Serbi Rumble Strip, “Polisi Tidur Mini” Yang Kerap Dijumpai di Jalan Tol

Untuk diketahui, setiap jalan tol terdiri dari dua hingga empat jalur dan setiap jalurnya punya perutukan masing-masing. Jalur kanan digunakan untuk mendahului dan jalur lainnya digunakan untuk melintas biasa.

Terancam Dituntut Airbus, Qatar Airways Serang Balik-Tuntut Airbus Terkait Masalah A350

Qatar Airways resmi menempuh jalur hukum pada 20 Desember lalu. Maskapai nasional Qatar itu melaporkan Airbus ke Divisi Teknologi dan Konstruksi Pengadilan Tinggi di London. Sebelumnya, Airbus justru mengancam akan menuntut Qatar Airways atas pernyataan destruktifnya terhadap masalah pada 21 pesawat Airbus A350 yang terpaksa digrounded.

Baca juga: Dituding Qatar Airways Tak Serius Terkait Masalah Cat A350, Airbus Tempuh Jalur Hukum!

“Kami telah gagal dalam semua upaya kami untuk mencapai solusi konstruktif dengan Airbus. Ini sehubungan dengan kondisi degradasi permukaan yang dipercepat berdampak buruk pada pesawat Airbus A350,” kata Qatar Airways dalam pernyataan resminya.

“Oleh karena itu Qatar Airways tidak memiliki alternatif selain mencari penyelesaian cepat dari perselisihan ini melalui pengadilan,” lanjutnya.

“Kami sangat percaya bahwa Airbus harus melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar dapat menetapkan akar permasalahan yang meyakinkan. Tanpa pemahaman yang tepat tentang penyebab kondisi tersebut, tidak mungkin bagi Qatar Airways untuk menentukan apakah solusi perbaikan yang diusulkan akan dapat memperbaiki kondisi yang mendasarinya,” tutupnya.

Airbus sendiri belum mengeluarkan tanggapan resmi atas tuntutan Qatar Airways berkenaan dengan masalah pada cat pesawat A350.

Namun, pada 10 Desember lalu, Airbus sudah mengultimatum Qatar Airways atas pernyataannya yang mengganggu kredibilitas perusahaan selaku produsen pesawat terbesar di dnuai bersama Boeing. Airbus bahkan tak ragu untuk menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan itu.

Baca juga: Bermasalah, Qatar Airways Kandangkan 13 Unit Airbus A350, Al Baker Murka!

“Dalam menghadapi ongoing mischaracterisation of non-structural surface degradation pada armada pesawat A350 oleh salah satu pelanggannya, Airbus menjadi perlu untuk mencari penilaian hukum independen sebagai jalan ke depan untuk menyelesaikan perselisihan, yang tidak dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak selama diskusi langsung dan terbuka,” kata Airbus dalam keterangan resminya kepada KabarPenumpang.com.

“Upaya pelanggan ini untuk salah mengartikan topik khusus ini sebagai masalah kelaikan udara merupakan ancaman terhadap protokol internasional tentang masalah keselamatan,” tambahnya.

Terlepas dari saling tuntut Airbus-Qatar Airways, manufaktur pesawat Eropa itu mengklaim sudah menemukan akar permasalahan pada Airbus A350 Qatar Airways dan maskapai lainnya. Tetapi, entah mengapa, Qatar Airways tak percaya begitu saja dan menuntut Airbus agar lebih serius lagi dalam mencari akar permasalahan pastinya.

“Keselamatan adalah prioritas utama Airbus. Temuan terkait surface paint-related telah dinilai secara menyeluruh oleh Airbus dan dikonfirmasi oleh European Aviation Safety Agency (EASA) karena tidak memiliki dampak kelaikan udara pada armada A350,” jelasnya.

Baca juga: Kepanasan, Cat Pesawat Airbus A350 Qatar Airways Meleleh! Maskapai Lain Senasib

Qatar Airways diketahui mulai menemukan masalah pada bagian bawah permukaan cat pesawat A350 pada awal tahun ini. Ketika itu, salah satu armada menjalani proses pengecatan livery World Cup 2022 (Piala Dunia 2022) di Irlandia.

Pada awal Agustus, Qatar Airways terpaksa menggrounded seluruh armadanya. Maskapai raksasa Timur Tengah itu diketahui memiliki 53 pesawat A350. Seiring berjalannya waktu, dilaporkan hanya 13 unit yag digrounded. Itu kemudian berkembang menjadi 20 unit dan sekarang 21 unit A350 yang digrounded.

53 Tahun Lalu, NASA Paksa Apollo 8 Jadi ‘Korban’ Perang Dingin AS-Uni Soviet

53 tahun yang lalu, bertepatan dengan 21 Desember 1968, Apollo 8 beserta tiga krunya, Frank Borman, Jim Lovell, dan Bill Anders, menjadi korban dari Perang Dingin antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet (Rusia). Sejatinya Apollo 8 bukanlah misi membawa manusia ke bulan. Tetapi, dengan penuh risiko, NASA menjalani misi itu demi memenangi Perang Dingin.

Baca juga: Hari Ini, 53 Tahun Lalu, Apollo 7 Mendarat di Samudra Atlantik Setelah 11 Hari di Luar Angkasa

Meski begitu, Apollo 8 dan kru berhasil masuk ke orbit bulan dan kembali ke bumi dengan selamat, menjadikannya sebagai misi antariksa berawak pertama yang meninggalkan orbit Bumi rendah, mencapai orbit Bulan, dan kemudian kembali ke Bumi. Selain itu, Apollo 8 dan kru juga menyiarkan secara live pemandangan bumi dan bulan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Dilansir laman resmi NASA, misi Apollo 8 bisa dikatakan misi yang sangat dipaksakan. Bagaimana tidak, roket Saturn V, yang bakal mengantarkan Apollo 8 belum pernah diuji untuk peluncuran kru.

Tak heran, saat detik-detik terakhir mulai diluncurkan, tidak banyak yang bisa dikatakan dan sedikit yang bisa mereka lakukan. Sekitar empat juta liter bahan bakar akan terbakar di bawahnya. Mereka, seperti yang dikatakan oleh komentator BBC TV, “duduk di atas benda yang setara dengan bom luar biasa besar”.

Tetapi, NASA dan AS hanya fokus menunjukkan kemampuan eksplorasi Antariksa mereka. Misi tersebut adalah pertaruhan yang diperhitungkan oleh badan antariksa untuk mengalahkan Uni Soviet yang menjadi pesaing mereka. Karenanya, segala risiko diambil demi keluar menjadi pemenang Perang Dingin.

Meski begitu, data-data dari Apollo 7 yang menjadi misi berawak pertama ke luar angkasa sangat dipelajari betul untuk meminimalisir kejadian fatal pada misi Apollo 8.

Roket Saturn V mulai menyala dan membakar 20 ton bahan bakar per detik. Apollo 8 melintasi Samudra Atlantik hanya memakan waktu beberapa menit. Setelah menetap di orbit di sekitar Bumi, mereka melakukan pemeriksaan terakhir dan menerima perintah “berangkat” dari NASA untuk injeksi trans-bulan. Ini berarti mereka jelas menembakkan mesin mereka dan membidik bulan.

Hanya 18 jam setelah peluncuran, Apollo 8 mengalami masalah besar: Borman jatuh sakit dan berjuang melalui muntah dan diare. Komandan merasa lebih baik setelah tidur, tetapi sebagai tindakan pencegahan, awak pesawat lainnya mengirim radio ke Bumi melalui saluran pribadi dan menjelaskan kesulitan Borman.

NASA melakukan konsultasi medis pribadi untuk Borman. Ketika mendengar bahwa kesehatan Borman telah membaik, NASA dengan hati-hati memberikan persetujuan untuk melanjutkan misi.

Meski tidak mudah, kru Apollo 8 berhasil masuk ke orbit bulan untuk pertama kalinya dan membawa AS serta NASA ke lompatan besar dalam perlombaan eksplorasi Antariksa, dalam hal ini mendaratkan manusia pertama ke bulan.

Sekitar 75 jam dan 48 menit setelah misi dimulai, Anders melihat warna biru marmer dari Bumi naik di atas cakrawala bulan dan ia pun mengambil film warna untuk mengabadikan momen tersebut. Kru Apollo 8 berhasil menjadi manusia pertama yang melihat sisi terjauh dari Bulan.

Baca juga: Susul Neil Armstrong, Astronot Apollo 11 Michael Collins Meninggal Dunia! Tersisa Buzz Aldrin

Hanya saja, hegemoni itu tidak bisa terus berlangsung, mereka harus kembali lagi ke bumi melalui proses yang sulit, kembali ke orbit bulan, docking dan menuju orbit bumi, dan kembali ke bumi.

Segala pengetahuan dari Apollo 8 kemudian diaplikasikan ke Apollo 9, 10, dan pada akhirnya berhasil mendaratkan manusia pertama di bulan, Michael Collins, Buzz Aldrin, dan Neil Armstrong, saat misi Apollo 11.

Tak Hanya Kereta Api, Ternyata Sapu Jagad Juga Ada di Bus AKAP

Ternyata sapu jagad bukan hanya ada di kereta api. Tetapi, istilah ini pun digunakan pada moda transportasi darat lainnya yakni bus. Biasanya disebut bus sapu jagad, karena jam keberangkatannya paling akhir di sebuah trayek.

Baca juga: Dipandang Tak Manusiawi, Kereta Sapu Jagad Kini Tinggal Kenangan

Yang mana bus ini akan mengangkut sisa penumpang di trayek tersebut. Meski disebut dengan sapu jagad, bus ini juga tetap memiliki fasilitas yang sama dengan bus dengan jam reguler. Bahkan yang uniknya adalah, bus sapu jagad diminati oleh penumpang dan memiliki pangsa pasarnya sendiri.

Penasaran siapa yang menjadi pangsa pasar bus sapu jagad? Ternyata mereka adalah penumpang dadakan yang bepergian karena suatu hal mendesak. Selain itu juga, mereka adalah penumpang yang kehabisan tiket reguler atau korban para calo nakal.

Meski memiliki fasilitas yang sama dengan bus reguler, tarif yang ditawarkan pun cukup menarik. Di mana penunpang bisa menawar atau menego tarifnya. Ini karena penumpang langsung bertransaksi dengan kru bus itu. Jika kurang beruntung, ketika naik bus sapu jagad ini pun Anda bisa bertemu calo dan harga yang ditawarkan super fantastis bisa dua hingga tiga kali lipat tarif normal.

Jam keberangkatan bus sapu jagad pun seringkali bahkan tidak jelas. Keluar terminal biasanya bus-bus sapu jagad masih akan berjalan perlahan menyusuri jalan raya untuk menambah penumpang. Tidak jarang juga bus akan kembali ke terminal untuk kembali ngetem guna menunggu penumpang.

Hal ini bisa terjadi beberapa kali sampai penumpang bus dirasa cukup untuk menutupi biaya operasional perjalanan bus. Di perjalanan nanti jangan bayangkan bus dengan perjalanan cepat, karena biasanya bus tetap akan berjalan dengan kecepatan pelan untuk mencari penumpang tambahan di sepanjang perjalanan.

Baca juga: Tumpangi Truk Karena Gratis? Lebih Baik Tidak Daripada Celaka

Inilah yang membuat perjalanan dengan bus sapu jagad seringkali memiliki waktu tempuh di luar batas kewajaran. Meskipun demikian adanya, bus sapu jagad sampai saat ini masih memiliki penumpang. Terkadang bus sapu jagad justru menjadi penolong bagi orang-orang yang ada keperluan mendadak.

Bagaimana, Anda punya pengalaman naik bus sapu jagad? (Senna Aditya – Pecinta Bus Indonesia)

Viral! Penumpang Berhamburan Keluar, Bus Nyaris Nyerempet Kereta Api

Kejadian video viral yang direkam dan di unggah oleh akun media sosial Twitter: @kangtoer pada tanggal 21 Desember 2021 pukul 21.51 WIB ini memperlihatkan detik – detik sebuah bus nyaris menabrak kereta api. Momen mengerikan itu terekam dari kendaraan yang berada dibelakang bus tersebut. Kejadian ini berlokasi di kawasan perlintasan kereta api Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah. Yang lebih mengerikan lagi posisi bus sudah berada ditengah rel kereta api saat palang pintu kereta api telah ditutup, bahwa tanda kereta api akan melintas.

Baca juga: Jumlah Perlintasan Sebidang Liar di Indonesia, Tembus Angka 4.000!

Menurut penelusuran dari akun Twitter tersebut bahwa diketahui bahwa bus yang menerobos palang pintu ini adalah milik Bus Mandala. Kejadian bermula saat bus menerobos palang pintu kereta api saat sirine sudah berbunyi kemudian palang pintu mulai di tutup, bus mencoba untuk mundur dan gagal melewati rel.

Sopir bus kemudian terlihat mencoba untuk memundurkan bus guna menghindari rel di mana kereta melaju. Dan saat bersamaan kedua pintu bus tersebut dibuka, kemudian terlihat penumpang berlari berhamburan dari dalam bus.
Dalam waktu bersamaan, kereta melintas dengan kecepatan tinggi dan sempat membunyikan klakson yang membuat suasana semakin mencekam. Penumpang bus berhamburan lari menyelamatkan diri, beberapa diantaranya hingga terjatuh karena kondisi cuaca hujan dan jalanan pun licin.

Saat insiden terjadi sang perekam sempat berteriak dalam Bahasa Banyumas, “Awas mbak, hayu walah. Awas hei, tutup ndisit!” dan menuliskan caption di akun Twitter-nya untuk memperingatkan kepada seluruh pengendara jalan raya: Hampir terjadi kecelakaan di pintu rel sumpiuh, bis yg nerobos palang pintu, Jangan sekali2 terobos palang pintu ya???”

Dari kejadian tersebut memang sepatutnya untuk selalu menjaga kedisiplinan dalam berkendara dijalan raya khususnya ketika melewati palang pintu kereta api. Saat lampu sirine palang pintu berbunyi, diwajibkan pengendara untuk langsung berhenti dan jangan sekali – sekali tetap terobos meski palang pintu belum tertutup sempurna.

Baca juga: SENVISYS, Sensor di Perlintasan Sebidang dengan Teknologi Pemantau Getaran 

Undang–Undang yang Berlaku
Diketahui peraturan lalu lintas yang melanggar bahkan menerobos ketika palang pintu ditutup apalagi jika mengalami kejadian yang tidak terduga, ada sanksi yang diberikan yaitu ancaman denda hingga kurungan penjara. Karena aturan tersebut tertulis pada UU nomor 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 124 berbunyi: setiap pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.
Serta Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang berbunyi: pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi wajib:
– Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api mulai ditutup, dan/atau isyarat lain;
– Mendahulukan kereta api; dan
– Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

Jika ada yang berani melanggar tidak menutup kemungkinan akan terkena sanksi, sesuai pasal pada Undang – Undang yang sama. Sanksinya berupa pidana kurungan paling lama 3 bulan atah denda paling banyak Rp 750.000,00. (Pras – Cinta Kereta Api)






















Pertama di Dunia, Bandara Helsinki Izinkan Penumpang Ganti Nama Bandara Sesuai Namanya

Bandara di dunia biasanya dinamai dengan nama-nama tokoh besar di negara masing-masing; Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Charles de Gaulle Paris, Bandara Leonardo da Vinci Roma, dan Bandara John F. Kennedy New York City. Namun, tidak demikian dengan Bandara Helsinki.

Baca juga: Bandara Helsinki Gunakan Anjing untuk Deteksi Penumpang Terinfeksi Covid-19

Alih-alih berganti nama dan dinamai tokoh besar negara, pihak pengelola malah menamainya dengan nama penumpang, yang menjadikannya sebagai bandara pertama di dunia.

Bandara Helsinki memang terkenal dengan pelayanan maksimalnya kepada para penumpang. Namun, kali ini ditempuh dengan jalan unik dan sangat anti-mainstream atau mungkin belum pernah terpikirkan oleh pengelola bandara lain di dunia.

Dikutip dari themayor.eu, bandara terbesar di Finlandia itu mengumumkan telah mengizinkan penumpang untuk mengganti nama bandara sesuai nama dirinya. Tak terbatas pada penumpang tertentu, siapapun penumpang Bandara Helsinki bisa menamai bandara tersebut dengan nama dirinya.

Itu berarti, semua penumpang Bandara Helsinki bisa melihat kesempatan langka dimana namanya terpampang di atas plang Bandara Helsinki di façade gedung.

SVP Pemasaran dan Pengalaman Pelanggan Finavia Corporation, pengelola Bandara Helsinki, Katja Siberg, mengatakan, “Kami sangat percaya bahwa bandara adalah, dan harus selalu, untuk penumpang. Karena apa jadinya mereka tanpa pelanggan? Kami sangat bangga menjadi bandara pertama di dunia yang benar-benar menamai diri kami dengan nama Anda, saya, dan kita semua.”

Selain didedikasikan khusus untuk memanjakan dan memberikan pengalaman baru bagi penumpang, layanan mengganti nama bandara dengan nama penumpang atau menyematkan nama penumpang di atas plang bandara dilakukan sebagai bagian dari perayaan pembukaan terminal 2 usai direnovasi sekaligus diperluas.

Perluasan Bandara Helsinki, lanjut Siberg, merupakan langkah konkret bandara dalam menyiapkan diri menjadi pusat hub penerbangan di Eropa Utara.

Oleh karena itu, pengelola bandara berinvestasi besar-besaran ke berbagai proyek strategis yang tujuannya untuk memberikan pengalaman baru berkualitas tinggi bagi para penumpang, di samping tetap fokus pada kelancaran lalu lintas penerbangan, layanan memuaskan, dan waktu tunggu saat transit yang lebih sebentar.

Pada awal tahun 2020 lalu, demi pengalaman penumpang yang lebih baik, Bandara Helsinki menggandeng Metsä/Skogen, sebuah perusahaan furniture dan arsitektur yang juga menjual beberapa produk-produk benuansa alam, untuk membuka outlet di tempat mereka.

Baca juga: Bandara Helsinki Hadirkan Toilet Khusus Hewan Peliharaan Penumpang

Tak hanya itu, keduanya juga bekerjasama memperkuat dan mempromosikan pengalaman kesejahteraan dan kualitas hidup warga Finlandia, yang notabene dicap sebagai negara paling bahagia di dunia.

Dengan begitu, kolaborasi kedua diharapkan dapat menciptakan suasana yang unik kepada pelanggan, khususnya dalam upaya ‘melawan’ suasana sibuk yang kerap terjadi di bandara.

Operator Kereta Komuter di Jepang Hadirkan Aplikasi Anti Pelecehan Seksual

Groper atau pelaku pelecehan seksual di Jepang cukup meresahkan. Bahkan korban sulit untuk mendapat bantuan dari pihak berwenang ketika groper dengan mudah turun dari kereta di stasiun berikutnya menuju kereta lain dan menghilang begitu saja.

Baca juga: Penumpang Tandai Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dengan Stempel Anti-Groping

Masalah lainnya di mana para groper ini memanfaatkan kondisi ramai pada jam sibuk untuk melakukan kejahatan mereka. Di kereta yang penuh sesak, banyak kontak fisik yang tidak dapat dihindari seperti tubuh saling menempel saat semua orang menuju ke tempat kerja atau sekolah.

Ini pun terkadang mempersulit korban untuk mengidentifikasi sumber tangan yang mengganggu terutama jika datang dari sudut luar pandang mereka. Karena ketidakmampuan untuk melihat pelaku, maka timbul keraguan yang cukup saat ingin meminta bantuan secara lisan.

KabarPenumpang.com melansir dari laman soranews24.com, East Japan Railway Company atau dikenal dengan JR East kemudian memiliki ide yang bisa membantu para korban pelecehan seksual. Operator kereta api ini mulai menggunakan sistem baru yang memungkinkan para korban melaporkan groper hanya dengan mengetuk layar smartphone mereka.

Menekan tombol pada aplikasi anti groper JR East yang baru dikembangkan yang kemudian mengirim pesan darurat ke kondektur kereta, dan juga memungkinkan mereka untuk melihat di mana tepatnya di kereta itu peringatan dikirim. Kondektur kemudian akan membuat pengumuman tentang P.A. sistem yang memberi tahu semua penumpang tentang situasinya, seperti “Kami telah menerima laporan tentang groper di mobil nomor tiga.”

JR East berharap ini akan mengejutkan groper untuk melepaskan tangannya dari korban, dan juga akan menarik perhatian penumpang lain. Sementara perusahaan tidak akan meminta penumpang untuk bekerja sama dan menahan secara fisik dan/atau memukul groper.

Selain itu, mata ekstra juga harus bertindak sebagai pencegah dan memantau pelaku sampai kereta tiba di stasiun berikutnya, dimana tim keamanan, yang disiagakan oleh kondektur ketika peringatan korban masuk, akan menunggu di peron untuk menangkap pelaku.

Aplikasi itu digunakan Februari tahun lalu di kereta yang melaju di Jalur Saikyo, dan menghubungkan sisi barat pusat kota Tokyo dengan komunitas perumahan di utara ibu kota di Prefektur Saitama yang berdekatan, menjadikannya salah satu jalur komuter tersibuk di Jepang. Tes awal akan melibatkan karyawan JR yang membuat peringatan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya selama pagi hari kerja, untuk menguji keandalan sistem.

Baca juga: Bantu Penumpang dari Groper, Pengemudi Bus Dapat Surat Pujian dari Kepolisian

Kondektur akan mengumumkan peringatan, dan meskipun pengumuman tersebut akan memberi tahu penumpang bahwa ini saat ini hanya pengujian, ini akan membantu memberi tahu calon groper bahwa sistem sedang menuju status operasional penuh. Setelah pengujian putaran pertama, JR East melakukan penyempurnaan sistem sebelum pengujian putaran kedua pada bulan Juni, diikuti dengan rilis akhirnya aplikasi yang telah selesai ke publik.