Setelah Malaysia, Giliran Singapura Izinkan Boeing 737 MAX Kembali Terbang

Singapura resmi mengizinkan pesawat Boeing 737 MAX kembali terbang. Sebagaimana di negara lain, pesawat itu sudah lama dilarang terbang di Singapura. Dengan pencabutan larangan terbang Boeing 737 MAX, maskapai dalam maupun luar negeri kini bisa mendaratkan di Bandara Changi atau terbang melintasi ruang udara Singapura.

Baca juga: Susul AS dan Cina, Malaysia Izinkan Boeing 737 MAX Kembali Terbang

Dikutip dari straitstimes.com, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) resmi mencabut larangan terbang Boeing 737 MAX pada Senin, 6 September 2021 lalu. Ini dilakukan setelah CAAS selesai melakukan inspeksi terhadap pesawat itu.

Lebih lanjut, CAAS mengatakan telah mengevaluasi perubahan desain oleh Boeing pada pesawat, yang disetujui oleh Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) dan otoritas lainnya.

“CAAS juga meninjau data operasional penerbangan pesawat yang telah kembali beroperasi selama sembilan bulan terakhir dan mengamati bahwa tidak ada masalah keamanan yang mencolok,” tambahnya.

Selain mencabut larangan terbang bagi pesawat Boeing 737 MAX, CAAS juga mengedarkan berbagai petunjuk teknis ke maskapai sebelum mengoperasikannya.

Disebutkan, maskapai yang mengoperasikan Boeing 737 MAX setidaknya harus memberikan pelatihan ulang ke seluruh pilot. Turunan dari itu, pilot harus mendapatkan hasil tes sempurna di simulator; termasuk keterampilan dalam menangani pesawat ketika terjadi keadaan darurat.

Dari tiga maskapai yang ada di Singapura, Singapore Airlines (SIA) jadi satu-satunya maskapai yang memiliki Boeing 737 MAX. Karena itu, CAAS menantang maskapai agar bisa membuktikan kesiapan mereka sebelum mengoperasikan pesawat nahas tersebut.

SIA sendiri menyambut baik pencabutan larangan terbang ini. Maskapai secara bertahap akan mulai mengirim enam Boeing 737 MAX dari kuburan pesawat di Gurun Alice Springs, Australia, ke Bandara Changi sebagai homebase sekaligus hub maskapai.

Sebelumnya, setelah dua tahun di-grounded, Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) akhirnya mencabut larangan terbang Boeing 737 MAX. Atas keputusan ini, Malaysia bergabung dengan negara lain yang sudah lebih dahulu mengizinkan 737 MAX kembali terbang, seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, India, dan Cina.

Baca juga: ‘737 MAX’ Rusia Bakal Dapat Saingan, Il-114-300 Sukses Terbang Perdana

CAAM mengaku sudah sejak lama memantau kembalinya 737 MAX ke udara serta berbagai perbaikan yang dilakukan Boeing dan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA). Atas dasar itu, mereka akhirnya mengizinkan Boeing 737 MAX, baik maskapai dalam negeri maupun asing, kembali terbang.

Ini tentu berbeda dengan regulator negara lain. Cina, misalnya, saat AS, Eropa, serta beberapa negara lainnya, sudah mengizinkan Boeing 737 MAX kembali terbang, mereka memilih untuk menunggu dan melakukan inspeksi sendiri, tidak bergantung pada hasil perbaikan dan inspeksi dari FAA dan Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

Hanya Punya Dua Stasiun, Jalur Shibayama Adalah Yang Terpendek di Jepang

Jepang, punya banyak jaringan kereta api dan salah satunya memiliki jalur terpendek yakni jalur Shibayama. Bahkan bisa jadi, Jalur Shibayama bukan hanya terpendek di Jepang tetapi juga di dunia. Jalur ini memiliki panjang 2,2 km dan hanya memiliki dua stasiun yakni Higasi-Narita dan Shibayama-Chiyoda.

Baca juga: Stasiun Seiryu Miharashi di Jepang, Stasiun Unik Tanpa Pintu Keluar

KabarPenumpang.com melansir soranews24.com (13/6/2021), meski begitu jalur ini terhubung ke kereta listrik Keisei dan Stasiun Higashi-Narita dapat diakses dengan naik kereta selama lima menit dari Stasiun Keisei-Narita. Anehnya penumpang tidaklah ramai bahkan bisa dikatakan seperti tidak ada orang.

Jalur Shibayama adalah jalur kereta api terpendek di Jepang. Foto: Sora News 24

Saat akan membeli tiket dengan menaiki eskalator, suasana cukup mengerikan karena sepi dan penumpang bisa saja ragu bahwa itu adalah stasiun kereta. Nyatanya, perjalanan menuju ke Shibayama-Chiyoda dari Higashi-Narita memakan waktu hanya dua menit.

Seperti namanya, Stasiun Higashi-Narita dekat dengan Bandara Internasional Narita, dan pelancong bisa melihat sekilas beberapa pesawat dalam perjalanan. Berbeda dengan Stasiun Higashi-Narita, Stasiun Shibyama-Chiyoda seperti halnya stasiun pada umumnya.

Sebab Stasiun Shibyama-Chiyoda berada di atas tanah dan meski berada dekat Bandara Narita, tetapi memiliki suasana pedesaan yang cukup indah. Tidak ada toko serba ada atau toko di sekitar stasiun, dan jadwal bus menunjukkan hanya dua bus yang berangkat dari stasiun setiap hari.

Keunikan pun terlihat di Stasiun Shibyama-Chiyoda, di mana stasiun ini hanya menawarkan satu pilihan tiket yakni kembali ke Higashi-Narita. Dengan hanya dua stasiun, pasti banyak yang bertana kenapa jalur ini ada?

Tampaknya jalur tersebut dibuat atas permintaan masyarakat Kota Shibayama, dan terutama digunakan oleh pekerja Bandara Narita dan penggemar kereta api. Meskipun sekarang akses Bandara Narita tampaknya lebih mudah melalui stasiun Keisei-Narita, hingga sekitar 30 tahun yang lalu Higashi-Narita benar-benar berfungsi sebagai stasiun kereta api bandara utama, dan bahkan disebut “Stasiun Bandara Narita.”

Baca juga: Stasiun Yumegaoka Disebut “Bukit Harapan” dan Tiketnya Jadi Jimat Keberuntungan

Bahkan saat ini, terowongan bawah tanah langsung menghubungkan stasiun Higashi-Narita ke Bandara Narita. Berjalan hanya 500 meter melalui underpass ini dan Anda bisa mencapai bandara, meskipun faktanya masih belum ada tanda-tanda kehidupan sama sekali.

Terbang Solo Keliling Dunia, Gadis Remaja 19 Tahun Berharap Pecahkan Rekor

Remaja perempuan asal Inggris-Belgia bermimpi suatu hari menjadi astronot dan untuk saat ini tujuannya adalah menjadi wanita termuda yang mengelilingi Bumi sendirian. Jalur keberangkatan pertama adalah melintasi Selat Channel dari kota asalnya di Belgia yakni Kortrijk ke Inggris.

Baca juga: Inilah Travis Ludlow, Pilot Termuda yang Terbang Solo Keliling Dunia

Namun, jangan salah rute dari Belgia ke Inggris bukan ditempuh langsung, melainkan dilakukan dengan berlawanan arah. Dalam perjalanan selama tiga bulan itu, akan membawa gadis 19 tahun itu melintasi lautan, gurun pasir dan hutan belantara Siberia yang luas. KabarPenumpang.com melansir france24.com (18/8/2021), dia akan mencoba menghindari hub udara utama yang menakutkan yakni selain dari bandara JFK yang sibuk di New York dengan pesawat penyangga Shark UL berukuran 325 kilogram dan sebaliknya mendarat di bandara dan lapangan terbang yang lebih kecil untuk istirahat semalam dan mengisi bahan bakar.

Zara Rutherford akan sendirian untuk penerbangan yang berlangsung selama lima hingga enam jam. Dia telah mendapatkan izin untuk mengunjungi negara-negara termasuk Greenland, Honduras, Arab Saudi dan Myanmar. Meskipun bukan pilot termuda yang terbang solo keliling dunia, seorang warga Inggris berusia 18 tahun, Travis Ludlow (pria), menyelesaikan perjalanannya pada bulan Juli, namun Rutherford adalah wanita termuda yang mencoba prestasi tersebut.

“Saya benar-benar berharap untuk mendorong anak perempuan dan perempuan muda untuk masuk ke penerbangan dan STEM sains, teknologi, teknik dan matematika,” katanya sebelum lepas landas.

“Tumbuh dewasa, saya tidak melihat banyak wanita di bidang itu dan itu cukup mengecewakan. Jadi saya berharap untuk mengubahnya,” tambah Zara.

Pengembaraan udaranya dapat diikuti di situs web Rutherford, FlyZolo.com, dan di aplikasi media sosial TikTok. Zara memiliki telepon satelit dan radio untuk berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara di semua negara di rutenya, tetapi di kokpit dia akan sendirian dengan musik dan podcastnya.

Tidak ada pesawat berikut dengan cadangan, tetapi kru pendukungnya di Belgia termasuk ayahnya, mantan pilot angkatan udara Inggris telah merencanakan petualangan dengan hati-hati. Terutama dengan menyiapkan terlebih dahulu otorisasi yang diperlukan untuk terbang ke banyak wilayah udara nasional yang berbeda.

Zara mengatakan, menyeberangi Atlantik akan menjadi tantangan besar pertama, tetapi perjalanan panjang melintasi Siberia ke Mongolia juga akan membuatnya sering jauh dari peradaban jika dia mendapat kesulitan.

“Saya tidak tidur nyenyak, saya cukup gugup tetapi saya sangat bersemangat. Saat ini, saya merasa sedikit tidak percaya. Saya pikir saya baru akan mulai menyadari bahwa saya telah benar-benar memulai ketika saya telah mendarat di Inggris,” katanya.

Keluarga, teman, jurnalis, staf bandara, dan walikota datang ke Bandara Kortrijk Wevelgem untuk mengantarnya, momen emosional bagi ibu Belgianya yang bangga, Beatrice De Smet.

“Jelas saya memiliki banyak emosi yang campur aduk. Saya seorang ibu dan jantung saya berdetak lebih keras ketika saya melihatnya pergi seperti ini, dan dengan semua perhatian ini yang menambah stres, itu tidak mudah baginya. Tapi saya sangat bangga, bukan hanya penerbangan yang akan dia lakukan, tetapi misi yang ada di baliknya, untuk menginspirasi gadis kecil untuk mengejar impian mereka dan meraih bintang,” kata De Smet.

Baca juga: Mengenal Wiley Post, Pilot Pertama yang Terbang Solo Keliling Dunia! Ada Peran Autopilot

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Rutherford akan tiba kembali di Belgia pada 4 November, kakinya kembali ke tanah tetapi matanya terpaku pada cakrawala lain saat dia ingin melanjutkan studi tekniknya.

Maskapai Mana yang Masih Terbangkan Boeing 727 Sampai Saat Ini?

Pesawat regional trijet Boeing 727 sudah lama di-grounded dalam dunia penerbangan komersial. Debut pesawat ini tenggelam semenjak popularitas Boeing 737 mengemuka dengan twinjet-nya.

Baca juga: Boeing 727 Lakukan Penerbangan Terakhir di Iran

Antara tahun 1962 sampai 1984, Boeing memproduksi 1.832 unit Boeing 727. Tetapi, setelah hampir 40 tahun tak diproduksi, ternyata masih ada 49 unit Boeing 727 beroperasi bersama 29 maskapai di seluruh dunia. Maskapai mana saja?

Menurut ch.aviation, dari jumlah tersebut, 17 di antaranya datang dari maskapai kargo, enam oleh Pemerintah Republik Demokratik Kongo, Burkina Faso, Kolombia, Ekuador, Meksiko, dan Mali, empat maskapai charter, satu dijadikan pesawat uji, dan satu maskapai lainnya sebagai layanan penumpang.

Terkait layanan penumpang dengan Boeing 727 ini tentu hampir tak disangka-sangka oleh avgeeks. Sebab, Boeing 727 penumpang terakhir sudah dihelat pada awal tahun 2019 silam. Ketika itu, Boeing 727 dengan nomer penerbangan EP851 milik Iran Aseman Airlines santer dikabarkan menjadi Boeing 727 yang terakhir terbang di dunia.

Penerbangan terakhir Boeing 727 EP851 melayani rute Zahedan ke Tehran dengan durasi dua jam perjalanan pada malam hari. Menurut sumber yang sama, Boeing 727 EP851 sudah dioperasikan selama 39 tahun oleh Iran Aseman.

Disebutkan, satu-satunya maskapai yang masih mengoperasikan penerbangan penumpang dengan Boeing 727 adalah Safe Air yang berbasis di Nairobi, Kenya. Maskapai tersebut mempunyai dua pesawat Boeing 727 dengan nomor registrasi 5Y-GMA dan 5Y-IRE. Meski begitu kedua pesawat itu tidak secara penuh mengoperasikan layanan penumpang melainkan mixing dengan layana kargo.

Di luar itu, sebetulnya ada maskapai lain yang juga mengoperasikan layanan penumpang meski bukan layanan berjadwal. Disebutkan, dua maskapai yang berbasis di California, AS, Vallejo Company dan Malibu Consulting, masih melayani penerbangan charter penumpang menggunakan pesawat Boeing 727.

Shanzin Trading Arab Saudi juga demikian, melayani penerbagan charter penumpang menggunakan Boeing 727-100 (registrasi HZ-RKR). Celestial Airways juga mengoperasikan penerbangan penumpang menggunakan Boeing 727-200RE.

Raytheon Technologies tercatat menjadi satu-satunya entitas yang masih mengoperasikan pesawat Boeing 727 untuk pesawat uji.

Penggunaan Boeing 727 terbesar datang dari maskapai kargo. Enam maskapai Amerika Serikat, termasuk USA Jet Airlines, MP Aviation, Kalitta Charters, Interjet West, Gulf and Caribbean Cargo, dan Everts Air Cargo, masih mengandalkan pesawat tersebut untuk angkutan barang domestik maupun internasional.

Ada juga maskapai asal Kolombia, Líneas Aéreas Suramericanas, SELVA Servicios Aéreos del Vaupes, dan AeroSucre serta Angkatan Udara Kolombia, Fuerza Aérea Colombiana, yang masih menggunakan pesawat tersebut.

Baca juga: Tak Seperti MH370, Sudah 18 Tahun Boeing 727 Maskapai Ini Hilang Tapi Tak Serius Dicari

Dari Amerika Selatan, ada maskapai Linhas Aéreas Brasil, Uniworld Air Cargo Panama, dan Air Class Lineas Aéreas Uruguay, yang setia mengoperasikan Boeing 727.

Terakhir, maskapai Astral Aviation, Serve Air Cargo, Waypoint Airlines, PSI Air 2007, dan T2 Aviation, juga tergabung dalam 29 maskapai di seluruh dunia yang masih mengoperasikan pesawat Boeing 727.

 

Gegara Penimbangan Berat Badan Acak, Inilah ‘Derita’ Pramugari Emirates

Bekerja sebagai awak kabin di Emirates, para pramugari mengaku sering kali harus menjalani penimbangan berat badan secara acak. Yang mana setelah ditimbang dan berat mereka naik (kelelebihan berat) dari yang ditentukan, maka yang bersangkutan harus menjalani program manajemen berat badan.

Baca juga: Punya Standar Tinggi, Malaysia Airlines Pecat Pramugari yang Kelebihan Berat Badan Meski 1 Kg

Duygu Karaman mengatakan, karena penimbangan kerap kali terjadi, dirinya berhenti dari pekerjaannya pada tahun 2019 setelah pemantauan berat badan yang “ketat” dan “mengecewakan” oleh maskapai. Ia mengatakan bahwa maskapai meminta berat badannya diturunkan dan kemudian dipantau selama satu tahun untuk mengetahui mereka menurunkan berat badannya atau tidak.

“Mereka tidak memberi tahu saya siapa yang melaporkan saya, tetapi mereka menimbang saya dan mengatakan melacak semuanya berdasarkan BMI. Karena berat badan saya lebih dari dua kilogram, saya dimasukkan ke dalam program manajemen berat badan,” kata Karaman yang dikutip KabarPenumpang.com dari independent.co.uk (6/9/2021).

Karaman mengatakan bahwa dia akan ditarik ke samping untuk penimbangan acak sebelum penerbangan. Meski mencoba mempertahankan berat badan idealnya, Karaman terkadang memiliki berat yang naik satu hingga dua kilogram. Dia mengaku kesal ketika harus melakukan pemeriksaan berat badan.

Situs web Emirates menyatakan, dalam pedoman perekrutan, awak kabin harus sehat secara fisik untuk peran yang mengharuskan hasil Indesk Massa Tubuh atau BMI yang sehat. Untuk para awak kabin wanita, harus mengenakan sepatu hak dan menggunakan make up wajah penuh.

“Ini jelas tidak baik-baik saja. Saya benar-benar kesal begitu lama dan kemudian saya kehilangan kepercayaan diri saya,” kata Karaman tentang fiksasi pada berat badannya.

Baca juga: Khawatir Kondisi Kesehatan, Pramugari Inggris Sukses Turunkan Berat Badan

Dia mengklaim bahwa rekan-rekannya menjadi sasaran praktik tersebut, dengan ada yang akhirnya menjalankan operasi pengencangan perut yang bertentangan dengan saran dokter. Menurut Karaman, Emirates harus membatalkan hal ini, sebab berat lebih dua atau tiga kilogram tidak akan mengganggu awak kabin dalam melakukan pekerjaannya.

 

Filosofi Logo Japan Airlines, Samakah dengan Lambang Keluarga Kozuki Oden di One Piece?

Bagi pencinta anime One Piece, logo maskapai Japan Airlines (JAL) sekilas sangat mirip dengan lambang keluarga atau klan Kozuki Sukiyaki/Oden. Meski tak mirip identik, tetapi, usut punya usut, antara logo JAL dengan lambang klan Kozuki memiliki filosofi yang sama.

Baca juga: Japan Airlines Bingung Saat Orang Terberat di Dunia Naik Pesawat, 16 Kursi Jadi ‘Korban’

Dikutip dari logos.fandom.com, sejak pertama kali didirkan pada 1 Agustus 1951, di Shinagawa, Tokyo, Jepang, JAL tercatat sudah enam kali mengganti logo. Logo pertama maskapai yang melaporkan mengalami kerugian 286,7 miliar yen (US$ 2,6 miliar) atau Rp36 triliun lebih dalam periode setahun Maret 2020-Maret 2021 ini mengusung gambar mirip pesawat.

Tak ada keterangan resmi terkait logo ini. Tetapi, logo ini bisa dibilang mirip dengan pesawat-pesawat andalan Jepang di Perang Dunia II. Logo ini bertahan selama sembilan tahun, dari tahun 1951-1959.

Barulah di tahun 1959, Japan Airlines mengadopsi logo khusus yang dikenal sebagai Tsurumaru. Logo ini menjadi bagian yang tak terpisahkan selama bertahun-tahun, membersamai maskapai hingga menjadi jauh lebih besar secara bisnis dari sembilan tahun awal maskapai berdiri.

Disebutkan, logo Tsurumaru JAL ini dibuat pada tahun 1958 oleh Jerry Huff, direktur kreatif di Botsford, Constantine and Gardner dari San Francisco, yang telah menjadi biro iklan untuk Japan Airlines sejak maskapai berdiri.

Logo baru ini sebetulnya tidak terpikirkan sejak awal, tetapi lebih karena didorong oleh momentum besar JAL saat membeli pesawat baru Boeing 747.

Ketika itu, pesawat Boieng 747 sangat fenomenal dan maskapai yang mengoperasikannya pasti mempunyai gagasan besar di tataran industri penerbangan global. Tak ayal, JAL memutuskan untuk membuat logo baru untuk diperkenalkan ke publik saat penerbangan pertama maskapai bersama Boeing 747.

Perjalanan terciptanya logo Tsurumaru ini sangat berkesan. Disebutkan, sang kreator, Jerry Huff, berusaha untuk lebih mengenal budaya Jepang saat proses mencari inspirasi.

Selain itu, perusahaan yang sejak awal bermitra di banyak bidang dengan Japan Airlines ini juga sudah berpengalaman keliling Jepang untuk berbagai proyek, seperti pemotretan di 20 lokasi favorit di Jepang dan lain sebagainya.

Atas berbagai pengalamannya itu, Jerry merasa pengetahuannya tentang Jepang sama dengan pengetahuannya tentang tanah kelahirannya, Amerika Serikat.

Entah bagaimana awalnya, ia disebut mendapat buku tentang budaya Jepang dari warga lokal.

Di dalam buku tersebut, Jerry melihat banyak hewan bangau dan mitos bangau di Jepang seluruhnya positif, seperti bermakna pasangan seumur hidup atau lambang kesetiaan dan lambang kekuatan atau dalam hal ini terbang tinggi berkilo-kilometer tanpa sedikitpun lelah.

Lebih spesifik lagi, bangau ini disebut sebagai lambang pribadi kelularga samurai Jepang, sangat mirip dengan filosofi lambang bangau milik keluarga Kozuki yang juga berasal dari kalangan samurai sarung pedang merah. Jadi, bisa dibilang, logo JAL dan lambang klan Kozuki berasal dari embrio yang sama, yakni keluarga samurai Jepang.

Dikarenakan logo di zaman itu banyak yang berupa bulat, bangau tersebut akhirnya disesuaikan sampai akhirnya terciptalah logo Tsurumaru JAL.

Meski sempat mendapat sedikit revisi atas permintaan JAL untuk kesesuaian pangsa pasar di Amerika, lgo Tsurumaru akhirnya tetap dipertahankan dan digunakan JAL selama 40 tahun sampai tahun 1989.

Baca juga: Usung Oryx Sebagai Ikon, Ini Filosofi Logo Maskapai Qatar Airways

Di tahun 1989–2002, maskapai nasional Jepang itu menggunakan logo akronim maskapai, yaitu JAL, ditambah persegi panjang berwarna merah dan abu-abu. Logo yang sama juga digunakan pada tahun 2002–2011 dengan perbedaan mencolok di bagian aksen garis diagonal.

Di sela-sela itu, logo Tsurumaru JAL sempat digunakan kembali pada tahun 1989–2002 dengan modifikasi sedikit di bagian akronim JAL. Logo Tsurumaru akhirnya disempurnakan pada tahun 2011 dimana logo Tsurumaru di tahun 1989–2002 pada akronim ‘JAL’ diganti dengan font yang lebih tegas dan ditambah tulisan ‘Japan Airlines’ di bagian bawah logo dan terus digunakan sampai saat ini.

 

Taliban Larang Empat Pesawat Evakuasi yang Memuat Warga AS Terbang, Penumpang Disandera!

Taliban disebut melarang empat pesawat evakuasi terbang meninggalkan Bandara Mazar-e-Sharif beberapa hari yang lalu. Pesawat disebut ingin menuju Doha, Qatar. Tak ada keterangan pasti alasan pelarangan itu. Namun, rumor yang beredar, penumpang pesawat itu akan dijadikan tawanan oleh Taliban, mengingat salah satu pesawat ada yang memuat warga negara Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Bandara Kabul Mulai Layani Penerbangan Domestik, Penerbangan Internasional Masih Abu-abu

Laporan Associated Press, seorang pejabat Afghanistan saat ditemui di bandara tersebut mengatakan bahwa mayoritas calon penumpang penerbangan evakuasi yang menggunakan pesawat charter maskapai Ariana Afghan Airlines tersebut, tidak memiliki paspor dan visa. Karenanya, Taliban tidak mengizinkan mereka meninggalkan Afghanistan.

Terhadap rumor yang menyebut bahwa mereka akan dijadikan tawanan, ia menjawab bahwa seluruh penumpang sudah meninggalkan bandara dan kondisinya sudah normal.

Keterangan ini kemudian dibantah oleh salah seorang pejabat di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS dari partai Rebuplik, bahwa di antara calon penumpang di empat pesawat evakuasi itu ada warga negara AS dan Taliban tetap tak mengizinkan mereka meninggalkan Afghanistan.

Tak hanya itu, pejabat yang disebutkan namanya itu juga mengklaim bahwa penumpang (warga negara AS) ditahan dan dijadikan sandera. Namun, ia tak bisa menjelaskan darimana informasi itu berasal.

Terlepas dari itu, yang pasti, AS sudah berikrar akan terus menjalin kerjasama dengan Taliban sebagai penguasa baru Afghanistan. Pun demikian dengan Taliban, mereka berkomitmen untuk mengizinkan siapapun yang memiliki dokumen yang sah untuk keluar dari Afghanistan.

Departemen Luar Negeri AS sendiri mengaku tidak memiliki data berapa banyak warga AS yang masih berada di Afghanistan. Sebab, proses evakuasi besar-besaran oleh Negeri Paman Sam sudah dilakukan secara maksimal sampai tanggal 30 Agustus lalu dan tidak ada satupun yang tertinggal.

Kendati begitu, mereka akan menuntut Taliban atas janjinya untuk membiarkan siapapun bepergian keluar Afghanistan dengan bebas.

Bandara Mazar-e-Sharif, yang lebih kecil dibanding Bandara Kabul ini, sejak beberapa hari belakangan sudah membuka penerbangan internasional. Tetapi, sejauh ini hanya ke Turki.

Baca juga: Amerika Serikat Pergi dari Afghanistan, Taliban Minta Turki Operasikan Bandara Kabul

Taliban menaruh curiga mengapa penerbangan charter tersebut bukan berangkat dari Bandara Kabul, yang notabene berstatus internasional.

Bandara Kabul sendiri sejak Sabtu lalu sudah memulai layanan penerbangan domestik meski hanya maskapai Ariana Afghan Airlines. Penerbangan dimaksimalkan terjadi pada pagi sampai sore hari untuk pendaratan visual mengingat bandara ini tidak memiliki fasilitas radar.

Bandara Kabul Mulai Layani Penerbangan Domestik, Penerbangan Internasional Masih Abu-abu

Bandara Kabul akhirnya mulai melayani penerbangan sipil. Untuk di awal, penerbangan domestik lebih dahulu dibuka. Adapun penerbangan internasional (komersial) masih menunggu kesiapan tim dan bandara itu sendiri, mengingat banyak fasilitas di bandara hancur saat proses evakuasi warga bersamaan dengan kepergian tentara Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan.

Baca juga: Inilah Pesawat Pertama yang Mendarat di Bandara Kabul Usai Kepergian AS

Laporan Reuters, layanan pertama penerbangan domestik dijalani oleh Ariana Afghan Airlines. Maskapai nasional Afghanistan itu sudah melayani penerbangan antara Kabul dan tiga kota besar lainnya, meliputi Herat di barat, Mazar-i Sharif di utara, dan Kandahar di selatan.

“Ariana Afghan Airlines dengan bangga melanjutkan penerbangan domestiknya,” katanya dalam sebuah pernyataan yang diunggal di laman Facebook resmi perusahaan.

Kembali dibukanya Bandara Kabul untuk penerbangan sipil tidak lepas dari kedatangan tim ahli dari Qatar. Rabu, 1 September 2021 lalu, pesawat pertama yang mendarat di Bandara Kabul pasca kepergian AS, Boeing C-17 Globemaster livery Qatar Airways milik Angkatan Udara Qatar, diketahui membawa sejumlah peralatan, termasuk tim ahli untuk membantu operasional bandara.

Selain itu, Duta Besar Qatar untuk Afghanistan juga mengkonfirmasi, tim dari negaranya juga membantu memperbaiki runway bandara yang disebut rusak dalam gejolak selama tiga pekan terakhir. Mereka dibantu oleh tenaga ahli dari Turki yang juga sudah tiba sejak beberapa hari yang lalu.

Beroperasinya layanan penerbangan sipil Bandara Kabul atau yang biasa juga disebut Bandara Hamid Karzai ini tentu menjadi langkah maju bagi perekonomian negara. Sebab, bandara atau moda transportasi udara menjadi satu-satunya akses paling efektif dan efisien untuk memudahkan pertukaran barang dan orang, dari dan ke Afghanistan, mengingat negara ini tidak mempunyai laut.

Sebetulnya, jalur darat juga bisa diandalkan. Sebagai contoh, selama ini, sebuah terowongan menghubungkan Kabul dengan perbatasan Tajikistan di bawah Pegunungan Hindu Kush, menjadi jalur utama pertukaran berbagai komoditas, seperti baju, bit gula, furnitur, dan perlengkapan senjata. Tetapi, kuantitasnya tak bisa menyamai lewat udara.

Sejak tentara AS pergi meninggalkan Afghanistan pada akhir Agustus, penerbangan sipil maupun militer sempat ditangguhkan selama kurang lebih satu hari. Setelah kedatangan pesawat Angkatan Udara Qatar, geliat aktivitas di bandara memang meningkat dan pembukaan kembali layanan penerbangan di bandara ini adalah buah dari itu.

Baca juga: Miris, Warga Afghanistan Tewas di Bandara Kabul Gegara Kepanasan dan Kelaparan Saat Tunggu Evakuasi

Bandara Kabul sendiri saat ini dijaga ketat oleh pasukan khusus Taliban “Badri 313”. Pasukan khusus yang memiliki persenjataan lengkap tersebut, saat ini, menjadi pemegang otoritas Bandara Kabul untuk sementara, menjaga seluruh pos pemeriksaan dan skrining bandara.

Sebelum diambil alih oleh pasukan khusus Badri 313, Taliban disebut sempat meminta Turki untuk mengoperasikan bandara, termasuk keamanannya. Tetapi, sampai saat ini, itu tak kunjung terwujud.

Pandemi Covid-19 ‘Paksa’ Etihad Gabung Aliansi Maskapai: Dulu Ngotot Bikin Aliansi Maskapai Sendiri!

Pandemi Covid-19 memaksa maskapai di seluruh dunia putar otak untuk terus menyelamatkan bisnisnya. Salah satunya dengan bergabung dengan satu dari tiga aliansi maskapai besar dunia; oneworld, StarAlliance, dan SkyTeam. Itulah yang saat ini dialami salah satu maskapai besar Timur Tengah, Etihad Airways.

Baca juga: Untung-Rugi Gabung Aliansi SkyTeam yang Juga Diikuti Garuda Indonesia, Apa Saja?

Sebelum wabah virus Corona merebak ke seluruh dunia dan menghantam bisnis penerbangan global, Etihad selama bertahun-tahun berambisi untuk membuat aliansi maskapai sendiri, alih-alih bergabung dengan tiga aliansi besar di atas.

Tak sedikit nilai investasi yang telah digelontorkan maskapai asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab itu untuk memuluskan langkahnya.

Di saat yang bersamaan, kompetitor Timur Tengah-nya, Emirates, juga melakukan hal serupa, tak bergabung dengan aliansi maskapai manapun dan berinvestasi besar-besaran untuk membentuk jaringan aliansi maskapai sendiri. Ini pada akhirnya membuat Etihad semakin yakin terhadap mimpinya membentuk aliansi maskapai sendiri.

Sejauh ini, ada tiga maskapai yang sudah memiliki jejaring kuat dengan Etihad. Tiga itu, Jet Airways, Air Serbia, dan Air Seychelles. Sayangnya, pandemi virus Corona membuat keuangan tiga maskapai tersebut dan mau tak mau melakukan efisiensi. Salah satunya dengan mengundurkan diri dari aliansi maskapai dan sejenisnya.

Melihat hal itu, berbagai spekulasi pun muncul bahwa Etihad Airways mulai menyerah dengan ambisi besarnya dan bersiap gabung dengan satu dari tiga aliansi maskapai.

“Saya pikir itu salah satu yang Anda tahu, Anda tidak pernah mengatakan tidak pernah. Itu adalah hal yang selalu kami awasi,” kata CEO Tony Douglas dalam wawancara eksklusif baru-baru ini bersama Simple Flying.

“Karena itu, mengingat program transformasi yang telah kami lakukan, apa yang kami tidak ingin terlibat adalah apa pun selain menyampaikan rencana yang kami tetapkan. Omong-omong, bukan berarti terlibat dalam salah satu tiga aliansi utama akan (melakukannya),” lanjutnya.

Meski tidak menutup kemungkinan bergabung dengan salah satu aliansi besar maskapai, ia tetap meyakini bahwa fokus pada rencana yang telah dibuat jauh lebih baik, yaitu membentuk aliansi sendiri. Intinya, segala hal masih mungkin, termasuk mengoperasikan kembali Airbus A380 Etihad pasca pandemi.

Baca juga: Inilah Perbedaan Airlines dan Airways di Dunia Penerbangan

“Tetapi apa yang kami juga lihat bahwa jauh lebih mudah, mengingat fokus dan bandwidth kami, untuk berkonsentrasi pada hubungan tertentu di mana kami dapat membangun codeshare atau (perjanjian) antar baris,” tambahnya.

“Akan bagus untuk melihat mungkin dalam dua hingga lima tahun ke depan pasca-pandemi, perubahan konfigurasi seperti apa yang terjadi dengan aliansi besar juga. Apakah mereka relevan pasca pandemi seperti sebelum pandemi, atau apakah mereka sebenarnya lebih relevan pasca pandemi. Saya pikir itu akan menjadi satu untuk kita semua untuk menonton dengan penuh minat, termasuk kami (Etihad),” tutupnya.

Paspor Terkuat di Dunia Tahun 2021, Wakil Asia Jepang-Singapura-Korsel Urutan Teratas!

Negara-negara di Asia mendominasi dalam daftar urutan paspor terkuat di dunia versi HENLEY Passport Index, khususnya tiga teratas. Tiga itu adalah Jepang, Singapura, dan Korea Selatan. Jepang didapuk sebagai pemegang gelar paspor terkuat di dunia tahun 2021, disusul Singapura di posisi kedua dan Korea Selatan serta Jerman di posisi ketiga.

Baca juga: Terbukti Mudahkan Penumpang, Paspor Kesehatan Digital IBM Kini Digunakan 450 Maskapai Lebih

Dilansir CNN Internasional, sebetulnya, peringkat paspor terkuat di dunia pada kuartal I 2021 bisa dibilang tidak ada perubahan berarti.

Di samping itu, akses negara-negara yang memuncaki daftar paspor terkuat di dunia juga berbeda dengan kenyataannya.

Jepang diketahui saat ini berada di posisi satu sebagai negara dengan pasport paling kuat di dunia. Negeri Sakura menawarkan akses bebas visa atau visa-on-arrival ke 193 tujuan di seluruh dunia.

Tetapi, pada kenyataannya, pemegang paspor Jepang memiliki akses ke kurang dari 80 tujuan -hampir sama dengan peringkat indeks Arab Saudi, yang berada di peringkat ke-71 (dengan kenyataan di lapangan hanya 58 tujuan).

Di posisi ada Singapura yang menawarkan akses bebas visa atau visa-on-arrival ke 192 tujuan atau destinasi di seluruh dunia.

Namun, pada kenyataannya, pemegang paspor Singapura saat ini hanya mengakses kurang dari 75 tujuan. Sama halnya dengan Jepang, ini disebabkan pembatasan perjalanan, entah itu disebabkan oleh tingginya kasus Covid-19 di negara asal, ataupun lockdown ketat di negara tujuan.

Yang menarik dalam daftar paspor terkuat di dunia kuartal I tahun 2021 sebetulnya bukan dari bertenggernya tiga perwakilan Asia di tiga besar dan dominasi barat di posisi 10 besar, melainkan meningkatnya peringkat Cina dan Uni Emirat Arab (UEA) sejak beberapa tahun terakhir.

Selandia Baru, Swiss, Belgia tetap di tempat ketujuh, dengan akses bebas visa ke 187 tujuan, terus menurun sejak menempati posisi puncak daftar paspor terkuat di dunia tahun 2014 silam. Sementara itu, Australia turun dari tempat kedelapan pada Januari ke tempat kesembilan hari ini dengan skor 185 bersama Kanada.

Baca juga: Di Paspor ‘Tertulis’ 123 Tahun, Kakek ini Terlihat Seperti 90 Tahun Karena Rajin Yoga

Disebutkan, sejak tahun 2011, Cina telah naik 22 peringkat, dari posisi 90 ke posisi 68. Sementara itu, UEA naik dari urutan ke-65 menjadi urutan ke-15 daftar paspor terkuat di dunia.

Lobi-lobi politik dengan meningkatkan hubungan diplomatik ke seluruh dunia membawa pemegang paspor UEA mendapat akses masuk mudah ke 174 destinasi dibandingkan hanya 67 destinasi satu dekade yang lalu.

Agar lebih lengkap, berikut daftar paspor terbaik di dunia tahun 2021:
1. Jepang (193 destinasi)
2. Singapura (192)
3. Jerman, Korea Selatan (191)
4. Finlandia, Italia, Luksemburg, Spanyol (190)
5. Austria, Denmark (189)
6. Perancis, Irlandia, Belanda, Portugal, Swedia (188)
7. Belgia, Selandia Baru, Swiss, Inggris Raya, Amerika Serikat (187)
8. Republik Ceko, Yunani, Malta, Norwegia (186)
9. Australia, Kanada (185)
10. Hongaria (184)