Digunakan Pada Jalur Non Listrik, Kereta Hidrogen Meluncur di Swedia

Kereta bertenaga hidrogen mulai merambah perkeretaapian Eropa. Jerman bahkan sudah membangun stasiun pengisian bahan bakar karena pertengahan tahun 2021, negara ini sudah mulai mengoperasikan kereta bertenaga hidrogen.

Baca juga: Dukung Operasional Kereta Hidrogen, Jerman Bangun Stasiun Pengisian Khusus di 2021

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman h2-view.com (27/8/2021), selain Jerman, kehadiran dan beroperasinya kereta hidrogen di Swedia pun menjadi kenyataaan. Di mana Swedia pada Rabu (25/8/2021) mengumumkan penyebaran kereta penumpang iLint Alstom di Stersund, untuk menyoroti potensi transportasi bertenaga hidrogen.

Diyakini sebagai kereta penumpang operasional pertama dan satu-satunya di dunia yang ditenagai oleh sel bahan bakar hidrogen. Coradia iLint dirancang khusus untuk digunakan pada jalur non-listrik untuk memungkinkan pengoperasian kereta yang bersih dan berkelanjutan.

Swedia bukanlah negara pertama yang menerapkan iLint, namun, inovasi kereta bertenaga hidrogen sudah berjalan di Jerman, Austria, Belanda dan akan segera memasuki jalur kereta api Italia. Rob Whyte, CEO Alstom Nordics, kereta Coradia iLint mewakili peluang besar bagi Swedia untuk mengurangi emisi CO2 dan bahkan menghilangkan karbon pada transportasi kereta api.

“Berkat transportasi umum bertenaga hidrogen, operator regional dapat menjadi mercusuar mobilitas modern, seperti yang dialami baru-baru ini di Jerman, Belanda, dan Austria – yang telah menguji dan menerapkan (atau berencana menerapkan) kereta hidrogen,” ujar Whyte.

Baca juga: Tahun 2021, Kereta Bertenaga Hidrogen Siap Mengular di Rel Jerman

Alstom mempersembahkan kereta kepada berbagai pemangku kepentingan lokal, termasuk operator regional, otoritas transportasi, pengambil keputusan pemerintah, dan media terkemuka.

EV4 Mountain Cart – Kendaraan Off-Road untuk Penyandang Disabilitas

Menjadi penyandang disabilitas tidaklah mudah, sebab kerap kali menjadi bahan perbincangan dan orang-orang merasa dipersulit dengan kehadiran mereka. Bahkan mungkin bagi penyandang disabilitas memiliki hobi yang menantang seperti mendaki gunung dan off road akan sangat disepelekan.

Baca juga: Bepergian Sendiri, Penyandang Disabilitas ini Dilarang Mengudara oleh Hong Kong Airlines!

Padahal beberapa penyandang disabilitas sudah ada yang mampu menaklukkan beberapa gunung tinggi di dunia. Namun bagaimana bila penyandang disabilitas ternyata pecinta dan hobi dengan off road? Kini tak perlu lagi khawatir, pasalnya sudah ada sebuah kendaraan roda empat yang bisa digunakan para penyandang disabilitas untuk menikmati hobi mereka tersebut.

KabarPenumpang.com melansir laman newatlas.com (8/3/2019), EV4 Mountain Cart adalah kendaraan roda empat yang bisa digunakan penyandang disabilitas saat menyusuri trek tanah, mendaki bukit berumput dan melalui jalan setapak dihutan. Skopinski telah mempertahankan estetika industri untuk rangka aluminium kelas penerbangan dengan swingarm baja yang dilas dan skema warna yang memutar kepala, sehingga anggota baru keluarga EV4 tidak akan terlihat terlalu tidak cocok dalam parade identitas.

Mountain Cart memiliki dua motor hub belakang 1.000 W BLDC yang dikontrol oleh throttle listrik di stang. Kecepatan tertinggi dilaporkan 40 km perjam (25 mph), dan ada baterai 36 V / 23 Ah di bawah rak depan yang menawarkan rentang per 3-4 jam pengisian 50-80 km (30-50 mi).

Masing-masing dari empat roda 20 inci yang dibungkus 20×2.125 ban Kenda memiliki rem cakram hidrolik, dan 160 x 138 x 90 cm (63 x 54 x 35 in). EV4 Mountain Cart memiliki empat guncangan sepeda yang membantu menghaluskan gundukan. Layar LCD memungkinkan pengguna mengawasi sisa waktu dan melacak info perjalanan.

Kursi dengan sabuk pengaman dapat disesuaikan untuk pengendara berukuran berbeda, dan kendaraan dapat mengakomodasi pengendara maksimum dan berat kargo 130 kg (286,6 lb). EV4 Mountain Cart bukan jalan yang legal, jadi Anda harus menemukan jejak petualangan yang cocok untuk dibawa berputar. Ini tersedia sekarang, harga mulai dari US$5.285 atau senilai Rp75,4 juta.

Baca juga: Mudahkan Penyandang Disabilitas, Tahun 2025 Semua Bus di Seoul Adopsi Low Deck

Kendaraan off road khusus penyandang disabilitas tersebut dibuat oleh perancang asal Polandia dengan menciptakan pelacak jejak listrik off road yang tidak menggunakan mekanisme memiringkan. EV4 sendiri bisa mengangkut kursi roda yang dipasangkan di sisi kirinya sehingga memudahkan para penyandang disabilitas.






















Robot Barista Hadir di 30 Stasiun MRT Singapura

Era robot sepertinya makin jelas terlihat di depan mata. Beberapa waktu lalu, Jepang menghadirkan robot bartender, robot barista, robot pembuat mie dan berbagai robot lainnya di stasiun kereta. Kemudian jejak ini pun diikuti oleh Singapura yang menghadirkan robot barista.

Baca juga: Sambut Olimpiade Tokyo 2021, JR East Co Hadirkan ELLA Robot Barista di Semua Stasiun Besar

Di mana Crown Digital yang memasang robot barista di 30 stasiun MRT Singapura. KabarPenumpang.com melansir thespoon.tech (19/8/2021), robot ini bisa membuat kopi sebanyak 200 gelas per jam.

Untuk instalasi MRT ini, Crown Digital telah berkolaborasi dengan Stellar Lifestyle, yang memiliki “keahlian dalam manajemen properti dan ritel, solusi media dan periklanan digital,” menurut posting blog pengumuman Crown Digital. Crown Digital juga menulis bahwa Stella Lifestyle telah menginvestasikan jumlah yang tidak diungkapkan dalam putaran pendanaan pra-Seri A Crown Digital.

Ini adalah jaringan kereta api kedua yang bermitra dengan Crown Digital, menyusul kesepakatan percontohan dengan stasiun kereta JR East Jepang yang ditandatangani pada akhir tahun lalu.

Dengan lalu lintas penumpang yang tinggi, mereka mencari penyegaran saat bepergian. Sehingga hub transit seperti stasiun MRT dan bandara adalah target pasar yang populer untuk perusahaan kios kopi robotik yang baru saja masuk pasar seperti Crown Digital, Smyze dan Cafe X.

Manfaat lain dari robot barista kopi di masa pandemi ini adalah mereka tidak bisa dihubungi. Robot tidak sakit, dan tidak bertindak sebagai vektor penularan virus seperti yang dilakukan manusia.

“Meskipun ada sejumlah barista robot yang datang ke pasar, kami belum melihat rantai kopi besar terjun ke otomatisasi. Pengecualian adalah Costa Coffee, yang membeli Briggo tahun lalu dan menamai ulang Coffee Hauses tersebut menjadi Costa Coffee BaristaBots,“ kata Crown Digital.

Baca juga: “Peter,” Inilah Robot Barista di Bandara San Jose

“Meskipun saya menduga bahwa semakin banyak penawaran seperti Crown Digital mulai bermunculan, kami akan segera melihat merek kopi besar lainnya seperti Starbucks dan Dunkin menambahkan robot mereka sendiri juga,“ tambah Crown Digital.

8 Film Terkenal yang Syuting di Pesawat, Nomor 7 Nyaris Bikin Aktor Tewas!

Sejak dahulu, ada belasan atau mungkin puluhan film yang menceritakan tentang pesawat ataupun memiliki adegan unik dan monumental di atau dengan pesawat. Dari jumlah tersebut, beberapa film diatur sedemikian rupa agar pesawat dan berbagai detail bisa menyerupai aslinya.

Baca juga: Syuting Adegan Pilot ‘Aneh’ di Kokpit ala Sinetron Indonesia! Netizen: Kalo Ga Bisa Jangan Maksain

Tak hanya itu, beberapa dari mereka juga menampilkan adegan-adegan nyata tanpa bantuan green screen. Salah satunya bahkan sampai membuat sang aktor nyaris celaka. Penasaran? Diktuip dari CNTraveler, berikut daftar delapan flm terkenal dan favorit yang syuting di pesawat.

1. Air Force One

Film Air Force One rilis pada tahun 1997. Film yang dibintangi oleh Harrison Ford sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ini menceritakan tentang pembajakan pesawat kepresidenan AS. Saat syuting, sebetulnya pesawat yang digunakan adalah Boeing 747-100 milik maskapai kargo charter American International Airways. Tetapi, ini dirombak sedemikian rupa sampai menyerupai Air Force One.

2. Executive Decision

Film yang dirilis pada 15 Maret 1996 ini menampilkan adegan penyelamatan oleh tentara AS di pesawat Boeing 747-200 Oceanic Airlines Flight 343 yang sedang dibajak. Tentara khusus AS itu menyusup ke dalam pesawat dan berhasil mengambil alih setelah melumpuhkan teroris.

3. The Aviator

Film yang dirilis tahun 2004 ini dibintangi oleh Leonardo DiCaprio sebagai Howard Hughes, penerbang, pebisnis, dan desainer pesawat ulung asal AS. Film ini lebih banyak menceritakan perjalanan Howard Hughes di dunia penerbangan, salah satunya menerbangkan H-4 Hercules flying boat.

4. Tenet

Film yang baru dirilis pada tahun 2020 ini bisa dibilang sebagai salah satu yang paling fenomenal. Betapa tidak, alih-alih menggunakan miniatur ataupun green screen, film Tenet yang disutradarai oleh Christopher Nolan ini justru menggunakan pesawat Boeing 747 bekas Cathay Pacific untuk ditabrakkan ke sebuah hanggar, meledak, dan terbakar.

5. Sully: Miracle On The Hudson

Film yang pada tahun 2016 tentu menjadi salah satu film tentang pesawat yang paling dikenal di masyarakat luas, khususnya pecinta penerbangan. Meski film yang diangkat dari kisah nyata mengenai pendaratan darurat di atas air atau ditching oleh maskapai US Airways Flight 1549 di Sungai Hudson pada 15 Januari 2009 ini diambil di studio, tetapi, video dari peristiwa asli turut ditampilkan.

6. Tomorrow Never Dies

Film James Bond: Tomorrow Never Dies lansiran tahun 1997 yang dibintangi oleh Pierce Brosnan ini menampilkan adegan pesawat Aero Vodochody L-39 Albatross meluncur dari runway dan terbang sempurna setelah nyaris kecelakaan.

Baca juga: Tak Semudah Menontonnya, Begini Rahasia Dibalik Proses Pemilihan Film di Pesawat, Rumit!

7. Mission: Impossible – Rogue Nation

Film rilisan tahun 2015 ini menampilkan adegan berbahaya agen IMF Ethan Hunt (Tom Cruise) di pesawat A400M F-WWMZ. Disebut berbahaya, karena Tom Cruise bergelantungan di pesawat yang terbang sampai ketinggian lima ribu kaki. Celakanya, adegan ini harus dilakukan berkali-kali dan membuat Tom Cruise hampir pingsan karenanya.

8. Casino Royale

Masih terkait film James Bond yang kali ini dibintangi oleh Daniel Craig tersebut melibatkan pesawat Boeing 747-200 British Airways dengan registrasi G-BDXJ sebetulnya tak ada yang spesial, dalam konteks adegan di pesawat. Tetapi, secara keseluruhan film ini sangat keren dan layak untuk masuk dalam daftar film favorit tentang atau yang mengambil adegan di pesawat.

 

Shinkansen Seri E4 “Double Decker” Pensiun Setelah 24 Tahun Beroperasi

Kereta peluru Shinkansen memiliki banyak seri dan semuanya mememiliki kelebihan masing-masing. Namun saat ini Shinkansen seri E4 yang dikenal juga sebagai layanan Max Toki dan Max Tanigawa, yaitu satu-satunya kereta Shinkansen bertingkat di Jepang.

Baca juga: Melepas Lelah, Para Pekerja Bisa Nikmati Shinkansen Sambil Merendam Kaki

Pensiunnya seri E4 bahkan membuat akun media sosial East Japan Railway Co. atau JR East dibanjiri pesan dari penumpang dan penggemar. Dimana pesan tersebut menggambarkan kenangan perjalanan mengungkapkan penghargaan mereka.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (5/9/2021), JR East merencanakan acara dan menjual barang-barang peringatan dalam skala besar. Penggemar dan perusahaan kereta api bersatu dalam keinginan mereka untuk mengirim kereta dengan gaya.

“Perjalanan solo pertama saya adalah di Green Car kelas satu dari seri E4; Saya menyimpan uang hadiah Tahun Baru saya, ”kata sebuah pesan yang diposting di akun Instagram resmi JR East cabang Niigata.

Posting lain di sana berbunyi: “[E4] adalah kereta Shinkansen terbaik dan terindah, dan saya sangat menyukainya. Saya tidak akan pernah melupakannya.”

Kereta 16 gerbong ini memiliki kapasitas tempat duduk 1.634 kursi, paling banyak dari semua kereta berkecepatan tinggi di dunia. Selain penuaan, kecepatan juga menjadi masalah pada E4. Saat ini ada kereta api yang dapat melaju dengan kecepatan 320 km per jam di jalur Tohoku shinkansen. Sehingga menjaga efisiensi operasional menjadi tantangan tersendiri karena kecepatan maksimum E4 yang mencapai 240 km per jam. JR East telah mengganti kereta seri E4 dengan model tingkat tunggal yang baru. Kereta E4 di jalur Tohoku Shinkansen mengakhiri layanannya pada September 2012.

Menanggapi orang-orang yang mengatakan mereka akan ketinggalan kereta, JR East meluncurkan situs web khusus dengan berbagai konten, termasuk gambar pemandangan dari kursi pengemudi dan hal-hal sepele.

Baca juga: Shinkansen N700S Mulai Melayani Penumpang dengan Fitur Terbaru

Enam puluh lima item peringatan telah diperkenalkan. Makanan bento tingkat dua dalam kotak yang menyerupai gerbong kereta E4 dijual seharga 1.634 yen, dan telah populer sebagai hiasan setelah makanan dikonsumsi.






















Awak Kabin Citilink Gunakan Seragam Baru Karya Oscar Lawalata

Semangat baru di Hari Pelanggan Nasional sepertinya menjadi sesuatu yang lumrah. Hal ini pun terlihat dari Citilink yang menghadirkan seragam baru bagi semua awak kabin. Di mana seragam ini mengedepankan keramahtamahan dan sentuhan Indonesia dan digunakan secara serentak pada penerbanagn Citilink Sabtu, (4/9/2021).

Baca juga: Sambut Ramadhan, Awak Kabin Citilink Hadir dengan Seragam Baru dan Beri Takjil Gratis

“Bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada hari ini, Citilink meluncurkan seragam baru awak kabin dengan membawa semangat perusahaan sebagai innovative modern airline yang berciri khas young, fun and dynamic sebagai bagian dari strategi peningkatan pelayanan untuk penumpang,” ujar Direktur Utama Citilink Juliandra yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Citilink Indonesia (@citilink)


Seragam baru awak kabin Citilink merupakan hasil karya desainer Oscar Lawalata. Seragam baru ini dibuat dalam bentuk kebaya untuk tetap menjunjung tinggi budaya Indonesia. Namun, seragam baru ini juga memiliki sentuhan modernisasi yaitu menggunakan corak kain tenun ikat khas dari Nusa Tenggara Timur.

“Desain tenun terinspirasi dari motif patola ratu dengan corak geometris yang sambung-menyambung dan kait-mengait dengan serasi dan indah. Motif ini dahulu dipakai oleh pemimpin kerajaan yang menggambarkan pemimpin berintegritas dan jujur. Adanya garis-garis geometris juga melambangkan hubungan manusia dengan lingkungannya. Selain itu, terdapat sentuhan inovasi motif bunga wala mangata yang cantik dan indah yang dipercaya mampu menjauhkan dari malapetaka dan bahaya,” kata Juliandra.

Pada pinggiran kain seragam ini juga terdapat motif ragam hias dari tenun Sumba karya anak bangsa yang menggariskan arti kelembutan, kebersamaan dan harapan. Motif-motif ini dipadupadankan menjadi sebuah karya dalam desain yang utuh pada kain seragam awak kabin Citilink.

Di samping itu, Citilink juga menggunakan dominasi warna hijau dan lime untuk pewarnaan seragam baru awak kabin ini. Warna hijau merepresentasikan kejayaan, kebesaran, keseimbangan dan kedamaian. Sementara warna lime merupakan perpaduan warna hijau dan kuning yang merepresentasikan keceriaan, kebahagiaan, energik serta optimis.

“Citilink berharap kehadiran seragam baru awak kabin ini dapat membawa harapan serta semangat baru untuk semakin memberikan pelayanan yang lebih maksimal untuk meningkatkan customer experience serta mewujudkan better journey bagi seluruh pelanggan,” tambah Juliandra.

Citilink senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang ketat di seluruh lini operasional penerbangannya, baik dari pre-, in-, hingga post-flight dengan mengacu pada ketentuan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah untuk dapat memastikan seluruh penerbangan berjalan secara optimal dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keamanan bagi seluruh pelanggan.






















Kebisingan Pengaruhi Kualitas Tidur dan Bisa Merambah ke Kesehatan Kronis

Tidur merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan setiap manusia agar tetap berenergi dan mempertahankan fungsi tubuh. Namun apakah suara lingkungan bisa mempengaruhi kualitas tidur seseorang? Asisten Profesor Junta Tagusari dari Laboratorium Isu Lingkungan Regional, Sekolah Pascasarjana Teknik, sedang menyelidiki metode terbaik untuk mengukur kebisingan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan manusia.

Baca juga: Mengenal Polusi Suara Pesawat: Bisa Bikin Stres Sampai Kardiovaskular! Penumpang-Pilot Terdampak

“Kebisingan berpotensi tidak hanya merusak kemampuan pendengaran, tetapi juga menyebabkan masalah kesehatan yang lebih luas. Telah dilaporkan bahwa risikonya lebih tinggi ketika suara terdengar saat tidur. Laporan Kantor Regional WHO untuk Eropa juga mengindikasikan beberapa masalah kesehatan kronis termasuk gagal jantung dan diabetes, bisa dipicu dari paparan jangka panjang terhadap gangguan tidur yang disebabkan oleh kebisingan,” kata Tagusari.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari news-medical.net (4/8/2021), masalah ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, dia bahkan telah melaporkan beberapa hasil. Namun, Tagusari menilai sebagian besar indeks kebisingan yang ada, dengan menggunakan nilai rata-rata tingkat kebisingan dan tidak cukup dalam mengukur efek kebisingan terhadap tidur.

Tak hanya itu, dia mengembangkan indeks baru untuk kebisingan malam hari berdasarkan data yang dikumpulkan dan dianalisis dalam studi tahun 2014 berdasarkan pola tidur 30 subjek dewasa di Kadena, Okinawa. Apalagi di Okinawa ada Pangkalan Udara Kadena yang adalah pangkalan aktif untuk angkatan udara Amerika Serikat.

Di dekat pangkalan udara tersebut, lebih dari seratus ribu penduduk yang tinggal terkena kebisingan pesawat. Kebisingan malam hari di sekitar pangkalan bisa mencapai 100 dB. Sumber utama kebisingan yang mengganggu di wilayah studi adalah pesawat terbang, meskipun di area depan pangkalan, kebisingan didominasi oleh kebisingan pesawat yang membebani.

Ketika mesin pesawat dibiarkan berjalan untuk penyesuaian, itu bisa menghasilkan kebisingan 60dB yang berlangsung selama beberapa jam saat fajar. Menurut Tagusari, sejak masa studi, situasi tidak berubah berpihak pada warga. Namun, berdasarkan analisis, dirinya mengembangkan formula matematika baru untuk indeks kebisingan malam hari, yang dapat diterapkan dalam penelitian epidemiologi terkait kebisingan.

Analisis epidemiologi terhadap kesehatan warga di sekitar Pangkalan Udara Kadena sebelumnya telah dilakukan, namun ada rencana untuk menganalisis kembali situasi dengan menggunakan indeks baru ini.

“Warga setempat ini sudah sering mengeluhkan suara bising pesawat yang sering terjadi, bahkan pada malam hari. Mereka berinisiatif meminta laboratorium kami untuk mengukur kebisingan pesawat dan korelasinya dengan tidur mereka. Selama sebulan, kami tidak hanya mendapatkan tingkat kebisingan malam hari, kami juga mengukur motilitas tubuh saat tidur dari beberapa penduduk setempat, berusia dari 20 hingga 60 tahun,” kata Tagusari.

Tagusari mengakui bahwa salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah semacam ini tampaknya adalah dengan membatasi sumber kebisingan lingkungan di kawasan pemukiman. Warga di sekitar Pangkalan Udara Kadena telah berulang kali membawa masalah ini ke pengadilan yang berbeda, memohon solusi yang paling ideal dalam mengurangi kebisingan, tetapi hanya menerima solusi yang dianggap tidak mencukupi.

Baca juga: Stres Akibat Covid-19? Cobain Aplikasi Meditasi Khusus Corona Ini Deh

Mengingat keberadaan kebisingan lingkungan yang hampir ada di mana-mana, Tagusari sudah merencanakan dan mengorganisir lebih banyak studi tentang kebisingan dan tidur. Dalam penelitian terpisah, Tagusari akan menerapkan indeks kebisingan malam hari yang telah dirumuskannya untuk mengetahui pengaruh paparan kebisingan terhadap pertumbuhan janin dan tingkat kelahiran rendah pada ibu di seluruh Hokkaido.

Jembatan Penyeberangan Multi Guna ‘Serambi Temu’ Koneksikan Beragam Moda Transportasi

LRT Jabodebek bila tidak ada halangan akan mulai beroperasi pada Juli 2022. Karena jalurnya memiliki konektivitas dengan moda transportasi lainnya seperti Stasiun Sudirman dan MRT Jakarta, maka PT MITJ diberi amanah untuk membangun jembatannya. Di mana jembatan ini akan melintang dan melintasi Kanal Banjir Barat dan bila ditotal akan memiliki panjang 265 meter dari Stasiun LRT Dukuh Atas hingga menuju ke Stasiun Sudirman.

Baca juga: PT MITJ Benahi Empat Stasiun Integrasi, MRT Jakarta Mulai Fase 2

Direktur utama PT MITJ Tuhiyat mengatakan, pihaknya akan membangun jembatan dan merevitalisasi Stasiun Sudirman. Dia menjelaskan, MITJ diberi amanah ini sejak Februari kemarin dan langsung bergerak untuk melakukan proses pengadaan bersama konsultan untuk menyusun dokumen basic desain dan bisnis plan.

“Kami mulai proses pengadaan dan kemudian menyusun dokumen dan bisnis plan. Saat selesai sounding mitra investor kita mengadakan beauty contest dan mitra terpilih adalah Waskita bersama Vision First – KSO,” ujar Tuhiyat dalam forum jurnalis, Kamis (2/9/2021).

Sehingga dikatakan Tuhiyat, proses pembangunan konstruksi akan bisa dimulai sekarang dan diharapkan selesai Juni 2022 sebelum LRT Jabodebek beroperasi komersial secara penuh. Jembatan Penyeberangan Multi Guna (JPM) Serambi Temu ini dibangun dua lantai yang mana nantinya bangunan jembatan yang melintasi Kanal Banjir Barat hanya satu lantai.

“Yang melintas di atas Kanal Banjir Barat hanya satu lantai karena tidak diperbolehkan membuat tiang di sana. Sehingga yang dua lantai hanya di Stasiun Sudirman dan Stasiun LRT Jabodebek,” jelas Tuhiyat.

Dalam pembangunan jembatan ini ada lima prinsip yakni konektivitas antarmoda, urban experience, ruang publik inklusi, identitas baru perkotaan dan destinasi perkotaan. Tuhiyat mengatakan, sebagai destinasi baru karena masyarakat memiliki space di jembatan ini dengan menghadirkan retail, jalur pesepeda dan bisa sebagai ikon baru untuk meeting, diskusi atau hal lainnya.

Baca juga: Catat, Ini 4 Stasiun di Jakarta yang Terintegrasi dengan 6 Moda, Lima lainnya Nyusul

Tuhiyat menambahkan, ini akan menjadi komersial hub di beberapa titik jembatan. JPM sendiri setelah jadi dan bisa digunakan akan bisa menampung sekitar sembilan ribu orang pada akhir pekan dan lebih dari jumlah itu di hari biasa. Bahkan meski tidak memiliki tiang yang menyangga bangunan di atas Kanal Banjir Barat, JPM sendiri dikatakan Tuhiyat tahan gempa karena semua sudah diakomodir.

Usung Oryx Sebagai Ikon, Ini Filosofi Logo Maskapai Qatar Airways

Qatar Airways belakangan menjadi buah bibir usai kemunculan pesawat Boeing C-17 Globemaster yang menggunakan livery maskapai tersebut di Bandara Kabul, Afghanistan, belum lama ini. Padahal, itu adalah pesawat milik Angkatan Udara Qatar yang karena satu dan lain hal menggunakan livery Qatar Airways.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan C-17 Globemaster Angkatan Udara Qatar Pakai Livery Qatar Airways

Dalam tayangan video yang beredar di sosial media, terpampang jelas gambar oryx atau kijang Arab yang menjadi ikon Qatar Airways di bagian tail stabilizer. Di samping itu, tulisan livery ‘Qatar Airways’ di bagian badan pesawat juga menguatkan identitas pesawat tersebut.

Terkait Oryx (biasa juga disebut antelop), ini memang bukan sembarang hewan dan dijadikannya binatang tersebut sebagai ikon pada logo maskapai juga memiliki filosofi tinggi.

Dilansir logos-world.net, sejak didirikan pada 1993, Qatar Airways tercatat sudah tiga kali berganti logo. Tetapi, semuanya mengusung oryx sebagai ikon utamanya. Sebagai maskapai nasional, Qatar Airways juga mengusung warna kebesaran negaranya, Qatar.

Sejak tahun 1993-1997, Qatar Airways mengusung logo berwarna dasar ungu kemerah-merahan dan oryx berwarna putih. Pada logo pertama ini, sang oryx hanya ditampilkan kepalanya saja, tentu dengan tanduk khasnya. Tidak dengan leher beserta badan dan kakinya.

Barulah pada tahun 1997, Qatar Airways merevitalisasi logonya. Kali ini, logo Qatar Airways lebih lengkap dengan adanya tambahan tulisan ‘Qatar Airways’ dan kata yang sama dalam bahasa Arab.

Selain itu, pada ikon antelop oryx juga terdapat perubahan, mulai dari warna yang menjadi ungu berkode 5C0632 kombinasi putih sampai tabahan leher pada antelop. Ikon kijang Arab ini ditempatkan di atas tulisan itu di dalam lingkaran putus-putus berwarna abu-abu dengan kode 747F8A. Logo ini bertahan sampai tahun 2006.

Barulah pada tahun 2006 sampai sekarang, Qatar Airways merombak lagi logonya. Tidak terdapat perbedaan yang mencolok antara logo kedua dan logo ketiga. Bedanya hanya diukuran dimensi logo saja yang jauh lebih besar, baik pada ikon antelop oryx maupun pada tulisan Qatar Airways-nya. Kemudian, ikon antelop oryx yang semula di atas dibuat menjadi sejajara dengan tulisan yang berada di sebelah kiri.

Sebetulnya, antara logo kedua dan ketiga terdapat perbedaan font. Sayangnya tak disebutkan font keduanya. Adapun logo ketiga menggunakan font Optima Demi Bold. Khusus untuk font, pada tahun 2015, Qatar Airways menggantinya lagi dengan font Jotia dan bertahan sampai sekarang.

Penggunaan ikon antelop oryx juga didasari beberapa hal. Sebelum itu, oryx sendiri adalah genus yang terdiri dari empat spesies antelop yang disebut oryx. Tiga dari mereka adalah binatang asli bagian kering Afrika, dan sisanya di Semenanjung Arab.

Baca juga: Tahun 2030, Qatar Siap Terapkan Transportasi Nol Emisi

Maka dari itu, filosofi oryx pada logo Qatar Airways tentu saja hewan tersebut adalah binatang asli Semenjung Arab yang juga hidup di Qatar. Kedua, oryx melambangkan kecepatan tinggi.

Dengan begitu, diharapkan, perkembangan bisnis maskapai bisa melesat. Terbukti, Qatar Airways berhasil menyabet gelar bergengsi sebagai maskapai terbaik di dunia tahun 2019 versi Skytrax.

 

Stasiun Tempeh, Sisakan Bangunan Tanpa Jejak Jaringan Kereta

Indonesia memiliki jalur kereta api yang sudah dibangun sejak jaman Kolonial Belanda. Bahkan bukan hanya di Pulau Jawa tetapi juga di Sumatera. Nama stasiunnya pun cukup unik dan ada yang sama seperti nama makanan padahal itu adalah nama daerah di mana stasiun tersebut di bangun.

Baca juga: “Baso,” Bukan Cuma Makanan, Tapi Juga Nama Bekas Stasiun di Sumatera Barat

Penasaran? KabarPenumpang.com pernah menulis beberapa di antaranya yakni Stasiun Baso dan Stasiun Warung Bandrek. Namun kali ini yang akan dibahas adalah Stasiun Tempeh. Yang mana ini merupakan nama makanan dengan protein nabati asli Indonesia.

Tapi, yang akan dibahas bukanlah makanan atau kandungan di dalamnya, melainkan sejarah keberadaannya. Ini adalah sebuah stasiun yang terletak di desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Lumajang di Jawa Timur.

Stasiun bernama Tempeh ini adalah stasiun kereta non aktif dan letaknya berada di ketinggian +93 meter di atas permukaan laut dan masuk dalam wilayah aset IX Jember. Kehadiran Stasiun Tempeh, ternyata tak lepas dengan peresmian jalur kereta api dari Klakah ke Lumajang hingga di Pasirian.

Stasiun ini berdiri bersamaan dengan peresmian jalur tersebut pada tanggal 16 Mei 1896 silam. Kemudian ditutup setelah 92 tahun beroperasi atau tepatnya pada 1 Februari 1988. Penutupan ini terjadi karena seiring waktu jumlah penumpang yang mulai berkurang, baik dari Klakah maupun Lumajang.

Meski mulai berkurang kapasitas penumpangnya, stasiun ini masih menaik dan menurunkan penumpang. Penurunan jumlah penumpang terjadi karena kereta api kalah saing dengan angkutan umum dan mobil pribadi yang akhirnya membuat stasiun dan layanan kereta api di jalur di wilayah Lumajang hingga ke Balung–Rambipuji ditutup semuanya.

Baca juga: “Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta

Saat ini kondisi Stasiun Tempeh tinggal bangunan utama, yang dijadikan sebagai rumah walet dan tempat bermain kanak-kanak. Sementara jaringan rel beserta kelengkapan wesel dan persinyalannya telah habis tak bersisa. Bekas jalur relnya kini menjadi jalan kecil atau gang antarkampung.