Dorong Troli dengan Cara Unik, Wanita di Bandara Sydney Menjadi Viral

Menggunakan troli untuk mengangkut barang yang akan diambil dari claim bagasi ketika tiba di kedatangan bandara biasa dilakukan penumpang. Mereka menggunakan troli untuk mengangkut barang menuju titik penjemputan. Baca juga: Troli Tak Hanya Angkut Barang, di Bandara India Menjadi Tempat Penyelundupan Emas Namun, bagaimana jika saat penumpang yang menggunakan troli tersebut kesulitan untuk mendorongnya, bahkan harus berhenti beberapa kali untuk membenarkan troli. KabarPenumpang.com melansir dari laman foxnews.com (28/2/2019), seorang wanita tak dikenal di Bandara Sydney Australia terlihat mengalami sedikit masalah ketika menggunakan troli untuk mengambil barang di claim bagasi. Dalam video yang diunggah ke Facebook oleh seseorang di awal pekan ini, memperlihatkan kesalahan penggunaan troli tersebut dimana ia mendorong roda dan bukan pegangan yang sebenarnya. Karena hal tersebut dirinya beberapa kali berhenti dan terlihat tidak sadar ada yang salah dalam menggunakan troli itu. Video ini diunggah ke halaman Facebook Humans of Bankstown. Video yang sudah ditonton lebih dari 275 ribu kali dan dibagikan seribu kali oleh warganet tersebut mendapat komentar beragam baik itu yang menganggapnya lucu ataupun hal yang harusnya dilakukan oleh si perekam video. “Saya tidak akan berbohong dan saya mendapat sepuluh detik sebelum saya menyadari apa yang salah di video ini,” ujar seorang warganet. Yang lainnya mengatakan, ini merupakan keisengan yang dilakukan beberapa kali setelah penerbangan yang cukup panjang. Tak hanya itu ada pula yang berkomentar dirinya akan pergi ke bandara sendirian bulan depan dan takut menjadi tontonan seperti dalam video itu. Untungnya ada pula warganet yang menganggap rekaman itu tidak lucu dan komentar yang dilontarkan bukan menjadi konyol. Sebab warganet lain juga ada yang menyalahkan pembuat video karena bukannya membantu wanita itu malahan merekam hal tersebut dan membuatnya seperti hal yang konyol. “Apa yang lucu! Bisa membantunya dan masih tertawa. Taruhan, dia pasti akan tertawa juga. Tapi, kami pasti pria yang sedih bro,” tulis seseorang. “Betapa sedihnya seseorang memutuskan untuk merekamnya untuk humor alih-alih membantunya?!” tanya yang lain. Baca juga: Kualitas Dibawah Standar, Ratusan Troli di Bandara Calcutta Rusak
Dalam pembenaran untuk wanita yang terekam video itu, sebenarnya kesalahannya adalah dimana pegangan untuk mendorong dijadikan tumpuan dan roda dijadikan pegangannya. Bahkan bisa dikatakan hal ini bukan pertama kalinya kesalahan itu dibuat atau dilakukan. Salah satu warganet bahkan mengatakan banyak di komentar. “Berapa kali aku melihat orang melakukan ini …” kata seorang wanita. “Aku tidak bisa.”

Sambut Hari Raya Nyepi, Bandara Ngurah Hentikan Operasi Selama 24 Jam

Sehubungan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 yang jatuh pada hari Kamis 7 Maret 2019 mendatang, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan menghentikan pengoperasian dan tidak melayani penerbangan, untuk sementara waktu – baik rute penerbangan domestik maupun internasional. Penghentian pengoperasian bandara ini sendiri akan diberlakukan selama 24 jam, terhitung sejak Kamis, 7 Maret 2019 pukul 06.00 WITA dan akan beroperasi kembali pada Jumat, 8 Maret 2019 pada pukul 06.00 WITA. Baca Juga: Perayaan Nyepi di Bali, Bandara Ngurah Rai Tak Beroperasi Selama 24 Jam Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, selama 24 jam masa penghentian operasional bandara, maskapai dengan penerbangan berjadwal telah melakukan penyesuaian dengan tidak melakukan penjualan tiket penerbangan rute dari dan menuju Bali. “Dari data yang kami peroleh, terdapat sedikitnya 468 penerbangan yang tidak beroperasi selama penghentian operasional Bandara. Dari data tersebut, sebanyak 261 penerbangan merupakan penerbangan rute domestik dan 207 penerbangan rute internasional,” ujar Communication and Legal Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim. Dari total 468 penerbangan yang tidak beroperasi, Garuda Indonesia menjadi maskapai dengan jumlah penerbangan terbanyak, yaitu dengan total 94 penerbangan, disusul oleh Lion Air dengan total 67 penerbangan dan Indonesia AirAsia dengan total penerbangan 52 penerbangan. Di rute penerabangan domestik, penerbangan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menjadi rute tujuan dengan jumlah penerbangan tidak beroperasi terbanyak, dengan jumlah 52 penerbangan. Disusul dengan Surabaya dan Lombok dengan masing-masing 16 dan 10 penerbangan. “Terkait pengaturan jadwal penerbangan dari dan menuju Bali, kami telah bekerja sama dengan Airnav, dengan diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAMN) Nomor A5144/18 NOTAMN yang berisi pemberitahuan kepada airline dan Bandara di seluruh dunia bahwa kami akan melakukan penghentian sementara operasional Bandara selama berlangsungnya Nyepi,” lanjut Arie. Selain NOTAMN Nomor A5144/18 NOTAMN yang dikeluarkan pada tanggal 7 Desember 2018 tersebut, penghentian sementara operasional Bandara juga didasarkan pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Bali pada Hari Raya Nyepi. Baca Juga: Angkasa Pura I Bangun Base Ops dan Safe House di Lanud I Gusti Ngurah Rai Walaupun Bandara dinyatakan tidak melayani penerbangan berjadwal dan charter, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara, bekerja sama dengan stakeholder terkait, tetap menyiagakan personel untuk melayani penerbangan yang bersifat darurat seperti emergency landing atau evakuasi medis.

Garuda Indonesia Canangkan Penerbangan Langsung Denpasar – Moskow

Sebagai national flight carrier, Garuda Indonesia memiliki rencana melebarkan sayapnya ke salah satu negara di Eropa. Rute ini sendiri adalah penerbangan langsung dari Denpasar, Bali menuju ke Moskow di Rusia. Rencana ini sebenarnya sudah dipikirkan oleh Garuda Indonesia ada sejak 2017 lalu. Baca juga:  Garuda Indonesia Turunkan Harga Tiket Jakarta-Padang Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Rusia, Wahid Supriyadi mengatakan, penjajakan untuk rute penerbangan langsung ini sendiri sudah mencapai tahap final dengan pihak Rusia. Namun saat itu ada pergantian di manajemen internal Garuda Indonesia sehingga rencana ini sempat batal. Hingga akhirnya rencana tersebut kembali mencuat ke permukaan dengan rute Denpasar-Moskow pada tahun 2018 lalu. Dimana saat itu maskapai Rusia sudah mulai membuka penerbangan langsung mereka tiga kali seminggu yang berangkat dari Moskow ke Denpasar. “Garuda sedang menjajaki terbang langsung, dari Denpasar ke Moskow, CEO Garuda sudah datang ke Moskow untuk membahas hal ini,” ujar Wahid yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman sumber okezone.com (28/2/2019). Wahid menambahkan, target terkait penerbangan langsung rute Denpasar ke Moskow sendiri akan selesai pada Mei atau Juni mendatang. Rencananya Garuda Indonesia akan membuka penerbangan rute ini tiga kali dalam seminggu ke Rusia. “Jadi saya optimistis, karena kaitanya itu bukan hanya penumpang saja. Kalau Garuda terbang kita bisa ekspor buahan-buahan tropis, yang harganya mahal sekali di sana. Kita bisa banyak sekali untuk ekspor dan kompetitor kita belum begitu banyak. Jadi banyak sekali peluang selain dengan turisme,” ujarnya. Sebelum Garuda, ternyata dua maskapai besar Rusia, Aeroflot dan Rossiya Airlines telah membuka penerbangan langsung mereka ke Denpasar pada Oktober 2018 lalu. Kehadiran penerbangan langsung dua maskapai ini melalui perjanjian codeshare dan penerbangan langsung ini memakan waktu tempuh 12 jam. Baca juga: Siap-Siap! Juni 2019 Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Langsung Makassar – Jepang Peluncuran penerbangan langsung ini disambut baik oleh Kedutaan Besar Indonesia di Rusia yang berharap bisa meningkatkan jumlah pelancong Rusia ke Indonesia dimana tahun 2017 pengunjung mencapai 110.529 atau meningkat 37,28 persen dari tahun lalu. Kedua maskapai ini juga bisa memberi peluang bagi Indonesia mengekspor buah-buahan tropis ke Rusia.

Siap Layani Penumpang, PT MRT Jakarta Kerahkan 3 Shift Karyawan di Setiap Stasiun

Dengan beragam persiapan, kereta MRT Jakarta rencananya akan mulai beroperasi penuh pada akhir Maret 2019. Sebagai moda transportasi yang benar-benar baru di Republik ini, maka ada sejumlah fakta unik yang terkait MRT yang teknologinya berasal dari Jepang ini. Salah satunya adalah tentang komposisi tenaga kerja yang akan melayani di setiap stasiun. Baca juga: Jamin Kelancaran Saat Uji Coba Gratis, PT MRT Jakarta Berlakukan Kuota Penumpang Per Hari Berdasarkan penuturan Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar, disebutkan bahwa di setiap stasiun MRT nantinya jumlah tenaga kerja akan dibagi ke dalam 3 shift, dimana setiap shift akan terdiri dari 12 sampai 24 orang. “Banyaknya jumlah personel pada tiap shift akan diperhitungkan dari besar kecilnya area stasiun,” ujar William. Adapun komposisi kekuatan pada tiap shift, dipimpin oleh seorang station manager yang membawahi staf keamanan dan staf kebersihihan (cleaning service). Pembagian tiga shift ini sendiri dikarenakan MRT Jakarta akan mulai beroperasi sejak pukul 05.00 pagi hingga 24.00 WIB. Pengoperasian keretanya sendiri akan ada sepuluh menit sekali dari setiap stasiun. Dari 13 stasiun, masing-masing akan berbeda jumlah sumber daya manusianya yang akan menjalankan dalam tiga shift tersebut. Berikut ini dirangkum KabarPenumpang.com dari data MRT Jakarta, stasiun Lebak Bulus akan berisikan 18 orang dimana enam diantaranya ada stasiun tim yang terdiri dari stasiun manajer, staf stasiun dan cleaning service dan 12 lainnya adalah petugas keamanan. Stasiun Fatmawati ada 17 orang, lima orang stasiun tim dan 12 keamanan. Stasiun Cipete 17 orang, Stasiun Haji Nawi 17 orang, Stasiun Blok A 18 orang, Stasiun Blok M 19 orang, Stasiun Sisingamangaraja 15 orang dan Stasiun Senayan 13 orang. Sedangkan di Stasiun Istora Senayan, Benhil dan Setiabudi memiliki jumlah yang sama yakni 13 orang. Untuk Stasiun Dukuh Atas 16 orang dan Bundaran HI 17 orang. Pembagian per shift ini akan dilaksanakan ketika MRT Jakarta sudah resmi beroperasi di Maret mendatang. Tak hanya itu, saat ini 17 instruktur masinis, 54 masinis dan 12 pengendali OCC sudah dinyatakan lulus sertifikasi pada 11 Februari 2019 kemarin. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, untuk uji coba yang akan mulai beroperasi bagi masyarakat secara gratis sejak 12 Maret besok pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. “Waktu operasional pelibatannya pun mulai dari 08.00 hingga 16.00 WIB. Kami juga akan mulai uji coba pada 12 Maret dengan kuota dari 4000 orang perhari hingga jumlah 28.800 orang di 24 Maret atau sebelum benar-benar beroperasi,” ujar William. Bagi masyarakat yang akan menjadi penumpang dalam uji coba bisa mendaftarkan diri secara online di webstie resmi PT MRT Jakarta yakni www.jakartamrt.co.id/ayocobamrtj. Nantinya masyarakat sebagai calon penumpang akan mengisi nama, umur, jenis kelamin dan identitas lainnya. Kemudian mendaftarkan rencana perjalanan yakni waktu dan stasiun keberangkatan. Baca juga: MRT Jakarta Siapkan Langkah Keselamatan dan Sediakan Ruang Medis Calon penumpang nantinya akan menerima email konfirmasi yang berisi rincian informasi dan QR Code. Tiba di stasiun, penumpang membawa hard copy email konfirmasi dan menunjukkan QR Code ke petugas stasiun. Tak hanya itu penumpang juga akan mendapat stiker yang disesuaikan dengan waktu kedatangan di stasiun yakni merah pukul 08.00-10.00, biru pukul 10.00-12.00, kuning 12.00-14.00 dan hijau pukul 14.00-16.00.

Qishuyan DF11Z, Inilah Lokomotif Diesel Listrik Penarik Kereta Kim Jong Un Ke Vietnam

Pertemuan bilateral antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Hanoi, Vietnam baru saja usai. Dan fokus media tidak hanya terfokus pada pertemuannya saja, sorotan kamera media juga tidak terlepas dari armada yang digunakan oleh kedua pimpinan negara ini. Jika Trump sudah jelas menggunakan Air Force One, sedangkan Kim lebih memilih untuk menempuh perjalanan sejauh 4023 km dari Pyongyang dengan menggunakan kereta berlapis baja miliknya. Baca Juga: Setelah Menempuh Jarak 4023 Km, Kereta Kim Jong Un Tiba di Vietnam Selasa Pagi Perjalanan selama 65 jam dari Pyongyang menuju Dong Dang – stasiun tempat perjalanan Kim dengan menggunakan kereta berakhir, tentu tidak bisa dilakoni oleh sembarang lokomotif. Diperlukan beberapa spesifikasi khusus guna menyanggupi permintaan sang Empunya kereta. Nah, KabarPenumpang.com mengutip dari laman chinesemodeltrains.com, adalah Red Star Model DF11Z, lokomotif yang digunakan pihak Korea Utara untuk ‘menarik’ Kim Jong Un beserta rombongan dari Pyongyang menuju Vietnam. Lokomotif bertenaga diesel-elektrik ini awalnya dibangun oleh perusahaan asal Cina bernama Qishuyan Locomotive Works dan diperuntukkan sebagai penarik angkutan penumpang. Lokomotif ini sendiri mengular di jalur yang memiliki bentang rel (gauge) 1.435 mm, dengan diameter roda sebesar 1.050 mm. Baca Juga: Mengapa Kim Jong Un ‘Lebih Senang’ Naik Kereta Ketimbang Pesawat? Ini Dia Spekulasi yang Beredar! DF11Z sendiri memiliki dimensi 20,15 m (panjang), 3,3 m (lebar), dan 4,7 m (tinggi) dan dipercaya mampu mengular hingga kecepatan 170 km per jam. Lokomotif yang mulai diproduksi secara massal sejak tahun 1992 ini menggunakan transmisi electric AC – DC drives serta straight air dan electrical brake sebagai sistem pengeremannya. Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, hanya lokomotif dan rangkaian gerbong milik Kim Jong Un saja yang dilapisi oleh baja – guna memastikan keamanan dari sang Supreme Leader dari ancaman. Lokomotif DF11Z juga dilengkapi dengan mesin diesel 16V280ZJA, synchronous main alternator JF204C dan motor traksi ZD106 yang membuatnya bisa mengular dengan kecepatan yang stabil di angka 65,6 km per jam. Adapun power output dari lokomotif ini berada di angka 3.610 kW (4.840hp), dan mengalami penyusutan ke angka 3.040 kW (4.080hp) ketika berada di lintasan.

Kali Ini Gigi Manusia Ditemukan di Dalam Makanan Singapore Airlines

Pernah menemukan hal yang janggal ketika mendapat makanan di pesawat? Mungkin tidak pernah Anda rasakan, tetapi beberapa orang kerap kali menemukan hal yang janggal seperti rambut, kecoa dan ulat atau belatung di dalamnya. Baru-baru ini hal janggal tersebut ditemukan di dalam makanan di penerbangan Singapore Airlines (SIA). Baca juga: Setelah Insiden Kecoa, Kini Belatung Hidup ‘Tersaji’ di Makanan Pakistan International Airlines Seorang penumpang menemukan gigi manusia di makanan yang diterimanya dalam penerbangan bersama maskapai Singapura tersebut. Saat itu dirinya tengah terbang dari Wellington menuju Melboure hari Selasa, 26 Februari 2019 kemarin. “Singapore Airlines menyadari bahwa seorang pelanggan yang bepergian dengan penerbangan SQ248 dari Wellington ke Melbourne pada Selasa, 26 Februari, menemukan benda yang tampaknya menjadi benda asing dalam makanan mereka,” ujar juru bicara SIA yang dikutip KabarPenumpang.com daro laman channelnewsasia.com (27/2/2019). Pernyataan dari pihak SIA ini menjadi tanggapan terhadap laporan bahwa seorang pria menemukan benda seperti gigi manusia dalam makanannya di pesawat saat akan pergi. Bradley Button mengatakan dirinya saat itu sedang makan nasi dalam penerbangan ketika dia mendengar gertakan dan mengeluarkan gigi. “Pramugari yang melayani saya ini bersikeras bahwa dia harus membawa makanan itu pergi untuk pengujian dan mengatakan kepada saya bahwa itu adalah batu kecil tanpa bayang-bayang keraguan gigi,” ujar Button. Button mengaku dirinya sudah mengajukan keluhannya itu pada pihak maskapai secara resmi dan tak berkomentar lebih lanjut. Tak hanya menanggapi keluhan penumpang, pihak SIA sendiri sedang melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut dan sudah mengirim gigi manusia itu untuk dianalisis. “Begitu hasil analisis diketahui, kami akan menentukan tindakan apa yang paling tepat untuk dilakukan,” kata juru bicara itu. Maskapai penerbangan juga meminta maaf kepada Mr Button atas pengalaman negatif dan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. “Kami berharap semua makanan memenuhi standar tinggi secara konsisten dan kami kecewa dengan penemuan ini.” Baca juga: Menjijikan, Ada Kecoa di Makanan ‘Bersegel’ Pada Penerbangan Full Service Air India Tak hanya gigi manusia, beberapa waktu lalu dalam penerbangan maskapai India ditemukan kecoa dan, seekor belatung hidup dalam makanan di Pakistan Internasional Airlines. Belatung hidup itu ditemukan dalam penerbangan menuju ke London di dalam kheer sebelum dimakan.

Ikuti Lion Air, PT Pelni Terapkan Sistem Bagasi Berbayar, Cek Ketentuannya di Sini!

Setelah kabar tentang mulai diberlakukannya regulasi bagasi berbayar di sejumlah penerbangan oleh maskapai domestik seperti Lion Air dan Citilink Indonesia, kini giliran PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang juga mulai menerapkan program ‘Redpack’ (responsibility excellent delivery) dalam melayani barang bawaan penumpang dengan dikenakan biaya. Baca Juga: Pelni Hadirkan WiFi Gratis di 18 Armada Kapalnya Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Capt Akhmad Sadikin mengatakan program memberi label pada barang bawaan penumpang seperti halnya penumpang maskapai penerbangan adalah untuk lebih mempermudah pengguna jasa kapal laut itu agar tidak repot akan barang bawaannya yang berlebihan. “Jadi nanti itu kami beri label. Cukup dilaporkan ke Pelni untuk ditimbang dan dibayar sesuai kriteria. Jadi kami layani penumpang sehingga mereka tidak repot-repot dengan barang bawaan,” ujar Capt Akhmad. Terkait biaya yang akan dikenakan dalam pengiriman barang yang akan dibawa melalui kapal milik perusahaan BUMN tersebut, kata dia, tergantung jauh dan dekatnya tujuan penumpang hingga disesuaikan dengan kriteria yang ada. “Jadi mereka bisa tinggal menyampaikan apakah barangnya mau diterima di pelabuhan tujuan atau bisa di tempat tinggalnya, tergantung dari transaksinya,” tandas Capt Akhmad, seraya menyebutkan Pelni baru merintis usaha barang bawaan penumpang itu. Ia juga mengatakan penumpang yang membawa barang seberat 50 kilogram untuk dipakai selama perjalanan di atas kapal tidak dipungut biaya alias gratis. Yang dimaksud bagasi gratis ini adalah barang bawaan penumpang berupa barang jinjingan, dapat diangkat dengan satu tangan oleh penumpang bertiket, dan tidak membutuhkan bantuan orang lain, serta tidak boleh diseret atau dipikul saat embarkasi atau naik ke kapal. “Program ini sudah dilaksanakan pada awal tahun ini dan telah ada penumpang yang memanfaatkannya. Namun kami masih terus menyosialisasikannya dengan memberikan pemahaman kepada calon penumpang,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Ridwan Mandaliko lebih merinci mengenai aturan barang bawaan yang tidak dikenakan bea ini. “Pelni mengatur ukuran volume bagasi bebas bea dengan ukuran maksimal 0,175 meter kubik atau 30 cm x 30 cm x 30 cm atau setara satu koper atau koli dengan berat maksimal 50 kilogram,” terang Ridwan. Baca Juga: Garap Wisata Bahari, Pelni Canangkan Layanan Kapal Pesiar Dikatakannya pula, program ‘Redpack’ tersebut tidak hanya diberlakukan oleh Pelni Baubau, tetapi seluruh cabang Pelni telah melaksanakan itu. Sementara itu, Kepala Seksi Lalu lintas Angkutan Laut dan Pelayanan Jasa Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas 1 Baubau Suparno mengatakan pihaknya mendukung program pengiriman barang yang rencana akan diberlakukan oleh Pelni. “Kami sangat setuju karena di situ nanti ada suatu ketertiban dan kenyamanan penumpang. dan ini baru sosialisasi,” ujarnya.  

Jamin Kelancaran Saat Uji Coba Gratis, PT MRT Jakarta Berlakukan Kuota Penumpang Per Hari

Lewat pendaftaran online yang akan dibuka pada 5 Maret mendatang, maka mulai 12 Maret 2019, PT MRT Jakarta akan mengundang warga masyarakat untuk menjajal sensasi naik MRT Jakarta secara gratis. Meski membuka kesempatan seluas-luasnya pada warga, namun perlu diketahui bahwa PT MRT Jakarta akan memberlakukan kuota penumpang per hari. Dan besarnya kuota tidak sama tiap hari, melainkan akan meningkat secara bertahap menyesuaikan kapasitas kereta dan stasiun. Baca juga: MRT Jakarta Siapkan Langkah Keselamatan dan Sediakan Ruang Medis Hal tersebut dijelaskan secara rinci oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar dalam acara jumpa media hari ini (29/2/2019) di Stasiun Bunderan Hotel Indonesia. “Uji coba MRT dengan mengundang warga akan dilakukan lewat langkah-langkah yang ditentukan, seperti di masa-masa awal kuota peserta akan dibatasi,” ujar William. Ini dimaksudkan untuk mengukur dan memantau beban dari kemampuan yang ada. Alurnya, setelah peserta berhasil mendapatkan QR code lewat email, dan membawa hard copy-nya ke stasiun, maka peserta bisa mendatangi stasiun keberangkatan yang dituju. Pada awal registrasi sudah dapat ditentukan stasiun keberangkatan yang dipilih, sementara stasiun turun bebas di mana saja. Terkait kuota, bila jatah satu hari sudah terpenuhi, maka calon penumpang yang ingin menjajal MRT akan ditawarkan untuk memilih jadwal hari lain, begitu juga dengan pilihan stasiun keberangkatan. Meski nantinya MRT Jakarta beroperasi dari pukul 05.00 sampai 24.00 WIB, tapi saat uji coba gratis MRT Jakarta hanya melayani ‘jalan-jalan’ warga mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Untuk melakukan evaluasi, nantinya penumpang akan mendapatkan stiker yang telah disesuaikan dengan waktu kedatangan, seperti stiker merah untuk keberangkatan pukul 08.00 – 10.00, stiker biru pukul 10.00 – 12.00, stiker kuning pukul 12.00 – 14.00, dan stiker hijau pukul 14.00 – 16.00. Rencananya uji coba gratis naik MRT Jakarta akan berlangsung dari 12 – 24 Maret 2014. Baca juga: Anda Mau Coba MRT Jakarta Gratis? Jangan Lupa Daftar Pada 5 Maret 2019 Dalam satu hari, dipersiapkan 98 perjalanan dengan 7 rangkaian MRT. Penumpang dapat menikmati headway atau jeda antar keberangakatan kereta dengan tenggat per 10 menit. Bagi yang penasaran dengan kuota yang diterapkan PT MRT Jakarta, simak pada tabel di bawah ini.

Garuda Indonesia Turunkan Harga Tiket Jakarta-Padang

Maskapai plat merah Garuda Indonesia pada hari Kamis (28/2/2019) mulai menurunkan tarif tiket pesawat rute penerbangan Jakarta menuju ke Padang PP. Tiket ini sendiri akan dijual mulai harga Rp999.999 sekali jalan (one way) dan lebih rendah 40 persen dari harga normal. Baca juga: Ikutan Menjerit Karena Harga Tiket Pesawat Mahal? Cek Dulu Penyebabnya! Harga ini sendiri belum termasuk dengan ppn, psc, asuransi dan berlaku hingga 12 April 2019 mendatang dengan kondisi tertentu. Direktur Human Capital Garuda Indonesia, Heri Akhyar mengatakan pihaknya berkomitmen melakukan penurunan harga tiket pesawat. Penurunan ini sendiri sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian. “Sebagai national flag carrier, kami menyadari sepenuhnya akan peran penting maskapai penerbangan dalam mendukung pertumbuhan pariwisata daerah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat khususnya melalui penyediaan akses konektivitas udara yang terjangkau,” ujar Heri yang dikutip KabarPenumpang.com melalui siaran pers yang diterima, Kamis (28//2/2019). Dia menambahkan, pihaknya akan terus memastikan bahwa penurunan harga menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia dalam menyediakan pelayanan maskapai bintang lima dengan tarif kompetitif sehingga mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Namun, hingga saat ini maskapai tersebut belum bisa memastikan akan menurunkan tarif rute mana saja yang akan turun. “Sementara rute Padang dulu. Sebelumnya sudah ada penurunan harga tiket yang 20 persen,” ujar VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan. Diketahui, beberapa waktu lalu harga tiket pesawat cukup mahal dan ini dikeluhkan oleh masyarakat. Bahkan setelah adanya keluhan tersebut, Januari kemarin sejumlah maskapai penerbangan nasional mengaku sudah menurunkan harga tiket mereka. Tak hanya itu Garuda Indonesia Group sendiri yang menaungi masskapai Garuda Indonesia, Citilink dan Sriwijaya Air sudah dua kali menurunkan harga tiketnya. Baca juga: Boeing 737 Garuda Indonesia Dipasangi Livery Mitsubishi Xpander! Ada Apa? Kenaikan tiket pesawat bisa dari beberapa faktor, salah satunya adalah kontribusi harga avtur terhadap biaya operasional maskapai sebesar 25-45 persen. Selain itu biaya sewa atau cicil pesawat sebesar 25-30 persen. Sisanya adalah biaya para pekerja dan jasa di bandara.

Ternyata, Kereta Kenegaraan Kim Jong Un Tidak Lepas dari Peran dan Dukungan Cina

Kunjungan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un ke Vietnam pada Selasa (26/2/2019) memang patut mendapat sorotan lebih. Terutama ketika terungkap fakta bahwa sang diktator menggunakan kereta api sebagai moda pilihannya untuk menyambangi negara berjuluk Vietnam Rose ini. Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, ini merupakan lawatan kedua sang Supreme Leader guna bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Baca Juga: Mengapa Kim Jong Un ‘Lebih Senang’ Naik Kereta Ketimbang Pesawat? Ini Dia Spekulasi yang Beredar! Selain itu, ini juga merupakan kesekian kalinya Korea Utara mendapat bantuan dari Cina, sekutunya, dalam urusan menyediakan moda transportasi guna melakukan pertemuan di negara lain. Sebelumnya, pada Juni kemarin, Kim Jong Un mendapatkan bantuan dari pihak Cina berupa peminjaman armada Boeing 747 milik Air China guna memenuhi undangan pertemuan dengan Trump di Singapura. Dalam lawatannya kali ini juga, Kim Jong Un tidak terlepas dari bantuan pihak Cina, dimana Negeri Tirai Bambu membantunya dalam urusan penyediaan armada kereta yang seusai dengan kriteria sang diktator. Ya, rangkaian kereta berwarna hijau tentara dengan nomor DF11Z, menggunakan mesin diesel buatan Cina yang berlogo China Railway Corporation milik negara. Bahkan, menurut salah satu mantan intelijen Korea Selatan, Nam Sung-wook mengatakan bahwa kereta ini benar-benar bisa berjalan berkat bantuan Cina. “Ini merupakan full service dari Xi Jinping (Presiden Cina),” ujar Nam Sung-wook. “Kim tidak bisa bepergian tanpa perlakuan khusus Cina,” tandasnya. Sebagaimana yang diketahui bersama, dalam kunjungannya kali ini, Kim Jong Un hanya menggunakan kereta sampai Dong Dang, Vietnam – padahal ia bisa mengular sampai ke Hanoi. Jawabannya adalah karena bentang rel (gauge) yang tidak sama antara rute Pyongyang – Dong Dang dan Dong Dang – Hanoi. Berdasarkan peta persebaran jalur kereta di wilayah Asia Tenggara yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman unescap.org, tampak bentang rel dari Pyongyang – Dong Dang berukuran 1.435 mm, sedangkan dari Dong Dang – Hanoi memiliki bentang rel yang berukuran 1.000 mm.
Sumber: unescap.org
Dapat Anda lihat pada gambar di atas, jalur kereta yang berwarna hijau itu tersambung ke sebelah utara (Korea Utara), dan ujung dari jalur hijau tersebut berujung di Dong Dang – tempat Kim Jong Un mengakhiri perjalanan panjangnya dari Pyongyang. Perjalanan sejauh 4023 km dengan menggunakan tentu saja menimbulkan serangkaian pertanyaan besar, salah satunya adalah, “apakah lokomotif Kim Jong Un mengalami pergantian selama menempuh perjalanan tersebut?” Baca Juga: Setelah Menempuh Jarak 4023 Km, Kereta Kim Jong Un Tiba di Vietnam Selasa Pagi Walaupun belum ada media yang bisa memastikan apakah pertanyaan tersebut memiliki jawaban “iya” atau “tidak”, namun salah satu media lokal Cina mengabarkan bahwa mereka mendapati kereta yang digunakan oleh Kim Jong Un tengah break di salah satu stasiun di Cina. Jadi diasumsikan, Kim tidak mengganti rangkaian keretanya dan hanya beristirahat guna cooling down mesin keretanya.