Punya Kinerja yang Menggiurkan, AirAsia Indonesia Berniat Akuisisi Citilink

Benarkah PT AirAsia Indonesia akan mengakuisisi Citilink Indonesia? Kemudian apa yang melatarbelakangi maskapai asal Malaysia ini ingin mengakuisisi anak perusahaan PT Garuda Indonesia tersebut? Baca juga: Citilink Gunakan ATR 72-600 untuk Rute Bandung dan Lampung Awalnya AirAsia Indonesia memiliki rencana mengakuisisi maskapai hijau ini sebagai bagian rencana kerja sama operasi (KSO) dengan Garuda Indonesia dan bisa terwujud jika maskapai plat merah tersebut melepasnya. Apalagi maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink memiliki tingkat keterisian atau load faktor 80 persen di tahun 2018 dan berlanjut hingga dua bulan pertama tahun 2019 ini. Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo mengatakan, tahun 2018 pihaknya mencapai kinerja yang postif, sehingga mereka optimis mencatatkan hasil positif di kuartal I tahun 2019 yang merupakan kuartal lemah. “Citilink sudah menerbangkan 15 juta penumpang selama tahun 2018 dan ini naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 12,3 juta penumpang,” ujar Juliandra yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber. Bahkan Juliandra menyampaikan, untuk tahun 2019 ini, Citilink sendiri optimis mampu mencapai target pengangkutan 18 juta penumpang hingga akhir tahun. Citilink juga meningkatkan pertumbuhan volume produksinyaa sebesar 17 persen di 2018 dibandingkan 2017 lalu. Hasil data dari Center for Aviation (CAPA) menyebutkan, Citilink adalah maskapai LCC terbesar kedua di Indonesia yang memiliki armada sebanyak 61 pesawat. Sedangkan tingkat ketepatan waktu penerbangan atau OTP untuk Januari-Februari 2019 sudah tercatat 91,7 persen. “Kami di tahun 2019 ini telah membuka berbagai rute internasional lainnya di Asia maupun domestik. Tak hanya itu pesawat ATR yang dioperasikan milik Garuda Indonesia juga membuka dua rute domestik yakni Tanjungkarang-Halim dan Bandung-Halim,” jelasnya. Nantinya 17 pesawat ATR akan dioperasikan Citilink sehingga akan ada rute-rute baru dibuka. Terkait akuisisi yang akan dilakukan AirAsia, Juliandra belum menanggapiya dan dari hasil laporan keuangan PT Garuda Indonesia, per September tercatat kepemilikian Garuda di Citilink sendiri mencapai 99,9 persen. Baca juga: Horee! Garuda Indonesia, Citilink dan Sriwijaya Air Turunkan Harga Tiket 20 Persen di Semua Rute “Belum ada arahan dari pemegang saham Citilink, baik Garuda Indonesia maupun Kementerian BUMN untuk menggandeng partner strategis dalam pengembangan usaha untuk rencana jangka panjang,” tutur Juliandra. Untuk market share, di banding maskapai domestik lainnya, Citilink mencatatkan market share tertinggi kedua di kelas LCC yaitu sebesar 14,29 persen pada tahun 2018. Jumlah ini meningkat dari tahun 2017 sebesar 12,62 persen. Sedangkan pangsa pasar Garuda turun menjadi 26,9 persen dari 2017 sebesar 29 persen.

Startup Asal Australia Canangkan Perakitan Wahana Transportasi ‘Dua Alam’

Era mobil terbang kini siap untuk merebut ceruk pasar mobil konvensional. Menawarkan kemudahan bermobilisasi tanpa harus terkena macet di jalan, plus penggunaan tenaga listrik yang dinilai jauh lebih ‘bersahabat dengan alam’ ketimbang bahan bakar fosil – sudah barang tentu kendaraan semacam ini seolah memberikan tawaran yang menggiurkan bagi setiap orang yang sudah penat dengan kemacetan dan polusi udara yang semakin menjadi belakangan ini. Baca Juga: BlackFly, Moda VTOL Personal dengan Fleksibilitas Tinggi Seolah enggan kehilangan momen yang sedang ramai dibicarakan ini, sebuah startup asal Australia, Macchina Volantis mengumumkan kesiapan dirinya untuk turun dalam persaingan menghadirkan moda Vertical Take Off Landing (VTOL). Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (28/2/2019), sebenarnya kendaraan semacam ini mirip dengan apa yang tengah dikembangkan oleh Airbus, dimana moda ini memiliki kapasitas untuk lima penumpang dengna masing-masing bagasi yang diperbolehkan untuk masuk ke dalam adalah 25 kg. Moda yang bisa merangkap juga sebagai mobil ini tidak terlalu unggul di darat, karena hanya mampu mencapai kecepatan maksimum 60 km per jam saja. Kendati begitu, Stephen Fries selaku CEO dari Macchina Volantis mengaku bahwa kendaraan ini memiliki keunggulan di jalur udara, bukan di darat. “Ini seperti problem fixer, saya sudah benar-benar muak dengan kondisi lalu lintas darat yang sudah carut-marut,” ujar Stephen. Ketika menjadi moda darat, kendaraan rancangan Stephen ini bisa dibilang cukup ringkas, karena bisa masuk ke dalam garasi atau tempat parkir yang sempit. Namun akan berbeda cerita ketika moda ini berubah menjadi moda udara, dimana sebuah sayap akan mengembang dari bagian atas moda dan siap untuk mengudara. Di setiap ujung kendaraan memilliki baling-baling yang memiliki dua motor listrik dengan kapasitas 60-kilowatt (80 hp). Setiap motor mendapatkan paket baterai sendiri untuk redundansi. Baca Juga: Kembangkan Wahana VTOL, Uber Gandeng NASA dan Angkatan Darat AS Ketika moda ini sudah mulai mengudara, Anda akan bergerak maju dengan kecepatan mencapai 65 knot. Mengingat Stephen terinspirasi dari pesawat terbang yang memiliki kecepatan jelajah 150 knot (278 km per jam) dan jangkauan lebih dari 1.000 mil ( 1.600 km), maka Stephen mengaplikasikan tangki bahan bakar diesel berkapasitas 100 liter agar moda ini bisa menjelajah lebih jauh daripada moda serupa yang tengah dimatangkan oleh perusahaan lain. Mengenai tanggal perilisannya, Stephen enggan berkomentar lebih jauh dan dirinya mengaku tengah mematangkan konsep mobil terbangnya ini sehingga mampu menguasai ceruk pasar di masa yang akan datang.

Pasca Duel Udara dengan India, Pakistan Mulai Buka Blokade Udara Secara Terbatas

Pada 27 Februari lalu telah terjadi ketegangan tingkat tinggi antara Pakistan dan India, pangkal musababnya adalah terjadinya duel udara jarak dekat (dogfight) antara jet tempur kedua negara di atas langsit Kashmir. Beberapa jet tempur dari Pakistan dan India dilaporkan berhasil ditembak jatuh dalam peristiwa tersebut. Baca Juga: Ilan and Asaf Ramon International Airport, Bandara Terbaru di Israel Yang Serba Unggul Buntut dari duel di udara tersebut langsung berimbas pada penerbangan sipil. Seperti Pakistan yang melakukan blokade udara pasca insiden tersebut. Akibat bloade udara, maka beberapa penerbangan sipil mengalami hambatan untuk pergi dan datang ke Pakistan. Dan setelah selang seminggu, akhirnya Pakistan telah membuka kembali wilayah udaranya untuk sementara waktu agar sejumlah maskapai dapat melayani penerbangannya kembali dari dan menuju Arab Saudi dan UEA. Sementara itu, flag carrier mereka, Pakistan International Airlines (PIA) yang sebelumnya mengumumkan tentang penutupan rute udara ini, mengkonfirmasi bahwa jalur udara Pakistan akan dibuka sementara untuk Arab Saudi dan UEA berdasarkan “prioritas”. Merespon hal tersebut, regulator penerbangan Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan telah mencabut sebagian larangan penerbangannya menuju Pakistan. Dengan diberlakukannya putusan ini, maka akan memungkinkan maskapai penerbangan nasional untuk melanjutkan penerbangan menuju Karachi, Islamabad dan Peshawar. General Civil Aviation Authority (GCAA) UEA mengatakan keputusan itu mengikuti stabilitas di wilayah udara Pakistan. “Situasi mengenai bandara Pakistan lainnya akan ditinjau kemudian hari,” tutur GCAA, seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thenational.ae (2/3/2019). Sementara itu, salah satu maskapai yang melayani rute penerabangan tersebut, Emirates menyampaikan dalam sebuah pernyataan tertulis, “Penerbangan dari dan menuju Karachi, Islamabad, dan Peshawar tidak lagi terpengaruh oleh penutupan (rute penerbangan),” Sebelumnya, penerbangan Emirates di rute Sialkot – Lahore mengalami pembatalan mengudara pada Senin (4/3/2019), dimana hal ini menjadi salah satu contoh dampak dari pelarangan mengudara tersebut. Lain cerita dengan maskapai asal Timur Tengah lainnya, Etihad Airways. Maskapai yang berbasis di Khalifa City, Abu Dhabi ini mengatakan bahwa akan meningkatkan load factor dengan cara menggunakan pesawat yang lebih besar di semua rute penerbangannya menuju Pakistan – kecuali Lahore. Hal ini ditempuh pihak maskapai agar mereka dapat mengakomodasi penumpang yang sebelumnya terdampak ‘isolasi’ wilayah udara Pakistan ini. Menurut laman resmi Etihad, layanan penerbangan menuju Lahore dibatalkan hingga tanggal 3 Maret 2019 kemarin. Baca Juga: Berdasarkan Indeks Keamanan, Inilah 10 Negara Teraman Untuk Dikunjungi Dalam sebuah cuitannya di jejaring sosial Twitter, PIA mengatakan: “PIA telah memutuskan untuk mengembalikan beberapa penerbangan dari Arab Saudi dan UEA berdasarkan pembukaan sementara batas maskapai Pakistan.” Adapun kicauan tersebut mencantumkan tiga penerbangan dari Jeddah, Madinah, dan Dubai yang terbang ke Karachi.

Seorang Desainer Action Figure Merasa Idenya Dicuri Funko dan Singapore Airlines

Bagi Anda para pecinta action figure, tentu tidak asing lagi dengan yang namanya Funko. Ya, merek dagang ini memang tengah naik daun berkat transformasi dari karakter-karakter terkenal dari layar kaca atau media lain ke dalam bentuk action figure dengan bentuk yang lucu dan menggemaskan. Merek dagang asal Evertt, Washington ini dikabarkan pernah mendesain action figure dengan awak kabin Singapore Airlines sebagai modelnya. Tapi ternyata, chibi-style action figure awak kabin tersebut mencontek hasil kerja dari seorang desainer lokal, Keith Lee. Baca Juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch KabarPenumpang.com melansir dari laman marketing-interactive.com (28/2/2019), Keith Lee mengatakan bahwa dirinya pernah mengajukan desain awak kabin flag carrier Singapura ini kepada maskapai berkode SIA ini dan Funko di tahun 2015, namun ditolak. Tiga tahun berselang – tepatnya pada Februari 2018, Keith Lee kaget karena ide yang ditolaknya tersebut dijajakan di KrisShop, sebuah situs belanja online milik Singapore Airlines. Action figure tersebut dijajakan dengan harga SGD$29 atau sekitar Rp300.000, Keith Lee merasa tidak puas cenderung kecewa terhadap langkah yang diaanggapnya sebagai salah satu bentuk pencurian ide kreatif ini. Bahkan, nama Keith Lee tidak disematkan oleh Funko sebagai bentuk penghargaan terhadap ide kreatifnya. Keith Lee pun lalu menyuarakan kekecewaannya tersebut di akun Facebook pribadinya. Sembari memasang foto action figure awak kabin Singapore Airlines yang pernah ia desain, Keith menyebutkan ,”Mereka menyebutkan bahwa imitasi merupakan sebuah bentuk sanjungan tertinggi. Saya kira agak menggembirakan melihat bayi Anda tumbuh dewasa tanpa Anda. Sebuah perbedaan yang sangat signifikan dalam waktu hitungan tahun saja #expectationvsreality #10yearschallenge,” Keith Lee menambahkan bahwa ia telah mengusulkan desain produk ini pada tahun 2015 sebagai bagian dari perayaan SG50. Namun sayang, proposal yang diajukan Keith Lee ditolak dengan alasan bahwa margin keuntungan akan terlalu rendah untuk Krisshop. Baca Juga: Kali Ini Gigi Manusia Ditemukan di Dalam Makanan Singapore Airlines Menanggapi hal ini, pihak SIA membenarkan bahwa barang tersebut merupakan hasil desain oleh salah satu vendor yang bekerja sama dengannya. Tanggapan yang membludak dari netizen perihal perkara ini seolah semakin memojokkan posisi dari SIA. Namun pihak maskapai enggan menutup diri dan berjanji untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. “Kami tetap terbuka untuk menerima saran tentang produk ini baik dari karyawan kami maupun pelanggan kami,” ujar pihak maskapai dalam sebuah keterangan tertulis.  

Citilink Gunakan ATR 72-600 untuk Rute Bandung dan Lampung

Semakin melebarkan sayapnya di penerbangan domestik, maskapai berbiaya hemat Citilink mulai memberdayakan pesawat ATR 72-600 eks Garuda Indonesia. Dengan pesawat baling-baling ini, ada dua rute yang mulai di jelajahi oleh maskapai hijau tersebut yakni Lampung dan Bandung. Baca juga: Buka Penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Garuda Indonesia Resmi Layani Rute Jakarta-Tasikmalaya Bisa dikatakan dengan penerbangan rute baru ini untuk menuju ke dua kota tersebut semakin cepat dan mudah. VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia Resty Kusandarina, mengatakan, pembukaan kedua rute tersebut adalah bagian dari komitmen Citilink untuk memperluas jaringan penerbangan serta meningkatkan konektivitas antar kota di Sumatera dan Jawa. “Rute baru ini akan memberi lebih banyak opsi moda transportasi bagi masyarakat yang ingin ke Bandung dan Lampung dengan cepat serta efisien,” ujar Resty yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Minggu (3/3/2019). Resty menambahkan, penerbangan ke rute-rute ini akan dioperasikan dari Bandara Halim Perdanakusuma. Beroperasi setiap hari, ATR 72-600 bisa mengangkut dengan kapasitas 70 penumpang dengan waktu tempuh hanya 25 menit. Penerbangan Jakarta (Halim Perdanakusuma)-Bandung beroperasi dengan nomor penerbangan QG 1994 yang berangkat dari Jakarta pukul 16.20 WIB dengan waktu tempuh selama 25 menit. Sementara untuk rute Bandung-Jakarta (Halim Perdanakusuma) beroperasi dengan nomor penerbangan QG 1995 yang berangkat dari Bandung pukul 18.00 WIB. Penerbangan Jakarta (Halim Perdanakusuma)-Lampung beroperasi dengan nomor penerbangan QG 1973 yang berangkat dari Jakarta pukul 19.30 WIB dengan waktu tempuh selama 25 menit. Sementara untuk rute Lampung-Jakarta (Halim Perdanakusuma) beroperasi dengan nomor penerbangan QG 1972 yang berangkat dari Lampung pukul 13:40 WIB. Sebelumnya Citilink sendiri pada 26 Februari 2019 kemarin sudah mengoperasikan rute Jakarta-Kuala Lumpur. Rute internasional ini merupakan yang keena setelah sebelumnya Denpasar-Dili, Jakarta-Penang, Surabaya-Penang, Banyuwangi-Kuala Lumpur dan Surabaya-Kuala Lumpur. Resty menjelaskan bahwa Citilink Indonesia optimis dapat mencapai target keterisian kursi (Seat Load Factor – SLF) sebesar 75 persen pada rute ini mengingat rute Jakarta-Kuala Lumpur pp. merupakan rute yang prospektif karena menghubungkan ibukota dua negara. Jadwal penerbangan Jakarta – Kuala Lumpur akan beroperasi empat kali seminggu pada hari Senin, Selasa, Jumat dan Sabtu dengan nomor penerbangan QG 528 dari Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 11.00 WIB dan tiba di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA 1) pada pukul 14.20 waktu setempat. Baca juga: Horee! Garuda Indonesia, Citilink dan Sriwijaya Air Turunkan Harga Tiket 20 Persen di Semua Rute Sementara untuk rute Kuala Lumpur – Jakarta dengan nomor penerbangan QG 529 akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA 1) pada pukul 15.20 waktu setempat dan tiba di Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 16.30 WIB.

Cathay Pacific Hadirkan Lounge Untuk Yoga dan Meditasi di Bandara Hong Kong

Sebelum menikmati penerbangan mungkin membuat diri rileks dengan melakukan meditasi atau yoga bisa dilakukan. Apalagi bila penerbangan yang dilakukan cukup memakan waktu lama. Baru-baru ini Cathay Pacific membuka lounge yang dijuluki The Sanctuary Pure Yoga di Bandara Hong Kong. Baca juga: Ajak Calon Penumpang Relax, Bandara Denver Hadirkan Kelas Yoga Dilansir KabarPenumpang.com dari forbaes.com (26/2/2019), lounge ini memiliki luas 700 kaki atau 213 meter dan terbagi dua mejadi The Body Sanctuary yang khusus untuk yoga dan The Mind Sanctuary untuk meditasi. “Kesehatan menjadi semakin penting bagi pelanggan kami. Tempat Suci oleh Pure Yoga di Pier Business Class Lounge kami adalah tempat yang sempurna untuk bersantai sebelum penerbangan,” kata General Manager dan Desain Pelanggan Cathay Pacific, Vivian Lo. “Kami senang dapat memperluas kemitraan fantastis antara Pure Yoga dan Cathay Pacific ini, memberi orang lebih banyak kesempatan untuk merasakan manfaat yoga dan meditasi dalam perjalanan mereka. Tidak peduli seberapa terburu-buru perjalanan, hanya beberapa menit ketenangan dapat membuat perbedaan,” kata Direktur Pemasaran Regional Pure Group, Gary Wise. Pelancong dapat berlatih yoga bersama dengan video terpandu yang dipimpin oleh guru Yoga, ada juga ruang terpisah kecil untuk latihan berpandu diri dan kursi untuk duduk yang direntangkan bersama dengan instruksi. Semua latihan dirancang untuk meningkatkan sirkulasi yang baik, meningkatkan mobilitas sendi, dan menenangkan pikiran untuk perjalanan yang tenang. Pelancong bf juga dapat berlatih dua jenis meditasi di The Mind Sanctuary. Bagian lounge ini berisi empat pod empuk yang dilengkapi dengan headphone dan iPad peredam bising yang dapat digunakan pelanggan untuk mendengarkan sesi meditasi audio terpandu yang diriwayatkan oleh para guru dari Pure Yoga. Jika mereka mau, pelancong dapat menempatkan diri mereka di sepanjang bantal nyaman yang menghadap ke grafik dinding yoga Trataka untuk suatu bentuk meditasi memandang. Kedua praktik tersebut ditujukan untuk. Sebelum pembukaan The Sanctuary oleh Pure Yoga, Cathay Pacific dan Pure Yoga bekerja sama untuk meluncurkan serangkaian video ‘Travel Well with Yoga” tentang yoga dan meditasi untuk membantu penumpang mengatasi tekanan penerbangan jarak jauh. Di antara mereka yang memiliki akses ke lounge adalah penumpang kelas satu dan kelas bisnis di Cathay Pacific dan maskapai penerbangan Oneworld lainnya, serta Oneworld Emerald dan Sapphire elite yang bepergian menggunakan maskapai Oneworld. Baca juga: Qantas Akan Hadirkan Lounge Kelas Satu di Bandara Changi Selain itu, anggota elite Cathay Pacific Marco Polo Diamond dan Gold yang tiba di Hong Kong dengan penerbangan Cathay Pacific atau Cathay Dragon diberikan akses satu hari gratis ke pusat Kebugaran Murni atau kelas Yoga Murni hingga 12 kali per tahun. Kolaborasi baru ini hanyalah perampokan terbaru ke dalam nexus perjalanan dan kesehatan oleh maskapai besar karena mereka berusaha untuk membantu penumpang mengimbangi permintaan dan kelelahan perjalanan jarak jauh.

Pengemudi Uber Dilecehkan oleh Penumpang, Tanggapan Uber Bikin Menohok!

Kasus pelecehan seksual memang bisa menimpa siapa saja dan dimana saja. Jangankan wanita yang mengenakan baju minim dan dapat mengundang syahwat para kaum adam, wanita yang mengenakan pakaian serba sopan dan menutupi aurat saja bisa menjadi korban dari kasus pelecehan seksual. Pun kasus semacam ini tidak mengenal jenis pekerjaan, mulai dari pekerja kantoran hingga pengemudi layanan ride-hailing, Uber. Ya, di akhir tahun 2018 lalu, seorang pengemudi Uber melaporkan tindak pelecehan seksual yang menimpa dirinya. Baca Juga: Uber Donasikan US$5 Juta Untuk Cegah Pelecehan dan Kekerasan Seksual Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman ktnv.com (1/3/2019), adalah Doris Peterson, seorang wanita berusia 57 tahun yang melaporkan tindak pelecehan seksual yang menimpa dirinya kepada perusahaan Uber. Pada 21 Desember 2018 silam, Doris mendapatkan pesanan dari seorang laki-laki yang disinyalir berusia 30 tahunan di McDonald’s yang terletak di Paradise Road dan Twain Avenue. Si pria ini lalu minta diantarkan ke rumah yang ia sewa tidak jauh dari lokasi penjemputannya. Setibanya di lokasi pengantaran, Doris menyebutkan bahwa ia sempat memperhatikan si penumpang yang kesulitan untuk masuk ke dalam rumah sewa tersebut, sehingga ia memutuskan untuk turun dari mobil dan menolongnya. Ketika masalah tersebut teratasi, si pria memberikan Doris uang tip senilai US$20 dan mengatakan bahwa ia ingin memberikan tip lebih. Seketika si pria meminjam ponsel Doris dan mengunduh aplikasi untuk mentransfer uang secara elektronik. Ketika sedang menguduh aplikasi tersebut, Doris sempat mendapatkan tawaran berupa bir dan kentang goreng dari si pria, namun ia menolaknya. Sejurus sesaat, Doris menyadari bahwa apa yang diunduh oleh pria ini bukanlah aplikasi untuk transfer uang secara elektronik, melainkan aplikasi percakapan – dan seketika itu juga ia langsung gugup. Menyadari sesuatuyang buruk akan segera terjadi, Doris lalu meminta pria itu untuk mengembalikan ponselnya – dan benar saja, pecelehan seksual pun tak bisa dihindarkan. Doris mengatakan bahwa dirinya mulai diciumi oleh penumpangnya tersebut sembari tangannya ‘menjelajahi’ bagian dada dan kemaluan Doris. Tidak berhenti sampai di situ, ia juga mengatakan kepada pihak berwajib bahwa si pria sampai mengeluarkan alat vitalnya dan menuntut Doris untuk melakukan tindakan seksual lainnya. Doris yang ketakutan dan panik langsung menendang pangkal paha si pria mesum tersebut dengan dengkul dan berlari meninggalkannya. Ketika dalam ‘pelariannya’, Doris langsung melayangkan aduan kepada pihak Uber via e-mail. 15 menit berselang, atau sekira pukul 21.15 waktu setepat, Doris langsung menghubungi polisi untuk melaporkan apa yang telah ia alami. Satu hal yang membuat Doris memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib adalah ketika ia mendapatkan pesan dari si penumpangnya tersebut melalui aplikasi yang diunduh tadi. Berselang 16 hari setelah kejadian tersebut, Doris menyebutkan pihak Uber sama sekali tidak ada menghubunginya untuk mengkonfirmasi apa yang sebenarnya terjadi. Menanggapi hal itu, inilah pernyataan yang dirilis oleh Uber guna menanggapi laporan dari Doris tadi. Baca Juga: Banyak Kasus Pelecehan, Inikah Momen Taksi Online Perketat Penerimaan Pengemudi? “Apa yang dilaporkan pengemudi (Doris) tidak dapat diterima, dan kami menyesal tidak memiliki pengalaman layanan pelanggan yang ia harapkan dari Uber. Pengendara (Doris) telah dihapus dari aplikasi,” papar pihak Uber. Tentu saja pernyataan dari perusahaan ini mengundang pertanyaan besar terhadap setiap orang yang memperhatikan kasus ini. Apakah Uber benar-benar tidak perduli dengan apa yang menimpa para pekerjanya? Atau memang data yang dipaparkan Doris tidaklah lengkap?  

Ikut Berikan Promo Tarif, Lion Air Punya Rute Penerbangan Langsung ke Jayapura dari Jakarta

Seperti mengikuti jejak maskapai Garuda Indonesia, Lion Air dengan kode penerbangan JT mengumumkan program promo dengan #liburanmakinmudah di beberapa rute domestik yang dimulai 1 Maret 2019. Lion Air menghadirkan tarif dengan promo 50 persen dibawah normal untuk rute Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Kualanamu dan Bandara Sentani. Baca juga: Garuda Indonesia Turunkan Harga Tiket Jakarta-Padang Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, tarif promo ini akan berlaku sekali jalan. Untuk tarif Jakarta-Kualanamu dan sebaliknya mulai Rp880 ribu dan Jakarta-Jayapura serta sebaliknya Rp2.280.000 dan tarif ini belum termasuk ppn, psc dan iwjr. “Bagi pelanggan, pebisnis maupun wisatawan dapat memperoleh tarif promo melalui website resmi Lion Air www.lionair.co.id , kantor penjualan tiket Lion Air Group atau agen perjalanan,” kata Danang melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com. Danang mengatakan, kehadiran promo ini bisa memperbesar minat pelancong untuk menuju ke dua kota terbesar tersebut. Dimana Medan sebagai kota terbesar di barat Indonesia dan Jayapura kota terbesar di timur Indonesia yang mana keduanya memiliki potensi bisnis serta banyak objek wisata yang bisa di kunjungi. “Medan dan Jayapura menjadi salah satu hub bagi Lion Air Group, yang menawarkan kemudahan penerbangan lanjutan menuju destinasi di sekitarnya. Dari Medan dapat terbang ke Banda Aceh, Meulaboh, Lhokseumawe, Simeulue, Takengon, Silangit, Gunung Sitoli, Aek Godang, Sibolga, Dumai dan lainnya. Sedangkan dari Jayapura dapat terkoneksi ke Merauke, Wamena, Dekai, Sorong, Fak-Fak dan Kaimana,” jelas Danang. Kehadiran tarif promo #liburanmakinmudah merupakan kesungguhan Lion Air untuk menjawab tingginya permintaan pasar penerbangan dan wisata sejalan tren baru di dunia traveling sejak beberapa tahun belakangan. Lion Air melihat sebagian besar “perjalanan wisata” dipelopori kalangan muda, generasi milenial. Dalam penawaran tarif promo #liburanmakinmudah, juga menjadi bagian langkah Lion Air dalam upaya mendukung program pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan nusantara, sehingga berdampak positif pada perekonomian daerah serta nasional. Seiring menggugah “trend traveling” era milenial, Lion Air terus melakukan berbagai inovasi dan transformasi layanan perjalanan di segala lini, salah satunya armada baru. Kedua rute dengan tarif promo ini memiliki penerbangan langsung dari Jakarta yakni Lion Air memiliki satu kali penerbangan langsung dalam sehari ke Jayapura. Baca juga: Tiket.com Berikan Layanan Mobil Gratis Bagi Pengguna Citilink Namun tak hanya itu, Batik Air yang juga berada dalam Lion Air Group memiliki rute terbang langsung Jakarta-Jayapura setiap harinya. Tak luput maskapai plat merah yakni Garuda Indonesia pun memiliki penerbangan langsung, namun pada rute Jakarta-Jayapura lebih banyak penerbangan transit di beberapa kota sebelum tiba di Jayapura.

Buka Penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Garuda Indonesia Resmi Layani Rute Jakarta-Tasikmalaya

Garuda Indonesia mulai hari ini, Sabtu (2/2) resmi mengoperasikan rute penerbangan Halim Perdanakusuma – Tasikmalaya pulang pergi yang sekaligus menandai pengoperasian layanan perdana Garuda Indonesia di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Bandara Wiriadinata Tasikmalaya. Baca juga: KA Galunggung Rute Kiaracondong-Tasikmalaya Mulai Beroperasi Adapun layanan rute penerbangan Halim -Tasikmalaya pp akan dilayani sebanyak 3 kali seminggu (Selasa, Kamis, dan Sabtu) dengan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan, pengoperasian rute penerbangan Halim Perdanakusuma – Tasikmalaya ini merupakan respon cepat Garuda Indonesia atas harapan Presiden RI dalam menunjang akses konektivitas udara dari dan menuju Tasikmalaya. Pasar penerbangan dari Tasikmalaya cukup besar dengan total penumpang mencapai 30 ribu penumpang pertahunnya. Adapun melalui pengoperasian rute ini juga turut menghubungkan Palembang dan Tasikmalaya melalui Halim Perdanakusuma yang penerbangannya akan dilayani sebanyak 3 kali seminggu. Berkenaan dengan operasional layanan penerbangan dari Bandara Halim, Garuda Indonesia – dalam waktu dekat – juga turut menjajaki rencana untuk melayani penerbangan ke kota kota lainnya dari Bandara Halim Perdanakusuma. Baca juga: ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional Penerbangan Halim – Tasikmalaya ini berangkat pada pukul 11.50 dan tiba di Tasikmalaya pada pukul 12.50.Sementara itu, penerbangan dari Tasikmalaya menuju Halim akan diberangkatkan pada pukul 14.00 dan tiba pada pukul 15.00 WIB.

Demi Mengambil Mantel, Seorang Pria Nekat Melintas di Rel Padat Lalu Lintas

Demi sebuah mantel seorang pria nekat melintasi rel kereta api di jalur padat lalu lintas Stasiun Burton di Inggris. Untungnya ketika pria nekat tersebut melintas rel tidak ada kereta yang tengah melaju dan ada pengumuman dari staf stasiun bahwa ada yang sedang berada di rel serta membuat keberangkatan beberapa kereta tertunda. Baca juga: Operator Kereta Jepang Hapuskan Sistem Pelatihan yang Ancam Keselamatan Calon Pekerja Kepala kereta api kemudian membuat adanya peringatan bahaya tentang penumpang yang melintasi rel secara ilegal itu. Pria pelanggar insiden tersebut diperkirakan berusia 30-an dan insiden terhadi 26 Februari 2019 kemarin. “Saya sangat terkejut bahwa ada yang bisa berpikir itu boleh dilakukan. Untuk menempatkan dirimu dalam bahaya yang begitu besar hanya untuk mendapatkan kembali kepercayaan pengemis dan dia bisa dengan mudah dibunuh. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan. Tidak pernah selama bertahun-tahun di kereta saya pernah melihat seseorang masuk tanpa izin di jalur kereta api,” ujar Tim Bryant yang dikutip KabarPenumpang.com dari staffordshire-live.co.uk (26/2/2019). Dia mengatakan saat berada di dalam kereta menunggu keberangkatan ada pengumuman yang mengatakan penundaan terjadi karena seseorang di rel. Bryant mengaku melihat sosok yang berjalan melintasi rel dan yang menakjubkan melihat masinis keluar dan memarahi pria itu namun tak bergerak dari sana. “Kudengar lelaki itu meninggalkan mantelnya di sisi lain lintasan dan sedang berusaha mengambilnya kembali,” ujarnya. Juru bicara CrossCountry mengatakan, salah satu masinis mereka berbicara dengan pria itu agar menekan risiko yang sudah dilakukannya. Dia menambahkan, untungnya kereta tengah berhenti dan banyak kereta kecepatan tinggi yang melewati stasiun sehingga masinis tidak akan punya waktu untuk melakukan pengereman dadakan. “Industri kereta api Inggris bekerja keras untuk mendidik orang tentang risiko perilaku yang tidak bertanggung jawab di atau dekat kereta api, dan kami akan mendesak semua orang untuk melihat informasi di www.youvstrain.co.uk untuk mempelajari lebih lanjut tentang bahaya ini dan cara tetap aman,” tambah juru bicara. Polisi Transportasi Inggris mengkonfirmasi telah menghadiri stasiun ketika insiden itu dilaporkan pada pukul 10.29 pagi tetapi menambahkan bahwa pria itu telah meninggalkan daerah itu ketika mereka tiba. Angka-angka baru yang dikeluarkan oleh Kepolisian Transportasi Inggris menunjukkan satu orang setiap jam menempatkan hidup mereka dalam bahaya dengan masuk tanpa izin di kereta api, dengan pelanggaran sekarang berada di level tertinggi dalam sepuluh tahun. Kebanyakan penyintas mengatakan mengambil jalan pintas adalah motivasi utama mereka untuk berada di jalur, diikuti oleh pencarian sensasi. Tetapi pergi di rel dapat mengakibatkan cedera serius yang mengubah hidup atau kematian. Ketika diberitahu tentang insiden di lingkungannya, Anggota Dewan Helen Hall, yang mewakili Burton di Dewan Stafoughshire Timur, mengatakan, ini menyangkut mendengar siapa pun yang akan menempatkan diri mereka dalam situasi berbahaya seperti ini. Mudah-mudahan semua orang mengerti untuk berhati-hati lintasan. “Fakta bahwa seseorang bisa berada di rel tanpa ada orang lain yang memperhatikan atau melakukan apa pun cukup memprihatinkan,” kata Helen. Baca juga: Ngeri! Kereta Hantu Terekam CCTV ‘Melintas’ di Stasiun Baotou Dewan Penasihat juga mengungkapkan bahwa ada masalah di Wetmore Bridge dengan trainspotters kadang-kadang memblokir bagian jalan, yang hanya memiliki trotoar di satu sisi, ketika mereka berkumpul untuk menonton kereta-kereta tertentu yang lewat di bawahnya. Dia mengatakan mereka benar-benar menempatkan stepladders berbahaya di jalan yang menyebabkan penghalang untuk lalu lintas. “Ada punuk di jalan sehingga Anda harus menjaga akal Anda tentang Anda jika mengemudi. Aku tahu polisi menyadarinya,” tambahnya.