Dimulai Besok! PT KAI Gelar Online Travel Fair 2018, Cek Syarat dan Ketentuannya Disini
Setelah akhir pekan lalu warga Indonesia telah dibuat mengantri berjam-jam di perhelatan Garuda Indonesia Travel Fair 2018 Phase 2, sebentar lagi salah satu BUMN yang namanya tengah naik daun, PT KAI juga siap untuk membuat gerbakan. Ya, perusahaan yang ditunggangi oleh Edi Sukomoro cs. ini akan menggelar KAI Online Travel Fair 2018 pada 13 hingga 17 Oktober mendatang. Di sini, Anda bisa mendapatkan tiket mulai dari harga Rp50.000 untuk kelas ekonomi, dan Rp100.000 untuk kelas eksekutif!
Baca Juga: Garuda Indonesia Travel Fair 2018 Phase 2 Bertaburan Promo, Cek Jadwalnya di Sini!
Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, rencananya PT KAI akan menjual sekitar 173.655 tiket kereta komersial dengan 67 destinasi untuk periode keberangkatan 13 Oktober hingga 15 Januari 2019.
“Tiket KA dengan harga promo ini dapat dipesan masyarakat di KAI Online Travel Fair melalui aplikasi KAI Access dan website kai.id,” ujar Corporate Deputy Director of Passenger Transport Marketing and Sales PT KAI, Mukti Jauhari, dikutip dari laman merdeka.com (10/10/2018).
Ia juga menambahkan bahwa setiap harinya, akan ada sekitar 2.400 tiket promo yang ‘dilempar’ ke masyarakat selama periode perhelatan tersebut.
“Kami prediksikan (penjualan) di angka Rp9 miliar,” tandasnya.
Selain menyuguhkan beragam tiket dengan harga di bawah rata-rata, PT KAI juga rencananya akan mengadakan flash sale selama perhelatan ini berlangsung. Flash sale ini sendiri akan dibuka setiap pukul 09.00 – 09.30 WIB dan pukul 19.00 – 19.30 WIB.
“KAI Online Travel Fair ini digelar sebagai salah satu upaya PT KAI mengikuti perkembangan zaman sekaligus juga sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada pengguna jasa KA, khususnya mereka yang telah memilih untuk menggunakan aplikasi KAI Access dan website kai.id ketika melakukan pemesanan tiket KA,” ujar Mukti.
Jika dilihat, ada sedikit perbedaan pada travel fair yang diadakan oleh PT KAI – dilakukan secara online. Ternyata alasan dibalik perubahan konsep ini adalah untuk menghindari kegaduhan seperti yang terjadi pada tahun lalu di JCC.
“Insya Allah tidak ada kegaduhan lagi seperti tahun lalu di JCC. Ini antisipasi kami agar tidak terjadi kegaduhan,” terangnya.
Baca Juga: Untuk Pertama Kali, PT KAI Gelar Online Travel Fair Lewat Web dan Aplikasi KAI Access
“KAI Online Travel Fair ini digelar sebagai salah satu upaya PT KAI mengikuti perkembangan zaman sekaligus juga sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada pengguna jasa KA,” tandasnya.
Tapi, Anda tidak sembarangan beli tiket di event ini. Ada beberapa syarat yang diterapkan oleh PT KAI dala perhelatan ini, yaitu:
1. Tiket promo pada KAI Online Travel Fair ini tidak dapat dibatalkan dan tidak dapat diubah jadwal.
2. Tidak berlaku reduksi dan tarif parsial.
3. Tidak dapat digabung dengan tarif reduksi atau diskon lainnya.
4. Tiket promo tidak berlaku pada masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (high season).
Anies Baswedan Ganti ‘Nama’ OK Otrip Menjadi Jak Lingko
OK Otrip atau One Karcis One Trip merupakan program integrasi yang masa uji cobanya berakhir pada September 2018 kemarin. Program ini merupakan program untuk memudahkan pengguna angkot atau angkutan kota dengan integrasi ke TransJakarta. Selesainya uji coba tersebut, 1 Oktober 2018 kemarin, program ini resmi diterapkan dan nama OK Otrip sendiri kemudian diubah. Pengubahan nama ini dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan nama Jak Lingko.
Baca juga: TransJakarta Terintegrasi KWK dengan Kartu seharga Rp15 ribu di Jam Sibuk
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa, kata Jak Lingko dipilih karena lebih tepat dengan program tersebut dan dinilai lebih sesuai dengan maknanya. Anies mengatakan, Lingko sendiri memilik arti tersambungkan dan diambil dari jenis pengelolaaan pengairan sawah di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
“Hari ini kita luncurkan penamaan untuk sistem transportasi yang terintegrasi. Penamaannya Jak Lingko. OK OCE memang ada maknanya. Itu adalah One Kecamatan One Center for Entrepreneurship. Tapi kalau OK OTrip tidak ada, ya kemudahan ngomong saja. Karena itu, saya sampaikan, kita cari nama. Dan pilihannya setelah riset sana-sini, pada ‘lingko’,” kata Anies.
Anies mengatakan, Lingko sendiri merupakan kosakata baru dalam bahasa indonesia yang diserap dari bahasa Manggarai, NTT. Kata ini sendiri muncul di Kamus Besar Bahasa Indonesia pada akhir Oktober 2018. Pemilihan kata Lingko untuk mencerminkan jejaring rute integrasi transportasi antarmoda di Jakarta.
“Kami ingin gunakan kata lingko ini menjadi sistem transportasi terintegrasi. Bayangannya seperti jaring laba-laba. Jaring laba-laba itu bisa nyambung, dari rute mana pun bisa, dari titik mana pun ke titik mana pun dalam jaringan ini,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemilihan Lingko sendiri dipilih juga untuk mempopulerkan kosakata tersebut dan Pemprov DKI bersama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meluncurkan nama Lingko bersama ratusan kosakata lain. Pemprov DKI saat ini ingin membuka sayembara kepada masyrakat untuk merancang logo dari Jak Lingko.
“Kami ingin membuka sayembara kepada masyarakat untuk merancang logo Jak Lingko. Logonya tidak ditentukan oleh pemprov, kami mengundang warga Jakarta, mari rancang desain untuk Jak Lingko ini,” tutur Anies.
Baca juga: Naik Kelas, Kartu Multi Trip Siap Berevolusi Jadi E-Money
Sehingga logo Jak Lingko bisa diluncurkan pada akhir Oktober. Mekanisme dan ketentuan sayembara ini akan diumumkan melalui akun media sosial Pemprov DKI Jakarta dan TransJakarta. Meski berubah nama, sistem pembayaran tetap menggunakan kartu OK Otrip dan program ini dipastikan Anies sama serta tidak ada perubahan.
Diketahui, selain kartu, tarifnya pun tidak berubah. Masyarakat tetap gratis menggunakan bus kecil atau angkot yang sudah bekerja sama dengan PT Transjakarta. Saldo di kartu OK Otrip penumpang mulai terpotong ketika mereka melanjutkan perjalanan dengan bus transjakarta. Biaya perjalanan yang dibebankan kepada warga maksimal Rp 5.000 dalam waktu 3 jam. Namun, tarifnya bisa lebih rendah dari itu jika penumpang hanya menggunakan satu kendaraan dalam sekali perjalanan.
Gandeng Google Cloud, AirAsia Siap ‘Bertransformasi’
Dalam upayanya untuk mengintegrasikan teknologi Machine Learning dan Artificial Intelligent, maskapai swasta terbesar di Malaysia, AirAsia menggandeng Google Cloud. Kerja sama yang terjalin di antara AirAsia dan Google Cloud nantinya akan diaplikasikan ke dalam seluruh lini bisnis dari maskapai berslogan “Now Everyone Can Fly” ini. Diketahui, AirAsia telah mengadopsi teknologi digital sejak perusahaan ini didirikan pada tahun 2001 silam.
Baca Juga: Untuk Efisiensi dan Efektivitas Operasional, AirAsia Akhiri Sewa Menyewa Pesawat
“Sekarang kami berada dalam fase lanjutan untuk mengembangkan bisnis perusahaan menjadi lebih dari sekedar perusahaan transportasi yaitu dengan mendigitalisasi operasional dan proses sehingga menjadi lebih efisien,” ujar CEO AirAsia, Tony Fernandes, dikutip KabarPenumpang.com dari laman Kompas.com (11/10/2018).
Dengan menggunakan Machine Learning dan Artificial Intelligent hasil kerja samanya dengan Google Cloud, AirAsia dapat memaksimalkan penggunaan data yang dimiliki guna membuka kesempatan baru dan tidak menutup kemungkinan juga jika AirAsia membangun unit bisnis anyar.
“Kami membangun dua platform utama, yaitu airasia.com yang akan menjadi platform berbasis teknologi untuk memesan segala produk perjalanan mulai dari tiket penerbangan, akomodasi, tur, transportasi darat hingga hiburan,” tutur Tony.
“Kemudian, BigLife yakni portal gaya hidup yang menggabungkan fitur-fitur seperti yang terdapat pada Kayak, TripAdvisor, Groupon dan eBay dalam satu situs,” tandasnya.
Menurut pihak Google Cloud sendiri, AirAsia sebelumnya telah melakukan transformasi yang dinilai telah merubah cara kerja dari perusahaan yang berbasis di Kuala Lumpur tersebut.
“Proses transformasi AirAsia sudah dimulai sebelumnya dengan penggunaan G Suite yang telah mengubah cara kerja organisasinya,” ujar CEO Google Cloud Diane Greene.
Baca Juga: AirAsia X Genap Berusia 10 Tahun, Mantapkan Identitas Sebagai LCC Jarak Jauh
“Hasil kerja sama dengan kami adalah AirAsia dapat mendigitalisasi semua ranah bisnisnya,” pungkas Diane.
Selain itu semua, kerja sama yang terjalin antara AirAsia dan Google Cloud ini juga ternyata berdampak ke banyak aspek – membangun sistem prediksi permintaan yang lebih baik, pemasaran yang lebih tepat sasaran, meningkatkan pengalaman dan loyalitas pelanggan dengan menyediakan layanan yang lebih personal, memaksimalkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko melalui sistem prediksi perawatan pesawat yang lebih baik, ramalan cuaca secara real-time, hingga optimalisasi penugasan awak pesawat dan awak kabin.
Asem! Petugas Keamanan Bandara di India Bakal Kurangi ‘Senyuman’ Pada Penumpang
Ada yang bilang ‘senyum adalah ibadah,’ maka orang berlomba-lomba untuk memberikan senyuman dan sapaan kepada sesama. Terlebih bagi petugas keamanan bandara, meski dipahami jika mereka tak terlalu murah senyum demi menjaga wibawa, tapi ada yang unik di India. Pasalnya petugas keamanan bandara di India harus mengurangi bahkan tidak diperbolehkan senyum kepada orang-orang yang mereka temui.
Baca juga: Bandara Pakyong di Timur Laut India, Tawarkan Eksotisme Himalaya
Pastinya ini akan membuat masyarakat semakin segan untuk bercengkrama dengan para petugas keamanan. Baru-baru ini, petugas keamanan India diperintahkan untuk mengurangi senyuman mereka kepada penumpang di bandara. Alasannya pun cukup aneh dimana karena sebuah senyuman terjadi serangan teroris di Amerika Serikat pada 9 September 2001 lalu.
KabarPenumpang.com melansir dari laman theweek.co.uk (9/10/2018), Kepada Central Industrial Security Force (CISF) Rajesh Ranjan yang bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan di India mengatakan, staf keamanan harus berhati-hati dan waspada dibandingkan harus ramah kepada publik atau penumpang. Di masa lalu, CISF bertanggung jawab atas keamanan di 60 bandara komersial utama di negara tersebut dan selalu menekankan perlunya meningkatkan softskill untuk membuat pemeriksaan keamanan ramah penumpang.
Sayangnya kekhawatiran tersebut berkembang setelah pertumbuhan sektor penerbangan komersial India dan kerentanannya terhadap terorisme membuat CISF berpikir ulang untuk keramah tamahan tersebut. Bahkan pejabat mengatakan, keramahan berlebihan menempatkan bandara pada risiko serangan teroris. Hal ini akhirnya membuat petugas CISF harus mengurangi senyuman mereka.
Baca juga: “Kempa,” Robot Humanoid Khas India Hadir di Bandara Bengaluru
“Kami tidak bisa terlalu ramah dengan penumpang karena salah satu alasan yang disebutkan mengapa 9/11 terjadi … adalah ketergantungan yang berlebihan pada fitur-fitur yang ramah-penumpang,” ujar Rajesh.
Direktur Jenderal CISF, MA Ganapathy mengatakan bahwa dalam upaya untuk membuat keamanan menjadi prioritas, pendekatan dari memberikan senyum lebar mereka dengan menjadi senyum seadanya saja. Nantinya personil juga akan menerima pelatihan dalam analisis perilaku untuk membantu mereka melihat penumpang yang mencurigakan.
Menteri Dalam Negeri India, Rajnath Singh, memperingatkan bahwa teroris secara terus-menerus mencara cara untuk membahayakan keamanan penerbangan dan menyerukan upaya tidak kenal lelah. Selain mengurangi senyuman mereka, serangkaian teknologi baru termasuk scanner dan peralatan CCTV canggih juga sedang diperkenalkan untuk meningkatkan keamanan.
Bandara India kini tengah berjuang untuk mengatasi kemanan karena melihat peningkatan enam kali lipat jumlah penumpang selama beberapa dekade terakhir. Pengaamat juga telah memperingatkan bahwa pemerintah perlu menghabiskan miliaran dolar untuk meningkatkan kapasitas dan keselamatan di bandara.
Gadis Kecil Usia 5 Tahun Tertinggal di Bandara Setelah Keluarganya Pulang Berlibur
Siapa yang tak kenal dengan film Home Alone? Film yang mengisahkan seorang anak tertinggal saat akan berlibur bersama keluarganya di hari Natal. Ya, Kevin McCalister (Macaulay Culkin), ternyata terpisah dari keluarganya yang akan naik pesawat ke Florida, dan mengejarnya namun dia justru berangkat ke New York.
Baca juga: Guardian Optical Techonologies, Solusi Selamatkan Anak Yang “Tertinggal” di Dalam Kendaraan
Hal ini baru saja terjadi pada seorang gadis kecil berusia sekitar lima tahun dari keluarga Jerman yang tertinggal di bandara. KabarPenumpang.com melansir dari laman thetravel.com (9/10/2018), gadis kecil ini awalnya terlihat sendirian di sekitar terminal Bandara Stuttgart pada Senin (8/10/2018) malam dan ternyata dirinya tertinggal oleh orang tuanya yang baru saja pulang berlibur.
Kemudian karena terlihat sendirian dan tak jelas arah, seorang pelancong yang prihatin saat melihatnya kemudian membawa gadis kecil itu ke petugas keamanan bandara. Dia kemudian di bawa ke bagian informasi oleh petugas untuk diberitahukan adanya gadis kecil yang tertinggal di bandara.
Petugas keamanan berharap ada orang tua yang mencari putri mereka, tetapi sepertinya mereka sudah keluar dari bandara. Setelah pengumuman kehilangan anak tersebut tersiar di bandara, pihak keamanan Stuttgart menerima telepon dari ibu gadis kecil tersebut.
Ibu tersebut menelepon untuk menanyakan apakah pihak keamanan bandara menemukan putri mereka. Setelah diberitahu keberadaan putri kecilnya ayah si gadis kecil tersebut kemudian menjemputnya.
Baca juga: Don’t Worry, Be Hoppy! Ternyata Isi Tas Mencurigakan di Bandara Adelaide Adalah Seekor Kelinci
Polisi mengatakan saat menelepon, ibu gadis kecil itu menjelaskan mereka berdua menaiki kendaraan yang terpisah saat tiba di Flughafen Stuttgart dan keduanya berpikir salah satu dari mereka membawa putrinya. Namun ternyata saat keduanya bertemu dirumah anak mereka tidak dibawa oleh salah satu diantaranya.
“Karena panik ibu itu menelpon kepolisian dan kami memberitahukan putri mereka aman bersama kami serta menunggu untuk di jemput. Sang ayah kemudian datang untuk menjemput putrinya yang terlupakan itu,” ujar salah seorang polisi Stuttgart.
Antisipasi Perkelahian di Kabin, Awak Kabin Seyogyanya Harus Bisa ‘Bela Diri’
Cantik, pintar, cerdas, dan mampu melayani penumpang dengan sepenuh hati ternyata bukanlah syarat mutlak untuk jadi seorang pramugari. Kemampuan untuk mengarahkan penumpang ketika keadaan darurat pun seolah menjadi suatu keharusan bagi seorang wanita yang hendak melamar menjadi seorang awak kabin. Sampai situ saja? Tentu tidak! Karena pada awal tahun 2017 silam, Pobeda Airlines baru saja mengajarkan bela diri kepada para awak kabinnya. Wow!
Baca Juga: Bikin Ulah Pasca Keluar Toilet, Penumpang ini Paksa The Flying Kangaroo Return to Base
Tentu saja ‘kelas’ baru bagi para awak kabin ini dihadirkan bukan tanpa alasan. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman miamiherald.com, tujuan dari LCC Rusia ini mengajarkan bela diri kepada para awak kabinnya adalah untuk mereka dapat mempertahankan diri semisal ada tindak kekerasan. Ya, tindak kekerasan di dalam kabin memang kerap terjadi dan menjadi momok bagi para pramugari karena mereka harus berupaya untuk mengembalikan situasi menjadi kondusif kembali.
Direktur Pobeda Airlines, Andrey Kalmykov mengatakan bahwa perusahaan sebenarnya punya opsi untuk menyewa dan bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa keamanan, namun hal tersebut dinilai terlalu mahal. “Kami menemukan cara yang lebih murah yaitu dengan mengajari staf kami seni bela diri sambo dan judo,” tutur Andrey. “Dengan begitu, kami tidak perlu meningkatkan harga tiket,” tandasnya.
Menurut data yang dirilis oleh International Air Transport Association (IATA), setidaknya ada 50.000 kasus penumpang pesawat yang sulit diatur di rentang tahun 2007 hingga 2015. Lalu di tahun 2014, setidaknya ada 1 penumpang yang tidak patuh di sekitar 1.289 penerbangan.
Menanggapi ide ini, U.S. Transportation Security Administration (TSA) setuju dan menawarkan pelatihan bela diri untuk staf penerbang. Hanya memakan waktu sekitar empat jam per kelasnya, pelatihan bela diri ini diadakan di sekitar 22 lokasi di seluruh negeri.
Baca Juga: Pukul Kru Pesawat Pakai Teko Kopi, Penumpang Ini Terpaksa Diikat Kabel Ties
“Pelatihan ini dirancang untuk mengajarkan para anggota kru bagaimana mengidentifikasi dan mencegah potensi ancaman melalui pengenalan perilaku sambil menerapkan pemahaman dan teknik pertahanan diri pada target,” ujar pihak TSA.
“Kami yakin metode ini mampu meningkatkan kesadaran dan keselamatan bagi awak kabin dan juga penumpang,” tandasnya.
Jika ditelaah lebih dalam lagi, pelatihan semacam ini bisa dibilang sangat penting. Karena tidak sedikit kasus pesawat sampai-sampai harus Return to Base sebagai dampak dari penumpang yang berkelahi. Minimalnya, awak kabin bisa mengendalikan situasi di dalam kabin semisal terjadi pertikaian antar penumpang.
Kontraktor Cina Rampungkan Pembangunan Terowongan Kereta Terpanjang di Afrika Timur
China Communications Construction Company (CCCC) merupakan sebuah perusahaan asal Cina yang dikontrak untuk membangun terowongan kereta api terpanjang di Afrika Timur, Nairobi-Naivasha SGR Phase 2A diketahui baru saja menyelesaikan konstruksinya baru-baru ini. Dalam pembangunan terowongan dengan ketinggian 9 meter dan lebar 6 meter ini, CCCC menggunakan New Austrian Tunneling Method (NATM), sebuah metode yang mengkombinasikan pengeboran dan peledakan.
Baca Juga: 10 Terowongan Kereta Terpanjang di Indonesia, Ada Dimana Saja Ya?
Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman standardmedia.co.ke, adapun terowongan sepanjang 4,5 km ini terletak di Ngong, Kajiado County. “Teknisi CCCC menggunakan NATM untuk membangun terowongan dan ini merupakan kali pertama metode tersbut digunakan dalam skala besar di Kenya,” tutur juru bicara proyek Standard Gauge Railway (SGR) CCCC, Steve Zhao.
Metode ini sendiri dinilai lebih ekonomis, efisien, dan memiliki kemampuan adaptasi yang kuat untuk berbagai kondisi geologi dan air tanah. Terlebih, metode ini dipilih karena bisa mengontrol keruntuhan permukaan secara efektif, serta meningkatkan lingkungan kerja selama konstruksi.
Dikutip dari laman sumber lain, manajer umum kantor pusat proyek SGR CCCC, An Aijun menyampaikan bahwa selama proses ekskavasi, tim proyek konstruksi mampu mengatasi berbagai kendala seperti kebocoran air, tekanan yang tidak merata, penggalian dengan kedalaman dangkal, bebatuan di sekeliling lokasi, garis sesar struktural, serta perlindungan saluran pipa minyak.
Tidak hanya membangun terowongan saja, Steve Zhao menambahkan, namun kontraktor juga menambahkan 146 ceruk perlindungan di dalam terowongan dengan berbagai ukuran yang berfungsi sebagai tempat berlindung para pekerja ketika kereta melintas. “Satu ceruk perlindungan besar dibangun dalam setiap jarak 150 meter di sepanjang terowongan tersebut, dan satu ceruk perlindungan kecil dibangun dalam setiap jarak 30 meter,” urai Zhao.
Baca Juga: Glenfinnan Viaduct! Jembatan Harry Potter Yang Pernah Selamatkan Keluarga Kecil
Terowongan darurat selebar 533 meter juga dibangun di dalam terowongan sebagai akses kendaraan jika terjadi keadaan darurat. “Kami telah menyediakan ruang untuk memasang kipas di dalam terowongan. Enam kipas jet bisa dipasang untuk memastikan ventilasi udara saat terowongan mulai dioperasikan,” tambahnya.
Ketua dewan Kenya Railways, Michael Waweru mengatakan bahwa SGR merupakan salah satu proyek transformasional paling penting untuk jalur kereta dan sektor transportasi di Kenya. “Proyek ini merupakan upaya ambisius yang dicita-citakan pemerintah Kenya untuk merombak pembangunan sosial ekonomi Kenya,” tutur Waweru, dikutip dari laman China Xinhua News.
Bandara Kertajati Memulai Penerbangan Internasional dengan Keberangkatan Umroh
Setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018 kemarin, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau yang dikenal dengan Bandara Kertajati akan memulai penerbangan internasional pertamannya. Layanan penerbangan ini sendiri akan dimulai pada 13 Oktober 2018 mendatang dengan rute Kertajati-Madinah dimana jamaah Umroh sendiri berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Baca juga: Mulai 8 Juni 2018, Damri Operasikan Bus ke Bandara Kertajati dari Empat Kota
“Dengan bahagia pada 13 Oktober 2018 mendatang akan ada penerbangan yang ditunggu-tunggu. Karena akan ada penerbangan (di Bandara Kertajati) dengan pangsa yang luar biasa,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau biasa disapa Emil yang dikutip KabarPenumpang.com melalui siaran pers yang diterima, Rabu (10/10/2018).
Adanya pembukaan penerbangan untuk Umroh sendiri dikarenakan jumlah penduduk Indonesia yang memiliki 41 juta masyarakat muslim dan di Jawa Barat total populasinya sendiri 97 persen. Emil mengatakan dengan potensi masyarakat muslim di Jawa Barat ini bagus bila adanya layanan penerbangan langsung dari Kertajati-Madinah dan bisa saja menambah penerbangan lainnya yang ada di BIJB.
“Jadi nanti dengan kehadiran rute internasional menuju Arab Saudi, memberikan nilai lebih terutama efektivitas,” tambah Emil.
Tak hanya itu Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra juga memastikan kesiapan penerbangan perdana rute internasional tersebut. Bandara dengan kode KJT ini rencananya akan melayani Umroh satu minggu sekali dengan agen biro perjalanan Dream Tour.
“Insya Allah kami siap. Dua minggu lalu kami sudah melakukan simulasi, kami sangat optimis pada 13 Oktober nanti kita akan memulai penerbangan internasional perdana Kertajati-Madinah dengan transit di India,” ucap Virda.
Baca juga: Layani Rute Surabaya, 8 Juni 2018 Citilink Terbang Perdana dari Bandara Kertajati
Managing Director of Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, Bandara Kertajati bisa menjadi pusat kegiatan transportasi udara dari Jawa Barat menujuh Tanah Suci. Hal ini dikarenakan BIJB merupakan bandara terbesar di Jawa Barat, sehingga sepatutnya potensi masyarakat yang ingin melancong ke luar negeri terlayani secara maksimal.
“Pada 13 Oktober minggu ini akan menjadi tonggak sejarah dan pencapaian menghadirkan penerbangan internasional yang dimulai dengan melayani umrah. Berbagai macam rencana strategis dan peluang telah menjadikan Kertajati menjadi semangat baru kami untuk pusat kegiatan transportasi udara. Lion Air akan menggunakan pesawat terbaru Boeing 737 MAX 8 dengan kapasitas 180 kursi. Karena penerbangan jarak jauh, maka transit dilakukan di Bandar Udara Internasional Trivandrum, Kerala, India untuk keperluan pengisian bahan bakar,” ujar Daniel.
Beberapa agen travel mengatakan, adanya penerbangan Umroh dari Bandara Kertajati mendapat respon luar biasa dan ini membantu sehingga lebih efektif dan efisien bagi Jamaah dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Penerbangan perdana tersebut akan mengangkut Jamaah asal Ciyumajakuning, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan dan Purwokerto.
Sebelumnya diketahui, PT Garuda Indonesia sendiri pada Mei 2018 kemarin, sudah mencangkan akan memberangkatkan Haji dan Umroh dari Bandara Kertajati. Namun ternyata hingga kini belum terealisasikan.
“Belum ada penerbangan Umroh dari Bandara Kertajati,” ujar Humas PT Garuda Indonesia yang dihubungi KabarPenumpang.com, Kamis (11/10/2108)
Citilink Hadirkan Fitur WiFi Onboard Pada 2019 Mendatang!
Salah satu maskapai LCC Indonesia, Citilink dikabarkan akan segera memasang fitur WiFi Onboard dalam waktu dekat ini. Anak perusahaan dari Flag Carrier Garuda Indonesia ini menargetkan tahun 2019, akan ada sekitar 20 armada yang terpasang fasilitas yang disupport oleh PT Mahata Aero Teknologi (MAT). Kabar terakhir menyebutkan, PT MAT kini tengah mengurus soal perizinan.
Baca Juga: ‘Cicil’ Pemasangan WiFi Onboard di Penerbangan Domestik, Qantas Targetkan Rampung di Akhir 2018
“Proses perizinan juga sedang dalam proses, tetapi tidak ada kendala sejauh ini. Pengurusan mencakup Supplemental Type Certificate (STC) yang dibantu oleh Lufthansa Technik dan Citilink, serta landing right (hak labuh),” ujar Presiden Direktur PT MAT, M. Fitriansyah, dikutip KabarPenumpang.com dari laman bisnis.com (9/10/2018).
Pada kesempatan terpisah, M. Fitriansyah juga menambahkan bahwa pemasangan fitur WiFi Onboard ini harus dilakukan secara bertahap, tidak bisa langsung dipasang berbarengan. Karena tidak mungkin Citilink memberhentikan sementara pengoperasian sejumlah armadanya dalam waktu yang bersamaan.
“Nggak mungkin mereka grounded semua pesawatnya. Tahun depan kami targetkan 12 sampai 20 unit pesawat sudah terpasang wifi,” tukasnya.
Dia menyebut total investasi yang dibutuhkan adalah sebanyak US$40 juta atau yang setara dengan Rp608 miliar untuk 50 unit pesawat. Adapun, kerja sama ini akan berlangsung selama 10 tahun dan bisa diperpanjang.
M. Fitriansyah memastikan bahwa pemasangan WiFi Onboard ini tidak memakan waktu yang terlalu lama, hanya berkisar tiga sampai lima hari saja. Namun karena semua armada yang akan dipasang fitur ini masih aktif beroperasi, maka pihak PT MAT akan menyesuaikan jadwal dari Citilink.
“Pemasangannya tidak sesulit yang dibayangkan, seperti pasang router di rumah saja. Sudah ada tempat yang disediakan pada pesawat,” ujarnya.
Baca Juga: Saudia Jadi Yang Pertama Hadirkan Layanan Gratis WhatsApp OnBoard
Untuk pemasangannya sendiri, pihak PT MAT akan memberikan contoh untuk satu atau dua pesawat saja. Untuk pemasangan sisanya akan dilakukan oleh Garuda Maintenance Facility AeroAsia.
“Adapun, perangkat lunak yang digunakan adalah Multi Enterprise Platform dan Mobile App Front End, dengan kecepatan data maksimum yang kami uji adalah up to 50 Mbps,” papar M. Fitriansyah. Kelak, para penumpang bisa menggunakan fasilitas WiFi Onboard ini dengan cuma-cuma alias gratis!
