Lebih ke Seputar Armada, Inilah “Fleet Cost” di Sektor Penerbangan Komersial

Ketika Anda mengudara dengan menggunakan maskapai apa pun, dengan tujuan ke mana pun, pernahkah terlintas di benak Anda, “Apakah pesawat yang saya tumpangi ini merupakan pesawat sewaan atau pesawat yang sudah dibeli lunas oleh maskapai?” Ya, sama halnya seperti kendaraan lain, pesawat juga bisa disewakan kepada pihak maskapai guna menjalankan sebuah rute penerbangan. Tentu saja, hal ini akan masuk ke dalam catatan pengeluaran perusahaan yang wajib diperhitungkan secara rinci dan tepat. Baca Juga: Menilik Lebih Jauh “Direct Cost,” Komponen Pembentuk Biaya Operasi dalam Penerbangan Jika pada pemberitaan sebelumnya telah disinggung tentang empat komponen yang membentuk biaya operasi dari sebuah penerbangan, dan menitik-beratkan pada komponen Direct Cost. Kali ini kami akan membahas tentang komponen lain yang juga berperan dalam membentuk biaya tersebut, yaitu Fleet Cost. Kira-kira, apakah Anda bisa menebak peruntukkan dari biaya ini? Ya, dari namanya saja sudah bisa ditebak – biaya ini dikhususkan untuk urusan armada pesawat. Jadi semisal pihak maskapai masih menggunakan pesawat sewaan, maka ada biaya yang harus dikeluarkan – begitu pula halnya dengan pesawat yang sudah sah dibeli. Dari apa yang sudah dibahas pada artikel terdahulu, Fleet Cost menyandang predikat sebagai biaya kedua tertinggi dengan presentase 28,81 persen. Jika total cost yang harus dikeluarkan oleh pihak maskapai dalam jangka waktu satu tahun adalah US$3,1 miliar, maka besaran Fleet Cost yang harus dikeluarkan adalah US$882,5 juta. Sama seperti Direct Cost, Fleet Cost juga memiliki komponen pembentuknya sendiri, hanya saja komponennya tidak sebanyak Direct Cost. Berdasarkan data dari sumber terpercaya yang dihimpun KabarPenumpang.com dari salah satu maskapai dalam negeri, berikut adalah rincian presentase yang harus dikeluarkan pihak maskapai untuk Fleet Cost: Lease: 26,64 persen Depreciation: 1,88 persen Insurance: 0,29 persen Depreciation atau depresiasi ini berkaitan dengan penyusutan nilai dari suatu barang – dalam kasus ini adalah pesawat. Depresiasi sendiri memiliki dua sifat, yaitu non-cash cost (karena sebenarnya yang menyusut adalah nilai dari pesawat, bukan berarti perusahaan harus mengeluarkan dana) dan tax deductible (pajak yang bisa ‘disusutkan’). Baca Juga: Ikutan Menjerit Karena Harga Tiket Pesawat Mahal? Cek Dulu Penyebabnya! Sedangkan Lease merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk penyewaan pesawat. Jika sebuah maskapai tidak memiliki pesawat sewaan, maka tidak akan ada presentase lease, dan presentasenya akan beralih ke depreciation, tentu saja dengan angka yang fluktuatif.

Tingkatkan Kenyamanan, Bandara Istanbul Larang Penjemput Bawa Kertas Penanda Jemputan

Salah satu pemandangan ‘wajib’ yang akan Anda lihat ketika keluar dari area khusus penumpang di bandara adalah ramainya para penjemput. Bahkan, tidak sedikit dari para penjemput ini yang juga membawa kertas bertuliskan nama si penumpang guna memudahkan proses pencarian. Memang, praktik penjemputan semacam ini lazim adanya, tapi tidak bagi Turki yang kabarnya siap menerbitkan regulasi terkait pelarangan dari para penjemput ini. Nah lho! Baca Juga: Bandara Baru Istanbul Diharapkan Menjadi Aerotropolis Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman hurriyetdailynews.com (1/1), rencananya regulasi ini akan diberlakukan di Bandara Istanbul, dimana sejatinya pihak pengelola bandara perlu menghadirkan semacam satu titik temu yang modern dan berorientasi kepada para tamu. Hal tersebut diucapkan oleh pimpinan regional Bandara Istanbul, İsmail Şanlı. “Bagian lounge section akan memudahkan penumpang untuk mencari penjemputnya, dan akan meminimalisir penumpang yang kebingungan ketika keluar dari terminal,” ujar İsmail. Ya, terkadang kompleksnya situasi di dalam bandara dan papan penunjuk lokasi yang kurang jelas kerap membuat penumpang kebingungan – terlebih ketika itu adalah destinasi baru bagi si pengunjung. Bayangkan Anda ada di posisi si penumpang yang tersesat tersebut, wah tentu ini akan menguras tenaga dan bikin emosi, ya! “Tertanggal 31 Desember, kami telah melarang penjemput penumpang yang masih menggunakan kertas bertuliskan nama penumpang,” sambungnya. “Namun hingga tanggal 31 Maret, para pelanggar masih belum dikenakan denda,” Nah, ternyata selain memikirkan soal kenyamanan dan pengalaman penumpang di Bandara Istanbul, penyediaan lounge ini juga akan meminimalisir praktik ‘backstreet agency’. Jika dilihat dari istilahnya, backstreet agency ini merupakan agen perjalanan wisata bodong yang mungkin saja menawarkan paket wisata di Turki dengan harga selangit. Baca Juga: Dalam Jumlah Pergerakan Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Unggul Tipis dari Changi “Kami akan menilai pertemuan penumpang dengan penjemput yang masih menggunakan kertas tersebut sebagai backstreet agency,” tutup İsmail. Jika memang langkah ini baik bagi para pelancong pendatang, bukan tidak mungkin jika langkah serupa akan diterapkan oleh otoritas bandara di Indonesia – terutama bandara internasional kenamaan seperti Soekarno Hatta di Jakarta dan I Gusti Ngurah Rai di Bali.

JAL Obral 50 Ribu Tiket Gratis untuk Sambangi Berbagai Kota di Jepang yang Jarang Disinggahi Pelancong

Tokyo, Jepang pada Musim Panas 2020 ini akan menjadi tuan rumah Olimpiade. Hal ini kemudian membuat maskapai milik Negeri Sakura tersebut Japan Airlines (JAL) membagi-bagikan 50 ribu tiket pesawat pergi-pulang domestik pada pelancong di awal musim panas mendatang. Baca juga: Sokong Mobilitas di Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Uji Coba Taksi Otonom Pertama di Dunia Tiket-tiket gratis ini dihadirkan oleh JAL dengan tujuan mendorong para pelancong untuk melihat sisi lain dari berbagai kota di Jepang yang jarang dikunjungi. JAL membuat pembagian tiket gratis tersebut juga memungkinkan pelancong untuk menghilangkan ketegangan Olimpiade Tokyo yang berlangsung 1 Juli hingga 30 September 2020. KabarPenumpang.com melansir laman ccn.com (2/1/2020), JAL memberikan tiket gratis bukanlah tanpa syarat, tetapi pelancong harus terdaftar dari luar Jepang. Kemudian mengikuti program frequent flier Mileage Bank milik maskapai JAL. Ketika pelancong sudah mendaftar, mereka tidak akan langsung tahu tujuan gratis yang didapat dan akan tahu hasilnya setelah beberapa hari. Ada empat lokasi wisata yang disiapkan JAL yakni keberangkatan dan kedatangan dari Bandara Haneda, Tokyo dan Bandara Utami serta Kansai Osaka. Bila pelancong bepergian dengan keluarga, teman atau kerabat juga bisa mendaftarkan sebagai grup hingga empat orang. Nanti setelah memasukkan pendaftaran jawaban akan diterima sekitar tiga hari setelah apply data-data penumpang. Pertandingan untuk mendapatkan tiket gratis tersebut akan dimulai 24 Juli hingga 9 Agustus 2020. Sedangkan Paralimpiade selesai pada 6 September. Kehadiran Olimpiade Musim Panas 2020 diharapkan efeknya akan membawa sepuluh juta pelancong tambahan ke negara itu di tahun ini. Kedatangan pengunjung asing tahunan ke Jepang meningkat tiga kali lipat pada tahun 2013-2019 menjadi lebih dari 31 juta, dengan sekitar sepuluh juta berhenti di Tokyo. Rincian lebih lanjut tentang pemberian JAL akan dirilis pada awal Januari, dan aplikasi dibuka pada akhir Februari. Sebenarnya pelancong yang mendaftar pertama akan dilayani pertama. Baca juga: Tingkatkan Keamanan Pra Olimpiade, Otoritas Jepang Akan ‘Geledah’ Hand-Luggage Penumpang Persiapan final sedang berlangsung untuk Olimpiade, dengan Stadion Nasional baru di Tokyo yang merupakan tempat utama untuk Olimpiade. Ini akan secara resmi diresmikan pada 21 Desember dalam upacara bertabur bintang termasuk Pelari cepat asal Jamaika dan peraih medali emas Olimpiade delapan kali, Usain Bolt.

(Lagi) Powerbank Meledak di Penerbangan AirAsia Rute Kuala Lumpur-Hong Kong

Lagi-lagi insiden meledaknya sebuah powerbank di sektor aviasi global kembali terjadi. Kali ini menimpa salah satu penumpang dari maskapai berbiaya rendah asal Malaysia, AirAsia dengan nomor penerbangan AK130 yang mengoperasikan rute penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Hong Kong. Mengingat insiden ini terjadi di tengah penerbangan, maka sang kapten memutuskan untuk mengalihkan penerbangan dan melakukan pendaratan darurat di Ho Chi Mih, Vietnam. Kendati situasi sempat bikin jantung deg-degan, namun beruntung insiden ini tidak memakan korban jiwa. Baca Juga: Tentang Kasus Power Bank Meledak di Kabin, Inilah Regulasi dari IATA Yang Wajib Dipatuhi! Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman soyacincau.com (31/12), kejadian ini berawal ketika semua penumpang masuk ke dalam pesawat dan siap untuk lepas landas menuju Hong Kong pada Rabu minggu lalu. Proses take-off berjalan lancar hingga pada akhirnya di tengah perjalanan, powerbank salah satu penumpang meledak dan membuat panik seisi kabin. Kejadian ini sendiri diperkirakan terjadi pada pukul 17.25 waktu setempat. Menimbang sisi keselamatan, akhirnya awak pesawat menghubungi Bandara Internasional Tan Son Nhat yang ada di Ho Chi Minh guna meminta ijin untuk melakukan pendaratan darurat. Pendaratan pun berjalan mulus dan proses evakuasi langsung diterapkan. Korban yang terdampak insiden ini langsung dilarikan ke Rumah sakit Cho Ray guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut – setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis ‘seadanya’ di bandara. Menurut laporan yang tersiar, korban mengalami luka bakar yang cukup signifikan sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut. Baca Juga: Kabin Airbus A320 Royal Brunei Dipenuhi Asap Tipis, Pihak Maskapai Sebut “Insiden Power Bank” Terkait insiden meledaknya powerbank di maskapai AirAsia ini, pihak maskapai dan bandara langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat, sedangkan penumpangnya terpaksa bermalam di Vietnam. Meninjau keselamatan, akhirnya penerbangan dilanjutkan dengan menggunakan pesawat baru. Hanya jika AirAsia mempertimbangkan dan mengimplementasikan rencananya untuk melarang penumpang menggunakan powerbank selama penerbangan, maka bisa saja kejadian semacam ini tidak akan terjadi.

Bandara Terapung, Dari Sebuah Konsep Hingga Terwujud di Jepang dan Hong Kong

Belum lama ini PT Angkasa Pura I telah mencanangkan pembangunan floating airport di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Bagi kebanyakan orang istilah floating airport masih terasa asing. Floating airport atau bandara terapung merupakan bandara yang dibangun di laut dengan perangkat seperti teknologi platform pneumatik stabil. Biasanya pembangunan bandara terapung ini dikarenakan masalah penggunaan lahan, polusi dan kebisingan pesawat terbang. Baca juga: PT Angkasa Pura I Lakukan Topping Off Terminal Apung Bandara Ahmad Yani Awalnya adanya pembahasan bandara terapung ini untuk penerbangan trans-Atlantik pada tahun 1930. Saat itu untuk melakukan penerbangan yang aman dengan teknologi akan dibuat delapan bandara. Namun, untuk membangun delapan bandara ini bukanlah hal yang murah dan menghabiskan sebanyak US$12 juta atau sekitar Rp164 juta. Sayangnya gagasan bandara terapung ini terlupakan hingga tahun 1935. Sebenarnya secara teori, masalah bandara di darat dapat diminimalisir dengan membangun bandara beberapa mil di lepas pantai. Dimana lepas landas dan pendaratan akan berakhir di atas air bukan di atas daerah dengan penduduk sehingga bisa mengurangi polusi suara dan mengurangi resiko kecelakaan pesawat terbang ke tempat tinggal penduduk di daratan. Tetapi apakah bandara terapung menjadi kenyataan? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber di Jepang yang memiliki banyak keunikan ini ternyata punya lebih dari dua bandara di laut. Berikut ini ada beberapa bandaranya yang dibagun dengan teknologi yang berhasil diterapkan dan mengambil keuntungan dari sumber daya laut yang mengelilingi semua sisi jepang dan membangun pulau buatan. 1. Bandara Osaka-Kansai Bandara Internasional Osaka-Kansai melayani area di kota yang penuh turis seperti Kyoto dan Nara. Bisa dikatakan, bandara ini merupakan bandara terapung yang paling terkenal. Bandara ini diperkirakan dibangun sejak tahun 1980an tak lama setelah bencana melanda bandara Narita. Bandara Kansai ini merupakan bandara tersibuk kelima di Jepang dan menjadi bandara terpanjang di dunia. Teknik yang digunakan pada bandara ini terbukti bisa melawan bencana alam, seperti gempa dahsyat yang mengguncang Kobe tahun 1995. 2. Bandara Nagoya-Centrair Secara teknis, bandara ini merupakan bandara terapung ketiga di Jepang. Dibuka tahun 2005, menjadi bandara yang memiliki penumpang tertinggi setelah Osaka-Kansai. Tahun 2016 lalu, bandara Nagoya Centrair atau Central Japan menjadi bandara satu-satunya yang memiliki jadwal penerbangan dari ke Amerika Utara. 3. Bandara Kobe Dibuka 12 tahun setelah Osaka-Kansai, Kobe adalah bandara yang lebih kecil dari Osaka. Bandara ini hanya melayani beberapa tujuan domestik. Ini dikarenakan Kobe merupakan bagian kecil dari Kansai yang besar. Penumpang internasional yang akan berangkat dari Osaka-Kansai bisa menggunakan kereta api dari bandara Kobe diseberang teluk. 4. Bandara terapung Khyusu Pulau Kyushu adalah rumah bagi dua bandara terapung di Jepang yakni Nagasaki dan Kitakyushu. Bandara Nagasaki ini dibangun setengahnya diatas pulau sedangkan Kitakyushu duah dibuka tahun 2006 sama dengan bandara Kobe. Kedua bandara ini memiliki lalu lintas yang relatif rendah. Jadwalnya pun dari Kitakyushu hanya ke Tokyo dan Nagoya. Tetapi dari Nagasaki ada penerbangan menuju Seoul dan Shanghai serta seluruh kota di Jepang. Jepang yang dikelilingi lautan ini tidak heran banyak proposal yang masuk untuk membangun bandara Tokyo menjadi bandara terapung. Terutama Megafloat yang akhirnya kandas tahun 20008 dan telah diajukan. Tidak jadinya pembangunan Megafloat tersebut dikarenakan Teluk Tokyo mudah terkena tsunami. Di luar Jepang bandara terapung terkenal adalah Bandara Internasional Hong Kong yang dibuka tahun 1998 lalu untuk menggantikan bandara di kota Hong Kong yang padat. Hong Kong mengalami tantangan teknik yang jauh lebih sedikit dibandingkan bandara Kansai karena saat pembangunannya mempelajari hal-hal yang sulit dilakukan bandara Kansai. Baca juga: Bantai Bandara Internasional Hong Kong, Topan Hato Batalkan 400 Penerbangan Laut sendiri sebenarnya adalah batasnya, bagaimanapun dengan mengacu pada bandara terapung saat ini, bandara-bandara tersebut bisa saja tenggelam saat pendesainan. Apalagi jika kenaikan air laut terus berlanjut dengan kecepatan saat ini. Sehingga harus mengembangkan pendekatan yang sama sekali baru ke bandara pulau.

Konsep Bandara Terapung, Mungkinkah Terlaksana?

Tingginya angka permintaan penerbangan yang mulai meningkat dalam rentang beberapa tahun ke belakang membuat otoritas terkait memutar otak guna memenuhi permintaan tersebut. Beragam solusi juga coba dihadirkan, mulai dari membangun bangunan terminal baru yang mampu menampung banyaknya jumlah calon penumpang hingga merenovasi bangunan lama menjadi yang baru adalah dua contoh konkret dari meningkatnya permintaan penerbangan. Sebenarnya masih ada satu lagi solusi ‘gila’ yang bukan tidak mungkin untuk diimplementasikan di masa yang akan datang, yaitu konsep bandara terapung. Baca Juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim Mungkin beberapa dari Anda akan langsung mengernyitkan dahi sembari berangan-angan, “Apakah mungkin sebuah bandara bisa beroperasi dalam keadaan terapung?”. Tapi sebelum melanjutkan pembahasan, maksud dari konsep terapung ini adalah di laut, bukan di udara – hal ini tercetus mengingat eksistensi dari laut yang mencapai perbandingan 2/3 ketimbang daratan di bumi. Jadi, jika memang pesawat tempur saja bisa mendarat dan mengudara dari kapal induk, mengapa konsep bandara terapung ini tidak coba diulik dan dimatangkan? Konsep yang Tetap Hidup Konsep ini sejatinya sudah ada sejak jaman perang dulu. Mungkin beberapa dari Anda mengetahui tentang Habakkuk Project, sebuah kapal induk anti-tenggelam rancangan Inggris yang didapuk untuk menyaingi U-boats milik Jerman pada masa Perang Dunia ke-II. Nah, Habakkuk Project ini sendiri digadang-gadang mampu menampung 150 pesawat pengebom dual engine. Namun karena satu dan lain hal, akhirnya proyek ini tidak pernah terlaksana. Kendati Habakkuk Project ini tidak pernah terlaksana, namun impian tentang menghadirkan bandara terapung tidak pernah surut. Ambil contoh dua konsep bandara terapung yang muncul di era milenial ini, yang satu datang dari San Diego, satunya lagi dari seorang insinyur Aeronautika asal Amerika, Terry Drinkard. San Diego Untuk kasus San Diego, kota ini memang memiliki ruang yang cukup sempit untuk mengembangkan bandara internasionalnya, sehingga eksplorasi bagian laut menjadi ide brilian untuk mengimplementasikan rencana pengembangan tersebut. OceanWorks Development dan Float Inc., adalah dua perusahaan yang menaruh konsentrasi tinggi pada pengembangan bandara terapung yang rencananya akan bertempat beberapa mil dari Point Loma (semenanjung terkenal yang ada di San Diego). Namun melihat anggaran yang menyentuh angka US$20 miliar dan adanya keraguan tentang konsep teknis, pada akhirnya rencana ini tidak pernah terlaksana. Baca Juga: Yang Serba Unik dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang Konsep Terry Drinkard Hampir sama seperti apa yang dicanangkan oleh San Diego, apa yang dipetakan oleh Terry Drinkard. Konsep Aerotropolis Lepas Pantai yang dikembangkan oleh Terry ini digadang-gadang mampu melayani pesawat sedang seperti Boeing 737 dan Airbus A320. Hanya saja, rancangan Terry Drinkard ini terlihat lebih visioner mengingat dirinya tidak menampik bahwa semisal terlaksana kelak, maka bandara terapung ini akan menjadi pusat penelitian ekonomi hingga uji coba energi terbarukan.

Hujan dan Banjir Nekat Liburan? Cek Tipsnya

Tahun baru 2020 diawali dengan intensitas curah hujan yang cukup lebat. Bahkan beberapa daerah di Jabodetabek sudah di tutupi oleh genang air yang tinggi alias banjir. Namun apakah ini akan menyurutkan niat masyarakat untuk berlibur ataupun bekerja? Baca juga: Liburan Telah Usai, Waspadai Post Holiday Syndrome! Sepertinya tidak, sebab warga Jabodetabek yang sudah mengalami banjir tak hanya sekali ini saja. Bahkan mereka menikmati banjir yang terjadi. Meski begitu, warga yang bepergian baik bekerja atau berwisata harus sudah menyiapkan berbagai hal sebelum hujan menghambat perjalanan. KabarPenumpangcom merangkum dari berbagai laman sumber, ada beberapa tips yang bisa dipersiapkan ketika hujan dan banjir tiba saat bepergian. #1 Payung, jas hujan dan sepatu bot Tiga hal ini bisa dipersiapkan oleh Anda untuk melindungi tubuh dari air hujan. Selain itu barang-barang elektronik seperti ponsel dan laptop pun bisa lebih aman saat tertutup jas hujan atau payung. Sedangkan sepatu bot bisa digunakan para pengendara roda dua untuk menghalau kaki terkena air ketika menerobos banjir. Satu hal lagi, baiknya gunakan tas waterproof atau anti basah. Sebab tas ini juga membantu mengamankan barang bawaan. #2 Cek perkembangan cuaca Hujan yang terus menerus bisa menyebabkan banjir. Sehingga pelancong yang bepergian baiknya rajin mengecek perkembangan cuaca dan situasi tempat yang akan dikunjungi. Pasalnya hal ini bisa membantu Anda untuk mengatasi segala kemungkinan yang terjadi. #3 Gunakan transportasi Ketika banjir dan ingin bepergian, baiknya hindari menggunakan sepeda motor. Selain berisiko macet, motor juga bisa saja mati karena air yang masuk ke karburator atau knalpot. Kendaraan yang memungkinkan adalah bus, kereta atau kendaraan roda empat. Dengan pilihan transportasi ini, Anda bisa lebih nyaman ketika bepergian. #4 Kabar pada keluarga Saat banjir dan harus pergi keluar rumah, baiknya memberi kabar pada keluarga. Hal ini penting karena bila Anda tertahan di satu tempat karena hujan dan banjir mereka tidak terlalu khawatir. Apalagi dengan mengabarkan kondisi Anda mungkin saja ada bantuan yang bisa dilakukan untuk menjemput. #5 Pilih destinasi yang sesuai Karena hujan dan banjir, baiknya pilih tempat liburan dalam ruangan bukan yang diluar. Seperti museum, mall atau berbagai tempat lainnya yang didalam ruangan. Meski tidak semenarik di luar, setidaknya bisa mengurangi basah dan liburan pun tetap berasa serta bisa dinikmati. Baca juga: Jangan Sembarangan Gunakan WiFi Gratisan, Berikut Tips Keamanan Data dari FBI Nah, jadi Anda memilih berlibur atau tetap di rumah kala hujan dan banjir menghadang?

Penumpang Kereta di Rusia Dapat Rejeki Nomplok Gegara Kesalahan Sistem Tapping!

Siapa sih dari Anda semua yang tidak senang mendapat hadiah? Apalagi hadiah tersebut didapatkan dengan cara yang tidak diduga-duga – tentu hal ini diidam-idamkan oleh semua orang, ya! Tapi tahukah Anda bahwa pertengahan bulan Desember 2019 kemarin, beberapa penumpang dari jaringan kereta api Rusia mendapatkan tambahan saldo e-money dari kesalahan sistem pertiketan di sana. Nominalnya juga tidak main-main, lho! Sampai 20.000 rubel atau yang setara dengan Rp4,5 juta! Baca Juga: Benarkah Hadirnya E-Money Dorong Anda Jadi Pribadi Konsumtif? Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (17/12), salah seorang penumpang yang mendapatkan rejeki nomplok ini adalah Anton Belitskiy yang berprofesi sebagai seorang fotografer. Ia membagikan pengalaman uniknya ini di sebuah laman web, zen.yandex.ru, dan menuliskan bahwa saldo terakhir yang ada di e-moneynya tersebut kurang dari 100 rubel. Namun ketika ia melakukan tapping di mesin tiket yang ada di Stasiun Moscow Central Diameter (MCD), ia tak menyangka bahwa e-moneynya ‘diisikan’ saldo sebesar 20.000 rubel oleh mesin tersebut. “Saya tetap percaya bahwa mukjizat tahun baru itu ada,” tulis Anton. Anton sendiri pertamanya sempat tidak yakin bahwa e-moneynya diisi saldo sebanyak 20.000 rubel. Ia lalu mengecek berulang-ulang, namun tetap saja saldonya lebih dari 20.000 rubel. Ia lalu melaporkan kejanggalan yang dianggapnya sebagai mukjizat ini ke staff stasiun, dan mereka mengatakan ada yang salah di kartu Anton. Staff stasiun pun mengganti kartu Anton dengan yang baru, berisikan saldo 1.000 rubel atau yang setara dengan Rp224.000. Dan uniknya lagi, kejadian yang dialami oleh Anton ini juga ternyata menimpa beberapa penumpang lainnya. Tapi tidak diketahui secara rinci apakah para penumpang lain yang juga mendapatkan rejeki nomplok ini melaporkannya kepada staf stasiun juga atau tidak. Menanggapi kasus ini, Departemen Transportasi setempat membenarkan bahwa mesin pemindai yang ada di Stasiun MCD telah menambahkan saldo ke beberapa penumpang. Baca Juga: Polemik Biaya Ekstra di Top Up Kartu Uang Elektronik, Setujukah Anda? “Benar, ada beberapa kasus jumlah tambahan dikreditkan ke kartu Troika setelah wahana dibayar pada pemindai di stasiun Moscow Central Diameter (MCD),” kata departemen transportasi. “Bagi orang-orang yang beruntung mendapatkan penambahan saldo, mereka menanggapinya sebagai hadiah tahun baru,”  tutupnya.

BMW Siap Hadirkan ‘Satu Paket Komplit’ Sepeda Motor Listrik

Jika selama ini fokus para penyedia jasa layanan transportasi dan manufaktur transportasi hanya sebatas menghadirkan kendaraan yang mampu mengangkut banyak penumpang bertenagakan listrik, maka lain halnya dengan manufaktur kendaraan mewah asal Negeri Bavaria, BMW. Perusahaan ini menghadirkan konsep motor listrik yang dilengkapi dengan perangkat isi ulang daya layaknya moda transportasi listrik lainnya (tersedia di jalan-jalan). Jika konsep ini diimplementasikan kelak, maka bukan tidak mungkin jika kualitas udara di daerah terkait akan memulih secara perlahan. Baca Juga: [Galeri Foto] Harley-Davidson Rilis Sepeda Listrik Premium Dengan Harga Selangit! Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman rideapart.com (27/12), jika selama ini sudah banyak perusahaan yang mencetuskan konsep isi ulang daya tanpa memerlukan kabel, maka lain halnya dengan yang dikembangkan oleh BMW ini. Perusahaan lebih memilih untuk menanam panel sumber isi ulang daya di tanah, dan motor listrik BMW hanya perlu menghubungkan keping besi ke panel tersebut. Ya, panel sumber daya isi ulang yang menempel dengan keping besi yang ada di bagian bawah motor ini akan menghantarkan arus listrik yang bakal mengisi ulang daya dari baterai tersebut. Namun satu yang agak unik di sini adalah BMW baru menciptakan satu unit skuter listrik saja, dimana sebenarnya visi dari perusahaan terbilang cukup ambisius – namun jika meleset, maka tidak menutup kemungkinan akan mengalami kerugian dari proyek ini. Ya, jika saja BMW sudah memiliki beberapa jenis skuter listrik, maka rasanya akan sah-sah saja menghadirkan pos pengisian daya skuter listrik ini. Tapi ini BMW hanya memiliki – setidaknya baru memiliki satu varian skuter listrik, dimana harganya juga tergolong tidak murah. Ya, Anda tentukan sendiri jalan cerita selanjutnya. Baca Juga: Swytch Conversion Kit, Ubah Sepeda Konvensional Jadi Sepeda Listrik Namun kembali lagi, ini baru konsep pengembangan awal, dimana masih banyak sekali jalan yang bisa ditempuh oleh pihak perusahaan – mungkin saja menghadirkan skuter listrik seri lain, dan lain sebagainya. Jika memang proyek ini terlaksana, kiranya bisa menambah minat masyarakat untuk membeli moda rilisan BMW ini dan ikut berperan aktif untuk ‘menyembuhkan’ kondisi cuaca di luar sana!

Ini Kata Pramugari Singapore Airlines Tentang Ketatnya Proses Seleksi!

Menjadi seorang awak kabin, khususnya pramugari ternyata tidaklah semudah yang terlihat dalam penerbangan. Nyatanya, mereka harus melewati beberapa seleksi ketat selain pengukuran tinggi dan berat badan. Seperti salah seorang pramugari dari Singapore Airlines bernama Nisa yang telah satu tahun lebih bekerja di maskapai tersebut. Baca juga: Kata Pramugari, “Waktu Penerbangan Terbaik Ada di Pagi Hari” Perempuan 21 tahun ini mengatakan saat wawancara pun tidaklah mudah dan pertanyaannya berbeda setiap orang dan beberapa harus berdebat. Nisa menjelaskan hal biasa lainnya setelah wawancara adalah pengukuran tinggi dan berat badan, kemudian pemeriksaan tubuh ada bekas luka atau tidak. Dia menambahkan bahwa bila ada bekas luka kecil di tangan, kaki atau punggung maka akan langsung tidak lolos. “Mereka sangat ketat. Ketika Anda memiliki bekas luka di tangan, maka pekerjaan itu tidak akan didapat apalagi bekas luka tersebut bisa dilihat penumpang. Saat saya akan menandatangani kontrak, salah satu calon memiliki bekas luka kecil di tangan dan harusnya bisa menutupi dengan concealer tapi mungkin dia berpikir elah melewati tahap wawancara dan sayangnya ketika pewawancara melihat itu dia tidak mendapat pekerjaan karena bekas luka kecil,” jelasnya. Nisa juga menjelaskan bahwa ketika wawancara ada kelompok yang berisi delapan hingga sepuluh orang. Pada dasarnya, mereka mengajukan pertanyaan seperti, “Warna apa yang paling mewakili Anda?” Atau sesuatu seperti itu. Meski begitu, Nisa mengaku ketika tegang dirinya ingat temannya berkata untuk tetap tersenyum dan dia pun melakukannya. Tak hanya itu ada pula pertanyaan, “Jika Anda memiliki satu juta dolar, apa yang akan Anda lakukan dengannya?” “Saya pikir jawaban paling jujur ​​yang bisa saya berikan. Saya mengatakan bahwa keluarga saya tidak terlalu kaya. Saya akan menggunakan uang itu untuk menghidupi keluarga saya terlebih dahulu kemudian mungkin menyumbangkannya, atau semacamnya. Gadis-gadis lain memberikan jawaban yang sangat berbeda. Mereka juga cukup jujur. Beberapa mengatakan mereka akan menggunakan uang itu untuk berbelanja. Setelah semua pertanyaan, kami harus mengambil tinggi dan berat badan kami. Saya baru saja melewati ketinggian minimum yaitu 158 cm. Bisakah Anda bayangkan, mereka seperti berbisik, “Aiyah, saya pikir kita hanya memberinya kesempatan lah ….” Mereka kemudian mengatakan kepada saya bahwa mereka akan mengirim email kepada saya untuk wawancara terakhir,” kata dia. Selain wawancara Nisa mengaku juga harus melakukan catwalk dan pemeriksaan kesehatan. Mereka harus menemukan ukuran kebaya yang pas dan menggunakan sandal kemudian berjalan dicatwalk layaknya model. “Setelah Anda berganti, mereka akan memeriksa kaki Anda, lengan Anda dan memeriksa punggung Anda dan bahkan wajah Anda. Salah satu dari mereka bahkan berkata kepada saya, “Anda memiliki beberapa tonjolan di sini, [menunjuk ke dahi] Anda sebaiknya berhati-hati, oke?” Jadi mereka menempelkan plester ini di dinding dan itu seharusnya meniru ketinggian kabin dan saya harus meregangkan untuk mencapainya. Aku harus berjinjit untuk mencapainya. Ketika mereka meimbang berat saya, mereka mengatakan kepada saya untuk makan lebih banyak karena saya terlalu ringan. Aku seperti, oke,” tambahnya. Setelah lulus semua tes pada bulan Mei, dirinya masuk ke pelatihan pramugari pada bulan Juni. Dalam pelatihan dia dan yang lainnya diberikan berbagai macam hal pengarahan tentang penumpang dari penumpang sakit, penumpang lansia, berkebutuhan khusus hingga yang suka mabuk. “Selama satu tahun saya bekerja disini, untuk menangani penumpang mabuk, pernah ada yang meninju kepala kru dan membuat pilot turun tangan untuk memberi peringatan. Kami akan mengikat penumpang itu untuk pengamanan bila masih bermasalah hingga tiba di tujuan,” kata Nisa. Bahkan dirinya pernah mendapati seorang penumpang yang minum obat tidur dan terlihat seperti orang mati. Dia menjelaskan mereka memasukkannya kedalam kantong mayat setelah melakukan CPR dan tidak bereaksi. Namun ternyata ketika mendarat penumpang itu terbangun dan sadar ada di kantong mayat. Penumpang tersebut menjelaskan dirinya minum obat tidur karena memiliki fobia terbang. Saat menemukan penumpang dengan anak-anak pun Nisa mengatakan, mereka akan memberikan mainan untuk anak tersebut. KabarPenumpang.com merangkum dari mothership.sg (28/12/2019), selama satu tahun lebih bekerja menjadi pramugari, Nisa mengatakan suka dengan pekerjaannya dan mendapat pengalaman belajar dan menjadi lebih percaya diri dari sebelumnya. “Pekerjaan kami sangat penting karena sebelum kita melakukan penerbangan, kita selalu diingatkan bahwa ada hal lain di pesawat yang dapat rusak atau apa pun, tetapi kita harus selalu menjaga diri kita sendiri karena kita adalah orang yang paling penting di dalam pesawat, selain dari para pilot. Jika sesuatu terjadi, kita adalah orang yang tahu apa yang harus dilakukan dan siapa yang akan bertanggung jawab,” tambahnya. Bahkan dia mengatakan, di masa depan dirinya melihat menjadi seorang guru dan berbeda dengan seorang pramugari. Nisa tidak tahu bahwa sebenarnya ingin mengajar dan sukacita dalam mengajar. “Tetapi sekali lagi, saya tidak akan tahu apakah saya akan menikmatinya. Karena pekerjaan saya saat ini adalah kebalikan dari mengajar, dengan pekerjaan rumah yang harus ditandai dan harus membawa pekerjaan rumah,” kata dia. “Tetapi saya juga berpikir pekerjaan saat ini bukan untuk saya. Budaya kru selalu membuat Anda tidak aman karena orang selalu menilai Anda. Jadi saya cenderung paranoid karena kadang-kadang saya tahu orang menilai,” tambahnya. Karena beberapa diantar teman-teman banyak yang tahu dirinya akan menjadi guru, mereka menyuruhnya untuk mengambil profesi itu. Menurut mereka, semakin lama tinggal menjadi pramugari maka semakin terjebak dan tidak bisa keluar dari pekerjaan itu. Baca juga: Pramugari Emirates Bocorkan Rahasia Make Up yang Tahan Lama “Jadi ya, itu agak membuat saya stres karena kadang-kadang saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan dan saya khawatir jika saya terlalu lama, saya akan terjebak dalam pekerjaan ini. Saya tidak berpikir orang-orang tahu seperti apa sebenarnya pramugari itu. Saya tidak berusaha mengatakan itu pekerjaan yang buruk, tetapi saya pikir pekerjaan itu tidak dimaksudkan untuk semua orang,” kata Nisa.