(Masih) Terdampak RUU Ekstradisi, Cathay Pacific Bakal Turunkan Kapasitas Bangku di 2020
Saham milik flag carrier Hong Kong, Cathay Pacific dikabarkan terus mengalami penurunan. Pada pertengahan Desember tahun 2019 saja, saham maskapai ini kembali mengalami penurunan sebesar 1,6 persen. Walaupun perusahaan sempat mencatat peningkatan nilai saham sebanyak 0,2 persen, namun agaknya pihak Cathay Pacific akan tetap memangkas rute penerbangan pada tahun 2020 mendatang jikalau aksi massa yang menentang RUU Ekstradisi masih berkecamuk.
Baca Juga: Singapore Airlines, Cathay dan Qantas Mengaku Terdampak Kerusuhan di Hong Kong
Ya, tidak bisa dipungkiri, aksi massa ini memang membawa dampak besar terhadap Hong Kong – terutama pada sektor ekonomi. Dilihat dari sudut pandang transportasi, sejumlah maskapai tercatat sempat mengalami penurunan jumlah penumpang menuju Hong Kong, sebut saja Singapore Airlines, Qantas, hingga Garuda Indonesia.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (18/12), pihak Cathay Pacific mengatakan bahwa lalu lintas penumpang yang masuk ke Hong Kong mengalami penurunan hingga 46 persen ketimbang bulan November tahun lalu. Lain ceritanya dengan anak perusahaan mereka, Cathay Dragon yang juga mengaku mengalami penurunan jumlah penumpang sebanyak sembilan persen pada November 2019 ketimbang bulan yang sama pada tahun 2018 kemarin.
“Bulan November memang menjadi bulan paling menantang bagi Cathay Pacific dan Hong Kong, mengingat masih minimnya permintaan penumpang,”ujar salah seorang pejabat komersial Cathay Pacific, Ronald Lam.
Berkaca pada hal ini, akhirnya perusahaan berencana untuk memangkas kapasitas bangku mereka sebesar 1,4 persen pada tahun depan, dan membalikkan rencana awal untuk meningkatkan kapasitas sebesar 3,1 persen.
“Ini kali pertamanya terjadi setelah sekian lama,” sambung Ronald.
Baca Juga: Kisruh Tak Kunjung Reda, Bandara Hong Kong Kehilangan 16,2 Persen Penumpang
Ya, tahun 2019 ini memang bukan tahun yang mudah bagi Cathay Pacific, mengingat sejumlah gejolak terjadi dan berdampak buruk pada perusahaan. Berakar dari masalah RUU Ekstradisi, maskapai ini terus mengalami penurunan dari segi finansial – baik dari revenue maupun saham. Belum lagi mundurnya CEO dari maskapai tersebut, membuat kondisi perusahaan menjadi terombang ambing di ambang ‘kehancuran’.
Beruntung, laman sumber menyebutkan bahwa saham Cathay Pacific kini berangsung memulih setelah pada April 2019 lalu sempat menukik tajam sebesar 20 persen.
Ini yang Harus Diperhatikan Pelancong Asing Saat Bertandang ke Bali
Bali menjadi salah satu incaran pelancong mancanegara dan lokal ini memiliki banyak tempat yang bisa dikunjungi, baik tempat wisata hingga alamnya. Kalau pelancong lokal sepertinya tak perlu punya aturan khusus bila ke Pulau Dewata ini sebab mereka tak perlu membawa dokumen khusus dan bisa bepergian dengan apa saja baik itu kendaraan sewaan atau kendaraan yang dipesan melalui aplikasi.
Baca juga: Jangan Sembarangan Gunakan WiFi Gratisan, Berikut Tips Keamanan Data dari FBI
Nah, kalau untuk pelancong mancanegara bagaimana ya? Apakah ada aturan atau hal lainnya? KabarPenumpang.com merangkum news.com.au, ternyata ada beberapa tips yang harus diketahui pelancong mancanegara sebelum berkunjung ke Bali. Berikut aturan-aturannya.
#1 Cari tahu izin tinggal
Di Bali banyak tempat yang bisa dikunjungi dan pelancong bisa memilih jenis liburan seperti apa yang dicari. Bila ingin merasakan pantai bisa tinggal di dekat Kuta atau Seminyak. Bila ingin merasakan suasana santai bisa ke Canggu atau Nusa Dua. Selain itu bila ingin merasakan tempat sejuk pelancong bisa ke Ubud dan Kintamani.
Sama dengan tujuan internasional lain, Indonesia memerlukan validitas minimal enam bulan paspor sejak tanggal masuk pelancong ke Bali. Jika bepergian dengan paspor Australia, pelancong bisa mendapat visa gratis selama 30 hari. Tetapi jika ingin tinggal 31-60 hari, pelancong bisa membeli visa seharga US$35 di loket imigrasi di Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar.
#2 Bawa tas belanja
Karena di Bali sudah tidak menggunakan kantong plastik untuk barang belanjaan, baiknya pelancong menyiapkan tas untuk belanjaan mereka. Selain itu, ketika berbelanja tawarlah barang yang akan dibeli, dan membawa tas belanja sendiri juga menguntungkan karena untuk menghindari label jika pelancong kebetulan mendapat ripped off. Selain itu kantong belanjaan pribadi juga menghindarkan pelancong dari sasaran empuk penjual untuk harga yang tiba-tiba meningkat.
#3 Gunakan taksi resmi
Taksi resmi di Bali adalah Blue Bird dan bisa menjadi pilihan pas ketika pelancong bingung naik kendaraan apa ketika tiba di bandara. Bila ingin menyewa kendaraan lisensi Australia berlaku di Bali sehingga memudahkan pelancong Australia untuk menyewa sepeda motor ataupun mobil.
#4 Kamar AC
Ketika tiba di penginapan baiknya pilih kamar yang berAC, sebab udara di Bali cukup panas untuk pelancong mancanegara. Apalagi bila memilih dekat sekitaran pantai seperti Kuta dan Seminyak sepertinya kamar berAC sangat disarankan.
#5 Jutawan
Karena mata uang yang berbeda, setiap bertransaksi waspadalah saat menghitung uang kembalian. Skimming ATM adalah hal yang umum di Bali dan berhati-hatilah saat memasukkan PIN dan pastikan ATM berfungsi baik sebelum menggunakan.
#6 SIM lokal
Sama seperti pelancong Indonesia yang pergi ke negara luar, pelancong mancanegara pun baiknya menggunakan kartu SIM lokal untuk memudahkan komunikasi mereka. Meski sebagian besar hotel, restoran dan objek wisata di Bali menggunakan WiFi gratis, pelancong tetap meminta paswordnya. Selain itu SIM lokal juga untuk menghindari biaya roaming global yang belebihan.
#7 Starbuks dan Arak
Bali memiliki beberapa makanan terbaik di wilayah ini dari hidangan tradisional Indonesia di warung pinggir jalan hingga menu internasional bintang lima. Jangan takut untuk mencoba makanan dari kios selama produk daging disimpan di es dan dimasak di depan Anda. Restoran dan kafe ada di mana-mana karena Anda dapat makan tepat di pantai dengan air yang mengayun-ayunkan jari kaki Anda, atau menyaksikan matahari terbenam di atas taman terawat yang memukau.
Bali juga memiliki budaya kopi yang luar biasa yang didorong oleh ekspatriat dan penduduk setempat, jadi jangan hanya pergi ke Starbucks. Anggur mahal di mana-mana di Bali dan sayangnya, keracunan metanol adalah risiko ketika memesan minuman beralkohol dari bar atau klub. Hanya meminum minuman keras yang telah Anda beli di sana dan membuka diri Anda sendiri atau bebas alkohol. Jangan pernah minum arak atau nabati khas Bali kecuali jika Anda ingin pergi ke rumah sakit setempat.
#8 Bawa sunscreen dan tisu
jangan lupakan sunsreen keetika bepergian di Bali, karena matahari cukup terik. Selalu bawa tisu karena tidak semua toilet menempatkan tisu di setiap biliknya.
Baca juga: Mau Bikin Vlog Menarik dan Tak Repot Saat Bepergian? Simak Tips ini!
#9 Pengamanan diri
Selalu dapatkan asuransi perjalanan sebelum bepergian ke Bali. Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi dan biaya medis dapat bertambah dengan cepat. Simpan paspor Anda dengan aman, atau terkunci di dalam brankas hotel, dan merupakan ide bagus untuk menyalin semua dokumen perjalanan dan mengirim email salinan itu kepada Anda sendiri atau pergi dengan seseorang di rumah.
Etihad Kerja Sama dengan Bandara Abu Dhabi Hadirkan Kursi Roda Otomatis
Kursi roda otomatis untuk memudahkan penumpang yang memiliki mobilitas terbatas kini sudah hadir di Bandara Abu Dhabi. Kehadirannya ini adalah kerja sama denga maskapai Etihad Airways dan WHILL selaku pemasok kursi roda tersebut.
Baca juga: Gandeng Panasonic, ANA Hadirkan Kursi Roda Otonom di Bandara Narita
Kursi roda otomatis ini sendiri diumumkan pada bulan September 2019 kemarin. Adanya kursi roda otomatis bertujuan untuk memungkinkan penumpang dengan mobilitas terbatas agar bisa bergerak di sekitar lingkungan bandara tanpa perlu bantuan petugas.
KabarPenumpang.com melansir laman businesstraveller.com (19/12/2019), uji coba kursi roda otomatis ini sendiri diketahui berlangsung selama empat hari yang dimulai pada 2 Desember. Dalam uji coba ini melibatkan 60 penumpang dengan mobilitas terbatas.
Maskapai mengatakan, para anggota kelompok uji coba tersebut mengemudikan kursi roda dengan menavigasi daerah ramai yang akan dikunjungi dan bersantai sebelum tiba di gerbang mereka. Tak hanya itu, ketika penumpang sudah selesai menggunakannya, kursi roda ini akan kembali dengan sendiri ke dok tanpa bantuan manusia.
Sebab kursi roda otomatis tersebut dilengkapi sensor yang juga bisa mendeteksi penghalang dan memiliki fungsi berhenti otomatis. Etihad mengatakan, selama uji coba tersebut, para petugas tetap ada untuk membimbing penumpang dan menjelaskan cara penggunaannya. Petugas-petugas itu pun juga membantu jika penumpang membutuhkan apapun yang dibutuhkan.
“Kenyamanan adalah salah satu faktor terpenting dalam pengalaman perjalanan hari ini. Kami ingin membuatnya lebih mudah bagi penumpang untuk menikmati bandara kami dengan mudah. Melalui uji coba ini, kami telah menunjukkan bahwa penumpang mobilitas terbatas dan keluarga mereka dapat menikmati kebebasan bergerak yang lebih besar sambil tetap memastikan bahwa teknologi tersebut dapat digunakan dengan aman dan aman di fasilitas kami,” ujar CEO Abu Dhabi Airports Ahmed Al Shamisi.
Baca juga: Lantaran Tak Diberikan Kursi Roda, Penumpang Disabilitas Alami Patah Tulang Saat Ke Toilet
Etihad mengatakan pemetaan intensif dan uji coba kursi roda akan berlanjut selama beberapa minggu mendatang, dan bahwa “evaluasi komprehensif” akan menentukan kelayakan kursi roda di Terminal Midfield bandara. Awal tahun ini, maskapai asal Jepang, yakni All Nippon Airways (ANA) bermitra dengan raksasa elektronik Panasonic Corporation untuk menguji coba kursi roda listrik baru yang dapat dikendarai sendiri di bandara.
Dalam Dua Hari, Tiga Kondektur Kereta di India Diserang Penumpang Tak Bertiket
Seorang pemeriksa tiket (kondektur) di Stasiun Badra menderita cedera setelah diduga didorong seorang penumpang yang tiba di stasiun tanpa tiket. Insiden yang menimpa Vivek Kumar Rai tersebut sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat ketika dirinya bertugas di peron dan tengah memeriksa tiket penumpang yang baru tiba di Stasiun Badra.
Baca juga: Ikuti Jejak Indonesia, Peraturan Penumpang di Kereta India Dipertegas, Ribuan Orang Terkena Sanksi
Saat dirinya bertugas, ternyata satu penumpang tak memiliki tiket dan Rai mengantarkannya ke Railway Protection Force (RPF) untuk penanganan.
“Menurut pemeriksa tiket, penumpang itu memanggil ayahnya yang diduga polisi ketika Rai meminta dirinya membayar denda. Penumpang itu kemudian mendorong petugas dan Rai terjatuh yang menyebabkan luka-luka di kepala dan tangannya. Pelaku juga melompat ke rel dan melarikan diri,” ujar Government Railway Police (GRP).
Karena insiden ini kepala Rai yang berdarah tersebut diberi pertolongan pertama di stasiun dan kemudian dikirim ke Rumah Sakit Jagjivan Ram untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
“Kami telah mendaftarkan sebuah kasus, tetapi kami masih berusaha untuk memastikan identitas penumpang karena area di mana insiden terjadi tidak masuk dalam kamera CCTV,” ujar Inspektur Senior GRP Badra yang dikutip KabarPenumpang.com dari indianexpress.com (25/11/2019).
Bahkan dihari yang sama, seorang petugas pemeriksa tiket di Stasiun King’s Circle di pinggiran Central Railway pun diserang oleh penumpang yang tidak memiliki tiket dan jatuh ke rel. Tak hanya itu hari berikutnya, seorang petugas pemeriksa tiket juga di serang di Stasiun Ambernath yang terletak 55 km dari distrik Thane dan penumpang telah ditangkap.
Petugas wanita bernama Namrata Shendge meminta penumpang yang teridentifikasi sebagai Minal Ghule untuk memberikan tiketnya. Namun karena tidak memiliki tiket dia diduga memukul petugas dan juga memukul kepala polisi GRP Ambernath, Anita Kamble ketika mencoba untuk mengamankan pelaku.
Baca juga: Indian Railway Hadirkan Kereta Promosi, Berpenumpang Bintang Bollywood
Insiden ini terekam CCTV dan GRP Kalyan mendafrtarkan FIR dan kemudian menangkap Ghule. Prihatin dengan serangan berulang terhadap para pemeriksa tiket, Kereta Api Pusat Mazdoor Sangh, salah satu serikat buruh terkemuka, telah memperingatkan protes diam-diam di luar kantor Manajer Kereta Api Divisi di Terminal Chhatrapati Shivaji Maharaj di sini pada hari Jumat.
Dikira ‘Rebranding,’ Pencantuman Jenis Ternyata Bukan Sesuatu yang Mutlak
Agaknya sepanjang tahun 2019 ini, satu nama varian pesawat yang menjadi pusat perbincangan banyak pihak adalah 737 MAX rilisan Boeing. Ya, bagaimana tidak, pada 29 Oktober 2018 kemarin, Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air jatuh di perairan Tanjung Karawang dan menewaskan 189 orang. Lima bulan berselang, tepatnya pada 10 Maret 2019, pesawat dengan jenis yang sama yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines juga mengalami kecelakaan di Addis Ababa.
Baca Juga: Akankah Boeing 737 MAX Kembali Mengudara di Kuartal Pertama 2020?
Wajar saja adanya jika varian pesawat Boeing 737 MAX ini meramaikan pemberitaan internasional – terlebih ketika satu-per-satu ‘borok’ perusahaan terungkap, memegang peranan sebagai ‘bumbu pelengkap’ dari rangkaian panjang kasus ini.
Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan oleh Boeing agar varian 737 MAX ini bisa kembali mengudara. Ya, masih lekang dalam ingatan dimana salah satu buntut yang paling fenomenal dari insiden jatuhnya dua pesawat di atas adalah grounded besar-besaran yang dilakukan oleh semua pengguna varian Boeing 737 MAX – hal ini dilakukan mengingat mereka enggan mempertaruhkan nyawa penumpang dan reputasi perusahaan. Bahkan hingga saat ini, Boeing 737 MAX masih tidak diijinkan untuk melakukan operasi komersial.
Pada pertengahan tahun 2019, Presiden AS Donald Trump sempat mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan agar Boeing me-rebranding varian 737 MAX guna membuang sial dan membuka lembaran baru bagi masa depan varian yang lebih cerah. Namun jalan pikiran Presiden kontroversial ini tidak lantas diamini Boeing, mereka masih mempertimbangkan tentang rebranding dari varian tersebut.
Pada pemberitaan terakhir yang dirangkum KabarPenumpang.com dari laman forbes.com (29/12), di tengah isu soal rebranding terhadap varian 737 MAX, maskapai asal Cina, Xiamen Air hadir dengan penamaan 737-8 pada bagian depan pesawat, padahal pesawat terkait merupakan tipe 737 MAX yang pertama kali diterima perusahaan pada Mei 2018 silam. Jika disangkut-pautkan dengan isu rebranding ini, maka penamaan di Xiamen Air bukanlah sebuah masalah.
Namun dari 54 unit Boeing 737 MAX yang dimiliki oleh Xiamen Air, hanya ada 11 unit saja yang tetap memiliki nama MAX di body pesawat. Jika ditelaah lebih jauh lagi, tidak hanya Xiamen Air saja yang tidak mencantumkan embel-embel MAX di pesawat yang dioperasikannya – melainkan juga WestJet, Flydubai, Ryanair, dan beberapa maskapai lainnya.
Baca Juga: Kasus Boeing 737 MAX: Joint Authorities Technical Review Lakukan Kritik Sertifikasi Pada FAA
Ternyata, penamaan dari suatu maskapai ini bukanlah hal mutlak, dimana pihak maskapai harus tunduk pada peraturan tersebut. Ini terlihat dari berbagai variasi penamaan pada satu varian yang sama (Boeing 737 MAX).
Terlepas dari isu rebranding ini, pihak Boeing agaknya harus semakin getol menstimulasikan kepada masyarakat bahwa varian 737 MAX ini sudah mengalami upgrade dan layak untuk terbang – selagi mereka masih menunggu proses sertifikasi dari pihak FAA yang akan menjadi gong penanda varian ini bisa kembali mengudara.
2019 Jadi Tahun Integrasi untuk TransJakarta
Akhir tahun tinggal satu hari lagi, bagaimana perjalanan TransJakarta? Ternyata tahun 2019 ini, TransJakarta menetapkan sebagai tahun integrasi. Ini karena TransJakarta hadir bersama dengan moda transportasi yang baru lahir yakni Moda Raya Terpadu (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) di tahun 2019.
Baca juga: Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Tak Pergi Keluar Kota? Ayo Jajal Bus Listrik TransJakarta Gratis di Monas
Kelahiran dua moda transportasi massal baru ini Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan, membuat mereka mengadirkan kembali halte Bundara Hotel Indonesia dan Tosari. Bahkan halte Tosari yang saat ini ada mampu menampung tiga bus sekali berhenti.
Tak hanya itu, Agung mengatakan, pada 2019 ini TransJakarta pun sudah mulai mensosialisasi bus listrik. Dia menambahkan, bus listrik tersebut mulai pra uji coba sejak Juni 2019.
“Kita sebutnya pra uji coba karena belum ada kelengkapan seperti plat nomor sehingga masih dijalankan di tempat wisata seperti Monas, Ancol dan Taman Mini,” kata Agung yang ditemui di Plaza Indonesia, Senin (30/12/2019).
Agung menjelaskan, bus listrik sebenarnya sudah pra uji dijalan raya namun itupun belum ada penumpang yang ikut naik. Sehingga untuk penumpang bisa naik saat ini hanya ketika bus di pra uji coba di tempat wisata.
Agung menambahkan, saat ini TransJakarta menuju ke layanan 4.0 dimana ingin pelanggan bisa mandiri. Adapun yang akan membuat penumpang mandiri, Agung menjelaskan bahwa pihaknya sudah mulai memasang signage atau papan tanda rute di dalam bus.
Tak hanya itu petugas layanan bus (PLB) tak lagi ada di on board atau dalam bus tetapi di off board atau di halte. Sebab PLB ini sangat membantu dan tak hanya itu, setiap bus berhenti di halte, para PLB dan pihak keamanan akan menyusuri bus memberitahukan rute pada penumpang dan mengantarkan para lansia atau disabilitas agar dapat tempat didalam.
“PLB off board sudah mulai uji coba di beberapa koridor. Nantinya di semua koridor akan seperti ini. Sebenarnya saat ini pun banyak penumpang yang sudah mandiri seperti memberikan kursi kepada lansia dan memisahkan diri dari ruang khusus perempuan,” jelas Agung.
Dia menambahkan, saat ini total penumpang TransJakarta sebanyak 263 juta selama 2019 dan untuk penumpang harian mencapai 998.658 orang pada 16 Desember 2019 kemarin. Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT TransJakarta Achmad Izzul Waro menambahkan, pihaknya selama Nataru ini menyiapkan layanan khusus.
“Seperti di Ancol yang mengadakan car free night, kita menghadirkan bus gratis dari JIEXPO ke Shuttle di Ancol yakni melintasi parkiran C3 Rusunami, halte taman lumba-lumba dan ke pintu timur Ancol. Kita akan mengoperasikan delapan sampai 16 armada MetroTrans,” kata Izzul.
Tak hanya itu, pada malam tahun baru TransJakarta juga memperpanjang waktu pengoperasian Royal Trans hingga pukul 03.00 pagi dengan tarif Rp20 ribu sebagai alternatif.
“Di Royal Trans, penumpang harus duduk semua dan tidak boleh berdiri. Kita siapkan untuk penumpang arah Cibubur dan Bekasi,” jelasnya.
Baca juga: Uji Coba Wayfinding, TransJakarta Siap ‘Naik Kelas’
Dia menambahkan, untuk rekayasa rute TransJakarta di malam Tahun Baru, pihaknya belum bisa memberikan dengan jelas. Sebab masih menunggu koordinasi dari pemerintah.
“Kita tunggu untuk rute malam Tahun Baru. Skema sudah kami siapkan untuk car free night yang rencananya akan mulai dari Harmoni ke Senayan,” tambah Izzul.
Bangun Jalur MRT di Bawah Cagar Alam, Komunitas Konservasi Alam Singapura Kecewa Pada Pemerintah
Dunia saat ini sudah banyak kekurangan hutan hijaunya dikarenakan berbagai hal seperti pembakaran hutan, penebangan liar dan lainnya. Padahal hutan memiliki kepentingan yang paling besar yakni menjadi paru-paru dunia. Bahkan pemerintah Singapura juga merencanakan untuk nol sampah dan dana inisiatif hijau untuk inovasi berkelanjutan. Namun hal ini kemudian menjadi masalah ketika pemerintah mengumumkan bahwa jalur kereta api masa depan melintas dibawah cagar alam terbesar di negara tersebut.
Baca juga: Kereta Uap Kalimantan, Pelancong Diajak Jelajah Hutan Borneo Tanpa Pendingin Udara
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman greenqueen.com.hk (11/12/2019), cagar alam ini sendiri berisi hutan primer dan aliran air tawar yang dihuni oleh hewan-hewan langka. Dalam keputusan yang dumumkan beberapa waktu lalu, jalur kereta api angkutan massal cepat atau MRT tersebut yang akan selesai pada 2030 mendatang akan dibangun di bawah Central Catchment Nature Reserve atau Cagar Alam Pusat Tangkapan Air.
Diketahui, cagar alam ini menjadi yang terbesar di Negeri Singa tersebut dan dijuluki paru-paru hijau di bagian tengah Singapura. Cagar alam itu berisi sisa-sisa hutan primer asli pulau tersebut, sebab 99,5 persennya sudah hilang, selain itu memiliki aliran air tawar serta menjadi rumah bagi spesies langka seperti Pangolin Sunda dan Mousedeer kecil.
Komunitas konservasi alam di Singapura yang mengetahui akan adanya pembangunan MRT tersebut kecewa dan mereka prihatin atas usul jalur MRT sepanjang 50 km tersebut memiliki dua kilometer dibawah cagar alam. Untuk menghindari ini, para aktivis menganjurkan rute lintas lainnya untuk mengitari cagar alam.
Dengan pemindahan jalur tersebut nantinya juga memiliki jangka panjang di mana bisa melindungi keanekaragaman hayati untuk upaya berkelanjutan Singapura. Hutan Singapura saat ini sudah sangat rusak dan pengembangan rel akan mengancam polusi lebih lanjut dari aliran hutan oleh limbah konstruksi cair yang memengaruhi konektivitas hutan kritis untuk hewan yang tinggal di pohon.
“Pada prinsipnya, ini merupakan pelanggaran terhadap kesucian cagar alam kita. Saya sangat merasa bahwa setiap pembangunan akan menjadi preseden untuk pengembangan lebih lanjut di bawah cagar alam kita di masa depan. Dan kita seharusnya tidak mengambil risiko,” ujar Vilma D’Rozario, aktivis satwa liar.
Menurut pemerintah Singapura, keputusan mereka diambil setelah mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk kekhawatiran kelompok-kelompok alam dan warisan, penduduk dan suara-suara akar rumput. Namun, pengumuman pihak berwenang mencerminkan titik rendah untuk upaya konservasi di Singapura, dan bertentangan dengan keterlibatan kementerian lingkungan baru-baru ini dalam beberapa inisiatif profil tinggi untuk memerangi krisis iklim dan limbah di negara-kota, seperti mengucapkan 2019 “Tahun Tanpa Limbah” dan mengeluarkan beberapa “rencana induk” untuk memerangi masalah ini.
“Ini adalah paru-paru negara kita dan ada kemungkinan bahwa kita bisa menjadi negara penderita asma,” kata spesialis keberlanjutan Madhumita Ardhanari.
Baca juga: Sambut HUT Kemerdekaan Ke-54, Interior MRT Singapura Dipasangi Tema “Our Singapore”
Di tengah meningkatnya keadaan darurat, rencana untuk terus maju dan melemahkan cadangan hutan dengan jalur rel baru di pusat Singapura adalah langkah yang harus disesali. Rally iklim pertama Singapura yang diselenggarakan oleh aktivis mahasiswa muda tahun ini, yang diikuti oleh 2.000 orang, mendesak pemerintah dunia untuk mendengarkan para ilmuwan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan melindungi hutan untuk memerangi krisis iklim. Sangat penting bahwa pemerintah mengikuti saran dari generasi muda, dan mengakhiri kelambanan iklim sebelum terlambat.
[Video] “Robot Anjing” Unjuk Gigi Tarik Pesawat!
Lagi-lagi sektor robotika mencampuri zona kerja manusia. Jika belakangan ini tengah santer diberitakan soal pengoperasian robot-robot di terminal di bandara, maka kali ini pemberitaan dari apron, dimana HyQReal – sebuah robot berkaki empat dikabarkan mampu menarik bobot hingga tiga ton. Jika selama ini sebuah pesawat melakukan push back dengan bantuan towing car, maka dengan hadirnya HyQReal ini, bukan tidak mungkin jika push back pesawat di masa yang akan datang dilakukan oleh sebuah robot berkaki empat – bukan roda layaknya towing car. Keren, bukan?
Baca Juga: British Airways Siap Uji Coba Robot di Bandara Heathrow
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman techxplore.com, robot ini sendiri dikembangkan oleh Italian Institute of Technology. Ketika uji coba yang dilakukan pada akhir bulan Mei 2019 yang lalu, HyQReal sukses menarik pesawat penumpang berukuran kecil, Piaggio P180 Avanti dengan bobot kurang lebih tiga ton.
Dalam sebuah video yang diunggah Dynamic Legged Systems Lab – kreator dari HyQReal, tampak robot ini mampu menarik pesawat dan bergerak layaknya seekor anjing.
Dalam menciptakan robot ini, Dynamic Legged Systems Lab berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan, seperti Moog untuk menunjang sistem hidrolik di robot hingga Claudio Semini yang mengkoordinasikan penciptaan dan pengembangan dari HyQReal.
Jika dilihat dari spesifikasi dasarnya, robot HyQReal menggunakan empat buah baterai berkapasitas 48 volt yang akan menggerakkan empat motor listrik yang terhubung ke empat buah pompa hidrolik. Robot HyQReal hanya memiliki tinggi sekitar 90cm, dengan bobotnya yang mencapai 130kg. Kaki dari robot HyQReal ini sendiri dilapisi oleh karet khusus untuk traksi tinggi di apron.
Baca Juga: Giliran Robot YAPE yang Uji Kemampuan di Bandara Frankfurt
Namun ternyata visi dari Italian Institute of Technology dalam pengembangan robot ini tidak hanya sebatas di apron saja, melainkan untuk membantu tugas manusia lain di luar kemampuannya menarik pesawat di bandara.
“Tujuan jangka panjang dari proyek ini adalah untuk menciptakan perangkat keras, perangkat lunak dan algoritma untuk robot berkaki empat yang tangguh di medan kasar yang dapat disesuaikan dengan berbagai aplikasi, seperti respons bencana, pertanian, hingga inspeksi di berbagai sektor,” tulis Italian Institute of Technology dalam siaran pers.
Melancong Tanpa Emisi Karbon? Ini Bisa Dicoba!
Bepergian dengan mengurangi karbon dan sampah? Ini bisa dilakukan semua orang yang tengah melancong ke suatu tempat. Sebenarnya untuk melakukan ini pun mudah yakni dimulai dari diri sendiri dan berbagai hal lain sebagai pendukung. Bahkan ada banyak penumpang yang memilih meninggalkan pesawat terbang dan beralih ke kereta api demi mengurangi emisi karbon. Tahun 2018, Jurnal Nature Climate Change menemukan bahwa pariwisata menyumbang delapan persen emisi gas kaca.
Baca juga: Qantas Punya Komitmen Nol Emisi Karbon di 2050
Ini bukan saja karena bahan bakar dari pesawat, tetapi juga termasuk berbagai hal lainnya. KabarPenumpang.com merangkum dari cnn.com (2/12/2019), bahkan di tahun 2018 juga, hotel Hilton menemukan sepertiga pelancong mencari informasi prakasa lingkungan sebelum melakukan reservasi.
Sehingga sebelum bepergian sesuaikan pola perjalanan yang akan dilakukan oleh pelancong. Justin Francis, CEO dari Responsible Travel mengatakan, satu-satunya cara mereka mengurangi jumlah emisi karbon adalah dengan terbang lebih sedikit. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk ini semua yakni sebagai berikut.
Penelitian dan perencanaan
Memiliki pengetahuan yang lebih adalah hal yang utama sebab, dengan begitu pelancong bisa lebih teliti dengan efisiensi bahan bakar pesawat yang akan dinaikinya. Selain itu lihat juga sikap hotel tempat menginap terhadap keberlanjutan, komunitas dan kontribusi dari operator tur. Tak hanya itu, pilih penerbangan langsung dibandingkan dengan berganti penerbangan hanya untuk tiba lebih cepat.
Tujuan dan waktu pergi
Kurangi tujuan bepergian dan tinggal di satu tempat untuk mengurangi jejak karbon Anda. Ini memungkinkan pelancong berkontribusi pada ekonomi lokal dengan cara yang lebih bermakna.
Dengan tur atau pergi sendiri
Pergi sendirian ke suatu tempat berarti berkontribusi ke komunitas lokal. Tetapi jika tidak ingin meneliti semua kredensial ekologis perjalanan Anda, bepergian dengan operator tur yang bertanggung jawab pilihannya.
“Mereka akan memilih hotel untukmu, menjauhkanmu dari konsumsi yang mencolok, dan membawamu ke tempat yang tepat di waktu yang tepat. Anda harus menguraikan bagaimana hal itu memberikan kembali kepada masyarakat, mengelola sumber daya, dan meminimalkan jejaknya,” kata Gregory Miller, direktur eksekutif di Centre for Responsible Travel (CREST).
Barang bawaan
Bawa botol air dan peralatan piknik yang bisa digunakan kembali dan hilangkan kemasan plastik dari daftar untuk mengurangi sampah. Bahkan di Bandara San Francisco melarang botol plastik pada Agustus 2019 dan bertujuan untuk menjadi netral karbon pada 2021.
Cara terbang
Pada bulan September 2018, pnelitian yang dilakukan oleh Dewan Internasional tentang Transportasi Bersih (ICCT) memberi peringkat pada Norwegia sebagai pembawa translantik yang paling efisien bahan bakar sekitar 33 persen dari rata-rata industri. Sedangkan British Airways adalah yang paling hemat bahan bakar.
Baca juga: Pelabuhan Oslo Targetkan Kurangi Emisi Karbon Hingga 85 Persen di 2030
Pilihan tempat tinggal
Saat ini sudah banyak hotel yang sudah ramah lingkungan dengan mengurangi limbah plastik dan bila masih ragu tinggal di home stay yang dikelola keluarga juga bisa menjadi solusi terbaik.
Dengan beberapa hal ini, sebenarnya untuk melancong ramah lingkungan bisa dilakukan dari masalah pemilihan penerbangan hingga tempat tinggal serta tujuan perjalanan
Nikmati Eropa dengan Budget ‘Pas-Pasan’ Ternyata Bisa Loh!
Punya budget rendah dan mau berlibur ke negara di Eropa? Bingung dan berpikir pasti tidak mungkin? Ternyata hal itu bisa terjadi tetapi tak harus mengeluarkan budget yang mahal. Jadi bagaimana kalau dengan budget pas-pasan tapi tetap mau ke Eropa?
Baca juga: Mau Cari yang Halal? Ini Dia Lima Destinasi Wisata di Eropa yang Muslim-Friendly
Ternyata untuk perjalanan ke Eropa dengan budget rendah itu bisa loh dilakukan. KabarPenumpang.com merangkum dari laman studentuniverse.com, berikut ini ada beberapa cara melancong ke Eropa dengan budget terbatas.
1. Biaya transportasi
Sebenarnya dari pada menggunakan taksi atau menyewa kendaraan pribadi, pelancong lebih baik menggunakan transportasi umum. Apalagi tiketnya dibeli sebelum keberangkatan karena harga bisa lebih murah.
2. Jangan di hotel
Kalau dengan budget pas-pasan, baiknya jangan pilih hotel tapi hostel. Meski murah mereka juga menyediakan sarapan setiap pagi. Bahkan bisa juga pilih homestay karena bisa menghemat keuangan karena bisa masak makanan sendiri. Tak hanya itu bisa juga tinggal di asrama. Tempat ini pun aman, bersih dan lebih nyaman dari sebelumnya.
3. Pergi saat musim panas
Ketika bepergian ke Eropa baiknya bulan-bulan saat musim panas. Selain lebih bisa menikmati perjalanan, harga tiketnya pun lebih murah dibandingkan musim dingin.
4. Pilihan Eropa Timur
Jangan memaksa pergi ke London, Paris, Berlin dan Roma. Sebab kota-kota ini terkenal mahal untuk pelancong hemat biaya. jadi pilihlah ke Polandia, Rumania, Bulgaria dan beberapa kota di Eropa Timur. Tak hanya menyediakan paket wisata lengkap, budget pas-pasan pun sanggup untuk menikmati keindahannya.
5. Tak ke wisata populer
Mungkin beberapa dari pelancong memilih ke destinasi populer. Tapi karena hanya punya budget pas-pasan masih banyak juga lokasi yang bisa didatangai. Bahkan tak perlu membuang uang banyak hanya untuk sekedar oleh-oleh. Sebab pergi ke Eropa Timur juga memiliki banyak spot foto.
Baca juga: Bingung Pilih Kereta atau Pesawat Ketika Berlibur ke Eropa? Simak Ini!
6. Bepergian antar negara.
Eropa sangat kompak, dan infrastruktur internasional sangat efisien, sehingga mudah untuk mengunjungi dua, tiga, bahkan empat negara dalam perjalanan apa pun. Jika Anda tidak tahu harus mulai dari mana, paket wisata Eropa kami akan membawa Anda ke kota paling ikonik tanpa repot.
Jika Anda memiliki daftar situs must-see Anda sendiri, ada banyak cara untuk mendapatkan dari titik A ke titik B tanpa melanggar bank. Euro Rail adalah pilihan yang cepat dan indah, tetapi belum tentu cara termurah untuk bepergian ke Eropa. Perhatikan diskon siswa untuk tiket kereta api.
