Berkaca dari Insiden Garuda Indonesia di Biak, Mengapa Ban Pesawat Bisa Meledak?

Belum lekang sepenuhnya buntut dari isu penyelundupan onderdil motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda Brompton dari tubuh BUMN Garuda Indonesia, kini pihak maskapai harus kembali menjadi sorotan publik. Dikabarkan pada Sabtu (28/12) kemarin, salah satu pesawat Boeing 737 mengoperasikan rute penerbangan Biak – Makassar mengalami pecah ban di Bandara Frans Kaiseipo sekitar pukul 11.00 WIT. Adapun informasi ini diperoleh dari Posko Terpadu Natal dan Tahun Baru Bandara Frans Kaiseipo. Baca Juga: Mendebarkan! Pesawat Ini Landing Tanpa Roda Dari informasi yang diperoleh, hingga sekira pukul 15.30 WIT, pesawat terkait masih tampak terparkir di apron Bandara Frans Kaiseipo karena menunggu perbaikan pada ban sebelah kanan yang pecah. Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, sekitar seratus lebih penumpang ‘terdampar’ akibat insiden ini. Beberapa keluarga penumpang Garuda Indonesia GA651 dari Biak juga mengaku batal berangkat ke Makassar dan Jakarta. Menurut penuturan salah satu penumpang, “Semua penumpang pesawat batal berangkat dan kembali ke rumah menunggu jadwal keberangkatan Minggu 29 Desember 2019,” Hal yang sama juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Biak, Francisco Olla. Dirinya mengkonfirmasi insiden pecah ban pesawat Garuda Indonesia saat mendarat di Bandara Biak. “Bagaimana kronologis secara detail saya masih menunggu informasi dari pihak Angkasa Pura I dan Stasiun Manager Garuda di Bandara Frans Kaisiepo,” ujar Fransisco. Baca Juga: Insiden Landing Gear Boeing 737-800 SpiceJet, Drama Pendaratan Darurat Yang Dramatis! Insiden pecah ban semacam ini tentunya sudah bukan menjadi hal yang asing lagi di dunia penerbangan. Penyebabnya pun beragam, mulai dari perawatan ban pesawat yang kurang optimal, fatigue pada ban, hingga hard-landing (pendaratan yang kasar). Namun sebelum membahas tentang penyebab pecah ban pesawat lebih lanjut, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu sedikit informasi tentang ban pesawat. Tidak seperti ban pada umumnya, ban pesawat ini memiliki lapisan nilon khusus yang tertanam di balik tapak ban. Setiap lapisan ban pesawat berkontribusi terhadap bantalan beban dan kemampuan menahan tekanan udara. Mengutip dari laman wired.com, kendati ban pesawat ini memiliki kekuatan yang melebihi ban-ban kendaraan pada umumnya, namun bukan berarti ban pesawat tidak bisa gagal atau malfungsi. Malfungsi yang terjadi pada ban pesawat ini utamanya terjadi manakala ban mengalami under-inflated (kurang angin atau kempes) atau overload (tekanan udara di dalam ban melebihi batas). Jika salah satu dari dua skema di atas terjadi, maka bukan tidak mungkin jika tapak ban akan lepas dan berujung pada ledakan pada ban. Kurangnya perawatan pada ban, waktu pakai yang melebihi batas, hingga gesekan antara ban dengan landas pacu yang terlalu kuat pada akhirnya bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sebuah ban pesawat meledak. Namun kembali pada pernyataan Kepala Dinas Perhubungan Biak di atas, untuk kasus Garuda Indonesia ini, penyebab meledaknya ban masih didalami oleh pihak terkait.

Batik Air Buka Penerbangan Non-stop Batam-Shenzhen

Di penghujung tahun 2019, Batik Air meresmikan penerbangan pertama dari Shenzhen ke Batam yang membawa 140 tamu. Rute baru ini dilayani untuk tanpa henti (non-stop) dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan di tahap awal. Penerbangan bernomor ID-7618 setiap Selasa, Kamis, Sabtu mengudara dari Bandar Udara Internasional Bao’an Shenzhen di Distrik Bao’an, Guangdong, Tiongkok (SZX) pukul 01.50 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (BTH) pada 04.45 WIB. Baca juga: Imbas Krisis Hong Kong, Makau dan Shenzhen Ikut Terdampak Penurunan Wisatawan Layanan penerbangan dari Batam, Batik Air memiliki jadwal keberangkatan setiap Senin, Rabu dan Jumat. Pesawat bernomor ID-7619 lepas landas pukul 19.45 WIB dan diperkirakan mendarat pada 00.40 hari berikutnya di Shenzhen. Dalam menghubungkan kedua destinasi seiring memberikan pengalaman setiap tamu berkesan selama perjalana udara, Batik Air mengoperasikan salah satu armada terbaru, yaitu Airbus 320-200CEO berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi yang dilengkapi inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi. Baca juga: Airbus Gandeng Huawei Kembangkan Pusat Riset dan Inovasi di Shenzhen Batik Air memperkenalkan Shenzhen sebagai kota tujuan baru internasional. Dengan demikian, menempatkan kota ini sebagai kota keempat yang dilayani Batik Air di daratan China setelah Guilin, Kunming dan Nanning. Berlokasi di bagian tenggara.Tiongkok, Shenzhen adalah kota industri yang juga menawarkan berbagai pilihan wisata, antara lain China Folk Culture Village – taman budaya, Dapeng Fortress sebuah komplek benteng pertahanan, Kuil Tien Hou, Nanao Bay kawasan perbukitan yang hijau, atau berkunjung ke Window of The World yang menampilkan tiruan bangunan ikon dari seluruh dunia.

Gratis Hingga Februari 2020, KA Bandara Adi Soemarmo Mulai Beroperasi

Kereta Api (KA) Bandara Adi Soemarmo Surakarta mulai beroperasi mulai Minggu, 29 Desember. Pengoperasian KA Bandara Adi Soemarmo ini ditandai dengan kegiatan soft launching KA Bandara Adi Soemarmo oleh Menhub Budi Karya Sumadi. Untuk tahap awal, rute kereta api tersebut adalah Bandara Adi Soemarmo menuju Stasiun Solo Balapan (pp) dengan jarak sejauh 12,9 km dan rata-rata waktu tempuh selama 20 menit. Kedepannya, juga akan dibuka dua rute tambahan, yaitu rute Bandara Adi Soemarmo menuju Yogyakarta dan Kutoarjo. Baca juga: Rolling Stock Rampung, Menteri Budi Prediksi KA Bandara Adi Soemarmo Mengular Pada Februari 2019 Setelah dioperasikan hari ini, KA Bandara Adi Soemarmo masih dapat dinikmati secara cuma-cuma oleh pengguna jasa hingga Februari 2020 mendatang. Tarif tiket resmi setelah periode cuma-cuma ini akan diumumkan kemudian. KA Bandara Adi Soemarmo beroperasi 60 kali dalam sehari dengan waktu antara (headway) keberangkatan sekitar 37 menit hingga 45 menit. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Solo Balapan (SLO) ke Stasiun Bandara Adi Soemarmo (SMO) dimulai pukul 04.25 WIB dan kereta terakhir pukul 23.14. Adapun jadwal keberangkatan dari Stasiun Bandara Adi Soemarmo ke Stasiun Solo Balapan dimulai pukul 04.53 WIB dan kereta terakhir pukul 23.42 WIB. Satu rangkaian KA bandara yang terdiri dari 4 gerbong memiliki kapasitas 206 penumpang. KA Bandara Adi Soemarmo juga menyediakan kursi khusus penyandang disabilitas, lengkap dengan pengikat untuk kursi roda. Setiap gerbong memiliki toilet ramah lingkungan, rak bagasi yang berada di dinding samping ruang penumpang, soket listrik, dan televisi layar datar. Selain itu, untuk menjaga keamanan penumpang, tiap gerbong juga dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Adapun stasiun kereta bandara seluas sekitar 5.141 meter persegi yang dibangun oleh Angkasa Pura I ini dapat menampung hingga 10.000 penumpang dengan total 3 konter check-in pesawat, 1 mesin self check-in pesawat, dan 2 loket pembelian tiket KA Bandara. Selain itu, di stasiun KA Bandara juga terdapat berbagai fasilitas seperti lift khusus penyandang disabilitas, nursery room, toilet, ruang tunggu dengan pendingin ruangan, tenant, customer service, mushola, charging station, dan peron. Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia Budi Karya Sumadi mengatakan pengoperasian kereta bandara ini menciptakan integrasi antar moda transportasi yang baik guna mendukung Candi Borobudur sebagai salah satu dari lima ‘Bali Baru’ atau destinasi wisata superprioritas. Selain itu, lanjut Budi Karya, pihaknya telah membuat ‘cincin’ atau lingkaran jalur kereta api yang mengelilingi dari Kota Cirebon, Yogyakarta, Solo, dan Semarang. “Nantinya warga dari Wonogiri, Madiun juga bisa turun di Stasiun Solo Balapan menuju Bandara Adi Soemarmo dan sebaliknya menggunakan kereta. Atau dari Stasiun Solo Balapan bisa jalan-jalan menggunakan bus di Terminal Tirtonadi yang terhubung langsung dengan Solo Balapan. Selain itu, turis asing bisa turun di Bandara Internasional Adi Soemarmo atau Bandara Internasional Yogyakarta sehingga keterpaduan antar moda ini menjadi cluster kecil menuju Candi Borobudur,” kata Budi Karya. Baca juga: Pasang Tarif Rp30 Ribu, KA Bandara YIA Resmi Beroperasi Hingga Stasiun Wojo “Kehadiran KA Bandara Adi Soemarmo menawarkan berbagai kelebihan bagi para calon penumpang. Angkutan Kereta Api memiliki keunggulan yaitu ketepatan waktu, keselamatan, dan fasilitasnya yang nyaman, ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro. Edi menambahkan, dengan adanya layanan KA Bandara Adi Soemarmo, kini Stasiun Solo Balapan semakin menjadi stasiun yang lengkap integrasi antarmodanya dimana sebelumnya telah terkoneksi Skybridge dengan Terminal Bus Tirtonadi.

Airbus A330-900NEO Citilink Memulai Penerbangan Perdana

Setelah Lion Air dan Garuda Indonesia, Citilink, maskapai berbiaya rendah yang bagian dari Garuda Indonesia Group, telah resmi mengoperasikan pesawat berbadan lebar pertama (wide body) Airbus A330-900NEO. Pesawat dengan livery hijau putih bernomor registrasi PK-GYC tersebut, telah tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng pada 4 Desember 2019, setelah melakukan penerbangan dari Toulouse, Perancis pada 3 Desember 2019. Baca juga: Yuk Intip ‘Daleman’ Airbus A330-900NEO Anyar Milik Garuda Indonesia Dalam pesan tertulis, VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia Resty Kusandarina mengatakan bahwa ini merupakan pesawat pertama dari total dua pesawat Airbus A330-900NEO yang akan didatangkan oleh Citilink Indonesia. “Pesawat ini direncanakan untuk mempersiapkan ekspansi dan memperkuat eksistensi Citilink Indonesia di dunia internasional khususnya melalui pembukaan beberapa rute ke negara-negara Asia lainnya dan Timur Tengah,” jelasnya. A330-900NEO PK-GYC Pesawat melakukan penerbangan komersial perdana pada hari ini (28/12) dengan rute domestik yaitu Cengkareng – Denpasar dengan nomor penerbangan QG 9684. Adapun pesawat ini memiliki kapasitas 365 kursi dengan konfigurasi 42 kursi kelas ekonomi premium (seat pitch 38 inci) dan 323 kursi kelas ekonomi (seat pitch 30-31 inci). Baca juga: Buka Rute Ke Frankfurt, Citilink Datangkan 2 Unit Airbus A330-900NEO di Oktober 2019 Sebelumnya, pihak Citilink telah mencanangkan kehadiran A330-900NEO untuk membuka rute ke Frankfurt, Jerman. Pemilihan Frankfurt sendiri dikatakan didasari hasil analisa pasar, kota ini adalah hub terbesar ketiga di Eropa setelah London dan Amsterdam. Selain itu, dari Frankfurt memungkinkan penumpang dari Indonesia dan regional (ASEAN) untuk melanjutkan connecting rute pesawat. Airbus A330-900 NEO ini selanjutnya melengkapi jajaran armada Citilink Indonesia yang saat ini terdiri dari 51 unit pesawat Airbus A320 dan 7 unit pesawat ATR 72-600.

Liburan Telah Tiba, Jangan Lupa Amankan Ponsel Pintar Anda!

Pergi liburan untuk menikmati keindahan alam atau memberi hadiah pada diri sendiri menjadi salah satu yang diperlukan. Selain bisa me-refresh pikiran, suasana baru juga membawa keceriaan baru. Selain itu, ketika menikmati liburan, berbagai perangkat seperti ponsel pintar pasti akan selalu ada dalam genggaman untuk mengabadikan setiap momennya. Baca juga: Bandara San Diego, Jadi Bandara di AS yang Paling Rentan Terserang Peretas WiFi Gratis Namun, Anda juga harus berhati-hati dan selalu menjaga semua barang bawaan selain surat-surat perjalanan, ponsel pintar pun harus aman. KabarPenumpang.com melansir dari laman abc7chicago.com (25/12/2019), berikut ini ada beberapa tips menjaga keamanan ponsel pintar menurut Chicago security firm Trustwave. 1. Jika menggunakan iPhone, pastikan mengaktifkan fitur Find My iPhone dan di ponsel lainnya pelacakan lokasi agar diaktifkan. Itu semua akan memudahkan Anda ketika ponsel hilang. 2. Anda bisa mempertimbangkan untuk mengunduh aplikasi Virtual Private Network. Ini merupakan perangkat yang bisa melindungi Anda jika menggunakan koneksi WiFi yang tidak dipercaya atau terbuka untuk publik. 3. Anda bisa menonaktifkan pemberitahuan atau akses ke kontrol saat perangkat terkunci. Sehingga bila ponsel hilang, makan tidak akan bisa masuk ke perangkat jika mereka menemukannya. 4. Pastikan ponsel menggunakan kode sandi, ID wajah diaktifkan serta sidik jari diaktifkan. Periksa juga fitur kunci otomatis dengan mengubah dari satu menit menjadi 30 detik. 5. Jangan tinggalkan barang elektronik di kamar hotel dan pastikan simpan barang berharga di brankas ketika keluar dari kamar. Selain itu letakkan tanda jangan ganggu di depan pintu bila meninggalkan sesuatu di kamar. Trustwave juga mengatakan, para peretas bisa melihat jaringan WiFi hotel dan melihat nama serta nomor kamar Anda. Hal ini memungkinkan mereka menggunakan informasi tersebut dan pergi ke lobby hotel untuk mendapatkan kunci lain. Baca juga: Pastikan Akses Free WiFi di Bandara Aman dari Peretasan, Tips Ini Layak Anda Perhatikan! Sehingga untuk menghindari hal ini, baiknya beri tahu petugas hotel di meja lobby untuk tidak membagikan kunci. Selain itu jangan lupa matikan WiFi untuk melindungi dari peretas di prowl. Para ahli menambahkan, menonaktifkan fitur nirkabel pada perangkat yang tertinggal saat bepergian juga bisa menjaga keamanan Anda.

Daripada Jajan di Kereta, Lebih Baik Bawa Daftar Bekal ini Sebelum Berangkat

Walaupun sekarang sudah banyak orang yang mengalihkan pilihannya kepada pesawat ketika melakoni sebuah perjalanan jarak jauh, namun kereta api tidaklah kehilangan pesonanya begitu saja. Masih saja ada orang yang lebih setia terhadap si ular besi ketimbang ia harus beralih menggunakan si burung besi untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Nah, salah satu maslaah yang kerap melanda para penumpang yang melakukan perjalanan jarak jauh dengan menggunakan kereta api adalah masalah makan atau jajan. Baca Juga: Nasi Goreng Parahyangan: Racikan Sederhana yang Digandrungi Penumpang ‘Gopar’ Nah, bagi Anda yang suka jajan ketika bepergian menggunakan kereta api, ada baiknya Anda ubah cara tersebut dengan beberapa tips yang KabarPenumpang.com sarikan dari laman phinemo.com berikut ini! Bekal Biskuit atau Krakers Ini merupakan cemilan yang tepat Anda konsumsi selama perjalanan – selain dapat menahan rasa lapar, biskuit atau krakers juga kerap kali dijadikan ‘sahabat sejati’ para pengidap penyakit maag. Menurut ahli kesehatan, mengunyah biskuit secara terus menerus bisa menghindarkan kita dari asam lambung yang berlebih. Pengganti Tepat Nasi Adalah… Roti! Ya, makanan yang satu ini jauh lebih praktis ketimbang Anda membawa nasi lengkap dengan lauk pauknya. Selain memberikan efek kenyang yang hampir sama dengan nasi, ternyata roti juga memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dari nasi. Belum lagi kandungan karbohidratnya yang dapat diubah menjadi sumber energi. Lengkap deh pokoknya! Nasi Bungkus Juga Boleh! Tapi… Bagi Anda yang sulit untuk menggantikan peranan nasi, Anda bisa membawa bekal nasi bungkus yang sudah Anda kemas di rumah atau Anda beli di sekitaran stasiun. Tapi, pastikan lauk yang Anda bawa tidak cepat basi, ya! Bekal Buah Selain baik untuk kesehatan, ternyata buah juga dapat dijadikan sebagai teman perjalanan Anda. Kandungan vitamin, mineral, serat, dan anti-oksidan dipercaya mampu membawa banyak keuntungan bagi Anda. Sebut saja apel yang terkenal akan kandungan anti-oksidannya yang tinggi, dimana itu akan meningkatkan sistem imun dalam tubuh. Atau pisang yang dapat meningkatkan stamina Anda. Baca Juga: Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta Minuman dan Makanan Instan Ini merupakan opsi paling sederhana yang bisa Anda coba. Cukup sediakan beberapa buah mie instan dalam kemasan cup dan minuman kaya serat sebelum memulai perjalanan, dan ketika rasa lapar mulai mengganggu, cukup minta air panas kepada pihak RESKA untuk menyeduhnya. Ini akan jauh lebih hemat ketimbang Anda membeli makanan dan minuman tersebut di kereta.  

Lewati Fase Debat ‘Alot,’ KLM Setuju Naikkan Tujuh Persen Gaji Awak Kabin

Kabar gembira datang dari maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM) Royal Dutch Airlines, dimana pihak maskapai telah mencapai kesepakatan dengan persatuan awak kabin untuk meningkatkan gaji mereka. Dikabarkan, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan pada Kamis (19/12) malam kemarin, setelah kurang lebih delapan bulan bernegosiasi. Adapun besaran kenaikan gaji yang disetujui kedua belah pihak berada di angka tujuh persen. Wah, berarti awak kabin KLM bisa jadi lebih makmur, ya! Baca Juga: Apa Saja sih Keuntungan yang Didapatkan oleh Seorang Awak Kabin? Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman nltimes.nl (20/12), tidak hanya kenaikan gaji saja, tapi para awak kabin KLM juga memiliki akses untuk mendapatkan pelatihan, bonus, hingga libur tambahan yang setara dengan dua persen dari upah yang mereka dapat. “Karena jadwal kerja yang tidak teratur, maka kesepakatan yang dicapai dengan pihak maskapai merupakan kabar baik untuk kami, dimana sekarang karyawan dapat memilih untuk berinvestasi di diri sendiri (mengikuti pelatihan) dengan cara yang sesuai dengan mereka,” ujar Birte Nelen, direktur serikat pekerja FNV. Mengingat pada tahun 2019 kemarin para pekerja ini sempat menerima penugasan sekunder, maka pihak maskapai juga akan ‘menghadiahi’ para pekerja dengan upah €375 atau yang setara dengan Rp5,8 juta. Menurt KLM, gaji para awak kabin ini akan mulai naik tertanggal 1 September mendatang, sebanyak dua persen terlebih dahulu. Hal ini menyusul kenaikan dua setengah persen yang dijadwalkan akan mulai diberlakukan tertanggal 1 Agustus 2020 dan 2021. Jadi jika tidak meleset, per 1 Agustus 2021, gaji awak kabin KLM akan naik enam setengah persen. Baca Juga: Ternyata, Jakarta Merupakan Destinasi Penerbangan Antar Benua Perdana KLM! Sayangnya, pihak KLM tidak menjelaskan kemana setengah persen lagi nominal yang harus dibayarkan pihak maskapai agar pas tujuh persen. Sementara itu, awak kabin KLM masih harus menyetujui kesepakatan tersebut, dimana perjanjian perundingan dijadwalkan pada bulan Januari 2020 mendatang.

GoJek vs Grab, Persaingan Dua Raksasa Ride-Hailing di Pasar Asia Tenggara

Pasar transportasi udara di Indonesia memang tidak lepas dari duopoli antara Garuda Indonesia Group yang menyandang predikat sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Lion Air Group yang berasal dari pihak swasta. Ternyata duopoli ini tidak hanya terjadi di sektor kedirgantaraan saja – dalam ruang lingkup yang lebih besar, pasar transportasi darat di Asia Tenggara juga ternyata dicokol oleh dua perusahaan beda negara yang sama-sama tengah naik daun, GoJek dan Grab. Baca Juga: Ternyata di Ride Hailing Banyak Kecurangan yang Dilakukan Pengemudi Online Ya, kedua perusahaan ride-hailing ini memang masih dalam arena persaingan yang sangat ketat. Dengan menonjolkan beragam promo serta mendapatkan sokongan dana dari beragam investor, baik GoJek dan Grab sama-sama tengah berjuang guna memantapkan diri di ‘puncak klasemen’. Tercatat sebagai negara dengan populasi terpadat keempat di dunia, Indonesia memang diplot sebagai pasar yang tepat bagi kedua perusahaan untuk mencuri ceruk pasar. Budaya konsumtif serta keberadaan dua perusahaan ini yang sudah kadung melekat di hati para konsumennya di Tanah Air menjadi alasan mengapa GoJek dan Grab bertumbuh dengan sangat pesat di Indonesia. Belum lagi pundi-pundi rupiah yang didapat dari iklan – sebut saja iklan yang dipasang bersebelahan di sejumlah public space di Jakarta, menjadi penanda bahwa kedua perusahaan ini memang sama-sama tengah berada dalam tensi tinggi persaingan. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman ft.com (26/12), pimpinan bisnis perbankan investasi Deutsche Bank di sektor teknologi Asia, Neel Laungani mengatakan bahwa kedua perusahaan ini terus menggalang dana guna memperkuat sektor bisnis mereka – terhitung sejak tiga tahun terakhir. Ya, seperti yang sudah diketahui sebelumnya, sejumlah perusahaan raksasa seperti Google, Tencent, JD.com, Astra International, hingga Mitsubishi turut menanamkan modal mereka di Gojek – sedangkan Grab mendapatkan investasi dari Toyota Motor, Oppenheimer Funds, Ping An Capital, hingga Microsoft. Perebutan gelar sebagai penguasa ride-hailing di Asia Tenggara tidak hanya terjadi di segi pendanaan saja, pun juga dari segi teknologinya. Inilah yang menjadi titik paling seru dari pertarungan antara dua perusahaan tersebut, mengingat ini akan berimplikasi langsung pada user experiences (pengalaman pengguna). Ini terlihat dari beragam opsi pembayaran yang dapat dilakukan oleh pengguna aplikasi, hingga beragam promo menarik yang ditujukan untuk meraup pengguna sebanyak-banyaknya. Baca Juga: GoJek Kalah Saing, Grab Maju Selangkah Hadirkan Fitur Asuransi Kendati kedua perusahaan sama-sama memiliki visi untuk menguasai pasar, namun Neel mengatakan bahwa, “Di luar Indonesia, Grab sulit dikalahkan, tetapi Indonesia adalah GoJek. Mereka bisa menjadi pemimpin di pasar yang bisa berakhir dengan duopoli.” Dikutip dari laman sumber lain, GoJek sekarang telah beroperasi di 207 kota di empat negara di Asia Tenggara, 203 diantaranya berada di Indonesia dan Grab telah hadir di 339 kota di delapan negara, dan 224 ada di Indonesia.

Wow! Jakarta Masuk Peringkat 10 Kota dengan Perjalanan Terlama di Dunia

Perjalanan lama akibat macet di Jakarta, menjadi pemandangan yang wajar dan terasa lumrah. Apalagi bila hujan yang mendadak turun, perjalanan akan semakin lama akibat banyak motor yang berhenti  di bawah flyover atau jalan tol baik untuk meneduh atau akan menggunakan mantel hujan. Baca juga: Inilah 10 Stasiun Bawah Tanah Terpadat di Dunia Namun, ternyata bukan hanya Jakarta yang memiliki perjalanan ‘lama’ untuk sampai di satu tujuan. KabarPenumpang.com melansir dari laman businessinsider.com, ternyata ada sekitar 20 kota lain yang memiliki perjalanan terlama dan ternyata Villavicencio di Kolombia berada di peringkat pertama. Tak hanya itu, ternyata di negara Amerika Serikat, ada lima kotanya yang masuk dalam 20 kota di dunia yang memiliki perjalanan terlama. Tahun 2014, pengguna jalan di Amerika Serikat menghabiskan waktu 42 jam per tahun karena terjebak dalam kemacetan. Waktu perjalanan ini didapat dari data Waze salah satu aplikasi navigasi milik Google yang dibeli pada tahun 2013 lalu dengan harga lebih dari US$1 miliar. Waze sendiri merupakan aplikasi navigasi yang berbeda dengan lainnya. Sebab memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi sumber dari basis pengguna yang besar dimana pengemudi dan penumpang melapor ke Waze jika adanya kecelakaan, insiden lalu lintas bahkan petugas polisi. Hal ini yang membuat Google memasukkan beberapa sumber informasi ke dalam Google Maps. Baca juga: Inilah 10 Penerbangan “Direct Flight” dengan Waktu Terlama di Dunia Untuk lebih jelas berapa lamanya perjalanan yang dibutuhkan ke suatu tempat, berikut ini 20 kota yang memiliki perjalanan terlama di dunia. Nomor pertama sepertinya akan sangat dihindari pelancong dan Jakarta berada di tempat ke-10. 1. Villavicencio, Kolombia – 192,1 menit 2. Myrtle Beach, SC, USA – 96,9 menit 3. Sarasota, FL, USA – 85,8 menit 4. Golan Heights, Israel – 80,8 menit 5. Negev, Israel – 54,3 menit 6. Denver, CO, AS – 47 menit 7. Manila, Filipina – 45,5 menit 8. Kuala Muda, Malaysia – 44,3 menit 9. Moskow, Rusia – 43,1 menit 10. Jakarta, Indonesia – 42,1 menit 11. Montpellier, Prancis – 41,2 menit 12. London, Inggris Raya – 41,2 menit 13. Galilea, Israel – 41,1 menit 14. Milan, Italia – 40 menit 15. San Francisco / San Jose, CA, AS – 39,4 menit 16. Yerusalem, Israel – 38,8 menit 17. New York, NY, AS – 38,7 menit 18. Rio de Janeiro, Brasil – 38,4 menit 19. Roma, Italia – 37,7 menit 20. Amsterdam, Belanda – 37,5 menit

De Havilland Comet, Inilah Pesawat Jet Komersial Pertama di Dunia

Melihat perkembangan sektor aviasi global yang dewasa ini sudah semakin trengginas termakan teknologi, tidak ada salahnya jika kali ini Anda semua diajak untuk meniti balik awal perkembangan si burung besi – terutama di sektor penerbangan penumpang. Mungkin beberapa dari Anda tidak asing lagi dengan satu merk pesawat, De Havilland. Ya, manufaktur kedirgantaraan asal Inggris yang berdiri pada akhir tahun 1920 ini ternyata menyumbang peran besar di sektor aviasi global. Tahukah Anda apa peran dari De Havilland ini? Baca Juga: Pesawat Twin Otter, Si Kecil Bandel yang Lincah Meliuk di Daerah Pegunungan Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah De Havilland Comet,  pesawat jet komersial pertama di dunia. Di bawah pengawasan salah satu desainer dari De Havilland, Ronald Eric Bishop, pesawat ini sendiri mulai dirancang pada tahun 1946. Perancangan ini sebenarnya merupakan salah satu mimpi liar dari Ronald, dimana ia ingin menerbangkan pesawat komersial pada tahun 1952. Singkat cerita, pesawat yang kelak bernama De Havilland DH 106 Comet ini melakukan penerbangan perdana dalam sebuah uji coba pada 27 Juli 1949. Tiga tahun berselang, tepatnya pada 2 Mei 1952, DH 106 Comet ini diperkenalkan ke publik untuk pertama kalinya, dengan menggunakan livery British Overseas Airways Corporation (BOAC) atau yang kini sudah berganti nama menjadi British Airways. Satu hal yang membedakan De Havilland Comet ini dengan pesawat lainnya adalah penggunaan empat mesin turbojet de Havilland Ghost 50 Mk1 yang terletak di bagian bawah sayap. Ketika dipasarkan, sontak pesawat ini menjelma menjadi sebuah game-changer yang membawa dampak positif ke sektor aviasi internasional. Hal ini terbukti dari jumlah pesanan yang masuk di tahun pertamanya (kurang lebih 50 unit), dengan total penumpang yang diangkut mencapai angka 30.000. Namun agaknya langkah perusahaan untuk terus mengembangkan dan memasarkan DH 106 Comet harus terjegal manakala pada 2 Mei 1953 sebuah pesawat Comet hancur tak lama berselang setelah lepas landas dari Kalkuta. Tidak berhenti sampai di situ, pada bulan Januari dan April 1954 pun dua pesawat Comet hancur tanpa penyebab yang jelas. Namun setelah diselidiki, ternyata yang menyebabkan hancurnya pesawat-pesawat De Havilland Comet ini adalah karena kelelahan pada logam (metal fatigue), dan sejak ditemukan penyebab kecelakaan, De Havilland kembali berbenah untuk mengatasi masalah-masalah yang mungkin terjadi di masa depan – tidak terkecuali metal fatigue tersebut. Baca Juga: Harbour Air Uji Coba Pesawat Terbang Listrik Selama Lima Menit Perkembangan demi perkembangan dilakukan oleh perusahaan agar bisa mempertahankan De Havilland Comet di udara, termasuk dengan cara merilis varian terbaru dari pesawat terkait. Tercatat, ada empat jenis pesawat Comet yang pernah mengudara, tentu saja dengan spesifikasi yang berbeda – namun tidak terlalu jauh. Namun pada akhirnya, De Havilland Comet harus menyerah pada keadaan dan sah keluar dari penerbangan komersial pada 14 Maret 1997. Hingga pada akhir masa pengoperasiannya, tercatat ada 114 unit pesawat – termasuk satu diantaranya adalah prototipe. Adapun pengguna aktif dari pesawat jenis ini adalah BOAC, British European Airways, Dan-Air, dan Royal Air Force.