Gegara Tunggu Penumpang Belanja, Pesawat ini Harus Tertunda Penerbangannya

Pernah merasakan saat naik pesawat dan pintu harus di tutup tetapi tidak jadi karena menunggu seseorang belanja? Mungkin hal ini belum pernah terjadi di Indonesia, tetapi baru-baru ini penerbangan dari Bangkok menuju Shanghai harus tertunda karena seorang penumpang yang tengah berbelanja.

Baca juga: Terungkap! Banyak Belokan Ke Kiri, Buat Calon Penumpang Lebih Banyak Belanja di Bandara

Hal ini terjadi dimana saat seorang ibu menghentikan awak kabin yang akan menutup pintu pesawat yang mendekati waktu lepas landasnya. Hal itu dilakukannya karena sang anak belum masuk dalam penerbangan tersebut karena tengah asik berbelanja.

Karena perlakuannya itu, pesawat dengan penumpang 160 orang tersebut harus tertunda penerbangannya hingga larut malam. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailynews.co.uk (15/5/2019), insiden ini terjadi dalam penerbangan dari bandara di Bangkok, Thailand menuju Shanghai di Cina.

Penerbangan menggunakan maskapai berbiaya hemat (LCC) Spring Airlines tersebut dengan nomor 9c8892 harusnya lepas landas pukul 03.30 pagi dari Bandara Suvarnabhumi, Bangkok dengan tujuan Shanghai, Cina. Diketahui dari sebuah video ternyata penundaan tersebut terjadi saat seorang ibu yang duduk di jembatan di luar pesawat tengah berbicara dengan petugas.

Pengunggah video mengatakan wanita itu menghentikan pesawat agar tidak lepas landas karena putrinya belum tiba. Dia mengatakan anaknya terlambat karena sibuk berbelanja di toko bebas bea bandara yang buka 24 jam.

Perusahaan penerbangan itu mengatakan penerbangan itu akan membawa 162 penumpang, termasuk penumpang yang naik dan penumpang yang gagal tiba di gerbang keberangkatan. Seorang juru bicara maskapai mengatakan penumpang yang naik pesawat itu emosional dan berusaha menghalangi manajer kabin untuk menutup pintu.

Baca juga: [Video] Lagi dan Lagi, Aksi Lempar Koin di Pesawat Bikin Penerbangan Delay

Penumpang itu juga mengklaim bahwa penumpang yang menyertainya, yang diduga adalah putrinya, telah memanggil polisi bandara untuk meminta penerbangan menunggu. Anak perempuan itu mengatakan kepada polisi bahwa dia telah memeriksa dua potong barang bawaan dan meninggalkan barang bawaan di pesawat dan mungkin melalui ibunya.

Aplikasi Transportasi Online Asal Vietnam Siap Rebut Pasar GoJek dan Grab!

Seolah ingin ‘membalas’ apa yang telah dilakukan perusahaan transportasi online asal Indonesia yang telah masuk ke Vietnam (Go-Viet), kini diwartakan aplikasi transportasi online asal Vietnam, FastGo ingin merangsek masuk ke pasar Indonesia pada akhir tahun 2019 ini. Saking antusiasnya, sampai-sampai Co-founder dan CEO FastGo, Nguyen Huu Tuat, menargetkan meraih 30 persen pangsa pasar di Indonesia. Artinya, mereka ingin mengusik lapak yang selama ini dikuasai oleh dua rival, Grab dan GoJek.

Baca juga: Go International, Go-Jek Rambah Vietnam Melalui Aplikasi Go-Viet!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman kr-asia.com (15/5/2019), pangsa pasar yang besar menjadi salah satu alasan di balik pemilihan Indonesia sebagai target ekspansi selanjutnya dari FastGo. Selain itu, Nguyen Huu Tuat juga mengaku sudah memiliki mitra strategis di Indonesia. Namun, ia belum mau menyebutkan dengan gamblang siapa mitra yang akan membantu ekspansi tersebut.

Nguyen Huu Tuat mengklaim bahwa dirinya akan menginvestasikan dana awal sekira US$3 juta atau yang berkisar Rp42,7 miliar di setiap pasar baru. Karena itu, demi menyaingi GoJek dan Grab, FastGo membuka babak pendanaan Seri B dan berhasil mengumpulkan US$50 juta atau Rp734 miliar.

FastGo, yang dikembangkan oleh perusahaan Vietnamese NextTech Group pada tahun 2018 lalu ini, punya modal lain untuk bersaing dengan Grab dan GoJek, yaitu jumlah armada. Dikabarkan, FastGo memiliki 60 ribu taksi dan mitra sepeda motor yang melayani 10 provinsi di Vietnam dan Myanmar.

Tidak hanya layanan taksi dan ojek online, FastGo juga melakukan diversifikasi bisnis dengan mencoba masuk ke layanan pengiriman makanan, serta keuangan. “Kami sudah meluncurkan layanan premium dengan kendaraan helikopter bernama FastSky di Vietnam,” ungkap Huu Tuat.

Meski demikian, sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan firma riset pasar, Kantar TNS, menemukan bahwa pada Januari tahun ini FastGo adalah merek ride-hailing terpopuler keempat di Vietnam dengan dua persen pangsa pasar.

Baca Juga: Ternyata di Ride Hailing Banyak Kecurangan yang Dilakukan Pengemudi Online

Grab masih mendominasi pangsa pasar sebesar 86 persen, disusul oleh GoJek, dengan merek Go-Viet, yang menguasai enam persen, serta pemain lokal Mailinh dengan tiga persen. Lalu, apakah dengan catatan ini FastGo mampu bersaing dengan Grab dan GoJek di Indonesia?

Sumber: istimewa

Sebagaimana diketahui, FastGo resmi mengaspal di Singapura pada akhir April 2019. Namun, sebuah fakta mencengangkan muncul ketika harga tiga aplikasi serupa dibandingkan dengan titik penjemputan dan destinasi yang sama. Perbandingan antara FastGo, GoJek, dan Grab di Singapura bisa dibilang dimenangkan oleh GoJek, disusul oleh Grab dan FastGo lah yang paling mahal.

Lalu, apa modal berharga FastGo untuk bisa mencuri ceruk pasar Indonesia yang terkenal sudah memiliki pelanggan setianya masing-masing?

 

Layani Rute Eropa, Singapore Airlines Ganti Boeing 777-300ER dengan Airbus A350-900XWB

Maskapai nasional negeri tetangga, Singapore Airlines dikabarkan baru saja mengubah struktur armadanya untuk rute penerbangan jarak jauh, Singapura – Kopenhagen (Denmark). Dalam hal ini, Singapore Airlines mengganti varian Boeing 777-300ER (Extended Range) dengan varian Airbus 350-900XWB untuk melakoni penerbangan yang terpaut jarak sekitar 9.964 km ini. Wah, apakah penggantian varian pesawat ini ada kaitannya dengan masalah yang tengah menyelimuti tubuh Boeing? Atau memang Singapore Airlines hanya sekedar mengincar efisiensi operasional yang ditawarkan oleh Airbus A350-900XWB?

Baca Juga: Jadi Penumpang Business Class di Boeing 777 Garuda Indonesia, Inilah yang Anda Nikmati

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, penggantian armada ini sendiri rencananya akan dimulai pada tanggal 28 Oktober 2019 mendatang. Sebelumnya, pihak maskapai telah memberi pertanda bahwa akan ada pergantian armada di tubuh mereka, yaitu dengan penutupan pesanan bangku untuk penerbangan First Class menuju Ibukota dari Denmark ini, sejak awal tahun 2019 kemarin.

Kelak, Singapore Airlines yang menggunakan nomor penerbangan SQ352 untuk rute Singapura – Kopenhagen dan SQ351 untuk rute penerbangan Kopenhagen – Singapura ini akan beroperasi lima kali dalam seminggu.

Di sini, terlihat pihak Singapore Airlines lebih mempercayai produksian Airbus untuk melakoni penerbangan jarak jauh ketimbang Boeing. Sebagai contoh, pada pertengahan Oktober 2018 yang lalu, pihak Singapore Airlines menerbangkan Airbus A350-900ULR (Ultra Long Range) yang menghubungkan Changi International Airport di Singapura dan Newark Liberty International Airport di New Jersey.

Itu hanya sebagai contoh, tapi rencana pergantian armada yang dilakukan oleh Singapore Airlines ini bisa dibilang cukup gila, karena Boeing 777-300ER notabene merupakan pesawat yang cenderung masih bisa dibilang baru dan masih memiliki umur operasi yang cukup panjang. Flag carrier Garuda Indonesia contohnya, saat ini memiliki sejumlah Boeing 777-300ER yang digunakan untuk mengoperasikan rute penerbangan jarak jauh.

Baca Juga: Singapore Airlines Terbangkan Perdana A350-900 ULR ke New York

Garuda Indonesia sendiri mulai mengoperasikan pesawat jenis ini sejak tahun 2013 silam, dan hingga 29 Oktober 2015, maskapai plat merah Indonesia ini sudah mendatangkan pesawat Boeing 777-300ER ke-sembilannya. Ketika Garuda Indonesia masih sangat memberdayakan pesawat yang mampu mengangkut hingga 314 penumpang ini, lalu apa kabar dengan Singapore Airlines yang malah berencana untuk mencoretnya dari daftar armada di tubuh perusahaan?

 

Kerja Sama GoJek dan Garuda Indonesia Mungkinkan Anda Pesan Makanan dari Luar Kota

Maskapai plat merah Garuda Indonesia baru saja menjalin hubungan kerja sama dengan salah satu startup yang menyandang predikat sebagai Unicorn (startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 miliar), GoJek. Adapun layanan yang akan dihadirkan melalui kerja sama strategis ini adalah Go-Express, yang merupakan layanan pengiriman barang maupun makanan antar kota. Kerja sama ini merupakan bagian aksi korporasi flag carrier Indonesia tersebut untuk membenahi dan mengembangkan lini bisnis.

Baca Juga: Garuda Indonesia Jadikan Kualanamu Hub Penerbangan Domestik Wilayah Barat dan Asia Tenggara

“Saat ini sudah kerja sama dengan GoJek. first mile dan last mile pakai GoJek, pesawatnya pakai kita (pengiriman),” ujar Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Muhammad Iqbal, dikutip KabarPenumpang.com dari laman Kompas.com.

Nantinya, para pengguna fitur layanan GoJek bisa melakukan pengiriman ke luar kota. Sebagai contoh, pelanggan bisa memesan makanan via Go-Food dan mengirimnya ke luar kota. Iqbal menambahkan bahwa kendala pada Go-Express ini sebelumnya terkait pada pengiriman makanan atau barang ke bandara. Namun, setelah ada GoJek dengan layanan aplikasi yang ada masalah tersebut bisa diatasi.

Iqbal juga menambahkan bahwa hadirnya fitur Go-Express ini tidak lepas dari peran seorang programmer asal India yang turut membantu pengembangan fitur ini.

“Jadi sinergi ini diharapkan akan mempercepat proses pengiriman logistiknya. Jadi programmer GoJek dari India datang ke sini untuk menggabungkan punya kita, penggabungan sistemnya,” tuturnya.

Senada dengan Iqbal, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan pun memaparkan hal yang kurang lebih sama dan lebih merinci pada langkah-langkah yang sekiranya dihadapi oleh calon pembeli.

“Mula-mula, makanan maupun barang dapat dipesan oleh pelanggan melalui aplikasi GoJek. Pesanan tersebut nantinya bakal diantar mitra driver ke bandara,” ujar Ikhsan.

“Begitu pesanan sampai di bandara, maka akan di ambil alih oleh Go-Express hingga diantar ke kota tujuan dengan menggunakan Garuda Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga: Boeing 737 Garuda Indonesia Dipasangi Livery Mitsubishi Xpander! Ada Apa?

Lalu, bagaimana jika pesanan yang sudah siap diantar ke luar kota namun pihak Garuda Indonesia tidak bisa memfasilitasinya? Menjawab pertanyaan ini, Iqbal menjamin ketersediaan dari armada Garuda Indonesia untuk melayani pengiriman Go-Express.

“Itu jaminan pesawatnya ada. Kalau sekarang ini, GoJek cuma bisa pesan atar dalam kota, belum bisa antat antarkota. Karena pesawatnya enggak ada. Ini belum di-publish, kalau sudah jadi akan lanching, itu bakal heboh,” tambahnya.

PT KAI: Tiket Kereta Api Lebaran 2019 Masih Tersedia, Berikut Daftarnya!

Mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi Kereta Api (KA) pada masa Angkutan Lebaran 2019 selama 22 hari yang terhitung mulai tanggal 26 Mei s.d 16 Juni 2019, PT KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 78 KA yang terdiri dari 58 KA Reguler dan 20 KA Tambahan Lebaran. Dengan pembagian, 32 KA Reguler dan 12 KA Tambahan Lebaran yang berangkat dari Stasiun Gambir, serta 26 KA Reguler dan 8 KA Tambahan Lebaran yang berangkat dari Stasiun Pasarsenen.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penjualan Tiket Lebaran, PT KAI Tambah Bandwidth dan Maksimalkan Dua Data Center

Minat masyarakat yang tinggi menggunakan moda transportasi KA saat mudik lebaran terlihat dari hampir terjual habisnya tiket KA Jarak Jauh tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan okupansi 100% di tanggal-tanggal favorit pada H-7 s.d H-1 seperti tanggal 29 Mei – 4 Juni 2019. Sementara untuk jarak sedang seperti tujuan Bandung dan Cirebon masih tersedia untuk keberangkatan H-10 s.d H-1.

PT KAI Daop 1 Jakarta dalam siaran pers (16/5), menyebutkan masih menyediakan tiket bagi pelanggan yang tetap ingin melakukan perjalanan mudik menggunakan KA, masyarakat yang belum memiliki tiket dapat memilih keberangkatan perjalanan KA pada tanggal-tanggal yang masih tersedia tiketnya berdasarkan data penjualan tiket tanggal 16 Mei pukul 10.00 WIB sebagai berikut,

Untuk keberangkatan H-10 sampai H-8 Lebaran dengan KA Reguler Jarak Jauh tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur dari Stasiun Gambir, berikut jadwal perjalanan KA yang masih tersedia tiketnya:

1. KA Tegal Bahari tujuan Tegal pemberangkatan pukul 09.40 pada tanggal 26 – 29 Mei
2. KA Tegal Bahari tujuan Tegal pemberangkatan pukul pukul 11.00, 19.45 pada tanggal 26 – 28 Mei 3. KA Argo Muria tujuan Semarang pemberangkatan pukul 07.00, dan KA Argo Anggrek Pagi tujuan Surabaya Pasarturi pemberangkatan pukul 09.30 pada tanggal 26 – 28 Mei
4. KA Argo Dwipangga tujuan Solo pemberangkatan pukul 08.00 dan KA Taksaka Pagi tujuan Yogyakarta pemberangkatan pukul 08.30 pada tanggal 26 – 27 Mei
5. KA Argo Sindoro tujuan Semarang Tawang pemberangkatan pukul 16.15 pada tanggal 26 – 28 Mei 6. KA Argo Anggrek Pagi pemberangkatan pukul 09.30 serta KA Sembrani tujuan Surabaya pasar Turi pemberangkatan pukul 19.15 pada tanggal 26 – 28 Mei
7. KA Bangunkarta (15.00 WIB) tujuan Surabaya Gubeng, KA Bima (16.30 WIB) dan KA Gajayana (17.40 WIB) tujuan Malang, KA Argo Lawu (20.15 WIB) tujuan Solo, KA Taksaka Malam (20.45 WIB) tujuan Yogyakarta, serta KA Purwojaya (22.05 WIB) tujuan Cilacap pada tanggal 26 – 27 Mei
8. KA Argo Anggrek Malam tujuan Surabaya Pasar Turi pemberangkatan pukul 21.30 pada tanggal 26 – 27 Mei dan 4 Juni

Sedangkan untuk keberangkatan H-10 sampai H-1 Lebaran dengan KA Reguler Jarak Menengah tujuan Bandung dan Cirebon dari Stasiun Gambir, berikut jadwal perjalanan KA yang masih tersedia tiketnya:

1. KA Argo Parahyangan tujuan Bandung pemberangkatan pukul pukul 08.45 pada tanggal 26 – 29, 31 Mei, dan 2 – 4 Juni
2. KA Argo Parahyangan tujuan Bandung pemberangkatan pukul 10.30 dan 11.30 pada tanggal 26 – 31 Mei, 2 – 4 Juni
3. KA Argo Parahyangan tujuan Bandung pemberangkatan pukul 18.45 dan 20.00 pada tanggal 26 – 28, 30 Mei, 1 – 4 Juni
4. KA Pangandaran tujuan Banjar pemberangkatan pukul 07.50 pada tanggal 26 – 28 Mei dan 1 – 4 Juni
5. KA Argo Jati tujuan Cirebon pemberangkatan pukul 09.00 pada tanggal 26 – 31 Mei, 3 – 4 Juni
6. KA Argo Jati tujuan Cirebon pemberangkatan pukul 17.20 pada tanggal 26 – 30 Mei, 2 – 4 Juni
7. KA Argo Parahyangan tujuan Bandung pemberangkatan pukul 05.25, 06.15, 12.35, 15.30 17.02, 18.00 pada tanggal 26 Mei – 4 Juni
8. KA Cirebon Ekspres tujuan Cirebon pemberangkatan pukul 12.10 pada tanggal 26 – 29, 31 Mei
9. KA Cirebon Ekspres tujuan Cirebon pemberangkatan pukul 22.20 pada tanggal 26 Mei – 4 Juni

Untuk keberangkatan H-10 sampai H-8 Lebaran dengan KA Reguler dari Stasiun Pasarsenen, berikut jadwal perjalanan KA yang masih tersedia tiketnya:

1. KA Menoreh (20.30) tujuan Semarang Tawang dan KA Fajar Utama Jogya (06.15) tujuan Yogyakarta tanggal 26 – 28 Mei
2. KA Kutojaya Utara (05.25) tujuan Kutoarjo, KA Senja Utama Yogya (19.00) tujuan Yogyakarta, KA Gajahwong (06.45) tujuan Lempuyangan, KA Jaka Tingkir (12.00) tujuan Purwosari, KA Singasari (12.25) tujuan Blitar, KA Gumarang (15.45) tujuan Surabaya Pasar Turi, KA Senja Utama Solo (22.00) tujuan Solo, KA Tawang Jaya Premium (06.55) tujuan Semarang Tawang tanggal 26 -27 Mei
3. KA Jayakarta Premium (13.20) tujuan Surabaya Gubeng dan KA Sawunggalih Malam (18.30) tujuan Kutoarjo, dan KA Bogowonto (21.45) tujuan Lempuyangan tanggal 26 Mei

Baca juga: Kerjasama dengan Pemprov Jatim, Daop VII Berikan Tiket Gratis Mudik dan Balik Untuk Lebaran 2019

Sementara tiket KA Tambahan Lebaran 2019 dari Stasiun Gambir masih tersedia untuk keberangkatan H10 sampai H-1 pada KA Jarak Jauh tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur serta KA Jarak Menengah tujuan Cirebon dengan data sebagai berikut:

1. KA Cirebon Ekspres Fakultatif tujuan Cirebon pemberangkatan pukul 20.30 pada tanggal 29, 31 Mei, dan 2 – 4 Juni
2. KA Gajayana Lebaran (22.30) tujuan Malang, KA Argo Dwipangga Fakultatif (10.00) tujuan Solo, dan KA Taksaka Malam Lebaran (19.30) pada tanggal 4 Juni
3. KA Argo Lawu Fakultatif tujuan Solo pemberangkatan pukul 21.15 pada tanggal 3 – 4 Juni
4. KA Argo Muria Lebaran tujuan Semarang Tawang pemberangkatan pukul 13.45 pada tanggal 31 Mei
5. KA Argo Sindoro Lebaran tujuan Semarang Tawang pemberangkatan pukul 23.45 pada tanggal 30 – 31 Mei, 2 – 4 Juni
6. KA Sembrani Lebaran tujuan Surabaya Pasarturi pemberangkatan pukul 16.45 pada tanggal 29 Mei, 3 – 4 Juni
7. KA Purwojaya Lebaran tujuan Cilacap pemberangkatan pukul 16.00 pada tanggal 2 Juni

Perlu diketahui, data sisa tempat duduk tersebut akan selalu berubah dalam hitungan detik, dikarenakan sistem penjualan dilakukan secara online. Untuk itu, PT KAI Daop 1 Jakarta menghimbau kepada pelanggan agar selalu memantau dan memesan ketersediaan tiket melalui website www.kai.id, KAI Access, Contact Center 121, atau melalui chanel-chanel eksternal lain yang bekerjasama dengan PT KAI.

Cegah Virus Cacar Monyet di Indonesia, Beberapa Bandara Siapkan Thermal Detector

Berasal dari warga Nigeria, kini virus cacar monyet atau Monkeypox tengah mewabah di Singapura. Lantaran jarak yang berdekatan dengan Indonesia, serta banyaknya frekuensi penerbangan dari Singapura ke beberapa kota di Indonesia, menjadikan PT Angkasa Pura I selaku pengelola 13 bandara turut menyiapkan upaya antispasi penyebaran virus yang belum ada vaksinnya ini.

Baca juga: Saat Ada Penumpang Flu di Kabin, Maka Virusnya Tak Menyebar Pada Semua Orang

Berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan nomor SR.03.04/II/1169/2019 tentang Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox, kepada unit-unit di bawahnya, termasuk Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia, maka diinstruksikan untuk melakukan pengawasan lebih intensif kepada kru dan pelaku perjalanan dari Singapura dan negara-negara Afrika Barat serta Afrika Tengah.

Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan terhadap kru dan pelaku perjalanan yang terdeteksi demam atau sakit yang diduga terkait Monkeypox. Untuk mendukung kegiatan tersebut, dilakukan pemasangan fasilitas thermo scanner atau thermal detector untuk mendeteksi peningkatan suhu tubuh pelaku perjalanan udara yang di atas normal. Pemasangan thermal detector tersebut diletakkan di depan pintu kedatangan, sebelum area pengambilan bagasi.

“Sebagai pengelola bandara internasional yang menjadi gerbang utama masuknya wisatawan ke Indonesia, kam telah mengidentifikasi potensi ancaman virus tersebut untuk masuk ke Indonesia, khususnya melalui bandara internasional yang dikelola Angkasa Pura I. Kami hendak memastikan komitmen kami dalam mencegah masuknya virus Monkeypox ke bandara melalui pemasangan alat deteksi suhu tubuh atau thermoscan di beberapa titik area kedatangan,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (16/5).

Jika terdapat penumpang yang teridentifikasi suspect atau terduga terjangkit virus Monkeypox tersebut, maka penumpang tersebut akan ditangani terpisah oleh KKP dan dilarikan ke rumah sakit rujukan menggunakan ambulance KKP.

Baca juga: Dalam Sosis yang Dibawa Penumpang, Virus Flu Babi Afrika Ditemukan di Bandara Hokkaido

Sebagai informasi, virus cacar monyet telah dikonfirmasi keberadaannya oleh Otoritas Kesehatan Singapura. Virus tersebut terbawa oleh seorang warga Nigeria yang berkunjung ke Singapura pada 28 April 2019 dan ia terbukti positif mengidap cacar monyet pada 8 Mei.

Akomodasi Penumpang Pelajar, Pemprov DKI Kaji Tarif ‘Khusus’ di MRT Jakarta

Setelah kembali ke tarif normal pada 13 Mei lalu, Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta nyatanya tetap diminati masyarakat. Bahkan tidak ada pengurangan penumpang yang signifikan saat kembali ke tarif normal. Penumpang MRT yang beragam dari pekerja kantoran hingga anak sekolahan pun tetap antusias. Mungkin dengan tarif normal, untuk para pekerja tidaklah masalah, tetapi bagaimana dengan pelajar yang hanya dibekali uang secukupnya oleh orang tua mereka?

Baca juga: Masa Promosi Berakhir, Mulai 13 Mei MRT Jakarta Terapkan Tarif Normal

Dilansir dari detiknews.com (14/5/2019), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengkaji tarif khusus pelajar yang naik MRT. Hal ini kemudian membuat Pemprov menampung segala usulan dari berbagai pihak untuk mendapatkan hasil terbaik terkait tarif MRT untuk para pelajar.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian Sri Haryati mengatakan, pihaknya akan membahas hal terkait tarif MRT bagi pelajar. Dia menyebutkan mereka memiliki tabel sendiri untuk itu.

“Saya malah baru dengar ada pelajarnya. Nanti akan kita bahas ya,” ujar Sri.

Dia mengatakan saat ini tarif MRT sudah berlaku 100 persen dan antusiasme warga dalam menggunakan moda transportasi berbasis rel ini tetap tinggi meski tak lagi diskon.

“Kemarin hari pertama penetapan tarif 100 persen 77.696 itu oke dong. Target kita 65 ribu di tahun ini,” kata Sri.

Dia mengatakan, saat ini pihak Pemprov tengah melakukan pematangan terkait integrasi MRT Jakarta dengan moda transportasi lainnya. Adapun integrasi tersebut menyangkut dalam pembayaran tarif, rute hingga integrasi infrastruktur.

“Ada integrasi pembayaran, integrasi rutenya. Integrasi fisik kita sudah punya pembahasan terpadu di beberapa titik,” ujarnya.

Terkait masalah tarif MRT bagi pelajar, pihak PT MRT Jakarta mengatakan, saat ini masih melakukan pembahasan. “Kita masih melakukan pembahasan. Apakah ada usulan?” Ujar Humas PT MRT Jakarta, Tomo yang dihubungi KabarPenumpang.com, Kamis (16/5/2019).

Baca juga: Animo Pengguna MRT Jakarta Tinggi, TransJakarta Koridor 1 Tidak Mengalami Penurunan Penumpang

Pertanyaan yang dilontarkan kembali kepada KabarPenumpang.com tersebut, seakan membantu pihak MRT Jakarta memudahkan dalam pembahasan. Pasalnya seperti diawal dikatakan, pelajar biasanya hanya dibekali uang saku secukupnya.

Untuk tarif MRT bagi pelajar, apakah Anda punya usulan?

Kamboja Punya Kereta Bandara yang Unik, Mirip Railbus Batara Kresna di Solo

Jika Jakarta punya KA Bandara yang menghubungkan Ibukota dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta yang ada di Cengkareng, maka lain halnya dengan yang ada di Phnom Penh, Kamboja. Perkenalkan, Royal Railways, layanan shuttle yang menghubungkan pusat kota Phnom Penh dengan Phnom Penh International Airport. Sayang, ketika beberapa negara luar mempercayakan produksian kereta dari PT INKA, tapi Kamboja lebih memilih untuk menggunakan barang impor dari Meksiko.

Baca Juga: Urai Konsentrasi Kepadatan Lalu Lintas Darat, Phnom Penh Hadirkan Layanan Taksi Air Perdananya!

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Royal Railways sendiri hanya memiliki dua gerbong yang saling membelakangi satu sama lain. Selain itu, jalur dari Royal Railways juga bisa dibilang unik, karena di beberapa titik, jalur dari rangkaian kereta ini berada di median jalan tanpa adanya pagar pembatas yang menghalangi – layaknya jalur trem di kebanyakan kota. Jadi mungkin bisa dibilang, Royal Railways adalah trem modern yang didesain sedemikian rupa untuk mengantarkan penumpangnya menuju dan dari bandara.

https://www.youtube.com/watch?v=ofnEpOxGFq4

Menurut Menteri Transportasi Kamboja, Sun Chantol adapun kapasitas dari Royal Railways ini sendiri mencapai 100 penumpang dalam sekali perjalanan – tentu saja tidak semuanya kebagian bangku untuk duduk. Menurut Menteri Sun, dibutuhkan waktu sekira 120 menit untuk bisa melakukan perjalanan pulang pergi.

Dikutip dari laman khmertimeskh.com, usut punya usut jaringan trem yang menghubungkan Stasiun Utama Phnom Penh dengan bandara ini akan digratiskan hingga bulan November 2019 mendatang. Setelah itu, penumpang akan dikenakan biaya sebesar US$2,5 atau yang setara Rp36.000 untuk sekali perjalanan.

KA Batara Kresna. Sumber: wikipedia

Jujur, bentuk dari moda ini terbilang sangatlah unik dan tampak seperti bus rel Batara Kresna yang ada di Solo, Jawa Tengah. Sebagai informasi tambahan, moda transportasi bergerbong tiga ini dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia.

Bus rel ini sendiri mulai beroperasi pada tanggal 5 Agustus 2012 dengan rute Sukoharjo-Solo Purwosari-Yogyakarta Tugu. Karena ada jembatan kereta api yang sedang diperkuat antara Stasiun Pasarnguter-Stasiun Wonogiri, untuk sementara bus rel ini hanya sampai Stasiun Sukoharjo.

Baca Juga: KA Batara Kresna, Melaju di Rel Bekas Trem

Dikarenakan satu dan lain hal, bus rel Batara Kresna berhenti beroperasi pada sekitar awal tahun 2013, setelah mangkrak sejak Oktober 2012 karena generator rangkaian bus rel yang sering rusak. Bus rel ini dibawa ke pabrik PT Inka di Madiun untuk diperbaiki. Hingga 2015 bus rel ini hanya dikandangkan di dipo lokomotif Solo Balapan, sampai pada akhirnya PT KAI memutuskan untuk mengoperasikan kembali bus rel ini. Saat ini bus rel telah beroperasi kembali dengan rute Purwosari-Wonogiri pp dengan rute trayek dua kali sehari.

 

Garuda Indonesia Jajaki Adopsi Cloud Computing dan Artificial Intelligence dari Huawei

Garuda Indonesia dan Huawei Tech Investment dilaporkan tengah menjajaki pengembangan teknologi dan IT infrastructure dalam memperkuat transformasi digital pada lini operasional dan layanan Garuda Indonesia. Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (perjanjian induk) antara kedua korporasi yang dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara bersama sama dengan President Director of Enterprise BG, Huawei Indonesia, Roger Zhang, di Jakarta, (15/5).

Baca juga: Gandeng Google Cloud, AirAsia Siap ‘Bertransformasi’

Adapun lingkup penjajakan kerja sama tersebut nantinya akan meliputi penyediaan platform Cloud Computing, penyediaan sistem kecerdasan buatan – Artificial Intelligence (AI), pengembangan teknologi warehouse & logistic system, hingga payment platform solution bagi seluruh lini usaha Garuda Indonesia Group dan afiliasinya.

Direktur Kargo dan Pengembangan Mohammad Iqbal dalam catatan tertulis mengungkapkan, “Penjajakan kerja sama pengembangan teknologi bersama Huawei Tech Investment kami harapkan dapat menunjang komitmen transformasi digital yang saat ini tengah dijalankan perusahaan, khususnya dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan layanan personalisasi pada pelanggan”.

“Hadirnya teknologi yang dikembangkan oleh Huawei Tech Investment seperti iCloud, Big Data dan Artificial Intelligence ini tentunya menjadi milestone tersendiri bagi Garuda Indonesia dalam rangka memberikan pengalaman baru kepada pelanggan ketika terbang dengan Garuda Indonesia, dari pre-journey hingga post-journey. Hal ini juga turut sejalan dengan demand market industri penerbangan saat ini, di mana pelanggan lebih membutuhkan layanan secara personal dengan basis pendekatan teknologi informasi”, tutup Iqbal.

Huawei pada pertengahan tahun 2017 berinisasi membangun aliansi global bersama sejumlah perusahaan telekomunikasi dunia. Tujuannya adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan para konsumen akan ruang penyimpanan data raksasa. CEO Huawei Guo Ping dalam gelaran Huawei Connect 2017 di Shanghai New International Convention Center menjelaskan bahwa terobosan ini terinspirasi dari aliansi maskapai penerbangan di dunia. SkyTeam, Star Alliance dan One World adalah beberapa di antaranya.

Baca juga: Amadeus Tawarkan Teknologi Check In Barang Bawaan Berbasis Cloud

Selama ini Huawei telah menunjukan komitmennnya pada pengembangan sektor IT dirgantara, salah satu wujudnya adalah pada penerapan smart airport. Di Indonesia Huawei telah menjajaki penerapan solusi digital aviation di ratusan bandara di Indonesia. Salah satu fitur solusi ini adalah pemantauan bendara menggunakan teknologi face-recognition).

Duh! Tidak Ada Pesanan yang Masuk ke Boeing Sepanjang April 2019

Pil pahit harus kembali ditelan oleh produsen pesawat asal Negeri Paman Sam, Boeing. Setelah sebelumnya diberitakan bahwa karyawan di interal Boeing mengakui bahwa produksian mereka jelek, kini perusahaan yang bermarkas di Chicago ini harus menghadapi kenyataan yang lebih pahit. Pasalnya, Boeing tidak menerima pesanan pesawat yang masuk selama periode April 2019 kemarin.

Baca Juga: Akhirnya! Boeing Akui Adanya Kesalahan Sistem pada Boeing 737 MAX 8

Jika dikaitkan dengan insiden jatuhnya dua pesawat 737 MAX 8 yang dioperatori oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines, justru kosongnya pesanan masuk ini tidak hanya pada tabel 737 MAX saja, melainkan dari varian lain pun mengalami hal yang sama. Akankah ini menjadi suatu pertanda buruk bagi Dennis Muilenburg cs?

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, sejumlah varian pesawat Boeing yang lainnya seperti 787 Dreamliner dan 777 juga belum ada yang memesan. Memang, saat ini dapur Boeing masih ngebul karena mereka masih mengerjakan pesanan yang masuk pada akhir bulan Maret kemarin, seperti Lufthansa yang memesan 20 unit 787, dan British Airways yang memesan 18 unit 777X.

Menurut laman cnn.com (14/5/2019), satu-satunya pesanan yang dilaporkan oleh Boeing untuk bulan April adalah entri pembukuan adalah empat pesawat 737 jet MAX yang telah dijual ke Boeing Capital di masa lalu dipindahkan ke lessor yang tidak dikenal bulan lalu. Boeing tidak menganggap hal tersebut sebagai pesanan baru. Sebagai gantinya, perusahaan mereklasifikasi penjualan yang sudah dilaporkan pada kuartal pertama.

Baca Juga: Rampung Pembaruan Software 737 MAX, Boeing Siap Serahkan Hasilnya ke FAA Guna Sertifikasi

Tidak satu pun dari model pesawat Boeing lainnya yang mengalami kecelakaan, dan maskapai belum melaporkan masalah keselamatan selain yang terjadi pada 737 Max. Tapi, masalah 737 Max bisa jadi alasan maskapai menunda pesanan untuk pesawat lain, kata Philip Baggaley, analis kredit utama untuk sektor transportasi untuk Standard & Poor’s.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018 kemarin, pada bulan yang sama, Boeing melaporkan total 76 pesanan yang masuk ke perusahaan.