Orient Express, ‘Berjuta Cerita’ dari kereta Mewah Legendaris Eropa

Orient Express sebagai kereta mewah dan bisa dinikmati dalam perjalanan di Eropa dengan harga yang ditawarkan cukup fantastis. Tapi tahukah Anda, bahwa ternyata awal mula Orient Express menjadi kereta paling glamor di dunia ini memiliki cerita yang berliku.

Baca juga: Tengok Kemewahan “Venice Simplon – Orient Express, Kereta dengan Tarif Mulai Rp44 Juta

Dirangkum KabarPenumpang.com dari history.com, Orient Express merupakan sebuah mimpi dari Georges Nagelmackers yang terinspirasi cerita dari Goergo Pullman yang terkenal hingga saat ini. Pada masanya kereta ini berangkat dari Paris ke Istanbul dan menjadi tuan rumah bagi para mata-mata, pejabat, seniman hingga presiden untuk menikmati perjalanan mereka.

Tetapi mengapa kereta itu begitu terkenal dan bagaimana kereta itu mendapatkan reputasinya atas intrik dan misteri? Cerita ini melibatkan seorang pengusaha yang brilian dengan visi ambisius untuk perjalanan dunia dan kecakapan untuk kemewahan, dunia yang haus akan cara bepergian yang lebih baik, dan inovasi Amerika yang diterjemahkan untuk pelanggan yang berkilauan.

Kisahnya berawal tahun 1860-an ketika konsep wisata turbo masih baru. Selama bertahun-tahun, kaum ultra-kaya adalah satu-satunya orang yang mampu melakukan perjalanan melalui Eropa meskipun jalur kereta api diperkenalkan pada paruh pertama abad ke-19.

Murder On The Orient Express

Seiring perjalanan kereta api meluas, hotel-hotel mewah mulai muncul untuk memenuhi kebutuhan para pelancong. Nagelmackers akhirnya menggabungkan kereta dan hotel di Eropa dan dia adalah anggota keluarga perbankan Belgia yang terkemuka dan memiliki investasi di jalur kereta api Eropa.

Setelah Perang Saudara, keluarganya mengirimnya ke Amerika Serikat dalam upaya untuk membantunya mengatasi percintaan yang gagal dengan sepupunya dan ketika sedang liburan panjang, ia jatuh cinta. Objek afeksinya bukan seorang wanita, itu adalah kereta.

Sementara para pelancong Eropa menyerbu kereta bernoda jelaga, orang-orang Amerika mulai bepergian dengan mobil-mobil Pullman. Mobil kereta ini, diciptakan oleh George Pullman, dirancang khusus untuk perjalanan jarak jauh. Mobil seperti hotel bersih dan dikelola oleh pekerja ramah yang melayani kenyamanan penumpang.

Nagelmackers menjadi terpesona oleh mode perjalanan yang nyaman ini dan bahkan mendekati Pullman dengan proposal untuk menjadi rekannya dan menyebarkan mobilnya ke seluruh Eropa. Ketika Pullman menolaknya, Nagelmackers kembali ke Eropa dengan sebuah rencana menyalin Pullman dan membuat kereta miliknya sendiri, yang bahkan lebih mewah.

Dia sempat digagalkan oleh Perang Perancis-Prusia, tetapi pada tahun 1873 ia telah membentuk perusahaannya sendiri, Compagnie Internationale des Wagons-Lits. Nagelmackers tidak puas dengan gagasan mobil tidur belaka dan ingin menciptakan sesuatu yang sama sekali baru seperti pengalaman perjalanan mewah yang menyapu penumpang dari Paris ke Istanbul (saat itu Konstantinopel) tanpa berhenti di perbatasan.

Hingga dia merekrut sekutu yang kuat, Raja Leopold II dari Belgia. Raja adalah seorang penggemar kereta api terkenal dengan ikatan keluarga dengan beberapa raja paling kuat di Eropa, dan dia membantu Nagelmackers mendapatkan izin untuk menjalankan kereta api melintasi perbatasan internasional tanpa gangguan.

Pada tahun 1883, kereta mewah yang oleh pers dijuluki “Orient Express” melakukan perjalanan perdananya. Itu tidak seperti kereta lain yang pernah dilihat Eropa. Alih-alih jelaga dan layanan buruk, ia memiliki permukaan kayu berkilauan, kursi mewah, dan tempat tidur dengan lembaran sutra yang menyaingi yang ditemukan di hotel. Di dalamnya ada sebuah restoran yang menyajikan hidangan fancydish seperti tiram dan kaviar, dan para musisi menghibur para penumpang saat mereka melaju melintasi perbatasan.

Saat ini, kereta mungkin paling terkenal sebagai lokasi novel misteri pembunuhan klasik Agatha Christie, “Murder on The Orient Express.”

Baca juga: Oriental Desert Express, Sensasi Kereta Mewah Pelintas Padang Pasir

Tetapi sebagian besar, kereta itu terkenal dengan eksploitasi penumpangnya yang terkenal, seperti King Leopold, yang memiliki mobil pribadi di kereta hanya untuk majikannya, atau Joseph Baker, yang memberikan konser dadakan kepada penumpang yang terluka setelah kecelakaan 1931. Kereta Nagelmackers melakukan perjalanan penuh terakhirnya pada tahun 1977, dan meskipun jalur kereta tiruan masih ada di Eropa, mereka tidak pernah menyamai kemewahan dan misteri aslinya.

Orient Express mungkin sudah mati, tetapi reputasinya masih sangat hidup. Hanya menyebutkan namanya mengingatkan kemewahan, kecepatan dan intrik dan itulah yang diinginkan Nagelmackers.

Starlux Pesan Lima Unit Pesawat Kargo Airbus A350F Tambahan

Starlux Airlines dari Taiwan telah melakukan pemesanan lima pesawat kargo A350F tambahan. Pesanan ini menggandakan jumlah pesawat yang dipesan, karena sebelumnya Starlux telah memesan pula lima unit pesawat kargo all-new ini. Armada A350F Starlux Cargo akan beroperasi di beberapa rute kargo tersibuk di dunia.

“Pasar kargo akan menjadi elemen penting dalam model bisnis kami, yang didukung oleh posisi geografis Taiwan yang strategis,” ujar CEO Starlux, Glenn Chai. “A350F adalah pilihan yang sempurna untuk Starlux, menawarkan kemampuan jangkauan dan muatan yang sama dengan pesawat kargo generasi sebelumnya, tetapi dengan pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon yang sangat signifikan.”

Saat ini, Starlux Airlines mengoperasikan 26 pesawat Airbus, termasuk A321neo, A330neo, dan A350-900. Pesawat A350F, yang saat ini sedang dalam pengembangan, mampu mengangkut muatan hingga 111 ton dan terbang sejauh 4.700 mil laut atau 8.700 kilometer.

Ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Trent-XWB97 terbaru, pesawat ini dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon hingga 40% jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya dengan muatan dan jangkauan yang sama.

A350F memiliki pintu kargo dek utama yang ukurannya paling besar di industri ini, dengan desain badan pesawat yang dioptimalkan untuk kapasitas palet dan kontainer standar. Lebih dari 70% struktur pesawat ini terbuat dari material mutakhir yang membuat bobot lepas landas A350F 46 ton lebih ringan dibanding pesaingnya. A350F juga menjadi satu-satunya pesawat kargo yang memenuhi standar emisi CO₂ terbaru ICAO yang akan diberlakukan pada 2027.

Hingga akhir November 2024, keluarga pesawat terbang berbadan lebar generasi terbaru A350 telah mencatat 1.345 pesanan dari 61 pelanggan di seluruh dunia, termasuk 55 unit all-new A350F dari 10 maskapai kargo terkemuka.

Starlux Taiwan Terima Unit Perdana Airbus A350-900

Stasiun Maguwo Lama – Pernah Jadi ‘Saksi’ Agresi Militer Belanda ke II di Yogyakarta

Stasiun Maguwo Lama mulai beroperasi tahun 1872 setelah jalan rel relasi Kalten – Lempuyangan sepanjang 30 km dibuka oleh perusahaan kereta api swasta Nederlandsch Indische Spoorweg maatschappij atau NIS. Jalur tersebut merupakan bagian dari jalur kereta realsi Solo – Yogyakarta.

Baca juga: Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian

Stasiun Maguwo Lama terletak di dusun Kembang Baru, desa Maguwoharjo, kecamatan Depok, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bangunan pertama dari stasiun pernah dibongkar tahun 1930 dan dan kemudian dibangun kembali menjadi bangunan baru yang bisa dilihat hingga saat ini.

Stasiun Maguwo Lama masa lampau (genpijogja.com)

Bangunan stasiun berbentuk persegi panjang dengan empat ruang yakni PPKA (pimpinan perjalan kereta api), kepala stasiun yang menjadi satu dengan loket tiket, dapur dan ruang tunggu penumpang. Bangunan stasiun yang terbuat dari kayu sebagian besar masih asli. Dinding stasiun Maguwo terbuat dari papan kayu dengan tiang-tiang yang juga terbuat dari kayu.

Pada tiang-tiang persegi terdapat hiasan-hiasan geometris dan ukiran sulur kerawang. Meski begitu, Stasiun Maguwo Lama merupakan satu-satunya stasiun kereta yang memiliki konstruksi kayu di lintas Yogyakarta hingga ke Solo.

Bahkan Stasiun Maguwo Lama ternyata juga menjadi saksi sejarah peristiwa agresi militer II Belanda ke Yogyakarta tahun 1949 silam. Stasiun Maguwo Lama kala itu sebagai pengangkutan pasukan tentara Belanda setelah terjun payung dari landasan bandara Maguwo yang kini dikenal sebagai Bandara Adisucipto.

Tak hanya itu, Stasiun Maguwo Lama juga dulunya ketika masih aktif melayani bongkar muat pupuk Sriwijaya ke gudang pupuk dan melayani angkutan ketel untuk memasok vaktur ke Bandara Adisucipto. Kemudian seiring selesaiya pembangunan jalan rel ganda relasi Solo – Yogyakarta, maka Stasiun Maguwo baru mulai dioperasikan tahun 2008 yang terintegrasi dengan Bandara Adisucipto.

Letak stasiun baru ini hanya 300 meter dari Stasiun Maguwo lama yang kini sudah nonaktif. Kini Stasiun Maguwo Lama masuk dalam salah satu bangunan cagar budaya dan tahun 2010 Pusat Pelestarian Benda dna Bangunan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan perawatan dengan memperbaharui warna cat agar terlihat lebih bersih dan rapi.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Muntilan, Kini Berubah Jadi Terminal Bus Prajitno

Selain itu PT KAI juga berencana menghidupkan kembali agar bermanfaat bagi masyarakat dengan menjadikannya galeri dan taman bacaan. Ini pun dilakukan melalui kerja sama degan PT Mustika Ratu Tbk, Pusat Studi dan Konservasi – Universitas Gadjah Mada serta Railfans Yogyakarta.

Stasiun Tulungagung, Dahulu Pernah Dilengkapi Turn Table Lokomotif

Stasiun Tulungagung yang terletak di Jawa Timur dibangun sejalan dengan pembangunan jalur Blitar-Kediri pada tahun 1877. Dahulu stasiun ini sama dengan Stasiun Blitar ataupun Kediri sebagai stasiun besar. Stasiun ini berada di ketinggian +85 meter diatas permukaan laut dan berada dalam Daerah Operasional (Daop) VII Madiun. Letaknya yang tak jauh dari alu-alun, memudahkan masyarakat yang akan naik kereta dari stasiun ini.

Baca juga: KA Pangandaran, Kereta yang Tak Sampai Stasiun Pangandaran

Stasiun ini juga dulunya merupakan stasiun percabangan atau stasiun transit untuk rute Tulungagung-Blitar/Kediri dan Tulungagung-Trenggalek-Tugu. Dulunya, stasiun ini memiliki turn table (pemutar rel) dan beberapa fasilitas megah yang biasa dimiliki oleh stasiun besar.

(Railfansina)

Bahkan diperkirakan Stasiun Tulungagung memiliki lebih dari lima hingga enam jalur. Dulunya jalur 1 yang kini menjadi ruang sinyal/PPKA/PAP merupakan jalur utama menuju Trenggalek dan kemungkinan besar dibongkar antara tahun 1970-1980-an.

Tak hanya itu, Stasiun Tulungagung sempat memiliki dipo lokomotif, namun kini sudah tidak ada. Tetapi keberadaan foto lokomotif uap seri B19 yang merupakan lokomotif sekelas trem membuktikan adanya dipo lokomotif di stasiun itu. Sayangnya sisa bekas dipo lokomotif tersebut tidak terlihat, tetapi ada tanah lapang yang luas di bagian selatan, cukup untuk dipo lokomotif dengan dua jalur.

Ilustrasi Turn table lokomotif

Sebuah turn table juga pernah ada di stasiun ini karena dulunya sebagai stasiun besar. Turn table ini digunakan untuk memutar lokomotif dengan arah yang benar apalagi lokomotif uap yang memiliki ketel uap di depan dan kabin di belakangnya. Sayangnya letak bekas turn table itu sendiri juga tak begitu jelas karena tak terlihat lagi sisanya.

Sedangkan jembatan timbang berada di utara stasiun dan kini letaknya tepat di belakang taman bermain Gamma yang berada di belakang pos PJL pasar sore. Keberadaannya masih jelas terlihat, tetapi kondisinya sudah miring dan keropos karena karat dan dibelakang timbangan tersebut juga ada sebuah jalur kereta.

Perangkat operasional yang ada merupakan perangkat lama, salah satunya adalah kendali wesel. Saat jalur 4 masih ada, wesel yang mengarah ke jalur tersebut masih terpasang. Unit wesel itu diperkirakan berusia hampir 100 tahun atau satu abad. Tetapi, sejak adanya pembongkaran jalur 4, perangkat wesel menjadi yang terakhir dibongkar.

Baca juga: “Banyuwangi Baru,” Stasiun di Paling Ujung Timur Pulau Jawa

Bahkan hingga tahun 2014 lalu, kunci wesel masih lengkap dengan kawat yang masih terhubung ke handle sinyal di stasiun. Rumah dinas kepala stasiun berada di sebelah timur peron, dulunya di depan rumah itu ada satu unit wesel yang menghubungkan jalur 5 dan 6. Saat ini Stasiun Tulungagung hanya memiliki 3 jalur dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.

Fenomena Kereta Tabrak Burung Jadi Dampak Ekologi Kehadiran Bullet Train?

Teknologi kereta cepat yang sudah dikembangkan di berbagai negara seperti Jepang, Perancis, dan Cina memang mengundang decak kagum dari berbagai kalangan. Namun, secanggih-canggihnya kereta ini tentu akan menemui masalah yang harus segera dicari solusinya, seperti ancaman hewan-hewan liar.

Baca Juga: Perkembangan Kereta Cepat Bakal ‘Interupsi’ Layanan Penerbangan di Masa Depan, Mungkinkah?

Bukan tidak mungkin jika kereta yang mampu menempuh kecepatan 185 mil per jam atau yang setara dengan 298 km per jam ini akan menghantam burung atau hewan liar lain yang tetiba melintas di jalur. Tentunya ini akan menjadi sebuah permasalahan yang besar jika tertabraknya hewan tersebut mengakibatkan kecelakaan, bukan?

Berdasarkan himpunan KabarPenumpang.com dari laman phys.org, perkembangan kereta berkecepatan tinggi menimbulkan tantangan ekologi baru. Fakta menyebutkan bahwa pengoperasian kereta ini dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan, seperti kematian burung karena tertabrak. Sayangnya, hingga saat ini kasus kereta cepat menabrak burung belum dianalisis lebih lanjut.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Ecology and Evolution, telah mengembangkan sebuah metodologi baru untuk mempelajari dampak kereta api berkecepatan tinggi terhadap burung yang melintas. Demi menunjang metodologi ini, alat rekam dipasang di kabin lokomotif selama perjalanan lebih dari 8.700 mil, dengan kecepatan rataan 155 hingga 185 mph.

“Memungkinkan kami untuk mendapatkan perkiraan tentang angka kematian burung dalam satu perjalanan kereta cepat, dan penelitian semacam ini merupakan yang pertama yang pernah dilakukan dalam sejarah kereta api berkecepatan tinggi,” ungkap Juan Malo, penulis studi dan peneliti dari Autonomous University of Madrid.

Tercatat, peneliti menemukan 1.090 penampakan burung selama perjalanan tersebut. Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuam agar bisa menilai penampakan burung mana yang lebih potensial mengakibatkan kecelakaan, dan mengapa itu bisa terjadi.

“Di jalur kereta cepat Madrid-Levante, di mana penelitian ini dilakukan, sekitar terdapat 60 burung per kilometer antara Madrid dan Motilla del Palancar, dan 26 burung per kilometer di antara Motilla del Palancar dan Albacete,” tambah Juan.

Tidak hanya soal burung yang tetiba melintas, kehadiran burung yang bertengger di rel pun tak luput dari penelitian ini. “Selain itu, lebih dari 25 persen perlintasan kereta ‘dihuni’ oleh burung yang bertengger di tanah,” imbuhnya.

Baca Juga: Whoosh! Inilah Lima Kereta Tercepat di Dunia, Proyek di Indonesia Ada di Peringkat Berapa Ya?

Satu hal yang menjadi perhitungan para peneliti ini adalah si burung yang baru bereaksi ketika kereta sudah berjarak 200 hingga 445 kaki, ini mengakibatkan waktu untuk si burung melarikan diri menjadi semakin tipis. “Alhasil, burung-burung tersebut mati tersambar kereta,” lanjut Juan.

Maka dari itu, para peneliti akan memikirkan bagaimana caranya untuk meminimalisir angka kematian burung akibat sambaran kereta cepat, baik dari segi modanya hingga infrastruktur. “Data yang kami publikasikan bertujuan agar proyek kereta cepat dapat melihat dampak yang terjadi dari segi ekologi, sehingga para kontraktor dapat mengambil langkah perbaikan.” Simpul Juan.

Cina – Kirgistan – Uzbekistan Resmikan Pembangunan Jalur Kereta Api Bersama

Presiden Kirgistan Sadyr Japarov dan perwakilan pemerintah Cina dan Uzbekistan secara resmi meresmikan pembangunan jalur kereta api Cina – Kirgistan – Uzbekistan senilai US$8 miliar dengan upacara di Tosh-Kutchu di wilayah Jalal-Abad di Kirgistan pada tanggal 27 Desember 2024.

Pekerjaan utama pembangunan jalur kereta lintas negara itu rencananya akan dimulai pada bulan Juli. Jalur kereta api yang telah direncanakan sejak lama akan menyediakan rute yang jauh lebih pendek dari Cina ke Asia Tengah, dan rute dari Asia ke Eropa dan Timur Tengah tanpa melewati Rusia.

Jalur sepanjang 523 km dari Kashgar ke Torugart, Arpa, Kosh-Dobo, Makmal, Jalal-Abad dan Andijon di Uzbekistan telah dipilih. Jalur rel standar 1.435 mm milik Cina akan digunakan untuk jalur sepanjang 344 km dari Kashgar hingga percabangan jalur di Makmal, sedangkan jalur lebar 1.520 mm milik bekas Uni Soviet akan digunakan setelah Makmal.

Cina dan Uzbekistan akan bertanggung jawab untuk membangun jalur sepanjang 213 km dan 50 km.

Sebuah usaha patungan trinasional yang didirikan oleh ketiga pemerintah akan bertanggung jawab untuk pembiayaan, konstruksi, dan pengoperasian jalur sepanjang 260 km di Kirgistan yang diperkirakan menelan biaya sekitar US$4,7 miliar.

Jalur kereta api di dataran tinggi ini akan mencakup 20 stasiun, 48 jembatan dengan total panjang 16 km termasuk jembatan setinggi 122 meter di atas Sungai Kok-Art, dan 27 terowongan dengan total panjang 103 km dengan yang terpanjang adalah Terowongan Kazarman sepanjang 13 km.

Jalur rel tunggal ini akan sesuai untuk operasi kereta diesel dengan kecepatan 120 km/jam, dengan potensi elektrifikasi di masa mendatang.

Diperkirakan operasi komersial dapat dimulai pada tahun 2030. Jalur ini akan memiliki kapasitas 15 juta ton barang per tahun, dan layanan penumpang sedang dipertimbangkan.

Gelar Expo Berskala Internasional, Kazakhstan dan Uzbekistan Luncurkan Kereta Lintas Perbatasan

Stasiun Pasar Senen Punya Fasilitas Parkir ‘Double Decker’ yang Bisa Tampung 428 Motor

KAI Services terus melakukan peningkatan pelayanan untuk para penumpang kereta api salah satunya dengan melakukan pembangun fasilitas area parkir motor double decker di Stasiun Pasar Senen. Area parkir yang diresmikan pada 23 Desember 2024 ini mampu menampung 428 motor.

Area parkir yang  memiliki total luas lantai area parkir 873 meter ini sebelumnya memiliki luas awal area parkir 510 meter. Area parkir double decker dibangun dengan perluasan lantai 2363 meter. Untuk kapasitas parkir motor sebelumnya memiliki  daya tampung 250 motor, setelah pembangunan double decker, saat ini kapasitasnya menjadi 428 motor.

Area parkir motor double decker ini juga menambah peningkatan dalam pelayanan kepada pelanggan seperti saat ini sudah terpasang atap di lantai 1 dan lantai 2 sehingga motor yang parkir saat ini sudah terlindungi dari panas dan hujan. Sementara dari sisi penerangan, saat ini area parkir motor double decker sudah tertata dengan penerangan yang baik.

Untuk metode transaksi, saat ini area parkir double decker Stasiun Pasar Senen pelanggan dapat melakukan transaksi melalui pembayaran tunai serta non tunai. Untuk tarif parkir di area parkir ini untuk jam pertama Rp3000 dan untuk jam berikutnya berlaku tarif progresif yakni Rp2000 per jam.

Menurut  Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan,  pembangunan fasilitas parkir motor double decker merupakan bagian dari komitmen KAI Services untuk terus meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa kereta api dan masyarakat sekitar. Dengan kapasitas satuan ruang parkir yang lebih besar, diharapkan mampu menampung jumlah motor lebih banyak, serta dapat memberikan rasa aman bagi para pengguna jasa kereta api yang ingin menitipkan kendaraannya di Stasiun Pasar Senen.

”Pembangunan Area parkir motor Double Decker ini sudah kita lakukan sejak tanggal 23 Agustus 2024 dan alhamdulillah saat ini area parkir motor Double Decker ini memiliki kapasitas yang mampu menampung hingga 428 motor.” ujar Firhan.

Tingkatkan Pelayanan Parkir di Stasiun Pasar Senen, KAI Services Siapkan Area Parkir Lebih Nyaman

Ho Chi Minh Resmi Operasikan Jaringan Kereta Metro Sepanjang 19,7 Kilometer

Ho Chi Minh, kota terbesar di Vietnam, resmi membuka jalur kereta metro pertamanya. Jalur 1 metro Ho Chi Minh sepanjang 19,7 km dibuka untuk layanan komersial pada pukul 10.00 pada tanggal 22 Desember dengan perjalanan gratis selama 30 hari.

Jalur barat daya-timur laut membentang dari pasar Ben Thanh di pusat kota hingga pinggiran kota Suoi Tien yang padat penduduk, rute ini melayani 14 stasiun. Hanya 2,6 km dan tiga stasiun yang berada di bawah tanah, sedangkan 17,1 km dan 11 stasiun sisanya dibangun di jalur layang.

Kecepatan maksimum kereta metro dipatok 110 km/jam di jalur layang, dan 80 km/jam di terowongan.

Pekerjaan Metroi Ho Chi Minh dimulai pada bulan Agustus 2012, dan jalur tersebut awalnya dijadwalkan selesai dalam waktu enam tahun. Penundaan sebagian disebabkan oleh kekurangan dana dari pemerintah Vietnam; beberapa revisi anggaran perlu disetujui kembali oleh parlemen nasional.

Total biaya proyek ini mencapai US$1,7 miliar, melebihi estimasi awal pemerintah nasional sebesar US$1,1 miliar. Dalam hal pembiayaan, jalur Metro ini dibiayai melalui Bantuan Pembangunan Resmi dan pinjaman istimewa yang disediakan oleh Badan Kerjasama Internasional Jepang.

Sembilan rangkaian kereta beroperasi setiap hari, dari pukul 5.00 hingga 22.00 dengan jarak tempuh 8 hingga 12 menit. Perjalanan dari awal hingga akhir memakan waktu 29 menit. Hitachi Rail telah memasok 17 rangkaian kereta berbodi aluminium tiga gerbong, serta sistem rel, listrik, dan mekanik berdasarkan kontrak senilai ¥37 miliar yang ditandatangani pada tahun 2013.

Setiap rangkaian kereta sepanjang 61,5 meter memiliki kapasitas 930 penumpang, 147 di antaranya duduk. Harga tiket sekali jalan nantikanya akan dipatok antara 7.000 dan 20.000 dong.

Kham Thien Street, Sebuah Cerita dari Pemukiman Pinggir Rel di Vietnam

Hari Ini, 27 Tahun Lalu, Pesawat Turunan dari Douglas DC-9, MD-95 Muncul Sebagai Boeing 717

Pada hari ini, 27 Tahun lalu, bertepatan dengan Kamis, 8 Januari 1998, Boeing akhirnya menyetujui pengembangan pesawat MD-95 dan mengganti namanya menjadi Boeing 717. Ini merupakan salah satu produk awal Boeing usai merger dengan McDonnell Douglas pada 2 Juli 1997.

Baca juga: Hari Ini, 61 Tahun Lalu, Boeing 720 (717) Sang Petarung Jarak Pendek Empat Mesin Terbang Perdana

Dikutip dari laman resmi Boeing, twinjet dirancang khusus untuk pasar maskapai penerbangan 100 penumpang jarak pendek dengan traffic tinggi. Program hasil kompromi antara Midwest Airlines, AirTran Airways, dan American Airlines atas konfigurasi pendahulunya Boeing 707 ini diluncurkan pertama kali pada tahun 1995, dan tak butuh waktu lama pesawat dikenal seantero dunia berkat keekonomisan, kinerja, dan performa luar biasanya.

Perakitan terakhir Boeing 717-200 berlangsung di fasilitas Long Beach, California, warisan Douglas Aircraft sejak tahun 1941 sebagai bagian dari Arsenal of Democracy milik Presiden Roosevelt, sebuah perintah dedikasi kepada industri negara untuk menghentikan produksi sipil dan membantu pembuatan peralatan di masa perang.

Fasilitas tersebut memproduksi hampir 10.000 pesawat untuk Perang Dunia II sebelum beralih ke produksi pesawat komersial setelah perang. Douglas merger dengan McDonnell Aircraft pada tahun 1967, membentuk McDonnell Douglas.

Dirunut jauh ke belakang, sebetulnya McDonnell Douglas MD-95 merupakan titisan dari Douglas DC-9. Pesawat yang pertama kali dibangun tahun 1965 ini bukan hanya menjadi dasar pembuatan MD-95/ Boeing 717, melainkan juga MD-80 dan MD-90.

Kembali ke Boeing 717, pesawat itu terbang perdana pada 2 September 1998 sebagai penerbangan uji dan menerima sertifikasi bersama setahun kemudian. Sertifikasi itu menjadikan Boeing 717 sebagai pesawat komersial pertama yang menerima Concurrent and Cooperative Certification dari Regulator Penerbangan Sipil AS (FAA) dan Otoritas Penerbangan Gabungan Eropa (JAA). FAA dan JAA bersama-sama mensertifikasi peningkatan besar pertama 717 pada komputer kontrol penerbangan dan sistem manajemen penerbangan pesawat pada Oktober 2000.

Usai disertifikasi, Boeing mengirim pesawat tersebut untuk pertama kalinya ke AirTran Airways, maskapai LCC yang berbasis di Orlando, Florida, pada September 1999. Meski pesawat berkapasitas 106 penumpang ini desainnya disarikan dari pesawat keluaran tahun 60an, namun, Boeing berhasil memproduksi total 156.717 unit.

Baca juga: Sejarah Merger Boeing dengan McDonnell Douglas, Sempat Ditentang Eropa sampai Presiden AS Turun Tangan

Pada 23 Mei 2006, Boeing mengirimkan dua unit 717 terakhir ke Midwest Airlines dan AirTran Airways dalam sebuah upacara perpisahan di hadapan ribuan karyawan, pensiunan, dan pejabat di Long Beach. Pengiriman tersebut mengakhiri produksi pesawat komersial di California Selatan yang dimulai pada 1920-an oleh Douglas Aircraft. Lebih dari 15.000 pesawat telah diproduksi dari pabrik ini.

Pesawat dengan bentang sayap 28 meter lebih, panjang 37 meter, jangkauan sejauh 2.600 meter berkat dorongan dari mesin Rolls-Royce 715, tersebut dibanderol seharga US$18 juta – US$20 juta, tergantung pada opsinya.

Efek Silau Sinar Matahari ‘Pagi/Sore’ Ternyata punya Dampak pada Layanan Penerbangan

Sebagian dari Anda mungkin pernah merasakan betapa pancaran sinar matahari yang menyilaukan pada pagi hari, dapat mengganggu pandangan saat berkendara. Silau sinar matahari yang ‘menusuk’ mata tak pelak membuat tidak nyaman, meski Anda sudah menggunakan kata mata hitam. Nah, bagaimana hal ini pada dunia penerbangan? Apakah membawa pengaruh serius?

Nyatanya, arah matahari terbit dan terbenam memang dapat berpengaruh jadwal penerbangan, meskipun pengaruhnya tidak secara langsung dijadikan faktor utama dalam penentuan jadwal maskapai. Faktor ini lebih sering dipertimbangkan dalam konteks keselamatan dan efisiensi operasional oleh otoritas bandara dan pilot.

Saat lepas landas atau mendarat di pagi atau sore hari, sinar matahari langsung dari arah tertentu dapat menyilaukan pandangan pilot. Hal ini lebih signifikan jika landasan pacu sejajar dengan arah matahari terbit (timur) atau terbenam (barat). Untuk mitigasinya, pilot biasanya menggunakan pelindung matahari di kokpit atau kacamata khusus untuk mengurangi efek silau.

Tapi hal di atas bisa saja tidak cukup, beberapa bandara atau maskapai mungkin memperhatikan orientasi landasan pacu dan arah matahari untuk menghindari potensi masalah pada waktu tertentu, meskipun ini tidak selalu menjadi prioritas utama.

Bandara sering memiliki beberapa landasan pacu dengan orientasi berbeda untuk mengakomodasi faktor seperti angin dan arah matahari.

Dalam konteks modern, pesawat dilengkapi dengan instrumen navigasi canggih seperti HUD (Head-Up Display), yang membantu pilot untuk tetap fokus meski terganggu oleh cahaya matahari. Kemudian ada ILS (Instrument Landing System) yang membantu pesawat mendarat dengan presisi meskipun penglihatan pilot terganggu.

Layani Penerbangan Malam, ILS Wajib Terpasang di Runway Bandara

Dalam kasus nyata, bandara dengan orientasi runway tertentu, seperti bandara di daerah pegunungan atau pesisir, lebih mungkin mempertimbangkan efek sinar matahari karena keterbatasan orientasi runway. Untuk itu, maskapai melatih pilot untuk mengelola gangguan akibat cahaya matahari melalui prosedur standar.

Meskipun silau matahari dapat menjadi perhatian, maskapai biasanya lebih fokus pada faktor seperti arus penumpang, ketersediaan slot, dan kondisi cuaca dalam menetapkan jadwal penerbangan.

Jika ada efek signifikan dari matahari pada operasi bandara tertentu, hal itu biasanya diatasi melalui koordinasi antara pengelola bandara dan maskapai.

Kenapa Penumpang Diminta Tutup Tirai Jendela pada Penerbangan Siang Hari? Dilarang Lihat Pemandangan?