Serius! FBI Beri Peringatan Hindari Penggunaan Fasilitas Charging Ponsel Gratis di Tempat Umum

Meski yuridiksi Federal Bureau of Investigation (FBI) bukan berada di Indonesia, namun dengan reputasinya yang besar dalam dunia intelijen dan investigasi, membuat informasi yang disampaikan Biro Investigasi Federal asal Negeri Paman Sam itu selalu layak untuk dicermati oleh komunitas internasional. Seperi belum lama ini, FBI memberi peringatan tentang upaya peretasan ponsel lewat metode pengisian daya.

Baca juga: Charging Ponsel di Kereta Lewat Hembusan Angin di Luar Jendela

FBI telah mengeluarkan peringatan serius untuk tidak menggunakan pengisi daya (charging) ponsel gratis di fasilitas umum, seperti stasiun dan bandara. Dikutip New York Post – nypost.com (10/4/2023), FBI mengatakan penjahat licik telah diketahui menggunakan port USB untuk menginfeksi ponsel dengan malware dan perangkat lunak berbahaya yang dapat memberikan akses peretas ke ponsel, tablet, atau komputer Anda.

“Hindari menggunakan stasiun pengisian gratis di bandara, hotel, atau pusat perbelanjaan,” tulis tweet dari akun resmi FBI. “Bawa pengisi daya dan kabel USB Anda sendiri dan gunakan stopkontak listrik sebagai gantinya.”

Federal Communications Commission (FCC) sebelumnya memperingatkan tentang “juice jacking”, yang dikenal sebagai pembajakan, pada tahun 2021. FCC mengatakan para krimimal malware telah diketahui memasang port USB yang terinfeksi dan dapat mengekspor data pribadi dan kata sandi langsung ke mereka dari ponsel.

Menurut situs FCC, penjahat dapat menggunakan informasi itu untuk mengakses akun online atau menjualnya ke hacker untuk melakukan peretasan sampai pemerasan. FBI juga merekomendasikan untuk membuat kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun online — dan mengubahnya secara teratur.

Baca juga: Jangan Sembarangan Gunakan WiFi Gratisan, Berikut Tips Keamanan Data dari FBI

FBI juga merekomendasikan untuk memperbarui software ponsel secara teratur, menyiapkan autentikasi multi-faktor, dan mengawasi penipuan dengan phishing yang semakin canggih.

Hari Ini, 62 Tahun Lalu, Yuri Gagarin Jadi Manusia Pertama ke Luar Angkasa: Dapat Bintang Adipradana dari Soekarno

Pada hari ini, 62 tahun lalu, bertepatan dengan 12 April 1961, kosmonot Uni Soviet (Rusia), Yuri Gagarin, menjadi manusia pertama yang berhasil ke luar angkasa, 108 menit setelah meluncur dengan roket Vostok-K 8K72K dan satu kali mengelilingi orbit Bumi. Usai keberhasilan itu, Presiden Soekarno pun menganugerahi Bintang Adipradana saat berkunjung ke Moskow.

Baca juga: Mengenal Alexei Leonov, Manusia Pertama yang ‘Berjalan’ di Luar Angkasa

Beberapa hari pasca misi mustahil perjalanan luar angkasa dan menjadi manusia pertama ke luar angkasa, ia dianugerahi “Ordo Lenin” dan diberi gelar Pahlawan Uni Soviet dan Pilot Kosmonot Uni Soviet.

Tak hanya itu, pada tahun 2011, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) mendeklarasikan 12 April sebagai Hari Penerbangan Antariksa Internasional, menandai peringatan 50 tahun penerbangan luar angkasa manusia yang pertama oleh Yuri Gagarin.

Dilansir news.abplive.com, Yuri Gagarin terbang ke luar angkasa dengan pesawat ruang angkasa Vostok 1 yang didorong oleh roket Vostok-K, dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, pada 09:07 waktu Moskow, pada 12 April 1961.

Kapsul Vostok-1 yang dikendarai Gagarin dikendalikan dari jarak jauh karena tak ada seorang pun kala itu yang bisa memprediksi perilaku manusia di tengah kondisi ekstrem.

Sebagai antisipasi, Gagarin diberikan amplop berisi kode untuk mengendalikan kapsul secara manual. Untuk mengakses kode tersebut, sang kosmonaut perlu memecahkan sebuah teka-teki aritmatika sederhana – sesuatu yang bisa jadi sulit diselesaikan dalam keadaan panik.

Ia mengorbit Bumi sekali dalam satu jam dan 29 menit dengan ketinggian maksimum 301 kilometer, menjadikannya manusia pertama yang mengorbit atau mengelilingi orbit Bumi.

Tak banyak informasi apa yang ia dapatkan dan lakukan selama di sana. Namun, hal ini memang sengaja ditutupi untuk mengindari musuh barat mereka, Amerika Serikat, menggali informasi penting apapun yang membahayakan Soviet.

Setelah selesai, kapsul Vostok-1 kembali ke Bumi dengan mulus. Namun, tidak bagi Yuri Gagarin. Di tahun 1961, tak ada seorang pun yang tahu seperti apa reaksi pesawat ruang angkasa ketika melewati lapisan atmosfer.

Tak heran, ketika Gagarin melihat api menjilati bagian luar kapsul Vostok-1-nya saat kembali ke Bumi, ia panik dan segera mengontak radio kontrol dengan pesan, “Aku terbakar, selamat tinggal, kawan-kawan!” Namun, kisah kepanikan tersebut segera ditutupi demi menjaga reputasi sang pahlawan. Meski disertai kepanikan, ia akhirnya mendarat di Uni Soviet pada pukul 10:55 waktu Moskow.

Atas keberanian dan keberhasilannya menjadi manusia pertama terbang ke luar angkasa, Yuri Gagarin kemudian mendapat sederet penghargaan, mulai dari dianugerahi “Ordo Lenin”, diberi gelar Pahlawan Uni Soviet dan Pilot Kosmonot Uni Soviet, kenaikan pangkat militer menjadi mayor dari sebelumnya letnan, sampai mendapat penghargaan tertinggi Bintang Adipradana dari Presiden Soekarno.

Di Uni Soviet, 12 April diperingati sebagai Hari Kosmonotika atau Hari Antariksa Nasional sejak 1963. Perayaan tersebut masih diperingati Rusia dan beberapa negara bekas Soviet sampai sekarang.

Baca juga: Susul Neil Armstrong, Astronot Apollo 11 Michael Collins Meninggal Dunia! Tersisa Buzz Aldrin

Di Indonesia, 12 April memang tidak diperingati secara khusus keberhasilan Yuri Gagarin menjadi manusia pertama yang terbang ke luar angkasa.

Namun, patung perunggu Yuri Gagarin setinggi 2,8 meter hadiah dari Rusia ke Indonesia dalam memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia dan persahabatan Jakarta-Moskow, berdiri gagah di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sejak 2019 lalu.

Mengenal Pelabuhan Ciwandan – Pelabuhan Khusus Pemudik Motor di Lebaran 2023

Bagi Anda para pemudik, perlu diketahui bahwa Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, mulai H-7 Lebaran atau pada tanggal 15 April 2023, sudah tidak melayani pemudik pengguna sepeda motor yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera.

Baca juga: Sanggup Layani Kapal Ferry Bertonase 10.000 Ton, Dermaga IV Merak-Bakauheni Resmi Dibuka

Sebagai gantinya, pemudik motor akan diarahkan dan dilayani di Pelabuhan Ciwandan. Nah, berbeda dengan Pelabuhan Merak yang sudah begitu dikenal publik, tentang Pelabuhan Ciwandan masih belum banyak diketahui oleh netizen pemudik, padahal Ciwandan bukan pelabuhan kemarin sore.

Ciwandan merupakan pelabuhan utama di wilayah Banten bagian barat dan merupakan bagian dari Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan Ciwandan memiliki kapasitas bongkar muat sekitar 1,5 juta TEUs per tahun dan terdapat berbagai jenis muatan yang dapat ditangani di pelabuhan ini, seperti muatan peti kemas, muatan curah, dan muatan breakbulk.

Pelabuhan Ciwandan juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti area gudang, area parkir, dan dermaga dengan panjang 570 meter serta kedalaman 14 meter. Pelabuhan Ciwandan menjadi pelabuhan penting dalam perdagangan nasional dan internasional di wilayah barat Indonesia.

Pelabuhan Ciwandan memiliki sejarah yang cukup panjang dan telah menjadi pelabuhan penting di wilayah barat Indonesia. Berikut adalah sejarah singkat Pelabuhan Ciwandan:

Pelabuhan Ciwandan awalnya dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1930-an sebagai pelabuhan peti kemas. Pelabuhan ini awalnya dikenal dengan nama Pelabuhan Cilegon.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Pelabuhan Cilegon dikelola oleh pemerintah Indonesia dan pada tahun 1953 namanya diubah menjadi Pelabuhan Ciwandan. Pada tahun 1980-an, Pelabuhan Ciwandan mengalami pembangunan kembali dengan peningkatan fasilitas dan perluasan area. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi volume perdagangan yang semakin meningkat.

Baca juga: ASDP: Sepeda Motor dan Mobil Pribadi Dominasi Puncak Arus Mudik dari Bali ke Jawa

Pada tahun 2010-an, Pelabuhan Ciwandan kembali mengalami pengembangan lanjutan dengan penambahan fasilitas pendukung seperti dermaga baru, area gudang, dan area parkir. Hal ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan perdagangan yang semakin kompleks dan meningkat.

Kini, Pelabuhan Ciwandan menjadi salah satu pelabuhan yang penting dalam perdagangan nasional dan internasional di wilayah barat Indonesia.

Bandara Lukla (Tenzing-Hillary) – Salah Satu Bandara Paling Berbahaya di Dunia, ‘Gerbang’ Pendakian ke Everest

Lukla ialah kota kecil di Nepal yang menjadi titik awal dari hampir semua perjalanan trekking di wilayah Khumbu, demi menjejak gunung tertinggi di dunia Everest. Terletak di ketinggian 2.860 meter, Lukla dihuni rumah-rumah kecil dan hotel yang tersebar di dekat satu-satunya bandara di kawasan ini, yakni Bandara Lukla.

Baca juga: (Video) Pendaratan Mulus di Bandara Cristiano Ronaldo, Bandara Paling Berbahaya di Dunia

Bandara Lukla, juga dikenal sebagai Bandara Tenzing-Hillary, dinamai setelah dua pendaki terkenal, Tenzing Norgay dan Sir Edmund Hillary, yang menjadi orang pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Everest pada tahun 1953.

Bandara Lukla terletak di ketinggian 2.860 meter di atas permukaan laut dan menjadi pintu gerbang utama bagi pendaki gunung untuk mencapai kaki Gunung Everest.

Bandara Lukla dibangun pada tahun 1964 oleh pemerintah Nepal untuk melayani penduduk setempat dan sebagai pusat distribusi barang ke daerah-daerah terpencil di sekitarnya. Bandara ini awalnya hanya memiliki landasan pacu yang sangat pendek dan hanya bisa digunakan oleh pesawat kecil. Namun, pada tahun 2001, landasan pacu diperpanjang dan ditingkatkan, sehingga bisa digunakan oleh pesawat yang lebih besar seperti Dornier Do 228 dan Twin Otter.

Seiring dengan meningkatnya popularitas pendakian gunung Everest, Bandara Lukla juga semakin menjadi tempat yang penting bagi para pendaki gunung. Setiap tahunnya, ribuan pendaki dari seluruh dunia menggunakan Bandara Lukla sebagai titik awal perjalanan mereka menuju Gunung Everest. Bandara ini juga menjadi pusat transportasi penting bagi penduduk lokal di wilayah sekitarnya, termasuk petani, penduduk desa, dan pekerja migran.

Namun, Bandara Lukla juga dikenal sebagai salah satu bandara paling berbahaya di dunia karena lokasinya yang terpencil di pegunungan Himalaya, landasan pacu yang pendek, kemiringan yang curam, dan cuaca yang tidak menentu. Meskipun demikian, Bandara Lukla tetap menjadi salah satu tempat pendaratan yang paling spektakuler di dunia dan menjadi pusat aktivitas ekonomi dan wisata yang penting bagi Nepal.

Ada beberapa alasan mengapa Lukla disebut sebagai bandara paling berbahaya, di antaranya:

1. Lokasi yang sulit
Lukla terletak di ketinggian 2.860 meter di atas permukaan laut, di pegunungan Himalaya yang terkenal dengan medannya yang sulit dan cuaca yang tidak menentu. Bandara ini juga terletak di lembah sempit yang dikelilingi oleh gunung-gunung curam, sehingga sulit untuk mengatur pendaratan dan lepas landas.

2. Landasan pendek
Landasan pacu di Lukla sangat pendek, hanya sekitar 527 meter, sehingga pesawat harus berjalan sangat cepat untuk bisa lepas landas dan harus mendarat dalam jarak yang sangat pendek. Landasan pacu ini juga memiliki kemiringan yang tinggi, dengan kemiringan 12 derajat, sehingga sulit untuk melakukan manuver pesawat.

3. Cuaca yang tidak menentu
Cuaca di Lukla sangat tidak menentu dan bisa berubah dalam waktu singkat. Kadang-kadang terdapat kabut tebal atau hujan salju yang bisa mengganggu penerbangan. Kondisi ini bisa sangat berbahaya bagi penerbangan di Lukla, terutama karena lokasi bandara yang terisolasi di pegunungan Himalaya.

4. Kecelakaan yang sering terjadi
Sejak didirikan pada tahun 1964, bandara Lukla telah menjadi tempat terjadinya beberapa kecelakaan pesawat yang parah. Beberapa faktor seperti kondisi cuaca yang buruk, kemiringan landasan pacu yang tinggi, dan kekurangan ruang untuk manuver pesawat, telah menyebabkan beberapa kecelakaan yang serius di bandara ini.

Baca juga: ATR 72 Yeti Airlines Jatuh Sesaat Lepas Landas, Tewaskan 72 Orang, Kecelakaan Udara Terburuk dalam 30 Tahun di Nepal

Karena alasan-alasan di atas, bandara Lukla dianggap sebagai bandara paling berbahaya di dunia dan hanya dioperasikan oleh pilot-pilot yang sangat berpengalaman dan pesawat-pesawat khusus yang telah dimodifikasi untuk beroperasi di ketinggian yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu.

Berkembang Pasca Perang Dunia Kedua, Inilah Sejarah Radar Cuaca

Pada artikel terdahulu, kami pernah mengupas tentang cara kerja radar cuaca, termasuk dua tipe radar cuaca, yakni radar cuaca pencitraan (weather mapping radar) dan radar cuaca penunjuk arah (weather avoidance radar).

Baca juga: Pernah Dengar Cara Kerja Radar Cuaca di Pesawat? Simak Di Sini Jika Belum

Radar cuaca pencitraan digunakan untuk memantau kondisi cuaca di sekitar pesawat, sedangkan radar cuaca penunjuk arah digunakan untuk menghindari kondisi cuaca buruk dengan menunjukkan arah dan jarak dari badai petir atau awan yang berbahaya.

Selain memahami teknologi pada radar cuaca, menarik juga untuk mencermati sejarah dari radar cuaca, yang hadir pada pertengahan abad ke-20, ketika teknologi radar pertama kali dikembangkan untuk keperluan militer selama Perang Dunia II.

Berikut adalah beberapa pencapaian penting dalam sejarah radar cuaca:

1. 1940-an
Pada awal 1940-an, teknologi radar dikembangkan untuk keperluan militer dan digunakan untuk mendeteksi pesawat dan kapal musuh. Selama periode ini, para ilmuwan dan insinyur mulai menyadari bahwa teknologi radar juga dapat digunakan untuk memantau kondisi cuaca.

2. 1945
Pada akhir Perang Dunia II, para ilmuwan dan insinyur mulai mengembangkan teknologi radar cuaca yang lebih canggih dan akurat. Salah satu penemuan penting pada saat ini adalah penggunaan frekuensi S-band (2-4 GHz) yang lebih tinggi, yang memungkinkan radar cuaca untuk mendeteksi partikel kecil seperti kristal es dan partikel air.

3. 1950-an
Pada awal 1950-an, radar cuaca mulai digunakan secara luas oleh pihak meteorologi untuk memantau kondisi cuaca. Pada saat ini, radar cuaca terutama digunakan untuk mendeteksi hujan dan badai petir.

4. 1960-an
Pada tahun 1960-an, teknologi radar cuaca semakin berkembang dan digunakan untuk mendeteksi berbagai jenis fenomena cuaca seperti awan, kabut, dan bahkan angin kencang.

5. 1970-an
Pada tahun 1970-an, pengembangan teknologi komputer dan digitalisasi memungkinkan pengolahan data radar cuaca menjadi lebih akurat dan efisien. Pada saat ini, radar cuaca juga mulai digunakan pada pesawat dan kapal untuk membantu menghindari kondisi cuaca buruk.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Radar di Bandara dan Apa Saja Kegunaannya?

6. 1980-an dan seterusnya
Pada tahun 1980-an dan seterusnya, radar cuaca terus dikembangkan dan ditingkatkan dengan penggunaan teknologi terbaru seperti radar Doppler dan pengolahan citra satelit. Saat ini, radar cuaca telah menjadi teknologi yang sangat penting dalam memantau dan memprediksi kondisi cuaca di seluruh dunia.

Misi Arab Saudi Kirim Sepasang Astronot ke ISS, Kukuhkan Wanita Arab Pertama yang Pergi ke Luar Angkasa

Misi Aksioma (Ax-2) dengan astronot pertama Arab Saudi yang menuju ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS), termasuk wanita Arab pertama di luar angkasa, akan diluncurkan pada 8 Mei 2023 pukul 9:43 malam dari Kennedy Space Centre di Florida.

Baca juga: Pratiwi Pujilestari Sudarmono – Calon Astronot Pertama Indonesia yang Terpaksa Mengubur Asanya Ke Luar Angkasa

Tanggal peluncuran target diumumkan selama konferensi pers virtual yang diadakan antara Komisi Luar Angkasa Saudi, NASA, SpaceX dan Axiom Space pada hari Kamis. Dua astronot dan spesialis misi Saudi, Ali al-Qarni dan Rayyanah Barnawi, akan bergabung dengan Direktur Penerbangan Luar Angkasa Axiom Space Peggy Whitson, mantan astronot NASA, dan penerbang John Shoffner, yang akan bertugas sebagai pilot.

Keempat astronot tersebut akan diluncurkan di atas pesawat luar angkasa SpaceX Dragon menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari Launch Complex 39A di Kennedy Space Center NASA di Florida.

Sejauh ini, 263 orang astronot/kosmonot dari 20 negara telah mengunjungi ISS, dan Arab Saudi akan menjadi negara keenam yang memiliki dua astronot nasional yang secara bersamaan bekerja di laboratorium yang mengorbit, kata Axiom Space dalam sebuah pernyataan kepada media.

Misi luar angkasa yang akan datang datang hampir 40 tahun setelah Arab Saudi mengirim orang Arab pertama – Pangeran Sultan bin Salman – ke luar angkasa pada tahun 1985.

Untuk mewujudkan misi Ax-2, para astronot menjalani pelatihan dan persiapan yang ketat, termasuk simulasi hidup selama 12 hari di luar angkasa, dan partisipasi dalam Human Exploration Research Analog (HERA), sebuah program pelatihan intensif untuk astronot.

Habitat HERA adalah bangunan tiga lantai seluas 650 kaki persegi yang unik di NASA Johnson Space Center. Habitat berfungsi sebagai analog berbasis darat untuk isolasi, pengurungan, dan kondisi terpencil dalam skenario eksplorasi.

Dalam rilis resmi yang dibagikan oleh Pemerinrah Arab Saudi, mengumumkan dua astronot Saudi dalam misi Ax-2, dinyatakan: “Penerbangan ini merupakan tonggak integral dari program komprehensif yang bertujuan untuk melatih dan memenuhi syarat orang Saudi yang berpengalaman untuk melakukan penerbangan luar angkasa manusia, melakukan eksperimen ilmiah, berpartisipasi dalam penelitian internasional, dan misi terkait ruang angkasa di masa depan yang berkontribusi pada Visi Kerajaan 2030.”

Baca juga: NASA Luncurkan Toilet Khusus Astronot Wanita, Bekas Urine Bisa Buat Minum dan Masak

Sebagai bagian dari misi, anggota kru akan melakukan berbagai percobaan dari terapi nano DNA hingga penelitian kanker di orbit rendah Bumi. Tim juga akan menyelidiki penyemaian awan dalam gayaberat mikro dan dampak gayaberat mikro pada produksi sel punca.

Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Israel dikenal unggul dalam beragam kemajuan teknologi, terlebih pada industri pertahanan yang banyak menelurkan inovasi-inovasi terdepan. Namun karena budaya konflik yang telah mendarah daging, Negara Yahudi ini mau tak mau harus memberlakukan sistem keamanan ekstra ketat di seluruh teritorinya, tak terkecuali pengamanan ekstra pada bandara internasional Ben Gurion.

Baca juga: Ikuti Langkah di Tepi Barat, Israel Siap Perluas Bandara Ben Gurion

Ben Gurion yang terletak di kota Tel Aviv adalah satu-satunya bandara internasional di Israel, tanpa Ben Gurion maka jalur transportasi udara dari dan ke Israel bakal terputus. Karena intensitas konflik yang tinggi dengan negara-negara lain di Timur Tengah, maka wajar jika bandara ini tak disasar untuk kenyamanan wisatawan Alih-alih menawarkan pelayanan dan kenyamanan, otoritas Ben Gurion justru menerapkan sisem dan prosedur keamanan plus plus, tak hanya bagi calon penumpang, prosedur keluar masuk barang dan kargo pun harus melewati sterilisasi bertingkat. Bahkan yang menyebut pengamanan tertutup (intelijen) jauh lebih besar ketimbang pengamana terbuka di bandara ini.

Dan untuk menggambarkan ‘angkerya’ Ben Gurion, berikut petikan beberapa poin penting yang disarikan KabarPenumpang.com dari travelandleisure.com tentang proses keberangkatan di bandara yang tahun 2016 lalu telah meng-handle 18 juta penumpang ini.

1. Kedatangaan
Pos pemeriksaan berada di dua jalan masuk dan dijaga oleh petugas bersenjata senapan mesin Uzi dan inspektur pemeriksa dokumen setiap mobil. Dengan pola pengamana  ini, penumpang dan kendaraan yang mencurigakan jadi mudah untuk dicari.

2. Drop off
Tidak akan ada pengecekan bagasi di jalanan, sehingga setelah menurunkan penumpang, pengantar dengan mobil langsung ditunjukkan untuk menuju tempat parkir. Sebelum masuk ke dalam pintu, petugas keamanan bisa bertanya kepada penumpang.

3. Tanya Jawab
Semua penumpang akan diwawancarai oleh petugas keamanan yang dilatih oleh Israel Aviation Authority yang berhubungan dengan badan intelijen dan keamanan Israel, Mossad. Nantinya bila terlihat gugup, penumpang akan dibawa dalam ruang interogasi. Sebenarnya, pertanayaan yang diajukan adalah hal biasa kenapa bepergian ke, dari atau melalui Israel.

Namun bandara Israel selama ini juga acap kali dituding atas isu rasial terkait dengan prosedur keamanan mereka. Warga Palestina dan Arab yang melewati Ben Gurion mengatakan mereka lebih sering disetop, digeledah, dan dipertanyakan. Tahun lalu, Pengadilan Tinggi Israel menolak melarang rekam dan analisis rasial yang diajukan oleh Asosiasi Hak Sipil di Israel.

4. Check in
Staff bagian check ini hanya berfokus pada masalah penerbangan saja

5. Tanpa pengawasan bagasi
Para penjaga keamanan dengan seragam tertutup dilatih untuk mendeteksi barang bawaan Bila identifikasi dari petugas check in tidak lengkap, maka ada risiko tas akan rusak dalam proses loading ke ruang bagasi (kargo).

Baca juga: Inilah Profil Bandara Ramon di Israel, Salah satu Sasaran Serangan Roket Hamas

6. Dibalik layar
Bekerja dengan agen intelijen, agen Israel mengintai ancaman bom, pemeriksa penerbangan dan memantau teroris di seluruh dunia. Bila ada temuan yang relevan akan langsung disampaikan ke personil di Ben Gurion, bandara ini juga terintegrasi sepenuhnya dalam operasi militer Israel dan di pantau untuk ancaman eksternal. Pesawat tempur selalu siaga sebagai elemen pertahanan Ben Gurion.

Setiap penerbangan, setiap penumpang dan kru pesawat diperiksa jauh sebelum mereka tiba di wilayah udara Israel. Pesawat yang terbang tanpa dokumen keamanan lengkap akan ditandai. Dalam beberapa kasus, email pribadi penumpang pun dapat diperiksa oleh petugas.

7. Gerbang keberangkatan
Di gerbang keberangkatan juga ada pengawasan ketat, penumpang bisa naik setelah tiket dan paspor dicek berulang dengan jelas oleh petugas keamanan dan ditandai dengan stiker berkode yang bisa berubah warna serta bentuknya sepanjang hari. Bila sudah berada di ruang tunggu, penumpang tidak akan mungkin masuk kembali ke ruang check in.

8. Carry on bags
Setiap tas yang dibawa ke dalam kabin harus diberikan pada petugas. Bila ada yang mencurigakan, awak kabin biasanya terus menghubungi pihak keamanan dan memberikan peringatan bila ada penumpang mencurigakan dalam perjalanan mereka.

9. Limbah pembuangan
Tempat sampah yang terbuat dari plastik dirancang untuk meledak keatas.

Baca juga: Bukan Soal Isu Keamanan, Mulai 31 Maret 2023 Bandara Israel Larang Operasional Pesawat Jet Bermesin Empat

10. Kargo
Sebelum barang masuk ke dalam kargo, biasanya harus dirincikan dari perusahaan mana asal produk dan tujuan pengiriman barang tersebut. Bila ditemukan mengandung bahan peledak maka akan dipisahkan.

11. Boarding
Sebelum masuk pesawat, penumpang dengan boarding pass dan paspor kemudian menunjukkan pada staff maskapai penerbangan untuk memeriksa stiker keamanan. Kemudian berlanjut ke tempat untuk menaiki bus untuk menuju pesawat. Semua petugas bandara menggunakan pakaian preman dan bersenjata, biasanya berbaur diantara penumpang.

Bikin Bete, Inilah Sebab Antrean Pengecekan Imigrasi Sampai Mengular

Terlepas dari pemeriksaan perorangan atas dokumen paspor setiap pelancong, ada beberapa hal lain yang membuat proses pengecekan paspor bisa menjadi lama karena antrean yang mengular panjang.

Baca juga: Bikin Cemas dan Panik , Ini Beberapa Sebab Pemeriksaan Paspor di Bandara Bisa Berlangsung Lama 

Kondisi antrean panjang menuju konter pengecekan imigrasi sudah barang tentu menciptakan suasana tidak nyaman. Seperti penumpang yang baru saja mendarat setelah melewati penerbangan jarak jauh, menjadi yang paling terasa dampaknya, yakni terlihat dengan wajah-wajah lelah yang bosan menunggu antrean pengecekan paspor.

Dari forum Quora, ada beberapa alasan mengapa pengecekan paspor di bandara bisa memakan waktu yang lama:

1. Jumlah Penumpang yang Banyak
Bandara internasional seringkali melayani ribuan bahkan jutaan penumpang setiap harinya. Hal ini membuat petugas keamanan harus memeriksa paspor setiap penumpang yang bisa memakan waktu yang lama.

2. Peraturan Keamanan yang Ketat
Keamanan di bandara menjadi hal yang sangat penting, terutama setelah serangan teroris yang terjadi di berbagai negara di seluruh dunia. Oleh karena itu, petugas keamanan harus memeriksa setiap paspor dengan cermat untuk memastikan bahwa penumpang yang memasuki area keberangkatan aman.

3. Masalah Teknis
Kadang-kadang, masalah teknis seperti kegagalan sistem atau perangkat yang digunakan dalam pemeriksaan paspor dapat memperlambat proses. Hal ini dapat menyebabkan antrean yang panjang dan waktu tunggu yang lama bagi penumpang.

4. Masalah dengan Paspor
Kadang-kadang, paspor penumpang mengalami masalah seperti rusak. Ini dapat memperlambat proses pemeriksaan karena petugas keamanan harus memastikan bahwa paspor masih sah dan asli.

5. Kurangnya Petugas
Beberapa bandara mungkin kurang memiliki jumlah petugas imigrasi yang cukup untuk menangani jumlah penumpang yang masuk dan keluar setiap harinya, sehingga proses pemeriksaan paspor menjadi lebih lambat.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Ditjen Imigrasi Luncurkan “Special Lane” Keimigrasian di Bandara Soetta dan Ngurah Rai

Oleh karena itu, penting bagi penumpang untuk datang ke bandara dengan waktu yang cukup sebelum keberangkatan dan mempersiapkan paspor mereka dengan baik untuk menghindari kemungkinan penundaan atau masalah lain selama proses pemeriksaan.

Bikin Cemas dan Panik , Ini Beberapa Sebab Pemeriksaan Paspor di Bandara Bisa Berlangsung Lama

Tak jarang pemeriksaan imigrasi di bandara membuat para pelancong stress, terutama saat memasuki negara asing, pemeriksaan imigrasi atas dokumen paspor tak bisa diukur waktunya. Bila tidak ada masalah, maka proses pengecekan paspor bisa berlangsung cepat setelah pelancong mendapatkan stempel masuk negara yang bersangkutan. Tapi sebaliknya bisa membuat Anda cemas, apalagi ditambah tatapan petugas imigrasi yang tegas, bahkan cenderung ketus.

Baca juga: Serba-Serbi Empat Warna Pada Cover Paspor 

Guna memahami apa yang terjadi saat proses pengecekan berlangsung, perlu diketahui bahwa saat pengecekan paspor di bandara, petugas imigrasi biasanya melakukan beberapa tugas verifikasi untuk memastikan bahwa paspor yang Anda bawa asli dan sah. Beberapa hal yang biasanya diperiksa saat pengecekan paspor di bandara antara lain:

1. Identitas Pemilik Paspor
Petugas akan memeriksa foto di paspor untuk memastikan bahwa wajah pemilik paspor cocok dengan penumpang yang membawa paspor tersebut. Selain itu, petugas juga akan memeriksa nama, tanggal lahir, dan tempat lahir pada paspor untuk memastikan bahwa informasi tersebut cocok dengan data pada tiket penerbangan.

2. Validitas Paspor
Petugas akan memeriksa masa berlaku paspor untuk memastikan bahwa paspor masih berlaku dan belum kadaluarsa. Setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda-beda mengenai masa berlaku paspor yang diizinkan untuk memasuki negara mereka, jadi pastikan untuk memeriksa kebijakan negara yang akan Anda kunjungi sebelum bepergian.

3. Keaslian Paspor
Petugas keamanan akan memeriksa apakah paspor yang Anda bawa asli dan tidak palsu. Mereka biasanya menggunakan berbagai teknologi, seperti sinar ultraviolet dan cahaya inframerah, untuk memeriksa tanda keamanan pada paspor dan memastikan bahwa tidak ada perubahan atau pemalsuan pada dokumen.

4. Visa dan Izin Masuk
Jika Anda membutuhkan visa atau izin masuk untuk memasuki negara yang akan Anda kunjungi, petugas keamanan akan memeriksa apakah dokumen ini sah dan masih berlaku. Mereka akan memastikan bahwa visa atau izin masuk yang Anda bawa sesuai dengan tujuan perjalanan Anda dan berada dalam kondisi yang baik.

Baca juga: Apa yang Terjadi Bila Penumpang Kehilangan Paspor di Tengah Penerbangan? 

Jika terjadi masalah atau ketidaksesuaian pada paspor Anda saat pengecekan, Anda mungkin tidak diizinkan untuk melanjutkan perjalanan Anda dan harus mengurus masalah ini terlebih dahulu. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa paspor Anda dalam kondisi baik dan masa berlakunya masih cukup panjang sebelum berangkat.

Setelah 100 Jam Penerbangan Pembuktian, TransNusa Airlines Berencana Buka Rute ke Kuala Lumpur

Setelah menerima unit perdana ARJ21-700 pada pertengahan Desember 2022 lalu, maka kini tiba saatnya bagi maskapai TransNusa Airlines untuk memulai memonetasi pesawat narrow body produksi Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC). Yang dimaksud memonetasi yakni dengan mengoperasikan pesawat tersebut.

Baca juga: COMAC Kirim ARJ21-700 ke TransNusa Airlines, Pertanda Duopoli Regional Jet Narrow Body di Indonesia Berakhir?

Dan terkait hal tersebut, kabarnya TransNusa akan membuka penerbangan perdana ARJ21-700 ke Kuala Lumpur. Setelah menyelesaikan 100 jam penerbangan pembuktian, TransNusa siap untuk mengoperasikan pesawat ARJ21 pertamanya secara komersial.

Dikutip dari Simpleflying.com (6/4/2023), menurut sumber yang dekat dengan COMAC, maskapai berbiaya rendah Indonesia, TransNusa kini hampir memulai operasi komersial ARJ21, dengan tujuan potensial untuk penerbangan pertamanya adalah ke Kuala Lumpur.

Otoritas Penerbangan Sipil Indonesia menuntut maskapai tersebut melakukan 100 jam penerbangan pembuktian sebelum menempatkan jenis pesawat baru ke dalam operasi komersial. TransNusa memulai penerbangan pembuktian pada akhir Februari, lebih dari dua bulan setelah pengiriman. TransNusa telah menyelesaikan 100 jam penerbangan pembuktian, termasuk kunjungan pertamanya ke Kuala Lumpur pada 6 Maret lalu.

Rute antara Jakarta dan Kuala Lumpur memiliki sekitar 40 perjalanan pulang pergi setiap hari, dengan hampir semua maskapai penerbangan dari kedua negara mengikuti kompetisi ini. Karena persaingan yang ketat, harga tiket untuk rute 2 jam ini biasanya lebih rendah dari US$100. Misalnya, penerbangan AirAsia pukul 05:00 dini hari sering dijual seharga US$58 (termasuk pajak untuk sekali jalan).

Bayu Sutanto, Kepala TransNusa, mengatakan timnya membutuhkan pesawat kecil untuk menjangkau rute tertentu. Oleh karena itu, ia akhirnya memilih pesawat penumpang ARJ21-700 milik COMAC.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh detikTravel, pada 14 Februari, Bayu Sutanto mengatakan, “Kami sedang mempertimbangkan bahwa beberapa rute yang akan kami kembangkan juga membutuhkan pesawat dengan kapasitas kurang dari Airbus A320.”

TransNusa berencana melakukan shuttle flight dengan ARJ21 di Indonesia. Konsep penerbangan ulang-alik adalah untuk memudahkan pelancong berpindah dari satu kota ke kota lain dalam jarak pendek. Penumpang harus datang ke bandara, dan bisa langsung berangkat.

“Nantinya kami akan ke beberapa kota, dan kami ada rencana dari Halim ke kota lain. Ini dasarnya shuttle flight,” kata Bayu Sutanto dalam perbincangan dengan detikTravel dalam penerbangan ke Denpasar. “Jadi orang tidak perlu pesan makanan, bisa datang dan pergi saja. Frekuensi shuttle flight sangat tinggi. Kalau frekuensinya tinggi, tempat duduk harus dikurangi. Tapi kapan saja, orang bisa terbang, baik itu setiap hari. jam atau satu setengah jam.” jelasnya lebih lanjut.

Baca juga: TransNusa Buka Penerbangan Jakarta – Kuala Lumpur 2x Sehari Mulai 14 April

Bayu kemudian mencontohkan shuttle flight di beberapa negara. Dia mengatakan ada banyak penerbangan antar kota seperti Kuala Lumpur ke Singapura, Hong Kong ke Taipei, Beijing ke Shanghai, dan lain-lain.