Berniat Habiskan Ramadhan di Luar Negeri, Perhatikan Dulu Durasi Puasanya!

Tidak sedikit umat Muslim Indonesia yang harus menghabiskan bulan Ramadhan di luar negeri, baik mereka tengah menyelesaikan studi ataupun tuntutan pekerjaan. Di Indonesia sendiri, durasi waktu berpuasa kurang lebih sekitar 13 jam. Namun tahukan Anda ada beberapa Negara di dunia yang memiliki waktu puasa lebih dari 19 jam?

Baca juga: Ukur Kepuasan Pelanggan Melalui Polling, HappyOrNot Sebut Bandara ini Sebagai yang Paling ‘Bahagia’ di Dunia!

Adalah Kosar Mahmoodi, seorang wanita yang tinggal di Finlandia sejak tahun 1994 harus menghabiskan waktu berpuasa selama kurang lebih 21 jam. Itu artinya Ia dan warga muslim lainnya yang berada di Finlandia hanya memiliki waktu 3 jam untuk berbuka puasa, menjalankan Shalat Tarawih, dan bersantap sahur.

Delapan jam waktu kerja yang berlaku di sana tentu bukanlah menjadi suatu masalah ketika Ia sudah mengetahui celah agar bisa lancar menjalankan ibadah puasa di Finlandia. “Merencanakan segala sesuatu dengan baik dan makan makanan yang sehat merupakan salah satu trik untuk menjalankan puasa di sini,” ungkapnya sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari laman khaleejtimes.com, Kamis (18/5/2017).

Sedikit bergeser ke sebelah selatan, tepatnya di Kanada seorang wanita bernama Hanan Auzam harus melewati waktu berpuasa selama 17 jam. Wanita blasteran Indonesia – Kanada ini mengaku tantangan terbesar yang ia alami selama berpuasa adalah lingkungan sekitar yang mayoritas non-muslim. Demi mengalihkan rasa lapar dan hausnya, ia menjalani aktifitas seperti berkebun, dan mengaji hingga sore hari. “Asupan makanan selama buka puasa dan sahur kaya akan protein dan potassium, serta minum yang cukup agar tidak cepat haus,” tuturnya.

Baca juga: 6 Panduan Kru Maskapai Menangani Penumpang yang Berpuasa

Dari beberapa penjabaran durasi waktu puasa di dunia, berikut KabarPenumpang.com sajikan beberapa durasi waktu puasa dari berbagai penjuru dunia:

  1. Chile dengan durasi 9 jam 43 menit
  2. Australia dengan durasi 11 jam 24 menit
  3. Brazil dengan durasi 12 jam 41 menit
  4. Indonesia dengan durasi 13 jam
  5. Malaysia dengan durasi 13 jam 34 menit
  6. India dengan durasi 14 jam 39 menit
  7. Pakistan dengan durasi 15 jam 10 meni
  8. Chicago dengan durasi 16 jam 57 menit
  9. Turki dengan durasi 15 jam 15 menit
  10. Inggris dengan durasi 18 jam 55 menit
  11. Dan negara dengan durasi puasa terpanjang dipegang oleh Islandia dengan 22 jam.

Baca juga: Islandia (1) – Menjejakkan Kaki di Negeri Surga Aurora

Jadi, bagi Anda yang hendak menghabiskan bulan Ramadhan di luar negeri, ada baiknya mempertimbangkan terlebih dahulu durasi puasa yang berlaku di sana, jangan sampai Ibadah Anda terganggu akibat durasi puasa yang berbeda dengan di Tanah Air.

Sebelum ‘Mimpi’ Keliling Eropa, Pahami Dulu Ketentuan Pembuatan Visa Schengen

Melancong keliling Eropa adalah idaman bagi banyak orang, dan untuk mewujudkannya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas Visa Schengen. Dengan visa ini memungkinkan pemegangnya untuk memasuki dan tinggal di wilayah Schengen selama periode tertentu, yang terdiri dari sejumlah negara di Eropa yang telah menandatangani kesepakatan Schengen.

Baca juga: Mau Ke Eropa dengan Visa Schengen? Jangan Lupa Pesan Tiket Kereta Secara Online

Kesepakatan ini memungkinkan orang untuk bergerak bebas di antara negara-negara anggota tanpa perlu memeriksa paspor dan visa di perbatasan internal. Visa Schengen dikeluarkan oleh negara-negara anggota Schengen dan berlaku di seluruh wilayah Schengen. Nah, berikut beberapa hal penting yang wajib kamu ketahui tentang visa Schengen:

1. Negara-negara Schengen
Saat ini terdapat 26 negara di Eropa yang menjadi anggota Schengen, termasuk Austria, Belgia, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Italia, Spanyol, Portugal, Swedia, dan negara-negara lainnya. Untuk memasuki wilayah Schengen, visa Schengen harus diterbitkan oleh salah satu negara anggota Schengen.

2. Durasi tinggal
Visa Schengen dapat dikeluarkan dalam berbagai durasi, tergantung pada keperluan perjalanan Anda. Umumnya, visa Schengen dikeluarkan dengan durasi tinggal maksimal 90 hari dalam periode 180 hari. Namun, durasi visa dan durasi tinggal yang diizinkan dapat bervariasi tergantung pada negara yang mengeluarkan visa dan alasan kunjungan.

3. Syarat dan ketentuan
Untuk memperoleh visa Schengen, Anda harus memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh negara yang mengeluarkan visa, seperti surat undangan, tiket pesawat, bukti akomodasi, bukti keuangan, dan asuransi perjalanan.

4. Biaya
Biaya untuk mendapatkan visa Schengen berbeda-beda tergantung pada negara yang mengeluarkan visa dan jenis visa yang Anda ajukan. Biaya bisa mencakup biaya aplikasi, biaya pengurusan, dan biaya administrasi.

5. Proses aplikasi
Proses aplikasi untuk mendapatkan visa Schengen dapat memakan waktu dan memerlukan dokumen-dokumen yang lengkap dan benar. Pastikan untuk mengajukan aplikasi dengan waktu yang cukup dan mengikuti panduan aplikasi yang disediakan oleh negara yang Anda ajukan visa Schengen.

Baca juga: Mau Berwisata ke Eropa? Perhatikan Dulu Skor Ramah Lingkungan di Kota-kota Ini

Pastikan Anda memeriksa persyaratan visa Schengen dan mengikuti panduan aplikasi dengan seksama sebelum mengajukan aplikasi.

Bila Terjadi Hambatan Komunikasi Antara Pilot dan Petugas ATC, Inilah yang Harus Dilakukan

Hambatan komunikasi antara pilot dan petugas ATC (Air Traffic Control) tak pelak menjadi mimpu buruk dalam dunia penerbangan. Selain bisa menyebabkan kebingungan, kesalahan, lebih fatal, hambatan komunikasi bahkan bisa berujung pada kecelakaan pesawat.

Baca juga: Kemampuan Menurun Seiring Bertambahnya Usia, Jadi Batasan Usia Kerja Petugas ATC

Oleh karena itu, penting untuk mengatasi hambatan komunikasi dengan cepat dan efektif. Berikut beberapa solusi dari forum quora.com yang dapat dilakukan saat terjadi hambatan komunikasi antara pilot dan petugas ATC.

1. Mengulangi pesan
Jika pesan yang diterima tidak jelas atau tidak dimengerti, pilot atau petugas ATC dapat meminta pesan tersebut diulang kembali agar dapat dipahami dengan baik.

2. Menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas
Pilot dan petugas ATC sebaiknya menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas, menghindari penggunaan kata-kata teknis atau singkatan yang tidak familiar bagi lawan bicara.

3. Menyesuaikan kecepatan bicara
Pilot dan petugas ATC sebaiknya menyesuaikan kecepatan bicara mereka agar mudah dimengerti oleh lawan bicara. Jika sulit untuk memahami, baik pilot maupun petugas ATC dapat meminta lawan bicara untuk menyesuaikan kecepatan bicara.

4. Menggunakan teknologi
Teknologi seperti pesan teks atau visual dapat digunakan sebagai alternatif jika komunikasi suara tidak efektif.

5. Menetapkan protokol darurat
Jika terjadi situasi darurat atau keadaan kritis, pilot dan petugas ATC dapat mengikuti protokol darurat yang telah ditetapkan sebelumnya untuk memastikan pesan tersampaikan dengan jelas dan tepat waktu.

6. Melakukan pelatihan
Pelatihan dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi pilot dan petugas ATC dalam berkomunikasi dengan baik dan efektif.

Standar Bahasa Inggris untuk pilot dan petugas ATC harus sesuai dengan standar Bahasa Inggris Internasional yang disebut sebagai Aviation English atau English for Aviation Purposes. Aviation English digunakan sebagai bahasa universal dalam komunikasi penerbangan di seluruh dunia.

ICAO (International Civil Aviation Organization) telah menetapkan standar minimum kemampuan Bahasa Inggris bagi pilot dan petugas ATC di seluruh dunia, yaitu level 4 dari skala 1-6 dalam tes Bahasa Inggris Aviation English.

Level 4 menunjukkan kemampuan yang memadai untuk berkomunikasi secara efektif dalam situasi standar, seperti memberikan informasi navigasi dan instruksi untuk lepas landas dan mendarat.

Namun, untuk situasi darurat atau situasi yang lebih kompleks, seperti kondisi cuaca yang buruk atau masalah teknis, kemampuan bahasa Inggris yang lebih tinggi diperlukan.

Baca juga: Ternyata! Pendapatan Petugas ATC Jauh Lebih Tinggi dari Seorang Pilot

Untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris pilot dan petugas ATC, mereka dapat mengikuti kursus Bahasa Inggris yang disesuaikan untuk keperluan penerbangan. Selain itu, latihan Bahasa Inggris seperti membaca artikel atau buku tentang penerbangan, menonton video atau mendengarkan rekaman tentang penerbangan, serta berlatih berbicara dalam Bahasa Inggris secara aktif, dapat membantu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka.

NASA Luncurkan Habitat Simulasi Mars – Uji Ketabahan Manusia dalam Isolasi yang Lama

Meski sampai saat ini belum pernah dicapai misi mengantarkan manusia ke Planet Mars, namun, rangkaian persiapan terus dilakukan sejak dini. Bukan saja terkait dengan teknologi, melainkan manusia juga perlu adaptasi yang ekstrim untuk bisa bertahan di Mars kelak. Seperti NASA belum lama ini meluncurkan habitat simulasi Mars terbaru barunya.

Baca juga: lmuwan Jepang Canangkan Pembangunan Kereta Cepat “Space Express”, Hubungkan Bumi, Bulan dan Mars

Di habitat simulasi terbaru ini, para sukarelawan akan hidup selama satu tahun sekaligus untuk menguji seperti apa kehidupan pada misi masa depan ke Planet Merah. Fasilitas tersebut, dibuat untuk tiga percobaan terencana yang disebut Crew Health and Performance Exploration Analog (CHAPEA), yakni berada di US Space Agency Massive Research Base di Houston, Texas.

Empat sukarelawan akan memulai uji coba pertama musim panas ini di mana NASA berencana untuk memantau kesehatan fisik dan mental mereka untuk lebih memahami ketabahan manusia dalam isolasi yang begitu lama.

Dengan data itu, NASA akan lebih memahami “penggunaan sumber daya” astronot di Mars, kata Grace Douglas, peneliti utama pada eksperimen CHAPEA.

“Kami benar-benar dapat mulai memahami bagaimana kami mendukung mereka dengan apa yang kami berikan kepada mereka, dan itu akan menjadi informasi yang sangat penting untuk membuat keputusan sumber daya yang kritis tersebut,” katanya dalam tur pers di habitat tersebut.

Para relawan akan tinggal di rumah seluas 1.700 kaki persegi (160 meter persegi) yang dijuluki Mars Dune Alpha, yang mencakup dua kamar mandi, pertanian vertikal untuk menanam salad, sebuah ruangan yang didedikasikan untuk perawatan medis, area untuk bersantai, dan beberapa stasiun kerja.

Airlock mengarah ke rekonstruksi “luar ruangan” dari lingkungan Mars – meskipun masih terletak di dalam hanggar. Beberapa peralatan yang kemungkinan akan digunakan astronot tersebar di sekitar lantai yang tertutup pasir merah, termasuk stasiun cuaca, mesin pembuat batu bata, dan rumah kaca kecil.

Baca juga: Insinyur NASA: Helikopter Akan Gantikan Manusia Jelajahi Planet Mars

Ada juga treadmill di mana astronot khayalan akan berjalan digantung dengan tali untuk mensimulasikan gravitasi planet merah yang lebih rendah. “Kami benar-benar tidak bisa membuat mereka hanya berputar-putar selama enam jam,” canda Suzanne Bell, kepala Laboratorium Kesehatan dan Kinerja Perilaku NASA.

Di Balik Teknologi ETLE, Inilah Tujuh Jenis Kamera Pemantau Kecepatan di Jalan Raya

Guna meningkatkan keselamatan berkendara, pihak Kepolisian telah menerapkan sistem tilang elektronik dengan menggunakan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), yakni kamera pemantau kepatuhan berlalu-lintas di jalan raya dan jalan tol. Terlepas dari penerapan sanksi yang bergantung pada jenis pelanggaran, pada dasarnya dikenal beberapa jenis kamera pemantau kecepatan di jalan raya.

Baca juga: Takut Kena Tilang Elektronik? Yuk Pantau Keberadaan Kamera ETLE via Waze

Dikutip dari Derbytelegraph.co.uk, sampai saat ini setidaknya dikenal tujuh jenis kamera pemantau kecepatan di jalan raya yang lazim digunakan di manca negara, dan tentunya ada jenis serupa yang telah digunakan di Indonesia. Dan ketujuh kamera tersebut adalah:

1. Handheld Speed Guns
Ini digunakan oleh polisi atau sukarelawan di pinggir jalan raya. Perangkat radar menangkap kecepatan setiap mobil yang lewat. Siapa pun yang tertangkap ngebut di atas batas kecepatan maksimum dapat diberikan tilang.

2. Gatso Speed Camera
Ini adalah kamera kecepatan standar ‘klasik’ yang telah ada di jalanan sejak tahun 1990-an. Kamera ini menghadap ke belakang dan menangkap mobil dan plat nomor saat dikendarai, kecepatan di atas standar menjadi pemicu sensor pada kamera ini. Infrared Night Time Speeding Sensor juga dapat menangkap pelat nomor dalam gelap di beberapa lokasi. Kamera ini digunakan bersama dengan kamera kecepatan untuk menangkap mobil yang melaju kencang saat malam tiba.

3. Truvelo Forward Facing Speed Camera
Ini mirip dengan kamera kecepatan Gatso tetapi menghadap ke depan. Mereka hanya terpicu ketika pengemudi melewati senso lebih cepat dari batas kecepatan untuk jalan itu, daripada merekam semua yang lewat.

4.Average Speed Camera
Di jalan raya, ini cenderung digunakan selama perbaikan jalan daripada sepanjang waktu dan terpisah dari kamera jalan raya biasa. Di non jalan raya, Kamera Kecepatan Rata-Rata dapat dipasang secara permanen.

Mereka mencatat berapa lama semua kendaraan yang lewat menempuh perjalanan antara dua titik dan menghitung kecepatan rata-rata untuk melihat apakah mobil tersebut melanggar batas kecepatan.

5. Overhead Smart Motorway Camera
Kamera kecepatan ini bisa berada di atas tiang. Mereka hanya terpicu saat mobil melaju kencang, membuatnya berbeda dengan kamera kecepatan rata-rata. Sebelumnya mereka hanya bisa dinyalakan saat tanda di atas kepala menyala, tapi kamera pintar yang lebih baru bisa menangkap siapa saja kapan saja.

Tilang elektronik mulai diterapkan di jalan tol. Foto: kompas.com

6. Onboard Police Vehicle Camera
Mobil polisi dapat mencatat kecepatan saat berjalan di belakang kendaraan apa pun. Komputer dan kamera on-board dipasang di mobil polisi, melacak kendaraan di posisi depan relatif terhadap objek terdekat seperti tiang lampu untuk menghitung kecepatan perjalanan.

Baca juga: SPIONAM, E-Tilang dan E-Ticketing, Aplikasi Baru dari Kementerian Perhubungan

7. Fake speed camera
Kadang-kadang, penduduk mengambil tindakan hukum sendiri dan, kesal dengan pengemudi yang ngebut mengganggu kedamaian dan ketenangan. Mereka ada yang memasang kamera kecepatan palsu dalam upaya untuk memperlambat pengendara. Orang tidak memiliki hak untuk memasang kamera pengukur kecepatan palsu, betapapun kesal atau takutnya mereka.

Gaji Tidak Dibayar, Pilot Pakistan International Airlines Ancam Lakukan Mogok Kerja

Maskapai nasional Pakistan, Pakistan International Airlines (PIA) mendapat kecaman setelah gagal membayar sebagian gaji karyawannya. Akibatnya, sejumlah pilot maskapai dilaporkan berencana untuk mogok dan tidak mengoperasikan penerbangan apa pun sampai mereka dibayar.

Baca juga: Buntut Lisensi Palsu Pilot, Pakistan International Airlines Ditolak Masuk Uni Eropa Enam Bulan

PIA telah berjuang untuk membayar gaji selama berbulan-bulan karena kekurangan uang tunai, dan menurut para pilot, pemerintah dalam hal ini tidak turun tangan untuk membantu. Hal ini membuat karyawan tidak mampu dan dapat menyebabkan gangguan operasional yang signifikan jika pemogokan terus dilakukan.

Laporan dari outlet berita lokal ARY menyatakan bahwa PIA memiliki utang pajak lebih dari Rs400 miliar (US$1,4 miliar). Maskapai tersebut juga baru-baru ini meminta dana talangan pemerintah sebesar Rs45 miliar (US$157 juta) untuk membantu operasional.

Baca juga: Setelah Insiden Kecoa, Kini Belatung Hidup ‘Tersaji’ di Makanan Pakistan International Airlines

PIA saat ini dilarang terbang ke Uni Eropa, Inggris, dan AS – tiga pasar besar untuk maskapai ini, dan hilangnya pendapatan karena tidak dapat mengoperasikan layanan ini membuat keuangannya mengalami kesulitan. Dalam upaya untuk mempertahankan slot yang didambakannya di London Heathrow (LHR) saat tidak digunakan, PIA untuk sementara menawarkannya ke Turkish Airlines dan Kuwait Airways.

Hadapi Sanksi AS dan Barat, Maskapai Rusia S7 Bakal Memproduksi, Menguji dan Mensertifikasi Suku Cadang Pesawat

Seiring perang Rusia vs Ukraina yang tak berkesudahan, maka berdampak langsung pada industri maskapai penerbangan Rusia yang terkena sanksi dari barat dan Amerika Serikat. Lantaran banyak maskapai Rusia yang menggunakan pesawat buatan AS dan Eropa Barat, maka perusahaan aviasi Rusia telah mengimprovisasi solusi baru untuk menjaga agar pesawat mereka tetap layak terbang.

Baca juga: Di Tengah Sanksi, Aeroflot (Rusia) Terpaksa Kirim Pesawat ke Iran untuk Perbaikan

Perusahaan Rusia S7 Group, pemilik S7 Airlines, dikabarkan telah mengakuisisi Berdsk Electromechanical Plant (BEMZ). Dengan akusisi tersebut, memungkinkan perusahaan untuk memproduksi, menguji, dan mensertifikasi suku cadang pesawat, karena industri penerbangan sipil Rusia terus mencari solusi baru untuk melewati sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat setelah invasi Kremlin ke Ukraina pada Februari 2022.

Selama setahun terakhir, maskapai penerbangan dan perusahaan Rusia telah berimprovisasi untuk menjaga agar armada pesawat mereka tetap layak terbang. Misalnya, Aeroflot baru-baru ini mengirim Airbus A330-300 ke Mahan Air Iran untuk perawatan roda pendaratannya.

Contoh lain adalah bahwa pesawat Sukhoi Superjet baru diluncurkan dari jalur produksi dengan menggunakan mesin bekas dan ban non-Michelin (seperti yang dilakukan sebelumnya). Ada laporan maskapai mengkanibal pesawat baru untuk suku cadang untuk menjaga pesawat lain agar laik terbang.

Minggu ini, kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa Grup S7 mengakuisisi Pabrik Elektromekanis Berdsk. Grup S7 mengakuisisi 82,18 persen saham di BMZ, sebuah pabrik yang memproduksi peralatan dan suku cadang untuk pesawat terbang, roket, dan sistem luar angkasa. Direktur Jenderal Pabrik, Vasily Yurchenko, mengatakan bahwa Grup S7 akan memproduksi, menguji, dan mensertifikasi komponen pesawat.

“Ada beberapa perusahaan di Grup S7 yang memiliki kompetensi berbeda dalam memperbaiki dan merawat armada pesawat. BEMZ diperlukan agar grup dapat memproduksi, menguji, dan mensertifikasi suku cadang yang hilang. Ini akan menjadi fasilitas produksi berteknologi tinggi yang modern dan diminati. Dalam waktu dekat, kami akan membentuk program investasi dan menata ulang perusahaan,” ujar Yurchenko.

Pabrik Elektromekanis Berdsk adalah perusahaan pembuat mesin yang telah beroperasi sejak 1959. Improvisasi Rusia untuk mempertahankan pesawat komersial dalam kondisi laik terbang telah mengkhawatirkan para pakar internasional.

Awal tahun ini, Guillaume Faury, Chief Executive Officer Airbus, mengatakan, “Kami mulai mendengar tentang situasi di mana mereka kehilangan bagian atau komponen atau ketidakmampuan untuk mempertahankan beberapa pesawat dalam penerbangan. Tapi kami tidak berbicara dengan maskapai Rusia. Kami kehilangan visibilitas. Dan ya, kami sedikit khawatir tentang cara pesawat dioperasikan, tetapi kami tidak memiliki sarana nyata untuk bertindak.”

Baca juga: Satu Tahun Pasca Invasi, Layanan Penerbangan Domestik Rusia Masih ‘Sehat’, Ini Resepnya

S7 Airlines adalah maskapai penerbangan yang berbasis di Bandara Internasional Novosibirsk Tolmachevo (OVB). Menurut data dari ch-aviation, maskapai ini memiliki 102 armada pesawat, semuanya diproduksi oleh pabrikan Barat (Airbus, Boeing, dan Embraer). Maskapai ini memiliki 66 pesawat produksi Airbus (semuanya narrowbodies), termasuk tiga A319, 16 A320ceos, 31 A320neos, delapan A321ceo, dan delapan A321neos. S7 juga mengoperasikan 19 Boeing 737-800 (termasuk dua kargo) dan 17 Embraer E170.

S7 Airlines memiliki pesanan dengan Boeing untuk pesawat Boeing 737 MAX 8 baru. Meskipun demikian, pesawat-pesawat ini sekarang tidak dapat dikirim karena sanksi setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Jangan Dilupakan, Inilah Rentetan Kecelakaan Maut Bus di Indonesia

Kecelakaan beruntun pada Sabtu (22/4/2017) sore di turunan Selarong, Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor seolah  membuyarkan impian banyak orang yang hendak menikmati libur akhir pekan bersama orang-orang tercinta.

Baca juga: Gelar Investigasi Kecelakaan Bus Rosalia Indah, KNKT Terbitkan Rekomendasi

Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah bus pariwisata, dan belasan kendaraan bermotor lainnya, termasuk sepeda motor dan mobil. Dari insiden berdarah tersebut, empat nyawa melayang serta enam lainnya mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan. Dampak lain yang ditimbulkan dari kecelakaan ini adalah kemacetan panjang di di jalur Puncak yang tengah memberlakukan sistem satu arah ke Jakarta.

Menurut data yang dilansir dari laman pikiran-rakyat.com, Sabtu (22/4/107), Kapolres Bogor Andy M. Dicky Pastika menyebutkan kuat dugaan kejadian ini berawal dari sebuah bus pariwisata yang mengalami rem blong. “Situasi jalan licin karena hujan menyebabkan bus tersebut menabrak kendaraan di depan maupun yang ada di arah berlawanan. Yang terlibat kecelakaan ini satu bus, tujuh mobil kecil dan lima sepeda motor,” tuturnya.

Tambahnya, pengemudi bus nahas tersebut, Bambang Hernowo mengaku sengaja menabrakan kendaraannya agar dapat mengurangi laju bus akibat rem blong. Saat dirinya diperiksa oleh pihak yang berwajib, Bambang tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat dari kendaraan tersebut. Masalah rem blong memang kerap kali menjadi salah satu momok yang menakutkan ketika berkendara, karena tidak jarang, kecelakaan yang diakibatkan oleh rem blong memakan korban jiwa. Maka dari itu, pengecekkan kendaraan sebelum bepergian amatlah penting.

Tragedi mengenaskan di Puncak pada akhir pekan lalu sedikit mengingatkan tentang banyaknya rentetan kecelakaan pada moda transportasi, salah satunya adalah bus yang mengakibatkan puluhan nyawa melayang sia-sia. Berikut, KabarPenumpang.com akan menyajikan beberapa tragedi kecelakaan pada bus.

Kecelakaan Bus Kramat Djati di Tol Jagorawi

Sumber: merdeka.com
Ilustrasi

Mungkin ingatan Anda langsung mengarah pada kejadian nahas pada tahun 1995 lalu ketika mendengar sub-judul di atas. Ya, tidak ada yang dapat memungkiri kecelakaan tersebut menjadi tidak terlupakan di benak masyarakat Indonesia, mengingat sebanyak 31 korban tewas terpanggang di dalam bus nahas tersebut. Kebanyakan korban jiwa dalam kejadian ini terperangkap di dalam bus yang terbakarnya. Masih kurangnya fasilitas keselamatan pada masa itu menjadi salah satu faktor banyak korban jiwa  dalam insiden ini.

Pada mulanya, bus Kramat Djati yang dikemudikan oleh Agus Abu Naser mencoba menyalip bus lain dari lajur paling kiri atau lajur darurat. Saat menyalip, di lajur kiri itu ada mobil yang sedan yang sedang mogok. Akibatnya, tiga penumpang mobil sedang itu tewas seketika. Dan yang paling mengerikan, benturan itu membuat bus terbakar dan membakar sebagian besar penumpangnya. Di antara korban yang tewas terpanggang itu, terdapat satu keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri dan tiga anaknya.

Bus Jawa Indah Terbakar

Sumber: Istimewa
Ilustrasi

Faktor banyaknya kecelakaan pada jaman dulu menjadi salah satu acuan para penyedia jasa transportasi, terutama bus untuk menyediakan alat keselamatan seperti palu pemecah kaca. Karena ketidak lengkapan alat keselamatan pada masa tersebut, sebuah tragedi mengenaskan terjadi pada tahun 1987 silam, dimana sebuah bus Jawa Indah terbakar dan memanggang hampir semua penumpang yang berada di dalamnya. Sebanyak 11 orang berhasil menyelamatkan diri dan 41 orang lainnya tewas di dalam bus jurusan Kalianget – Banyuwangi tersebut. Bus terbakar di jalan raya tol Dupak dan polisi pada saat itu tidak dapat memastikan penyebab dari kejadian tersebut.

Tragedi Paiton

Foto: Istimewa
Sumber: Istimewa

Ini merupakan salah satu sejarah paling kelam diantara semua kecelakaan bus yang pernah terjadi di Indonesia, dimana sebuah bus pariwisata yang berisikan rombongan dari Sekolah Menengah Kejuruan I Yayasan Pendidikan Generasi Muda (Yapemda) Yogyakarta harus mengalami kecelakaan dan mengakibatkan 54 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Pada tahun 2003 silam, Bus pariwisata AO Transport AB-2660-CA menabrak sebuah truk bermuatan mangga di seputar PLTU Paiton.

Baca juga: Cegah Kecelakaan Bus, KNKT Himbau Pemda Berikan Fasilitas Istirahat Pengemudi 

Rombongan dalam bus itu baru saja melakukan kunjungan ke Bali dan tengah dalam perjalanan menuju Probolinggo. Namun sekitar pukul 19.30 WIB, tepatnya di sekitaran PLTU Paiton, dari arah berlawanan datang sebuah truk dengan kecepatan tinggi dan tabrakan pun tak bisa dihindari. Percikan api yang ditimbulkan dari tabrakan tersebut akhirnya memantik bensin yang bocor, dan dengan cepat api melahap semua badan bus.

Cina Tuntaskan Sea Trial Prototipe Wingship, Digunakan untuk Transportasi Sipil dan Militer

Bisa digunakan untuk keperluan sipil dan militer, Cina diwartakan tengah mengembangkan ‘Wingship’ yang diklaim mampu melesat 20 kali lebih cepat dari kapal konvensional. Dan belum lama ini diwartakan prototipe Wingship telah menyelesaikan tahapan sea trial.

Baca juga: Inilah Airfish 8, Flying Boat Buatan Singapura yang Mirip Ikan Pari

Dikutip dari The South China Morning Post (SCMP), bahwa ground-effect Wingship yang dikembangkan sepenuhnya secara lokal telah menyelesaikan 30 kali uji coba laut kritis, dan membuka pintu untuk pengembangan lebih lanjut.Wingship dapat digunakan untuk menerbangkan pasokan ke pulau dan pantai serta melakukan misi pencarian dan penyelamatan secara cepat.

Wingship yang menjadi contoh ground-effect vehicle atau wing-in-ground-effect craft, menggabungkan antara kemampuan kendaraan bantalan udara (hovercraft) dan pesawat terbang yang meluncur dekat dengan tanah. Dari gambar di artikel tersebut, ia memiliki mesin baling-baling yang memungkinkannya melakukan perjalanan di atas permukaan air, dan sayapnya memungkinkannya terbang dan menopang dirinya sendiri di udara.

Ground Effect Vehicle (GEV) menggunakan “efek tanah”, yaitu penurunan tarikan aerodinamis yang dialami objek saat mendekati permukaan untuk mencapai daya angkat dan meningkatkan efisiensi. Bantalan udara antara permukaan dan objek ini mengurangi hambatan dan memungkinkan objek untuk mendapatkan daya angkat pada kecepatan yang lebih rendah.

Salah satu contoh terkenal dari jenis kendaraan ini adalah ekranoplan era Soviet yang hanya dapat terbang beberapa meter di atas permukaan air dan memiliki sayap besar sepanjang 70 meter. Kendaraan, yang dibuat untuk aplikasi militer seperti memindahkan orang dan peralatan di atas air. Kendaraan tersebut dapat bergerak dengan kecepatan hingga 400 km per jam.

Menurut laporan dari Science and Technology Daily pada hari Senin, kendaraan baru China tersebut dapat menempuh perjalanan selama enam jam terus menerus dengan kecepatan hingga 240 km per jam. Wingship dilaporkan memiliki berat lepas landas total 4,5 ton dan kapasitas penumpang hingga 12 orang.

Menurut Shi Yajun, seorang peneliti di China Ship Scientific Research Centre, yang mengembangkan Wingship, “Dibandingkan dengan pesawat amfibi atau ‘kapal sayap’ generasi sebelumnya, GEV generasi ketiga dengan ketahanan gelombang tinggi ini secara signifikan layak digunakan di laut.”

Shi juga mengklaim kendaraan itu bisa bergerak 20 kali lebih cepat dari kapal permukaan biasa. Jika benar, Wingship dapat mencapai lokasi kecelakaan dengan cepat dan tetap berada di dekatnya untuk waktu yang lama sementara operasi pencarian dan identifikasi yang akurat dilakukan dengan menggunakan sistem deteksi onboard.

Wingship kemudian bisa meluncur di atas target dan dengan tepat menjatuhkan peralatan penyelamat dan persediaan darurat, mendarat di perairan dan berlayar ke lokasi. Kapal juga dapat mengangkut orang yang diselamatkan ke lokasi yang aman dan fasilitas medis.

Baca juga: Hughes H-4 Hercules Flying Boat, Pesawat Amfibi (Gagal) dengan Rentang Sayap Terbesar

SCMP juga melaporkan bahwa kendaraan ground-effect baru akan memainkan peran penting dalam strategi maritim negara itu dan akan menjadi bagian dari jaringan transportasi cepat antara Hainan dan pulau-pulau yang dikuasai Beijing di Laut Cina Selatan.

Di Tengah Sanksi, Aeroflot (Rusia) Terpaksa Kirim Pesawat ke Iran untuk Perbaikan

Di tengah sanksi Barat yang melarang tidak hanya penerbangan ke dan dari Rusia tetapi juga perawatan pesawat milik maskapai Rusia, maka maskapai terbesar Rusia Aeroflot terpaksa mengirim salah satu Airbus A330-300 miliknya ke Iran untuk dilakukan perbaikan.
Hal tersebut diwartakan The Moscow Times – themoscowtimes (11/4/2023), Ini adalah pertama kalinya sebuah pesawat dari maskapai penerbangan Rusia mengirim pesawatnya ke Iran untuk diperbaiki. Menurut kabar, pekerjaan pemeliharaan akan dilakukan atas A330-300 Aeroflot akan dilakukan oleh maskapai penerbangan Iran Mahan Air. A330-300 Aeroflot dilaporkan tiba di Teheran, Iran  pada 5 April 2023.
Aeroflot mengkonfirmasi bahwa mereka telah mengirim salah satu pesawatnya ke Iran untuk perawatan, dan menekankan bahwa Mahan Air memiliki peralatan dan fasilitas yang diperlukan, sertifikat dan pengalaman yang luas untuk pekerjaan itu, Aeroflot mengharapkan perawatan dapat dilakukan pada kualitas tingkat tinggi.
Menyusul invasi Rusia ke Ukraina Februari lalu, Uni Eropa dan Amerika Serikat sama-sama memberlakukan sanksi terhadap industri penerbangan Rusia — melarang pesawat Rusia dari wilayah udara mereka serta melarang penjualan suku cadang, memelihara dan mengasuransikan pesawat yang digunakan oleh maskapai Rusia dan membutuhkan sewa perusahaan untuk mengakhiri semua sewa pesawat ke operator Rusia.
Aturan dan sanksi ketat terseut membuat maskapai penerbangan Rusia tidak punya banyak pilihan selain mulai mengkanibal pesawat yang di-grounded untuk suku cadang.
Pada Juli 2022, Rusia menandatangani perjanjian dengan Iran, yang telah dikenai sanksi internasional selama bertahun-tahun, untuk penyediaan peralatan dan suku cadang untuk industri penerbangan Rusia, serta untuk perbaikan dan pemeliharaan pesawat Rusia.