Tesla Beli Jalur Kereta yang Menghubungkan ke Gigafactory di Timur Berlin

Tengah membangun Gigafactory di timur ibu kota Jerman, pembuat kendaraan listrik Tesla telah membeli jalur rel yang menghubungkan situs tersebut ke jaringan kereta api Jerman. Selain itu, pembelian jalur ini juga berencana untuk menawarkan kereta penumpang yang akan mengangkut karyawan mereka yang bekerja secara shifting.

Baca juga: Dikeluhkan Pengguna, Tesla Kunci Akses Video Games Saat Mobil Berjalan

Tesla membeli jalur pendek sekitar tiga mil atau sekitar 1,8 meter panjangnya. Jalur pendek tersebut dibeli dari perusahaan induk infrastruktur kereta api independen Jerman.

Perusahaan kereta juga memberikan Tesla koneksi langsung ke jalur utama milik Deutsche Bahn yang menghubungkan Berlin dengan Polandia. Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman trains.com (3/2/2022), jalur kereta api telah digunakan selama pembangunan Gigafactory untuk membawa bahan bangunan.

Setelah pabrik dibuka sepenuhnya, jalur kereta akan digunakan untuk mengirim atau menerima hingga enam kereta barang dalam sehari. Nantinya setelah Gigafactory ini beroperasi penuh, diperkirakan akan mempekerjakan sekitar sepulu ribu orang yang bekerja tiga shift dalam 24 jam sehari.

Meski begitu, para pekerja dalam jumlah besar akan menggunakan kendaraan pribadi mereka. Sedangkan mereka yang tinggal di Berlin akan tiba ke Gigafactory Tesla dengan kereta api.

Kehadiran pabrik baru Tesla di Grünheide, sebelah timur Berlin ini membuat Stasiun Deutsche Bahn terdekat di Fangschleuse, yang dilayani oleh layanan kereta api komuter reguler ke dan dari Berlin, akan dipindahkan ke dekat pabrik baru. Namun, ini tidak akan terjadi begitu saja dan pembangunannya paling cepat sebelum 2024-2025, sehingga dari laporan mengindikasikan Tesla berencana menawarkan kereta penumpang ke dan dari pabrik.

Di mana para pekerja akan naik kereta dari Stasiun Erkner, sekitar lima mil barat atau sekitar delapan meter, yang dilayani oleh kereta api komuter cepat di jalur utama, dan juga merupakan terminal jalur S-Bahn rel komuter yang lebih lambat dari Berlin. Hingga berita ini dipublikasi, belum ada tanggal yang diumumkan untuk memulai kereta penumpang ke Gigafactory, yang sudah memproduksi kendaraan pertamanya.

Baca juga: Spektakuler! Sedan Tesla Mampu Derek Dreamliner Qantas Sejauh 300 Meter

Untuk diketahui, Tesla sedang membangun pabrik Eropa pertamanya di Grünheide, sebelah timur Berlin. Itu terletak di kawasan hutan yang digunakan sebelum tahun 1990 oleh mantan polisi rahasia Jerman Timur, Stasi, sebagai basis pelatihan, serta perumahan fasilitas di mana semua paket dari luar negeri dibuka sebelum pengiriman untuk memeriksa barang-barang terlarang.

Pulau Christmas, Garda Terdepan Australia di Utara, Surganya Jutaan Kepiting Merah

Luas pulau ini hanya 135 km2, atau bisa diibaratkan laksana butiran debu di bentang Samudera Hindia. Namun jangan salah kira, Pulau Christmas ini menjadi point penting bagi kepentingan Australia, karena merupakan pulau terluar dari Negara Kangguru. Pulau Christmas juga dikenal sebagai titik transit para manusia perahu yang berkeinginan mendarat di Benua Australia. Bagi orang Indonesia, nama pulau ini pun tak asing, betapa tidak pulau kecil ini jaraknya hanya sekitar 500 km dari titik pantai di Selatan Jawa.

Baca juga: Pulau Rote, Strategis Bagi Perbatasan, Inilah Keindahan di Ujung Selatan Indonesia

Merujuk ke sejarahnya, dinamakan Pulau Christmas karena pulau ini ditemukan bertepatan pada hari raya Natal tahun 1643 oleh pelaut Inggris Kapten William Mynors. Pulau Christmas sendiri masuk dalam wilayah negara Australia tepatnya di Australia Barat. Namun, letak geografisnya sendiri sebenarnya lebih dekat dengan Indonesia, yang hanya sekitar 500 km dari selatan Pulau Jawa. Sebagai perbandingan, lokasi Pulau Christmas berjarak 2.600 km dari daratan Australia.

Meski wujudnya berupa pulau kecil, keberadaan Pulau Christmas sangat strategis bagi Australia dan negara-negara sekutunya. Dikenal sebagai basis transit kapal pelayaran samudara, pulau ini juga menjadi basis pangkalan militer Australia. Di era Perang Dunia II, pulau ini sempat pula diduduki oleh pasukan Jepang. Dan pada masa konfrontasi Indonesia dengan Inggris (operasi Dwikora), beberapa kali AURI pernah menerbangkan pembom Tu-16 untuk show of force di atas langit Pulau Christmas.

Dari segi iklim, Pulau Christmas memiliki iklim tropis sama dengan Indonesia. Penduduk di Pulau Natal sendiri lebih banyak bermukim di bagian utara pulau, dengan lokasi utama seperti Flying Fish Cove, Silver City, Poon San, dan Drumsite.

Vegetasi Pulau Christmas sekitar 63 persennya masih merupakan hutan hujan dan sudah dijadikan taman nasional yang dikelola oleh pemerintah Australia. Nah, bagi Anda yang ingin mengunjungi pulau ini, lebih banyak wisata alamnya baik itu pantai maupun hutannya.

Anda juga masih bisa menemukan berbagai macam spesies yang merupakan spesies endemik yakni ada 25 spesies pohon dan 135 tanaman. Selain itu juga terdapat 20 spesies kepiting dengan 13 diantaranya merupakan asli dari pulau Christmas dan juga beragam jenis unggas.

Bagi para pelancong yang ingin ke Pulau Christmas, baiknya bepergian di bulan Oktober atau November. Sebab di antara kedua bulan ini, Anda bisa menikmati pemandangan jutaan kepiting merah yang bermigrasi dari dalam hutan ke laut melalui jalan raya. Fenomena ini sangat menarik, apalagi waktu mereka bermigrasi kurang lebih 18 hari. Selama hari-hari tersebut, kepiting merah berkembang biak dan melepaskan telur-telurnya ke laut.

Tak hanya itu yang menarik, whaleshark atau hiu paus pada saat yang sama juga melewati pulau ini untuk menyantap larva-larva kepiting merah. Para penyuka spot laut seperti snorkeling atau diving, bisa melihat whaleshark dari dekat.

Terumbu karang, anemon, surgeon fish, rasse, butterfly fish, gobies, tuna dan lumba-lumba juga menarik perhatian di laut Pulau Christmas. Satu hal penting lainnya dari pulau ini yang tak terpisahkan adalah menjadi habitat asli burung, bahkan pulau ini menjadi satu-satunya habitat bagi burung bobby Abbott yang tersisa di dunia.

Setiap tahunnya ada 86 spesies burung lain singgah ke Pulau Christmas. Beberapa tempat yang bisa dikunjungi di pulau ini oleh para pelancong ada Christmas Island National Park, Lily Beach,The Dales Hiking Trail, The Grotto, Dolly Beach, Greta Beach, Golf Course, Ethel Beach dan Freshwater Cave.

Jika Anda yang ingin berbelanja souvenir bisa ke Wild Papaya. Memang harganya lumayan mahal tetapi banyak yang bisa di lihat selain souvenir yang akan di beli. Toko lokal ini menghadirkan gambar pemandangan alam, flora dan fauna yang ada di Pulau Christmas.

Baca juga: Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia

Untuk sampai ke sini, biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit, di tahun 2013 saja sekitar Rp13 juta belum termasuk tiket PP Jakarta-Perth, Visa Australia, makan dan transportasi selama di sana. Sebab untuk sampai ke pulau ini, dari Jakata melalui penerbangan ke Perth dan baru transit dari Perth ke Pulau Christmas. Sedangkan dari Singapura dan Malaysia sudah bisa terbang langsung ke pulau ini tanpa harus transit di Perth. Selain surga wisata alam, Pulau Christmas juga terkenal dengan keberadaan arena perjudian kelas dunia.

Sukima Mori, “Monster” yang Jaga Anak-anak Tidak Jatuh di Celah Antara Peron dan Kereta

Kereta api Jepang bukan hanya tepat waktu, mereka juga bangga menjadikan keselamatan pelanggan sebagai prioritasnya. Bahkan mereka rela menciptakan monster untuk menjaga anak-anak agar tidak terjatuh ke celah antara peron maupun kereta.

Baca juga: Rayakan Hari Jadi Ke-35, Super Mario Menghiasi Stasiun Shinjuku dan Tokyo

Ide ini adalah gagasan West Japan Railway Company (JR West) yang bekerja sama dengan Osaka City University dan Osaca Municipal College of Design (OMCD) untuk menciptakan “Proyek Kodomo Sukima Tenraku Boushi”, yang diterjemahkan menjadi “Child Gap Fall Proyek Pencegahan“. Proyek ini muncul setelah JR West menemukan bahwa selama tiga tahun terakhir, satu dari tiga kasus penumpang jatuh ke celah di stasiun di daerah Osaka melibatkan anak-anak di bawah usia sepuluh tahun.

Sukima Mori, monster penjaga celah antara peron dan kereta. Foto: soranews24.com

KabarPenumpang.com melansir dari laman soranews24.com (28/01/2022), ini adalah hal yang mengganggu dan memerlukan tindakan serius. Jadi tim di balik proyek memutuskan untuk membuat kampanye dengan tema “menakutkan tetapi menarik”.

Monster yang dikampanyekan ini disebut “Sukima Mori” dengan “sukima” yang berarti “celah” dan “mori” diambil dari “yamori”, yang berarti “tokek”. Ini juga pelesetan dari “sukima mamori” yang berarti “pikirkan celah”.

Dari gambara, Sukima Mori memiliki tinggi 14 meter dan tinggal di celah antara peron dan kereta. Monster ini juga suka bergerak dengan kecepatannya sendiri dan tidur dalam bola. Kehadiran monster ini pun tidak akan membuat anak-anak bermimpi buruk karena Sukima Mori bisa menari saat bahagia.

Sukima Mori yang sedang menari lebih baik daripada seseorang yang mengulurkan tangan untuk meraihmu dengan enam kakinya. Sukima Mori dapat dilihat di sejumlah skenario kereta api yang berbeda untuk memperingatkan anak-anak dan orang tua, tentang bahaya kesenjangan.

Setiap kali celahnya diganggu, Sukima Mori menjadi marah, seperti yang Anda lihat dengan simbol marah berbentuk salib yang muncul di samping kepalanya. Sukima Mori sekarang membuat kehadirannya terasa di stasiun-stasiun di sekitar Osaka, dengan serangkaian poster dan papan tanda digital yang memperingatkan anak-anak dan orang tua, tentang keberadaan monster itu.

Ada juga buklet yang bisa dibacakan orang tua untuk anak-anak mereka di malam hari, seperti cerita pengantar tidur yang manis. Dongeng tersebut menceritakan tentang seorang anak yang berlari menuju kereta api tanpa menggandeng tangan ibunya.

Jadi di masa depan, anak-anak, berhati-hatilah saat mendekati pintu kereta, dan orang tua juga menjauhkan pandangan mereka dari ponsel cerdas dan anak-anak, untuk memastikan mereka tidak dimakan oleh monster yang bersembunyi di bawah kereta. Proyek baru ini berhasil menarik perhatian anak-anak dan orang tua, jadi semoga Sukima Mori dapat menghentikan lebih banyak anak kecil agar tidak terjerumus di masa depan.

Baca juga: “Pokemon with You Train,” Kereta Tematik Pelipur Duka Anak-Anak Korban Gempa Jepang

Setelah penumpang mempelajari bahaya celah dari usia muda, ada kemungkinan besar hal itu dapat mengurangi kecelakaan di antara orang dewasa di masa depan juga, karena itu akan menciptakan generasi baru dari orang dewasa muda yang selamanya akan berpikir monster hidup di celah itu antara kereta dan peron.

“Iri” dengan Lokomotif, Kereta Inspeksi 3 Ini Ikutan Diputar di Turn Table

Mungkin saat ini banyak yang tidak tahu tentang turn table itu apa. Ini adalah meja putar untuk memutar lokomotif kereta api pada masa lalu. Tapi belum lama ini ada momen langka yang hampir tidak ditemukan di depo lokomotif mana pun. Penasaran momen apa?

Baca juga: Stasiun Tulungagung, Dahulu Pernah Dilengkapi Turn Table Lokomotif

Ini adalah tentang kereta bertenaga diesel yang adalah kereta inspeksi dan memutar turn table. Layaknya iri dengan lokomotif yang rutinitas sehari–hari diputar sebelum menjalankan kewajiban membawa rangkaian kereta, Kais (Kereta Inspeksi) 3 ini mencoba untuk diputar di Depo Cipinang.

Biasanya rangkaian ini uji coba dengan melewati jalur central (loop line) dari Tanah Abang via Kampung Bandan, Pasar Senen, Jatinegara, Manggarai lalu berakhir kembali di Stasiun Tanah Abang. Kereta inspeksi lainnya jika persiapan untuk perjalanan dinas sebelumnya melakukan perjalanan uji coba melewati jalur central.

Selain dilakukan uji coba, biasanya kereta ini putar kabin mengingat rangkaian kereta lebih dari satu dan tidak bisa diputar di Depo Cipinang dengan Turn table. Pagi itu pukul 09.00 pagi rangkaian Kais 3 berangkat dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Jatinegara via Manggarai pada Jumat (4/2/2022). Dikabarkan rangkaian kereta ini sempat berhenti di Stasiun Manggarai untuk menunggu aman jalur karena didepan masih terdapat rangkaian KRL akan memasuki Stasiun Jatinegara.

Dirasa sudah aman, Kais 3 berangkat dari Stasiun Manggarai menuju Jatinegara. Saat di Jatinegara, rangkaian masuk di jalur 5 dan kembali menunggu aman jalur kereta menuju Depo Cipinang. Saat jalur aman dengan perlahan Kais 3 memasuki Depo Cipinang. Saat rangkaian Kais 3 sudah berada di Depo Cipinang, jalur pun aman menuju turn table. Kais 3 tersebut terdiri dari 3 unit kereta dengan nomor SI 3 82 07, SI 3 82 05, SI 3 82 06.

Uniknya untuk rangkaian yang akan diputar adalah rangkaian bagian tengah kereta yaitu bernomor SI 3 82 05. Entah apa maksudnya yang diputar adalah bagian tengah kereta, namun informasi yang didapat adalah rangkaian tengah merupakan ruang makan dan toilet yang menghubungkan dari rangkaian dengan nomor SI 3 82 06 yang memiliki ruang rapat.

Proses langsir Kais 3 yang akan diputar adalah rangkaian depan dilepas terlebih dahulu. Kemudian rangkaian tengah dan belakang dilangsir mundur secara perlahan hingga memasuki turntable. Saat rangkaian tengah sudah memasuki turn table, bagian kereta belakang dilepas.

Setelah dilepas, pemutaran dilakukan. Secara perlahan kurang lebih 3 menit rangkaian tengah Kais 3 diputar secara perlahan hingga selesai. Setelah selesai, Kais 3 bagian kabin belakang kembali menyambung bagian tengah Kais 3. Setelah tersambung 2 kereta pun bergerak menuju depo untuk kembali menyambung satu unit lagi bagian kabin dari Kais 3 tersebut.

Baca juga: Depo Cipinang Akan Gantikan Depo Kereta Jatinegara yang Bakal Digusur

Setelah ketiganya sudah tersambung, kru depo dan masinis mencoba untuk mengaliri rem angin dan mencoba arus listrik dan juga sempat kembali menyalakan strobo bagian atas kereta. Dirasa semua aman, akhirnya rangkaian Kais 3 bertolak dari Depo Cipinang menuju Depo Lokomotif Tanah Abang. Dikabarkan dan direncanakan bahwa rangkaian Kais 3 ini akan digunakan rombongan penting untuk peresmian Stasiun Garut, Jawa Barat. PRAS – Cinta Kereta Api

Bali Mulai Buka Rute Internasional Regulernya dengan Kedatangan Pelancong dari Narita

Bali kembali melayani penerbangan internasional regulernya pada Kamis (3/2/2022) kemarin. Ini ditandai dengan mendaratnya pesawat Garuda Indonesia rute Narita – Bali dengan nomor penerbangan GA881. Pesawat itu mendarat pukul 16.32 WITA dan menjadi penerbangan rute internasional reguler pertama sejak dibuka rute internasional menuju Bali pada 14 Oktober 2021 silam.

Baca juga: 20 Bandara Angkasa Pura II Bakal Jadi Airport Metaverse, Sepert Apa?

Dari data didapatkan bahwa penerbangan yang menggunakan pesawat tipe Airbus A330 tersebut mengangkut 12 penumpang. Setibanya di terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, seluruh penumpang langsung menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari implementasi protokol kesehatan yang diterapkan oleh PT Angkasa Pura I selaku operator bandara, bekerja sama dengan sejumlah instansi anggota komunitas bandara.

“Penerbangan GA881 menandai dibukanya kembali rute internasional menuju Bali yang sebelumnya ditutup sementara pada awal pandemi Covid-19 pada Maret 2020 silam. Sebuah awal yang baik. Kami selaku pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai menyambut penerbangan ini dengan sangat baik, serta antusias terhadap penerbangan internasional reguler selanjutnya,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Faik Fahmi juga menekankan tentang implementasi protokol kesehatan dalam penanganan penumpang yang baru tiba di bandara. Penanganan penumpang berjalan lancar, sesuai proses alur yang telah disiapkan, serta sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan.

Dia menambahkan, pihaknya turut mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh instansi komunitas bandara atas sinergi dalam penanganan kedatangan penumpang rute internasional perdana di Bali ini. Kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai selaku pintu gerbang udara utama Pulau Bali mencakup passenger journey sejak penumpang turun dari pesawat hingga penjemputan menuju hotel karantina.

Adapun proses kedatangan penumpang rute internasional adalah sebagai berikut:
1. Pre Flight: sebelum terbang ke Bali, calon penumpang rute internasional harus sudah mengisi e-HAC melalui aplikasi PeduliLindungi, menunjukkan vaksin dosis lengkap, memiliki hasil PCR 3×24 jam, mengisi electronics customs declaration (e-CD), memiliki dokumen pemesanan hotel karantina, memastikan dokumen keimigrasian dan memiliki asuransi perjalanan;
2. Pemeriksaan suhu badan melalui Thermo Scanner;
3. Check Point: pada tahap ini penumpang akan dilayani oleh petugas dan melakukan input data dari e-HAC. Petugas akan melakukan kontrol data serta print QR barcode. Terdapat 20 konter dengan kapasitas kursi tunggu sebanyak 300 kursi. Waktu proses registrasi sekitar 1-2 menit / orang;
4. Pemeriksaan dokumen kesehatan oleh petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan;
5. Pengambilan sampel RT-PCR dengan waktu proses pengambilan sampel sekitar 1,5 menit. Terdapat 20 bilik pengambilan sampel RT-PCR;
6. Pemeriksaan dokumen keimigrasian dengan waktu pemeriksaan sekitar 1 menit. Terdapat 32 konter imigrasi;
7. Pengambilan bagasi di conveyor belt dengan waktu proses 20 s.d. 40 menit;
8. Tapping electronic customs declaration (e-CD) dengan waktu proses 0,16 menit;
9. Menunggu hasil RT-PCR di Holding Area dan melakukan tapping QR Code check point, serta melakukan registrasi hotel dan transportasi. Jika hasil RT-PCR positif, maka penumpang akan dibawa ke rumah sakit;
10. Penumpang melakukan tapping QR Code check point dan melakukan konfirmasi hotel dan transportasi;
11. Penumpang menuju area penjemputan dan menuju hotel karantina.

Secara umum, waktu yang dibutuhkan penumpang untuk menjalani seluruh proses tersebut adalah sekitar 104 menit atau satu jam 44 menit.

“Kami terus melakukan evaluasi atas implementasi proses penanganan penumpang di lapangan, dengan harapan agar proses penanganan kedatangan semakin efisien dan cepat, namun tetap mengedepankan implementasi protokol kesehatan demi terwujudnya perjalanan yang aman, nyaman, dan sehat,” ujar Faik Fahmi.

Baca juga: Dukung Pemulihan Pariwisata di Bali, Angkasa Pura I Berikan Stimulus Bagi Penerbangan Internasional

“Selain penerbangan ini, saat ini terdapat maskapai lain yang telah mengajukan izin rute secara resmi dan telah memperoleh izin, yaitu penerbangan Singapore Airlines rute Singapura-Bali pada 16 Februari, dan Batik Air tujuan Bali-Singapura. Dengan optimalnya implementasi protokol kesehatan, mulai dari bandara keberangkatan, di dalam pesawat, di bandara kedatangan, hingga di objek wisata, akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat internasional untuk terbang lagi dan kembali berwisata di Bali, yang nantinya akan menimbulkan multiplier effect yang positif terhadap perekonomian,” tambahnya.

Komitmen Nol Emisi di 2030, India Kaji Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik di Stasiun Kereta Api

Menjadi salah satu negara yang berkomitmen nol emisi pada tahun 2030 mendatang, India mulai siapkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik (EV). Hal ini diumumkan oleh National National Institution for Transforming India (NITI) Aayog yang akan menyiapkan pengisian EV di seluruh stasiun kereta api di India.

Baca juga: Bus Listrik Dianggap Bukan Solusi Terbaik untuk India, Ini Sebabnya!

Rancangan kebijakan tersebut juga menjadi usul baru untuk pasokan energi terbarukan ke pengisian daya dan telah dibagikan kepada Kementerian Perkeretaapian India. Karena itu, saat ini kebijakan terkait pembangunan infrastruktur pengisian EV tengah dalam pembahasan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari opengovasia.com (29/1/2022), NITI Aayog telah menyarankan untuk sementara, kereta api dapat merencanakan dalam menempatkan fasilitas pengisian EV di semua stasiun secara bertahap hingga tahun 2030. Bahkan fasilitas ini akan segera disediakan di 123 stasiun kereta api yang dibangun kembali.

CEO NITI Aayog, Amitabh Kant, menjelaskan bahwa stasiun kereta api adalah lokasi landmark, dan mereka memainkan peran unik di seluruh sektor transportasi, yang menjadikannya lokasi strategis untuk menyediakan solusi pengisian publik untuk EV. Dalam penyiapan ini, ada skema Faster Adoption and Manufacturing of Hybrid and EV, di mana pemerintah menargetkan peningkatan adopsi EV terutaa di transportasi umum secara besar-besaran.

Tujuan lainnya untuk mendukung sekitar 7.000 e-bus, 500 ribu roda tiga listrik, 55 ribu mobil penumpang roda empat listrik dan satu juta roda dua listrik melalui subsidi. Untuk mencapai hal ini, menyediakan jaringan infrastruktur pengisian EV yang baik dan dapat diakses sangat penting.

Terlepas dari inisiatif pemerintah yang sudah ada untuk meningkatkan fasilitas pengisian EV, stasiun kereta api dapat menyediakan infrastruktur pengisian daya yang aman dan dapat diakses oleh penduduk kota. Awal bulan Januari, para peneliti dari beberapa Institut Teknologi India (IIT) mengembangkan teknologi baru untuk mengisi daya EV, yang harganya sekitar setengah dari teknologi pengisi daya onboard saat ini.

Ini dapat sangat membantu mengurangi biaya kendaraan roda dua dan empat. Untuk diketahui, pengembangan teknologi skala lab telah selesai dan gradasi serta komersialisasi sedang berlangsung. Salah satu produsen EV terkemuka di negara itu juga telah menunjukkan minat pada teknologi baru ini dan siap untuk mengembangkan produk komersial lengkap yang dapat diterapkan pada kendaraan listrik yang ada, klaim tim tanpa menyebut nama perusahaan.

Teknologi tersebut telah dikembangkan di IIT (BHU), Varanasi, bekerja sama dengan para ahli dari IIT-Guwahati dan IIT-Bhubaneshwar. Seorang perwakilan menjelaskan bahwa di tengah meningkatnya biaya produk minyak bumi dan meningkatnya tingkat polusi, EV adalah alternatif terbaik untuk mesin IC konvensional.

Namun, kurangnya infrastruktur pengisian daya off board memaksa pembuat mobil untuk memasukkan pengisi daya onboard ke dalam kendaraan itu sendiri. Dalam teknologi pengisi daya onboard yang diusulkan, tim mengurangi antarmuka elektronik daya tambahan yang diperlukan untuk mode propulsi dan, oleh karena itu, komponen yang terlibat dikurangi.

Baca juga: Kaza Himachal Pradesh Jadi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Tertinggi di Dunia

Teknologi ini akan memangkas biaya pengisi daya onboard hampir 40-50 persen dibandingkan dengan yang sudah ada. Pengurangan biaya pengisi daya selanjutnya akan mengurangi biaya EV juga. Seorang pejabat mencatat bahwa teknologi tersebut akan sepenuhnya dikembangkan secara lokal dan akan memiliki dampak signifikan pada pasar EV.

Filipina Akan Buka Akses Bagi Pelancong Luar Negeri

Di awal Februari ini, Filipina akan kembali membuka diri untuk pelancong dari luar negeri. Pengumuman ini setelah Departemen Pariwisata bertemu dengan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah serta unit pemerintah daerah. Pembukaan kembali destinasi Filipina ini untuk mengatasi masalah penutupan selama masa pandemi.

Baca juga: Filipina Larang Wisatawan Indonesia Masuk 16-31 Juli, Ini Data Kunjungan Kedua Negara

Howard Lance Uyking, asisten sekretaris pariwisata untuk branding dan komunikasi pemasaran mengatakan, mereka harus merampingkan proses perjalanan dan membuatnya lebih nyaman terutama bagi pelancong asing. Sebab selama ini, tidak ada protokol perjalanan yang sama di Filipina untuk setiap tujuan wisata.

Dilansir KabarPenumpang.com dari ttgasia.com (03/02/2022), Ritchie Tuano, mantan presiden Asosiasi Agen Perjalanan Filipina, melihat secercah harapan bahwa pembukaan kembali perbatasan “akan memulai kebangkitan perjalanan”. Tuano mengatakan penghapusan persyaratan karantina dan beberapa tes PCR untuk pelancong yang divaksinasi penuh dari lebih dari 150 negara yang bebas visa “membuka kembali peluang bagi orang untuk mempertimbangkan bepergian lagi”.

Bernadette de Leon, manajer umum Amiable Intertours, mengatakan pengumuman pembukaan kembali belum menimbulkan pertanyaan masuk, tetapi “karena pandemi ini dikendalikan, dikelola dan diteliti dengan cermat, kuartal kedua tahun 2022 lebih menjanjikan”. Sementara anggaran perjalanan “merupakan pertimbangan besar” untuk rencana perjalanan mendatang, De Leon tetap optimis “bahwa pergerakan perjalanan akan berputar lagi”.

Tuano, salah satu dari delapan anggota konsorsium agen perjalanan Good Morning Tourismo yang dibentuk untuk mendorong perjalanan yang aman, mengatakan kelompok itu mulai menerima pertanyaan tentang tujuan lokal dan internasional. Good Morning Tourismo juga mencatat “peningkatan jumlah pertanyaan dan permintaan untuk paspor dan aplikasi visa dan perpanjangan, petunjuk bahwa orang bersiap-siap untuk bepergian juga”.

Baca juga: Filipina Bangun Kapal Penumpang dengan Teknologi Trimaran untuk Kurangi Emisi Karbon

Tuano mengharapkan pemulihan awal datang dari lonjakan terutama dari balikbayan atau Filipina yang tinggal di luar negeri yang menahan mudik mereka selama dua tahun terakhir serta orang asing dari Asia Tenggara dan negara-negara lain yang tidak memiliki pembatasan perjalanan dari Filipina. De Leon dan Tuano keduanya mengatakan penting untuk mematuhi protokol keselamatan dan membuat para pelancong terus-menerus diingatkan tentang hal ini untuk memastikan bahwa masuk dapat dipertahankan dan menghindari peningkatan infeksi yang ceroboh dan pemulihan pembatasan.

Kurangnya Perawatan Reklame, Platform Screen Door MTR Hong Kong Jatuh

Bulan lalu, sepasang pintu gerbong jatuh dari kereta. Insiden ini karena kurangnya pengawasan petugas dan tidak ada pemeliharaan papan reklame preventif oleh operator kereta api di Hong Kong.

Baca juga: Akibat Iseng di Platform Screen Doors, Kereta Bawah Tanah Jepang Terlambat 1 Menit

Badan investigasi MTR Corporation dalam laporannya, menyebutkan bahwa panel miring ke luar dari papan reklame di sisi trek setelah menabrak dan membuat sepasang pintu gerbong copot. Insiden terjadi saat melintas di Kennedy saat mendekati peron di Stasiun Causeway Bay.

“Penyelidikan menyimpulkan bahwa panel akses condong ke luar dan menabrak sepasang pintu kereta offside pertama karena kegagalan dua kunci dan dua sumbat dalam menahan panel pada posisinya,” katanya.

Dalam laporan itu mengatakan, bahwa panel akses bergerak untuk mengganti poster di papan reklame yang seharusnya ditahan dengan dua kunci dan dua sumbat untuk perlindungan lebih lanjut.

“Sebelum kejadian, gerendel salah satu kunci telah jatuh, dan kunci lainnya rusak. Salah satu sumbat hilang dan yang lainnya ditemukan dengan salah satu dari dua sekrup pemasangannya hilang, mengakibatkan kegagalan untuk menghentikan panel akses agar tidak condong pada akhirnya setelah sering berderak,” kata laporan itu yang dikutip KabarPenumpang.com dari scmp.com (27/01/2022).

Laporan itu mengatakan pekerja untuk kontraktor gagal melihat kunci yang rusak, sementara yang lain tidak terpasang dengan benar karena pemahaman yang buruk tentang cara mengunci sepenuhnya dan mekanismenya, menambahkan bahwa ada kurangnya pemeliharaan preventif dari MTR Corp.

“Sementara kunci yang rusak tidak terdeteksi oleh kontraktor, untuk stopper, MTR Corporation tidak secara eksplisit meminta untuk dimasukkan dalam prosedur pemeriksaan kontraktor. Korporasi telah mengandalkan laporan kerusakan dari kontraktor untuk mengatur perbaikan yang diperlukan, dan tidak ada pemeliharaan preventif khusus yang diberikan pada kunci dan sumbat, terutama mengatasi keausannya,” jelas badan investigasi MTR.

Badan investigasi menambahkan, kontraktor harus meningkatkan prosedur dan pelatihan bagi para pekerjanya sementara MTR Corp perlu memperkuat rezim pemeliharaannya untuk papan reklame di pinggir jalan. Raksasa rel tersebut telah melepas semua panel akses dari delapan papan reklame pinggir jalan yang dapat dikonversi dan bagian terkaitnya untuk menghilangkan risiko miring keluar.

Baca juga: Ponsel Keluarkan Asap, 80 Penumpang MTR Hong Kong Terpaksa di Evakuasi

Perangkat penginderaan pemantauan jarak jauh dengan fungsi peringatan untuk memastikan penguncian yang tepat dari sekitar 300 papan iklan dengan panel depan yang menarik akan dipasang dengan indikator penguncian tambahan, katanya.

20 Bandara Angkasa Pura II Bakal Jadi Airport Metaverse, Sepert Apa?

20 bandara di Indonesia yang dikelola Angkasa Pura (AP) II akan bertransformasi menjadi airport metaverse. Bandara-bandara tersebut nantinya akan memperkuat DROID (Digitally Ready for Operational and Infrastructure Development) dalam menghadapi perkembangan global.

Baca juga: Mau Jadi ‘Airport of The Future,’ PT Angkasa Pura II Hadirkan Berbagai Teknologi

Kata kunci metaverse belakangan melonjak seiring digunakan sebagai nama pengganti Facebook. Metaverse yang diusung Meta (Facebook) adalah sebuah konsep dunia virtual yang di dalamnya siapapun bisa menjelajahi dunia tersebut bersama pengguna internet lainnya dalam sebuah sosok avatar atau karakter yang mereka buat.

Sedangkan Airport Metaverse AP II merupakan sinergitas antara ekosistem dunia digital dengan teknologi yang mendukung, salah satunya adalah teknologi extended reality seperti Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mix Reality (MR).

Dalam keterangan pers AP II yang diterima KabarPenumpang.com, melalui metaverse setiap orang yang secara fisik tidak berada di ruang yang sama, dapat terhubung langsung di dunia digital untuk saling bertemu, bekerja, berkomunikasi, bersosialisasi, berkolaborasi, dan lain sebagainya.

“AP II akan mengembangkan Airport Metaverse sehingga tentunya metaverse ini digunakan untuk kepentingan bandara mulai dari operasional, pelayanan, hingga komersial,” kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin.

“Melalui NEXT Airport 4.0, kami mengadopsi metaverse untuk memperkenalkan Airport Metaverse yang memperkuat penerapan DROID Model guna meningkatkan Operational Excellent, Customer Experience, dan Ecosystem Exploration,” jelasnya.

“Teknologi ini membantu pengunjung bandara atau penumpang pesawat untuk dapat lebih tepat memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai kegiatan di bandara AP II,” tambahnya.

Setidaknya ada tiga program yang memanfaatkan metaverse. Pertama, Airport Metaverse Learning. AP II akan mengembangkan modul dan metode pelatihan untuk mendukung keandalan operasional bandara.

Pelatihan memanfaatkan metaverse ini lebih optimal dalam membuat standard operating procedure (SOP) yang dijalankan staf bandara tetap terjaga di seluruh bandara AP II.

Baca juga: Hadapi Pertumbuhan Penumpang, Angkasa Pura II Akan Bangun Bandara “Greenfield” di Jakarta

Program kedua adalah Tourism Activity Center. Memanfaatkan metaverse, masyarakat luas dari berbagai lokasi dapat mengetahui dan mengenal berbagai destinasi wisata di suatu wilayah di mana terdapat bandara AP II. Melalui metaverse, pengguna dapat saling berinteraksi termasuk juga berkomunikasi langsung dengan staf AP II.

Terakhir, Augmented Airport Experience. Dapat digunakan pengunjung bandara atau penumpang sebagai alat navigasi melalui gadget untuk menuju berbagai lokasi di bandara, misalnya boarding lounge, restoran atau tenant tertentu.

Garuda Indonesia Buka Penerbangan Reguler 1x Seminggu Denpasar – Narita

Garuda Indonesia mulai 3 Februari 2022 resmi melayani penerbangan internasional regular perdana ke Bali di tahun 2022, sejalan dengan kembali dilayaninya penerbangan internasional melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Adapun layanan penerbangan tersebut dioperasikan melalui rute Narita – Denpasar dengan armada A330-300.

Baca juga: Kabar Gembira, Garuda Indonesia Pertahankan Rute Internasional ke Sydney, Narita, Seoul dan Hong Kong 

Pada penerbangan perdana rute Narita – Denpasar tersebut, Garuda turut mengangkut komoditas kargo dari Jepang sebesar 30 ton yang terdiri dari sparepart konstruksi, otomotif, hingga barang elektronik.

Pengoperasian penerbangan ini sejalan dengan diresmikannya rute penerbangan khusus kargo Denpasar – Narita via Manado yang mulai beroperasi pada Rabu (2/2) lalu dan turut diselaraskan dengan kebijakan pemerintah terkait pembukaan akses pintu masuk internasional Bali mulai tanggal 4 Februari 2022 mendatang. Diresmikannya rute penerbangan Narita – Denpasar ini merupakan hasil kerja sama antara Garuda Indonesia dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali serta Kedutaan Besar RI di Jepang.

Pada tahap awal ini, penerbangan Narita-Denpasar akan melayani penumpang yang telah memiliki visa bisnis maupun masyarakat yang telah memenuhi kriteria perjalanan lainnya sesuai dengan ketentuan perjalanan internasional yang berlaku di Indonesia.

Adapun rute penerbangan Narita – Denpasar tersebut dilayani satu kali setiap minggunya pada hari Kamis, dengan nomor penerbangan GA 881 yang akan diberangkatkan dari bandara internasional Narita pada pukul 09.15 LT dan akan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar pada pukul 16.00 WITA. Lebih lanjut, pesawat yang dioperasikan untuk melayani penerbangan tersebut merupakan armada yang sebelumnya digunakan sebagai angkutan khusus kargo dengan rute penerbangan Denpasar – Narita melalui Manado yang beroperasi sebanyak 1 kali per minggu setiap hari Rabu.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa dibukanya kembali layanan penerbangan Narita – Denpasar tersebut merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia sebagai national flag carrier dalam mendukung program pemerintah, khususnya terkait dengan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional yang dioptimalkan melalui penyediaan aksesibilitas layanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Baca juga: Ukur Kepuasan Pelanggan, Bandara Tokyo Narita Sebar Perangkat Feedback Technology

“Layanan penerbangan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memaksimalkan potensi pasar Narita, Jepang secara berkesinambungan baik melalui pangsa pasar angkutan kargo yang difokuskan pada angkutan komoditas ekspor unggulan Bali melalui rute khusus penerbangan kargo Denpasar – Manado – Narita, serta angkutan penumpang inbound menuju Indonesia melalui rute penerbangan Denpasar – Narita”, papar Irfan.