Bergaya “Striptease,” Pramugara Berperut Buncit Lakukan Demo Keselamatan Penerbangan

Keunikan-keunikan kerap kali terjadi dalam sebuah penerbangan, biasanya datang dari awak kabin baik melontarkan candaan hingga aksi yang membuat penumpang tertawa. Seperti yang terjadi pada maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat, Southwest Airlines, dimana seorang awak kabin pria melakukan demo alat-alat keselamatan dengan cara yang unik. Baca juga: Bocah 8 tahun, Fasih Peragakan Alat Keselamatan di Dalam Kabin Awak kabin ini melakukannya seperti seorang penari bar striptease yang menggoyangkan dan menaik turunkan tubuhnya saat mendemokan alat keselamatan. KabarPenumpang.com melansir dari thesun.co.uk (3//12/2018), kejadian unik tersebut terjadi pada penerbangan dari Chicago menuju Omaha. Seorang awak kabin mengenakan baju pelampung melalui kepalanya dan menggesekkan tubuhnya ke dinding kabin. Dia juga berputar-putar erotis sembari memegang dinding kabin dan kemudian meniup corong untuk mengisi udara di baju pelampung dengan gayanya memonyongkan bibir dengan mimik ‘nakal.’
Tak hanya itu, awak kabin itu juga berjalan di lorong seperti seorang pragawati yang memamerkan busana dan penumpang yang melihat hal tersebut tertawa. Seorang penumpang bernama Bethany Joy Brenes menggambarkan situasi itu sebagai momen yang tak terlupakan. Dia mengatakan, mungkin ini pertama kalinya penumpang mendapatkan demonstrasi alat keselamatan yang unik. Namun ternyata hal tersebut bukanlah pertama kalinya terjadi, dalam penerbangan lain seorang pria yang berpakaian seperti awak kabin diizinkan untuk membantu menerangkan demo alat keselamatan. Para penumpang yang melihat itu pun tertawa. Penumpang yang menggunakan akun @Racingsnake mentweet video pria berpakaian seperti awak kabin perempuan tersebut memberikan sedikit hiburan selama demo. “Play fair untuk @Ryanair dan anggota awak kabin Ryan. Ini yang pertama bagi saya,” tulis akun itu lagi. Tak hanya itu, awal tahun 2018, ternyata seorang awak Ryanair menari dengan iringan lagu Toxic milik Britney Spears untuk menghibur penumpang. Seorang penumpang mengaku, perlakuan awak kabin tersebut setelah penumpang disajiikan minuman tidak lama sebelum mendarat. Baca juga: Sempat Viral, Awak Kabin AirAsia X Ini Tirukan Gaya Britney Spears “Kemudian mereka mengumumkan di atas speaker bahwa kami akan disuguhi hiburan di dalam pesawat.” Sebelumnya seorang pramugari yang bosan memperlakukan penumpang dengan rendisi Despacito di atas sistem PA pesawat, membawa kegembiraan bagi penumpang di atas pesawat. Di Indonesia pun tak kalah menarik, salah satu maskapai LCC yakni Citilink kerap kali melontarkan pantun-pantun unik sesaat sebelum pesawat mendarat di kota tujuan. Ini membuat penumpang terhibur dan menjadi satu bagian unik tersendiri yang dimiliki Citilink.

BlueSG Singapura Hadirkan Stasiun Pengisian Daya untuk Mobil Listrik Lain

Operator car-sharing di Singapura, BlueSG yang melayani wahana bertenaga listrik kini mengambil bagian untuk menumbuhkan ekosistem kendaraan listrik dengan membuat stasiun pengisian bagi pemilik kendaraan listrik lain yang rencananya akan dimulai tahun depan. Nantinya titik pengisian (charging point) mobil listrik milik pribadi akan berlokasi di tempat parkir Housing and Development Board dan parkir mobil pribadi. Baca juga: Palembang Dapat Bantuan Mobil Listrik Hidrogen, Ini Dia Bedanya dengan Mobil Listrik Biasa! Pengoperasian tersebut akan dilakukan oleh Urban Redevelopment Authority dan pengembang industri nasional JTC. Dilansir KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (12/12/2018), pengumuman ini disampaikan saat ulang tahun pertama BlueSG pada Selasa (11/12/2018) kemarin. Dalam pengumuman yang disampaikan Direktur pelaksana BlueSG Franck Vitte, rincian lebih lanjut terkait biaya dan lainnya akan diumumkan dalam waktu dekat. BlueSG merupakan anak perusahaan dari Blue Solutions yang dimiliki oleh konglomerat Prancis Bollore Group, sebelumnya mengatakan bahwa pada tahun 2020, sekitar 20 persen poin pengisiannya akan tersedia untuk mobil listrik milik pribadi. Ia juga berencana untuk mengembangkan armadanya dari 300 mobil yang ada saat ini menjadi seribu mobil, dan memiliki 500 stasiun yang menyediakan dua ribu titik pengisian. BlueSG sekarang memiliki 135 stasiun dengan 531 titik pengisian daya. Pada akhir tahun ini, mereka memperkirakan jumlah ini akan bertambah menjadi 591 titik pengisian daya di 150 lokasi. Terkait sistem yang bekerja untuk pengemudi mobil listrik pihak ketiga, BlueSG mengatakan bahwa pemilik kendaraan pribadi dapat memesan titik pengisian terlebih dahulu melalui aplikasi seluler BlueSG, dan akan membayar biaya tersebut setiap menit. Untuk semester pertama tahun 2019, BlueSG juga akan meluncurkan rencana keanggotaan perusahaan, tersedia dalam beberapa paket yang bisa dipilih pengemudi. Perusahaan akan ditagih langsung untuk penggunaan karyawan mereka. Operator telah melakukan pembicaraan dengan bisnis selama dua hingga tiga bulan terakhir, dan mengatakan bahwa harga saham perusahaan juga akan diketahui lebih dekat dengan peluncuran. Bulan November 2018 kemarin, BlueSG melakukan survei kepuasan terhadap 1249 responden yang menggunakan layanannya dan didapat bahwa 90 persen dari mereka ingin melihat lebih banyak stasiun pengisian yang sedang dibangun. “Ketika kami bertanya kepada mereka perbaikan apa yang ingin mereka lihat, jawaban pertama adalah mereka ingin memiliki lebih banyak stasiun. Ini adalah tujuan kami untuk membangun lebih banyak stasiun di mana mereka berada, ke mana mereka pergi,” kata Vitte. Baca juga: Nanyang University Punya Bus Kampus Elektrik? Unpad dan UI Juga Punya Tapi… Survei juga menemukan bahwa lebih dari sepertiga responden harus berjalan lebih dari 11 menit ke stasiun BlueSG. Perusahaan itu mengatakan akan melakukan ini dengan menyediakan lebih banyak lokasi pengisian daya. “Disinilah kami terus bekerja, untuk melihat bagaimana kami dapat memiliki stasiun lebih dekat ke tempat pelanggan ingin pergi, atau ingin mulai menyewa mobil,” ujar Direktur komersial dan jaringan BlueSG, Jenny Lim

Troli Tak Hanya Angkut Barang, di Bandara India Menjadi Tempat Penyelundupan Emas

Troli biasa digunakan penumpang untuk mengangkut barang bawaan mereka di bandara. Namun apa jadinya bila troli tersebut digunakan untuk melakukan kejahatan dengan menyelundupkan barang terlarang ataupun emas? Juni 2018 kemarin, sebuah troli di Bandara Internasional Chhatrapati Shijavi (CSIA) menjadi alat menyelundupkan emas. Baca juga: Bawa Benih Lobster, Penumpang Lion Air Terancam Pidana 10 Tahun! KabarPenumpang.com melansir dari laman hindustantimes.com (10/6/2018), awalnya seorang petugas Intilejen Udara (AIU) mencegat Sheikh Zulfekar Ali setelah tiba dari Dubai dan menggunakan paspor India pada hari Selasa (5/6/2018). Kemudian Ali berjalan di jalur dan keluar dari bandara ketika petugas merasa ada yang ganjal dan mendeteksi sesuatu dari troli yang digunakannya. Ali kemudian dicegat dan troli yang digunakannya diperiksa serta didapatkan empat batang emas seberat 1200 gram atau 1,2 kg senilai Rs34 lakh. “Dia telah menempelkan emas batangan di troli menggunakan dua pita perekat transparan. Emas itu menempel pada panggangan logam dari keranjang,” ujar seorag perwira senior AIU. Sedangkan hari Kamis (7/6/2018) atau dua hari setelahnya seorang pemilik pasapor India Sajid Shaikh,juga di cegat setelah melewati keamanan. “Shaikh sedang menuju pintu keluar ketika dia dihentikan. Petugas menemukan 15 keping emas senilai Rs25.19 lakh, ”kata petugas itu. Syaikh telah menyembunyikan emas di batang baja yang dia lekatkan pada kerangka troli bagasi. Sumber menyatakan bahwa penyelundup memilih teknik baru yang lebih inovatif untuk menghindari pihak pabean. Baca juga: Lagi, Calon Penumpang Kedapatan Selundupkan Emas ke Dalam Botol Suplemen Makanan “Para penyelundup memilih untuk menempelkan emas ke troli setelah mengambil koper dari sabuk. Tidak mungkin untuk memeriksa setiap troli karena banyaknya volume penumpang,” kata petugas itu. Rute udara telah menjadi pilihan populer untuk menyelundupkan sindikat yang mempekerjakan operator dengan menjanjikan mereka imbalan yang baik untuk membawa emas melalui bea cukai. Di masa lalu, pihak berwenang telah menemukan emas yang disembunyikan di tas katun yang disimpan di toilet belakang pesawat, kantong jaket pelampung, pemegang kertas tisu di toilet pesawat, kursi pesawat di bawah, toilet counter imigrasi dan rongga masker oksigen toilet belakang di pesawat antara lain lokasi.

Meluncur Maret 2019, Inilah Hexa, Mini Copter Kursi Tunggal dengan 18 Propeller

Dewasa ini, layanan taksi udara seperti Uber Elevate dan nama-nama lain memang tengah digembar-gemborkan bakal menjadi solusi kemacetan dan polusi yang sudah semakin tidak bisa ditolerir. Namun kendala perijinan dan regulasi pada akhrinya menghambat moda-moda futuristik ini untuk mulai unjuk gigi di depan khalayak ramai dan membuktikan kapabilitasnya untuk mengentaskan masalah-masalah tersebut. Lalu, akankah taksi udara ini dapat ijin untuk mulai beroperasi dalam waktu singkat? Baca Juga: Inggris Berdayakan Drone Untuk Pantau Para Pelanggar dan Inspeksi Jalur Kereta Seperti yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, berbagai perusahaan penyedia jasa layanan transportasi masih terbentur urusan regulasi dan terpaksa mengurungkan niatnya untuk segera meluncurkan produk andalannya tersebut. Alih-alih menunggu lama, Anda memiliki kesempatan untuk menjajal moda udara otonom ini di tahun 2019 mendatang – dimana salah satu perusahaan yang berbasis di Austin, Amerika Serikat, Lift Aircraft tengah mempersiapkan untuk memulai debut perdana dari pesawat Vertical Take-Off Landing (VTOL) 18-prop-nya yang bernama Hexa. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (12/12/2018), Hexa sendiri merupakan moda udara berkursi tunggal yang menggunakan bahan dasar serat karbon ringan dan memiliki bentuk sederhana. Hexa memiliki empat bantalan pada bagian bawahnya yang memungkinkan moda ini untuk mendarat dimana pun – aspal, tanah, atau air sekalipun. Sistem kontrolnya pun sangatlah sederhana, yaitu hanya dengan menggunakan joystick dan iPad Pro. Hexa tidaklah rumit seperti helikopter – sederhananya, moda ini memiliki bentuk layaknya sebuah drone raksasa dengan 18 propeller dengan satu kursi pengemudi pada bagian tengahnya dan empat bantalan untuk menunjang pendaratannya. Alih-alih menggunakan satu baterai sentral, Hexa menggunakan 18 baterai kecil yang terletak di bawah setiap baling-balingnya (propeller). Baca Juga: Ternyata Drone Dilarang di Negara-Negara Ini “Baterai adalah salah satu bagian yang paling tidak dapat diandalkan dari powertrain. Motor dan propeller dapat diandalkan, hanya ada beberapa bagian yang bergerak, tetapi baterai cenderung memiliki lebih banyak kegagalan daripada kedua komponen itu,” ujar CEO Lift Aircraft, Matt Chasen. Keunikan lain dari Hexa adalah moda ini tergolong ke dalam jenis ultralight vehicle, dimana Anda tidak membutuhkan sertifikasi pilot untuk mengemudikannya. Kecepatan maksimum untuk ultralights vehicle ini adalah 55 knot, atau yang setara dengan 101 km per jam. Rencananya, Lift Aircraft akan mulai menyewakan moda-moda ini pada bulan Maret 2019 mendatang.  

Seri Boeing 777 Diluncurkan dalam Dua Varian “Business Jet”

Boeing Business Jets (BBJ) baru saja meluncurkan versi terbaru dari keluarga 777X dalam bentuk jet bisnis berbadan lebar yang mampu terbang melintasi separuh dunia hanya dengan sekali pengisian bahan bakar. Tersedia dalam dua varian, BBJ 777X menggabungkan jarak terbang hingga 11.645 mil laut (21.570 km) dengan ruang interior hingga 3.689 kaki persegi (342,7 meter persegi). Baca Juga: Boeing Tampilkan Konsep Kamar Mandi Mewah Pada Business Jet Class Berdasarkan pada pesawat penumpang Boeing 777-8 dan 777-9, varian BBJ 777X memiliki keuntungan dari segi bebannya yang terbilang cukup ringan karena Boeing telah meminimalisir kapasitas bangku yang mampu menampung 350 hingga 425 kursi guna memperluas jangkauan asli pesawat jenis ini yaitu berkisar 8.700 mil laut atau yang setara dengan 16.110 km. Selain itu, dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (11/12/2018), pihak Boeing telah menyoroti potensi untuk mendesain ulang interior dengan konsep komisioning berkat hasil kerja samanya dengan Greenpoint Technologies, Jet Aviation, dan Unique Aircraft Design.
Interior BBJ 777X. Sumber: newatlas.com
Melalui BBJ 777X ini, Boeing mengupayakan meningkatkan jarak tempuh dari armada-armada exclusivenya ini. Sebagaimana kebanyakan keluarga dari Boeing 777X, BBJ 777X ini juga didukung oleh mein pesawat turbofan high-bypass GE9X dari perusahaan terkemuka, General Electric. BBJ 777X pun memiliki desain sayap ringan dengan menggunakan bahan spar komposit. Adapun lebar sayap dari BBJ 777X mencapai 235 kaki atau yang setara dengan 72m. Selain itu, BBJ 777X memiliki wingtip lipat baru yang memungkinkannya menggunakan gerbang bandara standar. Ada juga jendela yang lebih besar dan sistem pencahayaan baru. Baca Juga: Beberapa Hal Yang Terlupakan dari Nama Besar Boeing Melalui lama web resminya, Boeing sesumbar mengatakan bahwa BBJ 777X merupakan pesawat jet kelas bisnis dengan jarak tempuh paling jauh dari semua yang pernah ada sebelumnya. Di sini, Boeing menyebutkan bahwa mereka mengeluarkan dua varian – BBJ 777-8 dan BBJ-9. Untuk BBJ 777-8, Boeing merancang agar si burung besi ini dapat mengarungi jarak hingga 21.570km, sedangkan untuk BBJ 777-9 dapat menempuh jarak hingga 20.370km – untuk menempuh jarak tersebut, operator hanya cukup mengisi bahan bakar satu kali saja. “Khusus bagi para pelanggan kami yang ekslusif, dimana kami ingin memberikan kenyamanan paling prima terhadap mereka yang hendak melakukan penerbangan langsung jarak jauh,” tutur Direktur Boeing Business Jet, Greg Laxton.    

Garuda Indonesia Buka Rute Kertajati–Tanjung Karang– Palembang dan Kertajati–Balikpapan-Tarakan

Garuda Indonesia mengumumkan pengoperasian layanan penerbangan dari BandaraI Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. Diperkenalkannya layanan penerbangan dari Bandara Kertajati tersebut ditandai dengan pengoperasian layanan rute penerbangan Kertajati – Tanjung Karang – Palembang pp mulai 18 Desember 2018 dan layanan rute penerbangan Kertajati – Balikpapan – Tarakan pp pada 21 Desember 2018 mendatang. Baca juga: Dari Jakarta Mau Bandara Kertajati? Selain via Tol Cipali Nantinya Tersedia Kereta Bandara Diperkenalkannya layanan penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Kertajati tersebut ditandai dengan peresmian rencana pengoperasian rute baru Garuda Indonesia di Bandara Internasional Kertajati tersebut bersama Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi di acara “Ngariung Bareng BIJB” di Hotel Merlyn Park, Jakarta (11/12). Diperkenalkannya dua rute baru Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Kertajati tersebut sejalan dengan komitmen pengembangan jaringan penerbangan nasional Garuda Indonesia yang sekaligus mendukung komitmen pemerintah dalam memperluas akses konektivitas penerbangan nasional khususnya melalui Bandara Internasional Kertajati. Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menyambut baik dioperasikannya layanan penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Kertajati tersebut. “Hadirnya Garuda Indonesia sebagai National Flag Carrier di Bandara Internasional Kertajati tersebut merupakan momentum tersendiri dalam upaya pengembangan jaringan penerbangan yang dilayani oleh Bandara Internasional Kertajati”. Rute penerbangan Kertajati – Lampung akan dilayani dengan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang yang beroperasi sebanyak 3 kali seminggu (selasa, Kamis dan Sabtu). Penerbangan Kertajati – Lampung berangkat dari Bandara Kertajati pada pukul 09.50 waktu setempat dan tiba di Lampung pada pukul 11.00 yang kemudian melanjutkan penerbangan ke Palembang pada pukul 11.30. Adapun penerbangan Palembang – Lampung diberangkatkan pukul 06.40 waktu setempat yang kemudian akan melanjutkan penerbangan Lampung – Kertajati yang akan berangkat dari Lampung pada pukul 08.10 dan tiba di Bandara Internasional Kertajati pada pukul 09.20. Rute penerbangan Kertajati – Balikpapan akan dilayani dengan armada Bombardier CRJ1000 Nextgen berkapasitas 96 penumpang sebanyak 2 kali seminggu (Senin dan Jum’at). Penerbangan Kertajati – Balikpapan akan diberangkatkan dari Bandara Kertajati pada pukul 12.35 waktu setempat dan tiba di Balikpapan pada pukul 16.10 waktu setempat yang kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Tarakan pada pukul 17.00. Baca juga: Mulai 8 Juni 2018, Damri Operasikan Bus ke Bandara Kertajati dari Empat Kota Sedangkan penerbangan Tarakan – Balikpapan akan diberangkatkan pada pukul 09.10 waktu setempat yang kemudian akan melanjutkan penerbangan Balikpapan – Kertajati pada pukul 10.45 dan tiba di Bandara Kertajati pada pukul 11.55 waktu setempat.

Tidak Dibantu Jin, Ini Dia LCC Asal Korea Selatan, Jin Air!

Beberapa waktu ke belakang, jagat media sosial Instagram Indonesia dibuat heboh dengan adanya pernyataan seorang netizen yang mengatakan bahwa selama ini pesawat bisa terbang karena bantuan jin atau makhluk gaib. Tentu saja pernyataan tersebut mengundang perdebatan dan tidak sedikit yang malah menertawakan pernyataan tersebut. Dengan pasti, netizen ini mengatakan bahwa pesawat bisa terbang karena bantuan puluhan jin yang dikontrak oleh perusahaan terkait. Baca Juga: Korean Air, Setiap Hari Layani Penerbangan Langsung Cengkareng-Incheon Ia juga mengaitkan bahwa hal ini pula yang melatarbelakangi mengapa di dalam pesawat tidak ada musholla untuk umat Muslim melakukan Sholat. Karena jika ada musholla, maka jin-jin ini akan terbakar ketika mendengar lantunan kalimat suci. Tentu saja ini hanya sekedar sudut pandang seseorang yang tidak bisa kita salahkan sepenuhnya. Ngomong-ngomong soal jin, tahukah Anda bahwa Korea Selatan punya satu layanan penerbangan berbiaya murah yang bernama Jin Air? Ya, maskapai yang didirikan pada tahun 2008 silam ini mulai melakukan penerbangan perdananya pada bulan Juli 2008. Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, maskapai yang merupakan anak perusahaan dari Hanjin Group ini tercatat memiliki enam rute penerbangan domestik dan 26 destinasi internasional per April 2018 silam. Bermarkas di Gangseo-gu, Seoul, maskapai ini adalah salah satu pengguna setia armada dari Boeing, dimana ke-26 armadanya semua menggunakan pesawat rakitan Boeing – 22 unit Boeing 737-800, dan empat unit Boeing 777-200ER. Di awal pengoperasiannya, Jin Air hanya melayani rute domestik. Tepat pada 17 Juli 2008, Jin Air pertama kali mengudara dari Gimpo International Airport menuju Jeju International Airport dengan menggunakan armada Boeing 737-800. Dua tahun berselang, tepatnya pada bulan Oktober 2009, Jin Air mulai pertama kali melakoni penerbangan internasional perdananya menuju Macau, Guam, dan Bangkok. Baca Juga: Jelang Olimpiade Musim Dingin 2018, Bandara Incheon Buka Terminal 2 Setelah dinilai sukses dengan menerbangkan penumpang, Jin Air mulai mencoba peruntungan dengan mengadakan layanan kargo pada November 2013. Lalu pada Desember 2015, maskapai ini mulai menawarkan rute penerbangan jarak jauh perdananya, dari Incheon menuju Honolulu. Sebagai informasi tambahan, Jin Air juga merupakan anak perusahaan dari Korean Air – flag carrier Korea Selatan.    

George Bush 41, Lokomotif Pemberian Union Pacific Kepada Presiden AS ke-41

30 November 2018 kemarin, dunia dikejutkan dengan kabar duka dari Amerika Serikat, dimana Presiden ke-41 mereka, George HW Bush dinyatakan meninggal dunia dalam usia 94 tahun. Namun siapa yang menyangka bahwa semasa hidupnya, George HW Bush punya peranan yang cukup penting dalam dunia perkeretaapian Amerika. Baca Juga: Serba-Serbi Amtrak, Kereta Jarak Jauh Yang Sering Mejeng di Film Hollywood Kembali ke tahun 2005, dimana Perpustakaan Kepresidenan George Bush menyambut salah satu lokomotif dari Union Pacific – sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden. Adapun kereta seberat 420.000 pound ini juga memiliki cat khusus, dimana warna biru dan putih mendominasi body – mirip dengan jet Presiden Air Force One. Namun lokomotif bertuliskan angka 4141 pada bagian samping ruang masinis ini baru saja ditinggal sang empunya, dan si ular besi nantinya akan didaulat memiliki peranan besar dalam prosesi pemakaman sang Presiden. Berbeda dengan kebanyakan lokomotif, kepala kereta ini juga dilengkapi oleh livery bertuliskan nama George Bush 41, dimana angka 41 itu sendiri mewakili Bush yang pernah menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-41. “Ini adalah hari yang luar biasa emosional bagi kami. Ini adalah hari yang hebat untuk Texas A & M dan untuk Perpustakaan Kepresidenan George Bush dan kereta ini akan mengular ke seluruh negeri dan saya sangat berterima kasih kepada Union Pacific dan Dick Davidson, teman saya, untuk mewujudkan semua angan ini, ” kata Bush kala itu, dikutip KabarPenumpang.com dari laman kbtx.com (2/12/2018). Kecintaan Bush pada kereta ini sampai-sampai membuat stigma baru di masyarakat, seolah keduanya tidak bisa dipisahkan satu sama lain. “Tidak banyak orang mendapatkan lokomotif yang didedikasikan khusus untuk mereka, tetapi hal yang baik tentang itu adalah kereta ini milik Museum Perpustakaan Kepresidenan George Bush dan Union Pacific benar-benar menempatkan lokomotif itu dalam pelayanan selama sekitar satu tahun atau mungkin lebih, “kata Direktur Perpustakaan Kepresidenan George Bush, Warren Finch. Baca Juga: Lyft Gaet Amtrak Dalam Layani Perjalanan Penumpangnya Selama beberapa tahun terakhir, lokomotif telah disimpan di Union Pacific Rail Yard di Little Rock Utara, Arkansas. “Sungguh luar biasa bagi kami dan Union Pacific adalah mitra yang hebat,” tambah Finch. Selamat Jalan, George HW Bush!  

Allan Lockheed, Founder Lockheed Corporation yang Pernah Jadi Salesman Real Estate

Tentu Anda semua sudah tidak asing dengan nama pesawat C-130 Hercules, bukan? Ya, pesawat four-engine turbopop ini terkenal sebagai pesawat militer yang tangguh. Tapi tahukah Anda manufaktur yang merancang pesawat ini? Adalah Lockheed Martin, perusahaan kedirgantaraan asal Negeri Paman Sam, hasil merger antara Lockheed Corporation dan Martin Marietta. Jika dibandingkan dengan manufaktur pesawat lain seperti Boeing atau Airbus, Lockheed Martin tergolong jauh lebih muda ketimbang dua rivalnya tersebut – baru didirikan pada 15 Maret 1995. Baca Juga: Lockheed Martin VH-92A, Helikopter Kepresidenan AS Terbaru, Siap Mengudara di 2020 Lockheed Corporation sendiri merupakan perusahaan kedirgantaraan asal Amerika yang didirikan pada 1926. Sebelum menggunakan nama Lockheed Corporation, adapun perusahaan ini bernama Alco Hydro-Aeroplane Company – didirikan oleh dua bersaudara Allan Haines Loughead dan Malcolm Loughead. Allan Haines Loughead terkenal sebagai pendiri perusahaan Lockheed Corporation yang lahir pada 20 Januari 1889. Allan sendiri secara resmi mengganti nama belakangnya menjadi Lockheed pada tahun 1934. Ia tercatat sebagai salah satu pionir di dunia aviasi Amerika dan insinyur yang bergerak di sektor yang sama. Sejak kecil, Allan sudah tertarik dengan dunia penerbangan, sampai-sampai ia pernah mengeluarkan pernyataan, “Saya berharap kelak pesawat terbang akan menjadi moda transportasi paling aman dan juga murah. Mungkin itu akan terjadi ketika saya sudah memiliki kumis putih (tua). Flying has no barriers (terbang tidak memiliki hambatan).” Bersama dengan Malcolm – kakak kandungnya, Allan mulai merancang beberapa pesawat. Berbekal keuletannya dalam mengutak-atik pesawat, akhirnya pada tahun 1912, kedua bersaudara ini membangun Alco Hydro-Aeroplane Company di San Francisco – yang akhirnya berganti nama menjadi Loughead Aircraft Manufacturing Company dan berpindah markas menuju Santa Barbara, California. Di bawah label perusahaan Alco Hydro-Aeroplane Company, Lockheed bersaudara pertama kali menerbangkan pesawatnya pada 15 Juni 1913. Adapun armada yang mereka gunakan untuk melakoni penerbangan perdana ini adalah Model G yang kemudian ‘dibaptis’ dan berubah nama menjadi ALCO No. 1. Kala itu, armada ini berhasil menyentuh ketinggian 300 kaki dengan kecepatan yang mencapai 60mil/jam. ALCO No. 1 ini merupakan sebuah pesawat yang dapat melakukan take-off dari perairan – dimana pada penerbangan perdana tersebut, Allan dan Malcolm menerbangkan armada ini dari perairan di bawah Jembatan Golden Gate menuju San Francisco Bay. Kendati sudah sangat akrab dengan dunia aviasi, namun pada tahun 1922, Allan sempat menjadi salesman real estate. “Jadi seorang salesman menurut saya pribadi kurang menyenangkan, namun jika ditelisik dari sudut pandang finansial, itu sangatlah menakjubkan!” tutur Allan Lockheed. Baca Juga: Setelah 25 Tahun Stop Produksi, Lockheed Martin Tampilkan L-100 di Paris AirShow 2017 Sembari terus mengembangkan perusahaannya, Allan yang lelah dengan orang-orang yang salah melafalkan namanya lalu mengubahnya dari Loughead menjadi Lockheed pada tahun 1934. Lalu pada tahun 1941, Allan Lockheed diangkat menjadi Wakil Presiden dari Berkey & Gay Furniture Company di Grand Rapids, Michigan, di mana ia menjabat sebagai manajer umum Divisi Penerbangan dan Direktur Teknik Pesawat Terbang. Namun Allan Lockheed hanyalah manusia biasa yang bisa mengidap berbagai macam penyakit. Ia menghadap sang Pencipta pada 28 Mei 1969 di Tucson, Arizona pada usianya yang ke 80 tahun akibat penyakit kanker hati.  

Jaringan 4G Padam, Pengguna Transportasi di London Kalang Kabut

Integrasi transportasi dengan dukungan teknologi digital tak bisa dilepaskan dari keberadaan akses internet. Dari mulai aplikasi pemantau perjalanan moda, hingga model kendaraan kendali otonom, pada prinsipnya terkait dengan jaringan internet nirkabel sebagai ujung tombak komunikasi suara dan data. Namun apa jadinya, bila warga kota yang sudah kadung terbiasa dan menikmati ‘surga’ akses internet untuk transportasi, dan tiba-tiba kehilangan akses tersebut? Baca juga: Frustasi, Warga London Setiap Hari Habiskan Waktu Rata-Rata 74 Menit di Kereta Komuter Kejadian tersebut belum lama ini dialami oleh warga London, Inggris. Persisnya pada 5 Desember 2018, jaringan 4G mobile broadband milik operator seluler O2 mengalami down di sebagian besar wilayah. Buntutnya ada sekitar 32 juta pelanggan ponsel (telepon selular) di seantero Britania Raya yang tak bias mengakses layanan internet selama hampir seharian penuh. Bukan itu saja, O2 selama ini menjadi operator induk dari operator selular lain yang menyewa jasa jaringan (Mobile Virtual Network Operators) – GiffGaff and Tesco Mobile, sontak kedua operator pelanggan O2 ini juga kehilangan akses kepada pelanggannya. Dikutip dari independent.co.uk (6/12), banyak pengguna layanan transportasi yang marah dan dirugikan akibat down-nya akses internet 02. Transport for London (TfL) yang dikenal handal dan akurat berkat akses live timetables di aplikasi ponsel, mendadak tak bisa digunakan, imbasnya pengguna jasa bus di London tak bisa mengetahui jadwal kedatangan bus secara presisi. Akibat putusnya koneksi intenet, modem 4G pada bus tak bias mengirimkan data posisi realtime kepada pusat kendali. Pihak TfL menjelaskan, meski pengguna jasa tak bisa memantai keberadaan bus, namun pada faktanya layanan dan jadwal tiba dan pemberangkatan bus berjalan seperti biasa. Juru bicara TfL menghimbau, warga untuk memantau jadwal kedatangan bus lewat countdown screen yang tersedia di setiap halte. Meski tidak presisi, namun countdown screen dapat member panduan perjalanan saat keadaan darurat. Baca juga: Transport of London Inginkan Perusahaan Taksi Berbagi Data Untuk Keselamatan Penumpang Beberapa sumber menyebut penyebab down mobile broadband pada 5 Desember disebabkan oleh perangkat di jaringan inti yang dipasok oleh Ericsson. Selain O2, operator selular yang cukup besar di Inggris adalah Three (Tri).