Banyak pengguna kereta rel listrik atau KRL Jabodetabek yang membuat sebal penumpang lain. Bahkan tak hanya di Indonesia, para anker alias anak kereta di negara lain pun kerap kali menyebalkan saat berada di kereta bawah tanah.
Baca juga: Duduk di Bangku Orang Lain, Penumpang Kereta Cepat ini Kena Cekal
Berikut ini KabarPenumpang.com telah merangkum dari berbagai laman sumber perilaku anker yang tidak menyenangkan.
1. Bawaan banyak
Meski sudah ada aturan barang yang boleh dibawa dalam kereta, tetapi ada saja ulah pengguna kereta yang membawa barang melebihi dimensi yang seharusnya. Barang yang dibawa harus bisa dijinjing atau diletakkan di rak atas tempat duduk. Bilapun ingin membawa barang besar, seperti habis berbelanja, baiknya naik kereta bukan di jam sibuk seperti pagi atau sore hari serta waktu berangkat dan pulang bekerja.
2. Penumpang pura-pura
Ini banyak sekali dijumpai dalam kereta, biasanya mereka pura-pura tidur atau tidak melihat agar tidak memberikan tempat duduk bagi penumpang lain. Bahkan mereka seperti acuh dengan manula, ibu hamil, ibu yang membawa balita atau difabel.
3. Berdiri ditempatnya tidak bergerak
Penumpang seperti ini biasanya malas menggerakkan atau menggeser tubuhnya. Terkadang malah menganggu penumpang lain yang akan naik atau turun karena berada di dekat pintu masuk kereta.
4. Penumpang nakal
Nakal dalam artian ini adalah mata penumpang yang membuat tatapannya tidak nyaman untuk orang lain. Bila yang dilihat adalah seorang penumpang perempuan, tatapan ini termasuk dalam pelecehan seksual.
5. Makan dan minum di kereta
Sebanarnya peraturan dilarang makan dan minum dikereta cukup jelas tertera di pintu atau di kaca. Namun masih saja banyak penumpang nakal yang makan seperti dirumah sendiri. Tak hanya bau makanan yang bisa membuat eneg dan mengganggu penupang lain, risiko lainnya adalah makanan atau minuman itu tumpah dan berceceran di lantai kereta.
6. Pembawa virus penyakit
Bila kondisi tubuh sedang tidak fit, baiknya penumpang gunakan masker untuk mencegah penumpang lain tertular. Sebab dari bersin atau batuk penumpang bisa menyebarkan virus ke yang lainnya. Bahkan bila kondisi kereta padat, virus penyakit cepat dan mudah sekali tersebar.
7. Anak berlarian seperti di rumah
Meski kosong, sebagai orang tua baiknya tetap mengawasi anak sehingga tidak berlari-larian di kereta. Jaga juga agar anak tidak melompat atau berteriak. Sebab meski mereka anak-anak, suara atau perilaku mereka bisa mengganggu penumpang lainnya. Sehingga baiknya, orang tua bisa menasehati anak dan memberi pengertian agar suasana tenang di kereta.
8. Penggerutu
Seperti penyakit, menggerutu di dalam gerbong kereta yang padat bisa merusak suasana hati orang lain. Biasanya orang-orang seperti ini ditemukan saat kereta dalam keadaan padat. Padahal ketidaknyamanan selalu akan didapatkan jika menggunakan kendaraan umum.
Baca juga: Didera Masalah Pernikahan, Wanita ini Gigit Penumpang Kereta di Cina9. Tukang sender
Penumpang seperti ini sering bahkan banyak dijumpai di dalam kereta. Bila jam padat, untuk dudukpun susah dan sisi pintu kereta menjadi salah satu tempat favorit untuk menyender. Bahkan ada pula penumpang yang tidak segan menyenderkan tubuhnya ke orang lain.
10. Penumpang ajaib
Perilaku ini tak sering dijumpai, tetapi ada saja yang melakukannya. Biasanya hal-hal ajaib yang dilakukan adalah menggunting kuku, menaikkan kedua kaki ke kursi, mencongkel gigi dan lainnya. Hal ini memang tak lazim dilakukan di tempat umum.
Nah, apakah dari sepuluh perilaku diatas, pernah atau sering Anda lakukan saat berada di kereta?
Seorang pria pada 29 Oktober 2018 diamankan karena membawa gergaji mesin dan seperti mengancam penumpang kereta San Francisco karena mengangkat-angkat. Tingkah lakunya itu terekam dalam sebuah video yang diunggah ke Twitter oleh seorang penumpang kereta.
Baca juga: Teror di Stasiun Adelaide, Dua Pria Dorong Mobil ke Lintasan KeretaKabarPenumpang.com melansir dari laman wmcactionnews5.com (31/10/2018), pria bernama Patrick Bingman itu dituduh mengacungkan gergaji mesin miliknya. Dia juga dituduh membuat ancaman kriminal serta menyalahgunakan harta yang hilang dan pencurian.
“Itu, jadi kamu tidak perlu memotong kepalamu dengan gergaji ini,” ujar Bingman saat terekam video.
Kemudian dia meletakkan gergaji dan membuka kardus di belakangnya dan terlihat berlatih menyalakan mesin gergaji itu. Penumpang yang merekam video tersebut setelah mengunggah kemudian men-tag Bay Area Rapid Transit (BART) dalam tweetnya.
“Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” ujar akun Twitter resmi BART saat menanggapi video tersebut.
Pihak BART kemudian meminta pengendara untuk menyerahkannya melalui BART Watch App dan penumpang lain pindah ke gerbong lain untuk mendapat bantuan. Para petugas keamanan mengatakan bahwa gergaji mesin yang dipegang Bingman sendiri tidak pernah menyala.
Kejadian ini seperti mengingatkan akan film The Texas Chainsaw Massacre, dimana lima orang muda mudi yang melakukan perjalanan ke Lynyrd Skynyrd untuk menonton konser setelah kembali dari Meksiko untuk membeli ganja. Kemudian ketika kelimanya melalui Texas, mereka mengangkut seorang yang terlihat tak bergairah dan putus asa.
Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!
Orang itu saat diajak berbicara mengatakan sesuatu tentang orang jahat dan tidak jelas kemudian menarik pistol dan menembak dirinya sendiri di bagian mulut. Kelima orang itu pergi ke sebuah restoran untuk meminta bantuan dan mereka diberitahu untuk ke pabrik bertemu dengan seorang sheriff. Namun, bukannya menemukan sheriff itu, satu persatu dari mereka harus tewas karena seseorang dengan wajah rusak yang membunuh dengan menyiksa mereka dengan gergaji mesin.
Bahkan pelaku melakukan pembunuhan dengan menggunakan sebuah gergaji. Dari kelimanya hanya satu orang yang selamat dari peristiwa tersebut. Dua hari kemudian, dua petugas investigasi dibunuh oleh pelaku saat melakukan investigasi TKP.
Berangkat dan tak pernah akan kembali, inilah yang terjadi pada para penumpang beserta kru kabin pesawat Lion Air JT-610 yang terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang pada 29 Oktober 2018 kemarin. Ini dikarenakan jatuhnya pesawat yang mengangkut 189 orang itu di perarian Tanjung Karawang 13 menit setelah kehilangan kotak dari waktu pemberangkatan 06.20 WIB.
Baca juga: Pesawat Canggih Boeing 737 Max 8 Lion Air Jatuh Perairan Tanjung Karawang, Ini Dia Spesifikasinya!
Baru-baru ini beredar sebuah rekaman video yang dikirim ke grup WhatsApp keluarga dan juga ke istrinya sebelum boarding. Penumpang itu bernama Paul Ferdinand Ayorbaba yang akan melakukan perjalanan dinas ke Pangkal Pinang. Inchy Ayorbaba mengatakan, dirinya melihat video tersebut pukul 06.30 pagi dan kemudian kembali tidur.
Dia mengaku, itu adalah kontak terakhir dirinya dengan sang suami. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, video ini memperlihatkan saat Paul menuju ke pesawat dan beberapa penumpang didepannya yang juga akan menaiki penerbangan yang sama.
Video diambil saat Paul masih mengantre di ruang tunggu hingga menuju ke pesawat melalui tangga. Dalam video juga terlihat Boeing 737 Max 8 tersebut dan dua pesawat Lion Air lainnya yang siap lepas landas.
Pada beberapa detik sebelum menunjukkan boarding passnya ke petugas, Paul sempat memperlihatkan tiket miliknya dalam video yang tertera jelas nomor penerbangan JT610 dengan nama dan tanggal pemberangkatannya. Inchy mengaku dirinya mendengar berita bahwa pesawat yang ditumpang suaminya jatuh sekitar pukul 09.00 pagi.
Baca juga: Pesawat Secanggih Boeing 737 Max 8, Mungkinkah Mengalami Stall?
“Saya kembali menonton videoya. Saya melihat boarding pass dia yang ditunjukkan dalam video. Saya mulai percaya dia berada di pesawat yang jatuh itu,” ujar Inchy.
Dia juga mengaku terus mengirimi pesan melalu WhatsApp kepada suaminya berharap dia tidak pergi atau sesuatu membuatnya membatalkan perjalanan tersebut tetapi tidak ada jawaban. Saat ini diketahui salah satu black box sudah diketemukan dan sudah dibawa ke KNKT dan sebanyak 49 kantong jenazah manusia sudah diberikan pada para penyelidik. Para ahli juga menemukan objek sepanjang 22 meter yang menurut mereka adalah bagian dari pesawat.
Stasiun Cohchin Harbor Terminus (CHT) memiliki rute terpendek untuk jaringan keretanya yakni hanya sembilan kilometer dengan waktu tempuh 40 menit. Kereta yang digunakan adalah tiga gerbong Diesel Electrical Multiple Unit (DEMU) dengan kapasitas penumpang 300.
Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!
Dirangkum KabarPenumpang.com dari indianexpress.com (3/10/2018), DEMU merupakan kereta uji coba antara CHT dengan Ernakulam Junction. Manajer Kereta Api Divisonal SK Sinha mengatakan, pada uji coba ini, pihaknya melakukan peninjauan layanan dan sebenarnya berencana membatalkan.
“Jika tidak ada yang menggunakannya buat apa dijalankan? Kurang dari 15 tiket terjual dalam sehari,” ujar Sinha.
Pada masa uji coba ini, DEMU berangkat dua kali sehari yakni pagi dan sore dan melalui Pulau Willingdon ke Cochin Por Trust dan Komando Angkatan Laut Selatan India kemudian ke Ernakulam Junction. Masinis lokomotif kereta ini saat ditanya kepopuleran kereta tersebut hanya tertawa dan tersenyum.
“Beberapa hari yang lalu, kami menyelesaikan perjalanan dengan dua orang. Sehari sebelumnya, saya pikir ada empat orang. Itu lelucon apa adanya,” ujar sang masinis.
Bahkan teknisi kereta juga mengatakan hal ini mengejutkan baginya saat pihak kereta api mengumumkan layanan singkat tersebut. Sebab rute ini termasuk ramai dengan layanan bus.
“Itu selalu seseorang yang lebih tinggi yang memutuskan hal-hal ini. Perintah datang dari atas dan kami sedang bekerja. Siapa yang tahu apa masa depan kereta itu!” kata dia.
Salah seorang pengawas di Pangkalan Angkatan Laut, Joseph dan putranya duduk nyaman di kursi empuk DEMU menunggu perjalanan mereka. Dirinya telah membayar R120 untuk sekali naik kereta itu bersama anaknya untuk tiba di CHT untuk kesenangan dengan bepergian.
“Saya setuju tidak ada logika dalam menjalankan kereta di rute yang begitu singkat. Itulah mengapa harus diperluas, mungkin ke Thrissur atau Kottayam sehingga dapat bermanfaat bagi kerumunan kantor. Tapi Kereta Api tidak boleh menghentikan layanan itu dengan biaya berapa pun,” kata Joseph.
Sementara masa depan DEMU tidak pasti, petugas Kereta Api mengindikasikan bahwa layanan kereta api warisan terutama ditujukan untuk wisatawan pada bagian antara Ernakulam Junction dan CHT.
“Kami mencoba untuk mendapatkan lokomotif uap dari Southern Railways. Jika kita dapat menjalankan beberapa kereta warisan pada akhir pekan mungkin, itu akan menarik beberapa wisatawan. Kami akan terus mempertahankan stasiun CHT. Ada loket pemesanan tiket yang terkomputerisasi. Kami juga telah melakukan semua pekerjaan lintasan dan sinyal di stasiun,” kata Sinha.
Tetapi begitu DEMU ditarik, akankah stasiun kembali menjadi tidak jelas? “Tidak, tidak, kami akan terus mempertahankan stasiun CHT. Saat ini, ada loket tiket pemesanan lanjutan. Kami juga telah menyelesaikan semua pekerjaan lintasan dan sinyal di stasiun,” tambahnya.
Baca juga: Manakah yang Bakal Jadi Solusi Toilet di Stasiun Kereta India: Bio-Toilet Atau Toilet Hibrida?
Pada hari Senin malam, ketika DEMU akhirnya meluncur ke platform 1 di stasiun Ernakulam Juntion yang sibuk dan kacau di akhir perjalanan singkatnya, gerimis telah dimulai. Ada 30 menit menunggu sebelum memulai layanan keempat dan terakhir pada hari itu, kembali ke CHT. Sementara komuter dapat terlihat gagah untuk menangkap kereta di platform lain, tidak ada yang keberatan dengan DEMU di platform 1.
Pada satu titik, kereta api mungkin harus kembali ke CHT tanpa satu penumpang pun. Setelah sekitar 20 menit, seorang wanita dan anak remajanya naik ke kereta, melihat sekeliling dengan gugup ke arah para pelatih kosong lainnya dan duduk di salah satu kursi. Ketika ditanya apakah dia naik kereta untuk pergi ke Pulau Willingdon, dia menjawab dengan seringai malu, “Tidak, tidak. Saya tinggal di sini. Putraku sangat menyukai kereta. Seseorang mengatakan kepada saya ini adalah layanan pendek sehingga kami dapat melakukannya. ”
Sebanyak delapan pilot dan 16 awak kabin dari Ryanair tertangkap kamera tengah beristirahat di lantai kantor salah satu bandara di Spanyol. Diketahui, para awak penerbang ini terpaksa tidur di lantai kantor Bandara Malaga pada Minggu (13/10/2018) pasca penerbangan mereka ditunda keberangkatannya. Tentu saja beredarnya foto ini menuai pertanyaan dari sejumlah pihak, “Bagaimana bisa awak penerbang tidak mendapatkan fasilitas menginap di hotel ketika penerbangan mereka ditunda?”
Baca juga: Inilah Fakta Ryanair, Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah yang Penuh Kontroversi
Dikutip KabarPenumpang.com dari laman stuff.co.nz (17/10/2018), penundaan penerbangan tersebut disinyalir karena terpaan badai di Porto. “Semua penerbangan dialihkan ke Malaga,” ujar salah satu pihak Ryanair. Menanggapi foto dan pemberitaan yang beredar luas di dunia maya, pihak Ryanair mengaku, “karena ini adalah hari libur nasional Spanyol, hotel-hotel sudah penuh dipesan,”
Tentu pernyataan dari pihak Ryanair ini terkesan seperti kurang persiapan, ditambah dengan statement yang dilontarkan oleh Sindicato Nacional do Pessoal de Voo da Aviação Civil (SNPVAC), serikat buruh di sektor aviasi yang mengatakan bahwa para awak penerbang yang ‘terdampar’ di Bandara Malaga tersebut tidak mendapatkan pasokan makanan dan minuman yang layak – bahkan tidak cukup.
“Mereka tidak punya pilihan lain, seperti yang terlihat pada foto tersebut, mereka mencoba untuk beristirahat di lantai kantor Bandara Malaga,” jelas salah seorang personel dari SNPVAC.
“Para awak penerbang ini terpaksa beristirahat di ruang kantor Bandara Malaga sejak pukul 01.30 hingga 06.00 (waktu setempat). Ketika dipindahkan ke ruang tunggu bandara, mereka masih tidak mendapatkan pasokan makanan atau minuman,” tambahnya.
Pernyataan yang dilontarkan oleh serikat tersebut justru semakin memojokkan posisi dari Ryanair yang terkesan lepas tanggung jawab.
“Itu merupakan tanggung jawab hukum maskapai untuk menyediakan akomodasi yang sesuai, yaitu kamar hotel, sehingga awak penerbang dapat beristirahat di bawah persyaratan keselamatan nasional dan Eropa agar dapat mengoperasikan tugas berikut dengan aman,” jelas SNPVAC.
Baca Juga: Tiga Jam Menanti, Bagasi Penumpang Ryanair Baru Keluar dari Baggage Carousel
“SNPVAC akan melayangkan keluhan resmi kepada semua otoritas penerbangan sipil yang relevan dan kami mengharapkan intervensi yang mendesak dan kuat sehingga kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi.”
Jika merujuk pada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), salah satu faktor keselamatan berkendara adalah fatigue atau kondisi tubuh si pelaku – dalam kasus ini pilot dan awak kabin. Semisal kondisi tubuhnya tidak mendukung (sakit), maka tidak menutup kemungkinan sebuah insiden akan terjadi.
Jantung kota Old Quarter Hanoi yang sibuk, ternyata memiliki jalur kereta api yang dibangun oleh Perancis pada masa kolonial. Kini jalur kereta itu bahkan dijadikan salah satu spot foto terbaik untuk di pamerkan di Instagram. Dekat jalur kereta ini pun terdapat kedai dengan menyajikan kopi panas atau segelas bir dingin yang bisa dinikmati pelancong dan penikmat selfie.
Baca juga: Alishan Forest Railway, Kereta Gunung Tertinggi di Asia
Meski menjadi salah satu incaran spot foto untuk Instagram, jalur kereta ini cukup berbahaya. Pasalnya jalur kereta ini masih aktif beroperasi dan bila kereta datang, pengunjung harus mencari tempat untuk mengamankan diri mereka masing-masing.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (29/10/2018), tempat untuk para pengunjung pun tidaklah lebar, karena dari foto-foto terlihat jalur kereta api ini berada di dalam gang dengan kanan kirinya adalah perumahan warga, kedai kopi hingga butik pakaian. Meski begitu, para pengunjung ini sepertinya menikmati sensasi saat berfoto harus berlari untuk mengindari kereta.
“Itu luar biasa tapi menakutkan dalam arti yang sama, sedikit luar biasa karena begitu dekat dengan kereta,” ujar pelancong asal Australia Michelle Richards.
Jalur ini diketahui pertama kali dibangun oleh mantan penguasa kolonial Perancis yang menggunakan kereta api untuk mengangkut barang dan orang di seluruh Vietnam yang kemudian menjadi bagian dari Indocina, bersama dengan Laos dan Kamboja. Selama Perang Vietnam, bagian-bagian kereta api rusak parah akibat bom Amerika yang menghujani utara yang dikuasai komunis.
Kereta di Hanoi ini bagi pelancong dan masyarakat yang mencari moda transportasi murah adalah yang paling tepat. Apalagi beberapa tahun terakhir pelancong yang mengunjungi Hanoi menggunakan kesempatan mereka saat berfoto di spot ini. Tak hanya pelancong yang menikmati, para pebisnis rumahan dengan kedai dan beberapa toko lainnya menjadi peluang penghasilan tersendiri.
“Ini memiliki pesona yang benar-benar aneh. Anda mendapat bunga dari balkon yang turun, Anda punya bangunan yang sangat tua dan dekat satu sama lain. Anda melihat orang-orang di sini tinggal dekat dengan rel kereta api,” ujar pelancong asal Hong Kong Edward Tsim.
Baca juga: Empat Kuburan Kereta di Indonesia, Padukan Nilai Estetik Tanpa Kesampingkan Nuansa Mistik
Saat kereta melintas, semua orang mengosongkan lintasan dan menarik ponsel mereka untuk menangkap pemandangan.
“Rasanya seperti menunggu Natal … dan ketika tiba, wow, itu adalah sesuatu yang lain. Layak ditunggu,” kata pelancong Inggris, Paul Hardiman.
Momen take-off dan landing menjadi salah satu bagian paling krusial di dunia aviasi, salah perhitungan sedikit saja maka akan dampaknya akan meluas hingga ke bandara terkait. Sama seperti yang terjadi pada pertengahan Oktober silam, dimana salah satu armada dari maskapai China Airlines mengalami pecah ban ketika pesawat tersebut baru saja mendarat di Bandara Internasional Kaohsiung, Taiwan. Beruntung, semua penumpang dan awak penerbang dinyatakan selamat dalam insiden mengerikan ini.
Baca Juga: Per 1 Juli 2018, China Airlines Buka Rute Kaohsiung-Jakarta
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (16/10/2018), pesawat Boeing 737-800 yang digunakan oleh China Airlines mendarat di runway 09 Bandara Internasional Kaohsiung setelah bertolak dari Manila, Filipina pada Selasa (16/10/2018). Pesawat dengan nomor penerbangan CI-712 tengah mengangkut 98 orang, termasuk penumpang dan awak penerbang. Semuanya berjalan normal hingga pada saat pesawat menyentuh tarmak Bandara Internasional Kaohsiung sekira pukul 11.38 waktu setempat, ban utama sebelah kiri pesawat pecah.
Gesekan yang terjadi menghasilkan api dan merusak runway bandara tersebut. Dalam salah satu momen yang berhasil diabadikan oleh salah seorang saksi mata, terlihat kobaran api menyala sepanjang pesawat meluncur di runway. Tak pelak, asap yang cukup pekat mengikuti arah laju dari pesawat malang ini. Dikabarkan, pesawat ini bertolak dari Manila, Filipina pada pukul 10.00 waktu setempat.
Menurut penuturan salah satu penumpang, ia dan beberapa penumpang lainnya sempat mendengar suara ledakan yang cukup keras dari dalam kabin sesaat setelah pesawat landing, namun dirinya tidak menyadari bahwa ledakan tersebut berasal dari ban sebelah kiri pesawat yang pecah. Sekira satu jam lamanya terperangkap di dalam pesawat pasca insiden, pada pukul 12.20 waktu setempat, para penumpang dan awak penerbang dengan dibantu oleh tim penyelamat dievakuasi menuju gedung terminal.
Baca Juga: Minimalisir Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Kaohsiung Luncurkan Layanan Kereta Bawah Tanah
Adapun insiden ini berdampak pada ‘bekunya’ pengoperasian Bandara Internasional Kaohsiung selama kurang lebih lima jam – sekitar 66 penerbangan delay, dan lebih dari 7.000 penumpang ‘terbengkalai’.
Ada pemandangan baru di Terminal 1A Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tepatnya di dekat check-in counter. Ya, tertanggal 1 November 2018, sebuah layanan baggage wrapping hadir menyapa terminal yang biasa didatangi oleh para penumpang maskapai Lion Air dengan rute Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Nusa Tenggara. Itu berarti, para penumpang setia Lion Air tidak perlu lagi khawatir kargonya akan ketumpahan cairan atau dibongkar oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Luggage Wrapping di Bandara, Seberapa Besarkah Perannya Untuk Melindungi Koper Anda?
Berdasarkan pantauan langsung KabarPenumpang.com di lapangan, pengelola layanan baggage wrapping di Terminal 1A tersebut adalah Diva Sinergi. Bagi Anda yang belum tahu, baggage wrapping merupakan layanan untuk membungkus barang bawaan Anda yang hendak masuk ke dalam kargo atau bagasi pesawat.
Bermodalkan plastik khusus, diharapkan pembungkusan ini akan melindungi barang bawaan Anda dari tetesan cairan selama berada di dalam kargo, hingga risiko pembongkaran tas yang beberapa waktu kebelakang sempat menjadi topik hangat perbincangan di sejumlah media.
Sumber: KabarPenumpang.com
Operation Manager dari Diva Sinergi, Rendy Mardiansyah mengatakan barang-barang yang diijinkan untuk dibungkus meliputi koper, tas, hingga dus. “Kecuali yang lembek, tidak boleh,” papar Rendy.
“Tadi ada penumpang yang ingin membungkus tape singkong, tapi tidak kami ijinkan karena takut merusak tekstur dari makanan itu sendiri. Karena pada dasarnya kan itu (pembungkusan) di press, jadi takut rusak,” tandasnnya.
Rendy menambahkan bahwa semua barang kecuali yang lembek bisa dibungkus, selama sesuai ketentuan keamanan barang dalam penerbangan. “Pada dasarnya semua barang boleh, asal tidak melebihi lilitan. Vertikal lima lilitan, horizontal lima lilitan,”
Lalu untuk jam operasionalnya, baggage wrapping di Terminal 1A beroperasi selama satu hari penuh alias 24 jam. Hal ini dilatarbelakangi jadwal penerbangan Lion Air yang bisa dibilang cukup padat. “Makanya kami menyesuaikan dengan jadwal Lion Air sendiri,” tambah Rendy.
Baca Juga: Ini Alasan Pentingnya Plastik Wrap Untuk Barang Bawaan
Nah untuk harganya, ternyata cukup bersahabat dengan dompet. “Tarifnya kami pukul rata Rp50.000,” jawab Rendy. Harga yang cukup murah untuk menjamin keselamatan dan keamanan barang bawaan Anda, bukan?
Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 di perairan Tanjung Karawang pada Senin (29/10/2018) kemarin masih meninggalkan misteri besar yang hingga kini masih berbentuk hipotesa. Berbagai spekulasi dan pertanyaan terkait faktor yang melatarbelakangi jatuhnya pesawat ini masih abu-abu. Namun, satu kemungkinan yang kini tengah ramai diperbincangkan oleh sejulah otoritas adalah pesawat mengalami stall.
Baca Juga: Pesawat Canggih Boeing 737 Max 8 Lion Air Jatuh Perairan Tanjung Karawang, Ini Dia Spesifikasinya!
Stall merupakan suatu keadaan dimana gaya angkat sayap tiba-tiba turun secara drastis dan drag meningkat secara drastis. Dalam dunia aviasi, stall terjadi ketika bagian depan pesawat terlalu mendongak (nose up) dengan sudut yang melampaui batas kritis yang dianjurkan (angle of attack) – 15 derajat.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnnindonesia.com, Dosen Penerbangan Institut Teknologi Bandung dan Ahli Aerodinamika, Djoko Sarjadi mengatakan ada faktor lain yang juga dapat mengakibatkan sebuah pesawat mengalami stall. “Stall juga dipengaruhi oleh kecepatan angin dan arah pesawat terbang bergerak,” ujar Djoko.
Dalam dunia penerbangan, batas 15 derajat nose up dikenal dengan sudut kritis. Ketika pesawat bergerak pada sudut kemiringan ini, gaya tekan ke bawah pesawat berubah menjadi lebih besar dari pada gaya angkatnya.
Dikutip dari laman sumber lain, stall yang terjadi karena tingginya angle of attack tersebut dikarenakan efek separasi aliran udara yang halus menjadi turbulen dan menghasilkan daerah bertekanan rendah, yang mana menurunkan lift, meningkatkan drag dan menurunkan efektifitas control surface (aileron, ruder, elevator, dan lain-lain). Dalam posisi angle of attack besar, pesawat masuk dalam kondisi upset (susah dikendalikan), dan memicu stall
Sederhananya seperti ini, ketika pesawat yang bergerak normal, biasanya sudut dongak yang dihasilkan hanya berkisar di angka dua hingga lima derajat saja. Namun ketika pesawat bergerak dengan sudut dongak lebih dari 15 persen dalam waktu yang cukup lama, maka lama kelamaan pesawat ini akan kehilangan daya angkat dan faktor inilah yang membuat pesawat menjadi jatuh.
Definisi dasar dari stall ini juga diamini oleh salah seorang pilot senior bernama Shadrach M Nababan. “Pesawat konvensional bisa stall kalau keadaan angle (sudut dongak) melebihi gaya dorong dan sayap bergetar hingga stall,” pungkasnya.
Baca Juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan
Namun ia menambahkan, walaupun fenomena stall ini terkesan menyeramkan, kemajuan teknologi di sektor aviasi memungkinkan komputer untuk mengambil alih kondisi pesawat yang sekiranya melampaui batas dongak tersebut.
“Pesawat generasi sekarang nggak bisa stall. Jadi seandainya ada kekeliruan itu akan di-overwrite komputer yang langsung overtake mengatur sudut sehingga pesawat tidak bisa stall,” tutupnya.
Perusahaan drone dan teknologi pencitraan udara, DJI baru-baru ini memperkenalkan reknologi geofencing yang mereka kembangkan dari seri sebelumnya. Peningkatan ini ditujukan untuk meningkatkan keterbatasan ruang udara untuk penerbangan pesawat nirawak. Adapun uji coba yang dilakukan oleh perusahaan ini bertempat ini dekat salah satu bandara di Amerika Serikat.
Dalam sebuah kesempatan, DJI menyampaikan bahwa peningkatan teknologi geofencing ini akan memberikan perlindungan yang lebih cerdas terhadap pesawat nirawak di daerah-daerah tertentu.
Baca Juga: Di Kanada, Penyaringan Calon Penumpang Bakal Melibatkan Peran Maskapai
Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (25/10/2018), adalah Geospatial Environment Online (GEO) Versi 2.0 yang menurut rencana akan mulai dirilis ke publik pada bulan November 2018 mendatang ketika zona revisi mulai berlaku untuk wilayah udara di sekitar bandara di Amerika.
“Tidak menutup kemungkinan penawaran penggunaan teknologi ini akan dipasarkan di negara lain yang sekiranya berminat,” ujar salah satu juru bicara dari DJI.
“Kami sangat bangga karena bisa memimpin industri dalam mengembangkan solusi proaktif untuk masalah keselamatan dan keamanan pesawat nirawak,” tambah Vice-President bagian Kebijakan dan Hukum DJI, Brendan Schulman.
Brendan menambahkan bahwa peningkatan teknologi keselamatan dan keamanan untuk drone ini merupakan suatu langkah besar untuk mengintegrasikan pesawat nirawak ke wilayah udara berdasatkan evaluasi risiko – berkaitan dengan pesawat yang hendak take-off dan landing di berbagai bandara.
Menurut pihak DJI, sistem baru ini memungkinkan GEO untuk menciptakan zona keselamatan yang berbentuk dasi kupu-kupu tiga dimensi yang terperinci di sekitar jalur penerbangan landasan pacu. GEO juga dapat menggunakan bentuk poligon yang kompleks untuk zona-zona sensitif lainnya.
Pemetaan baru DJI ini juga mencakup prinsip-prinsip Bagian 384 dari Undang-Undang Reauthorization US Federal Aviation Administration (FAA) yang baru-baru ini disahkan, yang mengamanatkan bahwa koridor pendekatan akhir untuk landasan pacu aktif di bandara-bandara utama harus memiliki ‘zona pengecualian’ untuk drone yang tidak sah.
Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara
Selain itu, DJI juga diketahui telah memilih PrecisionHawk sebagai penyedia datanya, yang akan menawarkan data akurat seperti lokasi pasti landasan pacu bandara dan batas-batas fasilitas untuk memperoleh informasi geospasial untuk bentuk yang disempurnakan dalam GEO 2.0.