Pengungsi Serbu Bandara Palu, Pesawat Hercules TNI AU Tak Bisa Mendarat dan Lepas Landas Sampai Kondusif

Ditaksir lebih dari 3000 orang pengungsi menerobos pagar bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu siang ini dan menyerbu pesawat-pesawat yang baru tiba. Hal ini membuat semua penerbangan pesawat Hercules TNI AU dari Makassar ke Palu terpaksa ditunda terlebih dahulu. Baca juga: Angkut Petugas dan Bantuan Kemanusiaan, Garuda Indonesia Terbangkan ATR-72 600 Ke Palu KabarPenumpang.com mewartakan, rencananya pesawat Hercules TNI AU dengan nomer A-1336 baru akan take off nanti malam setelah situasi bandara lebih kondusif dari siang ini. Kejadian penyerbuan bandara sendiri awalnya dari gempa dengan magnitudo 7,4 SR yang menyebabkan banyak kerusakan termasuk Bandara Mutiara SIS Al-Jufri di Palu rusak.
3000 pengungsi yang menyerbu Bandara Palu (istimewa)
Sehingga banyak pesawat yang tidak bisa beroperasi melalui bandara ini. Hingga saat ini, selain helikopter hanya pesawat jenis C-130 Hercules dan ATR-72 saja yang bisa melakukan pendaratan maupun lepas landas dari bandara tersebut dikarenakan rusaknya sistem navigasi dan runway baik mengangkut logistik atau bantuan kemanusiaan. Diketahui, bandara ini memiliki panjang runway 2.500 meter, tetapi saat ini ada 500 meter yang rusak karena retakan akibat gempa pada hari Jumat lalu. Akibat peistiwa gempa tersebut, seorang petugas ATC (Air Traffic Controller) juga harus kehilangan nyawanya setelah membantu pesawat Batik Air lepas landas beberapa menit lebih cepat dari waktu keberangkatan semestinya. Antonius Gunawan Agung, Seorang ATC saat itu tengah bertugas di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie pada Jumat, (28/9/2019). Padahal saat membantu Batik Air tersebut lepas landas, dirinya sudah diteriaki kawan-kawan lainnya untuk meninggalkan gedung secepatnya. Hingga akhirnya salah satu tower ATC ambruk dan Antonius sempat melompat untuk menyelamatkan diri. Sayang, luka yang cukup parah tersebut membuat Antonius kehilangan nyawa meski sempat dilarikan ke rumah sakit. Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie sendiri saat ini masuk dalam lima daftar bandara yang akan dikelola oleh pihak Angkasa Pura I dan masih dalam proses peralihan di Kementerian Perhubungan. Sebelum berganti nama, bandara ini bernama Bandara Masovu yang artinya Tanah Berdebu. Baca juga: Wendo Asrul Rose Jabat PLT Dirut Angkasa Pura I Presiden Soekarno pernah berkunjung ke Palu pada 10 Oktober 1957 sebagai bentuk keprihatinan. Menurut Bapak Proklamator ini, Palu merupakan salah satu kota rangkaian mutiara khatulistiwa sehingga nama bandara tersebut diganti menjadi Bandara Mutiara di pagi hari. Setelah dipugar, bandara ini akhirnya melayani penerbangan internasional yang sebelumnya hanya domestik. Selain itu nama Mutiara tidak diganti hanya ditambah menjadi Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie untuk menghormati pahlawan nasional asal Sulawesi Tengah, Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufrie.

Apes! Tak Dapat Kursi yang Dibayarnya, Pria Ini Juga Harus Bayar Minuman di Penerbangan

Malang betul penumpang Ryanair, sudah tak dapat kaki kursi ekstra pesanannya, dia juga harus membayar minumannya. Ini adalah kasus yang sering kali terjadi pada seorang penumpang bahkan mungkin ini bukan yang pertama kalinya. Baca juga: Tiga Jam Menanti, Bagasi Penumpang Ryanair Baru Keluar dari Baggage Carousel KabarPenumpang.com melansir dari laman travelandleisure.com (24/9/2018), Bob Hamilton, 64 tahun, yang sudah membayar kursi ekstra dengan biaya £20 atau sekitar Rp428 ribu tidak mendapatkannya saat berada di penerbangan Ryanair. Sebab kursi pesanannya sudah digunakan oleh penumpang lain yang merupakan karyawan dari Ryanair. Hamilton yang memiliki tinggi 6ft 2in atau hampir 1,9 meter ini harus masuk ke pesawat belakangan setelah penumpang lain. Saat dia di dalam kabin, dirinya mendapatkan kursi pesanannya (17F) digunakan oleh orang lain. Mendapati hal itu, dirinya diberitahu oleh awak kabin pria yang duduk di kursi pesanannya itu adalah karyawan Ryanair dan harus duduk di situ dengan alasan keamanan.
Bob Hamilton (Daily Mail)
“Pelanggan ini awalnya duduk di kursi 17F kemudian diminta pindah ke 16A dekat sayap yang lebih luas dengan nilai setara kursinya. Karena masalah teknis kursi tersebut digunakan karyawan Ryanair sesuai prosedur. Penumpang tersebut menolak dan memilih duduk di kursi berbeda yakni 22A,” ujar juru bicara Ryanair. Hingga akhirnya pensiunan broker minyak ini duduk di kursi pilihannya dan mulai memesan dua kaleng bir dan dua botol anggur mini selama penerbangan dengan harga £17 atau Rp330 ribu. Dia mengatakan tidak akan membayar minuman, tapi awak kabin mengatakan, ia tetap harus membayar dan uang £20 tersebut bisa di klaim secara online. Karena menganggu, kemudian awak kabin menghubungi pihak kepolisian dan saat mendarat di Malaga dua orang polisi mengawal Hamilton. Baca juga: Per 15 Januari 2018, Ryanair Berlakukan Kebijakan Baru Untuk Tas di Dalam Kabin “Para petugas polisi sangat menyenangkan. Hingga akhirnya salah saorang kru keluar ke garbarata dengan mesin uang dan aku terpakas membayar,” ujarnya. Dia pun mengaku biaya £20 miliknya didapatkan setelah tiga kali meminta pengembalian kepada pihak maskapai. Diketahui, pesawat yang ditumpangi oleh Hamilton merupakan penerbangan terakhir dari London Stansted ke Malaga, Spanyol.

Daop 3 Cirebon: Mulai Oktober 2018, Pembatalan Tiket Dapat Dilakukan via Aplikasi KAI Access

PT KAI yang baru saja memasuki usia ke-73 tahun, selain menghadirkan berbagai promo menarik juga menghadirkan inovasi terbaru dalam aplikasinya. Inovasi terbaru ini sendiri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang juga pelanggan kereta api Indonesia. Baca juga: HUT PT KAI Ke-73, Daop 5 Luncurkan Dua Kereta dengan Rangkaian Baru Kehadiran inovasi terbaru ini sendiri adalah kemudahan khususnya masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya yang ingin membatalkan tiket maupun mengubah jadwal perjalanan kereta api mereka tanpa harus mengantre di loket pembatalan yakni melalu aplikasi KAI Access. KabarPenumpang.com mengutip darri radarcirebon.com, Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Krisbiyantoro megungkapkan, PT KAI sebagai perusahaan BUMN yang secara langsung bersentuhan dengan semua elemen masyarakat tentu sangat mempedulikan aspek pelayanan. “Dengan adanya inovasi aplikasi KAI Access yang telah dikembangkan oleh PT KAI ini diharapkan dapat mempermudah proses pembelian maupun pembatalan tiket penumpang keret api, serta dapat mengakomodir keinginan masyarakat yang telah lama ditunggu-tunggu untuk dapat mengubah jadwal maupun melakukan pembatalan tiket secara online,” ujarnya. Tak hanya itu, VP Public Relation PT KAI Agus Komarudin terkait inovasi terbaru pembatal tiket tersebut membenarkan hal tersebut dan mengatakan, dalam aplikasi KAI Access tersebut, akan ada fitur terbaru yakni ubah jadwal serta pembatalan tiket. “Fitur ini sendiri dapat diakses mulai awal Oktober 2018,” ujar Agus kepada KabarPenumpang.com, Senin (1/10/2018). Selain itu akan menyusul fitur lainnya yakni pemesanan tiket kereta api lokal yang pembayarannya bisa menggunakan e-wallet. Pada tahap pertama akan diberlakukan pada Kereta api lokal Bandung Raya. Kemudian secara bertahap akan dibuat sehingga tiket kereta api lokal lainnya dari berbagai daerah bisa dipesan melalui KAI Access sehingga tak lagi penumpang harus antre di loket stasiun. Baca juga: Jelang HUT PT KAI Ke-73, Promo Tiket Bertebaran Untuk Anda “Peluncuran dan upgrade beberapa produk dari PT KAI dan penandatanganan MoU dengan pemerintah/lembaga/perusahaan baik BUMN maupun swasta merupakan bukti nyata bahwa kami tidak berhenti untuk terus melakukan inovasi demi meningkatkan layanan kepada masyarakat pengguna jasa Kereta api dan juga demi kemajuan perkeretaapian Indonesia. Satu tahun kedapan kami juga canangkan sebagai tahun inovasi,” uar Direktur PT KAI Edi Sukmoro melalu keterangan tertulis.

Bikin Panik! Pemuda Ini Berusaha Buka Pintu Darurat Yang Ia Kira Sebagai Pintu Toilet

Rasa takjub ketika pertama kali naik pesawat itu memang kadang tidak bisa dipungkiri. Bagi Anda yang belum pernah mengudara, bayangkan Anda terbang ribuan kaki di atas permukaan tanah, dan berbaur dengan awan di langit bebas – namun Anda tetap terlindungi di balik tebalnya dinding kabin. Dikhususkan bagi Anda yang belum pernah naik pesawat, satu pesan yang coba kami sampaikan melalui artikel ini adalah, “malu bertanya, sesat di jalan,” Baca Juga: Pintu Kabin Terbuka Saat Mengudara, Mengerikan Tapi Bukan Akhir Dari Segalanya Budayakanlah bertanya semisal ada pengalaman baru yang ‘menghampiri’ Anda, jangan seperti pemuda asal India yang disinyalir baru pertama kali naik si burung besi. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thrillist.com (27/9/2018), seorang pria yang berusia sekitar 20 tahunan ini tengah dalam perjalanan dari New Delhi menuju Patna dengan menggunakan maskapai GoAir pada Sabtu (22/9/2018) kemarin. Di tengah perjalanan, pemuda yang identitasnya dianonimkan ini kemudian mendapat ‘panggilan alam’ dan memaksanya untuk segera menggunakan toilet. Sebagai penumpang yang baru pertama kali naik pesawat, seharusnya ia menanyakan terlebih dahulu kepada penumpang yang ada di sekitarnya atau kepada awak kabin tentang lokasi dari toilet. Mungkin karena sudah tidak kuat lagi, ia akhirnya berjalan menyusuri lorong kabin dan berbelok tepat di arah pintu darurat. Dilandaskan pada ketidaktahuannya, ia lalu berusaha untuk membuka pintu darurat yang disangkanya sebagai toilet tersebut. Sontak para penumpang yang melihat kejadian ini berteriak untuk mencegahnya membuka pintu darurat. Saking panik dan takutnya, beberapa dari penumpang yang melihat kejadian ini langsung melakukan intervensi ketika si penumpang muda ini mencoba menjelaskan maksud dan tujuannya. Menurut keterangan resmi dari pihak GoAir, pemuda ini akhirnya menjelaskan tujuannya, “saya perlu pergi ke toilet sesegera mungkin,” Namun penjelasan tersebut tidak membuat semua penumpang percaya begitu saja. Karena takut suatu hal yang buruk terjadi, seorang penumpang sampai memanggil awak kabin untuk turun tangan langsung menangani insiden konyol ini. Baca Juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara Selama sisa perjalanan, pemuda ini terus diawasi oleh awak kabin – dengan kondisi dirinya belum membuang hajat. Setibanya di Patna, pemuda ini langsung digelandang ke pos pengamanan untuk diinterogasi. Setelah melewati sejumlah pertanyaan dari pihak berwajib, akhirnya mereka menyimpulkan bahwa dia adalah penerbang baru yang sangat gugup dalam menghadapi penerbangan perdananya ini. Selain dihimbau untuk selalu bertanya ketika dihadapkan pada situasi yang belum pernah kita jalani sebelumnya, poin penting lain yang bisa kita ambil dari kejadian ini adalah pentingnya memperhatikan peragaan awak kabin sebelum take-off – terutama bagi mereka yang belum pernah terbang sebelumnya.

Hajar Jembatan, Pengemudi Bus Tingkat Ini Disebut Belum Hafal Medan

Sebuah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Runcorn, sebelah Tenggara Liverpool, Inggris mengundang perhatian dari masyarakat luas. Kecelakaan tunggal yang menimpa sebuah bus tingkat ini terjadi ketika bus Stagecoach ini menghantam sebuah jembatan yang mengakibatkan bagian atas dari bus tingkat ini ‘terpotong’. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang jatuh akibat insiden mengerikan ini. Baca Juga: Werkudara, Bus Tingkat di Solo Besutan Karoseri Indonesia Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman liverpoolecho.co.uk (25/9/2018), kejadian ini sendiri terjadi pada Selasa (25/9/2018) kemarin. Sebenarnya, bus itu tengah mengangkut dua penumpang wanita, namun keduanya duduk di dek bawah dan tiga orang yang berada di dalam bus ini – termasuk si pengemudi, dinyatakan selamat dan tidak mengalami luka. Menurut penuturan salah satu pengemudi lain dari Stagecoach yang mendatangi lokasi kejadian, dirinya mengklaim bahwa si pengemudi yang mengendarai layanan Stagecoach X2 ini belum mengetahui medan – hanya berbekal peta dan print out arahan manual untuk mendampingi si pengemudi tersebut. “Seharusnya dia (pengemudi) itu belok ke kanan, tapi malah belok ke kiri. Lalu terjadilah insiden ini,” ujar si pengemudi lain dari Stagecoach ini. “Ini benar-benar sebuah keberuntungan dengan tidak adanya orang di dek atas. Kalau bus itu tengah penuh, mungkin jalan ceritanya akan berbeda,” tandasnya. Mengkonfirmasi insiden ini, salah satu juru bicara dari Stagecoach pun membenarkannya. “Kami ingin mengkonfirmasi bahwa benar adanya telah terjadi sebuah kecelakaan di Palacefields Busway, Runcorn, tepatnya di sebuah jembatan penyebrangan. Kejadian ini sendiri terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat,” ujar si juru bicara dalam sebuah pernyataan resmi. “Sebagai bentuk tanggung jawab, kami akan menurunkan tim untuk membantu penyelidikan pihak kepolisian, dan ada tim lainnya yang diturunkan untuk kepentingan penyelidikan internal perusahaan – karena keselamatan penumpang merupakan hal mutlak bagi kami,” tandasnya. Baca Juga: Bus Tingkat di Indonesia, Transformasi dari Moda Angkutan dan Wisata Kendati masih belum hafal dengan medan yang dilaluinya, pihak Stagecoach membela bahwa si pengemudi nahas ini merupakan salah satu pengemudi professional yang sudah bergabung dengan perusahaan tersebut sejak beberapa tahun yang lalu, “Dan tentunya mereka sudah lulu kualifikasi untuk mengemudikan layanan Stagecoach,” Berkaca dari kasus ini, penguasaan medan merupakan satu hal penting yang tidak boleh dianak-tirikan oleh sebuah operator bus dalam membagi tugas kepada para pengemudinya. Selain akan lebih lihai dan telaten dalam mengoperasikannya, penguasaan medan juga sedikit banyaknya berperan terhadap keselamatan penumpang. Kembali lagi, bagaimana nasibnya jika dek atas bus Stagecoach X2 ini terisi?  

Angkut Petugas dan Bantuan Kemanusiaan, Garuda Indonesia Terbangkan ATR-72 600 Ke Palu

0
Sehubungan dengan telah dibukanya Bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu untuk penerbangan bantuan dan komersial secara terbatas, maskapai Garuda Indonesia menyiapkan penerbangan khusus “Humanity Flight” untuk mengangkut petugas dan menyalurkan bantuan kemanusiaan terhadap korban gempa di Palu. Sebelumnya Bandara Palu sempat ditutup karena adanya potensi keretakan pada area landas pacu. Baca juga: ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional Untuk misi penerbangan khusus tersebut Garuda Indonesia menggunakan pesawat jenis ATR 72 600 yang mempaunyai kemampuan mendarat dan lepas landas di runway yang relatif pendek (1.170 meter). Adapun rute yang akan dijalankan ATR-72 600 Garuda Indonesia sebagai berikut : Makassar – Palu GA 6086 berangkat Pk. 14.00 – 15.4 Palu – Makassar GA 6097 berangkat Pk. 16.45 – 18.30 Petugas yang diangkut terdiri dari tim gabungan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Basarnas, Petugas Airnav, Petugas Otoritas Bandara Wilayah V serta petugas teknik GMF AeroAsia. Selain mengangkut petugas, untuk membantu kelancaran penanganan para korban di Palu, penerbangan khusus tersebut juga mengangkut barang bantuan untuk para korban bencana gempa diantaranya berupa tenda, sembako,kebutuhan makanan dan minuman, perlengkapan bayi, obat obatan dan pakaian. Terkait situasi yang terjadi saat ini, Garuda Indonesia belum dapat mengoperasikan penerbangan regular ke bandara Palu mengingat pertimbangan operasional. Garuda Indonesia terus melakukan koordinasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan layanan kebandar-udaraan untuk memastikan kelancaran persiapan operasional penerbangan dari dan menuju Palu.

Volvo 360c, Moda Otonom Bertenaga Listrik yang Punya Empat Desain Interior

Sadar bahwa belakangan ini fungsi mobil sudah bukan hanya sebatas instrumen untuk mobilitas saja, raksasa otomotif asal Swedia, Volvo berusaha untuk mewujudkan fungsi tambahan tersebut. Ya, untuk sebagian kalangan, mobil merupakan tempat dia untuk beristirahat, menghabiskan waktu, hingga melakukan beragam pekerjaan. Maka dari itu, Volvo mendesain 360c, revolusi kendaraan yang rencananya akan mulai dipasarkan pada tahun 2021 mendatang. Baca Juga: Pangkas Human Error, Nanyang University Gandeng Volvo Hadirkan Bus Otonom Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (10/9/2018), Volvo 360c akan hadir sebagai moda otonom Level 5, dimana itu berarti moda ini sama sekali tidak membutuhkan tenaga manusia untuk mendampingi setiap perjalanannya. Menurut pihak Volvo, moda bertenaga listrik ini bisa mengaspal hingga jarak 186mil atau yang setara dengan 300km dalam sekali charge. Berbeda dengan moda otonom bertenaga listrik lainnya yang terkesan tidak memperdulikan pengalaman penumpang, Volvo malah menjadikan titik tersebut sebagai kekuatan utama dari 360c. Volvo percaya bahwa apa yang mereka rancang ini merupakan gambaran masa depan dari setiap perjalanan Anda – perjalanan bebas stress karena macet dan lain sebagainya. Hanya perlu memasukan koordinat tujuan, Anda tinggal duduk manis dan Volvo 360c akan senantiasa mengantarkan Anda.
Sumber: Volvo
Kendati bagian luar dari moda ini terlihat seperti gabungan dari mobil SUV dan sedan, Volvo benar-benar mendandani interior 360c dengan sangat apik. Absennya stir dan instrumen lain yang biasa Anda lihat di dalam sebuah mobil, Volvo mengganti semua itu dengan desain layaknya sebuah kamar tidur, lengkap dengan konektivitas seluler seperti Wi-Fi, port listrik, dan lain-lain. Tidak hanya bisa dijadikan ruang tidur saja, Anda pun bisa melakukan pertemuan bersama rekan bisnis Anda di dalam Volvo 360c. Jika butuh proyektor atau instrumen pendukung rapat lainnya, jendela Volvo 360c siap untuk menyediakan semuanya.
Sumber: Volvo
“Volvo 360c menawarkan empat opsi aktivitas yang dapat Anda lakukan selama berkendara – beristirahat, meeting, menerima tamu, dan hiburan. Semua ini seolah menata kembali tujuan utama dari perjalanan menggunakan moda otonom,” tulis Volvo dalam sebuah keterangan tertulis. Volvo 360c menggunakan sistem lampu dan sinyal audio untuk memberi tahu para pengguna jalan tentang kehadiran moda tersebut – sebuah sistem yang diharapkan Volvo akan menjadi standar dalam cara kendaraan otonom dapat berkomunikasi dengan aman terhadap para pengguna jalan lainnya. “Kami percaya bahwa sistem standar seperti itu akan memainkan bagian integral dalam membuat kendaraan otonom menjadi bagian dalam perjalanan realitas yang aman dan menyenangkan,” jelas Volvo. Baca Juga: Volvo Indonesia Segera Hadirkan Bus AKAP Jika ditinjau lebih mendalam, kehadiran moda-moda futuristik seperti ini dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Ambil contoh, semisal Anda diwajibkan untuk menghadiri sebuah pertemuan di luar kota pada pagi hari. Alih-alih menggunakan pesawat yang terkenal dengan harga tiketnya yang selangit, Anda bisa berangkat menggunakan Volvo 360c pada malam hari dan beristirahat selama perjalanan. Setibanya Anda ditujuan, Anda berada dalam kondisi bugar dan siap untuk menghadiri pertemuan tersebut. Keren, bukan?  

Kongres Bantu FAA Pertimbangkan Aturan Jarak Kursi, Hewan Peliharaan dan Jumlah Toilet di Pesawat

Baru-baru ini Kongres Amerika Serikat tengah mempertimbangkan apa yang harus dilakukan FAA (Federal Aviation Administration) saat menetapkan ukuran minimum maskapai penerbangan dengan menyelidiki ukuran atau jarak kursi dan jumlah toilet serta menetapkan standar baru untuk perizinanan hewan dalam layanan penerbangan bersama pemilik mereka yang ikut dalam penerbangan. Lewat kongres, rencana pendanaan FAA masuk dalama proposal yang dirilis oleh DPR dan Senat anggota parlemen pada Sabtu (22/9/2018) kemarin. Baca juga: Tolak Atur Regulasi Kursi Pesawat, FAA: Kenyamanan Penumpang Bukan Masalah Keamanan KabarPenumpang.com melansir dari laman usatoday.com (23/9/2018), pembahasan di kongres ini akan selesai pada 30 September 2018 dan dilaksanakan untuk menjaga program FAA tetap berjalan. Sebab, Senat harus menerima tagihan tersebut pada minggu ini atau kedua majelis harus menyerahkan perpanjangan jangka pendek. Senator Demokrat Bill Nelson dari Florida mengatakan, para anggota parlemen dari kedua majelis setuju untuk mengambil tindakan terhadap jarak kursi pesawat yang selalu menyusut. “Bantuan segera bisa dijalankan bagi penumpang maskapai yang kelelahan menghadapi kursi yang lebih kecil dan menjadi kecil,” ujar Nelson. Sebab antara kursi yang satu dengan yang lainnya semakin lama semakin menyusut ukurannya karena maskapai penerbangan ingin lebih banyak yang dimuat dalam pesawat mereka. Dulu, umumnya ukuruan jarak satu kursi dengan yang lainnya sekitar 34 atau 35 inci dan saat ini kurang dari 30 inci di beberapa pesawat. Pejabat FAA mengatakan, aturan keselamatan sendiri yang ada sebenarnya untuk kursi tidak akan mendapatkan ukuran yang lebih kecil dari 27 inci. Rencana Undang-Undang juga membuat penumpang akhirnya berpikir tidak masuk akal dengan ukuran tersebut. Namun, hal ini termasuk persyaratan bahwa maskapai penerbangan secara lebih eksplisit menyatakan kebijakan mereka untuk penangan tertunda dan mengakomodasi penumpang disabilitas. “Langkah ini akan memberikan kepastian jangka panjang bagi jutaan penumpang dan banyak bisnis yang bergantung pada akses ke pilihan perjalanan dan penerbangan yang aman, terjangkau setiap hari,” kata Nicholas E. Calio, presiden dan CEO Airlines for America. RUU itu bahkan mengharuskan FAA untuk menetapkan langkah-langkah masuk akal lainnya dimana penumpang tidak berpura-pura bahwa hewan peliharaan mereka adalah hewan pelayanan. Tak hanya itu, RUU tersebut juga mengamanatkan agar bandara besar menyediakan ruang perawatan untuk ibu yang membawa anak dan memperluas ketersediaan akses keamanan PreCheck. Hal ini juga memungkinkan Amtrak untuk mulai menggunakan sistem penyaringan penumpang terkomputerisasi yang mirip dengan yang digunakan oleh maskapai penerbangan, mempertinggi hukuman untuk penumpang yang mengganggu awak penerbangan, menciptakan sistem di mana perusahaan pesawat tak berawak bisa mengantarkan paket dan menetapkan hukuman bagi siapa pun yang mengganggu kebakaran hutan hingga berkelahi dengan menerbangkan drone di dekatnya. Mulai tanggal 5 Juni, penumpang American Airlines yang duduk di ruang kaki tambahan akan disuguhi “bir, anggur dan alkohol gratis”. Baca juga: Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana RUU itu juga akan mengamanatkan bahwa pramugari mendapatkan minimal 10 jam istirahat di antara giliran kerja mereka dan mengatasi kekhawatiran tentang peningkatan tingkat kebisingan bandara yang disebabkan oleh jalur penerbangan baru. Calio mengatakan industri penerbangan komersial mendukung 10 juta pekerjaan dan menyumbang $1,5 triliun kepada perekonomian kita setiap tahun. Setiap hari sebanyak 3,2 juta orang diterbangkan operator Amerika Serikat, yang melayani 800 bandara di 80 negara. Senator John Thune, R-S.D., Ketua Komite Perdagangan Senat, Ilmu Pengetahuan dan Transportasi, mengatakan dia mengharapkan DPR dan Senat bergerak cepat untuk mengirimkan tagihan ke meja presiden.

City of Bryan Siap Rilis Moda Otonom Bertenaga Listrik Pada Pertengahan Oktober Mendatang!

Jika semisal belakangan ini Anda sering mendengar pemberitaan tentang produsen mobil otonom yang masih dalam tahap pengembangan, maka yang satu ini bisa dibilang selangkah berada di depan mereka. City of Bryan, sebuah kota kecil yang berada di Texas, Amerika Serikat ini direncanakan merilis moda otonom pada pertengahan bulan Oktober mendatang – hasil kerja samanya dengan Texas A&M Engineering Experiment Station. Tidak hanya satu, melainkan dua sekaligus! Baca Juga: Jamin Keselamatan Pejalan Kaki, Jaguar Land Rover Uji Sensor Indikator di Moda Otonom Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman kagstv.com (19/9/2018), nantinya moda-moda otonom ini akan ‘melenggang’ di seputaran jalan-jalan utama di Downtown City of Bryan. “Kami berusaha untuk menyempurnakan teknologi yang digunakan untuk menyediakan jasa transportasi otonom,” ujar Walikota City of Bryan, Andrew Nelson. Andrew juga mengatakan, hadirnya moda-moda otonom ini di jalan-jalan City of Bryan akan secara langsung menguji keselarasan antar moda di sana. “Dengan eksistensi dari sepeda, pejalan kaki, mobil konvensional, dan kereta api yang ada di City of Bryan, ini akan menguji keandalan dari moda otonom ini sendiri,” tandas Andrew. Salah seorang pegawai di Historic Downtown Bryan, Gerard Richard menambahkan, “Hadirnya moda otonom ini akan menjadi peluang besar bagi siapa saj ayang hendak berinvestasi di Downtown Bryan,” Sementara itu di sisi lain, pihak Texas A&M Engineering Experiment Station mengatakan langkah nyata yang mereka lakukan selama ini bukan tanpa tujuan, melainkan untuk secara perlahan memperkenalkan dan mengubah sistem transportasi di City of Bryan. “Apa yang kami lakukan selama ini tidak hanya sebatas mengembangkan (moda otonom) saja, melainkan juga mendekatkan mereka di kehidupan sehari-hari di jalan-jalan Texas – dan kemitraan dengan City of Bryan ini merupakan salah satu tonggak penting dalam perkembangannya,” ujar kanselir Texas A&M Engineering Experiment Station, John Sharp. “Selain warga bisa menggunakan moda otonom ini untuk berkeliling kota, mereka juga secara langsung telah membantu kami untuk pengembangan lebih lanjut – atau mungkin untuk mengatasi permasalahan yang mungkin muncul ketika beroperasi. Itu sangat berharga bagi kami,” tandasnya. Untuk spesifikasi secara umum, moda otonom ini mampu mengangkut enam penumpang dan dua petugas cadangan semisal moda mengalami kerusakan ketika tengah beroperasi. Dari bentuknya sendiri, moda bertenaga listrik ini terlihat seperti golf-car – namun saja lebih panjang dan tertutup di semua sisinya. Baca Juga: Kendati Futuristik, Namun Masih Banyak yang Meragukan Pod Otonom Bentuknya yang unik juga bukan tanpa alasan, melainkan agar moda ini lebih mudah diidentifikasi oleh publik. Ada lima titik drop-off yang nantinya disediakan selama masa uji coba berdurasi 30 hari ini. Warga City of Bryan bisa naik dan turun dari kelima titik drop-off tersebut, mulai Senin hingga Jumat. Moda otonom ini sendiri mulai beroperasi pada pukul 10.00 waktu setempat dan layanan berakhir pada pukul 16.00. Catat, moda ini hanya mengular dalam interval dua jam sekali, lho!  

Mengular 25 September 2018, Inilah Rincian Tarif Kereta Cepat Haramain Express!

Setelah sekian lama, akhirnya operator Haramain Express, kereta cepat di Jazirah Arab telah mengumumkan rincian harga yang akan diterapkan pada layanan tersebut. Kendati baru diumumkan beberapa waktu yang lalu, namun operator telah mewanti-wanti bahwa tiket ini kemungkinan akan naik sehubungan dengan peningkatan frekuensi dari kereta tersebut. Adapun peluncuran layanan kereta cepat ini diadakan pada 25 September kemarin, yang dihadiri langsung oleh Raja Salman. Baca Juga: Operator Kereta Cepat Arab Saudi (Kembali) Revisi Jadwal Peluncuran Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, ada delapan layanan yang akan mengular setiap harinya di sepanjang rute Mekkah dan Madinah – setidaknya kedelapan layanan ini akan bertahan hingga akhir tahun 2018. “Ada kemungkinan tahun 2019 mendatang, layanan akan ditingkatkan menjadi 12 kali – semua tergantung permintaan,” tutur salah seorang juru bicara dari Haramain Express. Sebelum memasuki masa pengoperasiannya, operator telah memastikan bahwa keseluruhan gerbong sudah layanan dan siap untuk dioperasikan. Peluncuran ini semakin mantap manakala operator telah mengantongi ijin pengoperasian dari Menteri Transportasi Nabeel Al-Amoudi yang pada awal bulan September kemarin, dirinya menyempatkan diri untuk meninjau langsung kesiapan operasi dari Haramain Express. Dengan didampingi oleh Kepala Otoritas Transportasi Umum Rumih Al-Rumaih dan CEO Saudi Railway Company Bashar Al-Malik, Nabeel Al-Amoudi melakukan inspeksi ke Stasiun Kereta Api Jeddah di Sulaimaniyah dan Stasiun Kereta Api Makkah di Rusaifa. Tidak hanya itu, Nabeel Al-Amoudi pun menyempatkan diri untuk melakukan perjalanan di antara dua kota tersebut. Nah, menyinggung soal harga sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, Saudi Railway Company membanderol harga SAR40 atau yang setara dengan Rp159.000 untuk rute Jeddah – Mekkah kelas reguler dan SAR50 atau yang setara dengan Rp199.000 untuk kelas bisnis. Sebuah harga yang cukup adil untuk melakukan perjalanan sejauh 86,3 km (jarak antar Jeddah dan Mekkah) dengan menggunakan kereta mewah berkecepatan tinggi, bukan? Sedangkan harga yang ditawarkan pihak operator untuk perjalanan sejauh 450,9 km yang membentang antara Mekkah dan Madinah adalah SAR150 atau sekitar Rp596.000 untuk kelas reguler dan SAR250 atau berkisar Rp993.000 untuk kelas bisnis. Baca Juga: Jelang Pengoperasian Komersial, Haramain Express Belum Tentukan Tarif Sementara untuk rute Mekkah – Rabigh dibanderol dengan harga SAR40 (Rp159.000) untuk kelas turis, Jeddah – Rabigh dengan harga SAR23 (Rp91.000) untuk kelas turis, Jeddah – Madinah dengan harga SAR63 (Rp250.000) untuk kelas turis, dan Rabigh – Mekkah dengan harga SAR50 (Rp199.000) untuk kelas turis. Untuk menarik minat pengunjung, Rumih Al-Rumaih memberlakukan potongan harga sebesar 50 persen selama dua bulan, terhitung sejak Oktober 2018, lho!