Tips Darurat Atasi Sakit Akibat Terjepit

Pernah merasakan sakit akibat terjepit pintu dari angkutan umum yang Anda naiki seperti kereta, TransJakarta atau kendaraan umum lainnya? Ini pastinya sering sekali terjadi, apalagi jari tangan Anda, sering sekali menjadi korban terjepit kendaraan umum. Mungkin saat awal pertama terjepit Anda akan kaget, tetapi lama-lama sakit itu rasanya akan lebih perih. Bahkan tak hanya perih, tangan atau bagian tubuh lainnya yang terjepit bisa saja berdarah hingga memar dan membengkak. Berikut ini ada beberapa tips yang sudah KabarPenumpang.com rangkum untuk mengatasi rasa sakit akibat terjepit pintu angkutan umum. 1. Tetap Tenang Pikiran yang tenang saat terjepit bisa membantu Anda melupakan sejenak masalah terjepit yang sedang Anda rasakan. Semakin tenang, kondisi aliran darah akan semakin baik, namun sebaliknya bila Anda panik dan heboh sendiri, justru akan membuat aliran darah cepat naik dan orang-orang sekitar akan merasa Anda terlalu heboh. Baca Juga : Penumpang Ini Sama-Sama Terjepit Pintu Kereta, Namun Beda “Penderitaan” 2. Alihkan perhatian Ini sangat baik untuk benar-benar tidak merasakan bahwa Anda baru saja terjepit. Bila tangan yang terjepit, alihkan perhatian dengan memikirkan hal-hal yang menyenangkan atau dengarkan lagu kesukaan Anda. Berbicara dengan orang di sebelah Anda juga akan menghilangkan pikiran pada bagian yang terjepit. Sebab dengan menjalankan lima indera yang Anda punya, sakit yang dirasa bisa lebih tertahan daripada diam saja. 3. Letakkan es batu Bila sampai di tujuan, baiknya segera mencari es batu. Es batu bisa membuat rasa sakit pada luka akibat terjepit menjadi baal atau tidak terasa sama sekali. Suhu dingin bisa memperlambat aliran darah pada luka terjepit dan mengurangi pembengkakan atau peradangan yang dapat memperparah cedera. Baca Juga: Agar Tidak Terjatuh Saat Turun dari Bus, Ini Dia Tipsnya! 4. Angkat tangan ke atas Ketika tangan Anda yang terjepit, baiknya angkat tinggi-tinggi tangan. Ini bertujuan agar aliran darah menuju ke area yang sakit berkurang. 5. Minum obat pereda sakit Sekarang ini bayak obat pereda sakit atau nyeri yang di jual bebas. Sebenarnya cedera ini harus menemui dokter agar luka cepat di obati, tetapi bila tidak memungkinkan saat itu juga Anda bisa memakan obat pereda sakit sebelum menemui dokter. Baca Juga: Cara Aman Hindari Cidera Saat Mengangkat Barang Bawaan 6. Periksa bagian terluka Jika sakit akibat terjepit berpusat pada telapak tangan dan persendian juga terluka, Anda secepatnya harus mencari perawatan medis. Namun, bila yang terkena hanya jari tepatnya di ujung jari, dokter hanya akan menyuruh Anda mengistirahatkan tangan dan menunggu pulih dengan sendirinya. 7. Pastikan bantalan kuku tidak cedera Bila saat terjepit terkena bantalan kuku, biasanya kuku akan berubah warna menjadi agak gelap, ini karena darah yang membeku di bawah bantalan kuku. Pergilah ke dokter untuk mendapatkan saran terbaik untuk masalah ini. Bila hanya sedikit, luka akan sembuh sendiri, tetapi bila darah yang terhambat cukup banyak jumlahnya dan Anda merasa sakit, dokter akan membantu Anda untuk mengeluarkan darah yang tersumbat tersebut. Untuk mengeluarkan darah ini, jari akan di tusuk dan darah tersebut akan keluar dari bekas tusukan sehingga mengurangi rasa sakit Anda.

Kolaborasi dengan Pemprov, PT KAI Akan Reaktivasi Empat Jalur Kereta di Jawa Barat

Baru-baru ini, PT KAI berencana untuk memfokuskan kembali rencana aktivasi empat jalur kereta yang berada di Jawa Barat. Tidak bergerak sendiri, PT KAI akan berkolaborasi dengan pemerintah setempat – dalam hal ini adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Adapun empat jalur yang rencananya akan ‘dihidupkan’ kembali tersebar di daerah Pangandaran, Garut, Kabupaten Bandung, dan Sumedang. Baca Juga: Gelontorkan Rp2 Triliun, PT KAI Pesan 438 Kereta dari PT INKA Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Edi Sukmoro selaku Direktur Utama PT KAI merinci keempat jalur tersebut. “Kami rencanakan reaktivasi empat jalur di Rancaekek – Tanjung Sari, Garut, Pangandaran, dan Ciwidey,” ujar Edi, dikutip dari laman bisnis.com (12/9/2018). “Dari empat ini, kami evaluasi mana yang paling mungkin dilakukan secepatnya. Dari empat itu jalur mana yang lebih akomodatif membantu masyarakat, hasil bumi,” tandasnya. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, “reaktivasi jalur ini akan mencakup rute Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari,” Sebagai salah satu gambaran tugas yang akan dilakukan oleh PT KAI dalam reaktivasi empat jalur ini adalah penertiban lahan dan persiapan operasional. Dari segi kemudahan penertiban lahan, lanjut Edi, jalur Pangandaran dan Garut adalah yang paling cepat dieksekusi. Sedangkan dua sisanya tergolong susah karena kebanyakan jalur di daerah tersebut sudah beralih fungsi. “Saya pikir semuanya harus cepat, karena keempat jalur ini dibutuhkan,” terang Edi. Program ini disebut bergantung pada anggaran di Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Jika para pihak terkait serius menggarap proyek ini, Dedi optimistis pada 2019 anggaran bisa disiapkan oleh pemerintah pusat. “Sekarang tinggal pelaksanaan ada di Kemenhub dan PT KAI,” ucap Dedi. Untuk jalur Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari, Kang Emil – sapaan Ridwan Kamil akan mencari solusi bagi warga yang akan direlokasi dari lahan PT KAI. “Salah satu opsinya adalah membangun rumah susun,” ujar Kang Emil. Baca Juga: Siap-Siap! PT KAI Akan Jual Tiket Sleepers Train 10 Juni Mendatang Sementara itu, Pemprov Jabar disebut telah mengusulkan kepada Kemenhub agar nantinya jumlah stasiun pemberhentian di jalur reaktivasi disesuaikan dengan kondisi wilayah. Misalnya, jika jalur tersebut melewati titik wisata, maka dimungkinkan untuk dibuat stasiun tambahan. “Saya ingin mengembalikan budaya naik kereta. Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa, masyarakat kemana-mana bisa naik kereta karena nyaman dan terintegrasi.” Ujar Kang Emil dalam sebuah pernyataan tertulis.

Mercedes-Benz Urbanetic, Solusi Berkendara Multifungsi dari Masa Depan

Raksasa otomotif asal Negeri Bavaria, Mercedes-Benz baru saja merilis sebuah kendaraan masa depan yang memiliki beragam fungsi – dimana mereka mengandalkan chassis sebagai inti dari keseluruhan pengoperasian kendaraan otonom ini. Dapat mengangkut orang dan barang dengan menggunakan dua body yang berbeda, pihak Mercedes-Benz berani menjamin bahwa hadirnya moda bernama Urbanetic ini mampu mengubah skema transportasi di masa yang akan datang. Baca Juga: Canggih, Mercedes Benz Marco Polo Campervan Dilengkapi Voice Recognition! Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnet.com (10/9/2018), moda listrik bertenaga baterai ini memiliki pusat operasi pada bagian chassisnya. Dapat dilihat di sini bahwa Mercedes-Benz berusaha membuat satu terobosan dimana mereka menciptakan satu inovasi yang membuat kendaraan roda empat ini lebih beragam dalam sisi penggunaannya. “Lebih efisien, nyaman, berkelanjutan, dan tentu saja lebih luas,” ujar pihak Mercedes-Benz dalam sebuah keterangan tertulis. Ketika menggunakan versi kargo, Urbanetic mampu menyediakan load space hingga 12 kaki dan mampu mengangkut total volume hingga 353 kaki kubik. Dengan kapasitas angkut yang sangat besar, bukan tidak mungkin jika Urbanetic ini menjadi pilihan para perusahaan yang bergerak di bidang delivery service, dimana mereka bisa menyusutkan jumlah armada namun tetap bisa mengangkut jumlah kargo yang sama.
Sumber: istimewa
Itu dari segi kargo, sedangkan dari segi kendaraan penumpang, Urbanetic mampu mengangkut penumpang hingga 12 orang sekaligus dalam sekali perjalanannya – jauh melebihi kapasitas mobil konvensional yang kebanyakan mampu mengangkut 8 penumpang dalam sekali perjalanannya. Jika ditimbang-timbang, Mercedes-Benz Urbanetic versi kendaraan penumpang ini nampaknya cocok untuk digunakan sebagai moda pengumpan (feeder) di bandara atau di kampus-kampus yang memiliki luas lahan berlebih. Ditinjau dari segi penggunaan sumber tenaganya, maka sudah dapat dipastikan bahwa Mercedes-Benz Urbanetic termasuk ke dalam golongan kendaraan yang ramah lingkungan. Belum lagi teknologi lain yang disematkan membuat moda ini bisa berjalan tanpa kemudi (otonom), dimana hal ini semakin meningkatkan value dari Mercedes-Benz Urbanetic. Baca Juga: Inilah Citaro, Primadona Bus Listrik Besotan Mercedes Benz Adapun tujuan utama dari pembuatan moda otonom bertenaga listrik ini adalah Mercedes-Benz yang berusaha menghadirkan opsi berkendara selama 24 jam/7 hari tanpa harus menambah kemacetan dijalanan – dan juga ramah ingkungan. Selain itu, hadirnya Mercedes-Benz Urbanetic juga akan memangkas waktu tunggu para calon konsumen yang dihabiskan untuk menunggu para pengemudi. Pada artikel terpisah, pihak Mercedes-Benz mengatakan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk mengganti fungsi kargo menjadi angkutan penumpang. Sangat inovatif ya!

Yang Unik dari Stasiun Tawang, Alunan Gambang Semarang Gantikan Bunyi Bel

Suara tembang atau musik Jawa biasanya lebih sering di dengar saat acara-acara kebudayaan Jawa, tapi apa jadinya saat kita hendak bepergian dengan kereta api tiba-tiba mendengar suara tembang Jawa tersebut di stasiun? Ya, ada beberapa stasiun di Jawa Tengah yang menggunakan melodi gambang ini untuk kedatangan maupun keberangkatan kereta api dari stasiun-staisun tersebut. Baca juga: Stasiun Sruweng, Ternyata Punya Musik Berbeda dari Stasiun Lainnya Loh! Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber ada beberapa stasiun yang menggunakan tembang Jawa yakni Stasiun Semarang Tawang, bel stasiun yang digunakan adalah nada lagu Gambang Semarang yang dimainkan dengan piano. Melodi ini diperdengarkan untuk menandai kedatangan kereta di Stasiun Tawang. Gambang Semarang ini pun juga diperdengarkan di Stasiun Semarang Poncol. Hanya saja bedanya alunan gambang tersebut dibunyikan saat kereta akan melintas, datang dan berangkat dari Stasiun Semarang Poncol. Bahkan di Stasiun kecil Weleri yang menjadi satu-satunya stasiun di Kabupaten Kendal untuk menaik turunkan penumpang juga menggunakan Gambang Semarang tersebut. Meski begitu bukan hanya di jalur utara saja, di jalur selatan juga memiliki lagu kedatangan yakni di Stasiun Sruweng yang letaknya dekat dengan tepian sungai Serayu. Di Stasiun Sruweng sendiri bahkan lagu ini pun diputar ketika terjadinya persilangan dikala malam. Alunan-alunan lagu yang dimainkan dengan piano ini sebenarnya bisa mengangkat salah satu kebudayaan Indonesia melalui tembang atau musik jawa. Dengan alunan tembang Jawa tersebut stasiun-stasiun ini tidak seperti stasiun lainnya yang masih menggunakan nada Westminster Chime (ting…tong…ting…tong…) sebagai penanda kedatangan kereta. Nah, ternyata bukan hanya Indonesia saja yang memiliki musik untuk penanda kedatangan atau keberangkatan kereta. Baca juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang Jepang, sebagai negara dengan kereta apinya yang cukup sibuk ternyata ikut ambil bagian memperdengarkan jingle untuk keberangkatan keretanya. Melodi jingle tiap stasiun pun berbeda antara satu dengan lainnya. Uniknya bila di Indonesia menggunakan tembang Jawa, di Jepang, stasiun menggunakan musik dari berbagai lagu anime atau film terkenal seperti Star Wars, Astro Boy dan beberapa lainnya. Selain membuat melodi yang baru dari biasanya, tembang atau jingle tersebut bisa membangkitkan semangat dan bedanya di Indonesia tembang dibunyikan di stasiun jarak jauh sedangkan Jepang untuk stasiun kereta komuternya.

Terkendala Soal Kampung Bandan, Akankah Proyek Fase II MRT Jakarta Terhambat?

Fase I Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta kini sudah mulai memasuki tahap uji cobanya dan akan mulai mengular di Ibukota Maret 2019 mendatang. Tapi apa kabar dengan fase II yang akan dibangun dari Bundaran HI menuju ke Kampung Bandan? Baca juga: Mulai 5 September 2018, PT MRT Jakarta Kembali Lanjutkan Pekerjaan di Koridor Jalan Sudirman Target ground breaking fase II ditargetkan akan mulai pada akhir tahun 2018 ini dengan penyelesaian loan agreement atau pinjaman luar negeri pada Juli 2018 kemarin. Perjanjian kerja sama ini termasuk penggunaan lahan Kampung Bandan antara PT MRT Jakarta dan PT KAI selaku pemilik lahan di Kampung Bandan. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, bahwa perjanjian kerja sama PT MRT dan PT KAI sebagai pemilik lahan Kampung Bandan yang akan digunakan sebagai Depo MRT hingga saat ini masih dalam pembahasan. Loan agreement senilai Rp25 triliun yang didapat dari Japan International Coorporation Agency juga sama. “Kami harap perjanjian kerja sama penggunaan lahan atau pencairan segera selesai agar pembangunan bisa dilaksanakan sesuai target akhir tahun ini,” ujar Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjiatmoko. Bahkan dengan belum adanya kepastian penggunaan lahan Kampung Bandan tersebut untuk dijadikan Depo membuat berbagai pihak terkejut. Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik, sebelum adanya perjanjian kerja sama penggunaan lahan itu belum pasti. Padahal proses pengajuan dana untuk pembangunan fase II yang dilakukan sejak tahun lalu sudah disetujui DPRD DKI. “Dalam usulan pengajuan dana fase II tahun lalukan sudah dicantumkan rencana pembangunan berikut dengan tahapan nya. Kok, sampai sekarang belum ada kepastian lahan. Saya berharap pinjaman tidak dicairkan sebelum adanya rencana pembangunan yang matang.” Taufik menambahkan, fase II harus bisa berlanjut sebelum fase I beroperasi di Maret 2019 mendatang. Dia mengatakan, hal ini agar membuat masyarakat antusias saaat menggunakan transportasi umum dan tidak terkendala pembangunannya dari target. Sebelumnya atau pada Maret 2018 lalu, Sekretaris Perusahaan PT MRT Hikmatullah menuturkan, penggunaan lahan PT KAI di Kampung Bandan akan dibahas soal substansi dalam perjanjian kerjasama. Menurutnya, kesepakatan PT MRT dengan PT KAI baru hanya kesepakatan akan ada memorandum of understanding (MoU). “Dalam waktu dekat akan dibahas substansi dari MoU itu. Kerja samanya menggunakan businees to businees ,” kata Hikmat. Terkait tahapan pengerjaan, Hikmat menjelaskan, tahapan pengerjaan MRT fase II masih menunggu konsultan. Output dari konsultan berupa dokumen basis engineering design itu yang nanti digunakan untuk pengadaan kontraktor pengerjaan konstruksi fase II. “Jadi, tahapan pengerjaan baru akan diketahui dari output yang dikerjakan konsultan,” ungkapnya. Baca juga: MRT Jakarta Fokus Testing and Commissioning, Ini Bedanya dengan Trial Run! Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bidang Perkeretaapian, Aditya Dwi laksana menilai, rencana pembangunan MRT fase II, khususnya depo Kampung Bandan di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum matang. Apalagi sebelumnya DKI memiliki rencana membangun depo di kawasan Ancol. Meskipun PT KAI mempersilahkan lahannya digunakan untuk depo kerjasama businees to businees antara PT KAI dengan MRT belum ada perjanjian yang pasti. “MRT harus kerja sama dengan perjanjian matang, baik dengan PT KAI ataupun pihak lainnya agar estimasi yang disetujui sudah sesuai dengan rencana yang matang. Jangan sampai PT KAI atau pihak lainnya minta tambahan di dalam perjalanannya,” katanya.

Pertengahan 2019 Penumpang Kelas Bisnis Garuda Indonesia Bisa Lanjutkan Perjalanan via Helikopter

Kabar baik bagi Anda para konsumen setia Garuda Indonesia! Pasalnya, maskapai plat merah ini baru saja menandatangani kerja sama dengan Whitesky Aviation yang diketahui sebagai penyedia jasa helikopter. Melalui perjanjian kerja sama yang ditandatangan Senin (10/9/2018) kemarin, nantinya para penumpang Garuda Indonesia bisa menikmati layanan helikopter sebagai transportasi penghubung dari atau ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke semua destinasi – baik di dalam maupun luar kota Jakarta. Baca Juga: Sekilas Mirip Layanan LCC, Garuda Indonesia Rilis Subclass Eco-Basic Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan kerja sama ini merupakan upaya yang ditempuh sang Flag Carrier guna meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya. “Kolaborasi ini merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan, sekaligus menambah alternatif transportasi udara bagi penumpang Garuda Indonesia yang mempunyai tujuan ke berbagai destinasi di sekitar kota Jakarta menggunakan jasa helikopter,” tutur Pahala, dikutip dari laman republika.co.id (11/9/2018). Selain Whitesky Aviation, Garuda juga menggaet Helicity guna kepentingan yang sama. “Keduanya tengah mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan jasa helikopter, sehingga penumpang Garuda, dikhususkan untuk kelas bisnis bisa langsung terbang dengan helikoper Whitesky dari Bandara Soekarno-Hatta ke titik lain di Jakarta,” tandasnya. Di sisi lain, Direktur Utama Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmaja menambahkan bahwa kerja sama yang dijalinnya dengan pihak Garuda ini akan menambah ‘jam terbang’ dari helikopter itu sendiri. “Semula 40 penerbangan per-bulan akan meningkat jadi 100 penerbangan per-bulan,” ujar Denon. “Jumlah penumpang kelas bisnis Garuda ada 6.000 orang per minggu dikali sebulan 24 ribu,” imbuhnya. Lebih lanjut, Denon mengatakan bahwa hingga saat ini , destinasi favorit para pengguna helikopter masih di seputaran Jakarta, Bogor, dan Bandung. Dengan menggunakan helikopter, para penumpang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai di Jakarta, 15 menit untuk sampai di Bogor, dan 45-50 menit untuk sampai di Bandung. “Rata-rata untuk keperluan bisnis. Sekarang business trip helipad kita punya di De Plaza, Shangrila, Fairmont dan Senayan. Ada 23 titik yang kerja sama tapi titik yang bisa dimungkinkan untuk take off-landing ada 170 Jakarta dan sekitarnya,” terang Denon. Baca Juga: Pengamat: Pilot TNI AU Butuh Waktu Transisi Untuk Menerbangkan Pesawat Garuda Indonesia Untuk masalah biaya, Denon mengatakan Whitesky akan menerapkan sistem charter dengan range harga enam hingga delapan juta. “Jadi semisal muatannya penuh (empat penumpang) atau sepi sekalipun, tarifnya akan tetap enam hingga delapan juta,” jelasnya. Pun dengan masalah pembayaran, hingga saat ini, jalur pembayarannya masih terpisah antara Garuda Indonesia dan Whitesky. Namun, Anda harus sedikit bersabar karena layanan ini baru akan dibuka pada pertengahan tahun depan. “Estimasinya helipad Cengkareng akan rampung pada Juni 2019.” Tutup Denon.  

Viral! Pilot United Airlines Tidur di First Class dengan Seragam Ditanggalkan

Sebagai seorang yang memegang kendali penuh terhadap sebuah penerbangan, pilot dituntut memiliki fisik yang prima sebelum mengudara. Tidak melulu soal fisik, stamina seorang pilot pun harus bugar dan tetap terjaga. Lalu, bagaimana ceritanya jika seorang penumpang mendapati pilot tengah beristirahat ketika pesawat tengah mengudara? Alih-alih menggunakan ruang istirahat khusus awak kabin, si pilot ini malah menggunakan salah satu bangku First Class yang kosong! Baca Juga: Intip Secret Airplane Bedrooms, Tempat Awak Kabin Melepas Penat Menurut lansiran KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (10/9/2018), seorang penumpang maskapai United Airlines yang mengudara dari Newark menuju Glasgow pada 22 Agustus kemarin mendapati salah satu pilot penerbangan tidur di bangku First Class. Berdasarkan pengakuan si penumpang yang identitasnya enggan dibongkar tersebut, kurang lebih satu jam setengah lamanya si pilot ini terlelap. “Sang pilot juga sempat menanggalkan seragamnya sebelum tertidur pulas di First Class,” ujar si penumpang. “Ia menempatkan seragamnya itu persis di sebelahnya,” tandasnya. Penumpang yang kebetulan seorang mantan inspektur polisi ini mengatakan bahwa semasanya bekerja, seorang petugas akan dikenakan sanksi semisal ketahuan tidur di mobil patroli. “Semisal si pilot butuh istirahat, harusnya tidak di sini dimana ratusan penumpang dapat memergokinya tengah tertidur pulas,” tandas si penumpang. Pria yang telah berkelana di Amerika ini mengaku, “Saya baru pertama kali melihat kejadian seperti ini,” Selain memperdebatkan tingkah pilot ini, warganet juga mempertanyakan soal kesiapan fisik sang pilot secara keseluruhan. Pasalnya, penerbangan dari Newark menuju Glasgow hanyalah memakan waktu selama tujuh jam saja. Namun merujuk pada peraturan perusahaan, ternyata United Airlines memang menganjurkan sang pilot untuk beristirahat jika tengah melakukan perjalanan transatlantik. “Keselamatan penumpang merupakan hal mutlak di United,” ujar salah satu juru bicara dari United Airlines. “Pada penerbangan transatlantik, pilot diminta untuk beristirahat. Pesawat ini dioperasikan oleh tiga awak kokpit sehingga salah seorang pilot bisa mengambil jatah istirahatnya,” tandasnya. Kendati begitu, dari hasil foto yang berhasil diabadikan si penumpang tadi, banyak orang yang menemukan kejanggalan pada hasil jepretan si penumpang tersebut – terutama dari para awak kabin. Baca Juga: Diduga Mabuk dan Teler, Pramugari United Airlines Layangkan Kalimat Kasar ke Penumpang “Seharusnya si pilot tidak menanggalkan seragamnya seperti itu,” ujar salah satu awak kabin maskapai lain yang melihat foto tersebut di internet. “Selain itu, agak sedikit aneh juga jika ada maskapai yang mengijinkan pilotnya untuk beristirahat padahal itu merupakan penerbangan di bawah 11 jam,” tandasnya.

Risma: Mulai Desember 2018, Jalur Suramadu Dilengkapi Cable Car

Jembatan Surabaya-Madura atau yang sering dikenal dengan Suramadu sebentar lagi tak akan beroperasi sendirian. Pasalnya akan ada kereta gantung atau cable car yang proyek pembangunannya sendiri harus selesai November 2018 mendatang. Baca juga: Jalur Kereta di Pulau Madura, Terlupakan Meski Nyaris Dihidupkan Kembali Hal ini dikarenakan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menargetkan Desember 2018 cable car tersebut sudah bisa dioperasikan untuk umum. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Risma mengatakan, pembangunan proyek tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga. “Pihak kertiga yang kerjakan dan kami desak segera dikerjakan,” kata Risma. Dengan adanya proyek pembangunan cable car ini, membuat Surabaya tepatnya di pesisir wilayah pantai Timurnya dari Suramadu hingga Kenjeran akan dijadikan destinasi wisata maritim. Sehingga semua wisata nantinya akan terintegrasi dengan pantai tersebut. Dengan proyek sarana wisata terbaru yakni cable car, maka akan menjadi pemicu percepatan ekonomi di wilayah timur Surabaya. Sebab bila dibandingkan kemajuannya tidak sepesat wilayah barat Surabaya. “Namun bukan kami yang mengerjakan kereta gantung itu. Pihak ketiga (PT PP Property) yang mengerjakan semua fasilitas kereta gantung tersebut. Mulai dari stasiun, kabel, hingga kabin kereta,” ujar Risma. Kepala Bappeko Surabaya Ery Cahyadi menuturkan bahwa pihaknya terus mendorong para pengembang untuk sama-sama membangun kota. Memberi kontribusi melalui program CSR mereka. “Kami yakin para pengembang itu kalau diajak koordinasi yang baik akan dengan senang hati memberikan CSR mereka. Cable Car ini harus terealisasi tahun ini,” kata Ery. Sebagaimana rencana tata kota, wilayah Suramadu hingga Kenjeran akan dikembangkan menjadi kota baru. Jembatan Suroboyo, Taman Suroboyo, hingga nantinya akan terintegrasi dengan destinasi wisata baru termasuk kereta gantung yang tengah dikerjakan. “Kami memberikan proyek CSR berupa Pembangunan kereta gantung. Pondasi untuk terminal sedang kami kerjakan,” ujar GM Pembangunan PT PP Property Satrio Sujatmiko Semua konstruksi dan fasilitas kereta gantung dikerjakan BUMN ini. Stasiun kereta gantung itu akan dibangun di sisi barat Jembatan Suramadu. Tidak jauh dari lokasi areal 3,5 hektare yang saat ini dimiliki PT PP Property. Di lahan ini akan dibangun properti berupa apartemen dan perkantoran. Namun saat ini masih berupa areal tanah yang tengah diratakan. Semua areal itu sudah dipagar memutar. Baca juga: Ngong Ping 360 – Berani Uji Adrenalin di Kereta Gantung Terpanjang di Dunia? Khusus kereta gantung ini, Satrio menyebutkan bahwa pihaknya akan membangun proyek kereta gantung tahap awal sepanjang 725 meter. Nanti akan ada delapan tiang penyangga kabel baja penghubung antar stasiun. “Titik-titiknya saya lupa. Yang pasti stasiun awal ada di sisi kiri Suramadu dan akan membentang melintasi Suramadu. Yang sudah pasti akan dikirim adalah 16 kabin kereta yang kami pesan dari China,” kata Satrio. Dalam schedule di PT PP Property, proyek CSR membangunkan kereta gantung itu harus tuntas tahun ini. Sebab rencana CSR ini sudah lama. Desember menurut Satrio, kereta gantung sudah harus beroperasi.

Tingkatkan Keselamatan Penumpang, Didi Chuxing Uji Coba Audio Recorder di Armadanya

Kasus pembunuhan yang melibatkan oknum pengemudi layanan ride-sharing kembali terjadi di Cina beberapa waktu yang lalu. Usut punya usut, sebelum meregang nyawa, penumpang layanan ride-sharing berjenis kelamin wanita ini sempat diperkosa terlebih dahulu oleh si pengemudi sebelum akhirnya dibunuh secara keji pada Jumat (24/8/2018) silam di Wenzhou, Cina. Berkaca pada kejadian tersebut, Didi Chuxing selaku raksasa layanan ride-sharing di Cina diketahui telah meningkatkan keamanan bagi para penumpangnya. Baca Juga: Sering Gunakan Layanan Ride-Sharing? Baca Tips Ini Agar Tetap Aman! Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman zdnet.com (9/9/2018), peningkatan aspek keamanan yang dilakukan oleh Didi Chuxing ini berupa pemasangan audio recorder di semua layanan ride-sharing berbasis mobil yang mereka operasikan. Dengan begitu, operator pusat bisa memonitor setiap percakapan yang terjadi antara pengemudi dan penumpang. Diharapkan, beragam tindak kriminal yang kerap terjadi juga dapat diminimalisir dengan adanya pemasangan audio recorder ini. Pemasangan instrumen pencegah tindak kriminal ini masih dalam tahap uji coba sebelum pada akhirnya dievaluasi dan dippertimbangkan apakah layak untuk disematkan di keseluruhan layanan ride-sharing berbasis mobil atau tidak. Masa uji coba ini sendiri mulai diberlakukan sejak tanggal 8 September hingga 15 September mendatang. Selain pemasangan audio recorder, Didi Chuxing juga memberhentikan operasinya setelah lewat dari pukul 23.00 dan baru beroperasi kembali pada pukul 05.00. Putusan ini dilatarbelakangi alasan yang sama di balik pemasangan audio recorder – yaitu untuk mencegah terjadinya kembali tindak kriminal yang melibatkan jasa ride-sharing. Peningkatan keselamatan yang dilakukan oleh Didi Chuxing ini dilakukan setelah tuntutan dan kritik dari berbagai kalangan soal keselamatan penumpang yang terkesan dinomorduakan oleh perusahaan yang berdiri sejak September 2015 ini. Dalam kurun waktu kurang dari 100 hari, dua kasus pembunuhan yang melibatkan Didi Chuxing setidaknya sudah cukup untuk mencoreng nama baik dan reputasi perusahaan tersebut. Baca Juga: Transport of London Inginkan Perusahaan Taksi Berbagi Data Untuk Keselamatan Penumpang Kendati upaya yang dilakukan oleh Didi Chuxing ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan para pengguna layanannya, namun ada juga para pengguna layanan Didi yang mengeluhkan putusan pemberhentian operasi sejak pukul 23.00. Mereka beranggapan bahwa akses untuk pulang ker rumah menjadi lebih susah sejak uji coba pemberhentian operasi tengah malam ini diberlakukan.

Punya Boarding Pass Kereta Api? Jangan Buang dan Tukarkan Tiket Gratis dari PT KAI

Sebagai pengguna kereta api jarak jauh biasanya memiliki boarding pass atau tiket kereta yang akan ditunjukkan kepada petugas saat pengecekan identitas. Dengan boarding pass ini, ternyata pengguna setia kereta api bisa mendapatkan tiket gratis dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Baca juga: Gelontorkan Rp2 Triliun, PT KAI Pesan 438 Kereta dari PT INKA Sebenarnya ini merupakan salah satu program yang dilaksanakan PT KAI sejak beberapa waktu lalu. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, untuk mendapatkan tiket gratis kereta api kelas komersial ada beberapa syarat dan ketentuan untuk ini. 1. Penumpang memiliki 20 boarding pass dengan rentang waktu 12 bulan sejak keberangkatan kereta pertama (ditukarkan dalam waktu 12 bulan tersebut). 2. Penumpang memiliki 15 boarding pass dengan rentang waktu enam bulan ejak keberangkatan KA pertama (ditukarkan dalam waktu 6 bulan tersebut). 3. Rentang waktu yang dimaksud diatas dihitung mundur dari tanggal penukaran tiket. 4. Tiket atau boarding pass Kereta Api komersial. 5. Tiket atau boarding pass atas nama penumpang yang sama. 6. Tiket atau boarding pass dengan relasi perjalanan dan atau parsial (PP), searah maupun sebaliknya. 7. Untuk penukaran Tiket Gratis dihitung sejak tanggal keberangkatan tiket atau boarding pass pertama dan tidak boleh lebih dari rentang waktu yang ditentukan, apabila lewat dari rentang waktu tersebut maka sudah tidak berlaku. 8. Penukaran tiket dilakukan di stasiun besar yang ada Customer Service. 9. Apabila tidak ada Customer Service, penumpang dapat melapor ke petugas loket reservasi. 10. Petugas loket akan memeriksa keabsahan tiket atau boarding pass, apabila sudah benar dan jumlahnya memenuhi syarat maka tiket gratis akan dicetakkan bagi penumpang bersangkutan. Baca juga: Kenali Beragam Jenis Perawatan Armada Kereta di PT KAI Caranya sudah dibeberkan secara jelas, lantas bagaimana dengan tiket yang didapatkan? Ternyata penumpang akan mendapatkan tiket tergantung dari nama, relasi hingga kelas kereta. Berikut ini tiket yang akan didapatkan. 1. Jika tiket terdiri dari beberapa nama KA yang berbeda, maka Tiket Gratis diberikan dengan “Relasi Terpendek”. 2. Kelas KA sama, jika tiket yang dikumpulkan terdiri dari beberapa kelas, maka yang diberikan “Kelas Terendah”. 3. Relasi KA Sama, jika tiket yang dikumpulkan terdiri dari beberapa relasi, maka yang diberikan “Relasi Terpendek”. Jika boarding pass tidak terbaca, maka diwajibkan untuk menyebutkan tanggal perjalanan atau data pemesanan KA tersebut ke Customer Service stasiun, agar bisa dilakukan pengecekan. Bila data benar, petugas aka menulis ulang nomor kode booking pada boarding passs tersebut dan diparaf.