Bus dan Kereta Tetap Nyalakan Pendingin Meski Suhu di Luar Dingin, Apa Alasannya?
Abdulaziz bin Ibrahim, Masinis Pertama Arab Saudi Tutup Usia di 96 tahun
Demi Hidupi Keluarga, Wanita ini Jadi yang Pertama Kemudikan Bajaj di Somalia
Honeywell Kembangkan Mesin Pesawat Listrik-Hybrid
Perjalanan udara disinyalir menyumbang antara 2-3 persen dari emisi karbon dunia. Karenanya, berbagai perusahaan berlomba untuk mengembangkan teknologi ramah lingkungan atau rendah karbon. Salah satunya ialah Honeywell Aerospace.
Baca juga: Inilah Dornier D328eco, Pesawat Hybrid-Listrik Deutsche Aircraft Berteknologi Pilot Tunggal
Dilansir Simple Flying, melalui program Honeywell Green Jet Fuel, perusahaan yang bermarkas di Phoenix, Amerika Serikat (AS), itu berencana mengembangkan mesin pesawat listrik-hybrid. Mesin ini nantinya akan memusatkan sistem baru yang inovatif di sekitar generator turbo kecil tapi kuat dengan bahan bakar biofuel.
Meskipun mesin didesain akan lebih kecil dari yang sudah ada, namun, kekuatannya bisa mencapai dua kali lipat. Selain itu, Honeywell juga akan menggabungkan turbogenerator dengan unit daya tambahan (APU) HGT1700 untuk membentuk sistem sumber daya penuh, sebuah terobosan brilian mengingat mesin dan APU merupakan dua hal berbeda namun akan lebih sempurna bila digabungkan.
Kendati dibuat khusus untuk pesawat listrik-hybrid, tetapi, desainnya yang jauh lebih kecil dari mesin pada umumnya juga memungkinkan mesin tersebut digunakan di kendaraan nirawak, seperti mobil atau taksi terbang, taksi drone, pesawat komuter, dan lain sebagainya.
“Ada kebutuhan inheren untuk tenaga listrik dan hibrida-listrik karena segmen mobilitas udara perkotaan mulai terbentuk dan kendaraan udara nirawak (UAV) mulai beroperasi. Turbogenerator kami menyediakan paket yang aman dan ringan untuk melayani segmen yang sedang berkembang ini, dan kami merancang solusi kami untuk memenuhi kebutuhan unik pelanggan yang mengembangkan kendaraan udara di masa depan,” kata Stephane Fymat, juru bicara Honeywell Aerospace.
Bil tak ada aral melintang, penerbangan demonstrasi menggunakan mesin turbogenerator akan dimulai pada kuartal III 2021 atau sekitar bulan Juli-September.
Selain mengembangkan mesin untuk pesawat listrik-hybrid, Honeywell diketahui juga tengah mengembangkan mesin turbofan generasi terbaru bersama Lembaga Penerbangan dan Antarikasa Nasional Amerika Serikat (NASA).
Baca juga: Prototipe Kedua Pesawat Listrik-Hybrid Terbesar di Dunia Ampaire Electric EEL Sukses Mengudara
Mesin ini disebut dapat mencapai tingkat ekstraksi daya hingga empat kali lipat dari tingkat ekstraksi daya mesin pesawat tercanggih saat ini. Tak hanya itu, pada saat yang sama, mesin itu juga membakar bahan bakar hingga 10 persen lebih sedikit atau 10 persen lebih hemat.
Bersama Honeywell, NASA fokus untuk “melakukan pengembangan dan pengujian teknologi pada turbin bertekanan rendah yang canggih”. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk “menetapkan dasar ekstraksi daya turbofan sambil juga mengembangkan alat prediksi komputasi.”
Pramugara dan Pilot Baku Hantam di Toilet Saat Pesawat Mengudara, Tangan dan Gigi Patah!
Malang betul nasib pramugara satu ini. Alih-alih mendapat penerbangan yang aman dan nyaman, ia justru harus menerima kenyataan pahit dimana tangannya dibuat patah oleh sang pilot saat terlibat baku hantam di kamar mandi pesawat yang tengah mengudara. Sebaliknya, pilot kehilangan sejumlah gigi dalam insiden tersebut.
Baca juga: Pukul Penumpang Wanita, Pilot Ini Langsung Kena Skorsing Seminggu
Dilansir newshub.co.nz, kronologi kejadian di pesawat maskapai Donghai Airlines pada 20 Februari lalu sebetulnya bermula dari hal sepele. Ketika itu, pesawat maskapai asal Cina, dengan nomor penerbangan DZ6297, itu berjarak sekitar 50 menit dari bandara tujuan di Xian, Cina. Seluruhnya berjalan normal sampai akhirnya pilot hendak menggunakan toilet terdekat dari kokpit.
Sayangnya, ia datang nyaris bersamaan dengan penumpang first class yang juga ingin menggunakan toilet. Karena merasa lebih berhak, pilot yang tak disebutkan namanya itu mengusir penumpang dan memintanya kembali ke kursi, namun penumpang tak menggubrisnya.
Sebelum menggunakan toilet, ia memanggil pramugara yang dianggapnya tidak becus bekerja. Tak hanya itu, tindakan pramugara membiarkan toilet digunakan penumpang first class lebih dahulu ketimbang dirinya juga dianggap membahayakan penerbangan.
Merasa tak bersalah, pramugara membela diri dengan mengeluarkan beberapa argumen. Di sinilah perkelahian antar dua petugas di pesawat yang tengah mengudara bermula. Mendengar pembelaan dari pramugara, pilot naik pitam dan langsung memukulnya. Baku hantam pun terjadi.
Disebutkan, perkelahian itu menjalar hingga ke toilet. Lantas, siapa pemenangnya? Tentu tidak ada atau kata pepatah menang jadi arang kalah jadi abu. Keduanya mengalami luka-luka. Pramugara dilaporkan mengalami patah tangan dan pilot kehilangan sejumlah gigi.
Dalam sebuah pernyataan, maskapai menyebut keduanya telah diskors sampai proses penyelidikan internal selesai. Nantinya, bilapun keduanya diizinkan kembali bekerja, mereka tidak akan ditugaskan dalam penerbangan yang sama.
“Perusahaan sangat mementingkan argumen di antara kru pesawat selama penerbangan dan melakukan verifikasi internal yang ketat. Staf yang terlibat baku hantam telah ditangguhkan (dari) pekerjaan mereka untuk memastikan keselamatan penerbangan,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Mabuk dan Ngamuk Gegara Diputusin Pacar, Wanita ini Pukul Jendela Pesawat Sampai Retak
“Ketika karyawan akhirnya kembali bekerja, mereka tidak akan diizinkan untuk beroperasi pada penerbangan yang sama satu sama lain,” lanjutnya.
Selain terjadi di Cina, aksi barbar pilot juga pernah terjadi di Amerika Serikat (AS). Pada April 2017 lalu, seorang pilot maskapai Delta Airlines dilaporkan telah memukul seorang penumpang wanita yang sedang berkelahi dengan penumpang lainnya. Akibat perlakuannya itu, ia diberikan sanksi berupa skorsing selama seminggu.
