Perkenalkan Glassafe dan ‘S’, Desain Kursi Pesawat Anti Corona Besutan Aviointeriors

Perkembangan virus corona memang benar-benar mengkhawatirkan. Betapa tidak, sekalipun hampir seluruh bandara di dunia telah menerapkan protokol ketat sebelum penumpang boarding, namun, adanya fenomena penumpang tanpa gejala tetap saja berhasil membuat adrenalin meningkatkan selama penerbangan. Baca juga: Pakai StadiumPod di Kabin Pesawat, Pebisnis Ini Coba Cegah Tertular Virus Corona

Pasalnya, penumpang tanpa gejala bisa saja lolos dari protokol kesehatan yang diterapkan bandara dan maskapai, kecuali, dilakukan rapid test sebelum boarding. Hanya saja, maskapai atau bandara yang menerapkan kebijakan wajib rapid test sebelum mulai boarding bisa dihitung jari. Sejauh ini hanya ada satu maskapai dan satu bandara yang sudah menerapkannya, Emirates Airlines dan Bandara Internasional Hong Kong.

Berbagai kemungkinan terpaparnya penumpang saat di dalam kabin pun coba dijawab dengan beberapa inovasi, salah satunya dengan robot pembersih bakteri dengan sinar UV, GermFalcon. Namun, berbagai inovasi lainnya juga tengah dikembangkan, semata untuk memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan yang ada.

Screen pelindung bisa dipasang di kursi yang sudah ada. Foto: Aviointeriors via thesun.co.uk

Dikutip dari The Sun, belum lama ini, sebuah perusahaan yang fokus memproduksi produk-produk interior pesawat dan kursi penumpang, Aviointeriors, meluncurkan desain sebuah kursi penumpang ‘anti’ corona. Cara kerjanya (dalam menghindari penumpang dari risiko terpapar corona) yakni dengan menambahkan semacam akrilik ke setiap kursi yang mengapit penumpang.

Desain yang disebut Glassafe tersebut diklaim mampu membatasi kontak langsung dengan penumpang yang disebelahnya (kiri dan kanan untuk kursi di bagian tengah). Bila diperhatikan lebih detail, sebetulnya konsep seperti itu sudah mulai diberlakukan di banyak sektor, mulai dari perbankan, percetakan, dan beberapa sektor lainnya yang memungkinkan adanya kontak langsung antara klien dan petugas dalam jarak kurang dari satu atau satu setengah meter.

“Glassafe (menciptakan) siklus udara yang terisolasi di sekitar penumpang untuk menghindari atau meminimalkan kontak dan interaksi melalui udara antara penumpang yang satu dengan penumpang lainnya, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terpapar oleh virus atau lainnya,” kata juru bicara perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan yang berbasis di Italia tersebut mengklaim pihaknya siap memproduksi secara massal. Tentu saja setelah melewati sertifikasi keselamatan terlebih dahulu. Artinya, masih butuh proses selama beberapa bulan ke depan sebelum akhirnya penumpang bisa benar-benar menikmati sensasi duduk dengan diapit Glassafe selama penerbangan.

Desain kursi berbentuk ‘S’ dimana bagian tengah kursi menghadap ke belakang. Foto: Aviointeriors via thesun.co.uk

Selain Glassafe, Aviointeriors juga meluncurkan inovasi kursi berbentuk ‘S’. Kursi tersebut mengubah posisi duduk kursi tengah dari semula menghadap ke depan menjadi menghadap ke belakang. Sejalan dengan Glassafe, poinnya, desain kursi berbentuk ‘S’ (bila dilihat dari atas) juga untuk menekan kemungkinan penumpang terpapar virus Cina dari penumpang di sebelahnya. Baca juga: Manjakan Mata Penumpang, LG Display Luncurkan Teknologi OLED di Kabin Pesawat

Akan tetapi, baik Glassafe maupun desain kursi berbentuk ‘S’ sebetulnya klaim Aviointeriors belum dapat dibuktikan melalui penelitian ilmiah mendalam dari berbagai ahli. Lagi pula, hasil penelitian menyebut Covid-19 dapat bertahan di permukaan plastik (akrilik) yang notabene bahan dasar Glassafe.

Kemudian, untuk desain kursi berbentuk ‘S’, penumpang yang menghadap ke belakang juga masih mungkin terkontaminasi dengan dua orang di depannya. Memang masih terlalu dini untuk mengharapkan ‘S’ dan Glassafe akan terlihat (di pesawat) di masa depan. Namun, bukan berarti tidak mungkin bila dilakukan perubahan untuk menambal berbagai kekurangan.

Antonov An-24, Jawara Pesawat Penumpang Propeller Soviet yang ‘Dijiplak’ Menjadi Xian MA60

Pesawat Antonov An-24RV menjadi perhatian dunia setelah insiden jatuhnya Lion Air flight 602. Pesawat tersebut jatuh di Sri Lanka akibat ditembak oleh separatis Pasukan Pembebasan Macan Tamil Eelam (LTTE) menggunakan rudal anti pesawat portabel atau man-portable air defence systems (MANPADS) pada akhir dekade 90-an. Insiden tersebut pun menambah catatan kelam pesawat komersial jatuh dirudal. Baca juga: Hari Ini, 22 Tahun Lalu, Lion Air Flight 602 Jatuh Dirudal Tak Lama Setelah Kerusuhan 98 Akan tetapi, terlepas dari insiden tersebut, sebetulnya, Antonov An-24 sudah lama dikenal dunia, bahkan bisa dibilang jadi pesawat paling populer di dunia. Pesawat lansiran pertama kali pada 29 Oktober 1959 oleh biro desain Antonov tersebut, seperti dikutip dari laman resmi perusahaan, diklaim sebagai pesawat paling populer di dunia dalam jangka waktu yang agak lama. Tak disebutkan dengan persis periode yang dimaksud. Tetapi, jika dilihat berdasarkan tahun produksi, itu berarti antara tahun 1959-1979. Selama periode tersebut (1959-1979), pesawat dengan kapasitas 50 penumpang dan tiga kru, bentang sayap 29.2 meter, panjang 23.5 meter, dan tinggi 8.3 meter ini berhasil diproduksi sebanyak 1.367 unit di seluruh dunia. Dalam rentang waktu tersebut, tahun 1967 menjadi tahun kejayaan pesawat dengan mencatat angka produksi tertinggi mencapai 166 unit. Pesawat bermesin turboprop sayap tinggi (high wing) ini diplot untuk penerbangan jarak dekat-medium, menggantikan pesawat veteran Rusia (Uni Soviet) lainnya, Ilyushin Il-14 Avia, yang dinilai sudah usang bersama mesin pistonnya. Dengan mesin kokoh dan tangguh, Ivchenko AI-24, serta desain sayap high wing, Antonov An-24 disebut mampu beroperasi pada landasan pendek dan kasar tanpa takut terganggu oleh serpihan ataupun objek asing lainnya ke area mesin. Perawatan mesinnya juga tak terlalu rumit tanpa memerlukan peralatan canggih. Tak hanya itu, badan pesawat yang kokoh dan kinerja yang baik, An-24 juga diadaptasi untuk melakukan banyak misi sekunder seperti pengintaian es dan uji coba mesin atau baling-baling, serta pengembangan lebih lanjut untuk menghasilkan angkutan taktis An-26, angkutan untuk kebutuhan foto pemetaan atau survei lokasi, An-30, dan angkutan taktis An-32 dengan mesin yang lebih kuat. Di masa keemasannya, pesawat berkemampuan terbang sejauh 990 km di ketinggian rata-rata 9.100 meter pada kecepatan operasional mencapai 420 km per jam ini digunakan secara luas di kalangan sipil maupun militer. Selain itu, masih soal masa keemasan, Antonov An-24 juga pernah digunakan untuk mencatat 39 rekor dunia oleh para wanita. Baca juga: Xian MA60, Pesawat Cina Jiplakan Antonov An-24 yang Bikin Merpati Airlines Bangkrut Setelah 61 tahun beroperasi, tahun lalu, masih ada sekitar 109 pesawat yang masih beroperasi. Umumnya di negara-negara Afrika. Antonov An-24 diproduksi dengan 13 varian berbeda dengan masing-masing peningkatan. Adapun varian Antonov An-24RV mengalami peningkatan di bagian mesin, dari semula turboprop menjadi turbojet. Selain varian RV, Antonov An-24 juga ada varian versi jiplakan oleh perusahaan Cina menjadi Xian MA60. Varian tersebut merupakan pengembangan dari versi jiplakan pertama Cina terhadap An-24, Xian Y-7.  

Tak Digunakan 60 Tahun, Terowongan Kereta Menyeramkan di Inggris Akan Kembali Dibuka

Terowongan kereta banyak sekali yang terbengkalai karena tak lagi digunakan. Ini memperlihatkan sebuah tempat yang gelap, lembab dan cenderung menyeramkan, apalagi bila ditinggalkan hampir 60-an tahun lamanya. Baca juga: Terowongan Brockville – Terowongan Kereta Pertama di Kanada yang Dihiasi Lampu Warna Warni dan Alunan Musik Mungkin orang yang berani hanya para penguji nyali karena terlihat seperti terowongan hantu. Namun bagaimana jika terowongan kereta ini kembali Dibuka untuk umum? Dilansir KabarPenumpang.com dari gazettelive.co.uk (10/3/2021), terowongan yang ada di Inggris ini dulunya bagian dari jalur kereta api Whitby ke Loftus. Terowongan ditutup pada 1950-an karena rute dipotong dan sejak saat itu hampir tidak pernah dilintasi lagi kecuali oleh para penguji nyali. Adanya rencana baru ini akan meluncurkan rute antara Staithes dan Whitby. Selain itu juga dapat membuat terowongan yang ditemukan di Sandsend dan Kettleness dihidupkan kembali. Bahkan Otoritas Taman Nasional North York Moors telah meluncurkan studi untuk menentukan apakah proyek semacam ini layak. “Kami saat ini sedang dalam tahap awal studi kelayakan untuk melihat kelayakan rute berdasarkan jalur kereta api yang tidak digunakan antara Whitby dan Staithes,” ujar Mike Hawtin dari pihak berwenang. Dia menyebutkan, proyek semacam ini pasti membutuhkan infrastruktur besar dan banyak penelitian yang masih harus dilakukan. Ini untuk lebih memahami kemungkinan pengurangan karbon dan manfaat ekonomi di samping kepekaan ekologi dan arkeologi. “Hanya setelah itu selesai, kami dapat menyimpulkan apakah proyek tersebut merupakan opsi yang realistis untuk masa depan,” ujar Mike. Untuk diketahui, sepasang jalur bawah tanah ini terkenal di komunitas ‘urbex’. Ini adalah sekelompok orang yang menjelajahi dan mengambil gambar dari tempat dan bangunan yang ditinggalkan di seluruh Inggris. Terowongan itu tidak pernah seharusnya dibangun, tetapi rute pantai asli dianggap terlalu berbahaya dan jalur itu dialihkan ke pedalaman menyusul tindakan Parlemen. Terowongan tersebut selesai sekitar Februari 1882 dan dioperasikan hingga Mei 1958. Dari situs web ForgittennRelics memiliki riwayat terperinci mengenai dua terowongan. Mereka juga menekankan bahaya ekstrim yang terlibat dalam mempertaruhkan eksplorasi situs tersebut. “Seperti tetangganya Kettleness, Sandsend adalah terowongan yang seharusnya tidak pernah ada. Ketika Whitby, Redcar & Middlesbrough Union Railway mulai mengerjakan rute Loftus – Whitby pada tahun 1871. ini lima tahun setelah mendapatkan Undang-Undang yang memungkinkan rencananya adalah membangun jalur di sepanjang tepi tebing,” tulis situs tersebut Namun, dikatakan bahwa tempat kerja terhenti pada tahun 1874 ketika kontraktor tersebut dilikuidasi dan ketika North Eastern Railway mengambil alih rute pantai itu dianggap terlalu berbahaya dan jalurnya dialihkan ke pedalaman. “Terowongan itu sangat basah di beberapa bagian, mengakibatkan keropos pada tembok, beberapa di antaranya signifikan. Di beberapa tempat, tonjolan terlihat di dinding samping barat, mengakibatkan rekahan dan potensi keruntuhan,” tulis situs itu lagi. Baca juga: Terbengkalai, Terowongan Kereta Ini Disulap Jadi Kolam Renang Portal utara terowongan Sandsend sebagian runtuh pada tahun 2008 setelah bertahun-tahun mengalami tekanan dari tebing di atasnya. Terowongan tersebut tidak lagi dirawat sejak ditinggalkan pada tahun 1958.

Pengemudi Uber Diserang dan Diejek oleh Penumpang Tak Bermasker

Diserang dan diejek penumpang? Sepertinya kerap kali terjadi pada para pengemudi kendaraan baik konvensional maupun berbasis aplikasi. Salah satunya terjadi pada pengemudi asal Nepal yang mencari nafkah sebagai pengemudi Uber di San Francisco, Amerika Serikat. Baca juga: Masa Pandemi, Bisnis Ride Hailing di Rusia Pertumbuhannya Terus Naik Pengemudi bernama Subhakar Khadka itu mengaku dia hanya tidur selama tiga jam setiap malam sejak rekaman dirinya diejek dan diserang penumpang menjadi viral. Dilansir KabarPenumpang.com dari theguardian.com (11/3/2021), Khadka mengatakan, dirinya bekerja untuk menghidupi keluarganya dan senang memiliki bukti tentang pelecehan yang sering kali tidak diakui. Dia mengatakan bukan hanya orang-orang di Uber dan Lyft tetapi mereka yang bekerja di pom pengisian bensin. Dalam video memperlihatkan Khadka sedang dimarahi dan batukkan oleh salah seorang wanita yang duduk di kursi belakang mobil tanpa masker. Khadka mengatakan sebelum kejadian tersebut di rekam dalam video, dia menjemput ketiga wanita itu pada Minggu (6/3/2021), dia menyebutkan bahwa seorang dari tiga wanita itu tidak mengenakan masker meski kebijakan Uber yang mana penumpang harus membuktikan bahwa mereka menggunakan masker sebelum mengonfirmasi perjalan mereka. Khadka setelah melihat itu, dia mengingatkan mereka tentang kebijakan tersebut dan menepi. Kemudian para penumpang wanita itu bertanya apakah dirinya memiliki masker ekstra. Karena pandemi, Khadka mengatakan tidak memilikinya. “Mereka berusaha agar seolah-olah itu salah saya padahal mereka memesan Uber tanpa masker. Gadis yang menyerangku mulai mengejekku dan bertanya bagaimana aku bisa menghentikan mobil di antah berantah tapi kami berada setengah blok dari tempat aku mengambilnya,” ujar Khadka. Khadka mengatakan dia kemudian berhenti di pom bensin sehingga pengendara bisa membeli masker. Saat dia berada di dalam toko, dua penumpang lainnya diduga memulai rentetan ancaman dan penghinaan. “Sebelum gadis itu kembali dengan maskernyaa, saya harus mendengarkan ejekan tentang bagaimana mereka bisa menembak wajah saya dan memanggil pacar dan sepupu mereka untuk saya. Mereka berbicara tentang betapa kecilnya testis saya karena ras saya. Mereka menyebut saya kata-N konyol setelah setiap kalimat,” kenangnya. Pada saat penumpang kembali ke mobil dengan satu pak masker, Khadka memutuskan bahwa perjalanan itu tidak sepadan dengan risikonya bagi keselamatannya. Dia mengatakan perjalanan berakhir dan meminta para penumpang tersebut keluar dari mobilnya. Bahkan para penumpang itu terus mengejeknya dan mengatakan dia bukan siapa-siapa. Khadka mengatakan bahwa dia menyalakan kameranya ketika dia menyadari mereka tidak bergeming, dan saat itulah wanita itu mulai terbatuk-batuk di wajahnya dan berteriak padanya. Beberapa detik kemudian, video tersebut menunjukkan wanita itu mengambil ponsel Khadka dari tangannya. Khadka mengklaim bahwa salah satu wanita menyemprot Mace ke dalam mobil setelah keluar. Karena insiden ini, polisi San Francisco mengatakan mereka sedang menyelidiki insiden tersebut. Baca juga: Metro Beijing Hadirkan Kamera yang Mampu Identifikasi Penumpang Tanpa Masker Baik Uber dan Lyft men-tweet bahwa pengendara yang menolak memakai masker telah dihapus secara permanen dari platform mereka. Dia sejak itu tampaknya mencoba untuk mengontekstualisasikan tindakannya dalam video Instagram, mengakui bahwa dia salah karena batuk pada Khadka, tetapi dia mengatakan bahwa dia takut akan keselamatan dirinya dan sesama penumpangnya karena Khadka diduga mencoba untuk mengusir mereka keluar. daerah asing dan menolak menunggu sampai rideshare baru tiba.

BYD, Keihan Bus dan Kansai Electric Power Bangun Jalur Bus Listrik Pertama di Jepang

Jepang melakukan berbagai hal demi mencapai target netralitas karbon di tahun 2050 dan membangun masyarakat bebas karbon. Salah satunya adalah kerja sama antara tiga pihak, yakni BYD Jepang, Keihan Bus dan Kansai Electric Power yang beberapa waktu lalu mengumumkan kesepakatan tripartit di Kyoto, Jepang. Baca juga: Mobil Golf Semi-Otonom Mudahkan Para Lansia di Desa Pegunungan Jepang Dilansir KabarPenumpang.com dari greencarcongress.com (3/3/2021), mulai tahun 2021, Keihan Bus dan Kansai Electric Power akan meluncurkan gelombang pertama yakni empat bus BYD J6 di jalur bus wisata terkenal Kyoto (Stasiun Kyoto – Shichijo Keihan-mae – Umekoji – Hotel Emion Kyoto). Ini adalah bagian dari demonstrasi selama lima tahun operasi untuk lebih mempromosikan transportasi umum listrik murni di Jepang. Selain itu juga akan menjadi jalur lingkar pertama negara yang dioperasikan hanya oleh bus listrik. Dengan menganalisis data pengoperasian kendaraan dan hasil penghematan energi, proyek ini akan memberikan pengalaman yang berguna dalam mendukung rencana Keihan Bus untuk terus memperkenalkan bus listrik BYD K8 dan secara bertahap mewujudkan masyarakat hijau dan bebas karbon di wilayah Kansai. Yang mana ini adalah salah satu kunci ekonomi dan hub industri Jepang. Sebagai lokasi penandatanganan Protokol Kyoto 1997 yang terkenal, Kyoto adalah kota pelopor yang telah menyaksikan respons aktif dunia terhadap perubahan iklim. Dalam semangat yang sama, kesepakatan terbaru ini tidak hanya sebagai respon aktif terhadap tujuan pemerintah Jepang mencapai target netralitas karbon 2050 Jepang untuk masyarakat bebas karbon, tetapi juga upaya untuk mencapai rencana Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri untuk melarang penjualan kendaraan bertenaga bensin baru di pertengahan tahun 2030-an. Mengoperasikan bus di tujuan wisata terkenal dunia ini, Keihan Bus selalu memberikan dukungan perjalanan penting bagi industri pariwisata di Kyoto. Jalur bus loop baru akan menghubungkan Stasiun Kyoto, Shichijo Keihan-mae dan Umekoji Hotel Emion Kyoto, yang dikelilingi oleh tempat-tempat wisata utama seperti Museum Kereta Api Kyoto dan Akuarium Kyoto. Pengenalan bus listrik di sekitar Stasiun JR Kyoto ke stasiun gerbang Kyoto dan selanjutnya akan meningkatkan kredensial lingkungan kota. Kansai Electric Power, perusahaan tenaga listrik terbesar kedua di Jepang, tidak hanya akan membangun stasiun pengisian dan fasilitas lain untuk proyek tersebut. Baca juga: Transportasi Jepang Gunakan Bahan Bakar Hidrogen di Tahun 2025 Mereka juga membangun sistem manajemen energi yang sangat efisien, serta menganalisis dan meneliti data operasi. Saat ini, terdapat 53 bus listrik BYD yang beroperasi di seluruh Jepang, menurut Liu Xueliang, Manajer Umum Divisi Penjualan Mobil Asia Pasifik BYD.

Rute Abu Dhabi-Kairo, Seluruh Awak Etihad EY653 adalah Perempuan dengan Kapten Pilot Warga Indonesia

Saban Hari Perempuan Internasional, ada saja kegiatan yang dilalukan secara unik, tak terkecuali di sektor transportasi udara. Maskapai menerbangkan pesawat dengan set-up kru keseluruhan perempuan juga sudah bukan hal baru. Namun, ada yang unik dari maskapai asal Uni Emirat Arab, dimana Etihad Airways pada 8 Maret lalu menerbangkan pesawat dengan kapten pilot wanita asal Indonesia. Baca juga: Sambut Hari Perempuan Internasional, Pilot dan Awak Kabin Air India Seluruhnya Adalah Perempuan Mengutip dari keterangan video dari YouTube Etihad Airways yang diposting pada 8 Maret 2021, disebutkan pesawat Boeing 787 Dreamliner dengan nomer penerbangan EY653, diawaki oleh Kapten Isma Kania Dewi, dan didampingi Kopilot Shareefa Al Bloushi. Etihad EY653 saat itu tinggal landas dari Abu Dhabi dengan tujuan Kairo, Mesir, sementara lamanya waktu penerbangan yaitu empat jam. Kapten Isma Kania Dewi, adalah kelahiran 4 Oktober 1975 dan merupakan lulusan SMA Regina Pacis Bogor. Setelah lulus dari PLP Curug 1997, Isma lantas bergabung bersama Garuda Indonesia pada tahun 1998 dan berhasil menerbangkan Boeing 737 300-400-500 series, pesawat komersil pertamanya. Selepas itu, ia Kemudian hijrah ke Qatar Airways dan sekarang menjadi kapten pilot di Etihad Airwyas. Sebelumnya, pada 8 Maret 2019, Air India hari mengoperasikan pesawatnya di 12 rute internasional dan 40 rute domestikanya dengan pilot dan awak kabin yang kesemuanya adalah perempuan. Ternyata penerbangan Air India sudah menghadirkan semua awak perempuan dimulai pada November 1985 ketika awak kokpit yang semuanya perempuan mengoperasikan penerbangan Persahabatan Fokker dari Kolkata ke Silchar. Masih dari India, Jet Airways juga berencana mengoperasikan empat penerbangan domestik dengan pilot dan awak kabin yang semuanya perempuan. Di negara-negara Timur Tengah, pada umumnya peran wanita sangat terbatas. Arab Saudi, sebelum mulai terbuka di bawah komando Raja Salman, misalnya, perempuan bahkan tidak diperkenankan mengendarai mobil seorang diri tanpa didampingin oleh laki-laki, baik dari kalangan keluarga maupun suami. Di Iran bahkan kondisinya lebih pelik, jangankan untuk berbuat lebih jauh, perempuan buka jilbab saja bisa dipidana. Singkatnya, hak-hak perempuan di Iran sangat terbatas. Oleh karenanya, ketika tiba-tiba perempuan di Iran berhasil mencatat sejarah di dunia penerbangan, tentu hal tersebut cukup mengejutkan sekaligus kabar baik bagi kehidupan para perempuan di sana. Baca juga: Sambut Hari Perempuan Internasional, Dua Stasiun di India Hadirkan Vending Machine “Pembalut” Beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya di Iran, seorang kapten pilot wanita dan kopilot wanita berhasil menerbangakan pesawat dalam perjalanan pulang-pergi rute Teheran —Mashhad pada 14 Oktober 2019, yang menjadikan mereka sebagai wanita pertama yang mengemudikan sebuah penerbangan penumpang di Iran tanpa bantuan rekan-rekan pria.

PT KAI Luncurkan KA Brawijaya Relasi Gambir-Malang dan KA Kertanegara Relasi Purwokerto-Malang

Dua kereta baru tujuan Malang, Jawa Timur mulai beroperasi pada 10 Maret 2021 kemarin. Meski keduanya milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) tetapi dioperasikan oleh daerah operasional (Daop) 1 Jakarta dan Daop 5 Purwokerto. Kereta ini adalah KA Brawijaya yang berangkat dari Gambir menuju Malang dan KA Kertanegara dari Purwokerto menuju ke Malang. Baca juga: KA Ekonomi Matarmaja, Kondang Berkat Jadi Latar Film “5 Cm” KA Brawijaya sendiri merupakan kereta eksekutif dengan total ketersediaan tempat duduk sebanyak 400 kursi. Namun d masa pandemi hanya 280 kursi yang bisa dipesan oleh penumpang. Kehadiran KA Brawijaya melengkapi KA Gajayana yang juga memiliki relasi Gambir – Malang. Bedanya KA Brawijaya pada pengoperasiannya tidak melalui Purwokerto – Yogyakarta tetapi akan melalui Cirebon, Semarang dan Madiun. Sedangkan KA Gajayana melalui Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta dan Madiun. Kereta Brawijaya terdiri dari delapan kereta eksekutif dan memiliki ruang isolasi sementara jika ada penumpang yang memiliki gejala Covid-19. “Kemudian penumpang dengan gejala tersebut akan diturunkan di stasiun terdekat yang memiliki pos kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, dalam perjalanan juga akan ada penyemprotan desinfektan setiap 30 menit sekali pada area dan perangkat yang sering disentuh banyak orang,” ujar KA Humas Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dari siaran pers. Sedangkan KA Kertanegara yang beroperasi dari Purwokerto menuju Malang memiliki delapan kereta dalam satu rangkaian di mana lima diantaranya kereta eksekutif dan tiga lainnya kereta ekonomi. Kereta ini memiliki kapasitas 490 kursi dengan 250 di kereta eksekutif dan 240 di kereta ekonomi. “Dengan layanan kelas yang variatif, diharapkan dapat mengakomodir semua segmen pelanggan untuk menentukan kelas layanan yang ingin dipilihnya,” ujar PYMT manajer Humas Daop 5 Purwokerto Hendra Wahyono. Dia menambahkan, meski penumpang bisa memilih kelas, kursi yang tersedia hanya 70 persen selama masa pandemi yang mana ini sesuai protokol kesehatan yang berlaku. “Untuk optimalisasi pendapatan angkutan penumpang dengan memanfaatkan idle searbpada relasi tertentu, makan akan diberlakukan pula tarif khusus pada KA Kertanegara yang bisa dipesan dua jam sebelum keberangkatan kereta,” ujar Hendra. Baca juga: Sempat Mengular, KA Gajayana Priority Kini Berganti Menjadi Luxury Untuk diketahui, kehadiran dua kereta ini tidak akan menggantikan kereta lainnya yang sudah beroperasi sebelumnya.

Antonov An-124 Terasa ‘Istimewa’ di Yogyakarta, Tapi Sudah ‘Biasa’ di Makassar

Rabu, 10 Maret 2021, ada sesuatu yang spesial di ruang udara Yogyakarta, pasalnya hari itu, untuk pertama kalinya mendarat pesawat raksasa di bandara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Yang mendarat tak lain adalah pesawat angkut kargo Antonov An-124 100M Ruslan, sudah barang tentu pesawat dengan berat kosong 175 ton ini tak mendarat di Bandara Adi Sucipto. Baca juga: Antonov An-124 Terbangkan Kereta Cepat Maglev Sejauh 7.500 km Seperti sudah banyak diwartakan, Antonov An-124 berhasil mendarat dan tinggal landas di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo. Bagi PT Angkasa Pura I selaku pengeloka Bandara YIA, kesuksesan melayani operasional pesawat terbesar kedua di dunia tersebut menunjukkan kualitas fasilitas sisi udara (runway dan apron) Bandara YIA yang memang terbaik. Pesawat Antonov An-124 100 tiba dari Bandara Sultan Ismail Johor Baru Malaysia berhasil mendarat dengan mulus di YIA pada pukul 09.42 WIB dan sukses lepas landas menuju Colombus Amerika Serikat pada pukul 16.55 WIB. Pesawat ini mengangkut 62 ton kargo berisi komoditas wire harness (kabel). Penerbangan ini menjadi penerbangan ekspor kargo yang pertama kali menggunakan pesawat Antonov. Pesawat Antonov 124-100 sendiri merupakan pesawat kargo berbadan besar terbesar kedua di dunia buatan Ukraina yang memiliki kapasitas muatan hingga 150 ton. Bila An-124 terasa istimewa saat tiba di YIA, maka sejatinya kedatangan An-124 sudah menjadi hal yang biasa di bandara lain, seperti di Bandara/Lanud Hasanuddin Makassar, An-124 kerap wara-wiri saat mengirimkan material dan komponen bagi jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30 yang menjadi aset Skadron Udara 11. Saat jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU membutuhkan perawatan berat (overhaul) di Belarusia, maka baik pengiriman dan penerimaannya menggunakan jasa Antonov An-124. Sebagai informasi, Su-27/Su-30 dimasukkan ke dalam ruang kargo dengan kondisi ‘dilepas’ beberapa bagiannya, seperti sayap tengah, sayap ekor dan ekor tegaknya. Dikutip dari Indomiliter.com, meski pada dasarnya adalah pesawat angkut sipil, An-124 punya sebutan dengan kode NATO sebagai Condor. Pesawat yang terbang perdana pada 24 Desember 1982 ini punya panjang 69,10 m dan berat kosong mencapai 175 ton. Payload An-124 mampu mengangkut berbagai bawaan yang cukuo besar dengan total mencapai 150 ton. Kapasitas payload yang dibawa An-124 lebih besar 25 persen daripada yang dapat dibawa C-5A Galaxy.
 
View this post on Instagram
 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Pesawat ini mengandalkan 4 buah mesin Turbofan model Ivchenko-Progress ZMKB D-18T sebagai daya dorongnya. Ibarat kapal ferry Ro-Ro, An 124 dilengkapi dengan dua buah “Cargo Door” yang terdapat pada ekor dan hidung. dengan menggunakan sistem hidrolik, pintu muatan bisa membuka dengan lebar untuk akses keluar masuk barang. Sejak terbang perdana pada 1982, sampai 2004 sudah 55 unit An-124 yang telah diproduksi. Meski beberapa kali sempat tersiar kabar di Rusia mengenai kemungkinan pemroduksian kembali Ruslan, rencana itu sepertinya sulit terealisasi karena Biro Desain Antonov terletak di Ukraina, yang notabene kini menjadi lawan berat Rusia yang didukung NATO. Antonov An-124 dikembangkan oleh Soviet Design Bureau OKB Antonov yang sekarang bernama Antonov ASTC, sebuah pabrikan pesawat terbang asal Ukraina yang dikenal sebagai pencetak pesawat terbang raksasa. Baca juga: Hari Ini, 32 Tahun Lalu, Pesawat Kargo Terbesar di Dunia Antonov An-225 Mriya Terbang Perdana An-124 didesain sebagai pesawat militer Angkut strategis, mulai dari helikopter, pesawat ringan, tank, dan berbagai bawaan militer lainya mampu dibawa pesawat ini. Dengan kapasitas bahan bakar penuh (348.740 liter) dan minium payload, diatas kertas An-124 dapat terbang sejauh 14.000 km (ferry flight) pada kecepatan jelajah 865 km per jam.

Hari ini, 17 Tahun Lalu Bom Meledak di Kereta Komuter Spanyol dan Tewaskan 192 Penumpang

Tepat 11 Maret 2004 atau 17 tahun lalu serangan bom guncang kota Madrid di Spanyol yang menewaskan 192 orang dan lebih dari dua ribu orang luka-luka. Ledakan tersebut terjadi di dalam empat gerbong kereta komuter Cercanías ini semacam KRL Jabodetabek. Baca juga: Akibat Ledakan Tabung Gas Saat Memasak, 70 Orang Tewas di Dalam Kereta Tezgam Express Para korban jiwa berasal dari berbagai negara di Eropa yakni Spanyol, Rumania, Kuba, Chili, Kolombia, Republik Dominika, Ekuador, Guinea Bissau, Honduras, Maroko, Peru dan Polandia. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bom-bom yang diledakkan diidentifikasi dan diketahui diledakkan melalui telepon selular. Insiden ini kemudian bukan hanya mengakibatkan ratusan orang tewas dan ribuan terluka, tetapi penumpang yang selamat pun memperlihatkan sorot mata yang ketakutan. Petugas kemudian melakukan upaya penyelamatan penumpang yang tewas serta terluka. Banyak dari mereka yang bajunya berlumuran darah ataupun compang-camping. Bahkan kondisi kereta yang meledak sangat mengenaskan, karena badan gerbong ringsek dan hangus. Selain itu, ceceran darah serta potongan tubuh bercampur dengan puing-puing. Awalnya pemerintah Spanyol menuduh ledakan bom tersebut adalah perbuatan dari kelompok militan Basque (Euskadia Ta Askatasuna (ETA)). Namun tuduhan itu dibantah pimpinan ETA, Batasuna, dan menuduh “kelompok perlawanan Arab” di balik peledakan. Meski begitu, pemerintah Spanyol tidak menampik adanya pelaku lain dari pengeboman tersebut. Terlebih setelah polisi menemukan sebuah mobil van berisi tujuh detonator dan sebuah tape recorder berbahasa Arab di sebuah kota dekat Madrid. Selain itu juga ada sebuh surat dari sebuah kelompok yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda yang mengaku bertanggung jawab atas peledakan bom tersebut. Sayangnya, tidak ada bukti asli dari surat yang ditujukan kepada Abu Hafs dari Brigade al- Masri, sebuah kelompok yang berhubungan dengan Al Qaeda. Selain bertanggung jawab atas serangan itu, Al Qaeda saat itu juga menegaskan kembali ancaman serangan berikutnya. Hal itu seperti dimuat dalam surat kabar berbahasa Arab yang berbasis di London, Al-Quds Al-Arabi. Baca juga: 20 Tahun Lalu, Ledakan Beruntun Terjadi di Metro Manila, Korban Tewas Terbanyak di Stasiun Blumentritt Ini merupakan serangan teroris terburuk yang pernah dialami Spanyol, jauh lebih keji dari serangan teroris Euskadi Ta Askatasuna (ETA) pada 1987, di sebuah supermarket di Barcelona yang menewaskan 21 orang dan melukai 40 orang lainnya. Selain itu juga peristiwa ini serangan teroris terparah di Eropa setelah peristiwa Lockerbie pada 21 Desember 1988). Konon ada tiga belas bom yang mana sepuluh di antaranya meledak.

Update Misteri Hilangnya MH370, Ahli Sebut Pesawat Jatuh Gegara Kehabisan Bahan Bakar!

Misteri hilangnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 terus menjadi buah bibir seantero dunia. Banyak teori mengiringi hilangnya pesawat, seperti pilot bunuh diri bersama para penumpang di tempat yang jauh dari daratan agar tak ditemukan dan selalu dikenang, ditembak, dibajak, dan lain sebagainya.

Baca juga: Empat Tahun Pasca Hilangnya MH370, Malaysian Airlines Rilis Laporan Investigasi

Terbaru, pesawat diduga kehabisan bahan bakar setelah terbang tanpa arah selama tujuh jam, sebelum akhirnya jatuh ke laut dengan kecepatan tinggi tanpa bisa dikendalikan pilot.

Dilansir thesun.ie, dugaan tersebut muncul setelah para ahli mempelajari puing spoiler diduga pesawat Boeing 777-200ER Malaysia AirlinesMH370 yang ditemukan di Afrika Selatan. Para ahli berpendapat, kerusakan yang terdapat pada puing spoiler tersebut mengindikasikan pesawat itu meluncur dengan kecepatan tinggi dalam kondisi kehabisan bahan bakar sebelum berakhir di laut.

Pesawat kehabisan bahan bakar karena terbang ke arah yang salah, entah itu karena disengaja atau tidak. Besar kemungkinan secara tidak sengaja. Barulah setelah tujuh jam, pilot baru sadar bahwa pesawat menuju rute yang salah dan sudah berada jauh di tengah lautan sehingga semuanya terlambat.

Ada pula dugaan bahwa pilot sudah mati atau setidaknya dalam kondisi tak sadarkan diri saat situasi genting ini berlansung. Tak disebutkan dengan jelas penyebab mengapa ia pingsan atau meninggal. Pesawat pun akhirnya meluncur dan menyelam bebas ke kedalaman sekitar 40.000 kaki dalam penyelaman hantu (ghost dive) tanpa adanya kontrol dari pilot.

Lagi-lagi, ini hanya teori, tanpa bisa dipastikan kebenarannya mengingat black box pesawat masih belum ditemukan.

Kendati sudah dilakukan berbagai cara untuk menemukan pesawat yang hilang pada 8 Maret 2014 tersebut dan belum berhasil, para peneliti secara independen terus coba mengungkap penyebab hilangnya MH370.

Pada akhir Januari lalu, seorang wartawan atau jurnalis investigas asal Perancis, Florence de Changy, dalam bukunya, The Disappearing Act: The Impossible Case Of MH370, mengklaim pesawat jatuh akibat terkena senjata laser, jet tempur, atau rudal. Pesawat terpaksa ditembak lantaran membawa muatan atau kargo terlarang. Tetapi, tak disebutkan dengan jelas muatan apa yang dimaksud.

Baca juga: Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia

Peneliti independen lainnya dari Amerika Serikat (AS), Victor Iannello, Bobby Ulich, Richard Godfrey, dan Andrew Banks, lebih berfokus pada dimana pesawat berada dan mengapa pencarian sepanjang tahun 2014-2018 oleh tim pancarian asal Australia dan lainnya tidak membuahkan hasil.

Hasil dari penelitian keempatnya menunjukkan bahwa jam-jam terakhir penerbangan berada di selatan di Samudera Hindia sepanjang E93.7875 ° bujur, yang cocok dengan lingkaran besar antara titik jalan BEDAX (sekitar 100 NM barat dari Banda Aceh, Sumatra) dan kutub selatan. POI diperkirakan terletak dekat dengan busur ke-7 di sekitar garis lintang S34.4 °. Jaraknya sekitar 1.800 km di sebelah barat Dunsborough, Australia Barat.”