“Blue Carpet,” Solusi Futuristik Atur Antrian dan Jaga Jarak Saat Boarding di Bandara

Boarding adalah fase yang krusial saat proses keberangkatan pesawat, tak jarang boarding mengakibatkan antrean yang panjang. Selain mengurangi kenyamanan penumpang, maskapai juga dirugikan dengan makin lamanya waktu boarding. Terlebih di masa pandemi, prosesi boarding harus dibuat secermat mungkin, mengingat ada aturan untuk menjaga jarak dalam antrian. Baca juga: Dikira ‘Fake Taxi’ untuk Film Porno, Seorang TikToker Buat Video Penjelasan Sebuah solusi unik dan futuristik belum lama ini diperlihatkan dalam video TukTok di salah satu bandara di Belanda. Dalam video di TikTok, sistem tersebut menampilkan nomor kursi penumpang di lantai melalui sebuah proyektor dan penumpang kemudian mengikuti proyeksi saat bergerak. Hal ini kemudian menghasilkan prosesi yang tepat waktu dan teratur dari ruang tunggu menuju ke pesawat. KabarPenumpang.com melansir ladbible.com (25/2/2021), perusahaan yang meluncurkan inovasi ini adalah maskapai penerbangan Latin Azul Airline.
@crosscheck_de

Lets Board the Plane. #airline #airport #traveltheworld #fy #avgeek

♬ Originalton – Crosscheck_de
Mereka mengumumkan uji coba Blue Carpet tersebut tahun lalu untuk diterapkan di Bandara Curitiba Alfonso Pena di Brasil. Selain itu maskapai tersebut juga meluncurkan sistem proyektor di 17 bandara lain, dengan tujuan menyediakan teknologi tersebut di 100 gerbang keberangkatan, yang mewakili 70 persen lalu lintas domestik Azul. Blue Carpet menggunakan teknologi WaveMaker Pacer Tecnologia, yang memungkinkan penumpang untuk berbaris dalam antrean dengan jarak sosial dan dalam jumlah waktu yang tampaknya berkurang daripada yang akan mereka lakukan dalam situasi boarding normal. Maskapai ini mengklaim bahwa mereka dapat mengurangi waktu naik pesawat hingga 60 persen. Solusi ini secara cerdas mengelompokkan penumpang sedemikian rupa sehingga mereka dapat naik pesawat tanpa bentrok dengan kelompok lain.  cara ini menghasilkan proses naik pesawat yang jauh lebih nyaman, dengan penumpang menghabiskan lebih sedikit waktu baik berdiri maupun duduk menunggu lepas landas. Situs tersebut mengklaim bahwa Blue Carpet dapat mengurangi waktu boarding dari 21 menit, di bawah sistem baris pertama datang pertama dilayani, menjadi hanya tujuh menit menggunakan teknologi mereka, yang tentunya terdengar bermanfaat bagi penumpang yang menemukan sifat yang sering kacau dari panggilan di gerbang yang agak membuat stres. Hal ini juga memungkinkan jarak sosial yang aman dari pandemi dalam antrian, dengan penumpang didorong untuk tetap pada proyeksi tempat duduk mereka menjadi perkembangan penting pada saat kontak sosial kemungkinan akan tetap menjadi topik diskusi utama untuk semua industri perjalanan bahkan ketika pandemi Covid-19 saat ini. Dengan semua itu, reaksi terhadap video TikTok sangat beragam, dengan beberapa orang mempertanyakan mengapa Anda menempatkan kelas satu di pesawat terlebih dahulu, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk kontrol lebih lanjut. Baca juga: Pramugari ini Bikin Video TikTok Tentang ‘Kotornya’ Air Panas di Dalam Kabin “Mengapa mereka tidak naik baris terakhir dulu dan seterusnya?” salah satu pengguna TikTok bertanya. Orang lain memiliki kekhawatiran yang berbeda, dengan marah: “Kami tidak bisa mencuri kursi lagi ???”

Garuda Indonesia Dipastikan Beli Empat A330-800neo, Ini Sederet Keunggulannya

Garuda Indonesia dipastikan telah memesan empat pesawat A330-800neo, sebuah varian yang kurang populer dari keluarga A330neo. Sejak diluncurkan pada 2014 silam dan melakoni first flight pada 2018 lalu, sampai saat ini, baru empat maskapai -termasuk Garuda Indonesia– yang memesan pesawat itu; Kuwait Airways, Uganda Airlines, dan Air Greenland.

Baca juga: Dipastikan Pesan 4 Unit A330-800neo, Sinyal Garuda Indonesia Serius Garap Rute Internasional?

Meski demikian, A330-800neo tetap mempunyai sederet keunggulan dibanding varian sejenis dan terlaris dari keluarga A330neo, yaitu A330-900neo.

Dilansir laman resmi Airbus, pesawat yang sudah dioperasikan oleh Kuwait Airways dan Uganda Airlines itu diketahui lebih efisien atau irit bahan bakar berkat penggunaan mesin Rolls-Royce Trent 7000 generasi terbaru, didukung beberapa peningkatan aerodinamis, seperti perangkat ujung sayap komposit Sharklet baru yang memberikan peningkatan rentang sayap empat meter serta meningkatkan gaya angkat atau lift dan mengurangi gaya hambat atau drag pesawat.

Jangkauan maksimum pesawat juga cukup jauh, mencapai 15.094 km, dibanding A330-900neo yang hanya sanggup terbang sejauh 13.334 km. Pesawat juga mampu menampung hingga 406 penumpang dalam konfigurasi satu kelas dan 220-260 penumpang untuk konfigurasi tiga kelas.

Pesawat yang memiliki panjang 58.82 meter -sama dengan A330-200- juga dibanderol dengan harga lebih murah, sekitar US$259.9 juta atau sekitar Rp3,7 triliun (kurs 14.480) serta mampu lepas landas dan mendarat di landasan yang lebih pendek.

Yang paling menarik dari pesawat dengan luas kabin 5,26 meter, tinggi 17,40 meter, berat lepas landas maksimum (MTOW) mencapai 251 ton itu adalah filosofi desain kabin terbaru dengan konsep Airspace. Sekalipun konsep kabin Airspace juga terdapat di A330-900neo, tetapi, itu tidak mengurangi nilai tambah dari A330-800neo.

Kabin terbaru yang sebelumnya dikembangkan untuk Airbus A350 ini mengusung DNA Airspace, yaitu kenyamanan (ruang relaksasi), suasana (ruang inspirasi), layanan (ruang keluarga), dan desain (ruang keindahan).

Masing-masing dari empat DNA tersebut mempunyai detail tersendiri. Suasana (Ambience), menampilkan kabin yang senyap, kaya pencahayaan, dan sambutan lampu LED yang menakjubkan saat memasuki pesawat. Kenyamanan (comfort), menawarkan ruang kabin dan jendela yang lebih besar, kompartemen bagasi yang terbesar di kelasnya, dan kursi fleksibel untuk jarak jauh.

Lanjut ke layanan (services), Airbus menawarkan smart space solution, kabin bersih (termasuk di toilet sekalipun), seemless connectivity and entertainment, memungkinkan penumpang untuk mengurus bisnis via email dengan dukungan WiFi generasi terbaru. Adapun ke desain (design), Airbus mengusung konsep desain berkelanjutan, desain berkualitas, dan desain ramah keluarga.

Baca juga: Dijamin Betah di Pesawat, Begini Wajah Kabin Baru Airbus Lewat Airspace Program

Di antara berbagai hal baru dalam empat DNA Airspace di atas, mungkin konsep pada layanan jadi salah satu yang menonjol, dalam hal ini terkait toilet. Bagaimana tidak, selain dibuat serba tanpa sentuh, toilet di pesawat keluarga A320 Airbus nantinya akan dilengkapi dengan fitur higienis, seperti blower pengharum ruangan, full musik, full permainan cahaya menawan, dan lapisan anti-mikroba.

Selain itu, pencahayaan di kabin utama juga cukup menarik. Permainan cahaya LED kaya warna di kabin akan memberikan pengalaman terbang baru, baik saat dalam kedaaan redup maupun terang.

Kapal Ferry Cepat Milik Operator Cina Punya Bodi Ramping, Cepat dan Hemat Bahan Bakar

Perusahaan Ferry Cepat Zhuhai China telah menerima pengiriman sepasang katamaran (kapal dua lunas) yang merupakan ferry dengan bodi ramping, cepat dan hemat bahan bakar. Ferry tersebut akan beroperasi di Pearl River Delta yang dirancang oleh Incat Crowther Australia dan dibangun oleh galangan kapal China AFAI Southern Shipyard. Baca juga: Doberman Rottweiler Cross Hilang dalam Perjalanan di Kapal Ferry Spirit of Tasmania Xin Hai Yun dan Xin Hai Jun dikirim pada bulan Desember 2020. Incat Crowther menjelaskan bahwa, tawaran pemenang AFAI Southern Shipyard untuk proyek tersebut didukung oleh kemampuan kemitraan untuk mengirimkan kapal berkecepatan tinggi, konsumsi bahan bakar rendah yang menawarkan perubahan langkah pada penumpang pengalaman. Xin Hai Yun dan Xin Hai Jun masing-masing menampung 199 penumpang ekonomi di satu dek dengan penumpang VIP memiliki kabin khusus di dek atas. Dilansir KabarPenumpang.com dari rivieramm.com (5/3/2021) dek penumpang utama dilengkapi fasilitas di belakang untuk memaksimalkan kenyamanan awak dan menghadirkan “kabin terbuka dan lapang dengan visibilitas ke depan yang bersih”. Tak hanya itu, kecepatan dan konsumsi bahan bakar rendah telah dicapai dengan berbagai cara. Desain lambung Incat Crowther telah dibuat untuk meningkatkan efisiensi energi. Perusahaan Menjelaskan, kapal menggunakan bentuk lambung terbaru Incat Crowther, yang menampilkan desain busur mundur yang unik yang mengoptimalkan efisiensi lambung dan karakteristik seakeeping, sehingga mengurangi biaya pengoperasian dan kenyamanan penumpang yang luar biasa. Bentuk lambung yang telah terbukti ini telah diuji secara ketat dalam layanan dan terus mendukung Incat Crowther untuk menghadirkan desain terdepan di seluruh industri. Kedua kapal ini didukung oleh mesin utama Rolls-Royce MTU 12V2000 M72 kembar, Menggerakkan waterjets Rolls-Royce Kamewa S71-4. Keputusan untuk menggunakan jet air di kapal ferry cepat terbaru Zhuhai mencerminkan tren di industri ferry cepat untuk memilih jet air daripada baling-baling. Efisiensi tinggi pompa waterjet menawarkan kecepatan yang lebih tinggi untuk daya yang sama, atau konsumsi bahan bakar yang jauh lebih rendah pada kecepatan konstan dengan daya yang lebih kecil. Waterjets juga membuat mesin lebih mudah hidup. Pada rpm konstan, waterjets menyerap daya yang kira-kira sama terlepas dari kecepatan kapal, sehingga engine tidak dapat kelebihan beban, sehingga meningkatkan masa pakainya. Waterjets beroperasi dengan sedikit getaran dan kebisingan, meningkatkan tingkat kenyamanan penumpang. Pada kecepatan lebih dari 20 knot, kebisingan dan getaran dapat dikurangi lebih dari 50 persen dibandingkan dengan kapal yang digerakkan baling-baling. Xin Hai Yun dan Xin Hai Jun adalah ferry kedelapan dan kesembilan yang dibangun oleh galangan kapal untuk operator ferry. Galangan kapal juga menekankan pentingnya kecepatan pesawat dan efisiensi energi. Galangan kapal difokuskan pada pembangunan kapal paduan aluminium dan ferry cepat penumpang serta katamaran merupakan bagian besar dari bisnisnya. Kapal paduan aluminium lainnya yang dibuatnya adalah kapal ropax, kapal umum, kapal penyelamat profesional, kapal tamasya dan kapal pesiar kecil. Baca juga: Kapal Ferry Berbahan Aluminium Berkecepatan Tinggi Buatan Filipina Tiba di Norwegia Selain pasar domestik Tiongkok, galangan kapal juga mengirimkan kapalnya secara global. Situs webnya mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah membangun lebih dari 40 kapal katamaran paduan aluminium, termasuk ferry ropax 85 m dan ferry cepat mulai dari ukuran 34-42 m yang mampu mengangkut hingga 448 penumpang, serta pedalaman kapal umum mewah sungai dan kapal tamasya kota. Kapal-kapal ini telah diekspor ke Singapura, Turki, UEA, Kanada, Korea Selatan, serta negara lain.

Setelah Setengah Abad, Jepang Baru Ubah Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan Kereta Api

Apa yang terjadi jika perjalanan kereta berubah dan lebih cepat dari biasanya? Ini berarti ada pembaruan dan penumpang pun harus lebih teliti tentang jadwal baru kedatangan dan keberangkatan kereta di stasiun. Seperti belum lama ini, untuk pertama kalinya dalam 50 tahun terakhir, jadwal kereta api Jepang semuanya berubah. Baca juga: Kereta di Jepang Gunakan Kecerdasan Buatan Guna Bantu Penumpang Disabilitas Mulai 13 Maret 2021, Japan Railways atau JR memberlakukan perubahan jadwal 30 menit lebih cepat dari biasanya. Dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com, percepatan jadwal kereta ini sebagai antisipasi pandemi corona. Selain mempercepat jam kereta terakhir, JR juga mengurangi jumlah kereta. Di Tokyo, kereta yang dioperasikan oleh JR East pada 13 Maret 2021, rata-rata lebih cepat berakhir sekitar 30 menit. Di mana biasanya kereta dari kota metropolitan tersebut berakhir pada 00.30 menjadi pukul 00.00 waktu setempat. Tak hanya itu, kereta bawah tanah serta kereta milik swasta juga akan melakukan perubahan pada jadwal kereta mereka. Kereta tersebut yakni Tokyo Metro, Tobu Railway, Seibu Railway, Keio Electric Railway, Odakyu Electric Railway, Tokyu Electric Railway dan Sagami Railway. Di area Kansai, JR West, Hankyu Railway dan Hanshin Electric Railway. Penumpang yang menggunakan kereta yang dioperasikan JR west dan menuju ke Nishi-Akashi di Stasiun Sannomiya kereta terakhir jam 00.42 dan kereta terakhir menuju Osaka 25 menit sebelumnya lebih cepat menjadi jam 00.10 waktu setempat. Selain itu juga Hankyu memajukan kereta terakhir dari setiap jalur hingga 32 menit. Kereta Hanshin akan memajukan lebih cepat yakni sepuluh hingga 14 menit, dan Kobe Electric Railway juga akan maju dalam 15 hingga 21 menit di Jalur Mita dan Jalur Koen Toshi. Selain waktu, ada pula yangmengurangi jumlah keretanya yakni Stasiun JR Sannomiya menghentkan 14 kereta datang dan perti setelah tengah malam, tetapi ini hanya akan ada tujuh kereta saja. Perubahan jadwal kereta di Jepang ternyata akan merubah kehidupan di Negeri Sakura tersebut. Sehingga bisa dikatakan perubahan ini akan mewarnai kehidupan sehari-hari penduduk Jepang. Bahkan perubahan jadwal ini juga berdampak besar pada penjualan dan banyak yang berharap tidak ada perubahan pada jadwal kereta. Baca juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang Ini karena pendapatan para pemilik toko atau restoran akan kekurangan penghasilan. Untuk diketahui, di depan gerbang tiket Stasiun JR Osaka sudah ada pengumuman yang menginformasikan perubahan jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta. Nantinya pengumuman perubahan jadwal ini juga akan ada di stasiun-stasiun lainnya.

Mengenal Lawrence Sperry, Penemu Fitur Autopilot Pertama di Dunia

Pernahkah terlintas di benak Anda apa yang dilakukan oleh pilot dan kopilot di kokpit saat pesawat tengah mengudara? Apakah mereka sama seperti pengemudi mobil, bus, truk, atau sepeda motor yang harus selalu mengemudikan kendaraannya hingga tiba di tujuan? Tentu saja tidak. Hal itu dimungkinkan berkat adanya fitur autopilot.

Baca juga: Auto Pilot – Sistem yang Mudahkan Pilot Atur Navigasi Selama Mengudara

Dikenal sebagai Automatic Flight Control System (AFCS), autopilot merupakan sebuah sistem mekanikal, elektrikal, atau hidraulik yang memandu sebuah kendaraan tanpa campur tangan dari manusia.

Selain sistem kontrol penerbangan, salah satu dari bagian avionik (peralatan elektronik penerbangan yang mencakup seluruh sistem elektronik di pesawat) ini juga berfungsi dalam komunikasi elektronik, navigasi, dan untuk mengetahui keadaan cuaca pada lintasan penerbangan.

Sistem autopilot pertama kali ditemukan oleh Lawrence Sperry, anak dari seorang penemu kenamaan dunia, Elmer Sperry, pada tahun 1912.

Dilansir Simple Flying, ketika itu, ia sebetulnya tengah membantu sang ayah menghubungkan indikator heading giroskopik ke kemudi dan elevator yang dioperasikan secara hidrolik dan berhasil membuat pesawat lebih stabil. Sadar temuannya akan berdampak besar, ia pun memamerkannya ke Eropa, tepatnya di ajang Paris Air Show pada 18 Juni 1914.

Di sela-sela gelaran tersebut, terdapat ajang Concours de la Securité en Aéroplane (Kompetisi Keselamatan Pesawat) di tepi sungai Seine. Ada 57 pesawat yang bersaing untuk memenangkan kompetisi tersebut, salah satunya pesawat biplane Curtiss C-2 yang digunakan Lawrence Sperry dan tim.

Sejak awal, pesawat biplane itu memang sudah menarik perhatian pengunjung. Sebab, pada kompetisi kali itu, Curtiss C-2 menjadi satu-satunya pesawat yang dilengkapi dengan gyroscopic stabilizer untuk meningkatkan stabilitas dan kontrol.

Benar saja, ketika giliran Lawrence Sperry dan tim tiba untuk beraksi bersama Curtiss C-2, penumpang dibuat kagum dan bersorak-sorai kegirangan atas apa yang mereka lihat, terutama, ketika Sperry mulai mengaktifkan fitur stabilisator dan melepaskan tangan dari kemudi.

Tak cukup sampai di situ, fitur autopilot temuan Lawrence Sperry juga mengundang decak kagum penumpang ketika salah satu dari tim merangkak ke atas sayap pesawat. Pesawat kemudian dibuat bergoyang dengan beberapa hentakan. Saat itu, Sperry tidak sedang mengontrol penuh pesawat. Menariknya, pesawat mampu kembali ke sikap semula secara otomatis berkat stabilisator yang dilengkapi giroskop.

Aksi Lawrence Sperry dan tim bersama Curtiss C-2 kemudian ditutup dengan adegan dimana Sperry dan salah satu dari tim, Cachin, berdiri di sayap. Tentu saja tidak ada kru yang mengemudikan pesawat. Namun, pesawat mampu melaju dengan stabil di udara dan tentu saja diiringi decak kagum penonton dan para juri. Saat itu, hampir mustahil pesawat bisa terus melaju tanpa dikontrol oleh pilot. Pemenangnya, sudah pasti diberikan kepada Lawrence Sperry.

Pasca aksi pamer inovasi cikal-bakal teknologi autopilot, Lawrence Sperry terus berinovasi. Ketika itu, autopilot gyroscopic pesawat Sperry ukurannya lebih kecil dibanding gyro stabilizer.

Sperry corporation, perusahaan yang didirikan Sperry, kemudian mengembangkan instrumen giroskopik lainnya, termasuk horizon buatan dan indikator heading. Sistem temuan ini masih dipasang di banyak pesawat saat ini, melengkapi 23 hak paten atau inovasi Sperry.


Seiring waktu berjalan, teknologi autopilot yang digunakan oleh kebanyakan pesawat dan dioperasikan maskapai penerbangan perlahan-lahan mulai disandingkan dengan otomatisasi lainnya yaitu Flight Management Sytstem (FMS). Begitu pilot memasuki rencana penerbangan, FMS menentukan cara paling efisien untuk mengikutinya.

Baca juga: Pertama di Dunia, Airbus A350-1000 Berhasil Lepas Landas, Landing, dan Taxi Otomatis! Pilot Terancam?

Sistem komputerisasi mengandalkan jaringan sensor yang canggih di seluruh pesawat terbang untuk terus memantau dan menyesuaikan kecepatan, ketinggian saat mengudara, dan faktor lainnya. Dengan kata lain, sebenarnya pilot bisa bersantai dengan diaplikasikannya sistem semacam ini.

Selain itu, teknologi autopilot saat ini juga dikembangkan menjadi auto landing dan auto take off, yang di masa mendatang mungkin saja seluruh pesawat akan dilengkapi fitur tersebut.

Mudahkan Transportasi di Aceh Singkil, ASDP Operasikan KMP Aceh Hebat 1 dan KMP Aceh Hebat 3

Dalam mendukung konektivitas penyeberangan masyarakat di wilayah Aceh Singkil dan sekitarnya, Pemerintah Aceh menghadirkan KMP Aceh Hebat 1 dan KMP Aceh Hebat 3. Yang mana kapal-kapal ferry RoRo ini akan dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry. Baca juga: 88 Tahun Lalu, Kapal Perang Belanda “De Zeven Provinciën” Diambil Alih Pemberontak di Lepas Pantai Sumatera KabarPenumpang.com menghimpun berbagai laman sumber, KMP Aceh Hebat 1 dan 3 hadir untuk menyusul KMP Aceh Hebat 2 yang sudah beroperasi sebelumnya di lintas Ule Lheue-Balohan. Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, pihaknya dipercayakan oleh Pemerintah Aceh untuk mengoperasikan ketiga unit KMP Aceh Hebat tersebut bagi masyarakat Aceh Singkil dan sekitarnya.
KMP Aceh Hebat 3 (Dishub Aceh)
Dia mengatakan, kehadiran dua kapal ferry RoRo KMP Aceh Hebat 1 dan 3 dapat semakin memudahkan aksesibilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan juga mendukung kelancaran sektor logistik serta menunjang perekonomian daerah. Nantinya dalam pengoperasiannya, KMP Aceh Hebat 1 melayani rute Sinabang – Calang yang mulai pelayaran perdananya pada Selasa (9/3/2021). Sedangkan KMP Aceh Hebat 3 melayani rute Singkil-Pulau Banyak-Sinabang. Pelayaran perdana ini diresmikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan dihadiri juga oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan ASDP Harry MAC, terlihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Di masa pandemi Covid-19, lebih dari 60 persen kapasitas terisi. Gubernur Nova Iriansyah berpesan agar ASDP sebagai operator kapal bisa merawat dengan baik KMP Aceh Hebat 1, 2 dan 3 yang dioperasikan. “Kepada penumpang saya berpesan untuk tetap disiplin dan tidak membuang sampah sembarangan. Kapal ini milik kita. Kita harus disiplin terutama dalam hal membuang sampah. Jika tidak, sulit operator merawatnya,” katanya. KMP Aceh Hebat 1 didesain untuk pelayaran jarak jauh dan tersedia tempat tidur bagi penumpang. KMP Aceh Hebat 1 berukuran 1300 GT dengan panjang 70 meter dan lebar 15 meter, memiliki waktu tempuh 17 jam, dan mampu mengangkut 250 orang penumpang dan 33 kendaraan campuran. KMP Aceh Hebat 1 yang melayani rute Sinabang-Calang, kapal akan berangkat dari Pelabuhan Calang pada Senin dan Rabu, dan berangkat dari Pelabuhan Sinabang pada Selasa dan Kamis.
KMP Aceh Hebat 2 (kumparan.com)
KMP Aceh Hebat 3 memiliki ukuran 600 GT, dan mampu mengangkut 212 orang penumpang dan 21 unit kendaraan campuran. KMP Aceh Hebat 3 melayani rute Pulau Banyak – Sinabang dengan waktu tempuh delapan jam dan rute Singkil- Pulau Banyak dengan waktu tempuh empat jam. Jadwal berangkat rute Singkil – Pulau Banyak setiap minggu pertama dan ketiga pada hari Minggu hingga Jumat, dan setiap minggu kedua dan keempat pada hari Minggu hingga Kamis. Sedangkan untuk jadwal berangkat rute Pulau Banyak – Sinabang pada minggu ke 2 dan 4, dari Pulau Banyak hari Kamis, dan dari Sinabang hari Jumat. Untuk diketahui, Ketiga kapal ini dibuat di tiga galangan berbeda yakni KMP Aceh Hebat 1 yang berkapasitas 1.300 GT dibuat oleh PT Multi Ocean Shipyard. KMP Aceh Hebat 2 dengan bobot 1.100 GT, dibuat oleh PT Adiluhung Saranasegara di Bangkalan Madura. Baca juga: KMP Kaldera Toba Lengkapi Transportasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas Sedangkan KMP Aceh Hebat 3 yang berbobot 600 GT dikerjakan oleh PT Citra Bahari Shipyard di Tegal. KMP Aceh Hebat merupakan hasil dari program pengadaan kapal ferry roro di bawah Dinas Perhubungan Aceh dengan anggaran Rp178 milliar.

Di Tengah Pandemi dan Sepinya Penumpang, PT LRT Jakarta Justru Buka Lowongan

Bagaimana keadaan LRT Jakarta dan penumpangnya di masa pandemi seperti ini? Sepertinya sudah sepi sebelum pandemi, kini penumpannya pun lebih sepi lagi. Meski begitu LRT yang melintas Pegangsaan Dua, Kelapa Gading Menuju ke Velodrome di Rawamangun masih beroperasi hingga hari ini. Baca juga: Disorot Publik Akibat Sepi Penumpang, LRT Jakarta Justru Cetak Rekor Pengunjung Tertinggi Bahkan, kini PT LRT Jakarta yang mengoperasikan kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) tersebut membuka lowongan pekerjaan. Dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com, lowongan pekerjaan tersebut didapat berdasarkan informasi dari akun YouTube Informasi DKI Jakarta. Di mana ada sebanyak dua belas posisi lowongan pekerjaan yakni staf sarana, masinis, operation control center (OCC) Supervisor, business development staff, first aid staff dan traksi daya listrik supervisor. Selain itu juga ada untuk supervisor jalur dan bangunan, junior auditor, creative design, business development manager, manager perawatan saranan dan corporate secretary division head. Anda berminat melamar salah satu dari dua belas lowongan pekerjaan di PT LRT Jakarta? Berikut syarat dan ketentuan untuk melamar ke anak perusahaan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, PT Jakarta Propertindo tersebut. 1. Bisa buka link pendaftaran untuk mengisi formulir 2. Pada halaman pertama, isi identitas pelamar seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, usia, jenis kelamin, alamat sesuai KTP dan domisili, agama, email, nomor telepon seluler, dan posisi yang dilamar. 3. Setelah ke halaman berikutnya, pelamar harus mengisi media sosial yang digunakan dan nama akun. 4. Kemudian ke halaman ketiga, pelamar harus mengisi latar belakang pendidikan seperti gelar, jurusan, dan tahun masuk serta lulus. 5. Berikutnya, pelamar mengisi perusahaan terakhir ia bekerja berupa nama, posisi terakhir, pengalaman kerja sesuai dengan posisi yang dilamar, dan apakah pernah menjadi supervisor atau manajer. 6. Lalu, di halaman selanjutnya, silakan mengisi perihal upah seperti gaji bersih yang diterima saat ini, gaji bersih yang diinginkan, tunjangan yang diharapkan. 7. Pada halaman formulir yang sama, pelamar harus mengunggah foto terkini, curriculum vitae, ijazah, dan sertifikat atau portofolio. Baca juga: Dirut: LRT Jakarta Tidak Cuma 5,8 tapi Sudah 420 kilometer! 8. Terakhir, pelamar dihadapkan pada konfirmasi sistem bahwa semua data dan kelengkapan telah diisi sehingga hanya perlu mengklik tombol ‘kirim’. 9. Pelamar akan mendapat balasan dari pihak PT LRT melalui email masing-masing.

Hari Ini, Fokker Resmi Bangkrut Gegara Sederet Masalah, Salah Satunya Kebanyakan Pesanan

Pada hari ini, 25 tahun lalu, bertepatan dengan 15 Maret 1996, produsen pesawat legendaris asal Belanda, Fokker, akhirnya resmi bangkrut. Banyak masalah yang melatarbelakangi mengapa Fokker bangkrut. Salah satunya ialah perusahaan mendapat banyak pesanan pesawat dari seluruh dunia. Kenapa bisa mendapat banyak pesanan pesawat malah bikin bangkrut?

Baca juga: Anthony Fokker – Pria Kelahiran Blitar Yang Jadi Legenda di Dunia Dirgantara

Disarikan dari Flight Global dan Aerotime Aero, sebelum era duopoli Airbus dan Boeing berlangsung, Fokker sempat muncul menjadi salah satu produsen pesawat terbesar di dunia. Salah satu pesawat terlaris ialah Fokker F27 Friendship dengan penjualan 592 unit, sampai produksi pesawat ini akhirnya dihentikan pada tahun 1986.

Setelahnya, Fokker tak bisa membuat pesawat-pesawat lain yang juga laku keras di pasaran. Imbas dari itu, keuangan perusahaan pun mulai bergejolak.

Terlebih, sejak tahun 1967an, penjualan pesawat komersial Fokker mulai menurun, dimulai dari pesawat gagal F28 Fellowship dan VFW 614, pesawat produksi perusahaan patungan Fokker dengan Vereinigte Flugtechnische Werke (VFW), pabrikan yang berbasis di Jerman, pada tahun 1977.

Meskipun pada tahun 1979 dan 1980 Fokker masih bisa membukukan keuntungan, namun, penjualan terus menyusut dan perlu dilakukan suatu terobosan untuk mendongkrak penjualan.

Kebutuhan akan inovasi pun direspon Fokker dengan menggandeng McDonnell Douglas. Keduanya sepakat untuk mengembangkan MDF100, turunan dari F29, pada Mei 1981. Tetapi, proyek tersebut tidak pernah terwujud.

Sebagai gantinya, setahun berselang, Fokker pun mengembangkan sendiri dua pesawat baru, F100 dengan kapasitas 100 penumpang serta ditenagai mesin jet dan F50 turboprop. Keduanya berhasil mejalani penerbangan perdana masing-masing pada 1986 dan 1985.

Akan tetapi, biaya pengembangan kedua pesawat itu sangat besar dan harus disuntik pemerintah Belanda sebesar US$750 juta dengan melepas kepemilikan 32 persen saham.

Sudah begitu, estimasi awal biaya pengembangannya juga meleset hampir dua kali lipat, ditambah banyak pesanan pesawat dari maskapai diikuti dengan permintaan aneh sehingga membutuhkan pengembangan lebih lanjut dan tentu saja membutuhkan biaya lebih untuk riset.

Lebih parahnya lagi, persaingan pesawat komersial juga semakin ketat, dimana saat itu Boeing merilis versi klasik 737, Airbus mengumumkan program A320, dan McDonnell Douglas meluncurkan MD-80. Alhasil, F100 hanya laku sebanyak 283 unit. Angka tersebut tentu tak sejalan dengan biaya pengembangannya yang sangat besar.

Keadaan kemudian diperparah dengan adanya krisis minyak global pada tahun 1990an. Fokker sebetulnya sudah nyaris bangkrut pada tahun 1993 sebelum diakuisisi oleh Daimler-Benz, melalui divisi aerospace-nya, Daimler-Benz Aerospace (DASA) di tahun yang sama. Aksi korporasi itu mengantarkan DASA menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen dan sisanya milik pemerinah Belanda.

Baca juga: Deretan Maskapai Dunia yang Masih Operasikan Fokker 100, Ada Maskapai Papua

Setelah menggelontorkan US$2 miliar semata agar produksi terus berlanjut, DASA akhirnya menarik diri pada tahun 1996 dan mengantarkan Fokker ke jurang kematian. Sebelum resmi bangkrut pada 15 Maret 1996, Fokker sebetulnya mempunyai kans untuk terus bertahan seiring masuknya proposal akuisisi dari Samsung, Daewoo, Hyundai, Hanjin, Yakovlev, dan lain sebagainya.

Tetapi, semuanya menemui jalan buntu dan akhirnya Fokker bangkrut, sekalipun akhirnya dilanjutkan dengan perusahaan baru Fokker Aviation. Perusahaan itu hanya memasok suku cadang untuk pesawat yang sudah ada, maintenance, dan produksi teknologi untuk pesawat dan tidak memproduksi pesawat.

Dipastikan Pesan 4 Unit A330-800neo, Sinyal Garuda Indonesia Serius Garap Rute Internasional?

Airbus akhirnya memastikan bahwa Garuda Indonesia telah memesan empat pesawat A330-800neo, sebuah varian yang kurang populer. Betapa tidak, sampai saat ini, varian tersebut baru dipesan oleh tiga maskapai lain -itupun bukan maskapai besar- yaitu Kuwait Airways, Uganda Airlines, dan Air Greenland.

Baca juga: Media Asing ‘Tertawakan’ Rencana Garuda Indonesia Buka Penerbangan (Rugi) Langsung ke Amerika, Paris, dan India

Meski menjadi varian yang kurang populer dibanding A330-900neo, tentu A330-800neo memiliki beberapa keunggulan yang sejalan dengan rencana Garuda. Salah satunya ialah jangkauan maksimum pesawat yang mencapai 15.094 km, dibanding A330-900neo yang hanya sanggup terbang sejauh 13.334 km.

Kendati Garuda Indonesia belum buka suara terkait rencana pemanfaatan pesawat tersebut, namun, bila mundur ke awal tahun 2020 lalu, pembelian pesawat itu menjadi pertanda keseriusan maskapai nasional Indonesia itu untuk menggarap rute internasional terbang ke seluruh kota di dunia.

Dilansir Simple Flying, sebelum dipastikan oleh Airbus terkait empat pesanan A330-800neo, pesanan Airbus A330-800 Garuda Indonesia masih simpang siur dalam beberapa tahun terakhir. Pada Juni 2019, maskapai tersebut mengungkapkan telah menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk empat pesawat.

Pada akhir 2019, Airbus mengumumkan telah mendapatkan pesanan empat A330-800, namun saat itu belum diumumkan nama maskapai pemesannya.

Berdasarkan data pesanan dan pengiriman pesawat terbaru lansiran AirwaysMag, Airbus akhirnya mengungkapkan bahwa Garuda Indonesia sebagai pemesan empat A330-800. Bila tak ada halangan, dua pesawat diperkirakan bakal dikirim pada akhir 2021 dan dua lainnya pada awal 2022. Jika sudah dikirim, lantas, mau dioperasikan untuk rute manakah pesawat tersebut?

http://https://www.youtube.com/watch?v=-3JLw3V_wrk

Dibandingkan pesawat sejenis, yaitu A330-900neo, A330-800neo setidakya memiliki tiga keunggulan, mulai dari jangkauan maksimum mencapai 15.094 km, harga lebih murah, hingga dapat mendarat di runway yang lebih pendek.

Lebih murah dan mendarat di runway yang lebih pendek tentu sebuah keunggulan menarik. Tetapi, bila disandingkan dengan strategi bisnis perusahaan, jangkauan maksimum dengan tingkat efisiensi lebih tinggi dari pesawat sejenis lainnya, tentu menjadi tawaran sangat menarik.

Pada Maret tahun lalu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut pihaknya kini sudah bisa mengantarkan seluruh pelanggannya, khususnya masyarakat Indonesia, ke berbagai kota di dunia lewat dua hub-nya di Eropa dan Asia Pasifik, yakni Amsterdam, Belanda, dan Tokyo, Jepang.

“Nah khusus untuk orang indonesia yang ingin terbang ke tempat-tempat yang telah disebutkan (Perancis, Jerman, Mauritius, Amerika, Spanyol, Moskow) ataupun kota-kota lain, kita sekarang memperkenalkan sesuatu yang baru. Jadi Anda bisa ke sana lewat dua kota hub kita, yaitu Amsterdam dan Tokyo,” kata Direktur Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, saat ditemui KabarPenumpang.com di kantornya di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, (6/3/2020).

Direktur yang mengaku malang melintang di dunia penerbangan (sekitar 50 tahun) sebagai customer tersebut mengatakan bahwa penerbangan ke seluruh dunia bersama Garuda akan membuat pelanggannya mempunyai pengalaman terbang lebih variatif, dibandingkan rute (dengan hub) lainnya yang berbeda.

Baca juga: Garuda Indonesia Terbangi Hampir Seluruh Kota di Dunia via Amsterdam dan Tokyo

Ia pun kemudian mengambil contoh penerbangan ke Barcelona. Saat ini, masyarakat yang ingin pergi ke Barcelona, Spanyol, khususnya di Jakarta, setidaknya mempunyai dua pilihan untuk terbang ke sana. Pertama, naik Garuda Indonesia dan KLM lewat rute Jakarta-Amsterdam-Barcelona. Kedua, Jakarta-Singapura-Barcelona lewat Singapore Airlines atau maskapai lainnya. Keduanya tentu saja memiliki kelebihan masing-masing.

“Pilihan Anda kalau di Singapura cuma dua, Anda ke kota atau Anda ke Changi. Kalau ke Amsterdam, Anda punya pilihan empat. Anda di airport-nya atau Anda sehari ke Amsterdam, jalan-jalan, nonton, terus balik lagi ke airport dan ke Barcelona, atau Anda berhenti Anda ke Volendam, foto-foto Melayu berpakaian Londo Atau Anda ke Roermond, belanja factory outlet. So, pilihannya kan jelas,” tambahnya.

Canggih! Airbus Kembangkan Sensor ‘Ubur-ubur’ untuk Deteksi Virus Corona dan Bahan Peledak

Airbus berencana menyebar sensor dengan rupa mirip ubur-ubur di banyak tempat di bandara. Sensor ini diklaim dapat meniru kemampuan anjing mengendus bau bom untuk mendeteksi bahan kimia berbahaya dan bahan peledak dengan menggunakan teknologi “game-changing” yang terbentuk dari sel biologis hidup yang dapat “mencium” senyawa molekuler. Baca juga: KunKun – Alat Pendeteksi Bau Badan, Seperti Apa Cara Kerjanya? Dengan menggandeng Koniku Inc, sebuah perusahaan neuroteknologi di Bay Area California utara, Amerika Serikat (AS), produsen pesawat asal Eropa ini menyebut akan menempatkan beberapa alat pendeteksi bau di titik-titik pengecekan bandara akhir tahun ini. Selain itu, sensor-sensor pendeteksi bau tersebut pun juga akan disebar di pesawat sebagai wujud dari keamanan berlapis atau garis pertahanan terakhir terhadap ancaman keamanan. Menariknya, sensor ‘ubur-ubur’ Airbus ini tidak hanya mampu mendeteksi bau bahan berbahaya sejenis bahan peledak saja, melainkan juga diproyeksi untuk memungkinkan mendeteksi virus menular seperti virus corona (Covid-19). Hal ini berkat eksplorasi kemampuan deteksi sensor dalam memasukkan bahaya biologis sebagai salah satu daftar ‘terlarang’ sehingga dapat mendeteksi manusia pengidap penyakit menular.
Dengan teknologi “game-changing” yang terbentuk dari sel biologis hidup yang dapat “mencium” senyawa molekuler, sensor ini diklaim mampu mendeteksi penyakit menular dan bahan peledak. Foto: Airbus via Financial Times
“Teknologi ini memiliki kemampuan respons (terhadap bau) sangat cepat di bawah 10 detik saat dalam kondisi terbaik. Dengan tingkat kemampuan kami, ini adalah hasil yang luar biasa dan mudah-mudahan akan terus bisa dikembangkan seiring berjalannya waktu,” kata Julien Touzeau, kepala product security untuk Amerika di Airbus, sebagaimana dikutip KabarPenumpang.com dari Financial Times. Teknologi mesin dengan kemampuan melihat, mendengar, menyentuh, bergerak, dan bahkan berpikir layaknya manusia, lanjut Touzeau, adalah hal biasa. Tetapi, kemampuan untuk memahami aroma atau bau sangat sulit. Upaya untuk menciptakan ‘smell cameras’ atau ‘kamera bau’ untuk menangkap bau dan mengolahnya menjadi sebuah hasil akhir untuk merekomendasikan sebuah tindakan selama ini dinilai belum mendekati level kemampuan pada manusia. Selain itu, upaya menciptakan ‘electronic noses’ atau ‘hidung elektronik’ untuk menggusur kemampuan anjing dalam mendeteksi dan melacak bau selama ini juga tidak banyak berhasil. Anjing yang terlatih, menurut Harvard Health, dinilai nyaris tak pernah salah dalam mendeteksi kanker prostat saat dihadapi dengan sampel urin pasien, bahkan pasien tanpa gejala sekalipun. Secara terpisah, Airbus sendiri meyakini bahwa teknologi Koniku Inc belum dilakukan di belahan bumi lainnya. Manufaktur pesawat asal Eropa ini juga mengatakan bawah apa yang membuat teknologi Koniku Inc unik adalah ia membangun prosesor silikon ditambah dengan sel-sel hidup. Salah satunya seperti sensor mirip ubur-ubur berwarna ungu ini. Saat ini, sensor pendeteksi virus corona dan bahan peledak ini prototipenya sudah tersedia dan masih terus melakukan beberapa langkah uji coba meniru proses penciuman bau secara natural, layaknya manusia dan binatang. “Titik awal untuk Koniku adalah konsep ini, ‘biologi adalah teknologi’,” kata Oshiorenoya ‘Osh abi Agabi, seorang fisikawan kelahiran Nigeria yang juga founder Koniku Inc pada tahun 2015 silam. “Kami telah mengembangkan teknologi yang dapat mendeteksi bau dengan menghirup udara, dan memberi tahu manusia apa yang ada di udara. Kami mengambil sel biologis, baik sel Hek atau astrosit (sel otak) dan kami secara genetik memodifikasinya untuk memiliki reseptor penciuman, layaknya hidung pada manusia,” lanjutnya. Baca juga: Airbus Bakal Tambah Sensor di Pesawat Guna Pantau Kebiasaan Penumpang Di masa lalu, tepatnya setelah insiden 11 September 2001, ilmuan pun mulai mencari cara bagaimana bahan peledak dapat terdeteksi. Kala itu, mesin puffer sempat diandalkan oleh otoritas bandara di banyak negara di dunia selama beberapa tahun dengan cara menghembuskan udara ke setiap orang ketika melewati titik pengecekan tertentu. Dari situ diharapkan, partikel bahan peledak yang terlepas ke udara dapat terlacak. Pada 2010, ilmuan pun menyimpulkan bahwa alat tersebut tidak dapat diandalkan untuk mendeteksi bahan peledak. Seiring berjalannya waktu, teknologi pendukung lainnya pun mulai ditemukan. Tak terkecuali dengan teknologi ‘smell cameras’. Atas dorongan untuk memenuhi peraturan ketat terkait operasional keselamatan dan keamanan di dunia penerbangan, pada 2017 lalu, Airbus pun menjalin kemitraan dengan Koniku Inc.