Pasca Insiden AirAsia Rute Perth-Bali, KNKT Australia Rekomendasi Tinjau Ulang Instruksi Keselamatan

Menindaklanjuti insiden respon awak kabin yang dianggap terlalu berlebihan manakala pesawat mengalami depresurisasi di penerbangan AirAsia Indonesia rute Perth – Bali pada 15 Oktober 2017 silam, Australian Transportation Safety Bureau (ATSB) telah melayangkan rekomendasi keselamatan terhadap pihak maskapai. Badan semacam Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) asal Negeri Kangguru ini mengatakan bahwa pihak AirAsia Indonesia harus meninjau ulang materi pengarahan keselamatan penumpang guna memastikan instruksi tentang tata cara menggunakan masker oksigen yang benar dan efektif. Baca Juga: Bikin Panik! Awak Kabin AirAsia Teriakkan Hal Tak Penting Ketika Pesawat Alami “Depresurisasi” Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman theedgemarkets.com (28/11),  ATSB menambahkan bahwa rekomendasi ini mengikuti hasil investigasi pasca insiden yang terjadi di dalam pesawt Airbus A320 ini. ATSB mengatakan bahwa selama pendakian pesawat (climbing), kru penerbang mulai menurunkan ketinggian jelajah ke level 10.000 kaki sebagai tanggapan atas kerusakan yang terjadi pada sistem tekanan dalam kabin. “Kapten membuat pengumuman kepada penumpang yagn menginformasikan bahwa pesawat akan melakukan pendaratan darurat dan meminta penumpang untuk secara manual memasang masker oksigen,” ujar pihak ATSB. “Namun, beberapa masker oksigen tidak berfungsi dan penumpang kalang kabut di dalam kabin untuk mencari masker oksigen yang berfungsi,” sambungnya. Menurut survei yang dilakukan oleh ATSB, para penumpang mengingat bahwa awak kabin sempat meneriakkan beberapa perintah, seperti ‘BRACE’, ‘GET DOWN’, dan ‘CRASH POSITION’ – dimana hal ini berimbas pada meningkatnya level kepanikan penumpang di dalam kabin.  Beruntung, pesawat berhasil mendarat di Bandara Perth dengan selamat, tanpa ada kru atau penumpang yang mengalami cidera. Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh ATSB pula, mereka menemukan bahwa briefing keselamatan yang dilakukan oleh pihak AirAsia Indonesia terhadap cara mengaktifkan masker oksigen terbilang tidak cukup jelas. Baca Juga: Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia Beberapa kantung di masker oksigen tidak mengembang yang menandakan tidak ada aliran oksigen di dalamnya, dan kondisi seperti inilah yang membuat suasana di dalam kabin semakin panik – mengingat absennya instruksi tentang cara mengaktifkan masker oksigen secara manual. Menanggapi rekomendasi yang ditelurkan oleh ATSB tersebut, pihak AirAsia Indonesia menerima dan akan mempertimbangkan terlebih dahulu terkait munculnya rekomendasi terkait.

Bikin Panik! Awak Kabin AirAsia Teriakkan Hal Tak Penting Ketika Pesawat Alami “Depresurisasi”

Sudah semestinya seorang awak kabin melayani penumpang dengan penuh keramahan dan senyum lebar nan ikhlas. Namun apa yang akan Anda rasakan jika seorang awak kabin malah meneriakkan suatu perintah yang tidak penting kepada penumpang – ditambah dengan kabar hoax. Ya, kejadian ini benar adanya, dimana seorang awak kabin dari maskapai berbiaya rendah asal Malaysia, AirAsia hendak melangsungkan relasi penerbangan dari Perth menuju Bali. Alih-alih melayani penumpang dengan senyum sapa, ia malah meneriakkan bahwa pesawat berada dalam posisi bertabrakan dengan pesawat lain. Baca Juga: Berlaku Kasar ke Awak Kabin AirAsia, Model ini Bikin Malu Dirinya Sendiri Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman stuff.co.nz (28/11), teriakkan awak kabin tersebut terjadi manakala pesawat tengah mengalami depresurisasi dan sontak membuat seluruh penumpang panik bukan kepalang. Pesawat ini sendiri mengalami depresurisasi ketika baru mengudara sekitar 30 menit. Sebagai informasi, depresurisasi adalah situasi di mana tekanan udara berkurang yang biasa terjadi di dalam kabin pesawat. Ketika terjadi depresurisasi, pilot harus menurunkan ketinggian pesawat untuk mengembalikan tekanan udara seperti sedia kala. Namun, dalam situasi tersebut, rata-rata manusia dapat bertahan 25 detik sebelum pingsan. Mengingat depresurisasi dapat berakibat fatal, maka pilot langsung mengambil inisiatif untuk melakukan pendaratan darurat. Masker oksigen mulai berjatuhan dari arah bagasi kabin dan membuat suasana menjadi semakin mencekam. Namun amat disayangkan, beberapa dari masker tersebut tidak berfungsi. Kepanikan penumpang semakin menjadi manakala banyak dari mereka yang hilir mudik mencari masker oksigen yang berfungsi. Tidak sampai di situ, awak kabin juga sempat memerintahkan penumpang untuk berpegangan dengan erat dan merunduk – dimana perintah ini cukup membuat jantung penumpang hampir lepas dari dudukannya. Beruntung, kepiawaian pilot dalam mengendalikan pesawat berhasil mengantarkan penumpang kembali ke Bandara Perth dengan selamat. Menanggapi insiden yang terjadi pada bulan Oktober tahun 2017 lalu ini, Australian Transport Safety Bureau (ATSB) mengatakan bahwa perintah yang dilayangkan oleh pihak awak kabin AirAsia dinilai tidak tepat dan malah memperkeruh suasana. Biro Keselamatan Transportasi Australia juga menemukan bahwa tidak diterangkannya cara menggunakan masker oksigen yang tepat di kartu keselamatan penerbangan penumpang. Baca Juga: Sempat Viral, Awak Kabin AirAsia X Ini Tirukan Gaya Britney Spears “Kejadian ini menyoroti bahwa aspek penting dalam mengelola respon kepanikan penumpang di dalam sebuah penerbangan merupakan bagian dari kemampuan seorang awak kabin, dimana mereka harus mengerahkan kemampuan mereka untuk meminta penumpang melakukan prosedur yang tepat,” ujar direktur keselamatan transportasi ATSB, Dr Stuart Godley. “Jika awak kabin melontarkan perintah yang baik dan tepat, maka penumpang akan meresponnya dengan tepat pula, berbeda halnya jika awak kabin melayangkan perintah yang salah – hasilnya kepanikan akan terjadi di dalam kabin,” sambungnya singkat.

Gara-Gara Sekrup Lepas, Pintu Kereta Terbuka 23 Menit

Baru-baru ini terjadi lagi sebuah pintu kereta terbuka ketika dalam perjalanan. Pintu ini terbuka karena sekrup longgar saat kereta tersebut melaju dengan kecepatan 80 km per jam. Kereta Anglia tersebut ternyata sudah berjalan sejauh 16 mil selama 23 menit dari Shenfield ke Hockley begitu sekrup terjatuh dan pintu terbuka sebelum penumpang memberitahukan masinis. Baca juga: Pintu Kereta Shinkansen Terbuka Saat Melaju 280 Km Per Jam! KabarPenumpang.com melansir bbc.com (27/11/2019), sebuah laporan Rail Accident Investigation Board (RAIB) atau Badan Investigasi Kecelakaan Kereta api di Inggris mengatakan, bahwa operator Greater Anglia sejak itu menemukan sekrup longgar pada setidaknya 60 pintu dalam armada gerbong kelas 321 yang diperbarui. Bahkan pihak perusahaan mengatakan sudah meningkatkan prosedur keselamatan dan melakukan pengecekan tambahan. Namun sayangnya sekrup yang terpasang di braket pintu ke mekanisme penutup tidak menunjukkan tanda-tanda telah dikencangkan dengan benar ketika perbaikan dilakukan. Tak hanya itu, sekrup yang hilang pun berarti bahwa yang tidak terpasang pada pintu dapat kembali ke posisi tertutup. Ini kemudian memberikan sinyal yang salah pada masinis bahwa semua pintu ditutup. RAIB mengatakan sekrup di unit yang diperbaharui harus dikencangkan dan garis kuning ditarik melewati kepala sekrup dan braket, sehingga pelonggaran apa pun akan dikenali, tetapi tidak ada tanda yang ditemukan. Ini berarti “salah satu indikasi visual dari sekrup longgar tidak ada, sehigga mengurangi kemungkinan pemeriksaan mengidentifikasi pelonggaran. Greater Anglia sejak itu memasang kembali semua sekrup pintu pada gerbongnya yang telah diperbarui ke torsi yang benar setelah berdiskusi dengan pabrikan suku cadang. Seorang juru bicara untuk Greater Anglia meminta maaf kepada penumpang, dan mengatakan itu mengambil keselamatan “sangat serius”. “Kami telah bekerja sama sepenuhnya dengan RAIB dalam penyelidikan mereka dan juga melakukan penyelidikan sendiri. Kami telah memperkenalkan prosedur keselamatan baru yang lebih ketat dan berkomitmen untuk melakukan pemeriksaan tambahan di pintu kereta kami mulai sekarang,” kata juru bicara itu. Kejadian pintu kereta terbuka bukan hanya sekali ini saja, Maret 2019 kemarin, pintu MRT di Singapura yang bergerak dari Stasiun Ang Mo Kio menuju Stasiun Yio Chu Kang terbuka dan membuat kepala stasiun dikenakan sanksi karena lalai dalam menjalankan tugas dan ditangguhkan sementara dari SMRT untuk efek jera. Tak hanya itu, Agustus 2019, sebuah pintu kereta cepat Shinkansen di Jepang terbuka ketika melaju dalam kecepatan 280 km per jam. Baca juga: Pintu Kereta Tidak Tertutup Saat Melaju, Kepala Stasiun MRT Diganjar Sanksi Saat pintu terbuka, kereta tengah melaju selama satu menit dengan jarak empat kilometer. Untungnya saat terbuka tidak ada satu penumpang pun yang berdiri didekat pintu dan 340 penumpang yang ada didalamnya juga tidak ada yang terluka.

Persiapan Mengudara di 2020, Akankah Polemik 737 MAX Berhenti Begitu Saja?

Agaknya upaya Boeing untuk mengembalikan varian 737 MAX ke layanan penerbangan komersial masih harus ditunda untuk waktu yang belum bisa dipastikan.  Masih lekang dalam ingatan dimana pihak Boeing ‘memaksakan’ Federal Aviation Administration (FAA) untuk sesegera mungkin melakukan sertifikasi terhadap varian tersebut, sehingga 737 MAX bisa kembali ke layanan pada akhir tahun 2019. Namun pada kenyataannya sekarang, berbagai aral melintang nampaknya siap menjegal langkah Boeing hingga 737 MAX baru bisa mengudara tahun 2020 mendatang. Baca Juga: Tak Terpengaruh Krisis MAX 8, Boeing Luncurkan 737 MAX 10 di Hadapan Ribuan Karyawan “Semakin jelas bahwa mereka (Boeing) tidak akan menyelesaikannya tahun ini,” kata Scott Hamilton, direktur pelaksana Leeham Company, sebuah konsultan penerbangan, dikutip KabarPenumpang.com dari laman nytimes.com (27/11). Ketidakpastian masa depan varian 737 MAX dari Boeing ini telah sukses mencukur 15 persen nilai perusahaan sejak bulan Maret kemarin. Selain itu, jika grounded varian 737 MAX ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin juga apabila gelar eksportir terbesar Amerika Serikat juga turut lengser dari pundak perusahaan. Kuat dugaan, pihak Boeing telah memaksakan pihak FAA untuk segera melakukan uji penerbangan terhadap varian 737 MAX. Ya, siapa yang mau berlama-lama berada di posisi Boeing? Mereka juga menginginkan kas perusahaannya kembali terisi dan bisa menutupi kerugian yang ditimbulkan selama masa grounded varian 737 MAX. Namun jika Boeing ingin terburu-buru menerbangkan kembali varian tersebut, apakah ada satu kepastian yang bisa diberikan perusahaan agar supaya dua kecelakaan yang diakibatkan oleh Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) ini tidak terulang kembali di masa depan? “Keselamatan penerbangan menjadi prioritas nomor satu kami,” tutur Gordon Johndroe, juru bicara Boeing. Baca Juga: Ketua FAA: “Jika Ingin Sertifikasi Turun, Saya Harus Terbangkan 737 MAX” Sebelumnya, pada awal tahun 2019 ini, eksekutif Boeing menyarankan bahwa jika grounded terhadap varian ini masih terjadi hingga lepas tahun 2019, maka perusahaan mempertimbangkan untuk menutup jalur produksi 737 MAX. Ya, ini memang sebuah pilihan yang penuh risiko, dimana Boeing bisa-bisa semakin terpuruk dari segi finansial – bahkan yang paling parah, akan ada banyak pegawainya yang kehilangan pekerjaan lantaran opsi penuh risiko ini. Namun jika  tetap mengerjakan jalur produksi, maka tugas Boeing akan lebih menumpuk lagi, mengingat ada ratusan hingga ribuan pesawat jenis 737 MAX yang masih harus dikirim ke semua pelanggan – dan proses ini bisa memakan waktu hingga lebih dari satu tahun. Lalu, apa babak selanjutnya dari polemik 737 MAX?

Banyak Pengemudi Ilegal, TfL Tolak Perpanjangan Izin Uber di London, Bagaimana di Indonesia?

Setelah terdepak dari persaingan Tanah Air, kini Uber terpaksa harus menghadapi polemik yang cukup rumit, dimana regulator transportasi London menolak untuk memperbarui izin operasi perusahaan lantaran masalah keamanan. Adapun masalah yang dimaksud merujuk pada banyaknya pengemudi yang menggunakan identitas palsu ketika memboyong penumpang. Tentu saja ini menjadi satu masalah yang cukup pelik, mengingat jika oknum pengemudi palsu ini memiliki niat jahat, maka pihak yang akan dirugikan pertama kali adalah Uber itu sendiri. Baca Juga: Dianggap Ilegal, Pengemudi Uber di Hong Kong Harus Bayar Denda Rp5,3 Juta Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnet.com (26/11), regulator Transport for London (TfL) menyebutkan bahwa setidaknya ada 14.000 perjalanan penumpang yang dioperasikan oleh pengemudi ilegal. Adapun modus operandi yang dilakukan oleh pengemudi ilegal ini adalah: satu orang pengemudi terdaftar akan membagikan akunnya kepada beberapa orang yang tidak terdaftar di Uber. Jikalau dibutuhkan, pengemudi ilegal ini akan mengunggah foto mereka sendiri guna memastikan penumpang dan membuatnya tidak curiga. Para pengemudi ilegal ini juga bisa saja mengaku memiliki lisensi yang pada kenyataannya tidak. Selain London, ada beberapa kota besar lain dimana penumpang kerap dilayani oleh pengemudi ilegal, seperti San Francisco, Houston, dan Boston. Terkadang, pengemudi ilegal ini dilaporkan karena kedapatan menggunakan lisensi mengemudi milik orang lain, menggunakan nama orang lain, hingga menggunakan identitas palsu yang diambil dari internet. Layaknya aplikasi ride-hailing lain, Uber juga mengaplikasikan metode keamanan selfie check guna memverifikasi keabsahan identitas suatu pengemudi, namun sayangnya, tidak ada yang tahu seberapa akurat metode keamanan ini. “Dari waktu ke waktu, Uber menggunakan ‘selfie check’ untuk memverifikasi pengemudi, tetapi tidak jelas seberapa akurat metode ini,” ujar Harry Campbell, seorang blogger terkenal (Rideshare Guy). Jika dibandingkan dengan apa yang ada di Tanah Air, agaknya kasus pengemudi ilegal ini sudah terlebih dahulu terjadi di Indonesia. Kebanyakan dari penumpang bahkan tidak menanyakan identitas atau lisensi keamanan yang dimiliki oleh si pengemudi – atau yang lebih parahnya lagi, banyak penumpang di luar sana yang bahkan tidak membuka topik perbincangan sama sekali ketika tengah berkendara. Baca Juga: Pengemudi Uber Diamankan Polisi Setelah Tembak Mati Penumpang Masih minimnya ‘pengawasan langsung’ dari penumpang terhadap kasus semacam ini membuat kehadiran pengemudi ilegal di Indonesia terkadang tidak terlalu menjadi sorotan – hanya jika si pengemudi ini melakukan suatu tindak kriminal, barulah kasus ini akan mencuat ke permukaan.

Yuk Intip ‘Daleman’ Airbus A330-900NEO Anyar Milik Garuda Indonesia

Maskapai nasional Garuda Indonesia pada hari Rabu (27/11) kemarin menyambut hadirnya armada Airbus A330-900NEO perdananya sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan dalam program revitalisasi armada untuk senantiasa menghadirkan kenyamanan dan pengalaman penerbangan bagi pengguna jasa sekaligus mendukung perkembangan bisnis dan optimalisasi jaringan penerbangan Garuda Indonesia. Baca Juga: Meski Sempat Tertunda, Garuda Indonesia Akhirnya Terima Airbus A330-900NEO Perdana Acara penyambutan armada baru dengan nomor registrasi PK-GHE ini sendiri bertempat di Hanggar 2 Garuda Indonesia Maintenance Facility AeroAsia yang turut dihadiri oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara beserta sejumlah duta besar dari negara sahabat. Pada kesempatan tersebut, Ari mengatakan bahwa revitalisasi armada di tubuh Garuda Indonesia sendiri sudah berjalan sejak tahun 2012 silam, dan diharapkan dapat memperkuat kinerja layanan operasional perusahaan. “Pesawat canggih generasi terbaru ini akan membantu Garuda Indonesia memperluas konektivitas, dan dalam waktu yang bersamaan mendorong terciptanya peluang lebih besar untuk potensi pariwisata nasional, bisnis dan perdagangan,” ujar Ari Askhara, dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers. Tidak hanya sekedar menyambut, Ari juga sempat memaparkan sejumlah keunggulan dari Airbus A330-900NEO yang diharapkan dapat meningkatkan pengalaman penumpang. “Para pengguna jasa juga akan menikmati nilai tambah kenyamanan dengan desain dan fitur terbaru seperti kabin yang lebih luas, sistem Airspace Cabin Lighting (full LED) yang akan memberikan kesan estetika berbeda di dalam ruang kabin, koneksi internet nirkabel (wifi) generasi terbaru high throughput satellite (HTS) dengan kecepatan hingga 80mbps, fasilitas In-Flight Entertainment (IFE) generasi ke-5 dengan layar yang lebih lebar yaitu 17 inchi di kelas bisnis dan 12 inchi di kelas ekonomi, serta USB Plug dan power outlet di setiap kursi,” tukasnya.
Sementara khusus untuk business class, tambah Ari, kursi di pesawat anyar Garuda Indonesia ini memiliki desain khusus yaitu tipe Opal – generasi terbaru kursi kelas bisnis yang akan memberikan kenyamanan lebih dan mewah bagi para penumpang. Adapun konfigurasi Airbus A330-900 Neo ini terdiri atas 24 bangku di kelas bisnis dan 277 kursi di kelas ekonomi dengan jarak tempuh mencapai 13.000 km dan maksimal penerbangan hingga 14,5 jam tanpa henti. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, total Garuda Indonesia memesan 14 armada Airbus A330-900neo yang akan dikirimkan secara bertahap hingga tahun 2022. “Tiga armada Airbus A330-900NEO yang segera akan tiba akan digunakan untuk rute penerbangan domestik seperti Jakarta – Surabaya pp, Jakarta – Makassar pp, Jakarta – Kualanamu pp, Jakarta – Denpasar pp,” jelas Ari. Baca Juga: Hadir dengan Beragam Fitur Terbaru, Kenapa Penjualan A330neo Masih Lesu? “Rencana kedepannya akan digunakan untuk rute penerbangan internasional seperti Jakarta – Amsterdam pp sebagai salah satu upaya untuk memperkuat jaringan konektivitas penerbangan internasional khususnya di wilayah Eropa sekaligus memenuhi kebutuhan pasar Amsterdam yang tinggi ke Indonesia,” imbuhnya. Pihak Garuda Indonesia sendiri optimistis dengan hadirnya armada baru A330-900NEO ini dapat semakin mempertegas komitmen perusahaan untuk senantiasa menyelaraskan customer voice atas inovasi dan terobosan layanan terbarukan bagi pengalaman penerbangan penumpang.

Kereta di Rumania Terbakar, Diduga Akibat Korsleting

Kembali terjadi kebakaran pada kereta dan satu orang membutuhkan perawatan medis setelah menghirup asap. Kebakaran ini terjadi di Rumania Selatan pada kereta penumpang yang bepergian di rute Bucharest menuju ke Targu Jiu pada Selasa (26/11/2019) kemarin di dekat komune Maldaeni di Teleorman, Rumania Selatan. Baca juga: Akibat Ledakan Tabung Gas Saat Memasak, 70 Orang Tewas di Dalam Kereta Tezgam Express Insiden ini menghanguskan dua gerbong dari lima yang ditarik dalam satu rangkaian. Dalam kebakaran tersebut ada sekitar seratus penumpang di kereta dan menurut Inspektorat Teleorman untuk Situasi Darurat (ISU Teleorman) seorang yang membutuhkan perawatan medis adalah karyawan Căile Ferate Române (CFR) atau petugas dari Romanian Railway. KabarPenumpang.com melansir laman romania-insider.com (27/11/2019), saat insiden kebakaran, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 waktu setempat untuk melakukan pemadaman api. Ketika kebakaran terjadi penumpang langsung melarikan diri sebelum api mulai melahap dua gerbong tersebut. Untungnya dua gerbong yang terbakar tersebut langsung dipisahkan oleh petugas CFR agar tidak merembet ke gerbong lainnya. ISU Teleorman mengatakan, kebakaran tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh korsleting. Adanya insiden kebakaran di Romania ini mengingatkan pada kebakaran kereta api di Pakistan. Pada insiden yang terjadi pada 30 Oktober 2019 kemarin, sekitar 70 orang meninggal dunia. Penumpang yang tewas dan luka-luka sebagian besar karena mencoba turun dari kereta untuk melarikan diri. Kejadian itu menghanguskan tiga gerbong. Bahkan penyebab kebakarannya pun tak diduga oleh penumpang lain yakni dua kompor yang meledak saat penumpang tengah memasak sarapan dalam kereta. Padahal membawa tabung gas dalam kereta ketika bepergian merupakan hal ilegal dan dilarang dalam aturan. Kebakaran tersebut terjadi di atas kereta Tezgam Express yang kala itu tengah mengular dari kota-kota di Karachi dan Rawlpindi. Asisten komisaris kota Multan, Mansoor Ahmed membenarkan jumlah korban jiwa mencapai 70 orang dan 40 diantaranya terluka bahkan kritis. Diketahui, pada Kamis sore, para petugas penyelamat mulai membersihkan reruntuhan yang hangus untuk pencarian korban. Baca juga: 122 Gerbong Tua Terbakar, Stasiun Cikaum Terkenal Sebagai “Kuburan Kereta” Sembilan orang dengan luka bakar dibawa ke rumah sakit di distrik Multan. ada Juli, sedikitnya 23 orang tewas di distrik yang sama ketika sebuah kereta penumpang dari kota Lahore di bagian timur Pakistan menabrak kereta barang yang berhenti di persimpangan.

Bandara Changi Hadirkan Pohon Natal Raksasa dan Karakter Frozen II

Lagi-lagi Bandara Changi Singapura menghadirkan sesuatu yang baru dan menakjubkan untuk Natal tahun ini. Menyambut Natal, bandara ini telah menata terminal dan Bandara Jewelnya dengan berbagai dekorasi pada umumnya dan sebagian besar bahkan mengambil tema film Disney baru yakni Frozen II. Baca juga: Jewel Changi, Berawal dari Ide Tempat Parkir Kini Menjadi Taman Spektakuler Dalam Ruangan Salah satu yang menakjubkan itu adalah sebuah pohon natal raksasa dan kemudian berbagai pertunjukan serta salju. Sayangnya beberapa diantar hal tersebut pengunjung harus membayarnya. Dilansir KabarPenumpang.com dari businessinsider.sg (22/11/2019), pengunjung di Bandara Jewel Changi bisa berfoto dengan pohon Natal raksasa ini. Dengan tinggi 16 meter, pengunjung bisa berfoto dari berbagai sudut pandang seperti lantai 2.
(www.businessinsider.sg)
Tetapi pengunjung akan kecewa ketika ingin mendekat dengan pohon atau air terjun dalam ruangan (Rain Vortex) yang terkenal karena dari 21 November hingga 5 Januari, air terjun dan Lembah Hutan Shiseido akan terbuka bagi pengunjung yang menghabiskan uang mereka sebanyak S$50 dalam satu struk ketika berbelanja di Jewel. Untungnya, dalam struk tersebut bisa menjadi tiket bagi dua orang untuk mengakses ke dalam area tertutup yang biasanya bebas. Tak hanya itu, salju buatan yang menggambarkan Natal di negara Eropa dan Amerika juga dihadirkan oleh Bandara Jewel Changi secara berkala di dalam area ekslusif. Salju ini disemprotkan melalui alat yang dipasang di sepanjang dinding dan ini sangat populer untuk anak-anak. Meski begitu ada peringatan yang dibuat oleh pihak bandara yakni “Jangan berdiri terlalu dekat dengan mesin salju.” Sebenarnya ini karena salju tersebut dari busa dan beberapa orang mulai batuk setelah menghirup busa terlalu lama. Selain salju, disekeliling area tempat duduk dekat air terjun ada pajangan rusa dan manusia salju yang menyala. Bahkan lampu yang terlilit pada pohon Natal raksasa akan berubah-ubah ketika lagu-lagu Natal diputar.
Karakter Frozen II di Terminal 2 Bandara Changi (www.businessinsider.sg)
Tak hanya itu, adapula pertunjukan penari berkostum yang berkeliaran di sekitar air terjun dan berinteraksi dengan anak-anak. Biasanya penari ini akan hadir selama 15 menit dan mulai pukul 20.00 waktu setempat pada hari biasa dan 18.00 serta 20.00 setiap akhir pekan. Pertunjukan cahaya Rain Vortex juga akan digantikan dengan pertunjukan bertema Natal. Pengunjung dapat melihat pertunjukan cahaya secara gratis dari melihat platform di sekitar Jewel. Pengunjung juga akan dikenakan S$4,50 untuk masuk ke Canopy Park dan bisa mengunjungi Topiary Walk yang sudah diubah mejadi jalanan salju. Di perjalanan, pengunjung diberikan tongkat ski dan sol karet anti selip untuk melintasi “salju” seperti deterjen. Uniknya di tengah-tengah Topiary Walk ada bilik telepon Inggris dan anak-anak yang mengangkat telepon di stan dapat berbicara dengan “Sinterklas”. Daya tarik lain di Canopy Park, Foggy Bowl, menampilkan pohon-pohon pinus yang dihiasi dengan pernak-pernik. Bagian ujung taman ada igloo tempat anak-anak bisa bertemu Santa pada waktu yang ditentukan sepanjang hari. Terminal 2 Bandara Changi menampilkan atraksi dengan tema Frozen II dan sebuah patung raksasa Olaf juga terpampang disana. Di dalamnya ada tabel aktivitas di mana anak-anak bisa mewarnai atau membuat bookmark. Baca juga: Seru! Ada Perosotan Menuju Boarding Room di Terminal 4 Bandara Changi Dekat kastil adalah area aktivitas di mana anak-anak bisa mendapatkan tas pamitan beku jika mereka memainkan serangkaian permainan. Di area keberangkatan Terminal 3 adalah instalasi Frozen II yang besar. Pertunjukan cahaya berlangsung di tengah instalasi setiap malam pukul 19.30, 20.00, 20.30 dan 21.00 waktu setempat. Fans juga dapat bertemu Olaf, Anna dan Elsa pada 22, 23, 24, 29, 30, dan 1 Desember.

Commuter Training Simulator, Bantu Calon Masinis Uji Sertifikasi

Masinis kereta api ternyata salah satu pekerjaan yang cukup menjanjikan. Memiliki seragam khusus bak seorang pilot pesawat membuat para masinis terlihat gagah. Mungkin bila melihat mereka sepertinya mudah saja mengemudikan sebuah kereta. Tapi ternyata, di dalam ruang kecil masinis banyak tombol dan peralatan yang harus dioperasikan. Baca juga: Depo KRL Terbesar di Asia Tenggara, Ternyata Ada di Depok Nah, meski terlihat mudah, seorang masinis harus lolos proses dan memiliki sertifikat untuk bisa mengemudikan kereta yang berisi penumpang. Mereka harus melakukan diklat selama satu tahun dan bila memenuhi syarat akan mendapat sertifikat KO 61 dan diklat lanjutan untuk mendapat KO 62. Vice President Operasi PT KCI Broer Rizal mengatakan, sebelum para masinis mengemudikan kereta dengan penumpang mereka akan menjadi co-masinis di mana mengemudikan kereta masih bersama pendamping. Dia menambahkan, proses yang dilalui masinis pun bukan hanya itu saja, mereka juga akan mengikuti kelas teori hingga praktek. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, saat ini PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sudah memiliki alat simulasi pengoperasian kereta rel listrik (KRL) untuk latihan para masinis di Dipo KRL Depok.. Alat yang bernama Commuter Training Simulator (CTS) ini merupakan simulator kereta pertama yang dibuat di Indonesia. “Sebelum praktek langsung, kami ada Commuter Train Simulator, simulasi riil dengan dilakukan penilaian yang hasilnya di print,” kata Broer. Broer mengatakan, dengan alat simulasi ini, sebagai media pembelajaran dan pengujian para masinis KRL. Di mana para calon masinis akan diuji menghadapi berbagai kondisi di lintasan dari yang normal hingga kondisi darurat. Selain itu juga di nilai seberapa taatnya masinis pada peraturan, simbol dan rambu-rambu lainnya. “Simulator ini dibuat sesuai dengan kondisi sarana dan prasarana KRL. CTS juga memadukan video, grafis, sistem sensor serta penggerak yang impresif sehingga pergerakan serupa dengan aslinya,” tambah Broer yang dikutip dari tempo.co (26/11/2019). Diketahui, simulator KRL ini berbentuk mirip kapsul yang bisa memberikan efek motion. Kapsul tersebut didesain mirip dengan kabin masinis KRL tipe JR 205 . Kaca depan KRL akan menampakkan visual layaknya lintasan kereta dan berbagai komponen kemudi di kabin sama fungsinya dengan yang asli. Untuk menggunakan simulator tersebut, calon masinis akan berlatih mengemudikan KRL dengan arahan instruktur di ruang lain. Instruktur memberikan tantaangan yang dimulai dari tabrakan dengan kendaraan atau orang bunuh diri hingga gangguan teknis KRL. Simulasi ini juga mencoba bagaimana ketika hujan lebat atau kereta tertemper. Broer mengatakan, melalui simulasi maka dapat diketahui kecakapan seorang masinis. “Mulai dari kepatuhan terhadap sinyal dan semboyan kereta, batas kecepatan, headlamp hingga etika. Semua penilaian akan muncul secara otomatis setelah simulasi dan menjadi catatan bagi kami,” tambahnya. Saat ini KCI sendiri memiliki 350 orang masinis dan gaji yang didapat pun bisa dikatakan mencengangkan yakni hingga Rp20 juta per bulannya. Broer menambahkan, gaji sebanyak tersebut juga tergantung dengan jam terbang. Untuk masinis pemula bahkan hanya mendapat gaji pokok Rp4 juta dan bila tergantung jam terbang, para masinis ini dalam satu bulan bisa mendapat gaji Rp12 juta. Baca juga: Jevi Santoso, Masinis Ganteng yang Jadi Idola Penumpang KRL Jabodetabek Broer menjelaskan, untuk menjadi seorang masinis tak hanya lolos sertifikasi, tetapi mereka harus sehat dalam kategori sehat Tipe A yakni tak memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit berbahaya lainnya, tidak menggunakan kacamata, bebas narkoba dan minimal tinggi 160 cm. Untuk pendidikan calon masinis memegang ijazah minimal SMA atau sederajat. Semua persyaratan umum yakni memiliki nilai rata-rata 7.

Mau Saingi GoJek dan Grab, Gaspol Hadir dari Depok

Setelah Anterin dan Bonceng, kini hadir pula Gaspol yang menjadi saingan dua aplikasi ride hailing yang sudah menyebar di Indonesia yakni GoJek dan Grab. Apa sih Gaspol dan kapan di launching di jalanan dan berasal dari mana aplikasi ride hailing yang satu ini? Baca juga: Saingan GoJek dan Grab, “Anterin” Bisa Pilih Pengemudi Suka-Suka Gaspol yang punya tagline ‘Transportasi Online Masa Millenial’ ini memiliki lambang seperti Gundala Putra Petir, di mana sayap dengan ditengahnya sebuah lingkaran dan gambar petir menjadi ikonnya. Tepat hari ini (27/11/2019) ternyata Gaspol baru saja melakukan grand launching aplikasinya. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Gaspol bermarkas di Depok dan mengklaim sudah merekrut ribuan pengemudi meski baru seumur jagung. Pendaftaran mitra yang sudah mulai sejak Juli kemarin, didapat data bahwa hingga September sudah ada sepuluh ribu mitra pengemudi yang awalnya hanya ditargetkan tujuh ribu mitra. Para mitra ini tersebar di Jabodetabek, Bali, Pontianak hingga Lampung. Nah, ternyata KabarPenumpang.com mengatakan lambang Gaspol mirip Gundala, ini juga menjadi keunikannya yang mana helm para pengemudi punya aksen petir dan warna merah menyala menjadi ciri khas lain dari gaspol. CEO PT Gaspol Angkasa Surya, Lisa Subandi mengatakan, Gaspol berbeda dari ride hailing lainnya. Dia menyatakan, selain siap memberikan kesejahteraan bagi pengemudi, nantinya para mitra juga tidak akan dikenakan suspend atau pemblokiran secara sepihak. Bahkan Lisa menambahkan, bonus bagi pengemudi pun bisa dilihat mereka langsung di aplikasi masing-masing. “Kami jelas beda dengan aplikasi lain, kami tawarkan kesejahteraan ke pihak pengemudi, pengemudi butuh kepastian. Kalau aplikasi lain suspend sepihak, di Gaspol nggak ada suspend sepihak,” ucap Lisa yang dikutip dari detik.com (27/11/2019). Dari penulusuran yang dilakukan melalui website gaspolindonesia.com, aplikasi yang satu ini memberikan akses mudah pada penumpang, adanya tarif seimbang hingga kemudahan dalam pembayaran ongkos. Tak berbeda jauh dari para pesaingnya, Gaspol juga menghadirkan selain Gas Ride dan Gas Car ada juga Gas Send, Gas Food, Gas Wash dan Gas Pickup. Mungkin untuk Gas Ride, Gas Send Gas Food hampir mirip dengan pesaingnya GoJek dan Grab. Sedangkan Gas Wash merupakan layanan yang diberikan Gaspol untuk pengguna yang tidak sempat mengurus pakaian kotor sehingga akan ada penjemputan pakaian dan mengantarkannya ketika sudah bersih. Untuk Gas Pickup sendiri, merupakan layanan jasa angkut dan pengiriman barang untuk ukuran yang lebih besar. Baca juga: Lawan GoJek dan Grab, “Bonceng” Tawarkan Tarif Ojol Berdasarkan Cluster Tapi dari kehadiran berbagai aplikasi ride hailing tersebut, apakah bisa bertahan dan menyaingi GoJek dan Grab yang sudah lebih dulu hadir?