Selama ini, transportasi umum berbasis massa yang biasa Anda naiki di Ibu Kota tidaklah memiliki sebuah desain khusus yang dapat menarik hati para calon penggunanya, sebagaimana yang dilakukan oleh Pemkot Bandung dengan menyediakan Bandros. Jika Bandros lebih menonjolkan nuansa double decker kuno khas Inggris, lain halnya dengan sebuah bus di Taipei, Taiwan yang memiliki konsep nyentrik pada bagian kabinnya.
Baca juga: Bus Singapura Gunakan Aroma Terapi Sebagai Tanda
Adalah Alfie Lin, seorang yang berada di balik ide pemindahan nuansa hutan ke dalam bus komuter di Taipei. Bus kota yang semula hanyalah bus biasa kemudian diubah menjadi green house keliling yang penuh dengan berbagai bunga hias, seperti anggrek, lili, dan beragam pakis. Interior yang serba hijau, dipadukan dengan kursi berbalut rumput sintetis serta ornamen pendukung lainnya yang berhasil menyulap sebuah moda transportasi berbasis massa menjadi hutan buatan.
KabarPenumpang.com melansir dari laman Reuters, Rabu (24/5/2017), Pemerintah Taipei sengaja menyediakan bus berkonsep hutan seperti itu dalam rangka untuk mengkampanyekan zona hijau dan pentingnya keberadaan tanaman hijau di negaranya. Sosialisasi dan integrasi konsep hijau seperti ini menjadi hal yang amat penting di Taiwan mengingat tingkat polusi di negara itu yang sudah perlu mendapatkan perhatian secara serius. Bus bernuansa hutan ini baru saja menjalani masa uji cobanya yang baru saja berakhir pada hari Minggu, (28/5/2017) kemarin. Selama masa uji coba tersebut, sebanyak 20 penumpang yang mampu ditampung oleh bus ini tidak perlu membayar ongkos perjalanan, alias gratis.
Sumber: ctvnews.ca
Dengan hadirnya bus ini ke jalan-jalan di Taipei beberapa hari yang lalu, perhatian warga seolah langsung tersita dikala bus ini melintas. Tak ayal, bus ini menjadi idaman sesaat para warga Taipei. Bukan hanya warga Taipei, para pelancong mancanegara yang tengah mengunjungi Ibu Kota dari Negara berjuluk Naga Kecil Asia tersebut juga turut penasaran dengan kehadiran dari bus bernuansa hutan tersebut.
Baca Juga: Revolusi Pembelian Tiket Bus di Myanmar Tidak Lepas dari Peran Kakak-Beradik Ini
Benar saja, kehadiran bus bernuansa alam tersebut disambut respon positif dari siapa saja yang sudah pernah menaikinya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang seolah ketagihan untuk kembali menaiki bus ini. “Terkesan lebih santai ketimbang bus biasa, saya bisa bercengkrama dengan teman-teman sambil mengambil beberapa foto. Ini merupakan kali ketiga saya menaiki bus berkonsep alam dalam kurun waktu sepekan ke belakang,” tutur seorang pegawai museum yang merupakan salah satu penggemar dari bus ini.
Komentar lain datang dari seorang ibu Rumah Tangga yang mengharapkan bus semacam ini menjadi layanan regular, terutama untuk bus tingkat. “Saya merasa senang dan amat nyaman berada di dalam sini, ditambah dengan aroma bunga serta tanaman lain. Saya berharap bus ini bisa diaplikasikan pula untuk double decker dengan layanan regular. Tentu saja, kehadirannya kelak akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan,” tukasnya.
Selain menarik hati penumpangnya, desain bus bernuansa hutan ini merupakan salah satu aksi nyata dalam mengentaskan masalah polusi yang semakin mengerak. Kenyamanan dan rasa senang yang dirasakan oleh penumpang diharapkan akan menjadi motivasi bagi mereka untuk mulai menanam tanaman di rumah mereka atau melakukan gerakan “hijau” lainnya, seperti mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Walaupun terkesan sepele, namun dampak yang ditimbulkan dari gerakan “hijau” semacam ini tentulah tidak kecil. Semakin banyak orang yang teracuni pikirannya oleh gerakan hijau tersebut, maka semakin besar pula jumlah pasukan garda depan yang akan memerangi bahaya polusi untuk masa yang akan datang.
Otoritas transportasi massal Bogota, TransMilenio SA dikabarkan telah menjalin hubungan kerja sama dengan produsen bus raksasa asal Cina, BYD dalam upayanya menghadirkan 379 armada bus listrik murni. Jika rencana TransMilenio SA ini terlaksana kelak, maka Bogota akan menjadi pengguna bus listrik terbesar di benua Amerika dan salah satu yang terbesar di dunia. Tidak lain dan tidak bukan, masuknya armada bus listrik ini merupakan tanggapan operator terhadap masalah polusi udara yang belakangan menjadi sorotan dunia karena semakin parah dari hari ke hari.
Baca Juga: TransMilenio, BRT dari Bogota yang Menjadi Benchmark TransJakarta
Sebelum membahas tentang pengadaan armada listrik ini lebih jauh, patut diketahui bahwa jaringan Bus Rapid Transit (BRT) yang ada di Indonesia, TransJakarta terinspirasi dari jaringan BRT yang ada di Ibukota Kolombia ini. Kendati terinspirasi dari Kolombia, namun TransJakarta lebih memercayai merk Scania hingga Mercedes-Benz untuk menjalankan pengoperasian hariannya – TransJakarta hanya menggunakan segelintir bus rakitan Cina, seperti Zhongtong dan Yutong. Bukan tidak mungkin juga jika TransJakarta mengikuti jejak dari TransMilenio SA untuk mengoperasikan bus listrik rakitan BYD di kemudian hari.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman intelligenttransport.com (19/11), ada beberapa kota di Kolombia yang kabarnya baru pertama kali mengoperasikan bus listrik, seperti Usme dan Fontibón. Kelak, bus-bus listrik ini juga akan dioperasikan oleh Integrated Public Transport System (SITP), dimana para pengguna jasa akan leluasa untuk berpindah moda di dalam satu koridor transportasi.
“Dengan hadirnya bus listrik bebas emisi ini ke dalam jaringan SITP, maka kami sudah memenuhi impian pemerintah guna memberikan layanan transportasi umum berteknologi tinggi yang ramah lingkungan dan lebih baik dari sebelumnya,” ujar General Manager TransMilenio SA, Maria Counselo Araujo.
Baca Juga: Jadikan BRT Bogota Sebagai Benchmark, ‘Eksekusi’ TransJakarta Masih Jauh dari Harapan
Menurut Maria, di tahun pertama pengoperasian bus listrik ini akan ada penurunan 21.900 ton kadar CO2 dan 526kg partikel polutan PM 2,5. Selain membawa dampak positif terhadap lingkungan, bus listrik ini juga nyatanya lebih murah untuk dioperasikan – 60 persen lebih hemat ketimbang bus yang saat ini dioperasikan. Menurut berita yang tersiar, armada anyar dari TransMilenio SA ini akan mulai beroperasi pada September 2020 mendatang.
Jika Indonesia, khususnya di Jakarta belakangan ini tengah terkena demam skuter listrik, maka lain halnya dengan yang ada di India sana – tepatnya di Bangalore, dimana yang belakangan ini tengah menjadi sorotan adalah hadirnya platform ride-sharing sepeda listrik. Dikabarkan, salah satu startup asal Bangalore, Yulu mempertahankan kemitraannya dengan Uber dan Bajaj Auto guna terus menyediakan platform tersebut.
Baca Juga: Swytch Conversion Kit, Ubah Sepeda Konvensional Jadi Sepeda Listrik
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman techcrunch.com (26/11), Yulu sendiri diketahui memiliki 3.000 unit sepeda listrik, dimana pengguna jasa yang hendak menggunakannya tidak akan dimintai SIM – tidak seperti sepeda motor yang memerlukan SIM. Para pengguna jasa dapat menyewa satu unit sepeda listrik ini dengan harga 14 sen per satu jam penggunaan. Dengan beragam pendanaan yang didapat, rencananya Yulu akan menambah hingga 100.000 unit sepeda listrik pada akhir tahun 2020 mendatang.
“Di Yulu kami menemukan mitra yang berpengalaman dan berkomitmen dengan pencapaian yang kuat dari metrik keberhasilan dalam waktu yang sangat singkat. Dan inilah mengapa kami memutuskan untuk bermitra dengan mereka dalam perjalanan mereka membawa layanan Yulu ke setiap lingkungan di Urban India,” ujar Managing Director Bajaj Auto, Rajiv Bajaj.
Kemitraan Yulu dengan Bajaj Auto tidak hanya sekedar di pendanaan saja, melainkan juga Bajaj Auto lebih memiliki pengalaman dalam membangun ekosistem transportasi roda dua di India.
“Mereka (Bajaj Auto) jelas memiliki pemahaman yang lebih baik tentang konteks (transportasi) India,” tutur pendiri Yulu, Amit Gupta.
Berkenaan dengan operasional, dikabarkan Yulu sudah mendapatkan ijin untuk beroperasi di New Delhi, dimana startup ini sudah mengantongi ijin untuk beroperasi di 250 stasiun bawah tanah di sana, “dimana kami sudah mengoperasikan sepeda listrik ini di sembilan stasiun bawah tanah,” lanjut Amit.
Baca Juga: Wiz, Skuter Listrik Wanita yang Mampu Melaju 80 Kilometer Per Jam
Untuk modanya sendiri, sepeda listrik ini diplot dapat berakselerasi hingga kecepatan 25 km per jam, dengan daya ketahanan baterai hingga 60 km perjalanan dalam sekali pengisian daya. Jika ada pengguna jasa yang hendak menggunakan sepeda listrik ini, maka mereka hanya butuh untuk memesannya via aplikasi dan pergi ke spot penyewaan terdekat. Jika sudah selesai menggunakan moda, maka yang harus dilakukan oleh pengguna saja adalah memulangkan sepeda listrik tersebut ke depot dekat – tidak perlu ke depot peminjaman awal.
Maskapai asal Uni Emirat Arab, Emirates, terkenal dengan berbagai kemewahannya bukan hanya fasilitas tetapi makanannya juga. Apalagi ada 1800 koki di Dubai yang menyiapkan 12.450 resep bertema regional untuk brosur.
Baca juga: Singapore Airlines Datangkan Sayur Segar dari AeroFarms di New Jersey
Nah, KabarPenumpang.com merangkum dari gulfnews.com (13/11/2019), maskapai yang bermarkas di Dubai ini ternyata memiliki fasilitas Emirates Flight Catering. Di Dubai, hidangan pembuka dan masakan lain yang terinspirasi secara regional dibuat. Bahkan minuman dari Emirates mendapat penghargaan Minuman Terbaik di Timur Tengah pada 13 November 2019 lalu di Singapura.
Setiap hari, dapur Emirates terus bekerja dengan 1800 koki yang berbasis di Dubai menyediakan 12.450 resep dan membutuhkan perencanaan yang teliti. Bahan-bahan berkualitass untuk makanan pun disediakan selalu tepat waktu.
Ya, bisa dikatakan Emirats Flight Catering (EKFC) mengikuti konsep farm to fork yang menghadirkan pasokan sayur segar secara lokal. Dengan luas kebun vertikal 130 ribu kaki persegi tersebut, perkebunan ini mengasilkan 2,7 ton sayur hijau bebas herbisida dan pestisida setiap hari dan menggunakan 99 persen lebih sedikit air dibandingkan ladang luar.
Bahkan dalam pembuatan makanannya, Emirates memiliki filosofi dimana makan dalam penerbangan adalah tetap bergaya restoran dan berusaha tetap tradisional serta membuat makanan terasa enak. Ini berarti melayani 125 ribu makanan bergaya restroran sehari dan mencapai 150 ribu pada musim panas ketika lalu lintas bandara mencapai puncak.
Ternyata, belakangan makanan vegan menempati urutan ketiga yang dipilih oleh penumpang kelas ekonomi. Sehingga setelah dorongan ini, permintaan untuk alternatif nabati meningkat lebih dari 40 persen yang menunjukkan kebutuhan yang semakin meningkat untuk bertindak hijau.
Diketahui, 65 persen makanan maskapai ini dibuat di Dubai dan sisanya berasal dari stasiun katering di seluruh dunia dengan 24 di wilayah Asia Pasifik. Setiap hari, Unit Komisaris Sentral Katering Penerbangan Emirates (CCU) memproses 15 ton sayuran, 9 ton buah-buahan, dan 30 ton daging.
Jalur untuk memproduksi pasta dan es krim baru-baru ini diperkenalkan, menggunakan sekitar 3.300 ton tepung setiap tahun untuk menghasilkan 45 ribu kue kering setiap hari. EKFC juga melayani 120 maskapai internasional. Dalam penerbangan maskapai Emirates yang khas, makanan yang ditetapkan sebelum penumpang diputuskan setahun sebelumnya, diambil dari berbagai resep, dibuat dengan bahan-bahan dari peternakan di Al Ain, dan disiapkan oleh koki terampil yakni banyak dari yang memiliki pengalaman bintang Michelin.
Baca juga: Persaingan Maskapai Kelas Wahid Satu Negara: Etihad dan Emirates, Mana yang Lebih Baik?
Tak hanya itu, sebelum makanan dikirim pun dilakukan pengecekan kembali oleh staf katering. Perusahaan telah mengganti kemasan kardus dengan peti yang dapat digunakan kembali untuk menyimpan dan mengangkut rata-rata 100.000 makanan dalam pesawat setiap hari. Sebagai hasil dari inisiatif lingkungan terbarunya, EKFC akan menghemat 750 ton limbah kardus, setara dengan 260 ribu m² (65 hektar) lahan hutan dewasa, setiap tahun. Hidangan bertema regional yang disiapkan oleh Emirates Flight Catering. Hingga 180.000 makanan setiap hari disiapkan untuk lebih dari 400 penerbangan setiap hari ke 142 tujuan.
Makanan dalam pesawat memang bukanan makanan yang dibuat pada hari yang sama, sebab bisa jadi sudah tiga hari sebelumnya dibuat dan dibekukan. Meski begitu tidak semua bentuk makanan tidak layak dinikmati. Namun beberapa pelanggan yang menikmati penerbangan pada hari libur sering kali mendapat makanan yang tidak menarik meski sudah membayar mahal. Bahkan banyak yang menyarankan maskapai penerbangan harus bisa menawarkan makanan yang terlihat menarik dan juga enak.
Baca juga: [Galeri Foto] Deretan Makanan di Pesawat ini Mampu Menjatuhkan Selera Makan Anda!KabarPenumpang.com merangkum dailymail.co.uk (30/10/2019), tak hanya membayar mahal, uprage ke kabin di atas kelas pesanan pun tidak akan menyelamatkan penumpang dari mimpi buruk kuliner. Meski begitu, maskapai penerbangan seringkali sudah berusaha keras mempekerjakan koki selebriti untuk menghasilkan makanan berkualitas.
Memang beberapa masalah di kabin seperti tekanan udara dan suhu mengubah cara makan dan minum. Apalagi ilmu pengetahuan yang menunjukkan bahwa suara mesin kabin dapat mengubah cara orang merasakan makanan.
Penumpang Ryanair, Billy Shearer, membuat kesalahan dengan memesan sarapan Irlandia untuk penerbangan pagi berdasarkan deskripsi perusahaan sebagai “pilihan sempurna untuk mengisi dan memulai hari Anda”. Harga yang tercantum 10 Euro menunjukkan bacon, dua sosis, kentang goreng, puding putih, tomat dan beberapa irisan yang tampak seperti roti cokelat pedesaan.
Sayangnya saat membuka wadah makanan dia hanya mendapatkan wafel kentang yang lembek, jamur kancing yang layu, dan puding putih beku. Ryanair adalah maskapai berkinerja terburuk dalam survei makanan maskapai dengan hasil itu satu-satunya maskapai yang menerima peringkat satu bintang yang mengerikan.
Bahkan, operator tampaknya memiliki masalah khusus dengan sarapan. Tak hanya itu sajian oleh BA termasuk satu porsi telur orak-arik yang hampir tidak dapat dikenali karena warna dan konsistensi yang aneh, di samping jamur yang basah.
Nick Avery, yang terbang dengan operator India SpiceJet, berkata,”Saya sekarang tahu mengapa sebagian besar penumpang memilih untuk sarapan kari. ‘Rupanya, itu adalah telur dadar, sosis, dan kentang goreng. Rasanya enak seperti kelihatannya”.
David Ball terbang dengan kelas bisnis British Airways dari London Gatwick ke Mauritius dan mengasumsikan tarif yang lebih tinggi akan memberinya pengalaman mewah. Namun, harapan itu dengan cepat mati ketika ia dihadapkan dengan ayam lumpen Biriyani.
“Pramugari itu mengoceh kepada semua orang di bagian saya tentang makanan yang akan kami nikmati. ‘Apa yang Anda lihat dalam gambar adalah sepotong ayam kering, sepotong mati, kembang kol dibakar, sesendok penuh gunk dan nasi matang. Mengerikan'”, kata pramugari tersebut.
Selebaran ekonomi premium BA lainnya juga kecewa dengan makanannya yang ditingkatkan. Dia menggambarkan daging sapi dengan sayuran panggang dan kentang tumbuk sebagai ‘matang dan dibakar di tepi’. Seorang penumpang Norwegia kecewa ketika menemukan ayam dan tumbuknya berenang dalam minyak dalam makanan yang ia sebut sebagai ‘slop’.
Kalkun ham dan keju Swiss ‘baguette’ sama-sama kurang memuaskan dan salah digambarkan dengan sedikit isi dan hanya upaya samar untuk mentega roti. Pelanggan Etihad, Richard Cooney, tidak terkesan dengan penawaran ‘kualitas buruk dan tawar’ dalam penerbangannya dari Bangkok ke Abu Dhabi pada bulan Maret.
Dia menggambarkan sweetcorn, kacang polong dan nasi starter sebagai ‘makanan dingin tanpa bumbu’ sementara kue itu begitu ‘kering dan tangguh’ itu menyerupai batu bata. David Cann memiliki pengalaman bersantap yang mengesankan di atas pesawat, Airways Uzbekistan yang kurang dikenal karena semua alasan yang salah.
“Mereka yang memiliki kebutuhan diet khusus dapat menemukan bahwa pilihan penerbangan mereka lebih terbatas dan tidak menyenangkan. Seorang penumpang BA dan celiac meminta pilihan bebas gluten hanya untuk berakhir dengan makanan vegetarian / vegan ‘satu ukuran cocok untuk semua,” ujarnya.
Baca juga: Inilah 11 Anggapan yang Keliru Seputar Makanan di Pesawat
Dia berkata, ‘Seperti apa rasanya? Menjijikkan. Tidak termakan. Bubur tanpa rasa. Saya membawa sekantong keripik yang harus saya makan karena saya sangat lapar. ”
Penumpang BA, Yannis Psomadakis, yang memiliki serangkaian persyaratan diet yang rumit, menemukan kesulitan ‘tertawan dalam penerbangan jarak jauh’. Dia memiliki pengalaman yang mengerikan dengan cod laktosa pilihan rendah dengan bayam dan kacang-kacangan.
Sebagai seorang ayah yang memiliki tanggung jawab pada pasti akan melakukan apapun untuk kebahagiaan keluarganya. Seperti seorang ayah yang satu ini ketika mengantarkan dua anak laki-lakinya ke sekolah dan kekurangan uang tunai untuk bepergian.
Baca juga: Foto Ayah Telantarkan Anak di MRT Singapura Viral di Media Sosial
Caleb yang bercerita ke Stomp mengatakan dirinya kemudian mendekati pusat kendali stasiun untuk meminta bantuan dan manajer stasiun SMRT Mohan kemudian mendatanginya dan menawarkan bantuannya. Dia mengatakan, kala itu Mohan mendapati dirinya yang kekurangan uang di Stasiun MRT Tiong Bahru pada 20 November 2019 kemarin.
KabarPenumpang.com melansir laman stomp.straitstimes.com (28/11/2019), Caleb bercerita, bahwa Mohan berbagi dengan dirinya bahwa dia juga ayah dari beberapa anak yang sudah dewasa dan menunjukkan sisi yang sangat empatik.
“Dia seperti merobohkan penghalang antara penumpang dengan staf dan menanggalkan seragamnya serta berbagi perjalanan menjadi ayah dengan anak saya. Dia mengatakan kepada saya agama dan warna kulit tidak masalah dan hidup itu terlalu singkat sehingga kita harus baik satu sama lain,” kata Caleb.
Calem menambahkan, Mohan juga menceritakan bagaimana dia melihat keindahan pernikahan lintas etnis, berbagi bagaimana putranya menikahi seorang wanita Cina. Dia berbagi bahwa perjalanan perjuangan seorang ayah akan bertemu dengan hal-hal yang lebih besar dan lebih bermanfaat dalam hidup yang belum terlihat.
“Ketekunan dan dorongan adalah apa yang dia tinggalkan padaku,” tambahnya.
Sebelum berpisah, Mohan pergi ke ruang staf dan mengambil uang tunai $100 dari dompetnya sendiri untuk diberikan kepada Caleb sebagai berkah.
“Dia bilang dia ingin aku memilikinya. ‘Saya tidak berbagi ini hanya untuk kemurahan hatinya tetapi juga karena menjadi karakter yang luar biasa’,” kata Caleb.
“Saya bukan siapa-siapa baginya, tetapi jika dia bisa memperlakukan saya dengan cara ini, saya hanya bisa membayangkan ayah baik untuk anak-anaknya sendiri, jenis pemimpin dan manajer yang dia miliki untuk stafnya sendiri. Benar-benar pria yang luar biasa. Hitung bintang keberuntunganmu, SMRT, kamu punya permata!” ujar Caleb lagi.
Karena Caleb menceritakan kisahnya pada Stomp, ini membuat pihak Stomp bertemu dengan Mohan dan memberikan goodybag karena kebaikannya. Karena hal ini Mohan pun terkejud bahwa pertemuan dirinya dengan Calem dibagikan pada Stomp.
“Ceritanya sangat menyentuh saya, bahkan sekarang saya menjadi emosional memikirkannya,” kata Mohan, matanya penuh dengan air mata.
“Aku bilang padanya untuk bertahan saja dan jangan khawatir, segalanya akan berbalik. Dia telah melakukan pekerjaan bagus merawat kedua anaknya setiap hari,” ujarnya.
Diketahui, Mohan sudah bekerja di SMRT selama 26 tahun dan mengaku ini bukanlah yang pertama kali menemukan seseorang dalam keadaan sulit.
“Ketika pekerjaan saya memungkinkan, saya mencoba meluangkan waktu untuk berbicara dengan mereka yang membutuhkannya. Selalu penting untuk meluangkan waktu,” kata dia.
Bahkan ketika dipuji atas kebaikannya pun, pria 68 tahun tersebut hanya menggelengkan kepada dan berkata siapapun bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukannya.
Baca juga: Lima Poin ini Buktikan Penumpang MRT Singapura Tidak Akan ‘Diterima’ di Komuter Jepang!
“Ini bukan cerita saya, itu adalah filosofi bahwa siapa pun yang berada dalam situasi saya akan melakukan sesuatu untuknya, mungkin dengan cara yang berbeda, tetapi jika Anda telah mendengarnya dan melihatnya, Anda pasti ingin membantunya juga. Saya bisa bertaruh bahwa anggota tim saya juga akan memiliki ini, saya tahu. Saya memiliki banyak kepercayaan pada kemanusiaan,” tambahnya.
Railway Technical Research Institute (RTRI) Jepang dikabarkan tengah mempelajari cara untuk mengurangi efek dari fenomena aerodinamis pada kereta berkecepatan tinggi dan infrastruktur pendukung lainnya. Seperti yang sudah diketahui bersama, Jepang merupakan negara yang bisa dibilang terdepan dalam urusan moda rel. Hal ini ditunjang dengan kehadiran Shinkansen sebagai kereta berkecepatan tinggi paling terkenal di dunia.
Baca Juga: Lima Fakta Unik dari Shinkansen yang Mungkin Anda Belum Tahu!
Mungkin beberapa dari Anda masih ingat bahwa aerodinamis merupakan salah satu faktor penting yang melancarkan pengoperasian dari kereta cepat ini. Jika tidak ditunjang dengan gaya aerodinamis, maka kecil kemungkinan kereta semacam Shinkansen ini bisa ngacir hingga kecepatan lebih dari 200 km per jam. Kendati begitu, namun gaya aerodinamis ini juga menimbulkan efek samping yang bisa mengganggu kenyamanan penumpang – mulai dari suara bising hingga guncangan.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railjournal.com, RTRI tengah melakukan penelitian dan pengembangan guna mengklarifikasi mekanisme yang menghasilkan fenomena gaya aerodinamis ini. Tidak hanya itu, RTRI juga mengevaluasi fenomena aerodinamis ini dengan menggunakan metode simulasi numerik, pengujian laboratorium hingga tes kendaraan. Belakangan, tersiar kabar bahwa RTRI menggunakan pendekatan eksperimental guna mengusut masalah ini.
Menurut RTRI, fenomena aerodinamis ini mempengaruhi struktur garis dan orang-orang yang berada di sekitaran rel. Semakin kencang kecepatan operasi kereta, maka semakin besar pula efek dari fenomena ini. Maka dari itu, pendekatan eksperimental yang dilakukan oleh RTRI adalah dengan menggunakan terowongan angin (wind tunnel) dan rig kereta model bergerak (moving model train rig).
“Kami mengembangkan metode untuk uji terowongan angin untuk menyelidiki sumber suara dengan menggunakan microphone array,” ujar pihak RTRI.
“Sebagai hasilnya, kami mengklarifikasi bahwa distribusi sumber suara aerodinamis ini berasal dari bogie, dan menemukan bahwa bunyi aerodinamis yang dihasilkan oleh bogie dapat dikontrol dengan mengurangi kecepatan aliran udara di dekat permukaan bagian bawah kereta atau dengan mencegah udara berkecepatan tinggi,” sambungnya.
Menanggapi temuan ini, RTRI mengatakan bahwa pihaknya akan mempelajari lebih lanjut guna menemukan solusi untuk kebisingan ini.
Baca Juga: Hokkaido Shinkansen, Bisa Tetap Kebut Walau di Bawah Laut
“Jika kereta Shinkansen terbaru beroperasi pada kecepatan lebih dari 300 km per jam, maka kontribusi kebisingan aerodinamis akan meningkat secara signifikan,”
“Kami sedang mempelajari cara-cara untuk mengurangi suara yang dihasilkan dari fenomena aerodinamis ini,” tutup RTRI.
Kenapa hari Jumat ini banyak sekali bertabur iklan tentang Black Friday? Sebenarnya Black Friday itu apa dan bagaimana awal mulanya? Ternyata Black Friday bukanlah nama resmi untuk Jumat setelah Hari Thanksgiving di Amerika Serikat yang biasanya dirayakan Kamis keempat November. Bisa dikatakan Black Friday yang dilaksanakan satu hari setelah Thanksgiving ini dianggap sebagai awal musim belanja Natal Amerika sejak 1952 silam.
Baca juga: Tidak Hanya Indonesia yang Punya Tradisi Mudik, Amerika Serikat Juga Punya!
Pada Black Friday banyak toko yang menawarkan promosi atau potongan harga pada barang yang mereka jual. Bahkan sejak 2005 lalu, Black Friday secara rutin menjadi hari belanja tersibuk di Amerika Serikat. Hal ini kemudian membuat para pedagang dan toko-toko lebih memilih menjual barang mereka selama November dan Desember daripada berkonsentrasi pada satu hari belanja atau akhir pekan.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari wikipedia, bukti awal frasa Black Friday diterapkan pada hari setelah Thanksgiving dalam konteks belanja menunjukkan bahwa istilah ini berasal dari Philadelphia. Di mana kata ini digunakan untuk mengggambarkan lalu lintas pejalan kaki serta kendaraan berat dan menggangu yang akan terjadi pada hari setelah Thanksgiving tersebut.
Penggunaan ini dimulai di Philadelphia sendiri sejak tahun 1961 silam dan lebih dari 20 tahun kemudian, frasa tersebut menjadi lebih luas dengan sebuah penjelasan populer menjadi hari yang mewakili titik di tahun ketika pedagang mulai menghasilkan keuntungan. Ketika frasa tersebut mendapat perhatian nasional pada awal 1980-an, para pedagang keberatan dengan penggunaan istilah yang merendahkan untuk merujuk pada salah satu hari belanja paling penting tahun ini yang menyarankan derivasi alternatif, bahwa pedagang secara tradisional beroperasi dengan kerugian finansial untuk sebagian besar tahun (Januari hingga November) dan mendapat untung selama musim liburan, dimulai pada hari setelah Thanksgiving.
Ketika ini dicatat dalam catatan keuangan, praktik akuntansi yang umum dilakukan akan menggunakan tinta merah untuk menunjukkan jumlah negatif dan tinta hitam untuk menunjukkan jumlah positif. Black Friday, di bawah teori ini, adalah awal dari periode di mana pedagang tidak lagi “merah”, sebagai gantinya mengambil keuntungan tahun ini.
Ternyata Black Firday pun pernah memakan korban jiwa dimana sejak 2006 dilaporkan 12 orang meninggal dan 117 lainnya luka-luka di seluruh Amerika Serikat. Ini biasanya karena calon pembeli berkemah selama libur Thanksgiving untuk mendapatkan tempat di depan garis sehingga peluang untuk mendapatkan barang yang diinginkan lebih baik.
Ini menimbulkan risiko keamanan yang signifikan, seperti penggunaan propana dan generator dalam kasus-kasus yang paling rumit, dan secara umum, pemblokiran akses darurat dan jalur api, menyebabkan setidaknya satu kota melarang praktik tersebut. Sejak awal abad ke-21, telah ada upaya oleh pedagang dengan asal di Amerika Serikat untuk memperkenalkan ritel “Black Friday” ke negara-negara lain di seluruh dunia. Di beberapa negara, pedagang lokal telah berupaya mempromosikan hari itu agar tetap kompetitif dengan pedagang online yang berbasis di AS.
Baca juga: Mesin Meledak di Ketinggian 11.000 Meter, Southwest Airlines Mendarat Darurat di Philadelphia
Selama berabad-abad, kata sifat “hitam” telah diterapkan pada hari-hari dimana bencana terjadi. Banyak peristiwa telah digambarkan sebagai “Black Friday”, meskipun peristiwa yang paling signifikan dalam Sejarah Amerika adalah Panic of 1869, yang terjadi ketika pemodal Jay Gould dan James Fisk mengambil keuntungan dari koneksi mereka dengan Administrasi Grant dalam upaya untuk menyudutkan pasar emas. Ketika Presiden Grant mengetahui tentang manipulasi ini, dia memerintahkan Departemen Keuangan untuk melepaskan persediaan emas dalam jumlah besar, yang menghentikan pelarian dan menyebabkan harga turun delapan belas persen.
GoJek ternyata punya fitur keamanan berupa tombol darurat yang bisa diakses pengguna untuk keselamatan mereka selama perjalanan. Fitur panic button ini ketika ditekan nantinya akan tersambung ke hotline darurat Gojek.
Baca juga: Komnas Perempuan Gandeng Grab Indonesia Tangani Kekerasan Perempuan di Transportasi Online
Panic button tersedia di pojok kanan bawah aplikasi berupa ikon perisai. Bila pengguna menekan tombol tersebut akan langsung tersambung ke layanan Unit Darurat GoJek yang bekerja 24 jam dalam seminggu.
Nantinya pengguna akan dimintai data-data terkait kasus yang dialami, seperti nama konsumen, nama mitra pengemudi dan nomor pemesanan. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Unit Darurat ini terdiri dari tim internal Gojek yang bekerja sama dengan Kepolisian.
Bahkan setelah ada laporan dan diverifikasi maka bantuan akan langsung ke lokasi kejadian. Adanya fitur panic button ini diapresiasi oleh Komnas Perempuan karena keberadaannya bisa menciptakan ruang publik yang aman terutama bagi kaum perempuan.
Komisioner Komnas Perempuan Magdalena Sitorus mengatakan, usaha preventif GoJek melalui edukasi sudah tepat sasaran. Di mana budaya aman, pemahaman yang benar manjadi salah satu kuncinya.
“Penekanan program dan teknologi GoJek atas kekerasan seksual di jalan adalah tindakan preventif (pencegahan). Sudah bagus upaya-upaya yang dilakukan Gojek dalam perlindungan dan penanganan. Yang pasti upaya itu perlu diapresiasi,” kata Magdalena.
Sebab kehadiran panic button sendiri diaktakan Magdalena adalah bagian dari konteks pencegahan. Senior Manager Corporate Affairs Gojek Alvita Chen menyatakan bahwa GoJek fokus pada upaya preventif melalui edukasi.
”Kami percaya diperlukan pemahaman yang menyeluruh agar masyarakat yang bermitra dengan Gojek dan masyarakat pada umumnya dapat bekerja bersama-sama untuk menciptakan ruang publik yang nyaman,” paparnya.
Pelatihan, salah satunya, dilakukan bekerja sama dengan Hollaback Jakarta dan perEMPUan untuk memahami berbagai jenis kekerasan seksual yang harus dihindari.
Baca juga: Kini Penumpang Bisa Tekan Tombol Darurat Ketika Bus Dirasa Tak Aman Ketika Dikendarai Pengemudi
”Mitra kami diberi pembekalan sehingga memiliki pemahaman yang benar akan fakta-fakta seputar kekerasan seksual. Bahkan, mitra driver mampu mengintervensi secara aktif seandainya terjadi kekerasan di sekeliling mereka. Dengan berbagai edukasi dan pelatihan itu semakin banyak mitra driver yang turut serta menjadi duta anti kekerasan seksual. Bahkan menjadi pahlawan bagi yang membutuhkan,” ujar Alvita.
Diketahui, sejak pertengahan 2018 kemarin, Grab juga punya fitur tombol darurat bernama SOS. Tombol ini terhubung dengan tiga kontak milik keluarga atau teman yang dipilih sehingga secara otomatis akan tersambung ke nomor-nomor tersebut jika tombol ditekan.
Sebuah potongan bagian pesawat Airbus ditemukan oleh penduduk di sekitaran desa Daux yang berada dekat dengan Bandara Toulouse-Blagnac, Perancis pada Selasa (19/11) kemarin. Tentu saja penemuan ini menghebohkan warga sekitar, mengingat banyaknya asumsi yang menyebutkan bahwa potongan bagian pesawat tersebut kemungkinan besar berasal dari pesawat uji Airbus. Adapun ukurannya tergolong cukup besar – panjang kurang lebih satu meter dengan lebar sekira 50 cm.
Baca Juga: Tidak Ada Varian Airbus A370, Netizen Sampai Bikin Ilustrasi Sendiri!
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman aerotime.aero (27/11), warga desa Daux semakin percaya bahwa potongan tersebut merupakan bagian dari pesawat uji manakala mereka mendapati bahwa bahan dasarnya terbuat dari material komposit – bahan yang sama yang digunakan untuk membangun tubuh pesawat. Walikota desa Daux, Patrice Lagorce mengatakan bahwa spekulasi warganya semakin kuat terbukti mengingat sangat sedikit penerbangan komersial yang terbang di atas desa yang ia pimpin.
Menanggapi penemuan potongan yang diduga milik pesawat uji Airbus ini, French Accident Investigation Bureau for State Aviation Safety (BEA-É) bertanggung jawab atas insiden yang menimpa pesawat yang belum terdaftar ini. Pihaknya mengatakan bahwa telah menerima laporan terkait penemuan ini, namun tidak membuka penyelidikan lantaran pihak Airbus diberitakan tengah menggelar penyelidikan sendiri.
“Kami mengkonfirmasi bagian pesawat telah ditemukan dan kami sedang menyelidiki masalah ini secara internal,” ujar pihak Airbus.
Beruntungnya, insiden ini tidak tidak memakan korban, baik luka maupun jiwa – karena pesawat jatuh di sebuah taman di dalam area pemukiman warga. Menurut keterangan yang beredar, insiden ini terjadi manakala pihak Airbus tengah melakukan evaluasi terkait pembukaan airways baru untuk penerbangan menuju Bandara Toulouse-Blagnac yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Lima Penyebab Umum Terjadinya Kecelakaan Pesawat
Beberapa dari airways baru ini akan melintas langsung di atas desa Daux, dimana pembukaan rute ini tidak menutup kemungkinan akan mendulang protes dari warga desa tersebut. Hanya jika Airbus melakukan satu kesalahan yang menyebabkan sebuah pesawat atau ada bagian dari pesawat yang jatuh ke desa Daux, maka di situlah momen ketegangan di desa akan meningkat secara drastis.