Perusahaan Amerika Siap Perkenalkan Pesawat Bersistem Autoland
Sebuah perusahaan teknologi multinasional asal Negeri Paman Sam, Garmin berencana untuk mengumumkan platform pesawat baru yang menonjolkan sistem keamanan autoland yang mereka kembangkan pada tahun 2020 mendatang. Ya, jika mendengar namanya saja, Anda semua tentu sudah dapat menebak bahwa pesawat ini mampu melakukan pendaratan secara otomatis. Pada tanggal 30 Oktober kemarin, perusahaan yang berbasis di Olathe, Kansas ini mengumumkan bakal ada dua pesawat yang akan diperkenalkan tahun depan.
Baca Juga: Kembangkan Teknologi Autopilot, Boeing Tawarkan Self Flying Plane
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman flightglobal.com (6/11), adalah Cirrus Vision Jet dan Piper M600, merupakan pesawat yang dirancang dengan menyematkan fitur autoland yang dimaksud. Pihak Garmin mengatakan bahwa ini merupakan sebuah revolusi di dalam duia penerbangan komersial.
“Pesawat ini dirancang untuk bisa mengendalikan dan mendaratkan dirinya sendiri tanpa campur tangan manusia,” ujar pihak Garmin.
Sistem autoland ini sendiri merupakan sebuah tombol yang ada di flightdeck, dimana sistem akan terus berkomunikasi dengan kontrol lalu lintas udara sambil memantau parameter eksternal dan mengidentifikasi bandara terdekat. Setelahnya, sistem autoland ini akan membawa pesawat approaching ke bandara yang sudah dipilih dan melakukan pendaratan.
Jadi sebenarnya sistem ini hampir serupa dengan sistem auto pilot, dimana pesawat bisa mengudara dan menentukan jalurnya sendiri tanpa harus dikendalikan oleh pilot. Perbedaannya, sistem autoland ini dapat mengendalikan pesawat yang hendak melakukan pendaratan. Ya, sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, pilot selalu mematikan sistem auto pilot dan mengambil alih proses approaching menuju suatu bandara.
Baca Juga: Serba Otomatis dan Komputerisasi Turunkan ‘Kemampuan’ Pilot Ketika Mengudara
Dapat dibayangkan, jika sistem autoland ini kelak akan bersanding dengan sistem auto pilot. Maka bukan tidak mungkin apabila pesawat komersial di masa mendatang akan lebih menuju ke arah fully automatic. Jika nanti suatu saat ada pula perusahaan yang mengembangkan fitur auto take-off, maka sepenuhnya pesawat komersial akan berada di ranah fully automatic – tidak berbeda jauh dengan drone Vertical Take Off and Landing. Perbedaannya hanya pada cara pesawat terbang ke udara.
Kini Penumpang Bisa Tekan Tombol Darurat Ketika Bus Dirasa Tak Aman Ketika Dikendarai Pengemudi
Banyaknya kecelakaan bus di Jepang akhirnya membuat pemerintah menyusun pedoman pada tahun 2016 lalu dan memberikan subsidi untuk mempromosikan penggunaan perangkat keamanan yang lebih luas. Salah satunya adalah tombol rem darurat yang dipasang di bus di mana penumpang dimungkinkan untuk menghentikan kendaraan seperti ketika pengemudi kehilangan kesadaran.
Baca juga: Marak Pelecehan Terhadap Wanita, Otoritas Panchkula Pasang Panic Button di Halte Bus
Salah satu yang menggunakan tombol rem darurat di bus berada di wilayah Tokai karena sejumlah kecelakaan disebabkan oleh masalah kesehatan pengemudi bus. Meitetsu Bus Co., operator bus yang berbasis di Nagoya mulai memasang perangkat yang disebut sistem berhenti mengemudi darurat pada bus-bus yang beroperasi di dalam kota pada akhir September.
Bus tersebut memiliki tombol rem darurat di kursi pengemudi dan untuk penumpang ada tombol lain di pegangan di belakang kursi. Cara kerjanya adalah ketika satu tombol darurat ditekan, maka alarm akan berbunyi dan sebuah pengumuman, “Perhatian. Kami akan berhenti darurat,” dibuat bergantian dalam bahasa Jepang dan Inggris.
Dilansir KabarPenumpang.com dari asahi.com (7/11/2019), sekitar tiga detik kemudian, rem diterapkan sementara klakson terus meraung. Mesin mati setelah bus berhenti.
Jarak pengereman tergantung pada kondisi jalan, tetapi bus yang melaju pada kecepatan 40 km per jam akan berjalan sekitar 50 meter setelah tombol ditekan sebelum berhenti. Sebuah pesan dalam bahasa Jepang berkata, “Emergency. Silakan melapor ke polisi,” muncul di layar yang biasanya menunjukkan tujuan bus di depan, belakang dan samping untuk memperingatkan pengendara dan orang lain di luar.
Sistem dapat dinonaktifkan jika orang iseng mematikannya. Kehadiran sistem ini membantu pengemudi dan menyelamatkan penumpang, sebab menurut kementerian transportasi, 162 kecelakaan disebabkan oleh masalah kesehatan pengemudi bus pada tahun 2017 di Jepang, dengan 76, atau hampir setengahnya, terjadi di prefektur Mie, Aichi, Gifu, Shizuoka dan Fukui di bawah yurisdiksi Biro Transportasi Distrik Chubu kementerian.
Dua dari kecelakaan itu mengakibatkan kematian dan cedera. Bus Meitetsu mulai menggunakan perangkat pada 28 September di bus utamanya untuk rute Honjigahara yang populer di pusat Nagoya. Perusahaan berencana untuk mempublikasikan ukuran keselamatan dan memperkenalkan total 40 perangkat pada akhir tahun fiskal ini.
“Karena kekurangan supir bus, kami kemungkinan akan memiliki lebih banyak lansia di masa depan.Kami ingin memastikan keselamatan penumpang dengan melakukan investasi awal pada bus,” kata Takayuki Ban, kepala departemen promosi proyek di perusahaan.
Baca juga: Wujudkan Kota Pintar, Penang Kini Punya Smart Bus Shelter yang Serba Canggih
Di Prefektur Gifu, Kitaena Kotsu Co. dari Meitetsu Group yang berbasis di Nakatsugawa mulai menggunakan perangkat di semua bus yang beroperasi di kota Nakatsugawa pada pertengahan September. Mie Kotsu Co. yang berbasis di Tsu juga telah memasang perangkat di beberapa busnya mulai Oktober.
Damai! Sriwijaya Rujuk Dengan Garuda Untuk Tiga Bulan ke Depan
Setelah pada Kamis (7/11) kemarin sempat menelantarkan penumpang, kini kabar baik datang dari Sriwijaya Air, dimana Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan bahwa kerja sama antara Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia diperpanjang hingga tiga bulan ke depan. Ya, sebelumnya santer beredar kabar bahwa kerja sama yang terjalin antara dua maskapai tersebut sempat pecah – dimana berimbas pada pembatalan keberangkatan pada hari Kamis kemarin.
Baca Juga: (Kembali) Pecah Kongsi Dengan Garuda Indonesia, Ratusan Penumpang Sriwijaya Air Terlantar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Menteri Luhut juga menambahkan bahwa hasil pertemuan antara Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara dan salah satu pemegang saham dari Sriwijaya Air, Yusril Izha Mahendra berujung pada audit yang kelak akan dilaksanakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
“Garuda tadi kita sudah sepakat, (kerja sama) ditandatangani selama 3 bulan ke depan, kemudian dilakukan audit terhadap kerja sama ini oleh BPKP. Itu sudah mulai berjalan. Kita harapkan audit itu akan keluar hasilnya mungkin dalam seminggu atau 10 hari ke depan,” ujar Luhut, dikutip dari laman detik.com (7/11).
“Yang tadi disepakati adalah bahwa perjanjian sementara diperpanjang disepakati 3 bulan, tapi segera diadakan revisi kalau revisi selesai kemudian penggantian direksi supaya tidak terjadi conflict of interest kan agak susah orang Garuda me-manage Sriwijaya,” katanya.
Seperti yang sudah diketahui bersama, Sriwijaya Air tengah terlilit sejumlah hutang kepada Garuda Indonesia dan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Alih-alih hutangnya mereda, Yusril menyebutkan bahwa kerja sama yang terjalin antara dua maskapai ini membuat kondisi hutang pihak Sriwijaya semakin membengkak.
“Menurut persepsi Sriwijaya utang bukannya berkurang, malah membengkak selama di-manage oleh Garuda Indonesia,” katanya dikutip dari laman sumber lain.
Baca Juga: Belum Lewati ‘Masa Kritis,’ Akankah Sriwijaya Air Menyusul Merpati dan Adam Air?
Ia menjelaskan kondisi tersebut dipicu kenaikan biaya operasional Sriwijaya pasca kerja sama, dimana perawatan armada pesawat dialihkan kepada anak usaha Garuda Indonesia, PT GMF AeroAsia.
“Dengan itu, biaya jauh lebih mahal,” tandas Yusril.
Kini Citilink Terbang ke Perth dan Kuala Lumpur dari Denpasar
Maskapai berbiaya hemat (LCC), Citilink resmi membuka rute baru internasional dari Denpasar ke dua destinasi yaitu Perth, Australia dan Kuala Lumpur, Malaysia pada hari ini 8 November 2019. Direktur Utama Citilink Juliandra mengatakan bahwa kedua rute internasional baru ini merupakan rute yang cukup strategis dan diyakini mampu menarik minat masyarakat terutama para millenials traveller.
Baca juga: Citilink dan GMF AeroAsia Bentuk Anak Usaha Baru di Bidang Pendidikan
“Selain Australia, rute dari Denpasar ke Kuala Lumpur juga memiliki pasar yang cukup menjanjikan, terutama para wisatawan mancanegara dari Kuala Lumpur yang ingin berlibur ke pulau dewata,” katanya yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers Jumat (8/11/2019).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara asal Malaysia dan Australia menjadi wisatawan dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak ke Indonesia. Wisatawan Malaysia menjadi wisatawan dengan jumlah kunjungan terbanyak yaitu mencapai 2,34 juta kunjungan dan wisatawan Australia menjadi wisatawan dengan jumlah kunjungan terbanyak keempat yaitu 1,02 juta kunjungan selama periode Januari-September 2019.
Rute Denpasar-Perth (pp) dan Denpasar-Kuala Lumpur (pp) ini merupakan rute penerbangan internasional Citilink yang ke-7 dan ke-8 setelah sebelumnya Citilink telah membuka berbagai rute internasional lainnya yaitu Jakarta-Penang, Jakarta-Kuala Lumpur, Surabaya-Kuala Lumpur, Jakarta-Phnom Penh, Denpasar-Dili dan Denpasar-Kunming. Juliandra juga menjelaskan bahwa Citilink Indonesia optimis dapat mencapai target keterisian kursi (Seat Load Factor – SLF) sebesar 75 persen pada Denpasar-Perth dan 77 persen pada rute Denpasar-Kuala Lumpur mengingat Bali merupakan destinasi wisata primadona Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia.
Juliandra menambahkan bahwa sebagai maskapai yang mendapat penghargaan LCC bintang 4 versi Skytrax selama 2 periode berturut-turut, anak perusahaan Garuda Indonesia ini sangat mengutamakan service dan kenyamanan penumpang termasuk memiliki konfigurasi yang cukup luas dengan spacious leg room, serta layanan terbaru lainnya walaupun dengan harga tiket yang cukup terjangkau.
“Hal ini menjadi keunggulan Citilink yang kami harapkan mampu menarik masyarakat untuk terbang bersama kami ke rute-rute internasional baru ini,” tambahnya.
Rute ini juga diharapkan mampu memudahkan wisatawan Malaysia dan Australia yang memiliki rencana penerbangan lanjutan ke Perth maupun Kuala Lumpur mengingat kedua penerbangan tersebut memiliki jadwal yang terhubung.
“Citilink Indonesia adalah salah satu maskapai penerbangan yang sudah aktif membuka rute baru dari Indonesia ke Bandara Internasional KL (Kode IATA: KUL) dan Bandara Internasional Penang (Kode IATA: PENA). Denpasar-Kuala Lumpur adalah rute internasional keempat yang diterbangi maskapai ini ke Malaysia setelah Jakarta-Penang, Surabaya-Kuala Lumpur dan Jakarta-Kuala Lumpur. Saat ini, ada lima maskapai lain yang mengoperasikan rute ini dari KUL. Total pergerakan penumpang untuk rute Indonesia-Malaysia telah mengalami peningkatan 4,9 persen dari Januari hingga Oktober 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ketua pelaksana grup Bandara Malaysia, Raja Azmi Raja Nazuddin juga menjelaskan.
Jadwal penerbangan Denpasar-Perth dengan nomor penerbangan QG 542 beroperasi setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang pada pukul 01:00 -04:40 Local Time. Sedangkan rute Perth-Denpasar dengan nomor penerbangan QG 543 beroperasi setiap hari pukul 09:40 – 13:30 Local Time. Dengan schedule ini para wisatawan dari Perth bisa tiba di Denpasar tepat sebelum jam check-in hotel dan ketika kembali ke Perth pun masih bisa menikmati siang dan matahari terbenam di Bali.
Baca juga: “Dining Experiences” dari Citilink Bantu Penumpang Kreasikan Set Hidangan dalam Penerbangan
Sementara itu, penerbangan Denpasar-Kuala Lumpur dengan nomor penerbangan QG 525 beroperasi setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang pada pukul 14:45 – 17:40 Local Time. Rute Kuala Lumpur-Denpasar dengan nomor penerbangan QG 527 beroperasi setiap hari pukul 18:35 – 22:05 Local Time.
Dilarang Melintas di Jalan Setapak, Deliveroo Hentikan Pengiriman Menggunakan Skuter Elektrik
Skuter elektronik atau e-skuter kini makin banyak digunakan masyarakat perkotaan baik untuk menjadi transportasi pribadi atau moda pengantaran makanan. Namun regulasi untuk e-skuter ini masih belum jelas dan nantinya akan berjalan menggunakan jalur seperti apa pun belum pasti.
Baca juga: Pakai GrabWheels Jangan Lupa Scan Kode QR Setelah Selesai Kalau Tak Mau Didenda Rp300 Ribu
Baru-baru ini Deliveroo, aplikasi ini berhenti melakukan pengiriman makanan mereka menggunakan e-skuter di jalan setapak. Dilansir KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com (4/11/2019), ini terjadi setelah Menteri Senior Negara untuk Transportasi Lam Pin Min mengumumkan bahwa penggunaan perangkat di jalan setapak akan dilarang mulai 5 November 2019.
Juru bicara Deliveroo mengatakan, perusahaan bekerja sama dengan semua pengendara untuk memastikan mereka mematuhi aturan dan pedoman keselamatan jalan. Dia mengatakan, pihaknya mengirimkan pesan pada semua pengendara untuk memberitahu terkait peraturan baru tersebut.
“Jika ada pengendara yang menggunakan e-skuter di jalan setapak setelah 5 November, kami akan memberhentikan mereka,” ujar juru bicara itu.
Dia menambahkan, hal ini diharapkan oleh Deliveroo untuk meminimalkan dampak dalam operasional mereka dan mencatat bahwa personal mobility devices (PDM) dan e-sepeda ada sebanyak lima persen dari seluruh tim pengiriman yang terdiri dari enam ribu pengendaran.
Bahkan Deliveroo telah berhenti menggunakan pengendara PMD pada Mei lalu karena perubahan peraturan dan perhatian publik.
“Semua pengendara yang bergabung dengan Deliveroo diharuskan untuk menyelesaikan program panduan keselamatan jalan pengantar, sebagai bagian dari sesi onboarding komprehensif. Deliveroo bekerja erat dengan Otoritas Transportasi Darat (LTA) dan menghadiri pertemuan rutin dengan para aktif tim mobilitas untuk mempromosikan berkendara yang aman,” ujar juru bicara.
Lam mencatat bahwa pihak berwenang menyadari bahwa melarang e-skuter di jalan setapak dapat berdampak pada orang-orang seperti pengendara makanan yang menggunakan perangkat untuk bekerja. Dia mencatat kurang dai 30 persen pengendara Deliveroo dan Foodpanda menggunakan e-skuter dan LTA akan bekerja dengan perusahaan tersebut untuk embantu pengendara mereka beralih ke sepeda motor atau sepeda sebagai gantinya.
“Keselamatan sangat penting bagi Deliveroo dan kami berbicara dengan pengendara kami saat ini tentang PMD tentang cara terbaik untuk mendukung mereka bergerak maju, termasuk kemungkinan membantu mereka untuk beralih ke kendaraan yang berbeda jika mereka mau,” kata Deliveroo.
Namun, Presiden Asosiasi Pengecer PMD Singapura, Wilson Seng mencatat bahwa mereka yang saat ini menggunakan e-skuter untuk melakukan pengiriman mungkin tidak memiliki lisensi sepeda motor, atau tidak mampu membelinya. Seorang juru bicara Grab mengatakan bahwa sementara perusahaan menghormati keputusan yang dibuat oleh Pemerintah, lebih dari satu dari tiga pengendara GrabFood menggunakan e-skuter untuk memenuhi pesanan dan mungkin tidak memiliki akses ke moda transportasi lain.
“Grab berencana untuk melibatkan Pemerintah dalam dialog lebih lanjut tentang kemungkinan memungkinkan mitra pengiriman yang telah menunjukkan perilaku berkuda yang bertanggung jawab pilihan untuk terus menggunakan e-skuter dalam kondisi tertentu untuk pengiriman,” katanya.
Baca juga: Di Bandara Schiphol, Calon Penumpang Bisa Pesan Makanan Online Yang Diantar via Kurir
Dia menambahkan, perusahaan berkomitmen untuk membantu pengendara yang terkena dampak, dan akan menjangkau mereka pada akhir minggu ini.
“Selama periode ini, kami ingin mencari pemahaman konsumen bahwa mereka mungkin harus menunggu lebih lama untuk pesanan mereka atau mungkin mengalami peningkatan pembatalan oleh mitra pengiriman yang mungkin tidak dapat menempuh jarak pengiriman dengan berjalan kaki.”
Efisiensi Pengoperasian, KLM Siap Pensiunkan Airbus A330
Maskapai penerbangan asal Belanda, KLM Royal Dutch Airlines dikabarkan telah membuat keputusan tentang masa depan dari armada Airbus A330 yang mereka miliki. Pihak maskapai mengatakan bahwa mereka akan mempensiunkan varian tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Agaknya penghapusan nama Airbus A330 di tubuh KLM ini semakin memantapkan visi perusahan, dimana mereka hanya akan menggunakan dua varian saja – Boeing 777 dan Boeing 787 Dreamliners untuk mengoperasikan rute penerbangan jarak jauh.
Baca Juga: Rayakan HUT Ke-100, KLM Torehkan Penerbangan ‘Terlama’ Menuju Indonesia
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman simplyflying.com (6/11), keputusan KLM untuk menghapuskan model pesawat ini dikarenakan induk operator, Air France-KLM ingin meningkatkan efisiensi pengoperasian dalam grup mereka. CEO dari Air France-KLM Ben Smith berharap dapat menghemat uang untuk pelatihan pilot dan pemeliharaan pesawat dengan hanya menerbangkan pesawat jenis Boeing 777 dan Boeing 787 pada rute penerbangan jarak jauh.
Sebelum diputuskan akan dipensiunkan, Airbus A330 milik KLM ini mengoperasikan relasi Afrika, Timur Tengah, Amerika Utara, hingga Karibia.
Sementara untuk rute penerbangan jarak pendeknya, KLM berharap dapat mengoperasikan pesawat Boeing dan Embraer. Mengutip dari laman sumber lain, adapun jumlah pesawat Airbus A330 yang ada di tubuh KLM terbagi ke dalam dua subclass – A330-200 dengan jumlah delapan pesawat, dan A330-300 dengan jumlah lima unit.
Selain efisiensi, grup ini juga akan mengkonsolidasikan Joon dan HOP! Sebagai anak perusahaan. Diketahui, Joon bergabung dengan Air France pada Juni 2019, sementara HOP! saat ini sedang melalui tahap rebranding Air France.
Baca Juga: Ternyata, Jakarta Merupakan Destinasi Penerbangan Antar Benua Perdana KLM!
Salah satu eksekutif di KLM, Pieter Elbers tidak merinci tanggal presisi terkait penghentian tugas dari varian Airbus A330 ini, hanya saja ia menyiratkan bahwa masa pensiun dari A330 ini akan terjadi di tahun 2025 – atau empat tahun setelah pemberhentian pengoperasian dari Boeing 747-400 yang ada di tubuh maskapai.
Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, KLM Royal Dutch Airlines merupakan maskapai tertua yang ada di dunia, dimana maskapai ini pertama kali di dirikan pada 7 Oktober 1919.
Tengah Ambil Foto Sesi dengan Senior, Remaja 17 Tahun Tewas Tertabrak Kereta
Seorang remaja berusia 17 tahun tewas tertabrak kereta api ketika mengambil foto seniornya. Siswa tersebut tertabrak kereta Union Pacific di Troutdale, Oregon akhir pekan dalam sebuah pemotretan di jalur kereta api.
Baca juga: Saat Kembang Api Beraksi, 60 Orang Tewas Tertabrak Kereta Saat Festival Dussehra
KabarPenumpang.com melansir dari laman buzzfeednews.com (5/11/2019), kantor sheriff Multnomah mengatakan, bahwa para deputi dipanggil ke lintasan keret Union Pacific yang berada di dekat Colombia River Highway di Trouttdale sekitar pukul 18.00 waktu setempat pada Sabtu (2/11/2019) kemarin. Dari pemanggilan para deputi tersebut ternyata korban bernama River Baker tewas di tempat kejadian.
Fotografer yang terlibat dalam pengambilan foto itu belum diidentifikasi tetapi tetap diwawancarai oleh petugas kepolisian untuk mencari tahu mengapa mereka berada di jalur yang benar. Fotografer tersebut sangat terguncang oleh kecelakaan itu.
Atas kecelakaan ini, Union Pacific merilis pernyataan belasungkawa dan meminta para fotografer, orang tua dan siswa tidak ikut mengambil foto di atau dekat rel.
“Pikiran kami bersama keluarga dan teman remaja itu. Kami memohon kepada orang tua, siswa, dan fotografer untuk tidak mengambil foto di atau dekat rel,” kata juru bicara Union Pacific.
Distrik Sekolah Estacada merilis pernyataan ini, dengan membaca sebagian, “Pada hari Sabtu seorang anggota muda komunitas Estacada meninggal dunia. Pikiran Distrik Sekolah Estacada akan terus bersama keluarga ini, dan kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami. Seluruh distrik kami sedih. dengan kehilangan yang tiba-tiba ini.”
Banyak daerah di mana insiden itu terjadi dipagari dengan tidak ada tanda-tanda masuk tanpa izin dipasang naik dan turun trek.
“Ini adalah tragedi bagi keluarga, ini adalah tragedi bagi masyarakat, ini adalah tragedi bagi awak kereta. Saya pikir penting untuk menyampaikan kepada publik bahwa, untuk semua orang untuk mengingat, bahwa satu-satunya hal yang ada di jalur itu adalah adalah kereta,” kata Steve Kreins, direktur eksekutif Oregon Operator Lifesaver.
Baca juga: Mabuk dan Jatuh ke Peron, Pria Ini Nyaris Tewas Tertabrak Kereta
Juru bicara Union Pacific mengatakan, tidak ada kru mereka yang terluka dalam kecelakaan tersebut dan saat ini pihak petugas keamanan Multnomah tengah menyelidiki apa penyebab remaja 17 tahun tersebut tertabrak.
FlixBus Terguling, 33 Penumpang Terluka dan 11 Diantaranya Warga Inggris
Sebanyak 33 orang luka-luka setelah bus yang bepergian dari Paris ke London terbalik di Perancis Utara. Empat orang diantaranya terluka parah dan 29 lainnya luka ringan ketika bus milik FlixBus terguling di jalan raya A1 dekat jalan keluar Amiens pada Minggu (3/11/2019) pagi.
Baca juga: FlixBus Uji Coba Bus Listrik Terjauh di Amerika Serikat
KabarPenumpang.com melansir laman dailymail.co.uk (3/11/2019), bus diketahui terguling karena tergelincir saat hari hujan dan angin kencang. Bus menabrak pagar pembatas ketika keluar dari pintu di Amiens dan terbalik ke satu sisi pagar.
Polisi setempat mengonfirmasi dalam insiden tersebut ada sebelas warga negara Inggris yang terluka dan diantaranya serius. Selain itu ada warga negara Perancis, Amerika, Spanyol, Australia, Belanda, Rumania dan Rusia.
Karena terguling, petugas pemadam kebakaran setempat membuat lubang pada kaca belakang bus untuk mengeluarkan penumpang yang terjebak di dalam.
“Banyak dari mereka yang dirawat di tempat kejadian. Sementara yang lain dibawa ke rumah sakit di daerah itu. Dari 33 orang dalam bus, empat diantaranya terluka parah,” kata seorang saksi mata.
Adanya insiden ini, para pengendara yang akan melintas dijalan tersebut harus memilih jalur lain karena petugas menutup jalan itu. Selain itu identitas penumpang yang terlibat dalam kecelakaan belum terungkap.
“FlixBus melakukan kontak dengan pihak berwenang terkait untuk mencari penyebab pasti kecelakaan dan untuk memastikan semua penumpang mendapat perawatan dan bantuan yang tepat” ujar juru bicara FlixBus.
Sebelas dari mereka yang terluka, termasuk empat yang serius dibawa ke rumah sakit di Amiens, sepuluh orang ke rumah sakit Peronne, enam ke rumah sakit Montdidier, dan enam ke rumah sakit St-Laurent. Mereka yang terluka termasuk pengemudi wanita.
Baca juga: FlixBus – Model Bisnis Bus Baru Asal Jerman, Mahakarya Tiga Entrepreneur Muda
Mereka juga menambahkan ada nomor telepon darurat yang bisa dihubungi kerabat atau keluarga penumpang bus tersebut. Diketahui, sebelum kecelakaan ini, bulan lalu, bus FlixBus jatuh di dekat Narbonne d barat daya Perancis. Insiden tersebut menewaskan satu orang wanita dan 17 penumpang lainnya terluka.
Momen Dramatis! Wanita Tua Jatuh ke Rel Sesaat Sebelum Kereta Melintas
Seorang wanita tua jatuh dari peron dan telungkup di atas rel di Stasiun Rideau. Saat itu diketahui kereta akan tiba di stasiun karena terdengar suara dari terowongan. Untungnya wanita tua tersebut selamat karena di tolong oleh dua orang pria yang melihat insiden tersebut.
Baca juga: Mabuk dan Jatuh ke Peron, Pria Ini Nyaris Tewas Tertabrak Kereta
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman ottawacitizen.com (6/11/2019), kejadian ini membuat para penumpang yang melihat ketakukan. Insiden ini terjadi sekitar pukul 17.30 waktu setempat.
“Mereka menariknya keluar dari rel, mungkin 10 detik sebelum kereta masuk ke stasiun. Itu benar-benar menakutkan,” kata seorang penumpang Richardson.
Troy Charter, direktur operasional transit OC Transpo mengonfirmasi bahwa insiden ini tidak diketahui dengan pasti apakah wanita itu tersandung dan pungsan karena menderita kejang.
“Seorang jatuh di rel di Stasiun Rideau. Duta O-Train dan penumpang lainnya membantu membantu penumpang tersebut ditarik dan dikeluarkan dari rel,” kata Charter.
Bahkan Richardson mengatakan, saat itu dirinya tengah berada di peron sebelah barat ketika dia mendengar keributan beberapa meter di sebelah kirinya.
“Wanita ini telah jatuh ke rel. Dia berada di tengah-tengah rel,” kata Richardson.
Dia mengaku tak melihat bagaimana wanita itu terjatuh, tetapi wanita itu sudah melintasi beberapa jalur kuning di tepi peron dan mendarat serta telungkup di atas rel. Ketika orang-orang berteriak pada wanita itu untuk bangun, tiba-tiba seorang pria melompat ke lintasan yang hanya beberapa meter dibawah peron.
“Pada saat itu, petugas resmi OC Transpo dengan kerah merah mulai berteriak. Keluar jalur, mereka listrik! Keluar jalur, jangan menyentuh apa pun! Tapi kamu bisa mendengar kereta datang di terowongan,” Richardson.
Beberapa penumpang berusaha menemukan telepon darurat untuk menghentikan kereta, Richardson memutar nomor 911 ketika dia menyaksikan berbagai peristiwa terjadi. Pekerja Transpo OC, katanya, melompat ke rel untuk membantu penyelamat lainnya. Mereka berhasil membuat wanita itu berdiri lalu mengangkatnya ke atas pijakan. Pekerja Transpo OC adalah yang terakhir melepaskan dirinya dari rel.
“Kereta menuju barat tidak berhenti: kereta berhenti beberapa detik kemudian,” kata Richardson.
Wanita itu tampaknya agak pulih di peron, katanya, dan berjalan dari tempat kejadian dengan bantuan. LRT menggunakan “sistem catenary” overhead untuk menyalakan kereta melalui perangkat yang dipasang di gerbong kereta daripada kereta listrik ketiga yang umum dalam sistem kereta bawah tanah. Kereta Ottawa menggunakan sekitar 1500 volt.
Baca juga: Eks Guru Seni Pahat Jatuh Cinta dan Bikin Maket Darjeeling Railway
Tidak jelas mengapa pejabat OC Transpo khawatir tentang risiko tersengat listrik. Seorang juru bicara OC Transpo mengatakan tidak akan dapat menjawab lebih banyak pertanyaan tentang insiden itu sampai Kamis.
“Pekerja LRT bereaksi sangat cepat, yang hebat,” kata Richardson, “tetapi dia tampaknya tidak sepenuhnya siap untuk apa yang harus dilakukan.”
Boeing 777 Milik Qatar Hubungkan Jarak 38Km Dalam Waktu Sembilan Menit Saja!
Mungkin beberapa dari Anda akan lebih memilih untuk berkendara menggunakan kendaraan roda empat atau dua jika diharuskan menempuh jarak sekitar 38 km. Namun percayakah Anda bahwa di Eropa sana ada penerbangan yang mengoperasikan rute penerbangan, dimana jarak yang terbentang antara dua destinasi ini hanyalah 38km saja! Satu yang lebih gokil lagi, penerbangan ini dilayani oleh pesawat wide-body, Boeing 777, lho!
Baca Juga: Emirates Operasikan A380 dengan Rute Terpendek di Dunia, Jaraknya Setara Jakarta – Pangandaran!
Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah maskapai asal Timur Tengah, Qatar dengan nomor penerbangan QR8173 mengoperasikan penerbangan dari Maastricht yang ada di Belanda menuju Liege yang ada di Belgia. Anda semua tahu waktu tempuh dari penerbangan ini? Hanya sembilan menit saja! Seperti yang sudah disebutkan di atas, QR8173 dioperasikan dengan menggunakan pesawat Boeing 777-FDZ. Wah, mungkin penerbangan ini bisa dinominasikan sebagai penerbangan Boeing 777 tersingkat, ya!
Jika kebanyakan pesawat memiliki ketinggian jelajah hingga 36.000 kaki di atas permukaan laut, maka lain halnya dengan Qatar QR8173 ini, dimana ketinggian jelajahnya hanya 3.625 kaki saja – sebuah ketinggian jelajah yang cukup rendah untuk pesawat seukuran Boeing 777.
Mengutip dari laman flightradar24.com, penerbangan Qatar QR8173 dari Maastricht menuju Liege terjadi pada tangal 3 November sore kemarin. Ketika take-off, pesawat langsung climbing ke ketinggian 3725 kaki dalam tenggat waktu hanya dua menit saja – sebuah proses climbing yang cukup ekstrem dalam rentan waktu yang cukup singkat pula.
Jika Anda semua beranggapan bahwa ini adalah penerbangan penumpang komersial, maka Anda salah besar, karena sejatinya, mengutip dari laman aviation24.be, Qatar QR8173 ini merupakan penerbangan kargo.
Baca Juga: Ternyata Penerbangan (Rute) Terpendek Airbus A320 Ada di Indonesia
Guna menjelaskan terkait penerbangan unik ini, salah satu juru bicara dari Qatar mengatakan, “Seorang klien kami dari Belanda meminta kami untuk mengirimkan barangnya di Bandara Maastricht menuju Meksiko. Namun karena landas pacu di Maastricht tidka terlalu panjang untuk lepas landas ke Meksiko, maka dari itu kami memposisikan ulang pesawat ke Liege dengan landas pacu yang lebih panjang,”
