Selain kendaraan bermotor yang dijumpai di jalanan, salah satu moda transportasi yang turut menyumbang emisi terbesar adalah pesawat. Kendati sudah disematkan beragam teknologi mutakhir, namun ini bukanlah sebuah jaminan pesawat dapat mengudara tanpa meninggalkan emisi karbon di angkasa luas. Maka tidak heran jika di luar sana, ada beberapa maskapai yang sudah mulai memutar otak untuk bisa menekan atau setidaknya meminimalisir pencemaran udara.
Baca Juga: Virgin Atlantic Sukses Terbangkan Boeing 747 dengan Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Cara yang dilakukan oleh tiap maskapai pun beragam, seperti yang dilakukan oleh Virgin Atlantic yang mencampur avtur dengan bahan bakar ramah lingkungan yang diproduksi oleh LanzaTech – walaupun ini sifatnya masih uji coba dan telah berhasil digunakan untuk menghubungkan Orlando, Florida dengan London pada akhir tahun 2018 lalu. Namun lain ceritanya dengan jalan yang ditempuh oleh maskapai penerbangan asal Jerman, Lufthansa.
Dikutip KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (19/8), flag carrier Jerman ini meluncurkan laman web yang memungkinkan para pelanggannya untuk membeli tiket penerbangan yang menggunakan bahan bakar pesawat ramah lingkungan untuk mengurangi emisi yang ditimbulkan oleh penerbangan mereka. Menurut Lufthansa, setiap Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang dibeli, itu akan ditambahkan ke salah satu pesawat mereka – dimana ini akan berimplikasi pada pengurangan emisi rumah kaca sebesar 80 persen per penerbangan.
Sebelumnya, industri aviasi global telah mendapat kecaman dari para pemerhati lingkungan yang menyebutkan bahwa ratusan hingga ribuan burung besi yang melayang bebas di udara telah menyumbang emisi karbon dengan jumlah yang sangat-sangat besar – walaupun pada akhirnya pihak maskapai berdalih bahwa mereka hanya menyumbangkan dua persen dari total emisi karbon yang dihasilkan oleh manusia di seluruh dunia.
Namun agaknya upaya yang dilakukan oleh Lufthansa ini bukanlah jalan yang mudah untuk ditempuh, mengingat harga bahan bakar yang ditawarkan oleh pihak maskapai kepada pelanggannya ini tidaklah murah. Sebut saja satu tiket penerbangan kelas ekonomi dari Frankfurt menuju New York dibanderol dengan harga US$414 atau yang berkisar Rp5,9 juta kurs sekarang. Jika penumpang ingin menggunakan bahan bakar ramah lingkungan di penerbangan mereka, maka penumpang akan dikenakan biaya tambahan sebesar US$183 atau yang berkisar Rp2,6 juta.
Baca Juga: Ini Nih Yang Perlu Diketahui Seputar Tangki Bahan Bakar Pesawat!
Mahal, bukan? Lalu jika Anda sudah memilih untuk membeli tiket dengan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, bagaimana Anda mengetahui apakah penerbangan tersebut benar-benar menggunakan bahan bakar itu? Wah, agaknya ini akan menjadi permasalahan tersendiri, ya!
GoJek dan Grab sebagai layanan ride hailing yang sudah cukup lama meluncur di Indonesia akan kehadiran penantang baru. Penantang tersebut diantaranya adalah Anterin dan BitCar yang kini aplikasinya sudah ada di Play Store dan bisa di unduh.
Baca juga: Ternyata di Ride Hailing Banyak Kecurangan yang Dilakukan Pengemudi Online
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Anterin sendiri sudah beroperasi di Indonesia dan BitCar akan mulai menapaki pada akhir bulan Agustus 2019. Kedua aplikasi ini berbeda yang mana Anterin merupakan layanan ojek online dan BitCar adalah taksi online.
Aplikasi Anterin merupakan besutan asal Indonesia yang menyediakan jasa angkutan ojek motor, transportasi mobil, on-demand kurir dan truk. Ternyata perusahaan Anterin sudah berdiri sejak tahun 2016 lalu di Jakarta oleh Imron Hamzah dan Rachmat Efendi.
Memang, tak jauh berbeda dengan aplikasi ride hailing lainnya, tapi aplikasi ini memiliki keunikan dengan menggunakan sistem lelang dimana pelanggan bisa memilih layanan Anterin berdasarkan pengemudi (pria atau wanita), jenis kendaraan dan harga terbaik.
Di Play Store, aplikasi Anterin sudah diunduh hingga sekitar 100 ribu kali dengan rating 4,2. Nah, bagaimana dengan yang akan baru meluncur akhir Agustus ini? Ya, BitCar memiliki asal negara yang sama dengan Grab yakni Malaysia dan apakah ada hubungannya dengan BitCoin?
Aplikasi ini tidak ada sangkut pautnya dengan BitCoin, sebab di Malaysia sendiri namanya adalah BitCar Malaysia Sdn Bhd yang juga sebagai pengembang aplikasi BitCar. Berdiri April 2019 di Malaysia, dan di Indonesia awalnya ingin menggunakan nama perusahaan PT BitCar Transport Indonesia tetapi tidak jadi.
Chief Operational Officer (COO) Bitcar Indonesia, Christiansen Wagey mengatakan, PT Bitokenpay Digital Indonesia didirikan sebab ingin pengelola merek BitCar di dalam negeri merupakan murni Indonesia. Dia mengatakan, saat meluncur akhir Agustus ini, sudah ada seribu pengemudi BitCar Indonesia yang siap bekerja.
Baca juga: S.Ride, Aplikasi dari Sony untuk Taksi Hailing di Jepang
Menurut Christiansen, Bitcar Indonesia bukan hadir menjadi pesaing buat Gojek dan Grab melainkan memberi alternatif. Salah satu kekuatan Bitcar Indonesia, dijelaskan Christiansen, yaitu ‘menguasai’ komunitas sopir taksi online. Komunitas ini dikatakan salah satu unsur yang bikin Gojek dan Grab besar seperti sekarang.
Cina terkenal dengan keberadan Panda raksasa imut di Chengdu dan ini menarik banyak pelancong setiap tahunnya. Namun ternyata bukan hanya Panda yang di cari pelancong tetapi pengalaman berpetualang dengan China High Speed Train dengan kecepatan 310 kilometer per jam adalah sensasi tersendiri kala bertandang ke Negeri Tirai Bambu ini.
Baca juga: Kebut Olimpiade Musim Dingin, Cina Produksi Massal Kereta Cepat Akhir Tahun ini
Cina dapat disebut memiliki jaringan High Speed Rail (HSR) terbesar di dunia. KabarPenumpang.com merangkum laman chinadiscovery.com, ternyata kereta api kecepatan tinggi Cina mengangkut hampir dua juta orang setiap harinya dan merupakan sekitar sepertiga dari jumlah total penumpang kereta api negara.
Bahkan kereta berkecepatan tinggi lebih dikagumi karena nyaman dan efisien dibandingkan penerbangan. Tak hanya itu, dengan tiba sepuluh menit sebelum keberangkatan membuat penumpang lebih hemat waktu dibandingkan satu jam saat menunggu di bandara.
Apalagi perjalanan dengan kereta api yang melaju 320 kilometer per jam dirasa seperti tidak sedang bepergian. Karena minat pelancong dengan kereta cepat dan panda cukup tinggi, China Discovery menawarkan tur kereta Panda paling populer ke Chengdu dan situs terdekat Buddha Raksasa Leshan serta Gunung Emei. Tetapi sebelum menikmati kereta cepat milik Cina, pelancong diharapkan juga untuk mengecek fasilitas, makanan dan layanan yang dibutuhkan.
Baca juga: Cina Canangkan Kereta Cepat Maglev dengan Kecepatan 800 Kilometer Per Jam!
Diketahui, hingga tahun 2018, panjang trek HSR di Cina mencapai 29 ribu kilometer yang mana menyumbang 66,3 persen dari trek kereta cepat di seluruh dunia. Saat ini, Cina merupakan negara dengan jalur kereta kecepatan tinggi terpanjang karena pengembangan skala besar dari 2018-2017.
Kini lebih dari seratus kota di Cina sudah terhubung dengan kereta api kecepatan tinggi dan hampir setiap ibu kota provinsi di Cina memiliki stasiun kereta api kecepatan sendiri kecuali Yinchuan dan Lhasa. Tetapi ada rencana ekspansi lanjutan bahwa hanya dua kota yang diharapkan akan dicakup oleh kereta kecepatan tinggi pada tahun 2020 dan 2025 dan lebih banyak kereta api kecepatan tinggi sedang direncanakan dan konstruksi untuk menghubungkan lebih banyak kota di Cina.
Selain Cina ada tiga negara lain yang memiliki kereta api kecepatan tinggi yakni Perancis, Jepang dan Inggris dengan masing-masing memiliki kecepatan 477, 401 dan 330 yang semuanya dalam hitungan kilometer per jam. Menurut stastistik yang diterbitkan oleh international union of railways (UIC) pada April 2017, ada 2425 kereta api berkecepatan tinggi selain di Cina, padahal Cina memiliki lebih dari 2500 kereta api berkecepatan tinggi.
Setelah ini masih fakta unik tentang kereta cepat di Cina, nantikan kelanjutannya pada tautan artikel di bawah ini.
[Bagian 2]Fakta Unik Kereta Cepat di Cina – Lima Jalur Kecepatan Tinggi Pemecah Rekor Dunia
Jepang, Negara yang amat menjunjung tinggi ketepatan waktu memiliki banyak sarana dan prasarana transportasi yang menunjang masyarakatnya untuk bepergian tepat waktu. Sebut saja bus, taksi, dan kereta selalu penuh dikala rush-hour. Diantara sekian banyak alat transportasi di sana, kereta menjadi alat transportasi yang paling digandrungi oleh masyarakat Jepang.
Orang-orang di kota Jepang rela berdesak-desakan di dalam kereta agar mereka bisa sampai ditujuan tepat waktu, sampai-sampai konduktor kereta akan menundukan kepala kepada para penumpangnya apabila terjadi keterlambatan, bahkan keterlambatan yang masih dalam hitungan detik.
Karena perannya yang begitu vital, banyak masyarakat Jepang yang menggemari si ular besi ini. ada beberapa istilah atau sebutan yang mereka gunakan untuk merepresentasikan kegemaran mereka terhadap kereta. Sekumpulan orang yang akhirnya menemukan kegemaran yang sama lantas seolah membuat suatu komunitas untuk mempertegas keberadaannya.
Sebut saja tori-tetsu (tori artinya ambil ; tetsu artinya kereta), sebutan ini disematkan pada mereka yang gemar mengabadikan kereta dalam bentuk foto. Ada juga nori-tetsu dimana orang-orang ini gemar menikmati perjalanan menggunakan kereta. Yomi-tetsu, sebutan untuk orang-orang yang gemar membaca segala sesuatu tentang kereta, terutama jadwal kereta. Oto-tetsu, sebutan untuk orang-orang yang senang merekam bunyi dari kereta api. Sharyo-tetsu adalah sebutan untuk orang-orang yang menggemari desain kereta. Eki-tetsu adalah sebutan untuk orang-orang yang mempelajari tentang stasiun. Bahkan ada orang-orang yang gemar makan makanan yang dijual di stasiun kereta, sebutannya adalah ekiben-tetsu.
Memang terdengar agak aneh mengenai kegemaran orang Jepang, namun semua itu benar-benar ada. Bahkan seorang jurnalis Jepang, Junichi Sugiyama mengatakan sulit untuk menemukan seseorang yang tidak suka dengan kereta di Jepang. “Sistem perkereta-apian di Jepang dikembangkan dengan sangat baik, dan hampir semua orang di sini pernah naik kereta,” tutur Junichi.
Sumber: cdn-img.pressreader.com
Tetsuya Suzuki, seorang yomi-tetsu berusia 48 tahun mengoleksi lebih dari 660 volume jadwal keberangkatan kereta api terhitung sejak April 1980. Ditemui di apartemennya, Tetsuya mengatakan ia bisa melakukan kegemarannya dimanapun. “Walaupun saya sedang berjalan-jalan ataupun sedang di rumah, saya tetap punya buku jadwal perjalanan kereta, jadi hobi saya bisa tetap dilakukan,” ungkap Suzuki, dikutip dari stuff.co.nz 21 Maret 2017 kemarin.
Suzuki juga mengaku pernah mendapatkan tawaran dari salah satu stasiun televisi di Jepang untuk menunjukkan rute tercepat untuk sampai di 7 toko ramen dalam 10 hari, dan berkat kegemarannya tersebut, ia berhasil menunjukkan 20 rute unik dan tentu saja lebih cepat dari rute biasa.
Sumber: indolah.com
Kegemaran lain yang juga tidak kalah unik adalah tori-tetsu atau orang yang suka memotret kereta api, bagaimana tidak, kereta api di Jepang memiliki beberapa jenis kereta spesial yang beroperasi di sini, seperti kereta The Retro, kereta bergaya mobil tahun 50-an, dan juga kereta dengan motif Hello Kitty dan Pokemon. Tentu, para tori-tetsu juga mengabadikan foto kereta lainnya seperti komuter.
Kereta hello kitty di Jepang
Seorang tori-tetsu bernama Watanabe kebingungan ketika ditanya mengenai hobinya tersebut. ia mengaku tertarik dengan seni foto kereta api sejak kecil. “Menurut orang tua saya, mungkin ini (hobi memotret kereta) karena rumah kakek saya berada dekat dengan rel,” tutur Watanabe yang merupakan sales dari salah satu hotel di Jepang ini, seperti yang dikutip dari stuff.co.nz.
Kegilaan Watanabe ini seolah menular kepada tetangga-tetangganya, “kalau kereta langka lewat sini, ratusan warga berbondong-bondong untuk mendirikan tenda agar lokasi yang mereka anggap strategis untuk mengabadikan momen tersebut tidak diambil orang,” katanya sambil tertawa kecil.
Sumber: cookingideas.es
Sejatinya, tidak ada yang bisa menahan hobi kita, karena itu merupakan salah satu cara agar kita dapat memuaskan diri sendiri. Walaupun budget yang dikeluarkan untuk hobi beragam, terkadang masalah tersebut bukanlah menjadi penghalang bagi orang yang sudah tergila-gila akan suatu hal. Apabila Anda merupakan salah satu dari penggila kereta api, silakan Anda datang ke Jepang untuk saling bertukar pengalaman dengan maniak kereta api di negeri sakura tersebut.
Apa kabar kereta bandara yang ada di Indonesia? Apakah masih sepi peminat dan terus beroperasi? Ternyata beberapa kereta bandara ada yang mengalami penurunan dan sepi dari buka hingga saat ini.
Baca juga: Kamboja Punya Kereta Bandara yang Unik, Mirip Railbus Batara Kresna di Solo
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kereta Bandara Kualanamu yang dikelola PT Railink sempat sepi penumpang. Hal ini dikarenakan mahalnya tiket pesawat. Untungnya kereta Bandara Kualanamu sudah mulai mencapai keterisian 60 persen. Adanya peningkatan ini pun diharapkan datang dari pola diskon yang ditawarkan seperti diskon 50 persen periode Juli hingga Agustus 2019 dalam menyemarakkan Hari Kemerdekaan.
Masalah ini pun sempat dialami oleh kereta Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Penumpang kereta BIM turun 23 persen sejak Januari 2019 atau sekitar 470 penumpang perbulan. Hal tersebut berakibat PT KAI Divre II Sumbar mengalami kerugian yang cukup besar. Padahal dalam sehari BIM berangkat lima kali perjalanan pergi pulang dalam sehari.
Mungkin masalah di dua bandara terkait keretanya dikarenakan mahalnya tiket pesawat yang mana maskapai hampir semua menerapkan tarif batas atasnya. Nah, bagaimana nasib kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)?
Ternyata masih minim penumpang padahal sudah setahun beroperasi, tak hanya itu PT Railink pun sudah banyak memberikan kemajuan pada layanan kereta Bandara Soetta tersebut. Padahal pembelian tiket pembayarannya sudah melalui kartu debit, area stasiun disediakan fasilitas yang memadai.
Ada WiFi gratis, ruang tunggu yang nyaman, toilet yang bersih dan berbagai fasilitas penunjang lainnya seperti mushola dan ruang laktasi. Bahkan kini waktu kedatangan kereta pun tepat dan berangkat sesuai jadwal.
Apalagi bila dibandingkan dengan moda transportasi lain seperti bus Damri, dimana kereta bandara memakan waktu 46 menit berangkat dari Stasiun BNI City hingga tiba di Stasiun Bandara Soetta. Sedangkan Damri memakan waktu 40-60 menit perjalanan.
Alasan sepinya selain perbedaan waktu tempuh dengan Damri atau moda transportasi lain, adalah harga tiket, dimana lebih mahal Rp30 ribu dari Damri. Selain itu penumpang kereta bandara masih harus transit menggunakan kereta layang saat di Bandara Soetta.
Baca juga: NYIA Kulon Progo Beroperasi Pertengahan 2019, Inilah Kesiapan Kereta Bandaranya
Sayangnya dengan fasilitas yang ada tidak sebanding dengan keterisian penumpang selama setahun beroperasi, tingkat okupansinya masih jauh dari ideal. Tak hanya itu hal ini pun membuat banyak kursi kosong dalam kereta bandara.
Sebagai penumpang kendaraan yang dipesan dengan online, terkadang membuat penumpang juga berpikir untuk menjadi pengemudi. Ini tidaklah salah, karena setiap orang boleh memilih pekerjaan yang mereka inginkan. Bahkan bisa dikatakan, kini ojek online menjadi salah satu pilihan transportasi favorit salah satunya adalah GoRide dari GoJek.
Baca juga: GoJek Punya Logo Baru, Ungkap Bentuk Universal dari Beragam Solusi
Karena banyaknya permintaan menjadi driver dan partner GoJek, ternyata masih banyak yang belum memahami cara pendaftaran menjadi pengemudi. KabarPenumpang.com yang membuka laman website gojek.com, kemudian memilih cara daftar, sebab kini tak lagi daftar melalui SMS melainkan mengisi formulir pendaftaran secara online.
Pertama yang dilakukan adalah calon pegemudi mengisi formulir pendaftaran dengan masuk ke laman https://daftar.go-ride.co.id baik dari ponsel pintar Anda ataupun melalui komputer. Kedua yakni calon pengemudi mengisi kolom-kolom yang berada di laman pendaftaran pertama seperti nama depan, nama belakang, alamat email (Gmail), nomor HP yang akan digunakan dan kota pilihan tempat bekerja.
Sebelum ke bagian lanjutan, periksa semua data sudah sesuai atau belum. Bila Anda masih bingung dalam pendaftaran, pojok kanan atas ada pilihan Panduan Pendaftaran. Nantinya ada sebuah video singkat yang akan membantu dalam mengisi formulir dan berkas kelengkapan untuk pendaftaran.
Ketiga, sebagai calon pengemudi yang sudah selesai mendaftar tak lupa mengecek ponsel untuk mendapatkan empat digit kode dari GoJek. Kemudian masukkan empat digit kode itu dalam halaman pendaftaran. Nah, nanti akan ada formulir yang diisi secara lebih rinci dibandingkan halaman awal.
Laman ini terdiri dari empat sub laman yang mana ada sub laman data diri, dimana Anda harus memasukkan dua nomor darurat yang bisa dihubungi selain nomor utama. Mengisi alamat tempat tinggal dan pilih pekerjaan di kolom pekerjaan sebelumnya. Masuk laman kedua, menggunggah (upload) dokumen seperti SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), KTP, SIM dan STNK motor.
Saat men-scan, jangan lupa dicek yakni tidak buram dan bisa dibaca. Ukuran filenya pun tak lebih dari 10 MB dan dalam format .jpg, .jpeg, .gif, .png. Dalam sub-laman ketiga, Anda akan ditunjukkan sebuah video pelatihan pengemudi GoJek. Hingga pada sub-laman ke empat, jika Anda sudah mengisi semua persyaratan, Anda bisa memulai menjadi pengemudi GoRide dengan mengunduh aplikasi GoJek Driver.
Baca juga: Sebelum Dijual, PCX Electric Milik Astra Akan Diuji Coba Mitra GoJek Jemput Penumpang
Nomor ponsel utama sangat diperlukan selama Anda menjadi pengemudi Go-Ride, karena setelah mengisi persyaratan diatas, Anda akan menerima sebuah SMS berisi konfirmasi atas pendaftaran yang Anda lakukan. Jika data Anda sudah terverifikasi, Anda akan menerima SMS yang akan menuntun Anda ke kantor operasional GOJEK untuk menyelasikan proses pendaftaran Anda.
Siapa yang tak kenal Grab? Ya, salah satu aplikasi ride hailing ini membantu memudahkan setiap orang dalam melakukan perjalanan mereka. Bahkan para mitra Grab siap mengantarkan tepat waktu dengan jalur pemetaan yang akurasi.
Baca juga: Grab Uji Coba Kenakan Denda Pembatalan Order di Lampung dan Palembang
Ternyata waktu pengantaran yang tepat ini dibaliknya ada tim pemetaan yang bikin penumpang anti ngaret atau terlambat saat akan melakukan aktivitas. Tim MapsOps Grab yang menjadi salah satu kunci sukses Grab dalam membangun Point of Interest (POI) dan titik hijau sebagai lokasi penjemputan untuk memudahkan proses perjalanan mitra dan penumpang.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari grab.com, awalnya tim ini hanya berjumlah lima orang, tetapi semakin ke sini sudah menjadi 90 orang yang di pimpin oleh Bayu Yanuargi, Regional Operations Lead of Southeast Asia MapsOps Grab. Tim ini membantu penumpang tak lagi perlu mencantumkan keterangan alamat lokasi penjemputan, karena Grab menyediakan berbagai pilihan titik penjemputan secara spesifik dan akurat.
“Dengan adanya POI dan titik hijau yang akurat, para penumpang dapat memesan layanan transportasi Grab secara lebih mudah karena dapat langsung memilih titik penjemputan dengan deskripsi lokasi yang lengkap. Selain waktu tunggu yang lebih singkat, tentu rute yang diarahkan juga lebih efisien dan estimasi waktu tiba menjadi lebih akurat. Hal ini sejalan dengan komitmen Grab untuk terus berusaha memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi mitra pengemudi maupun para penumpang,” kata Bayu.
Bukan hanya tim Indonesia yang dipimpin oleh Bayu, tetapi delapan negara lainnya di Asia Tenggara dan menjadi tantangan tersendiri. Apalagi kondisi geografis dan peraturan lalu llintas yang berbeda di setiap negara menjadikan Tim MapsOps Grab lebih kreatif menciptakan beragam strategi pemetaan yang tepat dan akurat untuk menentukan titik penjemputan yang memudahkan penumpang dan pengemudi.
Saat ini sudah ada pengembangan sistem pemetaan Grab sebanyak 350 ribu titik hijau yang tersebar di Asia Tenggara. Indonesia sebagai pasar terbesar menyumbang 250 ribu titik hijau atau 75 persen dari total yang tersebar di Asia Tenggara tahun 2019 ini. Bahkan ada lima juta POI sebagai titik penjemputan bagi pengguna Grab.
“Pencapaian luar biasa dari Grab ini tidak terlepas dari masukan peranan komunitas Grab, baik mitra pengemudi maupun penumpang yang terus membantu kami menemukan titik-titik lokasi yang memerlukan perbaikan atau pembaruan. Di Grab, kami percaya bahwa kenyamanan perjalanan penumpang merupakan hal utama bagi bisnis kami. Penting bagi kami untuk memastikan bahwa para penumpang dan mitra pengemudi kami dapat bertemu di lokasi yang tepat. Kami juga merasa sangat senang karena kami sadar bahwa upaya kami dalam membangun sistem peta Grab dapat memberikan dampak yang luar biasa dalam membantu para pengguna kami mendapatkan pengalaman berkendara yang menyenangkan,” jelas Bayu.
Baca juga: 60 Armada GrabBajay Kini Siap Melayani dari Lima Titik di Jakarta Pusat
Sebagai bagian dari pengembangan peta tersebut, Grab bekerja sama dengan komunitas OpenStreetMap dalam menyelenggarakan program pemetaan khusus (Maphaton) untuk mitigasi bencana di Bali, Aceh, dan Yogyakarta. Berkolaborasi dengan OpenStreetMap, Grab melakukan pemetaan fasilitas kesehatan di Jakarta Utara pada akhir tahun 2018 lalu untuk mendaftarkan seluruh fasilitas kesehatan yang tersedia di wilayah untuk memudahkan masyarakat sekitar menemukan lokasinya ketika dibutuhkan.
Hanergy Thin Film Power Group telah mengumumkan bahwa anak perusahaannya yang berbasis di AS, Global Solar Energy Inc (GSE) dan TAM-Eropa baru-baru ini bersama-sama mengembangkan sistem atap film tipis bus shuttle bandara pertama. Pada bulan November, Hanergy telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan TAM-Europe Company, anak perusahaan dari China Hi-Tech Group Corporation untuk mengembangkan model baru dari shuttle bus energi baru, mengeksplorasi jalur untuk mengintegrasikan modul film tipis yang fleksibel dan antar-jemput bus untuk membuat shuttle bus listrik tenaga surya.
Baca juga: Gaet Etihad ESCO, Bandara Internasional Dubai Pasang Panel Surya di Terminal 2
TAM-Europe Company menggunakan suku cadang CIGS fleksibel PowerFLEX fleksibel generasi berikutnya dari Hanergy GSE pada bus antar-jemputnya, mengintegrasikan teknologi sel film tipis fleksibel canggih dan teknologi pengemasan ICI yang kritis dan membangun antar-jemput bandara berteknologi tinggi yang lebih baik.
“Harus bersama-sama mengembangkan sistem atap film tipis bus antar-jemput bandara pertama Cina dengan TAM-Eropa, kami merasa lebih diberdayakan untuk misi kami membangun dunia yang berkelanjutan. Keberhasilan kemitraan saat ini membuka jalan bagi Hanergy akan mencari lebih banyak peluang kerja sama di bidang ini. Ke depan, Hanergy GSE akan memperdalam kerjasamanya dengan TAM Eropa dan memberikan daya instan untuk produk-produk energi bersihnya,” kata wakil presiden senior Hanergy Zhang Bin yang dikutip Kabarpenumpang.com dari printedelectronicsworld.com (12/8
2019).
“Juga, Karena bus antar-jemput bandara beroperasi di bawah sinar matahari untuk durasi yang lebih lama, tata surya dapat menyalakan sistem pendingin udara dan memperluas jangkauan perjalanan bus,” tambahnya.
Sebagai perusahaan pertama yang memulai produksi massal modul surya film tipis co-evaporation yang fleksibel di pasar global, seri PowerFlex seri film tipis CIGS film fleksibel Hanergy GSE memiliki keunggulan tingkat konversi tinggi, tahan panas, ringan, ultra tipis, fleksibel dan lainnya. Selain itu, atap surya tidak hanya menyediakan listrik untuk kendaraan, itu juga sepenuhnya memanfaatkan permukaan atap mobil, memastikan bahwa itu tidak mempengaruhi keseluruhan desain kendaraan serta melindungi permukaan mobil atap.
Generasi baru Hanergy GSE dari komponen pembangkit tenaga surya film tipis fleksibel, dengan teknologi pengemasan inti ICI, bahkan lebih ringan (hanya 2,3 kg per meter persegi tanpa perekat), menawarkan efisiensi konversi yang lebih tinggi dengan biaya lebih rendah dan lebih tipis, lebih lembut, lebih mudah untuk dipasang. Ini terutama menghasilkan bus antar-jemput bandara.
Pada 2013, perusahaan diakuisisi oleh China Hi-Tech Group dan menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki. Pada tahun 2020, China Hi-Tech TAM-Eropa bertujuan untuk menduduki pangsa pasar nomor satu di dunia dalam bisnis bis antar-jemput bandara.
Baca juga: Baterai Bekas dari Bus Listrik Digunakan Untuk Simpan Energi dari Panel Surya Gedung
Didirikan pada tahun 1996, Global Solar Energy Inc (GSE) adalah produsen sel surya CIGS yang berbasis di AS, sebuah teknologi fotovoltaik berbasis film tipis, dengan operasi manufaktur di Tucson, Arizona, Amerika Serikat. Sebagai anak perusahaan Hanergy, GSE memberikan modul fotovoltaik yang ringan dan portabel untuk integrasi dalam aplikasi komersial, perumahan, off-grid dan mobile. Saat ini, perusahaan memiliki kapasitas produksi 50 megawatt per tahun.
Boeing 727 pada masanya tergolong pesawat komersial jarak sedang yang laris di pasaran, namun kini pesawat triple engine yang diluncurkan perdana tahun 1963 ini sudah jarang terlihat digunakan untuk angkut penumpang, hanya ada beberapa maskapai yang menggunakan Boeing 727 sebagai angkutan kargo. Namun bergeser ke kawasan Amerika Latin, tepatnya di Kosta Rika ada sosok Boeing 727 keluaran tahun 1965 yang disulap menjadi penginapan mewah.
Baca juga: Pensiun dari Kedinasan, Helikoper Ini Berubah Fungsi Jadi Cottage MewahKabarPenumpang.com merangkum dari inhabitat.com, penginapan mewah yang menggunakan pesawat ini teletak di tepian Taman Nasional Manuel Antonio, Costa Verde Resort. Merujuk ke silsilahnya, pesawat Boeing 727 ini dulunya sebelum menjadi sebuah penginapan mewah pernah mengangkut pemain Globetrotters dan dipakai oleh maskapai South Africa Air serta Avianca Airlines.
Penginapan mewah ini memiliki dua kamar tidur dan bertengger di tepi hutan hujan yang langsung menghadap ke pantai dan lautan lepas sebagai pemandangannya. Sebelum menjadi penginapan mewah, pesawat ini diangkut sepotong demi sepotong dari bandara San Jose ke tempat peristirahatan dengan ketinggian 50 kaki dari permukaan air laut tersebut.
Tak hanya dua kamar, penginapan ini juga dilengkapi dengan dapur, televisi layar datar, ruang makan dan teras yang langsung menghadap ke laut. Untuk melengkapi suasana alamnya, perabotan yang digunakan berbahan kayu jati ditambah dengan ukiran tangan dan dikirim melintasi samudera Pasifik dari Indonesia.
Selain di Kosta Rika, penginapan dengan menggunakan pesawat terbang bekas juga dibuat oleh seorang pengusaha asal Irlandia, David McGowan. Bangkai pesawat Boeing 767 bekas maskapai Rusia Transaero dijadikan glamours camping atau vila olehnya. Biaya sebesar 16 ribu Poundsterling atau Rp270 juta ini dihabiskan McGowan untuk membeli pesawat bekas tersebut.
Pesawat bekas tersebut dibawa hampir nyaris utuh hanya bagian sayap yang terpotong dengan menggunakan kapal tongkang melalui jalur laut. Pesawat Boeing 767 kemudian dibagi menjadi tujuh kamar dengan ukuruan perkamarnya 10 meter persegi dan satu kamar lainnya berukuran 11 meter persegi, resosrt ini diberi nama Quirky Glamping.
Ada satu lagi penginapan dengan menggunakan pesawat bekas dan berada di Swedia. Di negara ini, Anda akan menemukan Jumbo Hostel yang dibangun dari pesawat bekas dan terletak di Arlanda Airport dekat Stockholm di Swedia.
Di landasan pacu yang tidak terpakai, Anda akan menemukan pesawat Boeing 747-200 yang menjadi Jumbo hostel. Dari terminal utama, jumbo hostel bisa ditempuh selama 15 menit dengan berjalan kaki atau lima menit saat menggunakan shuttle bus. Diketahui, interior Jumbo Hostel ini didirikan tahun 2008.
Baca juga: Wow! Bekas Menara ATC ini Disulap Jadi Penthouse
Layaknya sebuah hotel pada umumnya, pesawat ini juga menyediakan beberapa kamar model dormitory berisi tempat tidur twin dan double. Ada pula kamar mandi yang dapat digunakan bergantian oleh para tamu. Terdapat pula ruangan VIP di bagian kokpit pesawat yang menghadap langsung ke bandar udara.
Ketika masuk ke dalam pesawat ini, Anda benar-benar tak akan melihat lagi interior pesawat terbang. Hal ini dikarenakan seluruh isi pesawat mulai dari tempat duduk dan lemari-lemari penyimpanan telah dilepas dan diganti dengan kamar yang dilengkapi televisi layar datar, di mana para tamu dapat melihat waktu keberangkatan setiap pesawat, di bandar udara tersebut.
Tamu di Jumbo Hostel sendiri merupakan tamu-tamu transit yang menunggu kedatangan pesawat berikutnya ataupun penumpang yang mengalami delay. Sehingga bisa dikatakan Jumbo Hostel menjadi fasilitas bandara paling praktis dibanding hotel bintang lima yang lebih jauh jaraknya dari bandara.
Cina punya kereta Maglev yang menghubungkan Shanghai dan bandara dengan kecepatan 268 mph atau 431 km per jam. Tak mau ketinggalan, Jepang sebagai pemimpin dunia dalam teknologi kereta cepat juga akan membuka Maglev-nya sendiri dari Tokyo ke Nagoya sepanjang 354 km pada tahun 2027 mendatang.
Baca juga: Cina Canangkan Kereta Cepat Maglev dengan Kecepatan 800 Kilometer Per Jam!KabarPenumpang.com dari cnet.com (17/8/2019), Jepang sudah membangun trek dan sudah menguji Maglev milik mereka selama beberapa dekade. Salah satu prototipe Maglev yakni MLX01 menjadi penghuni dari museum kereta JR Central di Nagoya.
(cnet.com)
Museum ini disebut SC Maglev dan Railway Park yang didalamnya berisi beberapa generasi kereta peluru dan model yang lebih tua dari sejarah panjang perjalanan kereta api Jepang. MLX01 seperti kereta yang ditarik agar terlihat super aerodinamis, bahkan didalamnya seperti pesawat.
Jendela dan kursi juga melengkapinya tetapi MLX01 hanyalah sebuah prototipe. Apalagi ketika memasuki produksi dalam beberapa tahun, bisa diasumsikan bahwa kursi akan senyaman kabin Shinkansen yang merupakan kereta peluru ikonik Jepang.
Sayangnya prototipe ini memiliki panel berbentuk kotak yang berada di samping, namun itu bukanlah penutup roda dan bogie, melainkan tempat magnet berada. Kabarnya Maglev ini akan berjalan dengan kecepatan yang diharapkan adalah 315 mph atau 505 km per jam yang kira-kira 50 persen lebih cepat dari semua kereta layanan berkecepatan tinggi dimanapun.
Sebelum Shinkansen pertama kali diluncurkan tahun 60-an, hampir tujuh jam perjalanan dari Tokyo ke Osaka dengan kereta api. Shinkansen sendiri mampu melakukan perjalanan dalam waktu kurang dari separuh waktu awal. Setelah perbakan beberapa dekade, saat ini hanya kurang dari 2,5 jam perjalanan.
Maglev sendiri tidak hanya 50 persen lebih cepat dari Shinkansen, tetapi juga akan mengambil rute baru hampir seluruhnya melalui terowongan. Bahkan diharapkan kereta ini hanya akan ditempuh lebih dari satu jam.
Baca juga: Mengenal Moda Berbasis Levitasi Magnetik (Maglev)? Ini Dia Serba-Serbinya!
Maglev merupakan kereta yang melayang di atas lintasan dengan menggunakan elektromagnet dengan kecepatan pesawat. Kereta ini menggunakan elektromagnet superkonduktor dimana kereta melayang sedikit di atas trek, tidak ada roda ataupun rel.