35 Persen Saham Dikuasai Perusahaan Cina, Jadi Alasan TransNusa Gunakan Pesawat Cina ARJ21?

Maskapai TransNusa dipastikan segera mengoperasikan pesawat turboprop buatan Cina, ARJ21 setelah lolos sertifikasi Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan. Begitu laporan Smart Aviation Asia-Pacific.

Baca juga: Warning Buat AS-Eropa, Pabrikan Cina COMAC ARJ21 Lulus Uji Terbang di Bandara Tertinggi di Dunia

Bila tak ada aral melintas, TransNusa segera mengoperasikan pesawat regional buatan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), BUMN aviasi Cina, pada Agustus mendatang, setelah proses training pilot dan teknisi selesai.

Jika kelak beroperasi, TransNusa adalah maskapai pertama di Indonesia yang mengoperasikan pesawat tersebut, menggantikan armada ATR 42 dan 72. Tak hanya itu, TransNusa juga disebut aviacionline.com menjadi maskapai asing pertama yang mengoperasikan ARJ21.

Keputusan TransNusa menggunakan ARJ21 yang di tataran internasional belum ada yang menggunakannya, disebut-sebut tak lepas dari keterlibatan perusahaan aviasi Cina, China Aircraft Leasing Group (CALC), yang menguasai 35,68 persen saham TransNusa.

CALC sendiri merupakan sebuah perusahaan yang menawarkan berbagai macam layanan terkait pesawat, mulai dari leasing, perawatan pesawat, daur ulang pesawat tua hingga penyediaan onderdil pesawat.

COMAC ARJ21 diketahui memang sudah mendapat banyak pesanan. Tetapi, terbatas di dalam negeri Cina. Sebab, pesawat ini baru lolos sertifikasi regulator penerbangan sipil Cina.

Pada Agustus tahun 2020 lalu, COMAC ARJ21 dikabarkan berhasil melewati uji terbang di bandara sipil tertinggi di dunia, Daocheng Yading Airport, yang berada di ketinggian 4.411 meter di atas permukaan laut.

Uji terbang mencakup tes lepas landas dan pendaratan seharian penuh selama kurang lebih dua pekan. Pasca menjalani berhasil menjalani proses pengujian dengan baik, pesawat dikirim balik ke Shanghai untuk dilakukan pengecekan.

Setelah uji terbang ini, praktis, pesawat yang digadang-gadang dapat merusak pasar Boeing, Airbus, ATR, Embraer, atau bahkan Bombardier ini akan bisa melahap penerbangan komersial di rute-rute ekstrem seperti Bandara Daocheng Yading.

Tentu saja hal ini menjadi sebuah keuntungan sekaligus daya tarik terbesar maskapai untuk mengoperasikan pesawat dikarenakan Cina banyak memiliki wilayah-wilayah dengan ketinggian ekstrem.

Baca juga: Tiga Maskapai Terbesar Cina Terima Pesawat ARJ21 Besutan Pesaing Terberat Boeing dan Airbus

Juni 2020, sedikitnya tiga maskapai penerbangan terbesar di Cina, Air China, China Eastern, dan China Southern telah menerima pesawat ARJ21-700. Sebulan sebelumnya atau di bulan Mei, COMAC juga telah mengirimkan 25 jet regional ARJ21-700 ke tiga maskapai Cina lainnya, yaitu dari Chengdu Airlines, Tianjiao Airlines, dan Jiangxi Airlines.

ARJ21-700 memiliki spesifikasi yang terbilang tak terlalu mentereng. Pesawat ini bisa melesat maksimum dikecepatan 870 km per jam, jangkauan 2,200 km dan 3,700 km untuk versi ER atau extended range, mampung mengangkut 90 orang utk satu kelas atau 72 orang dalam dua kelas, dan ketinggian jelajah mencapai 11,900 meter.

“Tante Ju”, Ikon Legendaris Lufthansa, Siapa Dia?

Maskapai kebanggaan warga Jerman, Lufthansa telah menghentikan pengoperasian dari pesawat Junkers Ju-52 atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Tante Ju”. Adapun alasan yang melatarbelakangi flag carrier Negeri Bavaria ini adalah soal pendanaan. Dengan begitu, warga Jerman tidak akan lagi melihat “Tante Ju” mengudara di atas Pelabuhan Hamburg.

Baca Juga: Salip IAG dan Air France-KLM, Lufthansa Kini Jadi Maskapai Terbesar di Eropa

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, biaya operasi yang tidak sedikit dari Junkers Ju-52 inilah yang pada akhirnya menghentikan laju si pesawat veteran ini. “Pengoperasian Junkers Ju-52 disubsidi dengan jumlah tinggi dari tahun ke tahun, dan operasi ekonomi tidak dapat dicapai dalam jangka panjang,” tutur pihak Lufthansa sembari mengklarifikasi penghentian operasi dari “Tante Ju” tersebut.

Dikutip dari laman aerotime.aero, adapun pendanaan untuk menerbangkan Tante Ju ini berkisar di angka €1juta atau yang setara dengan Rp16,04 miliar per tahunnya. Sementara itu, masa depan dari Tante Ju sendiri dapat dialih-fungsikan jadi armada pertunjukan udara, namun pihak Lufthansa sendiri masih belum mau membongkar hal tersebut.

“Hingga saat ini, keputusan masih belum dibuat,” tutur pihak Lufthansa.

Sejak keputusan ini diterbitkan oleh Lufthansa, penumpang biasa tidak bisa lagi mengudara bersama “Tante Ju” – pun dengan penumpang yang sudah memegang tiket, “Dananya akan di reimbursed,”

Menilik ke “Tante Ju”, pesawat yang pertama kali mengudara pada 13 Oktober 1930 (Untuk JU-52/1m) ini sendiri awalnya dirancang dengan menggunakan mesin tunggal, namun dirancang ulang dan menggunakan trimotor. Pesawat produksian Junkers Flugzeug- und Motorenwerke AG ini memiliki multi peran dalam sektor kedirgantaraan, mulai dari angkutan penerbangan sipil, penerbangan militer, hingga perannya di bawah kendali Lufthansa adalah sebagai pesawat tamasya.

Baca Juga: Jerman Datangkan Saksi Bisu Pembajakan Lufthansa 1977, Indonesia Juga Punya Sejarah Yang Mirip

Semasa Perang Dunia II, banyak armada Ju-52 yang digunakan oleh Luftwaffe, pasukan militer gabungan Wehrmacht Jerman sebagai pengangkut tentara dan ambulans udara. Satu unit Ju-52 mampu menampung hingga 18 tentara bersenjatakan lengkap. Tidak hanya itu, mereka juga mampu menampung 12 usungan ketika berperan sebagai ambulans udara.

‘Karir’ Ju-52 semakin gemilang ketika armada ini dinobatkan sebagai moda transportasi personal dari dua orang yang sangat terkenal pada masanya – Adolf Hitler dan Chiang Kai-shek.

 

 

Pesawat Hybrid Desaer ATL-100H Padukan Motor Listrik MagniX dengan Turboprop

Sebagaimana mobil, pesawat listrik hybrid juga mulai bermunculan. Salah satunya adalah Desaer ATL-100H. Pesawat hybrid yang memadukan mesin turboprop dan motor listrik buatan MagniX ini diklaim bisa terbang lebih jauh dari pesawat sejenis yang mengandalkan motor listrik saja atau sebaliknya turboprop saja.

Baca juga: Honeywell Kembangkan Mesin Pesawat Listrik-Hybrid

Pesawat hybrid Desaer ATL-100H didasarkan pada saudara kandungnya, Desaer ATL-100, yang masih menggunakan bahan bakar konvensional. Kedua pesawat ini bisa mengubah konfigurasi penumpang menjadi kargo atau sebaliknya dengan mudah. Dalam kondisi normal, pesawat ini bisa mengangkut 19 penumpang dan dua kru dalam sekali jalan.

Sebagai pesawat hybrid, Desaer ATL-100H betul-betul hampir tidak ada bedanya dengan Desaer ATL-100. Perbedaan paling mencolok adalah mesin di sayap. Bila versi sebelumnya hanya dua mesin turboprop 1.000-poros-tenaga kuda, namun di versi hybrid ini pesawat dilengkapi dengan dua unit propulsi listrik magniX’s magni350, menghasilkan tambahan jangkauan sejauh 2.981 km.

Porsinya sendiri diatur sedemikian rupa agar memaksimalkan efisiensi. Disebutkan, dua unit propulsi listrik atau mesin llistrik magniX’s magni350 ditugaskan untuk lepas landas dan climbing. Ini diharapkan bisa menghasilkan efisiensi lebih mengingat saat lepas landas dan climbing pesawat mengeluarkan daya dorong maksimumnya.

Sisanya, cruising, landing apprcoah, sampai akhirnya landing, itu dihandle oleh mesin turboprop. Pertimbangannya adalah, mesin ini bisa memberikan daya dorong lebih besar, khususnya pada saat cruising. Dengan catatan pada jarak jauh. Di jarak yang lebih pendek, motor listrik akan menghandle tenaga cruising.

MagniX sendiri, sebagaimana diungkap New Atlas, dengan penambahan motor listrik atau pesawat hybrid ini bisa menghemat bahan bakar 25-40 persen dibanding hanya menggunakan mesin turboprop saja.

Keuntungan lain dari segi pelayanan dan kenyamanan, dengan bantuan motor listrik ini, penumpang jadi lebih nyaman saat lepas landas karena kurangnya kebisingan yang dihasilkan motor listrik. Tak lupa, kehadiran motor listrik MagniX juga dilkaim mengurangi kebutuhan perawatan.

MagniX bukan pemain baru di pasar motor listrik untuk pesawat listrik global. Sebelumnya, pada Juni tahun lalu, perusahaan produsen motor listrik dimiliki oleh investor Singapura Clermont Group tersebut sukses melakukan retrofit atau peningkatan kemampuan pesawat Cessna 208B Grand Caravan. Menariknya, rerofit itu berhasil mencatat sejarah sebagai pesawat listrik terbesar di dunia.

Baca juga: Inilah Konsep Pesawat Listrik-Hybrid MIT, Bisa Sedot Karbondioksida di Langit

Pesawat listrik terbesar hasil kolaborasi antara perusahaan angkasa AeroTEC dan perusahaan propulsi listrik magniX ini diproyeksikan bakal mampu melahap rute sejauh 300 mil atau 482 kilometer, lebih kurang setara Jakarta-Semarang.

Hal itu dimungkinkan berkat kemampuan sistem propulsi magni500 berkekuatan 750 tenaga kuda (560 kW) sehingga dapat menggerakan pesawat amfibi enam kursi yang dimodifikasi melalui penerbangan pertamanya pada Desember lalu. Ini menandai keberhasilan dari penerbangan pesawat komersial listrik, sebelum akhirnya MagniX mendorong untuk meretrofit pesawat tersebut.

Sejarah Singkat Lounge Bandara, Dibuat untuk Para Bos

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bandara dan maskapai global berlomba menyediakan lounge terbaik di dunia. Selain fasilitas umum berupa makan prasmanan, desain lampu kelap kelip mewah, dan WiFi berkecepatan tinggi, beberapa lounge terbaik di dunia juga sampai menampilkan berbagai hal yang saling membedakan satu sama lain.

Baca juga: Lima Lounge Bandara Terbaik di Dunia, Nomor Empat Dilengkapi Simulator Mobil Balap Formula 1

Namun, sebelum seperti sekarang, lounge di masa lalu sangat sederhana dan belum se-massif sekarang dan terbatas hanya untuk orang-orang tertentu, seperti pebisnis, selebriti, politisi, dan pejabat untuk menunggu penerbangan ataupun bersantai usai penerbangan di Amerika Serikat.

Dilansir Simple Flying, ketika itu, bos American Airlines, C. R. Smith, mengeluarkan pamflet atau semacam undangan khusus untuk para orang-orang penting dan tajir melintir menikmati minum-minuman dan sebagainya sebelum dan sesudah penerbangan. Tujuannya ingin memanjakan mereka dan kembali terbang bersamanya di kemudian hari.

Pada tahun 1939, ketika Bandara LaGuardia (LGA) New York resmi beroperasi, Smith semakin bersemangat untuk membuat club atau lounge dengan tema yang lebih menarik lagi, semata untuk memanjakan para pelanggannya. Lounge itu diberinama “Admirals Lounge” dengan mengusung tema laut. Resepsionis yang berada di lounge disebut sebagai nahkoda sedangkan steward-nya adalah staf bar.

Sukses membuat lounge Admiral’s Club di Bandara LaGuardia, bos American Airlines semakin bersemangat membuat lounge lain di Bandara Nasional Washington.

Sebagaimana di New York, lounge American Airlines dengan segera menjadi tempat kumpul baru bagi para elite AS dan dunia. Ini terus berjalan sampai tahun 1970. Setelah itu, maskapai lain, baik sendiri maupun gabungan dengan maskapai lainnya, mulai mendirikan lounge. Termasuk lounge untuk penumpang maskapai supersonik Concorde yang istimewa.

Jelang beroperasi perdana pada tahun 1976, maskapai nasional Inggris, British Airways, meresmikan lounge khusus penumpang Concorde yang disebut Concorde Room.

Di sini, para tamu disuguhi makanan dan minuman sambil duduk atau rebahan dan pijat spa mewah by Molton Brown. Yang paling spesial tentu adalah mereka dijemput pesawat alias bisa naik pesawat dari lounge. Bagi avgeeks yang ingin melihat, lounge Concorde Room masih buka sampai hari ini dan dapat ditemukan di Terminal 5 Bandara London Heathrow dan Bandara Internasional John F. Kennedy.

Di tahun 2004, lounge bak harga mati bagi maskapai, ketika Lufthansa mendirikan terminal khusus penumpang first class. Maskapai nasional Jerman itu mendirikan terminal first class di Bandara Internasional Frankfurt menawarkan bar, smoking area, relaxation room, meeting room, kantor pribadi, bath facilities, dan full-service restaurant.

Selain itu, terminal juga memiliki area bebas bea sendiri yang memiliki keamanan dan kontrol paspor terpisah. Yang terbaik dari semuanya, semua tamu diantar dari terminal ke pesawat mereka dengan limusin.

Baca juga: Tiada Lagi Menu Prasmanan, Inilah Empat Perubahan di Lounge Bandara Gegara Covid-19

Menurut majalah Travel and Leisure, ada 15 lounge terbaik di dunia:

Air France La Première Lounge, Paris
American Airlines Flagship First Dining
American Express Centurion Lounges
Cathay Pacific The Pier First Class Lounge, Hong Kong
Delta Sky Club, Atlanta
Emirates First Class Lounge, Dubai
Lufthansa First Class Terminal, Frankfurt
Qantas First Lounge, Sydney
Qatar Airways Al Mourjan Business Lounge, Doha
Swiss First Class Lounge, Zurich
Turkish Airlines Lounge Business, Istanbul
United Polaris Lounge, Chicago
Virgin Atlantic Clubhouse, London

Sementara itu, untuk SKYTRAX Best Independent Airport Lounges adalah:

Plaza Premium Lounge – T2 LHR
Primeclass Lounge – MCT
IGA Lounge – IST
Primeclass Lounge – ZRH
Centurion Lounge – HKG
dnata Lounge – T1 SIN
Plaza Premium Lounge – HKG
Centurion Lounge – LGA
Quito Sala VIP – UIO
Centurion Lounge – IAH

Singapura Mulai Pengiriman Drone Kargo Darat ke Laut, Bisa Angkutan Beban Hingga 7 Kg

Perusahaan teknologi asal Singapura, ST Engineering, mengumumkan berdirinya konsorsium baru bersama Sumitomo Corporation dan Skyports. Konsorsium tersebut bertekad memassifkan penggunaan drone kargo darat ke laut atau pengiriman paket dari darat ke kapal-kapal di pelabuhan Singapura.

Baca juga: “Elon Musk” Rusia Kembangkan Drone Kargo Bertenaga Hidrogen, Bisa Melesat Sampai Mach 15

Detailnya, dalam konsorsium tersebut, ST Engineering akan menyediakan teknologi pesawat tak berawak (drone kargo) menggunakan solusi end-to-end – DroNet.

Sementara Skyports akan bersama-sama melakukan operasi penerbangan Beyond Visual Line of Sight (BVLOS) dengan ST Engineering dan Sumitomo Corporation akan memberikan dukungan go-to-market, termasuk kargo sendiri.

Selam sembilan ke depan, konsorsium itu akan melakukan uji coba dengan melibatkan royal customer. Sistem yang digunakan pun end-to-end, termasuk lepas landas dan pendaratan secara otonom atau otomatis. Ini ditujukan untuk membangun jaringan atau ekosistem pengiriman paket darat ke kapal di pelabuhan menggunakan drone kargo.

Dalam keterangan resmi ST Engineering yang dikutip channelnewsasia.com, drone kargo tersebut akan memilliki kemampuan mengangkut muatan hingga 7 kg.

“Dibandingkan dengan bentuk pengiriman tradisional dengan kapal, mengoperasikan drone kargo dapat secara signifikan memangkas waktu respons dan mempercepat penyelesaian pengiriman dari pantai ke kapal, selain mengurangi biaya logistik,” kata ST Engineering.

“Mengganti pengiriman melalui kapal dengan UA (drone kargo) juga membantu mengurangi emisi karbon dan berkontribusi pada upaya keseluruhan industri maritim untuk beroperasi secara berkelanjutan,” tambahnya.

Saat ini, biaya pengiriman paket dari darat ke laut atau kapal menggunakan drone kargo konsorsium tersebut tengah disusun.

“Saat ini, kami ingin menetapkan jenis paket, harga, dan frekuensi permintaan yang dibutuhkan setidaknya di Singapura, sebelum kami melihat solusi global ini,” kata Mr Teong Soo Soon, VP & kepala Sistem UA ST Engineering.

Baca juga: Inggris Mulai Uji Coba Drone Kargo ke Kepulauan Terpencil, Indonesia Kapan?

Meski begitu, kepala strategi dan sistem pertahanan ST Engineering, Percival Goh, meyakini pengiriman dokumen darat ke laut menggunakan drone kargo bisa lebih aman dan cepat.

“Kami berharap dapat menjadi pendukung yang kuat bagi pelanggan yang ingin memanfaatkan teknologi tak berawak untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam operasi mereka,” jelasnya.

Meski Situasi Sulit, Singapore AirShow 2022 Targetkan 13.000 Transaksi Selama Empat Hari

Selain menjadi ajang hiburan dan edukasi, sisi lain dari pameran kedirgantaan adalah potensi bisnis yang ada di dalamnya, termasuk nilai dan jumlah transaksi yang ditorehkan. Bagi pihak penyelenggara, besarnya partisipan dan nilai transaksi selama event jelas punya nilai prestis tersendiri. Dan seperti sudah ditebak, bisnis pameran kedirgantaraan termasuk yang terpukul akibat badai pandemi.

Baca juga: Singapore AirShow 2022 Tertutup Bagi Publik! Hanya Diikuti Undangan dan Delegasi Perusahaan

Namun, penyelenggara Singapore AirShow termasuk gigih untuk mempertahankan ajang pameran kedirgantaraan dua tahunan ini. Mulai mengalami kemerosotan pengunjung dan partisipan di tahun 2020 (awal pandemi), rupanya tak menyurutkan penyelenggaranan Singapore AirShow 2022. Seperti diketahui, hajatan pameran kedirgantaraan terbesar kedua di dunia setelah Le Bourget di Perancis ini, tidak mennjual tiket untuk pengunjung umum, melainkan nantinya pengunjung bisa melihat secara virtual.

Lantas bagaimana peluang bisnis yang bakal diraup pada Singapore AirShow 2022? Dikutip dari businesstimes.com.sg (13/2/2022), meski terganggu akibat banyaknya pembatasan perjalanan, Xperia selaku organizer Singapore AirShow 2022, punya optimisme tersendiri di tengah situasi yang menantang. Pada konferensi pers 13 Februari lalu, direktur pelaksana penyelenggara Airshow Experia, Leck Chet Lam mengatakan selama pameran ditargetkan ada lebih dari 13.000 transaksi perdagangan yang akan berpartisipasi secara fisik selama 4 hari mulai 15 Februari. Singapore AirShow 2022 melibatkan 600 peserta dari 39 negara

Partisipasi di atas jauh lebih sedikit dibandingkan Singapore AirShow 2018 yang mencapai 54.000 transksi perdagangan dengan melibatkan 1.062 perusahaan dari 50 negara. Pada Airshow terakhir yang diadakan pada tahap awal pandemi pada Februari 2020, acara dua tahunan itu menarik perhatian sekitar 30.000 pengunjung dan 930 perusahaan dari 45 negara.

Baca juga: Airbus Pamer Kekuatan di Singapore AirShow 2022

“Kita semua tahu di lingkungan saat ini, kehadiran pasti akan lebih rendah … tetapi sejauh menyangkut kualitas, saya tidak khawatir tentang itu karena di sini, kami telah mengumpulkan set peserta pameran yang berkualitas tinggi. Selengkapnya dari 70 persen dari 20 perusahaan kedirgantaraan global teratas ada di sini,” kata Leck kepada media

Permintaan Ekspor Bunga Valentine Meningkat di Eropa dan Arab, Maskapai Ketiban Untung

Kenya kebanjiran orderan bunga di hari Valentine. Karena itu, otoritas tak ingin menyianyiakan kesempatan itu dan merayu maskapai Ethiopian Airlines Group dan Qatar Airways untuk mengerahkan lebih banyak penerbangan kargo ke Eropa.

Baca juga: ANA Bagikan Dua Macam Cokelat Ke Penumpang di Hari Valentine

Dilansir gulfnews.com, maskapai nasional Ethiopia menyanggupi permintaan itu dan mengerahkan 24 penrebangan tambahan. Sedangkan Qatar Airways menyanggupi lima penerbangan kargo ekstra mulai dari akhir Januari sampai pertengahan Februari.

Direktur Jenderal Penerbangan Sipil Kenya, Gilbert Kibe, selain dua maskapai tadi, maskapai nasional Kenya, Kenya Airways juga dikerahkan dalam melancarkan ekspor bunga Valentine ini.

Setiap tahun, satu hari di bulan Februari atau tanggal 14 yang biasanya disebut Hari Valentine diketahui menyumbang 50 persen pengiriman bunga potong tahunan Kenya. Antara bulan Januari akhir sampai pertengahan Januari, ruang kargo selalu terisi penuh oleh bunga. Tak ada space lebih untuk barang bebawaan penumpang.

Industri bunga Kenya adalah pengekspor bunga mekar terbesar ke Eropa. Mereka menjual sekitar 70 persen bunganya ke Benua Biru melalui Amsterdam.

CEO Kenya Flower Council, Clement Tulezi, mengungkapkan, permintaan pengiriman mingguan bunga dari Kenya sekitar 5.200 ton selama musim Hari Valentine. Menariknya, kapasitas kargo penerbangan hanya 3.000 ton kargo. Itu artinya ada kekurangan lebih dari 2.000 ton per pekan.

Keterbatasan ruang kargo dan demand yang meningkat membuat biaya pengiriman kargo pesawat merangsek naik. Rata-rata kenaikan menjadi US$5,70 per kilogram dan sempat terjadi pergolakan karena dianggap menekan industri ini. Tak hanya itu, harga bunga mawar juga mau tak mau jadi lebih tinggi.

Tahun lalu, lanjut Tulezi, biaya pengiriman kargo ke Eropa rata-rata US$2,40 per kilogram. Itu berarti ada kenaikan dua kali lipat hanya dalam tempo setahun.

Menariknya, tak hanya ke Eropa, peningkatan permintaan bunga di Hari Valentine juga terjadi di Timur Tengah, tepatnya di Dubai dan Riyadh, Arab Saudi. Ini pun dimanfaatkan betul oleh Astral Aviation, maskapai penerbangan kargo yang berbasis di Nairobi, Kenya, dengan meningkatkan jumlah penerbangan dua kali lipat. Kata Chief Executive Officer Sanjeev Gadhia.

Baca juga: Sambut Hari Valentine, Bandara Athena Tampilkan Tarian Bollywood

Setiap tahun, Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang dirayakan dengan penuh semarak oleh masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk oleh maskapai penerbangan.

Thai Airways, misalnya, tahun ini menawarkan hidangan penutup spesial di Hari Valentine. Penumpang di kelas bisnis disuguhi raspberry macaron with gold leaf, rose-scented mouse, dan fresh strawberries. Sedangkan penumpang di kelas ekonomi disuguhi raspberry pudding, coconut mousse cake and heart-shaped chocolate in raspberry sauce.

Uji Coba Kereta Api Lintas Cibatu – Garut, Diharapkan Beroperasi Saat Hari Jadi Kota Garut

Masyarakat Kota Garut dan sekitarnya tentu tetap sabar menunggu kepastian kapan beroperasi secara reguler rangkaoan KA lintas Cibatu – Garut. Saat ini masih terus dilakukan uji coba sejak beberapa hari lalu. Uji coba yang tengah dilakukan menggunakan rangkaian kelas ekonomi dengan rangkaian 4 – 7 unit kereta menggunakan lokomotif CC 206.

Baca juga: Wow! Rangkaian KA Kamojang, Jurusan Pasar Senen – Garut Sudah Menghitung Hari

Selain melakukan uji coba lintas, rangkaian ini juga melakukan uji coba tes beban. Tes ini dilakukan beberapa titik yang memungkinkan rawan terjadi longsor atau pun amblas saat terjadi hujan. Upgrade selalu dilakukan di jalur ini, mengingat lokasi lintasan antara Cibatu sampai dengan Garut merupakan jalur yang dibuka kembali, setelah sekian lama tidak aktif.

Menjelang Hari Jadi Kota Garut ke-209 tinggal menghitung hari yang jatuh pada 16 Februari 2022. Ini merupakan momen pas dan merupakan kado istimewa untuk Kota Garut jika disaat bersamaan di resmikannya Stasiun Garut beserta rangkaian kereta api yang beroperasi secara reguler. Masyarakat bahkan pemerintah berharap saat HUT Kota Garut bisa memajukan sistem transportasi berbasis rel dengan kembali aktifnya kereta api yang menghubungkan dari Kota Garut ke berbagai kota di Pulau Jawa. Serta memudahkan masyarakat yang ingin berwisata ke Kota Garut dengan mudah, cepat dan praktis.

Baca juga: Lokomotif Mulai Uji Coba Mengular di Jalur Reaktivasi Cibatu-Garut

Diketahui bahwa reaktivasi lintas Cibatu – Garut sepanjang 19,063 km ini dilaksanakan sesuai dengan rencana tata ruang dan rencana pembangunan (RT/RWN, RIPN 2030) dan didukung oleh Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 50 Tahun 2020 tentang Penugasan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk Penyelenggaraan Prasarana Perkeretaapian Umum Lintas Cibatu – Garut. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pengemudi Grab Hentikan Kendaraan di Jalan, Pengendara Sepeda Mengeluh dan Kena Batunya

Apakah boleh seorang pengemudi taksi menghentikan mobilnya di tengah jalan dan memegang ponsel? Hal jelasnya tidak diperbolehkan dan mengganggu perjalanan orang lain. Bahkan orang yang melihatnya bisa melaporkan kepada pihak taksi bila tidak jelas alasan pengemudi tersebut berhenti sembari memegang ponsel.

Baca juga: Lakukan Pelecehan Seksual, Pengemudi Grab Dipenjara dan Dikeluarkan dari Platform

Tapi bagaimana jika pengemudi itu memiliki alasan jelas dan pelapor justru menjadi yang bersalah? KabarPenumpang.com melansir theindependent.sg (10/2/2022), di Singapura, seorang warga negara asing merekam pertemuannya dengan seorang pengemudi Grab yang mobilnya berhenti di tengah jalan.

Dalam hati, dirinya bertanya-tanya apakah pengemudi tersebut harus dilaporkan ke polisi. Pria yang mengaku sedang mengendarai sepeda saat itu, berbagi pengalamannya di halaman Facebook Complaint Singapore dalam sebuah posting pada hari Kamis. Dia mengatakan “melihat sebuah mobil berdiri di tengah jalan, dengan lampu rem menyala”.

“Saya pikir sesuatu telah terjadi, tetapi pengemudi hanya menatap teleponnya,” ujar orang asing itu.

Jadi dia mengambil selfie dengan mobil di latar belakang. Kemudian pengemudi mulai menggerakkan mobilnya ke depan.

“Pengemudi menunjuk saya di teleponnya sambil memegang telepon dengan kedua tangan, bahkan tidak melihat ke jalan. Kemudian dia memotong saya, melompat keluar dari mobil dan mulai berteriak bahwa dia adalah seorang pengemudi Grab yang sedang menunggu klien,” kata pengendara sepeda itu.

Pengendara sepeda itu melampirkan foto pengemudi Grab yang menunjukkan teleponnya untuk membuktikan bahwa dia sedang mengambil penumpang. Pria itu bertanya kepada komunitas online apakah perilaku pengemudi taksi itu dapat diterima dan apakah dia seharusnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi atau Grab.

“Apakah boleh memotret mobil atau orang di tempat umum? Saya bertanya-tanya apa yang membuat pria itu begitu keterlaluan,” tanyanya.

Postingan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 170 komentar, dan warganet bereaksi terhadap apa yang disebut “cerita sepihak”.

“Anda terlalu khawatir membuat mobil atau pengemudi bermasalah daripada membuatnya keluar dari masalah,” kata pengguna Facebook lainnya.

Baca juga: Beri Rating Ilegal, Pengemudi Grab Kena Denda US$5.000!

Yang lain mencatat bahwa jalan itu cukup kosong, dan pengendara sepeda bisa saja melanjutkan perjalanannya daripada mengambil selfie dan membuat masalah.
Beberapa netizen juga berkomentar bahwa masa-masa sulit, dan pelapor tidak boleh menghancurkan mangkuk nasi pengemudi Grab.

Airbus Pamer Kekuatan di Singapore AirShow 2022

Jelang pameran kedirgantaraan terbesar di Asia, Singapore AirShow 2022 yang akan resmi dibuka esok hari, 15 Februari, ada pernyataan dari manufaktur dirgantara terbesar di dunia, Airbus, yang akan menampilkan produk-produk andalannya secara masif di Changi Exhibition Centre.

Baca juga: Embraer E190-E2 dengan Livery “The TechShark” Ramaikan Singapore AirShow 2022

Dalam keterangan resmi yang diterima KabarPenumpang.com (11/2/2022), disebutkan Airbus akan menampilkan demonstrasi udara dari pesawat berbadan lebar jarak jauh A350-1000. Pesawat ini adalah satu-satunya pesawat besar berbadan lebar dengan clean sheet design. Pesawat ini juga disertai dengan teknologi dan aerodinamika terbaru dan akan memberikan standar kenyamanan tertinggi.

Lain dari itu, Airbus akan menampilkan empat pesawat dalam pameran statis yang menunjukkan konfigurasi untuk penumpang. Di segmen pesawat komersial, Airbus menampilkan A350-900 milik Singapore Airlines, A330neo milik Cebu Pacific dan A220 milik Korean Air secara lebih dekat. Di segmen militer, Airbus akan memamerkan A400M milik Angkatan Udara Jerman.

Selain itu, di pameran statis Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF), pengunjung akan dapat melihat A330 MRTT (Multi Role Tanker Transport) dan helikopter multiguna H225M yang baru pertama kali ditampilkan di airshow.

Baca juga: Singapore AirShow 2022 Tertutup Bagi Publik! Hanya Diikuti Undangan dan Delegasi Perusahaan

Pameran ini juga menyediakan area khusus untuk menampilkan proyek Airbus untuk memelopori teknologi dirgantara yang berkelanjutan. Antara lain yakni model pesawat konsep ZEROe bertenaga hidrogen yang menggambarkan ambisi Airbus untuk menempatkan penerbangan emisi nol-bersih pada tahun 2035.