Garmin D2 Air X10, Jam Tangan Pilot Cocok untuk Berolahraga

Garmin meluncurkan jam tangan terbarunya yang dirancang khusus untuk pilot. Namun, ini juga bisa digunakan untuk olahraga karena fitur yang dihadirkan lengkap untuk digunakan di luar kokpit. Jam tangan terbaru ini adalah Garmin Garmin D2 Air X10 yang mana ketika pilot menggunakannya usaat mengudara, jam tersebut memungkinkan untuk merencanakan jalur langsung ke bandara atau titik jalan menggunakan database lokasi yang dimuat sebelumnya ke arloji.

Baca juga: Pilah Pilih Jam Tangan Pilot, Pertimbangkan Hal ini Sebelum Membeli

Pengguna juga bisa memilih untuk mengaktifkan jalur langsung ke bandara terdekat dengan jarum jalur indikator situasi horizontal yang menunjukkan apakah Anda berada di kiri atau kanan jalur penerbangan yang diinginkan. Dilansir KabarPenumpang.com dari techradar.com (8/2/2022), arloji ini juga mulai melacak penerbangan secara otomatis saat lepas landas.

Bahkan ini juga bisa mentansfer statistik termasuk tanggal, durasi, total waktu penerbangan dan rute ke buku catatan di flyGarmin. Pengguna juga dapat mentransfer rencana penerbangan ke arloji dari aplikasi Garmin pilot.

Karena bisa digunakan selain dalam penerbangan atau kokpit, Garmin D2 Air X10 berbagi banyak DNA dengan Garmin Venu 2 dan Venu 2 Plus. Kesamaan yang paling jelas adalah layar sentuh AMOLED cerah dengan Gorilla Glass, tetapi ketiganya juga memiliki banyak fitur jam tangan pintar dan pelacakan olahraga yang sama.

Seperti Venu 2 Plus, jam tangan baru ini memiliki mikrofon internal yang memungkinkan Anda melakukan dan menerima panggilan dari pergelangan tangan Anda, atau mengontrol asisten suara ponsel Anda asalkan berada dalam jangkauan Bluetooth. Ada monitor detak jantung optik dan sensor SpO2, pelacakan pernapasan dan aktivitas pernapasan, pelacakan stres, pemantauan tidur, dan alat Baterai Tubuh Garmin, yang menunjukkan berapa banyak energi yang Anda miliki sepanjang hari.

Pengguna juga dapat menangkap gambaran umum singkat tentang statistik kesehatan mereka saat ini menggunakan fitur Snapshot Kesehatan, yang mengukur lengkap detak jantung, variabilitas detak jantung, denyut nadi, stres dan pernapasan selama dua menit. Jam juga dapat menyimpan data ini untuk referensi sendiri, atau membaginya dengan orang lain.

Ini memiliki ruang penyimpanan hingga 650 lagu, atau Anda dapat melakukan streaming trek dari Deezer, Spotify dan Amazon Music. Ini juga dilengkapi dengan Garmin Pay, yang memungkinkan Anda melakukan pembelian tanpa kontak dan membayar transportasi umum. Untuk diketahui, bahwa masa pakai baterai D2 Air X10 sedikit lebih pendek daripada Venu 2.

Jam tangan yang berfokus pada penerbangan ini memiliki masa pakai baterai tujuh hari dalam mode jam tangan pintar, atau 20 jam dalam mode GPS penuh dengan pemantauan SpO2 saat terbang. Sebagai perbandingan, Venu 2 terus berjalan hingga 11 hari dalam mode smartwatch, atau delapan jam dalam mode GPS dengan musik.

Baca juga: Masih Perlukah Pilot Mengenakan Jam Tangan Khusus Saat Bertugas?

Ini adalah perbedaan kecil, terutama mengingat banyaknya alat penerbangan yang dipasang D2 Air X10 di pergelangan tangan Anda. Harganya $549,99 (Rp788 juta) dan tersedia untuk dibeli sekarang langsung dari Garmin di AS, atau dari stokis pihak ketiga.

Staf Membungkuk dan Melambai Pada Penumpang Jadi Pesona Tersendiri di Stasiun Nishi-Ei

Kehidupan pedesaan di Jepang memiliki pesonanya tersendiri dan tidak akan pernah ditemukan di kota besar. Langit luas dan cerah serta pemandangan yang lebih indah bisa mengundang banyak orang untuk menikmati ketenangan. Bahkan stasiun kereta api di pedesaan Jepang memiliki kilau tersendiri, dengan salah satunya berada di Kagoshima yang sering disebut Nishi-Ei.

Baca juga: Stasiun Jepang Tanpa Petugas, Penyandang Disabilitas Terancam Kesulitan Bepergian dengan Kereta

Keindahan stasiun di desa Kagoshima tersebut beluma lama ini terekam dalam video oleh Limited Express Numeri yang adalah seorang videografer kereta api. Dia mengkhususkan diri dalam pembuatan film adegan nostalgia di kereta api Jepang. Dalam videonya, ada nostalgia yang kuat, di mana setiap yang melihatnya sekilas bisa merasakan bepergian dengan kereta dari stasiun ini.

Dilansir KabarPenumpang.com dari soranews24.com (10/2/2022), setiap harinya ada 15 keberangkatan dan kedatangan kereta di stasiun ini. Stasiun Nishi-Ei, yang dibuka pada tahun 1960, adalah salah satu perhentian di Jalur Ibusuki Makurazaki, yang dioperasikan oleh Perusahaan Kereta Api Kyushu Japan Rail di Prefektur Kagoshima, dan banyak cara kuno yang masih digunakan di sini hingga hari ini.

Di waktu sibuk, staf kereta api membawa kotak dan nampan untuk menjual serta mengumpulkan tiket dan terlepas dari waktu sibuk atau sepi, staf akan keluar dari ruangan mereka untuk membungkuk yang kemudian melambai pada penumpang. Di mana ini merupakan salah satu daya tarik Stasiun Nishi-Ei.

Kereta yang melintas di Stasiun Nishi-Ei melayani kereta satu gerbong di sepanjang jalur di puncak paling selatan Kyushu, di bawah bayangan Gunung Ono Dake. Video yang di unggah ke YouTube dan Twitter, kemudian banyak membuat warganet berkomentar berbagai hal yang ditampilkan. Berikuti ini ada beberapa komentar warganet.

“Betapa menawan!”
“Saya menangis!”
“Ini sangat mengharukan!”
“Saya merasa sangat santai setelah menonton ini.”
“Aku benar-benar iri pada siswa sekolah menengah yang mendapat sambutan hangat di pagi hari.”
“Karyawan stasiun memancarkan kehangatan yang luar biasa!”
“Pengiriman seperti itu akan membuatku sangat bahagia.”

Dengan banyaknya komentar warganet, sang videografer mengatakan, bahwa mereka juga hampir menangis ketika pegawai kereta api pertama kali melambai pada mereka saat kereta atau penumpang meninggalkan stasiun. Tetapi ini bukan hanya sekali saja, melainkan setiap hari. Pesona lainnya adalah kenyataan bahwa meski stasiun ini melayani kereta Japan Rail, stasiun tersebut tidak secara langsung dikelola Japan Rail.

Namun, stasiun tersebut digolongkan sebagai stasiun konsinyasi yang artinya dikelola dan ditata oleh penduduk setempat. Secara kebetulan, stasiun saat ini sedang mencari dua hingga tiga orang untuk bekerja tiga hingga lima hari seminggu, sebagian besar antara jam 15.30-19.30.

Sungguh menghangatkan hati mengetahui bahwa meskipun perhentian tenang di jalur, stasiun terus mempekerjakan staf daripada menjadi lokasi tanpa staf, seperti banyak pos pedesaan lainnya di Jepang. Ini adalah pengingat yang menyentuh tentang keindahan hubungan manusia, dan efek penting yang dapat ditimbulkannya pada kehidupan kita sehari-hari.

Baca juga: Toilet Alam di Stasiun Itabu, Jadi yang Paling Luas di Dunia

Tidak peduli betapa menawannya platform pedesaan, tidak pernah seindah platform dengan anggota staf yang tersenyum dan membungkuk untuk melihat kami pergi dalam perjalanan kami.

Serem! Pramugari Ini Diminta Hantu untuk Buatkan Suaminya Teh dalam Penerbangan

Begitu banyak kisah yang dialami pramugari, termasuk kisah horor alias cerita seram, seperti yang dialami Sandra Kwon. Mantan Pramugari Emirates Airlines ini mengaku pernah didatangi hantu saat dalam penerbangan. Bukan untuk menakutinya, melainkan minta dibuatkan teh hijau untuk suaminya.

Baca juga: Viral! Cerita Pramugari Tangani Penumpang Meninggal di Pesawat, Bikin Ngeri

Dalam cerita horor viral dengan 11 juta viewers yang dibagikannya di TikTok, Sandra Kwon mengulang adegannya dengan sangat detail. Ia juga menggunakan seragam pramugari dan sekaligus pakaian hantu tersebut semirip mungkin.

Awalnya, dia mengira hantu tersebut adalah penumpang. Karenanya, sebagai pramugari, ia menanyakan penumpang ‘hantu’ tersebut sesuatu yang bisa dimakan. Penumpang hantu itu pun menolak dengan menyebut bahwa dirinya tidak lapar melainkan kedinginan. Karenanya, hantu itu meminta dibawakan selimut saja, tidak lebih. Ia tidak ingin suaminya yang tengah tidur di sebelahnya terbangun.

Kemudian, Sandra Kwon, yang di TikTok dikenal sebagai Jeenie Weenie, menawarkan minuman hangat sambil memberikan sellimut. Namun, ia menolak. Justru ia meminta dibuatkan teh hijau hangat dengan susu dan gula untuk diberikan ke suaminya kelak saat ini terbangun.

@jeenie.weenie

🍵 #truestory #cabincrewlife

♬ original sound – JEENIE

“Aku sebenarnya baik-baik saja, tapi bisakah kamu mengambilkan teh hijau dengan susu dan gula untuk suamiku ketika dia bangun?” kata Sandra sambil berpura-pura menjadi istri (hantu) yang sudah meninggal.

Ketika suami penumpang hantu itu bangun, Sandra pun langusung menyapanya. “Kamu akhirnya bangun! Istrimu sebenarnya memintaku untuk membawakanmu teh hijau itu,” kata Sandra sambil menunjuk teh hijau yang sudah dibuatkan untuknya.

“Apa maksudmu istriku?” tanyanya, sambil memerankan sang suami. “Apakah Anda memasukkan susu dan gula ke dalam teh hijau saya?”. Sandra pun menjawab. “Ya, maaf, apakah itu salah? Istrimu yang menyuruhku melakukan itu untukmu.”

Sandra pun diberi tahu oleh sang suami bahwa istrinya sudah meninggal dan ia akan membawanya pulang ke kampung halaman dalam penerbangan tersebut dan berada di ruang kargo.

Baca juga: Misteri Teror Hantu Pesawat Eastern Airlines dengan Nomor Penerbangan 401

“Istri saya meninggal minggu lalu. Saya akan membawanya pulang dengan penerbangan ini. Dia (istrinya yang telah meninggal) di kargo, tapi saya percaya Anda. Ini adalah bagaimana saya minum teh hijau saya. Saya pikir dia hanya mengkhawatirkan saya,” kata sang suami.

Video kisah nyata hantu di penerbangan yang meminta dibuatkan teh oleh pramugari Sandra untuk suaminya, sudah ditonton lebih dari 11 juta kali di TikTok sejak pertama kali diposting pekan lalu.

13 Negara Ini Bisa Dikunjungi Wisatawan Tanpa PCR, Mayoritas Eropa

Pandemi Covid-19 sudah berlangsung dua tahun lamanya. Kas negara-negara di seluruh dunia pun bergejolak. Karenanya, perlahan mereka mulai membuka pintu bagi wisatawan. Bahkan, 13 negara membebaskan syarat wajib tes PCR bagi wisatawan internasional. Dilansir thenationalnews.com, berikut selengkapnya.

Baca juga: 9 Negara Jalin Travel Corridor Tanpa Karantina, Indonesia Justru Larang Wisatawan Singapura

1. Perancis

Perancis berencana melonggarkan syarat wajib tes PCR bagi wisatawan internasional dari Uni Eropa yang sudah divaksinasi lengkap atau dua dosis yang diambil dalam waktu sembilan terakhir. Namun, bagi wisatawan dari luar UE, masih harus menunjukkan hasil tes PCR dua hari sebelumnya.

2. Portugal

Tak seperti Perancis, Portugal membebaskan syarat tes PCR bagi wisatawan internasional dari negara manapun yang sudah divaksinasi lengkap tanpa syarat waktu. Sebelum diizinkan naik ke pesawat menuju Portugal, pengunjung wajib mengisi Passenger Locator Form.

3. Yunani

Mulai 7 Februari kemarin, semua wisatawan internasional dari negara manapun tanpa terkecuali diizinkan datang ke Yunani tanpa tes PCR, selama mereka sudah divaksin dua dosis. Hanya saja, wisatawan boleh datang tanpa PCR dengan syarat vaksin dosis kedua dengan waktu tiba di bandara berjarak tujuh bulan. Bila tidak, wisatawan diharuskan suntik booster.

4. Bahrain

Mulai 4 Februari, Bahrain membebaskan wisatawan internasional dari syarat tes PCR. Tetapi, wisatawan harus membayar US$31. Bagi mereka yang belum divaksin, mereka tetap diizinkan masuk dengan syarat harus karantina tujuh hari.

5. Swedia

Mulai 9 Februari, wisatawan yang ingin mengunjungi ibu kota Stockholm atau kota-kota lain di Swedia yang menawan seperti Karlstad, Sunne, dan Mora bisa mewujudkannya tanpa tes PCR. Tapi ini hanya berlaku untuk wisatawan internasional dari Uni Eropa atau negara lainnya yang masuk dalam daftar aman Swedia.

6. Jerman

Jerman sudah membebaskan syarat wajib tes PCR bagi wisatawan internasional dari seluruh dunia yang sudah divaksinasi lengkap atau dua dosis yang diambil dalam waktu sembilan terakhir. Sertifikat vaksinnya juga harus dalam ahasa Inggris, Jerman, Prancis, Italia, atau Spanyol.

7. Turki

Sejak Oktober tahun lalu, Turki sudah membebaskan syarat wajib tes PCR bagi wisatawan internasional yang sudah divaksin lengkap. Hanya saja, negara itu masih mengharuskan wisatawan mengisi formulir kesehatan online 72 jam sebelum berangkat.

8. Swiss

Sejak Januari, Swiss sudah membebaskan syarat tes PCR bagi wisatawan internasional dari manapun yang sudah divaksin lengkap.

9. Norwegia

Mulai awal tahun ini, Norwegia membebaskan syarat tes PCR bagi wisatawan internasional dari manapun yang sudah divaksin lengkap. Hanya saja, negara itu masih mengharuskan wisatawan mengisi formulir kesehatan online 72 jam sebelum berangkat. Kemudian, bagi yang divaksin Sinopharm, mereka masih harus menunjukkan tes negatif PCR sebelum masuk.

10. Denmark

Denmark menjadi negara pertama yang membebaskan syarat tes PCR bagi wisatawan internasional dari manapun yang sudah divaksin lengkap yang diambil dalam waktu sembilan terakhir dan penyintas Covid-19.

11. Kroasia

Negara Balkan ini sudah membebaskan syarat tes PCR bagi wisatawan internasional dari manapun yang sudah divaksin lengkap dalam waktu enam bulan terakhir sebelum tiba di bandara.

Baca juga: Dear Traveler, Cobain Nih Aplikasi Tripset Buatan Airbus, Ini Sederet Keuntungannya

12. Lebanon

Mulai 15 Februari mendatang, sudah membebaskan syarat tes PCR bagi wisatawan internasional dari manapun yang sudah divaksin lengkap dalam waktu enam bulan terakhir sebelum tiba di bandara.

13. Mesir

Mulai awal tahun ini, Mesir sudah membebaskan syarat tes PCR bagi wisatawan internasional dari manapun yang sudah divaksin lengkap.

Embraer E190-E2 dengan Livery “The TechShark” Ramaikan Singapore AirShow 2022

Meski hanya dikhususkan untuk kalangan terbatas, namun pameran kerdigantaraan terbesar di Asia, yakni Singapore AirShow 2022 masih dapat dinikmati oleh warga umum secara virtual. Dan dari pagelaran yang dihelat mulai 15 – 18 Februari 2020, ada kabar bahwa Embraer, manufaktur dirgantara asal Brasil akan menghadirkan pesawat jet regional komuter narrowbody Embraer E190-E2 dalam rangkaian demo udara dan statis.

Baca juga: Embraer 19-Lineage 1000, Inilah Jet Eksekutif yang Membawa Prabowo Cs Ke Brunei 

Dikutip dari siaran pers Embraer yang diterima KabarPenumpang.com (11/2/2022), disebutkan Embraer E190-E2 yang hadir di Singapore AirShow 2022 tampil spesial, pasalnya pesawat yang menjadi penantang dominasi keluarga Airbus A320 dan Boeing 737 itu akan tampil dengan desain livery predator digital Embraer yang ikonik, yaitu “The TechShark.”

E190-E2 dengan call sign 2-RLET berangkat dari markas Embraer di São José dos Campos, Brasil pada 9 Februari 2022, dan diharapkan mendarat di Bandara Changi Singapura pada 12 Februari 2022. E190-E2 adalah bagian dari keluarga jet Embraer E2. Pesawat ini dijuluki pemburu untung karena kinerjanya yang tinggi dengan pembakaran bahan bakar yang rendah. Embraer mengklaim biaya operasi pesawat ini menjadi yang terendah dan kinerja tertinggi untuk maskapai penerbangan, kenyamanan lebih bagi penumpang dan ruang untuk bagasi kabin, jejak kebisingan terkecil dan emisi yang lebih kecil terhadap lingkungan.

“Kami memperkirakan Asia Pasifik, termasuk Cina, membutuhkan lebih dari 3000 pesawat di kapasitas 150 kursi dalam 20 tahun ke depan,” kata Raul Villaron, Wakil Presiden Asia Pasifik untuk Embraer Commercial Aviation.

Baca juga: Embraer Hadirkan Livery Macan Tutul Salju Untuk Air Astana

Sebelumnya, Embraer juga menjadi trending dengan menghadirkan livery macan tutul salju pada Embraer E190-E2 pesanan Air Astana. Sekilas tentang Embraer E190-E2, pesawat ini ditenagai mesin 2× Pratt & Whitney PW1919G dan mampu melesat dengan kecepatan maksimum 876 km per jam.

Setelah Kemayoran, Perlintasan Sebidang Pasar Senen Siap–siap Ditutup

Perlintasan sebidang (JPL) 30 Pasar Senen yang berlokasi di Jl. Letjen Suprapto ini siap – siap untuk ditutup. Sebelumnya JPL dikawasan ini memang sudah ditutup namun arus lalu lintas dari arah Atrium menuju Cempaka Putih, karena untuk pintu masuk menuju Stasiun Pasar Senen. Untuk arah yang berlawanan hingga saat ini masih dibuka dan dipadati kendaraan yang melintas di perlintasan ini.

Baca juga: Ternyata Ada Alasan Lain Soal Penutupan Perlintasan Sebidang Kemayoran, Apa Itu?

Sebelum dilakukan penutupan, pihak dari PT KAI, PT KCI, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Ditjenka Kemenhub, Pemkot Jakarta Pusat, Pemda dan kewilayahan setempat melaksanakan peninjauan kondisi arus lalu lintas di area JPL 30 Pasar Senen. Kondisi arus lintas memang terlihat lengang, namun sangat ramai pada pagi dan sore hari bahkan menjelang malam.

Sangat disayangkan para pengendara khususnya roda masih belum mengindahkan tata tertib lalu lintas saat pintu perlintasan telah ditutup. Bahkan kebanyakan dari mereka berhenti cukup dekat rel yang akan dilewati kereta termasuk menerobos palang pintu serta melawan arah lalu lintas.

Baca juga: Perjalanan Kereta Api Makin Lancar, ‘Berlin’ Kembali Gencar

Sebelum penutupan dilakukan, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Ditjenka Kemenhub harus menyampaikan ide serta solusi untuk memudahkan akses masyarakat menuju Stasiun Pasar Senen dan pusat perbelanjaan Pasar Senen. Sebelumnya diketahui penutupan JPL 30 memang sudah lama direncanakan, namun sosialisasi baru – baru ini telah digencarkan guna menghindari pelanggaran arus lalu lintas saat kereta api melintas. (PRAS -Cinta Kereta Api)

Hong Kong Paksa Pilot Cathay Pacific Pakai Gelang Pelacak Canggih, Cegah Lolos Karantina

Otoritas Hong Kong terus memaksimalkan kontrolnya untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Baru-baru ini, pihak berwenang Hong Kong mewajibkan pilot dan kru Cathay Pacific yang baru tiba di negara itu mengenakan gelang canggih. Dengan gelang tersebut, penggunanya tidak akan bisa lolos dari kewajiban karantina mandiri.

Baca juga: Kasihan, Gegara Karantina Kejam di Hong Kong, Jumlah Penumpang Cathay Pacific Turun 94 Persen

Laporan Bloomberg, mulai Rabu lalu, Hong Kong menerapkan aturan karantina baru untuk semua pilot dan kru maskapai yang mendarat. Khusus untuk pilot Cathay Pacific, itu ada aturan tambahan.

Pilot Cathay Pacific, baik penerbangan kargo maupun penumpang, diwajibkan mengenakan gelang canggih untuk memantau proses karantina mandiri.

Menariknya, antara pilot kargo dan penumpang dibedakan. Disebutkan, pilot kargo diizinkan menjalani karantina mandiri selama tiga hari di rumah.

Sedangkan pilot penerbangan penumpang diwajibkan karantina mandiri selama 14 hari di hotel dengan biaya sendiri, meningkat dari semula hanya tujuh hari. Baik pilot kargo maupun penumpang, keduanya sama-sama wajib menggunakan gelang pelacak canggih.

Perbedaan aturan karantina mandiri pilot penerbangan kargo dan penumpang ini pun memunculkan akal bulus Cathay Pacific agar tetap bisa menjalani operasional dengan lancar.

Maskapai mengakalinya dengan cara mengidentifikasi penerbangan penumpang yang kosong atau dengan sedikit penumpang sebagai penerbangan kargo. Itu dilakukan agar pilot dan kru lolos dari kewajiban karantina mandiri 14 hari.

Otoritas Hong Kong dan Beijing memang sangat kesal dengan Cathay Pacific. Krunya, baik pilot maupun pramugari, dituding sebagai biang kerok merebaknya varian Omicron di seantero Hong Kong dan Cina daratan.

Tak hanya itu, beredar informasi bahwa tim medis, baik dokter maupun perawat, tidak mau melayani kru Cathay Pacific dan keluarga mereka yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron. Sebab, dengan menanganinya, tim medis mau tak mau harus ikut melakukan karantina mandiri selama 14 hari di hotel dan ini amat dihindari mereka.

Selama pandemi virus Corona, Hong Kong memang lama dikenal sebagai salah satu negara yang sangat ketat melakukan langkah-langkah pencegahan. Bahkan, setelah virus itu telah mewabah selama setahun lebih, Hong Kong masih belum akan mengendurkan upaya pencegahan, justru malah akan memperketat.

Baca juga: Parah, Pilot dan Pramugari Cathay Pacific Kerja 5 Pekan Tanpa Libur!

Pada 20 Februari 2021 tahun lalu, otoritas Hong Kong pernah menerapkan kebijakan karantina mandiri selama 14 hari untuk awak pesawat, baik itu pramugari maupun pilot. Saat memasuki hari ke-15, mereka tetap akan mendapat pengawasan penuh petugas selama tujuh hari.

Kebijakan tersebut jauh berbeda dari kebijakan sebelumnya dimana awak pesawat hanya diwajibkan mengikuti tes PCR Covid-19 dan dibebaskan dari kewajiban karantina mandiri selama 14 hari usai melakoni penerbangan internasional.

Wow! Rangkaian KA Kamojang, Jurusan Pasar Senen – Garut Sudah Menghitung Hari

Masyarakat pasti sudah bertanya soal rangkaian kereta api dengan rute Jakarta – Garut, sebenarnya sudah belum, ya? Rasa penasaran ini sepertinya bisa terobati. Karena hari ini uji coba rangkaian KA tersebut dilakukan. Menggunakan kelas ekonomi sebanyak 7 unit kereta dan 1 unit MP3 rangkaian ini melakukan uji coba lintas dari Stasiun Pasar Senen menuju Bandung, Jumat (11/2).

Baca juga: Lokomotif Mulai Uji Coba Mengular di Jalur Reaktivasi Cibatu-Garut 

Keberangkatan KA uji coba dari Stasiun Pasar Senen ini pukul 12.50 WIB menggunakan lokomotif CC 206 13 51. Uji coba ini nantinya untuk uji ketahanan selama diperjalanan dengan kecepatan maksimal yang ditentukan. Rangkaian KA uji coba ini dilakukan hanya sekali perjalanan saja dari Pasar Senen hingga Bandung. Sebenarnya rangkaian ini memang sudah digunakan untuk sarana angkutan penumpang dengan rute yang cukup jauh, namun informasi yang diketahui bahwa rangkaian ini akan digunakan saat peresmian, jadi uji coba bakal terus dilakukan.

Plat KA Kamojang rute Pasar Senen – Garut persiapan untuk pemasangan di badan kereta setelah KA tersebut aktif (Foto: Istimewa )

Tak hanya uji coba dari Jakarta, uji coba rangkaian pun lintas Bandung – Cibatu – Garut pp. dan dilakukan di hari yang sama menggunakan CC 206 13 53. Namun uji coba lintas Bandung – Garut hanya membawa 4 unit kereta kelas ekonomi dan 1 unit KMP3. Sepertinya rangkaian tersebut akan dipergunakan untuk kereta lokal Garut, mengingat nantinya Stasiun Garut juga memiliki angkutan KA Lokal menuju Bandung dengan tarif murah.

Baca juga: Empat Dekade Tak Beroperasi, Stasiun Garut Akhirnya Direaktivasi

Ada foto yang beredar bahwa papan plat jurusan kereta api sempat tersebar di media sosial Whatsapp. Bahwa foto tersebut menunjukkan bahwa plat nama KA Kamojang adalah nama yang akan digunakan untuk perjalanan KA dengan rute Jakarta Pasar Senen sampai dengan Garut. Hmm … kira – kira kalau sudah ada KA Kamojang dengan kelas ekonomi, apakah KA Serayu dengan lintasan yang sama, kelas yang sama dan tarif mungkin lebih murah serta melewati Stasiun Cibatu, akan tersaingi? (PRAS – Cinta Kereta Api)

Gandeng PT Food Station Tjipinang, TransJakarta Beri Bantuan Beras Kepada Karyawan

Kolaborasi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) dengan PT Food Station Tjipinang Jaya lakukan penandatanganan perjanjian kerja sama penyediaan pangan untuk karyawan TransJakarta. Kolaborasi ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan TransJakarta.

Mochammad Yana Aditya Direktur PT TransJakarta mengatakan, adanya kerja sama ini juga sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Bersama atau PKB yang sebelumnya sudah dilakukan oleh perusahaan bersama dengan serikat pekerja. Dalam PKB, dikatakan Yana, mengatur hak dan kewajiban karyawan serta upaya untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan periode 2021-2023.

“Sebagai salah satu bentuk nyata dari kerjasama yang dilakukan ialah bekerjasama dengan Tjipinang Jaya dalam memberikan kebutuhan pangan kepada seluruh karyawan. Ini juga bentuk kolaborasi antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan di sektor transportasi, khususnya Transjakarta,” ujar Yana.

Dia menambahkan, dalam kerja sama ini, seluruh karyawan TJ baik yang berada di lapangan maupun di kantor akan mendapatkan natura berupa beras sebanyak lima kilogram. Nantinya karyawan bisa mengambil bantuan ini akan mendapatkan SMS notifikasi yang menginfokan mendapat bantuan beras dan bisa diambil di Alfamart terdekat.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta Angelina Betris menambahkan, para pekerja di TransJakarta mereka setelah mendapat SMS kemudian mendownload Alfagift untuk proses pengambilannya.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo mengatakan, pihaknya melakukan kerja sama ini berharap agar BUMD dan BUMN lain maupun swasta juga bisa bekerja sama. Dia menjelaskan pengambilan dilakukan di Alfamart karena ini semua daerah ada gerai tersebut.

Pamrihadi menjelaskan, tidak bekerja sama dengan PD Pasar Jaya karena, hanya ada di Jakarta dan tidak menyasar di daerah lain. Hal ini karena banyak karyawan Transjakarta yang tinggal bukan di Jakarta melainkan tersebar di sekitar pinggiran Jakarta seperti Bogor, Depok dan Tangerang.

Misteri Contrail di Langit Inggris Terpecahkan, Ternyata Ini Biang Keroknya

Masyakarat di Kota Devon, Inggris, dikejutkan dengan enam garis oranye bekas jejak kondensasi atau contrail. Ini diisukan bekas jet tempur yang ngebut ke arah Selatan. Namun, misteri tersebut terpecahkan. Data FlightRadar24, contrail tersebut rupanya bukan berasal dari jet tempur atau bahkan dari program rahasia pemerintah melainkan dari pesawat komersial.

Baca juga: Misteri Balok Es ‘Hujani’ Inggris, Diduga dari Toilet Pesawat Bocor

Dilansir devonlive.com, condensation trail (contrail) sendiri adalah efek alami dari kondensasi udara dingin yang secara tiba-tiba menjadi hangat akibat pembakaran mesin lalu mengandung uap air dan terbentuklah gumpalan awan. Jika disederhanakan, suhu panas di mesin pesawat bertabrakan langsung dengan udara di luar pesawat yang super dingin, dan terbentuklah contrail.

Jejak uap air terkondensasi ini dapat terlihat dalam waktu beberapa detik atau menit, atau bahkan berjam-jam, tergantung pada kondisi atmosfer.

Patut digarisbawahi, contrail ini sendiri merupakan efek alami dari kondensasi udara yang tidak berbahaya dan hanya mengandung uap air. Fenomena contrail sendiri terjadi saat pesawat berada di ketinggian 16.500 kaki atau kurang lebih setara dengan 5.000 meter.

Lalu fenomena contrail ini bertolak belakang dengan chemical trail (chemtrail). Sesuai dengan namanya, chemtrail merupakan bahan kimia atau biologis yang sengaja disebar pada ketinggian tertentu oleh beberapa oknum dengan tujuan tertentu.

Chemtrail ini erat kaitannya dengan teori konspirasi yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat untuk membatasi laju pertumbuhan penduduk. Tidak sedikit juga yang beranggapan bahwa penyebaran chemtrail ini merupakan proyek rahasia pemerintah.

Pada awalnya, Teori konspirasi chemtrail mulai beredar setelah United States Air Force (USAF) menerbitkan sebuah laporan pada tahun 1996 tentang modifikasi cuaca.

Setelah laporan tersebut terbit, di akhir 1990an, USAF dituduh “telah menyemprotkan populasi AS dengan zat misterius” dari pesawat terbang yang menghasilkan pola contrail yang tidak biasa. Sejak saat itulah teori konspirasi chemtrail mulai marak diperbincangkan.

Salah satu kasus yang belum lama terjadi adalah militer Amerika menyemprotkan chemtrail pada bulan April 2016 silam. Namun pihak NASA mengakui bahwa zat kimia yang disemprotkan di lapisan ionosfer bumi itu merupakan zat lithium yang dapat membantu mengobati orang-orang yang mengidap kelainan bipolar.

Dalam kasus contrail di Devon, itu bukan dari chemtrail, bukan juga dari jejak bekas pesawat tempur, melainkan dari pesawat sipil.

Baca juga: Lima Manuver Pesawat yang Membentuk Gambar di Langit Selama Pandemi Covid-19, Nomor 4 “Jorok”

Disebutkan, enam garis oranye bekas jejak kondensasi itu berasal dari tiga pesawat dari tiga maskapai yang berbeda. Tiga itu adalah Ryanair, Easyjet, dan Jet2. Ketiganya mengoperasikan pesawat dari Bristol, Liverpool, Glasgow, menuju Spanyol dan Algarve, Portugal.

Contrails itu tetap bertahan selama 20 menit di udara, sebelum dirusak oleh penerbangan lainnya dari Inggris menuju Kepulauan Canary, di jalur yang sedikit berbeda.