Tak Ada Bantal di Kereta Eksekutif, PT KAI: Ini Masih Kajian dan Tengah Dievaluasi

Kalau kata pepatah, ada harga ada barang sama seperti beli tiket moda transportasi dengan bayar mahal dapat fasilitas yang seimbang. Namun apa jadinya jika sudah bayar mahal tetapi tiba-tiba fasilitas yang didapat berkurang dan tanpa pemberitahuan di awal sebelumnya serta tersadar setelah membeli?

Baca juga: “Kelas Ekonomi Rasa Eksekutif,” PT KAI Siap Luncurkan 66 Gerbong Ekonomi Premium

Ini baru saja dirasakan oleh para penumpang kereta eksekutif yang kehilangan bantal ketika duduk di kursi mereka dan hanya mendapatkan selimut. Hal tersebut kemudian menjadi pembicaraan di media sosial seperti Twitter di mana penumpang mengeluhkan tindakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menghilangkan bantal di kelas eksekutif.

Tak hanya menghilangkan batal, penumpang yang ingin bantal harus merogoh kocek Rp10 ribu untuk menyewa bantal berwarna abu-abu dengan ukuran sedikit lebih besar dari yang sebelumnya diberikan secara cuma-cuma. Beberapa warganet yang juga penumpang kereta api mengaku kecewa atas tindakan ini.

Pasalnya biaya yang dikeluarkan untuk membeli tiket kereta eksekutif tidaklah murah dan mereka menyebutkan pemberian bantal di kelas eksekutif adalah servis sepele. Para penumpang ini kemudian juga banyak bertanya kepada akun Twitter @kai121_ terkait masalah tersebut.

KabarPenumpang.com mengutip dari berbagai laman sumber, karena pertanyaan terkait bantal banyak diajukan penumpang, KAI melalui kun Twitternya @kai121_ menjawab tidak adanya fasilitas bantal karena tengah ada perbaikan desain kursi penumpang kereta eksekutif. Oleh karena itu, tidak lagi memerlukan bantal seperti sebelumnya.

“Selamat pagi Bapak Wahyu dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Mulai tanggal 1 Januari 2020 fasilitas bantal di KA Eksekutif sudah tidak tersedia. Hal tersebut dilakukan karena saat ini PT. KAI terus melakukan peremajaan dan memperbaiki desain tempat duduk kereta agar menjadi lebih nyaman dan lebih leluasa. Trims,” demikian jawaban @kai121_ kepada akun @wahyzul.

Bahkan di Twitter pun tersebar potongan pesan yang berisi instruksi peniadaan bantal sebagai hasil dari rapat yang sudah berlangsung 17 Desember 2019 kemarin. Penjelasan PT KAI Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, VP Public Relation PT KAI Yuskal Setiawan menjelaskan, kebijakan itu masih dalam proses evaluasi.

“Sementara kan masih dalam kajian. Masih dievaluasi, masih dipelajari dulu seperti apa. Ini kan tahapannya baru mau, semuanya masih ada, di lapangan masih ada. Masih ada, fasilitas itu masih ada. Masih ada dan masih diberlakukan sesuai dengan existing,” kata Yuskal yang dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com, Senin (6/1/2020).

Yuskal menjelaskan, PT KAI masih mengkaji sejumlah aspek sehingga kebijakan itu ditarik. Salah satunya, ketersediaan kursi dengan desain baru yang belum mencapai 100 persen di semua kereta eksekutif.

Baca juga: PT KAI Luncurkan Priority Class di KA Argo Muria, Ini Dia Rinciannya!

“Artinya kan tidak hanya aspek krusial seperti kursi 100 persen belum selesai semua. Tapi ada kajian-kajian lain. Kan masih kami evaluasi, penumpang membutuhkan apa lagi. Jadi intinya kebijakan itu ditarik, tidak ada pemberlakuan bantal di kereta. Jadi belum ada pemberlakuan penarikan semuanya masih ada. Masih, masih ada,” kata Yuskal.

Lion Air Telah Hadirkan “WiFi on Board Entertainment” di Tujuh Armada Boeing 737-900ER

Lion Air dengan kode penerbangan JT kini meningkatkan fasilitas entertaiment di dua pesawat lainnya. Sehingga kini sudah ada tujuh armada yang dilengkapi dengan Lion Entertaiment yakni dalam pesawat Boeing 737-900ER dengan nomor registrasi PK-LFF, PK-LFG, PK-LFK, PK-LPF, PK-LPW, PK-LJG dan PK-LFS.

Baca juga: Bisa Dinikmati Gratis, “WiFi on Board Entertainment” Segera Hadir di Lima Pesawat Lion Air

Corporate Communications Strategic Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penambahan dua armada yang terpasang Lion Entertaiment merupakan bagaian yang disediakan oleh perusahaan bagi penumpang untuk fasilitas hiburan (inflight entertaiment). Hal ini untuk membuat pengalaman terbang penumpang agar semakin menyenangkan seperti tren yang berkembang sekarang.

“Inflight entertaiment sudah diperkenalkan Lion Air group sejak 7 Desember 2019. Layanan hiburan ini sangat diminati oleh kalangan wisatawan dan pebisnis. Ini yang membuat kami menambah dua pesawat lain untuk mengakomodir kebutuhan perjalanan udara,” ujar Danang yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Senin (6/1/2020).

Lion Entertaiment ini dikatakan Danang bisa dinikmati secara cuma-cuma pada ketinggian jelajah hingga 35 ribu kaki. Lion Entertaiment ini terkoneksi melalui wireless inflight entertaiment (W-IFE) dari AirFi Indonesia yang dapat dinikmati dari semua ponsel pintar, tablet, laptop dengan operating system (OS).

Setiap penumpang dapat mengakses Lion Entertainment dengan mengikuti beberapa langkah. Pertama, mengubah aturan (setting) ponsel ke mode pesawat atau airplane mode. Kedua, ubah dalam wifi connection pada ponsel dan pilih “lionair”. Setelah berhasil, dapat menikmati wifi entertainment Lion Air.

Fitur Lion Entertainment menjamin privasi dan keamanan, karena jaringan W-IFE dari AirFi Indonesia tidak mengizinkan penumpang atau pihak lain mengakses data pribadi. Konten yang disediakan dalam W-IFE dari AirFi Indonesia sangat beragam dan menarik, antara lain film-film (Hollywood, Bollywood, Korea, Mandarin, Indonesia), video untuk anak-anak, majalah, permainan, percakapan pesan singkat dalam kabin (chat onboard) serta fitur unggulan yang lain.

Pada waktu mendatang Lion Air akan memperkuat Lion Entertainment di pesawat-pesawat yang Lion Air operasikan dan fitur akan dikembangkan, sekaligus melengkapi layanan hiburan seperti majalah dan koran yang sudah tersedia di dalam kantong kursi. Lion Entertainment merupakan kolaborasi bisnis bersama PT Dua Surya Dinamika (AirFi Indonesia) selaku perusahaan penyedia W-IFE.

Baca juga: Layani Jamaah Umrah, Lion Air Buka Penerbangan Perdana Lombok-Jeddah

Lion Air menegaskan, dalam menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan, mewajibkan setiap penumpang mematikan ponsel dan koneksi internet saat berada di dalam pesawat, lepas landas dan mendarat serta ketika pesawat dalam posisi di landas parkir (apron).

Kereta Cepat ‘Pintar’ Pertama di Dunia untuk Olimpiade Beijing 2022 Telah Mengular

Kereta cepat pintar pertama di dunia – Jing-Zhang, yang akan menghubungkan Beijing dan Zhangjiakou telah resmi beroperasi pada akhir Desember 2019 kemarin. Kereta yang menghubungkan dua kota tuan rumah Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 tersebut dibangun dari platform driverless.

Baca juga: Sambut Olimpiade Musim Dingin 2022, Beijing Siapkan Kereta Cepat “Olympic”

Kereta pintar ini dilengkapi dengan sistem pengendali otomatis, sinyal 5G, pencahayaan cerdas serta soket pengisian daya nirkabel untuk gadget penumpang. Kereta ini dibangun dengan biaya sebesar 6 miliar euro dengan 10 pemberhentian yang ada di jalur sepanjang 174 km.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (31/12/2019), kereta api berkecepatan tinggi Jing-Zhang akan dipandu dengan sistem navigasi satelit global yang dikembangkan secara nasional oleh Beidou. Proyek ini akan selesai tahun depan dan telah dirancang untuk menyaingi dan menggantikan Global Positioning System (GPS) yang dikembangkan oleh Amerika Serikat.

“Kereta Api Berkecepatan Tinggi Jing-Zhang telah mewujudkan misi konstruksi “pintar”, peralatan “pintar” dan sistem operasi “pintar”, dan membuat sejarah kereta api “pintar” global pertama di dunia,” ujar insinyur senior Tiongkok Grup Desain dan Konsultasi Teknik Kereta Api, Li Hongxia.

Li mengatakan, penyelesaian jalur ini sebagai tonggak sejarah kereta api cepat di Cina. Kereta berkecepatan tinggi ini akan memangkas waktu dari tiga jam tujuh menit menjadi 47 menit diantara kedua kota. Meski kereta beroperasi sendiri, tetapi tetap akan ada masinis di dalam untuk memantau operasi otomatis dan menangani keadaan darurat. Kabarnya, kereta juga akan dirawat dan diperbaiki oleh robot.

“Perusahaannya telah mengganti pekerja dengan mesin untuk melakukan perbaikan di bawah gerbong dan di jalur kereta api,” ujar insinyur proyek China Railway Seventh Group Di Kemeng.

Kereta cepat pintar ini berangkat dari Stasiun Utara Beijing sekitar pukul 08.30 pagi waktu setempat. Seorang penumpang yang juga juara Olimpiade musim dingin Cina pertama yang memenangkan dua medali emas dalam lomba luncur cepat di Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City, Yang Yang, sangat bersemangat dengan adanya kereta cepat ini.

“Itu dapat meningkatkan efisiensi kerja kami, mempromosikan olahraga musim dingin Cina, dan meningkatkan pariwisata,” kata pensiunan atlet tersebut.

Baca juga: Kebut Olimpiade Musim Dingin, Cina Produksi Massal Kereta Cepat Akhir Tahun ini

Di dalam kabin kereta, penumpang bisa menyimpan papan seluncur mereka di ruang khusus dan bisa menonton pertandingan langsung Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Semua stasiun di sepanjang jalur kereta api akan memiliki berbagai robot dengan kemampuan kecerdasan buatan untuk melayani penumpang. Tugas mereka termasuk mengangkut barang bawaan dan memberikan arahan kepada penumpang.

Lawan Cuaca Buruk, Pesawat WestJet Tergelincir di Landas Pacu

Sebuah pesawat penumpang yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan yang berbasis di Kanada, WestJet, dikabarkan tergelincir di landas pacu Halifax Stanfield International Airport, tak lama berselang setelah pesawat mendarat pada Minggu (5/1) pagi kemarin. Sebelum kejadian yang bisa saja merenggut nyawa dari keseluruhan awak dan penumpang yang ada di dalam pesawat ini, WestJet Flight 248 ini baru saja menyelesaikan penerbangan dari Toronto. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dari insiden ini.

Baca Juga: Terdampak Cuaca Buruk, Pesawat Carter ini Tergelincir Menuju Jalan Tol

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (6/1), adapun penyebab dari kecelakaan ini adalah landas pacu di Halifax Stanfield International Airport tertutup oleh salju. Ini tampak dari foto yang diunggah oleh salah satu penumpang yang ada di penerbangan tersebut, Eric Wynne. Eric menjadi salah satu dari 172 penumpang dan tujuh awak pesawat yang hampir celaka ini.

“Pihak WestJet bekerja sama dengan otoritas bandara Halifax untuk memastikan keselamatan para penumpang dan kru. Hal ini berlanjut hingga pada saat mereka turun pesawat melalui tangga,” ujar Lauren Stewart, salah satu juru bicara dari WestJet.

Sebenarnya, pihak bandara telah mengeluarkan himbauan agar semua penerbangan yang bergerak menuju Halifax Stanfield International Airport untuk mempertimbangkan kembali perjalanan terkait, mengingat kondisi cuaca pada musim dingin (salju) yang dikhawatirkan bakal berdampak pada penerbangan. Benar saja, jika pihak WestJet memilih untuk membatalkan Flight 248, mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi.

Menurut penuturan Eric, ia dan penumpang lain sempat mengalami guncangan ketika pesawat touch down.

“Kami merasakan terpaan angin yang cukup kuat sesaat sebelum mendarat,”

“Seketika kami mendarat, tapi apa yang kami rasakan saat itu pesawat seperti tidak melakukan penurunan kecepatan (tergelincir),” sambungnya.

Baca Juga: Nyaris Terjun Ke Laut Mati, Boeing 737-800 Pegasus Airlines Tergelincir Akibat Cuaca Buruk

Pada awalnya, Eric tidak menyangka bahwa pesawat tergelincir, namun ketika ia melihat ke arah luar jendela, ia baru sadar bahwa pesawat telah berada di rerumputan di samping landas pacu utama. Di situlah Eric sadar bahwa pesawat yang ditumpanginya tergelincir keluar landasan.

Terkait kejadian ini, pihak bandara membatalkan tiga penerbangan meninjau dari segi keselamatan.

Pernah Ditutup Tahun 2011, Stasiun Ceper Kini Beroperasi dengan Persinyalan Elektrik

Stasiun Ceper yang terletak di Klaten merupakan stasiun kereta api kelas III/ kecil dan masuk dalam Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta. Berada di ketinggian +133 meter diatas permukaan laut, stasiun ini dulunya memiliki percabangan ke pabrik gula Ceper Baru.

Baca juga: Stasiun Maguwo Lama – Pernah Jadi ‘Saksi’ Agresi Militer Belanda ke II di Yogyakarta

Berada dibawah manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI), Stasiun Ceper bangunannya merupakan peninggalan masa Hindia Belanda yang diperkirakan pembangunannya bersamaan dengan jalur rel kereta api dari Solo Balapan – Yogyakarta. Di mana pengerjaannya dilakukan oleh perusahaan kereta api milik swasta di Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatscahppij (NIS) pada tahun 1872 sebagai lanjutan dari proyek jalur Semarang-Vorstenlanden.

Dirangkum KabarPenumpang.com  dari berbagai laman sumber, jalur ini memiliki panjang 58 km dengan pengerjaan dimulai dari Solo di sebelah timur laut ke Yogyakarta di sebelah barat daya. Kemudian jalur ini akhirnya diambilalih oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik pemerintah di Hindia Belanda, dan dilakukan pembenahan pada tahun 1929.

Meski stasiun kecil tetapi memiliki empat jalur dengan jalur 1, 2 dan 3 terhubung dalam persilangan di sebelah selatan ataupun utara. Sedangkan jalur 4 terhubung dengan Gudang Pupuk Sriwijaya (Pusri). Kemudian pada tahun 2013, untuk mendukung operasional jalur ganda, sistem persinyalan mekanik di stasiun ini diganti dengn sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri dan mulai dioperasikan pada 12 Februari 2019 kemarin.

Sejak pengoperasian jalur ganda parsial Yogyakarta – Solo sebagai segmen Srowot–Ketandan per 2001 dan selesai sebagai segmen Brambanan–Delanggu pada tanggal 15 Desember 2003, stasiun ini memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus serta jalur 5 sebagai jalur parkir KA barang.

Mulai Maret 2015, stasiun ini menjadi titik akhir perjalanan kereta api Pupuk Sriwijaya Palembang sebelum didistribusikan ke daerah sekitarnya. Pupuk Sriwijaya ini diangkut dari Stasiun Cilacap Pelabuhan di dekat Pelabuhan Tanjung Intan.

Stasiun Ceper sebenarnya termasuk stasiun yang memiliki bangunan stasiun yang lumayan besar bila ditinjau dari bangunan stasiun di daerah lainnya yang setipe. Mungkin karena Ceper pernah menorehkan sejarah dengan adanya PG Ceper Baru yang pada waktu itu turut andil dalam memberikan masukan keuangan bagi Pemerintah Hindia Belanda sehingga Stasiun Ceper dibangun lebih besar. Sama kasusnya dengan Stasiun Delanggu.

Baca juga: Menapaki Sentuhan Belanda di 10 Stasiun Tua di Indonesia

Diketahui, pada 1 Desember 2011, Stasiun Ceper tak dioperasikan oleh PT KAI dan dirasakan oleh pedangan yang berjualan di Stasiun Ceper. Adanya penutupan ini, Humas Daop VI Eko Budiyanto mengatakan kebijakan tersebut diberikan untuk alasan efisiensi.

Beginilah Kondisi Pramugari Thomas Cook yang Patah Kaki Akibat Turbulensi

Anda masih ingat dengan kasus seorang awak kabin yang mengalami patah tulang pasca pesawat yang ia tumpangi mengalami turbulensi? Ya, baru-baru ini terungkap siapa awak kabin yang ada di balik insiden mengerikan ini. Adalah Eden Garrity, seorang pramugari yang terdampak turbulensi hebat tersebut. Saking hebat dampak dari turbulensi ini, Eden tidak hanya mengalami patah tulang saja, melainkan sempat juga tak sadarkan diri tak lama setelah ia terjatuh.

Baca Juga: Terdampak Turbulensi, Pramugari dengan Sepatu Hak Tinggi Alami Patah Tulang!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (5/1), Eden kala itu tengah bertugas di rute penerbangan Kuba menuju Manchester pada tanggal 2 Agustus 2019 kemarin. Eden mengaku, pesawat mengalami turbulensi ketika berada di ketinggian sekitar 500 kaki, dan itu terjadi hanya dalam hitungan detik saja – beberapa detik yang mengerikan bagi seisi kabin, terlebih Eden.

“Itu amat sangat mengerikan,” kenang Eden.

“Kaki saya ‘terkunci’ di lantai kabin dan pergelangan kaki saya patah. Awalnya saya tidak menyadari kejadian ini (pergelangan kaki yang patah), namun ketika saya berusaha untuk bangun dan berjalan, di situ saya langsung pingsan,” sambungnya.

Kondisi Eden ketika mendapatkan penanganan medis di pesawat. Sumber: foxnews.com

Ketika pesawat Airbus A330-200 yang dioperasikan oleh maskapai Thomas Cook ini masuk ke ‘zona turbulensi’, pilot langsung mengumumkan kepada penumpang dan awak kabin bahwasanya pesawat baru saja masuk ke dalam kepulan awan hitam yang sangat pekat, “sampai-sampai Anda tidak bisa melihat apa-apa di sekeliling,”

“Sejauh ini, inilah turbulensi terburuk yang pernah saya alami, baik itu ketika bertugas atau menjadi seorang penumpang,” tambah Eden.

Kondisi kaki Eden yang harus dipasang alat penunjang kesehatan. Sumber: Foxnews.com

Menyinggung dampak dari turbulensi yang menimpa Eden, bagian kaki Eden yang bernama fibula ‘terpecah’ menjadi lima bagian dan bagian lainnya yang bernama tibia juga mengalami patah. Ditambah lagi bagian sisi kaki dan engkel Eden mengalami retak.

Baca Juga: Peneliti Buktikan Bahwa Guncangan Akibat Turbulensi Bisa Diredam!

Eden harus menahan kesakitan yang luar biasa sampai pesawat mendarat. Setibanya di darat, ia langsung dilarikan menuju rumah sakit dan menjalani tindakan medis. Eden langsung menjalani operasi dan dipasang penopang berbahan logam untuk bisa memulihkan kondisi kakinya tersebut. Setidak-tidaknya, Dokter memvonis Eden tidak bisa berjalan selama kurang lebih dua bulan untuk penyembuhan.

Sialnya lagi, maskapai Thomas Cook sudah dinyatakan bangkut, dan nasib Eden kini terombang-ambing tanpa kejelasan.

Garuda Indonesia Sabet Predikat “Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia,” Begini Cara Menghitungnya!

Pada tanggal 3 Januari kemarin, ada kabar gembira datang dari Garuda Indonesia dimana perusahaan yang sebelumnya sempat tersandung kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton ini meraih pengakuan internasional sebagai “The Most Punctual Airline in the World” pada Punctuality League 2020 oleh lembaga pemeringkatan On Time Performance (OTP) independen asal Inggris, OAG Flightview.

Baca Juga: Dengan OTP 91,20 Persen, Garuda Indonesia Tuntaskan Fase Pemberangkatan Calon Jamaah Haji 2019

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari siaran pers, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan capaian tingkat ketepatan waktu tertinggi sebesar 95,01 persen dari 57,5 juta flight record penerbangan dunia selama tahun 2019 sekaligus menjadi maskapai dengan tingkat ketepatan waktu terbaik di Asia Pasifik.

“Capaian ini tentunya memiliki arti tersendiri bagi kami mengingat Garuda Indonesia berhasil mencatatkan capaian Tingkat Ketepatan Waktu Terbaik tertinggi sebagai “The Most Punctuality Airline in the world” sejak tiga tahun terakhir dengan berhasil mencatatkan capaian tingkat ketepatan waktu diatas 95 persen,” ujar Pejabat Direktur Operasi Garuda Indonesia, Capt. Tumpal M. Hutapea.

Nah, menyinggung soal OTP, pada beberapa artikel sebelumnya sudah pernah dijelaskan bahwa OTP ini tidak melulu milik sektor penerbangan – melainkan hampir semua moda transportasi juga memiliki penilaian terhadap ketepatan keberangkatannya tersendiri.

Memfokuskan pembahasan ke sektor penerbangan, sebuah maskapai yang berbasis di Baghdad, Iraqi Airways menerapkan aturan bahwa pesawat yang berangkat selang 15 menit dari jadwal yang tertera, maka hal tersebut masih tergolong tepat waktu.

Mengutip dari laman sumber lain, aturan dari Iraqi Airways ini lantas diterapkan oleh hampir semua maskapai yang ada di industi penerbangan. Maskapai yang memiliki kinerja baik dalam hal keberangkatan biasanya mencatatkan presentase OTP sebesar 90 persen ke atas.

Dengan kata lain, apa yang dicapai oleh Garuda Indonesia di atas menunjukkan bahwa maskapai tersebut tetap menunjukkan kinerja yang optimal, kendati internal perusahaan tengah tidak kondusif.

Baca Juga: Bicara Kompensasi Saat Terjadi Delay Ada di Peraturan Menteri Perhubungan

Lalu, bagaimana cara menghitung OTP? Masih mengutip dari laman sumber yang sama, ternyata cara menghitungnya cukup sederhana:

(Services on time : total services) x 100 persen.

Jadi, kalau Anda terdampak keterlambatan penerbangan selama kurang dari 15 menit dari waktu yang dijadwalkan, maka itu masih masuk ke dalam kategori tepat waktu, ya!

Jika dibahas lebih lanjut, maka ini akan bermuara pada kompensasi yang didapat penumpang akibat keterlambatan penerbangan – mulai dari minuman, hingga uang tunai!

Pilot Garuda ‘Baper,’ Dilaporkan ke Pejabat Lantas Ngeloyor

Belum lama seorang Youtuber mem-videokan menu maskapai Garuda Indonesia di kelas bisnis yang menggunakan tulis tangan pada selembar kertas. Youtuber ini pun kemudian dilaporkan ke polisi karena memposting hal yang didapatnya ke media sosial.

Baca juga: Geger Video Menu dengan Tulisan Tangan, Garuda Indonesia Keluarkan Surat Larangan Ambil Gambar di Kabin!

Nah, baru-baru ini seorang penumpang Garuda Indonesia yang pergi dengan suami, tiga orang anak dan dua baby sitter harus mengalami penahanan di Bandara Ngurah Rai Bali ketika baru tiba karena mendumel saat tidak diperbolehkan ke toilet. Cerita ini datang dari Jessica dengan akun Twitter @jesswjk yang mencurahkan isi hati dan unek-uneknya di media sosial.

(@jesswjk)

KabarPenumpang.com mengutip dari akun Twitter @jesswjk, saat itu dia pergi berlibur ke Bali dengan suami, tiga anaknya dengan salah satunya masih bayi lima bulan dan dua baby sitter. Jessica naik pesawat GA404 pada Sabtu (4/1/2020) di kelas bisnis.

Jessica menceritakan saat itu semua penumpang terkena penundaan sekitar 50 menit karena menunggu runway clear di Bandara Ngurah Rai. Ternyata anaknya yang pertama ingin buang air besar (BAB) dan posisi pilot sudah mengatakan untuk menggunakan seat belt.

Suami Jessica kemudian berjalan ke bagian depan untuk meminta izin membawa anak mereka ke toilet karena sakit perut. Ternyata pramugari menolak karena alasan keamanan dan suami Jessica kembali ke kurisnya.

“That’s fine, terus anak gue mengeluh sakit perut (he held it in though! what a champ), suami gue jd panik sendiri + ngedumel (INI NGEDUMEL KE GUE LHO YA!! IN HIS SEAT!!) ttg Garuda ke gue. Yg mnrt gue wajar, lha dia concerned ttg anaknya. Gue konsen banget, karena gue emang posisinya lagi nyusuin anak gue yang baby. Tapi yaudah lah, org kita udah lama banget nungguin landing, mendingan cepetan nyampe krn baby gue gak nyaman,” tulis Jessica.

Setelah landing dengan aman, mereka keluar pesawat dan naik mobil pertama ke terminal dan suaminya membawa anak pertama mereka ke toilet. Tiba di baggage lounge Jessica kemudian memberikan tag ke lounge attendant untuk pengambilan bagasi.

Kemudian setelah barang keluar, Jessica bertemu dengan orang tua dan adiknya yang sudah tiba lebih dahulu dengan penerbangan setelahnya. Sayangnya ketika dia dan semua keluarga hendak keluar, mereka dihadang oleh louge attendant.

“Permisi, maaf captain mau bicara,” tulisnya lagi,

Kecurigaan pun muncul karena didepan lounge ada 7-8 petugas AvSec dan Gapura (ground handling Garuda), tiga pilot dan enam pramugari. Karena bingung dia meminta orang tuanya kluar duluan. Setelah itu Jessica kembali ke dalam lounge dan memberikan boarding pass mereka ketika ada AvSec yang memintanya.

“Tahan tuh semuanya!” dengan nada super arogan. wkwk. Yaudah, karena gue merasa aneh, gue keluar dong ke arah captainnya. “Ini ada apa ya?”. Suami gue ngikutin dibelakang gue. Captainnya berujar lagi, “Ni tahan semua nih!” ke Avsec. Gue makin bingung dong, gila gue uda bayar premium kenapa diperlakukan seperti penjahat TANPA ALASAN YANG JELAS. Suami gue bilang lagi, “ini ada apa ya??” cerita Jessica.

Kemudian Jessica menceritakan, kalau captain itu menjawab pertanyaan mereka dengan arogan.

“Bapak ngomong apa di flight? Bapak menghina Garuda kan di dalam flight! Saya atas nama direktur operasional Garuda, nanti akan ada petugas yang menindaklanjuti.”

Karena kebingungan pun suami Jessica sampai bertanya kapan mereka menghina Garuda dan apa buktinya. Hingga sang captain kemudian memanggil pramugari yang bergerombol di depan dan prmugaru yang men-serving keluarga tersebut datang.

“Saya dengar bapak bilang garuda tai,” tulis Jessica mengikuti ucapan pramugari Garuda.

Jessica merasa hal ini lucu dan menurutnya mendumel atau menceritakan sebuah keluh kesah pada seorang istri adalah hal wajar. Bahkan tak perlu untuk dibesar-besarkan karena hanya berbicara berdua tanpa ada orang lain ikut campur.

“Bapak itu udah menghina satu Garuda dengan blg Garuda tai!” tulis Jessica lagi sesuai omongan sang captain.

“Yaudah bapak kan blg direktur operasional, kebetulan bapak saya kenal dgn Pak Chairul dan Pak Chairal, gmn kalo saya telpon skrg?” At this point si Captain melengos terus pergi. Disini udah bnyk bgt petugas avsec yg ngerubungin kita spt kita penjahat. Gila kan? Gue telp bokap gue, request dia masuk lagi. Terus captain udah pergi, baru orang ground Garuda dateng. Gue jelasin permasalahannya dan gue blg gue akan eskalasi ini ke pak Chairal, mukanya apologetic banget. Mereka langsung berubah 180 derajat. Bokap gue masuk lagi,” kata Jessica.

Masalah ini pun ditanggapi petinggi Garuda tersebut dan menyanyakan siapa nama captain yang bertugas dan menghadang mereka. Sayangnya semua petugas tidak ada yang berani menyebutkan nama pilot tersebut karena takut terseret masalah ini.

“Maaf ya mbak, mohon maaf sekali kami bukannya ga mau, tapi ga bisa. Nanti kami yang kena. Saya juga cuma kerja disini,” tulisnya lagi.

Masalah ini pun kemudian dikomentari oleh warganet dan mengatakan bagaimana jika mereka yang berada di posisi itu tetapi tidak memiliki kenalan. Bahkan beberapa diantarnya meminta untuk mencari nama captain tersebut dan mengatakan pramugari yang mendegar serta melaporkan hal tersebut dekat dengan captain.

Baca juga: Jadi Viral, Menu Kelas Bisnis Ditulis Tangan, Garuda Indonesia Minta Maaf Pada Vloger

Diketahui dari aku Twitter @digeeembok, berikut nama-nama crew GA404 tersebut yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bali yakni WA (Capt), ADY (FO), NWS (PU), NIS (FA), AF (FA), DIS (FA) dan AA(FA).

[Video] Peti Jenazah Jenderal Qasem Soleimani Ditempatkan di Kabin Penumpang

Kematian jenderal top Iran Qasem Soleimani (62 tahun) masih menjadi sorotan dunia hingga hari ini. Tewas akibat serangan rudal yang dilancarkan drone Amerika Serikat pada Jumat (3/1/2020) dini hari di Bandara Baghdad, mengundang duka yang mendalam bagi rakyat Iran. Dan usai insiden, jenazah sang jenderal dibawa pulang ke negaranya.

Baca juga: Ingatkan untuk Perbaiki Hijab Penumpang, Aplikasi Ride-Hailing Iran Malah Diboikot!

Dikutip dari cnnindonesia.com (4/1/2019), disebutkan jasad Soleimani diperkirakan telah tiba di Iran pada malam hari (4/1) waktu setempat. Jenazah akan dibawa ke kota suci umat Syiah, Mashhad, pada Minggu besok untuk disemayamkan di dekat pusara tokoh Syiah, Imam Reza. Rencananya dia akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Kota Kerman pada Selasa (7/1).

Bersama korban lain, jenazah Qasem Soleimani diterbangkan dari Irak menggunakan pesawat Airbus A300B4-603 milik MahanAir. Yang manarik perhatian netizen, bila umumnya peti jenazah ditempatkan pada ruang kargo, maka jenazah jendral Qasem Soleimani nampak ditempatkan di ruang kabin penumpang. Seperti diperlihatkan pada video yang diposting akun Twitter @BabakTaghvaee, terlihat beberapa peti jenazah ditempatkan pada kursi penumpang kelas ekonomi.

Karena merupakan tokoh yang dihormati oleh warganya, besar kemungkinan penempatan peti di kabin sebagai wujud penghormatan.

Kenali “Overhead Cost,” Biaya Penunjang dalam Operasional Maskapai

Direct Cost sudah, Indirect Cost sudah, Fleet Cost pun juga sudah dikupas, berarti satu komponen pembentuk biaya pengoperasian yang belum diulas adalah Overhead Cost. Jika pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Direct Cost merupakan biaya yang berkenaan dengan pengoperasian sebuah penerbangan, Indirect Cost lebih kepada SDM yang dioperasikan, Fleet Cost itu berkenaan dengan status pesawat yang digunakan, maka Overhead Cost sejatinya lebih urusan penunjang pengoperasian yang ada di darat seperti yang berkenaan dengan kantor cabang, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Lebih ke Seputar Armada, Inilah “Fleet Cost” di Sektor Penerbangan Komersial

Ya, tidak mungkin sebuah maskapai dapat beroperasi tanpa ditunjung oleh tenaga yang kompeten di darat. Semua keseluruhan pegawai (yang ada di udara dan darat) secara simultan dan berkesinambungan saling berkomunikasi dan bekerja sama untuk bisa menjaga ritme pengoperasian maskapai terkait.

Nah, kali ini KabarPenumpang.com akan sedikit membahas tentang biaya yang harus dikeluarkan sebuah maskapai untuk urusan perkantoran yang tergabung di dalam Overhead Cost. Masih menggunakan data rataan tahun 2017 milik salah satu maskapai ternama di Indonesia yang didapat dari sumber terpercaya, besaran Overhead Cost dari maskapai ini berada di level 9,77 persen dari total biaya.

Jika total biaya yang dikeluarkan maskapai ini pada tahun 2017 berada di angka US$3,1 miliar, maka total biaya yang sudah ‘dibayarkan’ untuk Overhead Cost ini adalah sekitar US$300 juta.

Nah, mungkin beberapa dari Anda penasaran dengan rincian dari Overhead Cost ini, berikut adalah pembagiannya:

Administration: 7,14 persen
Station: 1,54 persen
Sales Organisation: 0,73 persen
Marketing: 0,25 persen
dan Flight Interrupted: 0,10 persen.

Layaknya komponen-komponen lain, masing-masing dari poin yang disebutkan di atas juga memiliki perinciannya masing-masing.

Baca Juga: Menilik Lebih Jauh “Direct Cost,” Komponen Pembentuk Biaya Operasi dalam Penerbangan

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Direct Cost menjadi biaya paling besar yang harus dikeluarkan maskapai ini pada tahun 2017 dengan presentase 57,78 persen. Disusul oleh Fleet Cost di angka 28,81 persen, dan Indirect Cost dengan 3,64 persen.

Kembali diingatkan bahwa data di atas bisa berubah kapan saja, mengingat bisnis maskapai yang sifatnya penuh dinamika.