Tekan Angka Kecelakaan Akibat Pengemudi Lansia, Jepang Bakal Wajibkan Pemasangan Rem Otomatis

Terhitung sejak bulan November 2021 mendatang, pemerintah Jepang akan mewajibkan seluruh produsen mobil untuk menyematkan teknologi rem otomatis di setiap kendaraan yang diproduksinya. Penetapan ini ditempuh Pemerintah seiring dengan meningkatnya angka kecelakaan yang melibatkan pengemudi lanjut usia. Dengan begitu, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata akan menjadikan rem otomatis di mobil ini sebagai standar – mengikuti standar internasional AS yang akan mulai berlaku per bulan depan.

Baca Juga: Sokong Mobilitas di Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Uji Coba Taksi Otonom Pertama di Dunia

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (17/12), kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi lanjut usia menjadi suatu masalah mendesak yang perlu ditangani dengan segera pula.

“Perlu diatasi dengan memobilisasi setiap tindakan yang mungkin terjadi,” ujar Menteri Transportasi, Kazuyoshi Akaba.

Mobil-mobil yang sudah disematkan dengan dipasang teknologi rem otomatis akan mulai diprejual-belikan pada November 2021 mendatang – pun halnya dengan mobil lama yang juga wajib tunduk pada peraturan baru ini. Bedanya, mobil yang sudah beredar dipasaran baru akan dipasang teknologi baru ini pada Desember 2025. Lalu untuk kendaraan impor yang diproduksi oleh pembuat mobil asing, kendaraan baru akan diharuskan dilengkapi dengan rem otomatis pada Juni 2024.

Menurut pihak Kementerian, sudah ada lebih dari 80 persen kendaraan di Jepang yang sudah memiliki teknologi rem otomatis ini – terhitung sejak tahun 2018 kemarin. Itu menandakan bahwa pengguna kendaraan di Negeri Sakura seolah sudah paham betul tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara. Ya, angka yang dimiliki oleh pihak Kementerian menjawab hipotesa di atas.

Standar internasional baru untuk rem otomatis ini disusun pada bulan Juni oleh komite World Forum for Harmonization of Vehicle Regulations, afiliasi dari U.N. Economic Commission for Europe, dan akan tercermin dalam undang-undang kendaraan transportasi jalan Jepang.

Baca Juga: Dipengaruhi Inggris dan Jepang, Indonesia Anut Mazhab Setir Kemudi di Kanan

Tidak hanya memiliki kemampuan untuk melakukan pengereman otomatis saja, teknologi ini juga memungkinkan para pengendara untuk tidak mengemudikan kendaraannya lebih dari kecepatan 40km/jam ketika di depannya terjadi kecelakaan, atau melaju melebihi 30km/jam ketika di depannya ada pejalan kaki yang hendak melintas.

Rem otomatis menggunakan sistem radar untuk mendeteksi dan memantau kendaraan dan benda lain di depan dan dapat mengingatkan pengemudi akan bahaya tabrakan sebelum rem diterapkan secara otomatis.

Sambut Nataru 2020, Pelni Siapkan 26 Kapal dan Imbau Penumpang Hindari Calo Tiket

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) sudah mulai mempersiapkan seluruh armadanya untuk beroperasi. Untuk Nataru kali ini ada 26 kapal trayek nusantara dengan kapasitas 55.668 pax dan kapal perintis untuk melayani masyarakat yang berada di daerah Tertinggal, Terpencil, Terdepan dan Perbatasan (T3P).

Baca juga: Ikuti Lion Air, PT Pelni Terapkan Sistem Bagasi Berbayar, Cek Ketentuannya di Sini!

Bahkan dikabarkan salah satu kapal perintis untuk angkutan Nataru tidak bisa beroperasi karena adanya kebocoran uap gas dari tangki bahan bakar. Namun hal ini langsung ditindak dengan cepat agar operasional dan pelayanan tak terganggu.

“Mengenai pemberitaan terkait KM Sabuk Nusantara (Sanus) 90, kepala cabang kami yang dalam hal ini cabang Kupang telah datang langsung ke lokasi dan melakukan pengecekan di atas kapal bersama Nakhoda dan KKM kapal. Tim kami bergerak cepat sejak semalam agar kapal dapat beroperasi dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat di periode nataru ini,” kata Corporate Secretary PT Pelni Yahya Kuncoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan pers, Rabu (18/12/2019).

Yahya menambahkan, saat ini seluruh permasalahan telah selesai ditindaklanjuti dan meyakini bahwa perbaikan kapal telah selesai.

“Pagi ini telah dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan bahwa KM Sanus 90 telah dilakukan perbaikan dan dinyatakan aman bagi penumpang yang akan menggunakan kapal tersebut. Sebagai perusahaan transportasi, aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang merupakan prioritas utama kami,” tegas Yahya.

Adapun KM Sanus 90 direncanakan akan melakukan perjalanan pada Jumat (20/12/2019) dari Kupang menuju Ndao. Kapal tersebut memiliki rute pelayaran Kupang-Ndao-Sabu-Raijua-Ende-P.Ende-Waiwole-Waingapu-Mamboro (PP). Selain KM Sanus 90, terdapat beberapa kapal printis yakni KM Sanus 67 dengan rute Kupang-Naikilu-Wini-Lirang-Kisar-Romang-Leti-Mos-Lakor-Luang-Sermata-Tepa-Saumlaki (PP), KM Sanus 108 dengan rute Kupang-Mananga-Lewoleba-Balauring-Baranusa-Kalabahi-Atapupu (PP), serta KM Sanus 104 yang menyinggahi Kupang dengan rute Saumlaki-Dawera/Dawelor-Tepa-Bebar-Lelang-Moa-Leti-Kisar-Romang-Arwala-Lerokis-Upisera-Ilwaki-Kupang (PP).

Selain itu, terdapat beberapa kapal penumpang yang melalui wilayah Kupang, yaitu KM Umsini, KM Bukit Siguntang, KM Awu, dan KM Sirimau. Dalam pembelian tiket kapal pun, Yahya mengimbau agar calon penumpang merencanakan perjalanan jauh-jauh hari dan menghindari calo yang menawarkan tiket Pelni apalagi yang berangkat dari Batam menuju Belawan yang menjadi rute paling padat penumpang.

Diketahui, PT Pelni mengerahkan satu kapal tambahan, KM Dorolonda untuk membantu KM Kelud sebagai kapal yang reguler melayani rute Tanjung Priok-Tanjung Balai Karimun-Batam-Belawan. Pada situasi normal, KM Dorolonda melayani rute timur, mulai dari Tanjung Priok hingga pelabuhan terjauh di Bitung, Manado, Sulawesi Utara.

Menimbang lonjakan penumpang Batam arah Belawan menjelang Natal, khusus untuk KM Kelud akan dioperasikan tiga kali pulang pergi pada tanggal 19, 21 dan 23 Desember 2019. Rata-rata penumpang Kapal Pelni yang naik dari Batam merupakan pekerja yang berasal dari Medan dan sekitarnya.

Baca juga: Pelni Hadirkan WiFi Gratis di 18 Armada Kapalnya

Selama periode Angkutan Nataru, sesuai izin Kementerian Perhubungan RI, seluruh Kapal Pelni mendapatkan dispensasi/tambahan dari kapasitas seat terpasang. Untuk KM Kelud, penumpang yang diangkut dapat mencapai 3.865 penumpang dari kapasitas 2.607 penumpang.

Gegara Parfum Mahal, Artis Asal Australia Terpaksa Digeledah Petugas Bandara

Seorang penumpang asal Australia dikabarkan terpaksa diperlakukan layaknya seorang ‘penjahat’ oleh petugas kemanan di Bandara Dubbo, New South Wales manakala parfum Chanel yang dibawanya mengandung bahan yang memicu alat keamanan bandara berbunyi. Adalah seorang artis asal Australia, Rhonda Burchmore yang kedapatan membawa parfum kelas atas tersebut.

Baca Juga: Jelang Pemeriksaan Keamanan di Bandara, Sebaiknya Tanggalkan Aksesoris Berikut Ini!

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (13/12), kejadian ini berawal ketika Rhonda hendak melewati bagian keamanan Bandara Dubbo. Pada kesempatan pertama, mesin berbunyi dan petugas masih meminta Rhonda untuk mengulang langkah pemeriksaan tersebut. Tercatat, Rhonda harus mengulang proses pemeriksaan itu sebanyak tiga kali sebelum pada akhirnya petugas keamanan menggeledah artis berusia 59 tahun tersebut.

Dalam sebuah kesempatan, Rhonda sempat mengunggah cuitan yang berisi, “Saya digeledah sebanyak tiga kali oleh petugas Bandara Dubbo guna mencari apa yang membuat alarm keamanan berbunyi. Tindakan ini memakan waktu kurang lebih 30 menit …”

Ternyata setelah dilakukan penggeledahan, adalah kandungan nitrat yang ada di parfum Chanel milik sang artis yang membuat alarm keamanan berbunyi.

“Ketika saya melintasi mesin keamanan, alarm berbunyi dan saya terkikik,” kenang Rhonda.

“Lalu pada kesempatan kedua, mesin masih saja berbunyi dan petugas keamanan mengatakan saya pasti membawa sesuatu (bahan berbahaya),” sambungnya.

Ketika digeledah, petugas keamanan tidak menemukan bahan berbahaya apapun di barang bawaan Rhonda maupun di tubuhnya. Sampai pada satu titik, salah seorang petugas keamanan menanyakan kepada Rhonda apakah dirinya membawa parfum mahal?

Baca Juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Mendapat pertanyaan seperti itu, Rhonda menjawab, “Ya, saya punya Chanel yang sudah saya pakai di tubuh saya dan sisanya ada di tas,”

Sejak saat itulah, misteri bunyinya alarm alat keamanan yang ada di Bandara Dubbo terjawab sudah. Ternyata konsentrasi nitrat yang ada di dalam parfum Chanel yang menyebabkan alat tersebut terus berbunyi ketika Rhonda melintasi alat pemeriksa keamanan tersebut.

Dua Set Kereta Diesel Produksi PT INKA Mulai Beroperasi di Filipina

Dua set kereta diesel multi unit (DMU) yang dibeli dari PT Industri Kereta Api (INKA) oleh perusahaan kereta nasional Filipina, Philippine National Railway (PNR) mulai diluncurkan pada Snein (16/12/2019) kemarin. Dua set kereta ini masing-masing memiliki tiga gerbong dan dijalankan dengan diesel.

Baca juga: PT INKA dan Standler Rail Sepakat Bangun Perusahaan Joint Venture di Banyuwangi

Dua kereta ini akan melintas di sepanjang jalur Tutuban (Manila) ke FTI (Taguig City) dan Malabon ke FTI. Setiap gerbong akan mampu menampung 250 penumpang yang mana dalam setiap satu rangkaian akan mengangkut 750 penumpang per perjalanan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari abs-cbn.com, kehadiran dua set kereta baru ini akan menambah 18 hingga 20 perjalanan setiap hari. Peluncuran kereta ini dipimpin oleh Menteri Transportasi Filipina Arthur Tugade dan General Manajer PNR Junn Magno di Stasiun PNR Dela Rosa di Makati City.

“Ini adalah manifestasi dari semua kerja keras kami dan awal transformasi kereta api di Filipina,” ujar Magno.

Selain itu kehadiran kereta baru ini bertujuan untuk melayani tambahan 13.500 penumpang per hari dari yang 60 ribu menjadi 73.500 penumpang. Magno mencatat kedatangan kedua set kerata ini lebih cepat dari jadwal semula yakni Februari 2020.

“Hari ini, kita … merayakan transformasi yang akan datang dan datang, sejauh menyangkut PNR,” kata kepala Departemen Transportasi (DOTr).

Tugade mengatakan ini adalah dukungan besar bagi upaya pemerintah untuk meningkatkan operasi PNR. Saat Tugade menjabat pada 2016 lalu, hanya ada 14 perjalanan kereta PNR per harinya dan kini ada 37 perjalanan kereta per hari.

Diketahui tahun lalu, Kementerian Transportasi Filipina, melalui PNR, menandatangani kesepakatan dengan PT INKA Indonesia untuk pembelian kereta dan lokomotif baru. Ini adalah gelombang pertama dari 37 gerbong kereta api dan tiga lokomotif yang akan dikirim ke Filipina.

Baca juga: Setelah INKA Ekspor Kereta, PT KAI Juga Ekspor Gerbong Bekas ke Kamboja dan Afrika

Rangkaian kereta yang tersisa akan dikirimkan pada tahun 2020. Setelah semua set kereta baru ini beroperasi, operator kereta Filipina menargetkan untuk melayani total 140 ribu penumpang per hari, setidaknya dua kali lipat kapasitas saat ini dari 48 ribu menjadi 60 ribu penumpang setiap hari.

Bergeser ke Era Otomatis, Maskapai Iberia Uji Coba Facial Recognition

Maskapai penerbangan asal Spanyol, Iberia diberitakan telah meluncurkan proyek percontohan pengenalan wajah atau yang beken dengan sebutan facial recognition di hubnya di Terminal 4 di Bandara Adolfo Suárez Madrid-Barajas. Adapun proyek percontohan ini ditujukan untuk meningkatkan pengalaman penumpang yang hendak bertolak atau baru datang di bandara berkode IATA MAD ini.

Baca Juga: Tidak Melulu di Bandara, Osaka Metro Hadirkan Teknologi Face Recognition di Stasiun Bawah Tanah

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman passengerterminaltoday.com, dalam menjalani proyek percontohan ini, pihak bandara bekerja sama dengan sejumlah perusahaan terkait, seperti Aena, Informatica El Corte Ingles, S.A. (IECISA), Gunnebo, dan Thales. Tujuan hadirnya proyek ambisius ini adalah agar supaya arus pergerakan penumpang di bandara menjadi lebih cepat, karena teknologi yang terpasang memungkinkan penumpang mengidentifikasi diri mereka sendiri di kontrol keamanan dengan menggunakan profil biometrik mereka. Dengan begitu, para penumpang tidak perlu lagi menunjukkan dokumen pribadi mereka, dan perjalanan mereka di bandara akan menjadi jauh lebih efisien waktu.

Menurut pihak maskapai, uji coba ini akan diuji coba antara rentang enam hingga 12 bulan dengan penumpang maskapai yang hendak bertolak menuju Asturias atau Brussels – dimana kedua rute penerbangan ini dilayani oleh maskapai bintang lima, Iberia. Uji coba ini juga akan memungkinkan pengguna untuk mendaftar melalui aplikasi di perangkat seluler mereka, dan juga tersedia di kios yang ditempatkan di konter check-in 848 dan di depan area kontrol keamanan Terminal 4. Sistem pengenalan wajah juga dipasang di gerbang J40 dan J58 Terminal 4.

Baca Juga: Pilah-Pilih Vendor, Bandara Internasional Changi Siap ‘Pekerjakan’ Facial Recognition

Penumpang dapat mendaftar menggunakan aplikasi Iberia atau Aena atau di kios-kios di Terminal 4, diharuskan untuk memindai kode QR boarding pass dan menghubungkannya dengan profil mereka. Proses pendaftaran ini hanya akan dilakukan sekali selama periode pengujian.

Proyek percontohan pengenalan wajah adalah bagian dari program transformasi digital dari Iberia, yang bertujuan untuk menghubungkan semua operasi yang melibatkan pelanggan dan karyawan.

Belum Lama di Indonesia, Ojol Maxim Ternyata Berasal dari Rusia

Baru-baru ini kantor ojek online (ojol) Maxim di Solo di segel oleh para ojek online baik dari GoJek maupun Grab. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan tarif antara Maxim, GoJek dan Grab. Padahal saat ini sudah ada penyetaraan tarif dari pemerintah untuk ojek online di seluruh Indonesia.

Baca juga: Resmi, Tarif Ojol Naik di Seluruh Indonesia, Ini Dia Kisarannya!

Nah sebenarnya Maxim ini aplikasi ojek online yang seperti apa? KabarPenumpang.com merangkum dari website Maxim, startup ride hailing ini sudah ada sejak 2003 lalu. Mereka hadir dengan teknologi dan inovasi dalam oreder taksi yang lebih modern, mudah digunakan dan aman.

Kehadirannya pun tak diseluruh kota-kota di setiap negara tetapi Maxim hadir dengan mempertimbangkan keunikan kota-kota besar dan ibukota provinsi. Bahkan mereka memiliki misi untuk terus meningkatkan interaksi antara penumpang dan pengemudi untuk bergerak ke tujuan masing-masing.

“Kami memberikan kemungkinan kepada para penumpang untuk memesan taksi dengan cara yang nyaman dan untuk para pengemudi dapat memperbesar kesempatan dalam proses pencarian dan pengangkutan penumpang guna mempersingkat waktu pecarian dan tunggu,” tulis Maxim di laman web-nya.

Maxim sendiri awalnya dimulai dari sebuah pelayanan taksi kecil di kota Chardinsk yang terletak di Pengunungan Ural, Rusia. Perusahaan ini didirikan oleh para insinyur muda dari kota Kurgan yang merupakan para ahli dalam bidang teknologi pembuatan dan proses produksi komputer.

Para pendiri ini, bersama dengan orang-orang yang telah diundang, bekerja sebagai pengemudi taksi menggunakan mobil pribadi. Mereka ingin memaksimalkan pekerjaan dengan cara melakukan order otomatis dan mendirikan layanan angkutan secara besar-besaran.

Dengan perjalanan yang tiada henti, Maxim membawa para pendirinya kepada pembagian kerja. Setiap orang memiliki kewajiban masing-masing seperti, menciptakan pusat pelayanan dan melatih operator, beberapa orang lainnya mengembangkan program dan mempersiapkan dukungan teknis, ada juga yang bertugas untuk menarik perhatian penumpang dan operator, yang terakhir bertugas melakukan perjalanan transportasi.

Saat ini untuk memenuhi semua pelayanan, Maxim bekerjasama dalam tim yang terdiri dari para ahli dari berbagai bidang ilmu. Pada enam tahun pertama, pekerjaan dilakukan hanya di empat kota, lalu proses usaha ini terus berkembang dan dilakukan tradisi kerjasama yang saling menguntungkan sehingga ekspansi usaha perusahaan ini semakin besar.

“Pada tahun 2009 kami membuka cabang di tujuh kota sekaligus, pada tahun 2010 kami sudah memiliki cabang di 17 kota dan terus meningkat sampai dengan 22 kota dalam satu tahun! Di setiap kota, kami memperkuat jaringan kompetisi, membuka lapangan pekerjaan untuk pengemudi, membayar pajak dan bekerja untuk mendapatkan keuntungan ekonomi bagi banyak orang,” tulis Maxim di webnya.

Pihak Maxim mengaku sangat bangga, karena dengan ambisi dan pengalaman yang dimiliki, telah dikembangkan sistem hardware-software, dimana mereka dapat mengoperasikan pelayanan dan menyediakan analisa secara rinci untuk manajemen pengaturan bisnis yang fleksibel. Berdasarkan dengan persyaratan yang dimiliki Maxim, sistem pelatihanan profesional untuk para operator juga telah dikembangkan.

Saat ini, jumlah order sudah sangat besar, order melalui telepon selama 24 jam sehari, dari situs kami dan dari aplikasi “maxim — ojek, transportasi” telah diakui di seluruh Federasi Rusia dan pelayanan informasi khusus dilakukan untuk penerimaan, pemrosesan dan pengantaran para penumpang. Selain itu, kami juga melayani para pengemudi melalu aplikasi “Taxsee driver”.

Sejak tahun 2014, bahkan Maxim telah memulai perluasan bisnis di luar Federasi Rusia dengan cara membuka cabang baru di Ukraina, Kazakhstan, Georgia, Bulgaria, Tajikistan, Belarusia, Azerbaijan, Italia. Maxim telah bertumbuh menjadi perusahan internasional yang besar. Tujuannya adalah untuk menjadi merek global yang memberikan kemudahan bagi para pelanggan dengan menggunakan layanan “Maxim” ketika melakukan perjalanan di banyak kota dan negara.

Baca juga: Lawan GoJek dan Grab, “Bonceng” Tawarkan Tarif Ojol Berdasarkan Cluster

Diketahui Maxim masuk ke Indonesia pada 2018 lalu dan di luar Jakarta sudah tersebar di Pekanbaru, Batam, Bandar Lam

pung, Yogyakarta, Solo, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Bali dan Solo.

Gagal Berangkat Tanpa Alternatif Penerbangan, Penumpang di India Dapat Kompensasi 400 Persen dari Harga Tiket

Pernah terlantar dan tak jadi terbang karena berbagai masalah yang terjadi pada sebuah maskapai? Lalu apakah Anda mendapat kompensasi? Seharusnya setiap penumpang mendapat kompensasi atas kegagalan keberangkatan pesawat yang akan mereka tumpangi dalam alasan apapun.

Baca juga: Dua Hari Tanpa Akomodasi dan Makanan, 200 Penumpang British Airways Terlantar di Bandara

Seperti di India yang menawarkan pengembalian uang hingga 400 persen bagi penumpang yang ditolak maskapai atau penerbangan yang dibatalkan. Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (9/12/2019), pihak India mengatakan maskapai yang tidak mengangkut penumpang dengan penerbangan alternatif dalam waktu 24 jam dari keberangkatan asli juga bisa mendapatkan pengembalian uang secara penuh ditambah kompensasi tiket sebesar 400 persen dari tarif dasar satu arah yang diterbitkan seperti maksimal INR20 ribu (US$280) atau sekitar Rp3,9 juta.

Sebenarnya kebijakan ini sudah dikeluarkan sejak Agustus 2010 lalu oleh Direktur Jenderal Penerbangan Sipil dan bukanlah hal baru. Pada Oktober lalu sebanyak 1102 penumpang ditolak naik oleh berbagai masyarakat. Berikut ini beberapa maskapai yang menolak penumpang untuk terbang, Air India sebanyak 822 penumpang, SpiceJet sebanyak 226, IndiGo 35, AirAsia 14 dan Vistara lima orang.

Bisa dikatakan Air India bertanggung jawab hampir 75 persen dari penumpang yang ditolak tahun 2019 ini. Bila ditotal secara keseluruhan pada Mei kemarin, terdapat 3351 penumpang yang batal berangkat. Bahkan Air India mengambil juara pertama yang menolak 2563 penumpang atau sekitar 76 persen di bulan itu.

Juni kemarin, bahkan penumpang yang ditolak jumlahnya lebih banyak yakni 3834. Sebenarnya kompensasi sendiri diketahui tidak perlu dikembalikan jika penerbangan alternatif digantikan dan diatur dalam satu jam dari waktu keberangkatan asli.

Tanpa terlalu mendalami hak-hak penumpang di berbagai negara di seluruh dunia, bahwa Uni Eropa memiliki beberapa kebijakan terkuat untuk melindungi para pelancong. Bahkan, dalam kondisi yang tepat, Anda bisa melihat kompensasi sebesar €600.

Tahun ini penumpang maskapai di Kanada diberikan beberapa perlindungan tambahan dengan peraturan yang diperkenalkan oleh Canadian Transportation Agency (CTA). RUU Hak Penumpang Kanada menyatakan bahwa penundaan kurang dari enam jam memerlukan pembayaran minimum C$900.

Penundaan antara enam dan sembilan jam C$1800 dan penundaan lebih lama dari sembilan jam C$2400. Ketika sampai pada tas yang hilang dan rusak, maskapai penerbangan diharuskan membayar minimal C$2100 per barang bawaan.

Tanpa kebijakan yang diamanatkan pemerintah seperti di atas, merupakan kebijaksanaan maskapai mana tingkat kompensasi yang ditawarkan penumpang. Sayangnya, karena pemerintah India telah membatasi US$280 untuk pengembalian dana 400 persen, peraturan tersebut terdengar kurang berdampak daripada yang sebenarnya.

Baca juga: (Kembali) Pecah Kongsi Dengan Garuda Indonesia, Ratusan Penumpang Sriwijaya Air Terlantar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Selain itu, karena kebijakan ini sudah lebih dari sembilan tahun, orang akan berasumsi bahwa operator India sekarang cukup terbiasa untuk menghadapinya, membentuk kebijakan pemesanan mereka untuk mempertimbangkan hal ini.

Inilah Tips Beli Tiket Liburan Nataru 2019 versi Ditjen Hubud

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang jatuh sebentar lagi, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud), Kementerian Perhubungan menghimbau kepada semua calon pengguna transportasi udara untuk selalu teliti saat membeli tiket pesawat. Ketelitian dapat membantu calon pengguna jasa transportasi udara memilah dan memilih berbagai pilihan, baik di Travel Agent maupun di Online Travel Agent (OTA).

Baca Juga: Nah Ini! Trik Unik Buat Cari Tiket Pesawat Murah

Sebagaimana informasi yang diterima KabarPenumpang.com dari siaran pers, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti mengatakan bahwa Anda sudah memilih rute dan kelas penerbangan sesuai dengan yang diinginkan. Terkait tarif, Polana menjelaskan, Pemerintah telah mengatur terkait tarif tiket batas atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) pesawat kelas ekonomi.

“Pemerintah tidak mengatur tarif dasar untuk penerbangan kelas bisnis. Tarif kelas bisnis lebih mahal dari tarif kelas ekonomi,” ujar Polana.

“Perbedaan harga juga mengikuti klasifikasi penerbangan langsung (direct flight) dan tidak langsung (transit),” terangnya.

Pada intinya, ada lima poin yang ditekankan Polana agar bisa menunjang libur Natarru 2019 ini, yaitu:

Pastikan Rute dan Jadwal Penerbangan
Sebelum menghabiskan waktu berlibur, ada baiknya Anda memastikan semuanya terlebih dahulu. Jangan sampai tiket penerbangan yang sudah Anda beli bentrok dengan jadwal kerja Anda.

Memastikan Kelas Penerbangan
Jika Anda masih belum membeli tiket, itu berarti Anda masih bisa menimbang untuk duduk di kelas penerbangan yang mana – apakah economy class atau business class. Tentu saja, fasilitas yang ditawarkan oleh business class lebih nyaman ketimbang economy class – namun hal tersebut harus dibayar dengan lebih tingginya harga yang harus Anda bayar.

Penerbangan Direct atau Transit
Agar perjalanan liburan Anda semua bisa lebih efisien, Anda juga mesti memastikan apakah penerbangan tersebut direct atau transit. Jika memilih penerbangan transit, maka Anda dipersilakan utnuk merencanakan apa yang hendak dilakukan selama masa transit tersebut.

Baca Juga: Mau Berburu Tiket Penerbangan Murah, Simak Tips Disini

Mengisi Data
Ketika mengandalkan OTA, kerap kali orang-orang di luar sana kurang teliti ketika mengisi data. Salah-salah isi data, yang ada Anda malah gagal liburan!

Bagasi
Anda juga harus mengecek soal bagasi gratis di penerbangan Anda, mengingat sejumlah maskapai sudah mulai memberlakukan sistem bagasi berbayar kepada penumpangnya.

Saitama Railway Hadirkan Iklan dengan Teknologi Kecerdasan Buatan

Iklan berdasarkan usia dan jenis kelamin di Jepang pada tahun 2018 lalu sudah mulai dihadirkan pada taksi. Tapi baru-baru ini kereta di Jepang juga mulai mengenalkan sistem iklan tersebut pada penumpangnya. Saitama Railway Corp mengatakan bahwa sistem ini adalah yang pertama di dunia dengan menghadirkan iklan tergantung jenis penumpang yang naik dalam gerbong kereta.

Baca juga: Gunakan Teknologi Pengenal Wajah, Taksi Jepang Hadirkan Iklan Sesuai Jenis Kelamin dan Usia Penumpang

Mereka menyebutkan, untuk menentukan iklan maka ada kamera yang dipasang di samping monitor di atas pintu gerbong kereta. Kamera ini bisa mendeteksi usia, jenis kelamin dan atribut penumpang lain yang berdiri di dekat kamera tersebut.

KabarPenumpang.com melansir asahi.com (16/12/2019), dengan menggunakan kecerdasan buatan – artifiial intellgence (AI) maka sistem akan menganalisis dan menggabungkan data dengan informasi lain seperti ramalan cuaca untuk menawarkan iklan berdasarkan kemungkinan prefensi penumpang. Pejabat operator kereta mengatakan, salah satu contoh penggunaan sistem adalah menampilkan iklan bir saat banyak penumpang pria bepergian selama jam sibuk pada malam hari di musim panas.

Monitor iklan ini akan terhubung ke internet melalui jaringan LTE berkecepatan tinggi. Pengaturan ini memungkinkan jangkauan iklan yang jauh lebih luas dibanding yang berbasis DVD. Tak hanya itu, monitor ini juga bisa menampilkan berbagai iklan meskipun di gerbong yang sama. Diketahui, sistem iklan dengan metode AI ini sudah mulai sejak November kemarin.

“Operasi kereta api adalah bisnis kuno, tetapi kita mungkin dapat mengubah persepsi seperti itu dengan memperkenalkan sistem semacam ini. Kami ingin merevitalisasi area di sepanjang jalur rel kami dengan berhasil mengadopsi sistem baru,” kata Hiroshi Ogino, presiden Saitama Railway.

Perusahaan berencana untuk memasang monitor 18,5 inchi di atas pintu gerbong kereta. Dua monitor masing-masing akan dipasang di atas dua dari empat pintu di setiap sisi gerbong kereta.

Sehingga delapan monitor akan diatur agar tidak akan saling berhadapan. Operator kereta api berencana untuk melengkapi 60 gerbong kereta dengan monitor tersebut pada bulan April.

Tiga perusahaan pengembangan sistem BiZright Technology Inc., Live Board Inc., yang menjalankan bisnis signage digital, dan operator telepon seluler NTT Docomo Inc. telah bekerja sama dengan Saitama Railway dalam mengembangkan sistem “layar kendaraan dinamis”. Perusahaan mengatakan sistem tidak akan mengumpulkan informasi yang dapat mengidentifikasi individu atau merekam penumpang.

Mereka mengatakan data penumpang bahkan tidak akan dibagikan di antara mereka sendiri. Saitama Railway digunakan untuk menjalankan iklan melalui pemutar DVD di kursi pengemudi. Isi dari iklan diubah sebulan sekali atau lebih, tetapi pendapatan dari iklan itu hampir nol karena banyak dari video tersebut adalah iklan layanan masyarakat dari kota Kawaguchi.

Baca juga: Iklankan “Terminator: Dark Fate,” Rev-9 Terpajang di Stasiun Shinjuku

Untuk menjual tempat iklan, Saitama Railway akan mengadopsi metode penjualan berbasis kesan AI selain cara tradisional melalui slot waktu yang ditentukan. Di bawah metode penjualan berbasis tayangan, iklan akan terus berjalan hingga sejumlah penumpang menonton iklan tersebut sebagaimana ditentukan dalam kontrak.

Khawatir Kondisi Kesehatan, Pramugari Inggris Sukses Turunkan Berat Badan

Seorang pramugari bernama Charity Nelms berjuang menurunkan berat badannya. Hal ini dilakukan karena dirinya kaget setelah menjadi seorang awak kabin justru berat badannya melojak dari sebelumnya. Dia juga menurunkan berat badannya karena khawatir akan kesehatan.

Baca juga: Cedera dan Tak Bekerja Tujuh Bulan, Pramugari ini Gugat Mendiang Dolores O’Riordan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dilystar.co.uk (16/12/2019), dia mengaku saat bekerja banyak makan makanan ringan dan terus makan apapun ketika terbang. Wanita asal Michigan ini bahkan melakukan perlawanan pada beberapa gangguan makan seperti pesta makan, bulimia hingga anoreksia.

“Saya telah bekerja sebagai pramugari selama beberapa bulan, berkeliling dunia dan selalu ingin pergi dan melihat segalanya. Suatu hari saya memiliki kejelasan ketika tubuh saya tidak mengikuti. Saya memiliki semua keinginan ini untuk melakukan apa yang ingin saya lakukan, tetapi tubuh saya tidak dapat melakukannya secara fisik. Saya sangat lelah membawa tas saya, lelah di puncak tangga dan lesu setelah seharian bekerja. Saya membatasi pengalaman dan keinginan saya sendiri dengan tubuh saya sendiri,” ujar Charity.

Saat dirinya menyadari hal tersebut dampak dari kelebihan berat badannya, Charity kemudian berpikir untuk mengambil tindakan. Dia pergi ke gym dan melakukan latihan secara teratur.

Charity menjelaskan dirinya berolahraga sekitar lima hari dalam seminggu. Dia berolahraga di rumah, di hotel atau tempat yang dia kunjungi ketika terbang.

“Saya mengangkat beban lima hari seminggu dan menambahkan sedikit cardio menjadi dua hingga tiga hari tetapi tidak satu ton. Cukup kardio untuk menjaga sistem kardio vaskularku dalam kondisi yang baik,” jelasnya.

Karena rasa cinta pada kebugaran tubuh dia akhirnya berhasil menurunkan berat badan dan percaya diri.

“Hidup saya benar-benar telah berubah. Saya menangis sekarang memikirkan tentang orang yang berbeda dan kehidupan yang saya jalani. Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan menjadi orang yang cocok yang orang inginkan saran darinya. Energi saya, tubuh saya, hubungan saya, pola pikir saya, kepercayaan diri saya, keyakinan saya pada diri saya berbeda. Pekerjaan saya bahkan telah berubah! Saya melakukan sekitar setengah dari penerbangan yang saya gunakan karena saya melatih kebugaran 1: 1 dan juga dalam program kelompok bernama Balance & Thrive yang membawa saya begitu banyak tujuan dan kegembiraan,” jelas Charity.

Dengan ketekunan yang teguh, keluarganya jadi lebih bangga dengan dirinya. Dia juga lega tidak lagi ada gangguan makan yang membuat hidupnya tersiksa. Charit mengatakan ibunya menangis karena melihatnya berjuang untuk hidup sehat.

“Adik ipar saya sangat mendukung dan saya bersyukur mereka begitu peduli pada saya. Saya dicintai pada £213 (15,2) dan saya sama seperti dicintai hari ini,” kata dia.

Dalam upaya untuk membantu orang lain menjalani gaya hidup sehat, Charity telah menyiapkan halaman Instagram-nya sendiri. Di platform, ia secara teratur berbagi video kebugaran dan kiat berolahraga.

Baca juga: Beragam Kasus Seksis yang Sempat Warnai Dunia Pramugari

“Halaman Instagram saya selalu tentang kehidupan saya dan saya akan membagikan banyak perjalanan saya. Selama bertahun-tahun di belakang layar saya benar-benar dalam kebugaran tetapi tidak berbagi perjalanan saya karena saya belum siap. Sekitar setahun yang lalu saya merasakan dorongan untuk mulai berbagi lebih banyak tentang apa yang telah saya lalui, pelajari dan ke mana saya pergi dan respon positif yang luar biasa untuk sedikitnya. Ini merupakan pengingat yang kuat bahwa begitu banyak orang berurusan dengan masalah yang sama dan jika saya dapat menjadi inspirasi atau bantuan bagi orang lain, saya merasa ada tujuan yang telah terpenuhi dalam hidup saya … Saya pikir kisah saya dan perjalanan saya beresonansi dengan orang-orang dan itu luar biasa untuk terhubung dengan semua orang yang menjangkau saya,” jelasnya.