Ini Dia Empat “Stopover” Menarik yang Siap Sempurnakan Libur Nataru Anda!

Memang, era penerbangan dewasa ini sudah bergeser ke long haul direct flight atau penerbangan langsung jarak jauh. Popularitas dari penerbangan tidak langsung sudah mulai menurun seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin trengginas. Namun, bukan berarti penerbangan tidak langsung tidak memiliki daya tariknya tersendiri – salah satunya adalah stopover.

Baca Juga: Changi Stopovers, Siap Manjakan Penumpang Transit Jelajahi Singapura

Sebelum membahasnya lebih lanjut, pertama-tama Anda harus mengetahui terlebih dahulu perbedaan dari transit dan stopover – dua istilah di penerbangan tidak langsung yang kerap digaungkan oleh banyak orang. Dilihat dari durasinya, transit merupakan momen dimana Anda singgah di suatu negara di tengah perjalanan udara dalam rentang waktu yang relatif singkat (mulai dari 30 menit hingga 20 jam). Sedangkan stopover sendiri merupakan momen dimana waktu singgah tersebut lebih lama ketimbang transit, dimana Anda mungkin saja berhenti lebih dari 24 jam di suatu negara singgah.

Nah, ngomong-ngomong soal stopover, ada beberapa maskapai yang menyuguhkan pengalaman stopover yang fantastis dan siap membekas di benak Anda semua. Kira-kira, maskapai mana saja itu? Berikut adalah empat maskapai yang memberikan pengalaman stopover menakjubkan, dirangkum KabarPenumpang.com dari laman godsavethepoints.com.

Qatar Airways

Doha. Sumber: traveller.com.au

Berterima kasihlah kepada maskapai Qatar dan program stopovernya yang memungkinkan Anda semua untuk bisa menikmati pengalaman menginap dan berkelana singkat di Doha secara cuma-cuma. Selain itu, warga negara asing dari 80 negara juga bisa menikmati transit bebas visa di Negara Teluk ini. Bagaimana, tertarik untuk menjajal program stopover dari rival maskapai Emirates ini?

Emirates

Dubai. Sumber: topdeck.travel

Ogah kalah dengan rival satu negaranya, Emirates juga memiliki program stopover yang memungkinkan para penumpangnya untuk menikmati kemewahan dari kota Dubai yang terkenal dengan wisata belanja, suasana kota yang ramai, hingga pantainya yang eksotis.

Etihad

Abu Dhabi. Sumber: escape.com.au

Masih dari Timur Tengah, maskapai Etihad memberikan program stopover yang cukup menggoyahkan iman para pelancong. Jika Anda duduk di economy seat, maka Anda akan bisa mendapatkan potongan harga menginap di malam pertama, sedangkan jika Anda memilih untuk stay selama dua hari, maka di hari kedua, Anda akan tinggal di rumah!

Jika beruntung, bagi Anda yang duduk di business class, Anda akan mendapatkan voucher gratis menginap di hotel bintang lima selama satu malam, dan bagi penumpang di first class, akan mendapatkan voucher gratis menginap selama dua malam. Lumayan, bukan?

Singapore Airlines

Singapura. Sumber: singaporeair.com

Baca Juga: Jewel Changi, Bakal Jadi Destinasi Wisata Gaya Baru via Bandara Changi

Jika Anda mengudara dan mengambil program stopover dari flag carrier Singapura ini, maka Anda berkesempatan untuk menginap di hotel mewah, naik SIA hop-on bus secara gratis, hingga mengakses banyak atraksi indah yang ditawarkan oleh Singapura, termasuk penona Jewel Changi yang mampu memikat pelancong.

Disney Bicara dengan Brightline Seputar Rencana Kereta Berkecepatan Tinggi di Properti

Disney World untuk pertama kalinya mengaku kepada publik bahwa telah berbicara dengan Brightline tentang pengembangan stasiun kereta api berkecepatan tinggi di propertinya. Brightline yang juga dikenal sebagai Virgin Trains memiliki keinginan untuk membangun pemberhentian di Disney sejak 2018 lalu.

Baca juga: Redam Kebisingan, Jepang Lakukan Riset Aerodinamika Kereta Cepat dengan Terowongan Angin

Bahkan sejak tahun 2018, Brightline sudah mengajukan dokumen-dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat serta menyertakan peta yang memiliki stasiun Disney ditampilkan di sepanjang rute. Adapun rute kereta berkecepatan tinggi ini adalah untuk mengubungkan Florida Tengah ke Florida Selatan.

Tak hanya itu, di dalam rute tersebut akan mencakup stasiun hub di Bandara Internasional Orlando yang akan dibuka tahun 2022 mendatang. Namun, belum jelas apakah Disney tertarik untuk kehadiran stasiun di properti miliknya.

“Sebagai tujuan liburan utama dan perusahaan tempat kerja tunggal terbesar di Amerika Serikat, Walt Disney World Resort adalah pilihan yang jelas untuk stasiun kereta api antara Bandara Internasional Orlando dan Tampa. Kami telah melakukan percakapan dengan Virgin Train USA, dan belum membuat komitmen pasti, kami telah sepakat untuk lebih mengeksplorasi secara resmi pengembangan stasiun kereta di properti kami,” ujar juru bicara Disney yang dikutip KabarPenumpang.com dari wesh.com (17/12/2019).

Pihak Disney menambahkan, bahwa Brightline sedang mengincar Stasiun Disney dan awal tahun ini sebuah prospektus kepada investor perusahaan menyatakan telah terlibat dalam diskusi dengan pihak berwenang untuk membangun sistem kereta penumpang antara Orlando dan Tampa. Hal ini dengan pembangunan sebuah stasiun di pusat kota Tampa dan berpotensi perluasan ke Disney World.

Diketahui, konstruksi telah dimulai pada jalur kereta api yang menghubungkan Orlando dan West Palm Beach serta sebuah Depo telah dibangun untuk layanan d Bandara Internasional Orlando dekat dengan kompleks Terminal Selatan. Pejabat Brightline mengatakan pemberhentian Disney akan memberi pengunjung dan Floridia opsi bebas mobil untuk mencapai objek wisata yang paling banyak dikunjungi di negara bagian itu.

“Sebuah stasiun yang diusulkan akan menyediakan koneksi kereta langsung ke Bandara Internasional Orlando dan berfungsi sebagai segmen awal untuk perpanjangan Virgin Train di masa depan ke Tampa,” kata Wakil Presiden Senior Brightline Ben Porritt.

Baca juga: Disneyland Resort Line Hong Kong, Kereta Khusus dengan Nuansa Mickey Mouse

Brightline mengumumkan tahun lalu bahwa mereka telah bermitra dengan miliarder Inggris Richard Branson dan akan mengubah namanya menjadi Virgin Trains USA, tetapi perubahan nama itu belum diumumkan secara resmi.

Anak Ingin Terbang Sendiri? Ini yang Harus Orang Tua Persiapkan

Anak-anak terbang sendiri apakah memungkinkan? Ternyata sebagian besar maskapai penerbangan Amerika Serikat mengizinkan penumpang yang berumur lima tahun untuk terbang tanpa orang tua atau wali dengan pembelian layanan minor tanpa pendamping. Tetapi sebelum melakukan ini ternyata setiap orang tua harus menilai tempramen dan tingkat kedewasaan anak-anak mereka.

Baca juga: Tak Mau Duduk Dekat Penumpang Bawa Anak, Japan Airlines Hadirkan Peta dengan Ikon

Seorang dokter anak dan Associate Profesor di University of Washington, Mollie Grow mengatakan, setiap orang tua harus mulai dengan mengonfirmasi bahwa anak mereka bersemangat atau tidak takut dengan ide perjalanan solo? Sebab antusiasme murni ternyata tidaklah cukup. Dirangkum KabarPenumpang.com dari fodors.com, Grow mengatakan, kebanyakan anak-anak usia tujuh tahun dan dibawahnya belum siap untuk penerbangan sendiri.

“Saya pikir itu adalah zaman di mana terbang sendirian lebih merupakan pilihan terakhir. Saya sangat berhati-hati dan selektif tentang keadaan,” kata Grow.

Dia bahkan menyarankan untuk melihat dulu apa yang akan terjadi selama perjalanan. Grow mengatakan, jika anak Anda sudah pernah terbang sebelumnya, ini bisa membangun pengalaman itu. Tetapi jika bepergian dengan saudara mereka yang lebih tua maka sistem buddy akan membantu.

“Siswa kelas tiga sudah beberapa tahun bersekolah sendiri. Mereka memiliki pengalaman berinteraksi dengan orang dewasa atau orang asing dan meminta bantuan,” kata Grow.

Meskipun para remaja terlihat mandiri, tetapi sebagian besar masih membutuhkan bimbingan dari orang tua yang mempersiapkan perjalanan solo sang anak. Untuk itu para orang tua harus mempersiapkan dan memastikan anak-anak mereka membawa salinan elektronik dan cetak dari dokumen perjalanan mereka dan harus tahu cara mengatur peringatan penerbangan teks maupun email.

“Anak-anak yang lebih tua yang mengelola kondisi medis seperti ADD, asma, atau diabetes mungkin memerlukan pengingat untuk mengemas obat-obatan penting dalam barang bawaan,” tambahnya.

Biasanya bila tiket yang dibeli tanpa layanan, maskapai sering mendudukkan anak-anak tanpa pendamping di bagian depan atau belakang pesawat agar lebih mudah bagi pramugari untuk mengawasi. Tetapi ini juga tidak selalu bisa dilakukan memerhatikan anak tersebut karena mereka juga membantu penumpang lainnya.

Sedangkan bila orang tua membeli layanan minor untuk anak mereka, maka Anda bisa menemani anak hingga ke gerbang dan ketika tiba di bandara tujuan penjemput juga bisa menunggu di gerbang ketika anak itu turun. Sebelumnya ketika memesan layanan minor ini, baiknya berikan nama lengkap, alamat dan nomor telepon orang dewasa baik yang mengantar atau menjemput anak di setiap akhir perjalanan.

Tak lupa ketika mengantar anak ke gerbang, perkenalkan diri Anda kepada pramugari sebelum boarding dimulai dan bagikan informasi penting apapun tentang anak Anda. Kelly Rubingh, pemilik Family Travel Agency di San Carlos, California memberikan tips untuk orang tua yang membiarkan anak mereka beperian. Berikut tipsanya.

1. Baiknya pesan penerbangan non-stop, sebab dengan begitu bagi orang tua yang memesan tanpa layanan pendamping akan lebih dimudahkan.
2. Jika pergantian pesawat tidak dapat dihindari, rencanakan anak untuk bisa beristirahat di hotel bandara atau jika transit dan ada kerabat maka bisa membantu sampai penerbangan selanjutnya.
3. Bila bepergian sendirian jangan lupa anak dilengkapi dengan ponsel, pengisi daya, baterai cadangan dan daftar kontak darurat.
4. Lengkapi anak-anak dengan kartu kredit, debit atau apapun itu untuk memudahkan mereka dalam pembayaran dan ajarkan dalam penggunaannya untuk pembelian dalam pesawat seperti WiFi atau dalam keadaan darurat perjalanan.
5. Kemas makanan ringan dan manfaatkan pilihan makanan prabayar maskapai jika tersedia.

Baca juga: Era 40 dan 50-an, Jadi Masa Keemasan Sajian Makanan di Kabin Pesawat

“Ketika Anda mengirim anak-anak Anda ke mana saja, begitu mereka berada di luar penglihatan Anda, mereka berada di luar perlindungan langsung Anda. Kami menyadari ada jauh lebih banyak ketakutan orangtua daripada ketakutan anak. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk membuat anak kami sukses, termasuk menanamkan rasa petualangan,” kata Kevin Merritt, seorang pemandu luar Carolina Utara.

Menyelesaikan penerbangan solo dapat berfungsi sebagai dorongan kepercayaan diri untuk anak-anak, dan ritual untuk orang tua.

Enam Hal Sebelum Pilih Koper atau Tas Jinjing untuk Berlibur

Pelancong masa kini tidak suka dengan hal yang ribet dan memusingkan ketika akan bepergian ke suatu tempat. Salah satunya seperti pemilihan koper atau tas jinjing yang akan digunakan membawa barang pelancong milenial.

Baca juga: Agar Penerbangan Nyaman, Inilah Tips Bawa Koper ke Dalam Bagasi Kabin

Apalagi ketika pelancong hanya ingin liburan dalam waktu singkat biasanya akan memilih tas jinjing atau koper yang bisa masuk dalam kabin. KabarPenumpang.com melansir laman t3.com, ada enam hal yang perlu dipikirkan pelancong untuk memilih koper, ransel atau tas jinjing untuk di bawa dalam kabin.

#1 Ukuran sesuai
Biasanya maskapai berbiaya penuh memberikan kapasitas berat barang bawaan hingga 40 kg per penumpang. Namun pelancong masa kini lebih memilih dengan menggunakan maskapai berbiaya hemat (LCC) yang jarang memberikan bagasi kargo secara cuma-cuma dan hanya memberikan bagasi kabin yang berukuran 56x45x25 cm dengan berat tujuh kilogram dan ada juga yang memberikan hingga 23 kg.

#2 Gadget
Sebagai pelancong, gadget seperti tablet atau laptop seringkali dibutuhkan baik untuk menulis tentang perjalanan ataupun hal lainnya. Pilih koper yang memiliki kantong luar untuk meletakkan laptop dan tablet. Selain itu beberapa koper juga memiliki tempat kacamata hitam yang bisa berguna diakses dengan cepat ketika turun dari pesawat dan matahari terik. Kantong atau ruang di bagian luar koper juga bisa digunakan untuk meletakkan makanan dan minuman ketika berada di bandara.

#3 Dua atau empat roda
Lebih baik pilih yang empat roda dibandingkan dengan yang dua. Sebab biasanya roda empat lebih memberikan mobilitas yang baik. Bila menggunakan koper atau tas dengan dua roda pun sebenarnya tidak masalah. Tetapi jika bandara atau stasiun kereta api sangat padat dan sibuk apalagi dalam antrian, koper dua roda mengambil ruang untuk dua atau tiga orang. Sedangkan koper dengan empat roda bisa berada di samping dan lebih aman serta mudah mendorongnya.

#4 Cek keadaan koper
Sebelum membeli koper dan tas, cek pegangan dan roda karena bisa memengaruhi stabilitas koper ketika bepergian.

#5 Pilih bahan tas atau koper
Koper dengan bahan polikarbonat atau cangkang keras lebih awet ketika dibawa bepergian. Sedangkan bila bahannya lebih lunak bisa menggembungkan bagian lainnya agar barang bawaan bisa masuk lebih banyak.

Baca juga: PaQ, Amankan Barang Berharga dalam Koper dari Benturan di Bagasi

#6 Perhatikan bagian dalam
Koper lengkap dengan roda dan pegangan bisa terlihat dengan pasti dari luar. Sedangkan terkadang pembeli sering lupa melihat bagian dalamnya. Cari bagian dalam yang tahan air, lihat apakah ada kantong baik di tutup koper atau sekitar kompartemen utama. Jangan lupa cari tali kompresi yang bisa mengemas pakaian masuk leih banyak ke koper.

Ternyata Ada Makna ‘Terselubung’ di Balik Pertanyaan Awak Kabin Saat Anda Boarding

Senyum ramah, sapaan hangat, dibarengi dengan posisi kedua telapak tangan saling menempel yang mengisyaratkan penyambutan dari awak kabin menjadi pemandangan lumrah yang akan Anda dapati sesaat sebelum Anda masuk ke dalam sebuah kabin pesawat. Bagi sebagian orang, pemandangan seperti ini bisa menandakan awal perjalanan udara mereka – namun tidak sedikit juga dari penumpang yang kerap mengacuhkannya.

Baca Juga: Bingung Saat di Dalam Pesawat? Inilah Pertanyaan Favorit untuk Awak Kabin

Jika Anda ‘beruntung’, Anda akan mendapatkan pertanyaan “duduk di seat nomor berapa, Pak/Bu?”. Nah, tahukah Anda maksud dibalik pertanyaan tersebut?

Mungkin Anda langsung mengasumsikan pertanyaan tersebut hanyalah sebuah basa-basi yang dilontarkan oleh awak kabin kepada penumpang. Atau mungkin Anda beranggapan bahwa mereka akan membantu Anda untuk mengetahui dimana Anda harus duduk. Namun ternyata dua jawaban tersebut salah! Lalu, untuk apa awak kabin melontarkan pertanyaan semacam itu?

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cosmopolitan.com, adapun tujuan dari dilontarkannya pertanyaan semacam itu adalah agar awak kabin bisa memastikan kesehatan dan kebugaran penumpang sebelum mengudara – memastikan penumpang berada dalam kondisi prima.

Hal ini ‘dibocorkan’ oleh awak kabin dari maskapai penerbangan Condor, Myriam Mimi. Ia menyebutkan bahwa wajar adanya jika seorang pramugari meminta Anda untuk menunjukkan boarding pass dan melihat data di dalamnya. Dari sini, seorang awak kabin bisa menilai apakah penumpang terkait berada dalam kondisi prima atau tidak.

“Saya sebenarnya menganalisa penumpang – apakah mereka mabuk, sakit, emosi, atau takut,” tutur Myriam.

Menurut Myriam, tindakan semacam ini menjadi sangat penting bagi awak kabin – karena ditahap ini, awak kabin akan melakukan ‘screening’ guna menghindari sesuatu yang tidka diinginkan di dalam penerbangan.

“Alih-alih mengatasinya ketika pesawat sudah berada di udara, alangkah jauh lebih baik jika dituntaskan di darat (mencegah),” terangnya.

“Sebut saja ketika ada seorang penumpang yang pucat pasi ketika memasuki pesawat. Di situ kami dapat mengeluarkannya dari penerbangan mengingat tidak ada satupun dari penumpang atau awak kabin yang menginginkan penyakit dari si penumpang pucat tersebut,” sambung Myriam.

Baca Juga: Punya Standar Tinggi, Inilah Rasanya Jadi Awak Kabin Emirates

Tentu saja penumpang yang tengah tidak fit ini tidak dikeluarkan dari penerbangan begitu saja, melainkan mereka akan dirujuk ke klinik atau rumah sakit guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Jadi, jangan pernah ragu untuk menjawab pertanyaan dari para awak kabin di pintu pesawat, ya!

Bertukar Kursi di Penerbangan, Nenek ini Akhirnya Mewujudkan Mimpi Duduk di Kelas Satu

Pernah tidak membayangkan ketika akan bepergian dengan pesawat dan membeli tiket kursi ekonomi tiba-tiba ada seseorang baik hati bertukar dengan tiketnya di kelas satu atau kelas bisnis? Sepertinya ini adalah hal yang mustahil. Tapi tidak bagi seorang nenek 88 tahun dan pria muda yang berangkat dari New York menuju ke London.

Baca juga: Hiii, Penumpang Virgin Atlantic Temukan Celana Dalam Bekas Pakai Saat Boarding!

Cerita bahagia ini menjadi viral setelah seorang pramugari Virgin Atlantic di mana kedua orang ini naik dalam penerbangan ketika dia bertugas. Leah Amy mempostingnya dalam laman Facebook pribadi cerita dua orang ini. Postingan yang diunggah pada 10 Desember 2019 kemarin menuliskan bahwa seorang pria muda bernama Jack telah membeli tiket kelas satu untuk dirinya dan keluarga dalam penerbangan dari New York menuju ke London.

Violet yang menikmati penerbangan kelas satunya (mirror.co.uk)

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (17/12/2019), saat itu Jack bertemu Violet di bandara sembari bertukar cerita. Dari situ pria muda ini kemudian memutuskan berganti tempat duduk dengan nenek 88 tahun itu.

“Ketika dia naik, Jack pergi dan menemukan Violet dalam kabin kelas ekonomi dan kemudian bertukar kursi dengannya. Setelah bertukar, dia duduk di barisan kursi tepat di sebelah toilet ekonomi dan tidak pernah mengintip atau meminta apapun selama penerbangan. Tidak membuat keributan, tidak ada perhatian dan benar-benar melakukannya karena kebaikan hatinya sendiri, tidak ada yang memintanya,” tulis Amy di laman Facebooknya.

Bahkan Amy mengakui dari ratusan penerbangan yang sudah dia lakukan dirinya merasa senang pernah menjaga para pesepakbola, supermodel dan beberpa bintang film Hollywood. “Tetapi izinkan saya memberi tahu Anda tentang dua penumpang favorit yakni Jack dan Violet,” tulisnya lagi.

Violet dan awak kabin Virgin Atlantic (mirror.co.uk)

Amy mengatakan, duduk di kursi depan adalah mimpi Violet dan Jack telah mewujudkannya. “Kau seharusnya melihat wajahnya ketika aku menyelimutinya tidur setelah makan malam,” tambahnya.

Amy menuliskan Violet mengatakan putrinya tidak akan percaya padanya dan ingin selfie untuk membuktikannya. Sayangnya nenek ini tak memiliki telepon atau alamat email dan Amy mengatakan akan mengirim foto itu melalui pos besok setelah tiba di London.

Karena postingannya ini viral, banyak warganet yang mengomentari cerita singkat miliknya ini. “Anak muda yang luar biasa,” tulis seorang warganet.

Baca juga: Tak Perlu Make Up, Kini Pramugari Virgin Atlantic Bisa Tampil Natural

“Kamu berhak mendapat tiket kelas satu perjalanan berikutnya dari maskapai. Aku mencintaimu menjadi cucuku.”

Warganet lainnya menambahkan, “Kisah yang sangat indah…. Anda adalah pria luar biasa untuk melakukan ini untuknya.”

AeroSlider Konsep Kereta dengan Kecepatan 804 Km Per Jam

Sebuah konsep kereta yang berkecepatan tinggi nantinya akan menggunakan sistem yang terhubung dengan portal elektromagnetik. Kereta ini nantinya akan mampu berjalan dengan kecepatan 804 km per jam atau 500 mil per jam. Kereta tersebut merupakan konsep AeroSlider yang bisa dikatakan seperti ada dalam film fiksi ilmiah.

Baca juga: Virgin Hyperloop One Coba Jajaki Mumbai dan Pune

Dilansir KabarPenumpang.com dari interestingengineering.com (30/11/2019), kereta ini dalam konsep akan di desain strategis hybrid. Sebelum ini pun bahkan diketahui banyak yang telah membuat sistem kereta api baru yang konon lebih efisien, lebih nyaman dan lebih berkelanjutan daripada semua bentuk perjalanan tradisional.

Sistem terbaru yang disebut AeroSlider ini secara harafiah bisa dikatakan kereta tanpa jejak dan mengambang di udara melalui serangkaian loop bermanet dengan tinggi 18 meter. Loop yang digunakan untuk mendorong kereta ini dengan kecepatan lebih dari 804 km per jam.

Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa ini adalah kecepatan jelajah rata-rata pesawat yang berarti bahwa kereta ini akan menawarkan perjalanan dengan kecepatan yang sama. Bahkan banyak orang yang menggambarkan penemuan mereka sebagai sistem penumpang tanpa rel yang menghubungkan kota-kota terpadat di benua Eropa, Afrika dan Asia.

Lebih jauh, Manyone mengklaim sistem tersebut dapat “didukung oleh sumber energi lokal” dan memiliki sistem untuk mengurangi kebutuhan energi kereta.

“Penggabungan reservoir helium dalam kapsul mengurangi berat efektif sekitar 10 persen, mengurangi energi yang diperlukan untuk propulsi,” menurut situs web perusahaan.

Tak hanya itu, banyak orang telah membayangkan AeroSlider ideal untuk perjalanan panjang. Kereta ini dilengkapi dengan “lintasan rel, area plaza terbuka, restoran, bar, pusat kebugaran, dan ruang serba guna yang dapat mengakomodasi pertemuan dan bekerja saat bepergian.”

Selain itu, mobil penumpang AeroSlider sangat besar dengan panjang 250 meter, menawarkan kenyamanan terbaik bagi mereka yang ada di dalamnya. Nantinya, jika berhasil, sistem tersebut dapat memberikan Hyperloop Elon Musk untuk mendapatkan uangnya.

Baca juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Hyperloop Transportation Technologies Siap Uji Coba Quintero One

Sejauh ini sistem kereta miliarder itu “hanya” mencapai kecepatan 324 kilometer per jam menggunakan mobil ekstra kecil. Meski begitu, untuk saat ini, AeroSlider tetap tidak lebih dari sebuah konsep, tetapi tetap menarik.

Mudahkan Komunikasi Penumpang dan Staf, ANA Rilis “Pocketalk” Perangkat Penerjemah di 50 Bandara

Guna memudahkan komunikasi antara penumpang dengan staf maskapai, All Nippon Airways (ANA) memperkenalkan perangkat penerjemahan interaktif yang bernama Pocketalk. Pengenalan perangkat ini tersebar di 50 bandara yang ada di Negeri Sakura. Adapun produsen dari perangkat Pocketalk ini adalah Sourcenext yang berbasis di Jepang. Menurut pihak ANA, penerjemah bahasa real-time ini mampu menerjemahkan hingga 74 bahasa – termasuk beragam dialek dan idiom yang biasanya dilontarkan oleh para pelancong.

Baca Juga: Punya Keterampilan Multibahasa, Awak Kabin Berpeluang Sukses Lebih Besar

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman businesstraveller.com (18/12), kemampuan dari Pocketalk ini tidak hanya sebatas menerjemahkan saja, melainkan juga bisa mengkonversi hasil terjemahan ke dalam bentuk teks dan suara. Tapi, hanya 55 bahasa saja yang bisa diubah ke dalam bentuk teks dan suara, 19 bahasa sisanya hanya bisa dikonversi ke dalam bentuk teks saja.

Layaknya perangkat penerjemahan yang jauh lebih populer, Google Translate, Pocketalk  juga membutuhkan koneksi internet untuk bisa menggunakannya. Kehadiran mikrofon pada bagian bawah Pocketalk akan berfungsi untuk menangkap suara yang dilontarkan oleh para penggunanya. Agar berfungsi, pengguna harus menekan tombol yang ada di bagian tengah Pocketalk untuk merekam dan nantinya dialih-bahasakan.

Pocketalk. Sumber: businesstraveller.com

“Dengan menggunakan perangkat ini, staf ANA akan lebih siap untuk berinteraksi dengan penumpang dimana sebelumnya staf kami sedikit kesulitan untuk berkomunikasi dengan mereka,” tulis ANA di dalam siaran pers.

Tertanggal 18 Desember kemarin, perangkat perdana dari Pocketalk ini ditampilkan di lobi dan gate keberangkatan Bandara Osaka International Itami. Rencananya, akan ada 200 unit Pocketalk yang tersebar di 50 bandara di Jepang yang mungkin akan mulai dioperasikan pada tahun 2020 mendatang.

Baca Juga: Ini Dia! Pekerjaaan Favorit Yang Asyik Dilakukan Sembari Liburan

Ya, hadirnya perangkat ini seolah menjawab kegundah-gulanaan pelancong yang datang ke Jepang, mengingat Jepang merupakan salah satu negara yang sedikit kesulitan berbicara bahasa Inggris (bahasa internasional). Bukan tidak mungkin dengan hadirnya Pocketalk ini, akan meningkatkan jumlah pelancong di negara yang terkenal dengan kartun Manga-nya ini.

Respon Kisruh Tarif, Maxim Ajak Pengemudi Ojol Kompetitor untuk Bergabung

Setelah adanya penyegelan yang terjadi terhadap kantor ojek online Maxim, perusahaan ride hailing asal Rusia tersebut akhirnya buka suara masalah tarif murah mereka. Menurut pihak Maxim, tarif yang mereka miliki sudah menguntungkan baik bagi penumpang maupun pengemudi.

Baca juga: Belum Lama di Indonesia, Ojol Maxim Ternyata Berasal dari Rusia

KabarPenumpang.com mengutip dari cnbcindonesia.com (20/12/2019), humas Maxim Maria Pukhova mengatakan, tarif yang mereka berikan telah dikalkulasi berdasarkan upah pendapatan daerah yang berlaku. Sehingga hal ini membuat Maxim berusaha membantu baik pelanggan maupun driver ojol mendapat layanan yang ramah di kantong.

“Sehingga hal tersebut menjadi keuntungan bersama baik untuk pengemudi ojol maupun pelanggan. Khususnya bagi para pengemudi ojol, order mereka akan menjadi lebih banyak penghasilan mereka pun akan terjamin. Ide kami adalah untuk membuat tarif ojol tersebut lebih adil untuk semua orang, itulah sebabnya tarif bawah dan tarif atas di setiap propinsi, harus menyesuaikan dengan UMR di setiap provinsi,” ujar Maria.

Diketahui Maxim menetapkan tarif minimalnya Rp1.850 per kilometer dengan tarif batas atas Rp2.300 per kilometer sesuai dengan aturan. Bedanya di penetapan per empat kilometer awal Maxim menetapkan Rp3.000 sedangkan GoJek dan Grab Rp7.000 hingga Rp10.000

Karena hal ini pelanggan GoJek dan Grab memilih untuk berpindah ke yang lebih murah. Maria menambahkan, pihak Maxim sendiri membuka diri untuk para driver dari ojol lain untuk bergabung.

“Para pengemudi ojol dari kompetitor yang melakukan aksi protes sebenarnya bisa mendaftar dan bekerja bersama kami,” kata dia.

Bahkan dia mengatakan, para pengemudi itu bisa mendapat penghasilan lebih besar bila bergabung dengan Maxim, sehingga tidak perlu melakukan aksi yang merugikan banyak pihak. Maria menambahkan, aksi para pengemudi ojol dari kompetitor lain ini sebenarnya merupakan intimidasi yang tidak dibenarkan secara hukum.

“Aksi protes yang mengarah kepada kekerasan, intimidasi sampai persekusi sama sekali tidak dibenarkan,” ujarnya.

Sebenarnya, pada 2 September 2019 kemarin, Menteri Perhubungan sudah memberlakukan Keputusan Menteri No.348/2019 tentang tarif ojek online yang terdiri dari tarif langsung dan tak langsung. Tarif langsung ditentukan pemerintah dan tarif tidak langsung oleh aplikator seperti Grab dan Gojek.

Baca juga: Resmi, Tarif Ojol Naik di Seluruh Indonesia, Ini Dia Kisarannya!

Kemenhub menyusun tarif langsung berdasarkan zonasi:
* Zona I (Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek): Rp1.850 hingga Rp2.300 per km dengan biaya minimal Rp7.000 hingga Rp10.000
* Zona II (Jabodetabek): Rp2.000 hingga Rp2.500 per km dengan biaya minimal Rp8.000 hingga Rp10.000
* Zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya): Rp2.100 hingga Rp2.600 dengan biaya minimal Rp7.000 hingga Rp10.000

Tak Jadi Dicoba, QR Code Ticketing MRT Jakarta Tertunda Beberapa Hari

QR Code ticketing yang seharusnya sudah bisa digunakan pada hari Kamis lalu (19/12/2019) untuk uji coba harus tertunda beberapa hari kedepan. Pasalnya saat ini aplikasi MRT yang sudah ada belum dilengkapi dengan fitur pembayaran dengan kode QR tersebut.

Baca juga: Kadishub DKI Usulkan Pergeseran Rute MRT Jakarta Fase III

Direktur Utama PT Masss Rapid Transit (MRT) William Sabandar mengatakan aplikasi saat ini untuk fitur terbaru masih dalam bentuk Beta. Menurutnya kemungkinan akan didemonstrasikan beberapa hari kedepan.

QR COde Tuntuk pembayaran tiekt MRT Jakarta (KabarPenumpang.com)

“Kita harusnya sudah mulai coba, tapi ada beberapa hal dan masih dalam bentuk Beta. Kita berharap beberapa hari kedepan bisa demonstrasikan dan teman-teman wartawan bisa hadir,” ujar William di kantornya, Kamis (19/12/2019).

Dia menambahkan, target penggunaan QR Code untuk metode pembayaran ticketing sudah bisa digunakan pada Desember 2019. Saat ini, sebenarnya gate untuk scan QR Code sudah ada di depan gate kartu Single Trip dan Multi Trip. William mengatakan, untuk pembayaran ticketing melalui aplikasi MRT bisa menggunakan Dana, Ovo, GoPay dan Lik Aja.

“Yang jelas metode pembayaran sudah ada empat dan ini semua akan bisa digunakan di semua stasiun nantinya. Kecepatan pembaca alat scan QR Code ini 0,31 detik per sekali masuk,” jelas William.

Tak hanya itu, saat ini penumpang MRT per hari sudah mencapai 94.785 penumpang. William menjelaskan, kenaikan penumpang ini ada dua faktor yakni berlakunya kartu multi trip MRT Jakarta dan faktor cuaca.

“Saat hujan ini, masyarakat banyak yang beralih menggunakan MRT Jakarta. Bisa dikatakan, hujan bawa berkah untuk MRT,” tambah William.

Dia menjelaskan, saat ini MRT Jakarta sudah bekerja sama dengan pelayanan parkir di Gelora Bung Karno (GBK). Adapun kawasan yang dimanfaatkan adalah parkir timur senayan dan ini memudahkan pengguna kendaraan pribadi memarkirkan kendaraan mereka dan menggunakan MRT untuk menuju ke pusat kota.

“Jadi parkir ini kerja sama sehingga memudahkan pengguna kendaraan pribadi untuk parkir di GBK dari pada di tempat parkir lainnya,” kata William.

Baca juga: Delapan Bulan Beroperasi, MRT Jakarta Hampir Angkut 20 Juta Penumpang!

Untuk diketahui dalam menyambut malam Tahun Baru 2020, MRT Jakarta memiliki pola operasional tanggal 31 Desember 2019 yang berbeda dari biasanya. Pada hari biasa MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Namun pada 31 Desember 2019 MRT akan menambah 2,5 jam operasionalnya menjadi 02.30 WIB karena untuk memudahkan masyarakat ibukota yang merayakan Tahun Baru yang tidak membawa kendaraan pribadi dan sulit keluar karena kepadatan.