KOMUTER, sebuah aplikasi jadwal kereta dan social network yang dibuat pertama kali di tahun 2013 dan diperbaharui pada tahun 2018 terus melakukan pembaruan pada aplikasi demi meningkatkan kenyamanan penggunanya. Fitur yang diluncurkan kali ini merupakan format update 2.1.0 yang memungkinkan pengguna dapat mendengarkan podcast langsung dari aplikasi dan menjadi Host di stasiun yang sering dikunjungi.
Baca juga: Google Maps Mudahkan Pengguna Kereta dan Bus di India Dapatkan InformasiMendengarkan Podcast Langsung dari Aplikasi Komuter
Melalui menu Eksplor, pengguna aplikasi Komuter bisa langsung mendengarkan podcast tanpa harus berpindah ke aplikasi lainnya. Podcast yang tersedia saat ini adalah hasil kurasi dari tim editor yang akan dipilih setiap minggunya. Jenis podcast yang ditampilkan bervariasi, mulai dari membicarakan transportasi publik, gaya hidup,
hingga, hobi dan self-development.
Dari survei yang dirilis oleh DailySocial.id tahun 2018, menunjukkan bahwa pendengar podcast di Indonesia didominasi usia 20-25 tahun sebesar 42,12 persen dan diikuti oleh kelompok usia 26-29 tahun dan 30-35 tahun. Masih dari survei yang sama, diketahui bahwa 36 persen pendengar podcast mendengarkan podcast selama dalam perjalanan
(commuting), dan inilah yang dimanfaatkan oleh Aplikasi Komuter untuk membuat para pelaju di ibukota lebih nyaman dalam perjalanan.
Founder Komuter, Gage Batubara, mengungkapkan, “Penambahan fitur Eksplor akan terus dikembangkan. Pada saat ini, Komuter baru mampu mengakomodir podcast, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa di masa depan, Komuter akan berkolaborasi dengan pihak lain untuk mengakomodir kebutuhan lain seperti penambahan artikel atau informasi yang menarik dan bermanfaat bagi para pelaju atau para commuter. Dengan ditambahkannya fitur-fitur baru di Komuter, kami berharap para pengguna transportasi publik dapat lebih mudah menemukan berbagai informasi yang dibutuhkan sehingga membuat perjalanan mereka menjadi lebih nyaman.”
Selain mendengarkan podcast sesuai dengan topik yang diminati, pengguna aplikasi juga tetap bisa berinteraksi dalam fitur social network yang diatur pengelompokkannya
berdasarkan stasiun. Fitur interaksi antar pelaju ini diharapkan dapat memberikan informasi terkini apabila terjadi kendala pada moda transportasi atau di stasiun
setempat. Fitur ini juga memudahkan pelaju untuk bisa berinteraksi dengan pengguna layanan transportasi publik dari stasiun yang sama.
Badge Host di Stasiun
Fitur lain yang diluncurkan pada Komuter 2.1.0 adalah pemberian badge “Host” kepada user yang menjadi admin di stasiun yang sering dikunjungi. Admin ini akan menjaga
keamanan dan kenyamanan pengguna dalam berinteraksi di masing-masing stasiun serta diharapkan bisa memberikan informasi terkini jika ada kendala pada moda transportasi atau stasiun yang bersangkutan. Host juga memiliki wewenang untuk menghapus postingan jika dirasa membahayakan dan bermuatan SARA.
Baca juga: “The Rail Saarthi,” Aplikasi Mirip KAI Accsess Untuk Penumpang Kereta di India
Untuk saat ini badge Host diberikan kepada pengguna terpilih, tapi kedepannya badge Host ini bisa didapatkan pengguna dengan mengumpulkan poin. Untuk saat ini, aplikasi Komuter baru tersedia tersedia bagi para pengguna perangkat komunikasi yang didukung oleh iOS dan dapat diunduh langsung melalui Aps Store. Sementara untuk versi Android masih dalam tahap pengembangan.
Sebagai salah satu dukungan MRT Jakarta untuk Perayaan 25 Tahun hubungan antara Jakarta dan Berlin sebagai Sister City, maka akan dilakukan kegiatan “Mural Persahabatan” di Terowongan Kendal, Dukuh Atas, oleh seniman dan juga arsitek ternama dari Berlin, Jesko Malkolm Johnsson Zahn, atau yang lebih dikenal dengan nama seniman Snyder, serta seniman Darbotz, dengan sejumlah seniman Jakarta dengan melibatkan Dewan Kesenian Jakarta sebagai kurator karya tersebut.
Baca Juga: Gandeng ITDT, MRT Jakarta Siap ‘Manjakan’ Pejalan Kaki dan Pesepeda
Berdasarkan siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (24/7), Snyder memiliki pengalaman dalam menciptakan arsitektur lintas disiplin seperti infrastruktur transportasi ke perumahan dan lukisan mural berukuran besar pada instalasi di ruang publik, sedangkan Darbotz terkenal dengan mural berkarakter cumi yang mencerminkan situasi kota Jakarta yang ia hadapi sehari-hari. Kegiatan Mural Persahabatan rencananya akan dilakukan pada 23 sampai 25 Juli 2019.
Pemilihan Terowongan Kendal sebagai tempat kegiatan mural ini adalah bagian dari upaya memberikan pengalaman bagi pejalan kaki sehingga berjalan kaki tidak sekadar sebagai kegiatan berpindah tempat semata, melainkan pejalan kaki dapat menikmati nilai estetika dari proses berjalan kaki tersebut.
Terowongan Kendal merupakan salah satu akses pejalan kaki yang menghubungkan sejumlah moda transportasi publik yang ada di kawasan Dukuh Atas, yaitu MRT Jakarta, kereta Commuterline, KA Bandara, dan bus Transjakarta. Kawasan ini telah dicanangkan sebagai Kawasan Berorientasi Transit (Transit Oriented Development) pertama untuk memadukan fungsi transit dengan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang bertujuan untuk mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang.
PT MRT Jakarta sebagai operator Kawasan Terintregasi Dukuh Atas yang diresmikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan pada tanggal 30 April 2019, berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya integrasi antarmoda dan aksesibilitas yang lebih baik bagi pejalan kaki dengan mendukung inovasi perpaduan antara ruang publik dengan perkembangan dunia kreatif salah satunya melalui Mural Persahabatan yang dilakukan oleh iMural dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Baca Juga: BlueBird dan MRT Jakarta Sepakat Lakukan Studi Integrasi Layanan dalam Enam Bulan
Tema Mural Persahabatan menggambarkan kemitraan dua kota, yaitu Jakarta dan Berlin yang secara geografis, administratif dan politik berbeda, namun berpasangan untuk menjalin hubungan sosial antar masyarakat dan budaya. MRT Jakarta mendukung peresmian Mural Persahabatan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, dan Dewan Kesenian Jakarta yang direncanakan pada tanggal 5 Agustus 2019.
Menikmati layanan di penerbangan dengan layanan penuh (full service), salah satu layanan yang diberikan pada penerbangan penuh adalah meals atau makanan. Namun bagaimana jika makanan yang didapatkan tidak sesuai ekspektasi dan justru sajiannya terlihat seperti makanan untuk binatang peliharaan seperti anjing?
Baca juga: Kecewa Makanan Tak Sesuai Harga Tiket, Penumpang Tak Lagi Mau Naik British AirwaysKabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (2/7/2019), seorang penumpang bernama Erik Booher yang membayar penerbangannya dengan harga £700 atau Rp12,5 juta merasakan kekecewaaan terhadap makanan yang didapatkannya.
(The Sun)
Saat itu tanggal 9 Juni 2019, Erik bepergian dengan British Airways dari Texas ke London. Dalam penerbangan layanan penuh itu, Erik mendapat makanan.
“Saya ingin mengatakan bahwa sajian itu terlihat mengerikan namun rasanya memang lezat.” keluhnya di media sosial.
Tak hanya itu, dirinya pun mengunggah foto-foto dari penerbangan tersebut dimana ayam, sayuran tercampur dalam saus krim yang beku dan seperti tidak terdefinisikan bentuknya.
Dia pun kembali berkicau di Twitter, “British Airways hati-hati. Bila melanjutkan ini, Anda tidak akan pernah mendapatkan bintang Michelin itu.”
@ShashaLondon menjawab online: “Ya Tuhan apa itu?”
Karena hal ini, juru bicara British Airways memohon maaf bila standar makanan mereka jatuh dan sangat jauh dari harapan pelanggan pada penerbangan itu.
“Kami bangga dengan kualitas makanan yang kami tawarkan di atas kapal, dan telah banyak berinvestasi dalam katering kami, di semua kabin.”
Namun, ini bukan pertama kalinya seorang pelanggan mengeluh tentang makanan yang disajikan pada penerbangan British Airways. Awal tahun ini, Steve Kro dan rekannya merasa “jijik” setelah diberikan sereal bar dan croissant untuk sarapan alih-alih bahasa Inggris penuh tradisional pada lampu 12 jam mereka ke Grand Cayman.
Pasangan dari Birmingham, West Midlands, membayar total £2 ribu untuk meng-upgrade tempat duduk mereka untuk penerbangan kembali dari Heathrow untuk tiket World Traveler Plus perusahaan. Penumpang lain, Andrew Hedge, terkejut telah dilayani “roti kering” diolesi dengan krim keju pada penerbangan £1.200 dari Heathrow ke Miami.
Baca juga: Setelah Insiden Kecoa, Kini Belatung Hidup ‘Tersaji’ di Makanan Pakistan International Airlines
Pengusaha itu bersumpah untuk tidak pernah terbang BA atas “lelucon mutlak tentang makanan” tahun lalu. Insiden makanan pesawat lainnya termasuk sandwich ayam “sedih” tanpa banyak ayam dan makanan yang dibuat 16 bulan sebelum disajikan.
Landasan pacu ketiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan mulai dibuka pada Agustus 2019. Kehadiran landasan pacu ketiga ini sendiri untuk meningkatkan kapasitas bandara tersebut.
Baca juga: Garuda Indonesia Gunakan Bus Listrik untuk Operasional Karyawan di Bandara Soekarno-Hatta
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, secara teknis landasan pacu ketiga tersebut sudah siap untuk dioperasikan. Dia mengatakan, pemerintah mengusulkan pengoperasian landasan pacu baru tersebut pada pertengahan Agustus 2019 mendatang.
Meski sudah bisa dioperasikan, Budi Karya mengatakan, pemerintah memutuskan untuk mengikuti Prosedur Operasi Standar (SOP) dan memberi tahu maskapai terlebih dahulu.
“Satu-satunya yang tersisa untuk dilakukan sekarang adalah meningkatkan koordinasi dengan (otoritas navigasi udara) AirNav dan menjalankan beberapa prosedur sekali lagi,” ujarnya yang dikutip KabarPenumpang.com dari airport-technology.com (23/7/2019).
Dari laman setkab.go.id, landasan pacu ini akan meningkatkan volume penerbangan hingga 40 persen dari yang saat ini 81 lepas landas menjadi 114 lepas landas pesawat dalam satu jamnya. Landasan pacu baru ini membentang dengan panjang 2500 meter dan akan diperluas menjadi tiga ribu meter pada November 2019.
“Pada bulan September atau Oktober tahun ini ketika landasan pacu 3000 meter selesai, kapasitas akan meningkat menjadi 100 juta penumpang per tahun,” tambahnya.
Selama inspeksi, Budi juga menghadiri uji penerbangan di landasan baru dan seorang pilot (yang terlibat dalam uji penerbangan) mengatakan itu jelas (pendaratan), yang berarti bahwa landasan sepenuhnya siap.
Bandara Internasional Soekarno–Hatta adalah bandara terbesar di Indonesia yang melayani wilayah Indonesia. Ini juga merupakan salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara yang melayani sekitar 63 juta penumpang per tahun.
Bandara ini telah beroperasi dua atau tiga kali lipat dari kapasitasnya selama beberapa dekade terakhir. Bandara menerima sekitar 112 juta penumpang tahun lalu, menurut data dari Badan Pusat Statistik. Landasan pacu baru merupakan bagian dari rencana peningkatan bandara yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas menjadi 51 juta pelancong setiap tahun pada akhir 2019.
Baca juga: Pasca Lebaran, TransJakarta Buka Rute ke Bandara Soekarno-Hatta
Selain itu, bandara ini memodernisasi Terminal 1 dan 2, yang akan meningkatkan kapasitas mereka menjadi 36 juta penumpang per tahun. Proyek modernisasi akan menelan biaya Rp3,2 triliun ($229juta). Bandara ini juga membangun terminal keempat dengan total investasi Rp11 triliun ($787,9 juta), yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2024.
Tak bisa dipungkiri saat ini dunia pariswisata Indonesia semakin berkembang setelah beberapa daerah yang dulunya menutup diri kini membuka diri mereka untuk dikunjungi para pelancong baik domestik maupun mancanegara. Salah satunya adalah Banyuwangi, kota yang berada di ujung timur Pulau Jawa dan juga dekat dengan pintu masuk pelancong mancanegara di Indonesia yakni Bali.
Baca juga: Mantapkan Eksistensi Internasional, Citilink Buka Rute Banyuwangi – Kuala Lumpur
Hal ini kemudian membuat maskapai hijau Citilink akan membuka penerbangan langsung mereka dari Denpasar menuju Banyuwangi untuk mengantarkan dan mempercepat para pelancong yang ingin mengunjungi kota tersebut. Rute ini sendiri merupakan strategi untuk menarik lebih banyak pelancong asing ke Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, Citilink rute baru dari Denpasar -Banyuwangi akan dibuka pada Agustus 2019 ini. Dia mengatakan, pihaknya sdah bertemu dengan Citilink beberapa waktu lalu setelah rute Manado-Banyuwangi berjalan.
“Jadi, setelah rute Manado-Banyuwangi yang sudah jalan, Citilink akan ekspansi rute Bali-Banyuwangi ini. Ini akan berdampak positif pada geliat pariwisata Banyuwangi dan pelancong semakin dimudahkan berkunjung ke wilayah ujung timur Pulau Jawa,” ujar abdullah yang dikutp KabarPenumpang.com dari republika.co.id (23/4/2019).
Dia menambahkan, kehadiran rute baru Xpress Air dari Banjarmasin-Banyuwangi PP yang akan beroperasi pada Agustus 2019 juga menjadi salah satu yang membuat pihaknya optimis terhadap perkembangan wisata di daerahnya tersebut.
Namun, apakah efektif adanya rute Denpasar-Banyuwangi ini? Pasalnya jarak antara Banyuwangi dan Bali yang bisa dikatakan cukup dekat. Hal tersebut kemudian dijawab oleh VP Cargo dan Ancillary Citilink Indonesia Harismawan Wahyu Adi dimana Citilink dan Kementerian Pariwisata sudah menggelar Focus Group Discussion (FGD) penguatan rute internasional Kuala Lumpur-Banyuwangi.
Dalam FGD itu juga mereka membahas strategi baru Citilink untuk menarik wisatawan ke Banyuwangi dengan membuka rute baru dari Denpasar menuju Banyuwangi.
“Rute Denpasar-Banyuwangi PP dibuka untuk menarik wisatawan dari Malaysia, sekarang kan sudah berjalan Kuala Lumpur-Banyuwangi, jadi wisatawan Malaysia yang ke Banyuwangi nantinya bisa langsung ke Bali, lalu pulang dari sana. Sebaliknya wisatawan yang ke Bali, bisa lanjut berlibur ke Banyuwangi, lalu balik ke Malaysia,” ujar Haris.
Saat ini Citilink juga sudah membuka rute Manado-Banyuwangi sejak bulan lalu. Tak hanya itu Citilink juga berencana membuka rute Balikpapan-Banyuwangi dan Yogyakarta-Banyuwangi. Haris menambahkan, Banyuwangi akan dijadikan mini hub bagi Citilink.
Baca juga:Nikmati Alam Banyuwangi dengan Lori Wisata Kalibaru
“Kami mau jadikan Banyuwangi sebagai mini hub. Beberapa titik kami hubungkan dengan Banyuwangi. Tujuannya mengoneksikan dari luar ke Banyuwangi. Kita create beyond-nya. Tujuannya adalah mendatangkan wisatawan mancanegara,” kata Haris.
Menyusul pemberitaan Airbus A321neo yang memiliki masalah dengan pitch yang sedikit berlebihan, sumber internal dari Airbus menyebutkan bahwa kini mereka akan mengembangkan “pembaruan sistem kontrol penerbangan” untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, pembaruan ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak akan tersedia hingga kuartal ketiga tahun 2020 mendatang.
Baca juga:Akhirnya! Boeing Akui Adanya Kesalahan Sistem pada Boeing 737 MAX 8
Dikutip dari laman FlightGlobal, pitch-up yang berlebihan hanya memengaruhi A321neo dalam beberapa kasus tertentu saja dan hanya jika dikombinasikan dengan manuver tertentu. Faktanya, ada empat kondisi yang memengaruhi masalah pitch pada A321neo tersebut, meliputi:
1. Ketinggian pendekatan rendah di bawah 100 kaki
2. Dalam kondisi pendaratan tertentu
3. Centre-of-Gravity yang mundur ke arah belakang
4. Dengan kru melakukan manuver dinamis – seperti berkeliling, misalnya
Rupanya, hanya dalam kondisi inilah pesawat dapat memasuki kondisi pitch-up yang dianggap oleh Otoritas Penerbangan Eropa – European Aviation Safety Agency (EASA) ” sedikit berlebihan”. Kendati cukup berisiko untuk menimbulkan kecelakaan, sebenarnya petugas yang tengah mengendalikan Airbus A321neo dapat dengan aman mengendalikan pesawat ini – tidak seperti masalah yang dialami Boeing dengan sistem MCASnya. Solusi bagi para pilot yang kebetulan mengalami kendala pada pitch ini adalah dengan mengambil alih penerbangan secara manual.
Untuk saat ini, EASA mengarahkan setiap operator (khususnya para pilot dan ko-pilot) untuk sigap mengambil alih penerbangan apabila indikasi pitch yang berlebihan mulai terasa di dalam penerbangan.
“Tidak diperlukan pelatihan khusus bagi para pilot untuk mengatasi permasalahan pitch ini,” ujar salah satu juru bicara dari EASA.
Bagi Anda yang masih bingung terkait pitch, ini merupakan kondisi dimana pesawat mengalami pergerakan seperti permainan jungkat-jungkit (naik turun pada bagian depan dan belakang pesawat) di luar skenario penerbangan.
Baca Juga: Qantas Pesan 36 Unit Airbus A321XLR, Mulai Diterima Pertengahan 2024
Menanggapi pemberitaan ini, pihak Airbus mengatakan, “pihak maskapai telah diberitahu terkait masalah pitch ini dan kami akan sesegera mungkin menyelesaikan masalah ini,”
Hingga saat ini, pihak Airbus masih belum mau mengomentari lebih jauh terkait masalah pitch ini.
Tak punya tiket, seorang bocah laki-laki berhasil naik pesawat dan tiba di Bandara Heathrow, London. Kemudian bocah berusia 13 tahun yang tanpa pendamping tersebut tengah diinterogasi oleh pihak kepolisian.
Baca juga: Tak Mau Duduk Disebelah Bocah 3 Tahun, Wanita di Kabin Pesawat Ternyata Mabuk
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman independet.co.uk (15/7/2019), setelah dipastikan anak tersebut tidak memiliki dokumentasi yang jelas, semua penumpang pesawat harus mengalami keterlambatan keberangkatan dan kembali ke gerbang keamanan untuk pemeriksaan. Seorang penumpang bernama Rachel Richardson membagikan insiden itu di akun Twitternya, “Jadi saya selamat dari enam jam menunggu di Heathrow, tetapi sekarang tertunda di landasan karena seorang anak laki-laki berjalan ke pesawat kami (BA269) tanpa tiket.”
Rachel menambahkan di akun Twitter-nya, situasi saat itu semua penumpang keluar dari pesawat. Terlihat banyak polisi dan anjing pelacak di sini.
“Kami sedang dalam antrian. Tidak jelas untuk apa. Dua jam tiga seperempat setelah waktu keberangkatan yang dijadwalkan, penumpang masih belum kembali ke pesawat,” ujarnya lagi.
“Hei @British_Airways terima kasih telah mengutamakan keselamatan kami tetapi benar-benar kacau di sini karena seluruh pesawat kembali melalui keamanan. Sangat sedikit informasi dari staf. Bersyukurlah bahwa nailbiter #DjokovicFederer membuat beberapa dari kita terhibur,” ujar Kepala editorial Snapchat di akun Twitternya.
Seorang juru bicara mengatakan, pihaknya sudah meminta maaf kepada semua pelanggan atas keterlambatan penerbangan mereka. Keselamatan dan keamanan pelanngan serta kru kabin selalu menjadi prioritas dan semua orang yang naik pesawat harus melaalui pemeriksaan keamanan.
“Kami melakukan penyaringan pencegahan tambahan segera setelah masalah ini terungkap dan kami membantu polisi dengan pertanyaan mereka,” kata juru bicara itu lagi.
Seorang juru bicara Bandara Heathrow menegaskan bandara bekerja sama dengan polisi dan maskapai penerbangan untuk memahami bagaimana penumpang yang tidak sah naik ke pesawat yang salah.
“Individu tidak mewakili risiko keamanan dan, murni sebagai tindakan pencegahan, pesawat tersebut diperiksa ulang dan sejak itu berangkat. Kami meminta maaf atas gangguan ini dan akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang dan mitra maskapai kami untuk menjaga keamanan bandara,” tambahnya.
Untuk diketahui, pihak awak kabin yang berkoordinasi dengan kepolisian mengatakan selama pemeriksaan pra penerbangan, bocah itu tidak memiliki tiket ataupun dokumen lainnya. Hal itu didapatkan awak kabin saat pesawat British Airways yang akan berangkat ke Los Angeles pada 14 Juli 2019 kemarin ketika meminta bocah laki-laki tersebut memperlihatkan boarding passnya.
“Bocah itu adalah anak dibawah umur yang tidak didampingi. Dia bukan warga negara Inggris,” kata juru bicara maskapai itu.
Baca juga: Bocah Berteriak Selama 8 Jam di Pesawat, Mimpi Buruk Dalam Penerbangan Lufthansa
Polisi yang melakukan penyelidikan yakin bahwa bocah malang yang tiba di Heathrow tersebut sebagai penumpang transit.
“Sebagai tindakan pencegahan keamanan, penumpang membatalkan rencana setelah diskusi antara polisi dan kapten. Dia tetap dalam perawatan polisi dan penghubung terus dengan layanan imigrasi,” jelas juru bicara British Airways.
Menunjang layanan selama pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah, Garuda Indonesia dan Indosat Ooredoo meluncurkan layanan yang disebut “Hajj Tracker,” yaitu berupa gelang pintar (Smart Wristband) untuk solusi kebutuhaan Jamaah Haji selama di Tanah Suci.
Baca juga: Tap Ponsel Pintar, Satu Detik Masuk Stasiun Tanpa Antri Tiket
Hajj Tracker berupa gelang puntar dilengkapi dengan koneksi seluler dari layanan kartu Indosat. Perangkat ini dilengkapi dashboard multifungsi mulai dari GPS, SOS button, sampai dengan tracker kesehatan, implementasi aplikasi Inventory on Board menggunakan tablet digital untuk tahap awal, pengembangan “Smart Warehouse” untuk peningkatan layanan kargo Garuda Indonesia, serta penyediaan layanan Cloud PABX, SD-WAN, dan Managed Cloud security.
Sinergi dua perusahaan ditandai dengan penandatanganan kerja sama hari ini (23/7) yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Ari Askhara bersama dengan Direktur dan Chief Innovation & Regulatory Officer PT Indosat Tbk., Arief Musta’in, bertempat di kantor pusat Garuda Indonesia.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara dalam pesan tertulis menjelaskan penandatanganan ini merupakan salah satu upaya Perusahaan dalam mewujudkan komitmen transformasi digital khususnya untuk peningkatan efisiensi, produktivitas, dan layanan kepada pelanggan melalui pengembangan teknologi yang saat ini gencar dijalankan oleh seluruh lini bisnis Perusahaan.
Baca juga: Bus Shalawat, Angkutan Gratis Istimewa Untuk Jamaah Haji Indonesia
“Kami optimistis dengan hadirnya layanan teknologi yang dikembangkan oleh Indosat Ooredoo akan menjadi langkah inovasi bagi Garuda Indonesia dalam menyesuaikan kebutuhan kondisi pasar saat ini yang mengutamakan kecepatan dan personalisasi dengan basis teknologi informasi sekaligus meningkatkan layanan “The New Flight Experience” bagi para pengguna jasa mulai dari pre-journey hingga post-journey”.
Selain serangan 11 September 2001 yang dilakukan oleh kelompok militan Islam, Al-Qaeda dengan cara menabrakan dua pesawat penumpang yang dioperatori oleh American Airlines dan United Airlines, ternyata jagad dirgantara global juga masih memiliki serangkaian kejadian di luar nalar manusia yang hingga kini masih menyisakan misteri. Salah satu misteri yang hingga kini masih belum terungkap adalah tragedi ‘pencurian’ pesawat Boeing 727-223 oleh milik perusahaan asal Miami, Aerospace Sales & Leasing (ASL).
Baca Juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan
Mundur jauh ke tahun 2003, tepatnya pada tanggal 25 Mei, dua orang yang diidentifikasi memiliki lisensi menerbangkan pesawat tersebut masuk ke ruang kokpit pesawat yang kala itu tengah terparkir di Quatro de Fevereiro Airport, Angola sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Dua pria ini bukanlah pilot yang hendak melakukan penerbangan berjadwal – melainkan Ben C. Padilla, seorang engineer asal Amerika dan John M. Mutantu, seorang mekanik berkebangsaan Kongo.
Entah apa yang melatarbelakangi kedua orang ini untuk masuk ke dalam ruang kokpit, namun satu yang pasti, mereka mulai menghidupkan mesin pesawat dan mulai mengarahkannya menuju landas pacu. Kendati sudah dilarang oleh petugas menara kontrol, namun Ben dan John tidak mengindahkan larangan tersebut dan mereka tetap mengudara menuju senja.
Adapun pesawat tersebut tidak berisikan penumpang sama sekali – bahkan bangku-bangkunya saja tidak ada. Pihak Aerospace Sales & Leasing telah mengganti bangku penumpang di dalam pesawat tersebut dengan tangki bahan bakar dan menurut perusahaan, Boeing 727-223 itu hendak dijadikan pesawat tanker.
Setelah mengudara meninggalkan Quatro de Fevereiro Airport, pesawat tersebut hilang begitu saja. Beragam investigasi yang dilakukan oleh CIA, dan otoritas Amerika lainnya tidak bisa secara sahih menyimpulkan kemana pesawat tersebut pergi – mengingat tidak ada jejak yang ditinggalkan.
Puing Pesawat Berhantu di Gurun Sahara. Sumber: dailystar.co.uk
Namun pada November 2009, sebuah temuan mengejutkan kembali mencuatkan kasus Ben dan John ke permukaan, setelah sebuah penampakan pesawat ‘berhantu’ tampak terdampar di Gurun Sahara dalam kondisi yang sudah tidak layak digunakan. Hancur dan sebagaian tubuh pesawat ini berada dalam kondisi gosong membuat sejumlah ahli berasumsi bahwa ini merupakan pesawat yang dibawa kabur oleh Ben dan John pada tahun 2003 silam.
Baca Juga: Pendapat Pakar: Kapten MH370 Telah Kurangi Tekanan Kabin Sebelum Jatuhkan Pesawat di Samudera Hindia
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailystar.co.uk (22/7), belum ada pihak yang bisa menjelaskan secara rinci terkait keberadaan kapal berhantu di Gurun Sahara ini. Ada beberapa pihak yang mengaitkan penemuan pesawat ini dengan kasus penyelundupan kokain besar-besaran yang tejadi antara Kolombia, Afrika Barat dan Eropa.
Namun terkait kebenaran data dari pesawat berhantu tersebut, masih belum ada pihak yang mampu mengungkapnya secara merinci.
Dari beragam hal yang khas dari Singapura, keberadaan transportasi massal menjadi yang mengemuka, betapa tidak seperti jaringan kereta komuter (SMRT) dan bus-bus yang terintegrasi, dianggap sebagai yang terbaik di Asia. Namun apakah angkutan umum tersebut memiliki tarif yang terjangkau?
Baca juga: Penggemar Tak Sadar! Eunhyuk Super Junior, Naik MRT dan Bus di Singapura
Di Singapura penumpang menuntut tarif yang murah dan terjangkau, sedangkan operator ingin menaikkan tarif untuk menutup biaya dan menghasilkan keuntungan. Dilansir KabarPenumpang.com dari mothership.sg (21/7/2019), Juli 2019, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Menteri Transportasi Khaw Boon Wan mengatakan di Parlemen bahwa tingkat pendapatan saat ini dari tarif angkutan umum tidak dapat mengimbangi biaya operasi yang lebih tinggi dan mempertahankan jaringan kereta api Singapura. Sebab dikatakan Kementerian Transportasi divisi kereta api, SMRT dan SBS telah merugi.
“Pada tahun keuangan yang berakhir pada 31 Maret 2018, SMRT Train melaporkan kerugian $86 juta, sedangkan SMRT Corp kerugian sekitar $70 juta. Downtown Line SBS Transit juga mengalami kerugian serupa sebesar $125 juta selama tiga tahun terakhir, sementara divisi kereta secara keseluruhan juga kehilangan puluhan juta dolar,” ujar Kementerian Transportasi.
Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Dewan Transportasi Umum (PTC) tahun 2018 ditemukan bahwa bila dibandingkan dengan sebelas kota besar, Singapura berada dalam peringkat kedua terkait keterjangkauan tarif angkutan umum. Sedangkan peringkat satunya adalah San Francisco.
Studi ini juga menemukan bahwa Singapura mengumpulkan jumlah pendapatan tiket paling rendah per kilometer per penumpang di antara tujuh kota yang disurvei. Menggunakan data dari 2016, penelitian ini menemukan bahwa warga Singapura membayar 11 sen per kilometer. Di Hong Kong, ini adalah 14 sen per kilometer sementara London membayar 19 sen.
“Ini berarti bahwa untuk perjalanan rata-rata 10 kilometer, warga London membayar setidaknya S$0,80 lebih banyak dari para komuter Singapura dan para komuter Hong Kong membayar setidaknya S$0,30 lebih banyak. Bahkan, membebankan biaya tiket Singapura akan menghasilkan Hong Kong dan London yang masing-masing merugi $713 juta dan $2,16 miliar,” dari hasil penelitian.
Penelitian berakhir dengan seruan kepada PTC untuk “mencapai keseimbangan yang lebih baik antara keterjangkauan tarif dan pemulihan biaya”. Transportasi umum Singapura, terutama jaringan kereta api kami, telah meningkat selama bertahun-tahun. Warga Singapura juga umumnya puas dengan efisiensi, ketersediaan, dan kenyamanan transportasi umum.
Angkutan umum di Singapura juga terjangkau secara obyektif jika dibandingkan dengan negara lain. Namun, ketika disurvei, Singapura mengatakan mereka tidak puas dengan keterjangkauan. Jadi apa yang menyebabkannya? Bahkan jawabannya sangat sulit untuk menentukan alasan pasti.
Seseorang dapat mendalilkan bahwa beberapa orang tidak ingin membayar banyak untuk barang publik seperti angkutan umum. Ditambah dengan fakta bahwa CEO operator angkutan umum menerima gaji jutaan dolar untuk memasok barang publik ini, mudah untuk melihat mengapa beberapa orang mungkin merasa kesal.
Ketika media menyoroti gangguan kereta sesekali, orang mungkin mempertanyakan perlunya membayar lebih untuk layanan yang tidak sesuai dengan harapan. Di sini, harus dikatakan bahwa menasionalisasi angkutan umum mungkin (ironisnya) mengarah pada tarif yang lebih tinggi dan tingkat layanan yang lebih rendah menurut pemerintah. Alasan lain bisa jadi persepsi yang datang dengan kesan tentang meningkatnya biaya hidup di Singapura.
Baca juga: Dalam Bahasa Ceko, ‘SMRT’ Ternyata Punya Arti ‘Kematian’
Serangan “peningkatan” ini memberi kesan semakin lama semakin mahal untuk tinggal di Singapura. Tidak ada jawaban mudah untuk ini,tetapi yang pasti adalah bahwa apa yang dibayar sekarang untuk naik bus dan kereta api terlalu rendah. Sehingga masyarakat harus menerima kenyataan membayar jumlah yang tepat untuk layanan yang di dapatkan jika ingin sistem transportasi umum kelas dunia.