Chief Executive Officer dari Boeing, Dennis Muilenburg, memperingatkan kepada para investor pada hari Rabu (24/7) bahwa perusahaan mungkin perlu untuk menghentikan produksi dari 737 MAX. Proses pengembangan – atau lebih tepatnya disebut perbaikan pada varian 737 MAX ini agaknya sedikit melambat pasca dua kecelakaan fatal yang menimpa Lion Air dan Ethiopian Airlines. Pasca dua kecelakaan yang menewaskan lebih dari 300 orang ini, terjadi grounded massal pada varian 737 MAX oleh maskapai di seluruh dunia.
Baca Juga: Autopilot, Kini Jadi Masalah Baru Pada Boeing 737 MAX
Ya, pemberitaan terkait pemberhentian sementara produksi dari Boeing 737 MAX ini menyusul pernyataan yang dibuat oleh pihak perusahaan terkait penundaan peluncuran varian 777X yang dikarenakan permasalahan pada bagian mesin.
“Ini bukanlah sesuatu yang kita harapkan, melainkan sebuah alternatif yang harus kita siapkan,” tutur Dennis pada konverensi pers di hadapan sejumlah investor, dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (24/7).
Sebelumnya, Dennis mengatakan bahwa Boeing akan kembali menerbangkan varian 737 MAX pada kuartal keempat tahun 2019 – dengan syarat varian tersebut sudah mendapatkan sertifikasi dari otoritas terkait untuk kembali mengudara. Namun hingga kini, belum ada titik terang terkait kembalinya varian 737 MAX ke angkasa luas. Spekulasi ini semakin menguat manakala statemen dari pihak Boeing yang mengatakan bahwa perbaikan perangkat lunak pada varian 737 MAX baru akan rampung hingga paling cepat bulan September mendatang, dan mereka berharap agar sertifikasi bisa rampung pada bulan Oktober.
Eksekutif Boeing tidak akan mengatakan kapan akan memutuskan untuk memperlambat atau menghentikan produksi jika jadwal untuk kembali ke layanan tidak terpenuhi. Terdengar mengancam memang, namun langkah ini terpaksa ditempuh Boeing mengingat total kerugian di tubuh perusahaan yang sudah semakin membengkak. Pada kuartal kedua tahun 2019, Boeing mencatat kerugian hingga mencapai angka US$3,7 miliar.
Baca Juga: Pasca Insiden Boeing 737 MAX 8, Akankah Pilot ‘Kembali’ Menyandarkan Kepercayaan Pada Pesawat Tersebut?
Tapi jika menalar lebih jauh lagi, apakah kerugian perusahaan tersebut sebanding dengan nyawa ratusan orang yang meninggal akibat kesalahan sistem navigasi pada varian 737 MAX? Bukan tidak mungkin apabila netizen akan mempertanyakan kembali keselamatan mereka sebelum terbang dengan menggunakan Boeing 737 MAX. Akankah Boeing ‘menganaktirikan’ keselamatan penumpang hanya demi keuntungan kocek semata?
Melesat dengan kecepatan 300 km per jam, kereta Shinkansen mampu mengantar penumpang dari Tokyo ke Osaka dengan melintasi gedung pencakar langit, kuil hingga ladang. Bahkan kereta ini juga memberikan keindahan panorama Gunung Fuji.
Baca juga: Jumlah Penumpang Menurun, Operator Kereta Jepang Jajakan Cemilan Unik nan Nyeleneh!
Biasanya dalam perjalanan menggunakan kereta Shinkansen, banyak penumpang yang membawa makanan mereka dan bekal dimakan tersebut setelah 45 menit perjalanan. Bekal makanan yang dibawa para penumpang ini dibeli di kios stasiun atau dari petugas kereta api.
Pilihan makanan dari ekiben (atlasobscura.com)
Makanan itu disebut ekiben yang merupakan gabungan eki (stasiun) dan ben adalah kependekan dari bento (makanan kotak). Isinya pun tak jauh berbeda dari makanan kotak yang di jual di stasiun atau kereta api negara manapun.
Hanya saja bedanya ekiben di Jepang memiliki ciri khas tempura dan onigiri atau bisa disebut bola nasi (biasanya kosong atau diisi topping). Sayuran kukus yang dibentuk seperti bunga dan sepotong kue yang semuanya diletakkan dalam satu kotak serta ditata semenarik mungkin.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari atlasobscura.com, penumpang Osaka banyak yang memilih bento yang berisi takoyaki, pangsit gurita goreng hingga onigiri. Ekiben sendiri merupakan representasi dari buadaya makanan Jepang yang dibuat dengan indah seperti kotak hadiah.
Sebagian besar berisi potongan ayam, kubus ikan yang dilapisi tepung roti atau ikan bakar, tempura, telur dadar, dan bermacam-macam sayuran daikon acar atau rumput laut yang disusun mengelilingi bola nasi dengan taburan wijen hitam atau nori. Uniknya ekiben yang dijual di setiap stasiun memiliki keunikan tersendiri seperti di Hokkaido yang menghadirkan cumi sebagai lauk nasi dengan saus khusus.
Ternyata ekiben sudah menjadi bagian dari perjalanan kereta api sejak pekerja meletakkan rel kereta pertama. Jalur kereta api Jepang pertama, dari Tokyo ke Yokohama, mulai beroperasi pada tahun 1872. Pada tahun 1885, catatan mencatat, para penjual menjual bola nasi yang diisi dengan acar prem di bungkus daun bambu di Stasiun Utsunomiya.
Pada pergantian abad, jaringan kereta api yang berkembang pesat disandingkan dengan munculnya kios-kios ekiben yang menjual kotak-kotak makanan lokal yakni tai meshi (nasi nasi laut) di stasiun Shizuoka, sushi ayu (ikan sungai segar) di Yamakita. Awalnya ekiben dijajakan menggunakan nampan dan bisa dibeli melalui jendela kereta ketika berhenti.
Namun setelah ada kereta dengan gerbong berAC, hal itu hilang dan digantikan dengan kios penjual ekiben. Tak hanya itu, saat didalam kereta jarak jauh pun, ekiben ini dijual oleh petugas kereta api yang berkeliling di gerbong.
Bukan hanya makanannya, kemasan ekiben yang indah juga membangkitkan daerah tempat pembuatannya. Di Prefektur Hyogo, yang dikenal dengan praktik tradisional menangkap gurita dalam takotsubo, pot tanah yang dirancang khusus untuk menangkap cephalopod, hipparidako meshi ekiben berisikan nasi, gurita, belut kerucut, dan hidangan sayuran yang disajikan dalam takotsubo mini.
Di Okayama, ekiben paling populer merujuk pada Momotaro, atau bocah persik, seorang pahlawan cerita rakyat setempat yang diduga muncul dari persik. Bento berbentuk seperti buah persik dan bungkusnya menampilkan penampilan Momotaro yang artistik. Setiap kotak ekiben adalah suvenir, dan pelancong sering membawa pulang rumah ekiben terkenal sebagai hadiah.
Berbeda dengan kesamaan makanan cepat saji, ekiben berubah untuk memasukkan bahan musiman. Pelancong musim semi mungkin menantikan bunga sakura yang diawetkan dengan nasi. Belut dan nasi ekiben muncul di musim panas, menggantikan nasi tiram musim dingin (kaki meshi). Meskipun Anda perlu melakukan perjalanan tanpa akhir dengan kereta untuk mencicipi semua ekiben di negara ini, raksasa ritel Stasiun Tokyo Ekibenya Matsuri (artinya festival ekiben), menjual 170 jenis yang menampilkan hidangan lokal dari seluruh Jepang.
Ekiben sama-sama populer di kalangan pelancong asal Jepang dan asing. Penggemar memiliki koleksi bungkus ekiben mereka sendiri, mereka dapat menikmati majalah ekiben dan komik serta penjual resmi kartu pass Jepang (mirip dengan Eurail pass) memiliki kiat tentang cara terbaik untuk menikmati ekiben di situs web mereka.
Baca juga: Intip Kerlap Kerlip Wisata Kereta Api Khas Negeri Sakura
Makanan cepat saji yang disiapkan perlahan-lahan, dengan bahan-bahan lokal, musiman, dan dikonsumsi sembari merenungkan lanskap yang lewat secara meditasi, ekiben adalah artefak budaya, undangan untuk mengambil sepotong karunia kuliner Jepang sebagai kenang-kenangan nikmat dari eksplorasi.
Sebuah perusahaan asal Singapura meluncurkan kit yang membuat helm Anda bertransformasi menjadi helm pintar. Kit tersebut adalah Argon Transform, sebuah teknologi helm pintar yang dilengkapi dengan Head-Up Display (HUD), kamera tampak belakang, action camera yang menghadap ke depan, konektivitas bluetooth, interkom dan navigasi GPS visual. Wah, jika melihat teknologi serba mutakhir yang tersemat pada helm tersebut, akankah helm ini akan menjadi standar berkendara di masa yang akan datang?
Baca Juga: Forcite, Helm Futuristik yang Siap Manjakan Para Bikers!
Ada banyak produsen helm pintar di luar sana yang mencoba mengembangkannya yang sudah terintegrasi secara penuh, tetapi pada kenyataannya, mengaplikasikan teknologi mutakhir dan menggabungkannya menjadi sebuah helm pintar tidaklah semudah yang dibayangkan. Selaku pengembang helm pintar ini, startup muda, Whyre mempertimbangkan segala kemungkinan dan teknologi yang tersemat pada helm ini untuk memudahkannya masuk ke dalam pasar penjualan – tanpa harus berlarut dalam pengujian standar yang akan memperlambat peluncurannya di pasar kelak.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (23/7), helm ini ditenagai oleh baterai yang mampu bertahan hingga delapan jam lamanya. HUD ini juga dapat diatur ke dalam mode yang berbeda, mulai dari tampilan speedo meter dalam ukuran yang tidak akan menghalangi daya pandang Anda, GPS pengarah jalan, hingga pemandangan yang tampak di belakang Anda (terlihat dari kamera yang ada pada bagian belakang helm). Jika Anda pernah melihat adegan Tony Stark (Robert Downey Jr.) berbalut baju robot dalam film Ironman, kurang lebih tampilan yang Anda lihat di dalam helm ini akan seperti Anda menggunakan helm Ironman. Keren, bukan?
Jenis helm full face yang digunakan oleh Whyre pada Argon Transform ini akan meningkatkan keselamatan Anda selama perjalanan. Poin keselamatan di sini ditunjang oleh serangkaian teknologi penunjang keselamatan sebagaimana yang sudah disebutkan di atas – terlebih fitur navigasi yang dapat Anda lihat langsung di depan Anda (ketika posisi kaca dalam kondisi tertutup.
Baca Juga: Penggunaan GPS Diperdebatkan, Inilah Tips Aman Menggunakannya!
Ya, jika mengadaptasi apa yang terjadi di Indonesia – khususnya Jakarta, ada banyak sekali pengemudi ojek online yang mengoperasikan ponsel mereka hanya untuk melihat aplikasi navigasi dan itu dilakukan sembari mengemudikan motornya. Tentu saja, apa yang dilakukan oleh si pengemudi ojek online tersebut sangatlah berbahaya dan ancaman kecelakaan sudah siap mengincar kapanpun ia lengah.
Bagi Anda yang tertarik untuk memiliki salah satu dari helm pintar ini, dibanderol dengan harga awal US$399 (Rp5,9 juta). Harga yang cukup mahal untuk ukuran sebuah helm, namun diharapkan dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan nyaman!
Belum lama ini seorang penumpang tergelincir sehingga membuatnya jatuh diantara kereta api dan peron di Bandara Gatwick, Inggris. Wanita yang belum diketahui namanya tersebut kemudian ditolong dan dirawat tim medis setelah diangkat dari celah peron pukul 09.00 pagi waktu setempat.
Baca juga: Pria Tambun Terpleset Saat Naik Kereta yang Berjalan dan Terjatuh ke Celah Peron
Kemudian tim medis membawanya ke Rumah Sakit St George di Tooting, London untuk mendapat tindakan lebih lanjut. Sayangnya ternyata karena tergelincir, wanita itu harus menjalani operasi darurat atas cedera pada kaki.
Hal ini membuat hidup wanita tersebut berubah, sebab kaki yang cedera tersebut harus di amputasi untuk menyelamatkannya. Adanya insiden ini kemudian membuat listrik di rel kereta harus dimatikan ketika melakukan penyelamatan.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (22/7/2019), selain itu, penumpang maskapai pun harus mengalami penundaan. Menurut Kepolisian Transportasi Inggris, insiden ini murni dinyatakan sebagai kecelakaan. Peristiwa mengerikan menyusul kekhawatiran yang berkembang tentang kesenjangan antara kereta dan platform yang melebar di banyak stasiun karena pengenalan ribuan gerbong baru.
Penelitian yang diterbitkan oleh Dewan Keselamatan dan Standar Kereta Api mengatakan ada peningkatan risiko pelancong jatuh di antara platform dan kereta. Ada 21 kecelakaan serius antara platform dan kereta sejak 2005, sebagian besar terjadi dalam lima tahun terakhir.
Peron-peron yang dinamai oleh penumpang memiliki celah yang sangat besar termasuk beberapa di Clapham Junction dan East Croydon di London selatan, Bristol Temple Meads, Worcester Foregate Street, Whitehaven, Epsom, dan Dorchester. Pada bulan Juni kemarin, seorang pria bertubuh besar di India juga terpleset diantara kereta dan peron.
Baca juga: Akibat Didorong Penumpang Lain, Kaki Wanita Ini Terperosok di Celah Peron Stasiun MRT
Saat itu, pria tersebut tengah mengejar keretanya yang sudah mulai berjalan. Untungnya saat jatuh ke peron, pria tersebut tidak mengalami luka serius dan kembali menlanjutkan perjalanannya bersama anak dan istri.
Pakistan telah mengambil kebijakan terkait keberadaan baggage wrapping yang ada di bandara. Alih-alih membiarkannya sebagai fitur keselamatan tambahan yang opsional bagi penumpang, kini Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan telah mengambil keputusan bahwa baggage wrapping itu hukumnya wajib bagi seluruh penumpang penerbangan. Adapun latar belakang perubahan kebijakan ini adalah soal keamanan barang-barang bawaan penumpang.
Baca Juga: Luggage Wrapping di Bandara, Seberapa Besarkah Perannya Untuk Melindungi Koper Anda?
Namun tidak semua pihak menyetujui kebijakan yang telah kadung diambil ini – sebut saja dari para penumpang, pemerhati lingkungan, dan sejumlah politisi yang menilai kebijakan tersebut tidak seharunya diwajibkan kepada penumpang. Keputusan terkait kebijakan baggage wrapping ini diambil pada tanggal 20 Juli kemarin, diwakili oleh Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan, Shahrukh Nusrat mengatakan, “setiap penumpang wajib menggunakan baggage wrapping demi keselamatan barang bawaan masing-masing,”
Pemberitahuan ini menyebutkan bahwa seluruh bagasi penumpang yang hendak melewati tahap awal pemindaian yang dilakukan oleh Airports Security Force (ASF), Anti-Narcotics Force (ANF), dan pihak bea cukai harus sudah berada dalam kondisi terlapisi oleh plastik wrapping. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (23/7), pihak Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan menyebutkan bahwa penerapan kebijakan terkait baggage wrapping ini merupakan langkah yang mereka tempuh untuk mematuhi aturan dari International Civil Aviation Organisation (ICAO).
Adapun bandara yang terdampak dari diberlakukannya kebijakan baru ini meliputi bandara-bandara di Karachi, Lahore, Peshawar, Quetta, Multan, Faisalabad, dan Sukkur.
Para penumpang pun lalu memprotes bahwa diaplikasikannya kebijakan ini hanya akan merusak lingkungan – dimana di luar sana sudah sangat banyak sekali gerakan go-green yang mulai memberhentikan penggunaan plastik. Selain itu, beberapa dari politisi juga mengatakan bahwa kebijakan ini hanyalah upaya yang ditempuh pihak bandara untuk memperkaya suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan baggage wrapping di bandara.
Dapatkah Anda bayangkan apabila peraturan ini diberlakukan juga di Indonesia? Wah, agaknya jumlah penumpang pesawat akan turun drastis, ya! Beruntung, layanan baggage wrapping di Indonesia masih berada pada tahap pelayanan opsional bagi penumpang.
Baca Juga: Kini Tersedia Layanan Baggage Wrapping di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta
Tapi bagi Anda yang senang ‘membebat’ koper bawaannya dengan plastik, Anda akan menemui satu layanan baggage wrapping baru di Terminal 3D Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam beberapa waktu mendatang. Sebenarnya ini bukanlah layanan baru, melainkan Diva Sinergi yang sebelumnya sudah terlebih dahulu ‘mangkal’ di Terminal 1A Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Masih mengurus perijinan, semoga dalam waktu dekat sudah bisa dibuka,” ujar Operational Manager dari Diva Sinergi, Rendy Mardiansyah melalui sambungan telepon.
Menjadi salah satu moda transportasi massal di ibukota, Moda Raya Terpadu atau MRT kedepannya akan dikembangkan dan melingkupi wilayah Jabodetabek. Pembangunan jalur sepanjang 230 km tersebut akan dikebut hingga 2030 mendatang.
Baca juga: Rayakan “Ulang Tahun Perak” Sister City Jakarta – Berlin, MRT Jakarta Tampilkan Mural di Terowongan Kendal
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, untuk pembangunan jalur MRT sepanjang 230 km akan dilakukan dengan pendekatan paralel atau secara bertahap dan berkelanjutan. Dia mengatakan pada jalur sepanjang 230 km ada MRT line 1 hingga 10 dan ini tengah dibantu konsultasinya dengan pihak Jepang.
“Itu sedang kita dibantu konsultan Jepang. Kemudian mendesain, keluar angka untuk Jakarta 230 km,” ujar William yang dikutip KabarPenumpang.com dari detik.com (23/7/2019).
Adapun 10 line yang menjadi rute hasil kajian dilakukan oleh Jabodetabek Urban Transport Policy Integration Phase 2 (JUTPI 2) merupakan kerja sama teknis antara pemerintah Indonesia (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian) dan pemerintah Jepang (Badan Kerjasama Internasional Jepang). Proyek ini disetujui berdasarkan catatan diskusi proyek integrasi kebijakan transportasi perkotaan Jabodetabek fase II antara JICA yang diwakili oleh JICA Indonesia dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Badan Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengembangkan fungsi institusi administratif dari sistem transportasi perkotaan dengan mempromosikan pengembangan kapasitas dan kerjasama antara organisasi terkait transportasi perkotaan di Jabodetabek dalam rangka pengembangan sistem transportasi umum perkotaan. Meski begitu, rute ini masih dalam bentuk kajian dan belum ada dasar hukum yang menetapkan hasil kajian menjadi landasan pembangunan MRT tahap selanjutnya.
Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin mengatakan, saat ini yang pasti adalah rute Selatan-Utara dan Timur-Barat. Untuk pembangunan MRT fase Timur-Barat yang akan menghubungkan Kalideres dengan Ujung Genteng akan ditargetkan mulai 2020 mendatang dan tengah menyelesaikan pencarian sumber pendanaan yang memungkinkan dalam pembiayaan proyek tersebut.
“Fase ini biaya investasi yang diperlukan untuk membangunnya mencapai US$4 miliar atau sekitar Rp56 triliun. Jalur dengan panjang 31 km ini dibagian tengah dibangun underground dan sebagian elevated. Banyak elevated,” jelas William.
Rencananya untuk pendanaan fase Timur-barat berbeda dengan dua fase sebelumnya, dimana PT MRT akan mencoba mencari pinjaman langsung dari swasta dan beberapa kreditur saat ini sudah melirik pendaan tersebut.
“Ada beberapa donor yang sudah tertarik, seperti JICA sendiri, Asian Development Bank, Asian Infrastructure Investment Bank. Itu tiga yang sekarang sedang melirik proyek fase III itu. Kami akan mencari mekanisme untuk mempercepat proses itu saja,” ungkapnya.
Adapun fase Timur-Barat sendiri merupakan bagian dari rute masa depan MRT yang dilakukan kajiannya oleh Jabodetabek Urban Transport Policy Integration Phase 2 (JUTPI 2). Namun untuk fase atau line lainnya, saat ini masih sebatas kajian terbatas yang belum ada payung hukum pelaksanaannya lebih lanjut.
Baca juga: Gandeng ITDT, MRT Jakarta Siap ‘Manjakan’ Pejalan Kaki dan Pesepeda
“Kalau yang jelas itu fase I, II, dan III. Tapi yang lainnya itu belum. Itu nanti harus dianalisis lagi. Fase selain itu belum ada payung hukumnya,” jelasnya.
Untuk diketahui berikut daftar 10 line MRT Jakarta yang mencakup target pembangunan 230 km jalur baru hingga 2030 mendatang:
Lebak Bulus-Ancol Barat
Cikarang-Balaraja
Bandara Soetta-Kampung Bandan
Cilincing-Lebak Bulus
Karawaci-Senayan-Cawang-Cikarang
Lebak Bulus-Rawa Buntu-Karawaci
Bekasi Utara-Bekasi Selatan
Pluit-Grogol-Kuningan-Depok
Outer loopline
Inner loopline
Setelah pada pemberitaan sebelumnya, raksasa kedirgantaraan asal Amerika Serikat, Boeing berencana untuk merilis varian terbaru mereka – 777X pada awal tahun 2020, namun kini pemberitaan yang beredar menyebutkan bahwa pihak perusahaan terpaksa menunda peluncuran pesawat yang sudah dinantikan oleh banyak pihak ini. Pihak Boeing menuturkan bahwa penundaan peluncuran ini didasari oleh kendala yang mereka temukan pada mesin.
Baca Juga: Gunakan Sayap Lipat nan Unik, Akankah Boeing 777X Jadi Pesawat Paling Efisien?
“Pesawat uji coba 777X pertama kali diluncurkan di pabrik pada bulan Maret 2019 silam. Kami bekerja keras untuk bisa membawa pesawat ini mengudara pertama kali pada akhir tahun ini dan bisa memasuki layanan komersial di awal tahun 2020 mendatang. Kami akan terus maju dan kini tengah mempersiapkan program uji coba penerbangan,” tutur pihak Boeing, sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (24/7).
Kendati dari pihak Boeingnya sendiri kini tengah mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan uji penerbangan, namun apa daya jika ternyata pada kesempatan kali ini, yang mereka hadapi adalah kendala pada bagian mesin – Boeing 777X menggunakan jenis mesin GE9X dari General Electric.
Menyandang predikat sebagai mesin pesawat terkuat yang ada di dunia saat ini, mesin GE9X memang memegang peranan penting pada varian Boeing 777X – setidaknya penggunaan mesin inilah yang menjadi salah satu daya tarik terbesarnya. Sebenarnya, masalah mesin ini sudah diketahui oleh pihak Boeing sejak beberapa waktu yang lalu, dan dengan dirilisnya pernyataan resmi dari Boeing, maka angan perusahaan untuk bisa melakukan first maiden pada akhir 2019 mendatang terpaksa kudu diurungkan.
Baca Juga: Wow! Mesin Boeing 777X Lebih Besar dari Body 737
Ya, penundaan ini juga akan berimbas pada timeline pengiriman pesawat kepada pihak maskapai. Sebagai salah satu maskapai yang akan menggunakan pesawat ini, Lufthansa mengatakan bahwa pihaknya sudah siap apabila pengiriman Boeing 777X terpaksa ditunda. Selain masalah pada mesin ini, pihak Boeing menuturkan bahwa semua pengujian dan fungsi lain pada pesawat sudah berjalan sebagaimana mestinya.
Siapa sih yang tidak kenal jaringan kereta super cepat asal Jepang, Shinkansen? Ya, kereta luar biasa yang seolah sudah menjelma menjadi ikon dari perkeretaapian Jepang ini memang sudah bukan kagi menjadi sarana mobilisasi penumpang di Jepang, melainkan sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi turis. Kendati bisa menembus kecepatan hingga lebih dari 300 km per jam, namun kereta ini tetaplah senyap dan minim sekali guncangan.
Baca Juga: Wow, Kereta Shinkansen Ada di Restoran Indonesia!
Membahas Shinkansen memang tidak akan ada habisnya. Walaupun ada banyak aspek yang bisa dibahas, tahukah Anda ada beberapa fakta menarik dari Shinkansen yang mungkin Anda belum tahu? Berikut KabarPenumpang.com bahas tentang lima fakta menarik dari Shinkansen yang dirangkum dari laman ceoworld.biz.
Sejak 1964
Bagi Anda yang mengira Shinkansen ini baru ada sejak abad ke-20, maka Anda salah besar karena sesungguhnya kereta ini sudah ada sejak tahun 1964 silam – hasil kreasi dari Kepala Insinyur Kereta Api Negara, Hideo Shima. Ketika Jepang sudah mulai mengembangkan kereta super cepat ini, di tahun yang sama, Indonesia masih memberantas sejumlah gerakan separatis yang dilakukan oleh kaum pribumi.
Tahan Gempa
Jepang tekenal sebagai negara dengan frekuensi gempa yang sangat intens. Maka dari itu, dalam pengembangan Shinkansen, para insinyur mendesain kereta ini agar tahan terhadap guncangan gempa berskala besar sekalipun. Jika gempa saja tidak bisa menggoyangkan kereta ini, maka secara otomatis guncangan yang dihasilkan oleh kinerja mesin sudah jelas tidak akan terasa ketika Anda berada di dalam Shinkansen. Keren, ya!
Sangat Tepat Waktu
Tidak berbeda jauh dengan jaringan perkeretaapian lainnya di Jepang, Shinkansen juga menganut prinsip tepat waktu yang sangat tinggi. Mungkin Anda akan tercengang ketika mendengar rata-rata keterlambatan yang terjadi di Shinkansen hanya berkisar di angka 54 detik saja – itu sudah termasuk delay akibat cuaca ekstrem.
Kebersihan yang Selalu Terjaga
Selain menyandang predikat sebagai jaringan kereta yang paling tepat waktu di dunia, tidak bisa dipungkiri bahwa Shinkansen juga merupakan kereta terbersih yang ada di dunia. Shinkansen memiiki kru kebersihan yang diberinama Shinkansen Theatre, dimana mereka mampu membersihkan keseluruhan kereta hanya dalam waktu tujuh menit saja!
Baca Juga: Di Shinkansen, Toleransi Antar Penumpang Kereta Begitu KuatTidak Pernah Habis
Jangan kira Shinkansen hanya tersedia dalam beberapa armada saja. Pada kenyataannya, Shinkansen mengoperasikan lebih dari 800 kereta per hari dengan interval waktu keberangkatan tiga menit. Jadi, Anda tidak akan pernah ketinggalan kereta!
Hampir sebagian besar penduduk Jepang tidak bisa berbahasa asing seperti Inggris dan tetap menggunakan bahasa Jepang. Namun negara yang pernah menjadi korban Bom Atom pada Perang Dunia II ternyata selalu diminati pelancong dari berbagai dunia.
Baca juga: Jaringan Kereta Api Jepang; Modern Tapi Sistem Tiketnya Ribet!
Hal ini dikarenakan Negeri Sakura tersebut memiliki daya tariknya tersendiri dan setiap kotanya punya ciri khas masing-masing seperti Tokyo dan yang lainnya. Tak hanya itu budaya yang selalu berdampingan dengan teknologi di negara ini membuat pelancong senang mendatangi Jepang.
Salah satu teknologi yang berdampingan dengan budaya di Jepang adalah sistem perkeretaapiannya. Dimana kereta Jepang menjadi sarana transportasi yang bisa dikatakan utama baik bagi penduduknya maupun pelancong yang ingin mengelilingi tempat wisata yang tersebar di sini.
Sebab jaringan kereta api di Jepang tersebar di seluruhnya baik kota kecil maupun besar dan setiap destinasi yang ada dinegara ini cukup mudah untuk didatangi. KabarPenumpang.com mengutip dari fimela.com (18/7/2019), untuk memudahkan pelancong membeli tiket jarak jauh, Traveloka menghadirkan penjualan tiket secara online.
Kemudahan ini bisa digunakan oleh pelancong Indonesia ataupun yang lainnya karena Traveloka telah melakukan kerja sama dengan West Japan Railway Company (JR-West) dalam mendistribusikan tiket kereta tersebut.
“Hal ini juga sejalan dengan misi kami untuk memperkaya kehidupan pengguna, dengan menyediakan akses tiket yang mudah sehingga mereka dapat menjelajah dunia di sekitar mereka. Kami harap kemitraan ini dapat meningkatkan perjalanan ke luar negeri yang diperkirakan akan terus bertambah, dandiharapkan dapat memperkaya pengalaman pengguna saat berada di Jepang,” ujar Caesar Indra, CEO Transport Traveloka.
Jaringan West Japan Railway Company memiliki jaringan kereta api sepanjang 4900 km dan mencakup 18 wilayah termasuk daerah Kansai yang identik dengan atraksi menarik. JR West juga dilengkapi dengan kereta metro dan Shinkansen atau kereta cepat.
Baca juga: Antisipasi Kondisi Darurat, Shinkansen Bertenaga Baterai Siap Beroperasi di 2020
Dengan reservasi tiket kereta secara online ini, pelancong juga bisa mendapatkan keuntungan salah satunya penjemputan di bandara maupun pengiriman tiket secara langsung.
Apa rasanya menjadi orang ketiga di tengah pertengkaran dua orang? Tentu rasanya sangat tidak enak harus mendengar sumber perkara mereka yang dibarengi dengan lontaran kata-kata yang tidak sepantasnya didengar. Nah, rasanya istilah orang ketiga ini patut disematkan pada penumpang penerbangan America Airlines yang hendak melakoni perjalanan dari Miami International Airport menuju Los Angeles pada Minggu (21/7) kemarin. Tapi, ada ‘bonus’ yang penumpang dapatkan dari pertengkaran sepasang suami istri ini: pukulan keras dengan menggunakan laptop!
Baca Juga: Gara-gara Penumpang Bertengkar, Ryanair Terpaksa Return to Base Ke London
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kejadian ini berawal ketika sepasang suami istri terlibat cekcok akibat sang suami melirik wanita lain di dalam penerbangan tersebut. Kondisi tersebut semakin memanas manakala ocehan dari sang istri tersebut mulai ‘dibumbui’ dengan sejumlah kata-kata kasar yang tidak sepatutnya ia lontarkan.
Melihat kondisi semakin tidak kondusif, seorang awak kabin pun lalu mencoba menenangkan wanita ini dan berkata bahwa, “ada anak-anak Anda di dalam penerbangan ini,”
Namun alih-alih mereda, wanita bertubuh gempal ini malah semakin menjadi-jadi.
“Ya, saya tahu! Saya sedang menghibur anak-anak saya!” ujar sang wanita.
Secara kebetulan, momen pertengkaran ini berhasil diabadikan oleh salah satu penumpang di dalam penerbangan tersebut. Terdengar, salah satu penumpang di dalam penerbangan mengisyaratkan awak kabin untuk mengeluarkan wanita itu dari dalam pesawat.
https://www.youtube.com/watch?v=QziGFjwAZI8
“Keluarkan saja wanita itu,” ujarnya pelan.
Ocehan tiada henti terus dilontarkan oleh wanita tersebut hingga pada satu momen, terdengar sebuah pukulan yang ternyata dilayangkan oleh si wanita. Sadar suasananya semakin tidak kondusif, awak kabin lalu mencoba untuk memisahkan pasangan ini dan mengeluarkan mereka dari pesawat.
Baca Juga: Pukul Penumpang Wanita, Pilot Ini Langsung Kena Skorsing Seminggu
Namun belum sempat dipisahkan, wanita ini keburu mengambil satu unit laptop yang ia bawa dan memukulkannya kepada sang suami. Mungkin terdengar sedikit berlebihan – namun inilah yang pada kenyataannya terjadi.
Pada akhirnya, pasangan suami istri ini berhasil dikeluarkan dari pesawat dan agaknya mereka akan didakwa telah mengganggu kenyamanan penumpang. Tidak jelas kelanjutan dari pertikaian keduanya, namun yang pasti, penumpang di dalam penerbangan tersebut memuji awak kabin yang dengan cepat tanggap meredakan situasi yang sempat memanas. Kuat dugaan, wanita ini berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.