Ini Dia Sejumlah Etika Penumpang yang Duduk di Samping Lorong Kabin

Tidak semua orang menyukai duduk di samping jendela pesawat – dimana mungkin mereka merasa takut melihat ketinggian. Nah, bagi Anda yang lebih memilih untuk duduk di samping lorong kabin, ternyata ada etikanya tersendiri untuk menggunakan lorong kabin tersebut. Jangan mentang-mentang ruang kosong tersebut tepat berada di samping Anda, lalu Anda bisa seenaknya menggunakannya sebagai tempat meluruskan kaki atau menyimpang barang barang bawaan Anda. Baca Juga: Tak Pandang Bulu, Langgar Tata Cara Berpakaian Bisa Depak Penumpang dari Penerbangan Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thepointsguy.com, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika Anda duduk di samping lorong kabin. Etika Ketika Berpapasan Dengan Orang Lain Pertanyaan seperti kerap kali muncul ketika Anda tengah melakukan boarding atau hendak menggunakan toilet di pesawat: “Kemanakah Anda harus menghadap ketika berpapasan dengan orang lain di lorong pesawat?” Jawaban yang paling tepat adalah menghadap ke mereka, bukan membelakangi mereka ketika melintasinya. Karena akan jauh lebih tidak sopan apabila Anda melewati mereka dengan bagian belakang (punggung dan bokong) menghadap ke mereka. Poin yang sama juga berlaku ketika Anda hendak melangkahi penumpang di deret bangku yang sama dengan Anda (bangku Anda ada di samping jendela dan Anda harus melangkahi orang di samping Anda). Bukanlah Ruang Personal Tambahan Anda Diluar sana, masih banyak saja penumpang yang menganggap bahwa lorong kabin merupakan ruang tambahan bagi mereka, dimana penumpang semacam ini kerap kali menyimpang barang bawaan mereka di lorong kabin, atau merentangkan kakinya hingga menghalangi lorong tersebut. Jadi, mulai sekarang hentikan kebiasaan buruk menyimpan barang atau kaki Anda di lorong kabin karena lorong kabin bukanlah ruang personal tambahan Anda! Baca Juga: Aturan dan Etika Tata Rias Awak Kabin Masih Mengacu Ke Standar Era 60-an Jangan Bertelanjang Kaki! Sebenarnya etika yang satu ini berlaku bagi keseluruhan penumpang, namun ditekankan bagi mereka yang duduk di samping lorong untuk tidak bertelanjang kaki selama penerbangan. Ditakutkan, salah satu jari mereka ‘terlindas’ oleh troli yang di bawa oleh awak kabin ketika tengah menawarkan makanan kepada penumpang. Alih-alih turun pesawat dengan kondisi jari kaki Anda bengkak, maka lebih baik sepatunya terus dipakai, bukan?  

PT TransJakarta Kerja Sama dengan Universitas Paramadina Kembangkan SDM Melalui Beasiswa

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) bekerja sama dengan Universitas Paramadina wujudkan TransJakarta Cendekia. Ini merupakan harapan yang diberikan TransJakarta bagi karyawan untuk meningkatkan kompetensinya. Baca juga: Lyfe Watch, Mudahkan Bayar MRT dan TransJakarta Hanya dengan Sekali Tap Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan, selain meningkatkan kompetensi, adanya beasiswa ini juga untuk membangun semangat karyawan dalam meraih kemajuan nantinya. Dia menekankan untuk semuanya itu kuncinya adalah pendidikan. “Kami di TransJakarta itu ada sekitar 8700 orang atau hampir 9000 dan menjadi BUMD dengan karyawan terbanyak,” kaya Agung yang di temui di kantor TransJakarta, Jumat (19/7/2019). Bahkan dari jumlah yang sudah disebutkannya, sekitar 80 persen karyawan TransJakarta ternyata belumlah bergelar sarjana. Sehingga Agung menegaskan, pihaknya ingin beri harapan terbaik bagi karyawannya. Agung menambahkan, meski tidak semuanya di sekolahkan secara langsung, untuk tahap pertama ini akan ada lima karyawan dan lima anak karyawan yang akan diberikan beasiswa tersebut. “Semua karyawan bisa ikut seleksi ini, hanya dengan catatan mereka yang mendapat beasiswa harus lolos seleksi ketat dan akan ada ikatan dinas,” ujar Agung. Agung menambahkan untuk ikatan dinas ini tidak selamanya, dimana bila sudah selesai mereka bisa memilih untuk tetap di TransJakarta atau pindah di tempat lainnya. Untuk orang tua yang anaknya diberikan beasiswa pun tetap akan ada ikatan dinas pada orang tuanya. “Kalau untuk orang tua yang anaknya diberikan beasiswa mereka yang ikatan dinas bukan kepada anaknya. Tetapi bila anak mereka memenuhi syarat bisa bekerha di TransJakarta,” tambah Agung. Rektor Universitas Paramadina, Firmansyah Phd menambahkan, pihaknya tidak akan membatasi karyawan TransJakarta yang akan diberikan potongan biaya kuliah 50 persen. Menurutnya mereka akan menerima semuanya baik untuk sarjana atau magister. “Kita akan berikan bagi karyawan TransJakarta potongan biaya kuliah sebanyak 50 persen. Tentunya bila mereka lolos seleksi kami,” kata Firmansyah. Baca juga: TransJakarta Punya Rute Baru Setiap Bulan, Bagaimana Integrasi dengan Mikrolet? Saat ini ada 800 ribu masyarakat yang dilayani TransJakarta. Sehingga sumber daya manusia dengan kualitas dan kompentensi juga harus meningkat.

“Terlalu Senyap,” Transport for London Aplikasikan Suara Khusus Pada Bus Listrik

Hadirnya inovasi di sektor transportasi seperti moda listrik atau moda bertenaga hibrida tidak serta merta menyelesaikan masalah yang selama ini tengah diperangi oleh berbagai negara di dunia – polusi udara. Alih-alih menyelesaikan masalah polusi, muncul masalah baru pada jenis kendaraan seperti ini, yaitu keberadaannya terhadap kaum difabel. Bukan masalah apakah moda ini dapat dijangkau oleh kaum difabel atau tidak, melainkan keberadaannya yang dikhawatirkan dapat membahayakan kaum difabel – sebut saja penyandang tuna netra. Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan, London Uji Coba Sistem Rem Otonom Pada Bus Umum Dalam kasus ini, Transport for London (TfL) telah diperingatkan oleh berbagai institusi terkait salah satu sistem keselamatan yang dikhususkan untuk para penyandang tuna netra ini, dan kini agaknya mereka akan benar-benar menaruh konsentrasi padanya. Mengutip dari laman theguardian.com (1/7), sebelumnya pihak TfL telah menugaskan manufaktur otomotif asal Amerika, Aecom untuk memberikan suara khas pada moda listrik yang dikembangkannya. Hadirnya suara pada moda listrik yang terkenal senyap ini akan membantu para pengguna jalan untuk lebih waspada bahwa di sekitaran mereka ada moda listrik yang hendak melintas. Suara ini sama saja seperti suara kendaraan pada umumnya, dimana masing-masing dari kendaraan punya suara yang khas, dan hal serupa diharapkan tersemat pada moda listrik – dalam hal ini pihak TfL lebih fokus terhadap bus listrik. “Bus listrik di London pertama akan dilengkapi dengan suara khas di awal peluncurannya (musim gugur), dan diharapkan negara-negara lain dapat mengikuti langkah ini,” ujar salah satu pejabat di TfL. Salah satu pejabat di Royal National Institute of Blind People, Zoe Courtney mengatakan bahwa, “tingkat kebisingan yang hampir hening pada bus listrik dan hibrida membuat mereka berpotensi membahayakan pejalan kaki yang tuna netra, sehingga sangat penting bahwa suara yang tepat ditambahkan ke kendaraan ini,” Baca Juga: Ford ‘Terjemahkan’ Pemandangan Khusus Bagi Penyandang Tuna Netra Jika dikemudikan oleh manusia, mungkin heningnya bus listrik ini tidak akan memberikan masalah yang terlalu berarti – dimana pengemudi dapat memberikan tanda (membunyikan klakson atau menghindar) jika di depannya ada penyandang tuna netra. Namun apa jadinya jika yang beroperasi adalah bus listrik otonom? Secanggih-canggihnya sistem, tentu saja diperlukan proteksi berlapis guna menghindari beragam kecelakaan lalu lintas.

Tersinggung Ditawari Selimut Saat Menyusui, Penumpang KLM Curhat di Facebook!

Maskapai penerbangan asal Belanda, KLM, menghadapi kecaman dari berbagai pihak karena kebijakan yang dianggap mendiskiriminasi salah satu organ tubuh wanita. Tudingan ini menjadi ramai dibicarakan setelah pihak maskapai meminta kepada salah satu penumpangnya untuk menutupi bagian payudaranya ketika tengah menyusui dengan alasan kalau-kalau ada penumpang lain yang merasa kurang nyaman dengan pemandangan tersebut. Baca Juga: Ternyata, Jakarta Merupakan Destinasi Penerbangan Antar Benua Perdana KLM! Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, seorang penumpang yang bernama Shelby Angel menyatakan bahwa dirinya tengah berada di dalam penerbangan KLM dari San Francisco menuju Amsterdam pada Juni lalu. Shelby yang kala itu membawa serta anaknya yang masih balita menyusui sang buah hati ketika pesawat tengah mengudara. Tak lama berselang, Shelby dihampiri oleh salah seorang awak kabin dari KLM yang memintanya untuk menutupi payudaranya dengan menggunakan selimut ketika tengah menyusui. Tentu saja lain halnya jika kejadian ini terjadi di Indonesia, dimana hal yang menyinggung masalah ‘organ sensitif’ seorang wanita masih sangat tabu, Shelby merasa tersinggung karena permintaan dari awak kabin ini. Shelby merasa tidak dihargai atas permintaan untuk menutupi payudaranya tersebut dengan menggunakan selimut. Di media sosial Facebook, Shelby lalu mengunggah curahan hatinya yang juga dikirimnya kepada akun resmi dari maskapai KLM, KLM Royal Dutch Airlines. “Ini merupakan peringatan terhadap semua Ibu menyusui: JANGAN mengudara dengan menggunakan KLM!” begitulah kurang lebih pembukaan dari Shelby yang geram akan perlakuan yang ia terima dari awak kabin KLM. “Saya menyusui anak saya yang berusia satu tahun agar ia bisa tenang dan penerbangannya menjadi nyaman,” tambah Shelby. Namun ketika pesawat hendak take-off, Shelby dihampiri oleh seorang awak kabin yang membawakannya selimut dan awak kabin tersebut berkata, “jika Anda ingin terus menyusui anak Anda, silakan tutupi dengan menggunakan ini (selimut),” Kala itu Shelby menolak karena anaknya merupakan tipikal anak yang tidak suka jika ditutupi oleh selimut ketika sedang disusui. “Sepanjang perjalanan, awak kabin tersebut sama sekali tidak pernah memandang mata saya dan di situ saya merasa tidak nyaman dan tidak dihargai,” ujar Shelby. Menanggapi unggahan Shelby di Facebook tersebut, pihak KLM mengatakan bahwa sama sekali tidak ada larangan untuk menyusui di dalam kabin. Baca Juga: Bantu Penumpang Bawa Barang Hingga ke Gerbang, KLM Hadirkan Robot Care-E “Hanya saja tidak semua penumpang nyaman dengan pemandangan tersebut (seorang Ibu yang menyusui anaknya dengan kondisi payudara yang terumbar). Maka dari itu kami berinisiatif untuk menciptakan situasi yang kondusif dan nyaman bagi semua penumpang yang berada di dalam kabin – salah satunya dengan membawakan selimut untuk menutupi bagian payudaranya,” jelas juru bicara dari KLM. Walhasil, unggahan Shelby di Facebook ini menjadi topik hangat perbincangan dan menghasilkan lebih dari 1.500 komentar dan dibagikan sebanyak 374 kali. Bagaimana menurut Anda?  

Belum Selesai dengan Garuda Indonesia, Vloger Ini Kembali Viral di Kaskus

Nama Rius Vernandes yang ramai menjadi perbincangan dan dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik karena unggahnnya di Instagram mengenai menu kelas bisnis Garuda Indonesia menggunakan kertas dan tulisan tangan ternyata tak hanya berhenti di situ saja. Sebab di media sosial Kaskus ada lagi yang mengejutkan, dimana seorang Kaskuser dengan akun bocahnakal1446 menyebut Rius sebagai talent maskapai asing yakni Singapore Airlines. Baca juga: Jadi Viral, Menu Kelas Bisnis Ditulis Tangan, Garuda Indonesia Minta Maaf Pada Vloger Akun bocahnakal1446 tersebut mengunggah paparan dengan judul, “Parah Ini Orang, Menjatuhkan Garuda Indonesia Demi Maskapai Asing!”. Paparan tersebut diunggah akun itu pada 14 Juli 2019 pukul 20.53 WIB. Adapun penggalan paparan yang dinggah bocahnakal1446, “Usut punya usut, pria yang juga berprofesi sebagai content creator dan selebgram ini ternyata baru saja mendapatkan kontrak kerja yakni menjadi podcast talent dari Singapore Airlines, Maskapai Asing! Sayang sekali, seorang WNI justru memprovokasi masyarakat dengan cara mencari-cari celah kekurangan Garuda Indonesia melalui media sosial, hanya karena di kontrak oleh Singapore Airlines.” Paparan tersebut kemudian menjadi perbincangan didunia maya yang mana mendapat tanggapan beragam dari para warganet pengguna kaskus lainnya. “Parah cuyy…demi rupiah rupanya..,” tulis kaskuser forpetrol. “Parah nih kalo beneran bo’ong,” tulis kaskuser lain, pacifistas1995. Karena ada paparan tersebut, pihak Rius yang diwakili oleh sang pengacara yakni Abraham Sridjaja mengatakan bahwa kliennya tidak pernah menjalin kerja sama dengan Singapore Airlines. “Jadi Mas Rius ini tidak ada kerjasama sama sekali sama Singapore Airlines. Jadi yang pernah sama SQ (Singapore Airlines) itu adalah kolaborasi dengan inspigo. Inspigo itu podcast,” kata Abraham yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman kompas.com (18/7/2019). Dia mengatakan, Rius bukan di panggil oleh Singapore Airlines tetapi Inspigo untuk menjadi narasumber dan ini tidak mengikat. Menurutnya, jika pihak Garuda Indonesia mau mengundang Rius untuk berbicara tentang Garuda Miles juga bisa. “Rius merupakan seorang Youtuber yang kerap membuat konten pengalaman penerbangan dengan berbagai maskapai dan tidak hanya Singapore Airlines atau Garuda Indonesia,” ujar Abraham. Dia mengatakan, dalam meriview, kliennya itu selalu bersikap objektif apalagi jika dilihat dari Vlognya yang tidak menghina Gaurda Indonesia. Bahkan dia memberikan apresiasi meski menu dengan kertas tetapi tetrutup dengan pramugari yang baik. Baca juga: Geger Video Menu dengan Tulisan Tangan, Garuda Indonesia Keluarkan Surat Larangan Ambil Gambar di Kabin! “Kalau dilihat vlognya Mas Rius tidak ada menghina (Garuda Indonesia) sama sekali, lho. Justru dia membaguskan, waduh ini walaupun menunya dengan kertas tapi ketutup ya dengan pramugarinya baik banget, mereka enggak ada masalah,” tandasnya.

Tejas Express, Kereta Api India Pertama yang Akan Dioperasikan Swasta

Tejas Express merupakan kereta api India pertama yang akan melayani rute Delhi dan Lucknow. Kereta ini juga yang pertama dalam sejarah perkeretaapian India yang dioperasikan oleh pihak swasta dan merupakan inisiatif percobaan oleh Indian Railway. Baca juga: Kereta “Semi High Speed” Vande Bharat Express Resmi Meluncur Dilansir KabarPenumpang.com dari livemint.com (13/7/2019), Tejas Express merupakan kereta dengan layanan kursi dan gerbong yang mewah. Kereta tersebut saat ini di parkir di Stasiun Anand Nagar dan akan diserahkan kepada pihak swsta setelah proses penawaran terbuka untuk mengoperasikannya.
(Luxury Train India)
Awalnya pemeliharaan kereta tersebut akan dilakukan oleh Perusahaan Kereta Api India dan Perusahaan Pariwisata (IRCTC) baik itu pembayaran yang terkait biaya sewa atau unit pembiayaan. Seorang pejabat kereta mengatakan, dua kereta Tejas Express ini akan berjalan dalam 100 hari. “Kami telah berusaha mengidentifikasi rute yang memiliki kemacetan tinggi dan menghubungkan tempat-tempat wisata penting. Rute untuk kereta kedua juga akan segera diidentifikasi,” ujar seorang pejabat kereta. Kereta yang akan mengular dengan jarak tempuh 500 km tersebut sudah diumumkan sejak tahun 2016 lalu, tetapi baru diperkenalkan pada publik di tabel waktu baru-baru ini. Tejas Express dengan nomor 12585 akan berangkat dari Lucknow Junction pukul 06.50 pagi dan tiba di New Delhi pukul 01.35 pagi, sedangkan kereta nomor 12586 berangkat dari New Delhi pukul 03.35 pagi dan tiba pukul 10.05 malam di Lucknow Juntion. Tejas Express akan beroperasi setiap hari kecuali Kamis dan Minggu. Sebagai kereta dengan layanan premium, Tejas Express menawarkan layanan layaknya dipesawat terbang kelas satu. Kereta akan dilengkapi dengan layar LCD seperti yang dipasang dipesawat tepatnya bagian belakang kursi, WiFi on board, tempat duduk yang nyaman dan soket pengisian ponsel. Kursi kereta berwarna jingga dan kuning serasi dengan eksterior kereta mewah ini. Dilengkapi dengan lampu baca yang dipersonalisasi, bio toilet modular yang dilengkapi dengan keran bersensor. Selain itu juga memiliki pembungkus vinil anti grafiti dan dapur mini yang mewah. Adapula pintu penghubung otomatis serta pintu masuk dan keluar yang akan menjadi fitur lain dari kereta. Saat ini, rute Lucknow-Delhi dilayani oleh 53 kereta termasuk Swat Shatabdi. Baca juga: Train 18 Resmi Punya Nama ‘Vande Bharat Express’ Usulan Dewan Kereta Api dalam rencana 100 hari adalah untuk menawarkan dua kereta api kepada operator yang bersedia menjadi bagian dari proses penawaran untuk hak-hak menjalankan paket penumpang harian/kereta semalam yang menghubungkan kota-kota penting. Railways juga mengatakan akan mengajukan Request for Proposal (RFP) dan Request for Quote (RFQ) dalam 100 hari ke depan. Namun, proposal tersebut mendapat kecaman keras dari serikat kereta api, yang telah mengancam protes skala besar atas masalah ini.

123 Tahun Lalu, Rusia Pertama Kali Pamerkan Mobil Produksi Perdana ke Publik

Ada yang terlupakan dari tanggal 16 Juli kemarin. Bukan ulang tahun salah satu orang tercinta atau tokoh terkenal yang memiliki andil di sektor transportasi global. Mungkin Anda bisa menebaknya? Ya, tepat di tanggal 16 Juli kemarin, 123 tahun yang lalu, Rusia pertama kali memamerkan mobil produksi perdana mereka pada perhelatan Nizhniy Novgorod Industry and Art Exhibition. Baca Juga: Sergey Vladimirovich Ilyushin – Dari Keluarga Petani Sukses Sebagai Founder Pabrikan Pesawat Rusia 16 Juli 1896, dua insinyur kenamaan asal Negeri Beruang Merah, Yevgeny Yakovlev dan Pyotr Freze merilis mahakarya yang sudah mereka kembangkan – setidaknya tiga tahun, dimana pada tahun 1893 Yevgeny dan Pyotr melihat mobil Benz Victoria pada pameran Chicago World’s Fair. Sejak saat itu, keduanya tertarik untuk mengembangkan mobil serupa dan mulai bergeliat dengan kesibukan tersebut. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman russkiymir.ru, mobil perdana buatan Rusia ini tampak seperti seperti gerobak terbuka yang menggunakan motor dan empat roda kayu besar (roda bagian belakang lebih besar daripada roda depan). Adapun ban kayu ini dilapisi oleh lapisan karet pada bagian terluarnya – sama seperti ban mobil konvensional saat ini.
Benz Victoria. Sumber: Wikipedia
Mobil kembanganYevgeny dan Pyotr ini mampu melesat hingga kecepatan maksimum 21km/jam dan menempuh perjalanan hingga 10 jam dalam kondisi tangki bensin terisi penuh. Sebenarnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara mobil kembangan Yevgeny dan Pyotr dengan yang dikembangkan oleh Karl Benz (Benz Victoria), hanya saja kedua insinyur Rusia ini menerapkan sejumlah perbaikan pada bagian mesinnya. Sebut saja transmisi pada mobil kembangan Yevgeny dan Pyotr lebih andal ketimbang yang ada di Benz, karena mereka menerapkan drive belt yang terbuat dari lapisan karet, dan sejumlah perbaikan lain. Dalam upayanya untuk menyempurnakan moda kembangannya, mereka berdua lalu membagi tugas untuk bisa lebih fokus mengerjakan bagiannya – Pyotr fokus terhadap perubahan mesin untuk melaju sedangkan Yevgeny lebih kepada meringankan motor dan transisi secara substansial. Baca Juga: Mengenal Irkut MC-21, Pesawat Produksi Rusia yang Jadi Calon Armada Merpati Airlines Namun amat disayangkan, mobil ini tidak sempat diproduksi secara massal karena satu dan lain alasan yang tidak di ungkap. Satu yang diduga menjadi alasan di balik gagalnya mobil ini diproduksi secara massal adalah Yevgeny Yakolev yang keburu menghadap sang Pencipta pada tahun 1898. Anak dari Yevgeny sama sekali tidak tertarik pada bidang otomotif dan tidak ada yang bisa meneruskan pengembangan mobil ini lebih lanjut. Selain itu, faktor lain yang patut diduga menjadi alasan di balik gagalnya produksi massal adalah kurangnya minat dari warga yang kala itu masih ‘kaget’ dengan inovasi semacam itu.    

Tawarkan Pola Setoran, GoFleet Mudahkan Mitra GoCar yang Tak Punya Mobil

Anda tak punya mobil tapi mau ‘narik’ GoCar? Tenang saja, GoJek baru saja meluncurkan program sewa mobil untuk calon mitra pengemudi yang ingin bergabung dan tak memiliki kendaraan. Prgoram ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Solusi Mobilitas Bangsa (SMB) yang merupakan perusahaan patungan PT Astra Internasional Tbk. Baca juga: GoJek ‘Disuntik’ Visa, Grab Jalin Kerja Sama dengan Mastercard Program ini dinamakan GoFleet yang mana diharapkan dengan layanan tersebut juga bisa meningkatkan kesejahteraan sektor informal yang ada. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Presiden Direktur GoFleet Meliza M Rusli mengatakan, GoFleet merupakan kolaborasi otomotif dengan teknologi dimana penggabungan dari GoJek dan pengalaman Astra di industri ini. Tahun 2019 ini, GoFleet dikatakan Meliza akan menyediakan setidaknya seribu kendaraan jenis low multi purpose vehicle atau low MPV Avanza dan Xenia hasil join fee dengan Astra. Nantinya untuk kendaraan serta layanan perbaikan, perwatan dan perlindungan asuransi akan disediakan oleh GoFleet bagi mitra pengemudi yang memiliki kualitas sesuai standar Astra. “GoFleet merupakan wujud nyata dari kemitraan strategis antara Astra dan GoJek yang dimulai sejak investasi kami di Gojek pada Februari 2018,” kata Meliza. Dia menambahkan, nantinya bagi pengemudi yang bergabung dengan GoFleet akan berkesempatan memperoleh penghasilan tambahan dari pemasangan iklan seperti banner atau iklan LED di dalam mobil. Pada tahap awal, GoFleet akan beroperasi di Jabodetabek, namun tidak menutup kemungkinan berkembang ke daerah lain. Meski baru diluncurkan, Gofleet telah beroperasi pada awal Juli. Dengan begitu, calon mitra GoCar tetap bisa mendaftarkna diri meski tidak memiliki kendaraan. Untuk dapat bergabung dengan GoFleet, calon mitra wajib mendaftar sebagai mitra GoCar. Setelah itu, pengemudi mesti mengikuti seleksi administrasi, verifikasi, dan training. Mitra juga diwajibkan membayar commitment fee senilai Rp1,5 juta saat mendaftar. Nantinya, GoJek akan menarik biaya berlangganan senilai Rp1,18 juta per pekan yang akan dibayarkan tiap hari. Artinya, setiap hari pengemudi mesti membayar biaya berlangganan sebesar Rp169 ribu. Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto mengatakan, GoFleet sendiri merupakan wujud nyata dari kemitraan strategis antara Astra dan GoJek yang dimulai sejak investasinya pada Februari 2018 lalu. Pihaknya pun mendukukng penuh adanya upaya kolaborasi ini agar dapat memberikan dampak ekonomi sosial yang semakin luas bagi masyarakat Indonesia. “Hal ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa,” ucapnya menambahkan. Sementara pendiri dan CEO GoJek Nadiem Makarim mengatakan, “Kerjasama ini sejalan dengan misi kami untuk terus berinovasi dan mencari cara memberikan kesempatan yang merata bagi masyarakat Indonesia.” Baca juga: ‘Jodohkan’ Pengemudi dan Penumpang, GoJek Hadirkan Sistem Meachine Learning Dilihat dari pola setoran yang dikenakan per hari bagi para mitra, menjadikan sistem GoFleet punya kemiripan dengan pola setoran pada bisnis taksi konvensional.

Berusia 82 Tahun, PO NPM Jadi Salah Satu Perusahaan Otobus Tertua di Indonesia

“Naikilah Perusahaan Minang,” ini bukan sebuah slogan tetapi nama panjang dari sebuah perusahaan otobus. PO NPM merupakan angkutan darat yang berasal dari Tanah Minang atau Sumatera Barat. Baca juga: PO ANS – Pernah Layani Trayek AKAP Terjauh, Banda Aceh – Denpasar Ternyata PO NPM merupakan salah satu perusahaan otobus tertua di Pulau Sumatera dan masih eksis meski melewati berbagai transformasi teknologi. Didirikan tahun 1937 oleh Bahauddin Sutan Barbangso Nan Kuniang di kota Padang Panjang, Sumatera Barat.
(foto bis kenangan)
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, PO yang sudah berdiri 82 tahun tersebut, kini sudah dikelola oleh generasi ketiga yakni Angga Vircansa Chairul. Pada awal mulanya meluncur dijalanan, PO NPM hanya melayani beberapa trayek dalam provinsi Sumatera Barat. Kemudian setelah berpuluh-puluh tahun mengoperasikan dalam kota, PO NPM mulai berkembang dan membuka trayek ke berbagai kota di Sumatera. Pada dekade 1980-an, akhirnya melucur dengan trayek ke Pulau Jawa. PO NPM sendiri memulai pemberangkatannya ke berbagai daerah di Pulau Jawa dari beberapa kota di Sumatera Barat seperti Bukittinggi, Pariaman, Payakumbuh dan lainnya. Dari dasawarsa 1980-an hingga awal 2000-an, ini adalah puncak kejayaan PO NPM tersebut. Dimana jaringan trayek PO NPM membentang mulai dari Medan, Pekanbaru, Dumai, Jambi, Bengkulu, Palembang dan Bandar Lampung untuk Pulau Sumatera. Sedangkan di Pulau Jawa trayeknya adalah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Bandung. Trayek utama dari PO NPM di Sumatera barat sendiri adalah dari Padang menuju ke Bukit Tinggi. PO NPM pada masa kejayaan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), menjadi salah satu yang berkembang dari beberapa PO bus di Sumatera. Sayangnya perjalanan para PO bus AKAP ini menurun setelah maskapai penerbangan memberikan tarif tiket pesawat murah. Selain itu juga maraknya perusahaan travel yang menggunakan mobil kecil menjamur sehingga membuat banyak armada PO NPM harus menganggur dan menyebabkan kerugian. Karena hal ini, generasi ketiga dari pemilik PO NPM akhirnya melakukan pengembangan dengan membuka usaha angkutan pariwisata dengan nama Vircansa Tour Bus yang beroperasi di Sumatera Barat dan sekitarnya. Pada saat terjadinya kenaikan tiket pesawat di awal tahun 2019, NPM melakukan penambahan unit kendaraan mereka sebanyak sepuluh bus, melengkapi 80 unit bus yang telah dimiliki oleh bus orang minang ini. Sementara itu, sepuluh armada baru NPM bermesin Mercedes Benz, diyakini mampu memanjakan para penumpang dalam melakukan perjalanan mereka. Armada terbaru NPM Vircansa bertipe OH 1526 NG itu, dikerjakan oleh Karoseri Laksana di daerah Ungaran, Jawa Tengah. “Armada terbaru kami ini, telah di lengkapi berbagai fitur yang akan memanjakan para penumpang dlaam melakukan perjalananya, berbagai fitur tersebut yakninya, unit full AC yang juga di dukung dengan adanya smoking area, toilet, footrest, dan colokan yang dapat digunakan untuk mengisi ulang daya handphone para penumpang,” papar Angga lagi. Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera Dikatakannya lagi, Armada terbaru ini juga telah menggunakan EURO 3, dimana sistem pembakaran yang sudah terkomputerisasi. “Artinya, jika mobil berjalan dengan keadaan yang terlalu panas, akan mengurangi tenaga kendaraan secara perlahan-lahan,” ujar Angga.

Terlambat Naik Kereta, Wanita Ini Letakkan Kaki Diantara Peron dan Gerbong

Terlambat naik kereta kerap kali terjadi pada setiap penumpang dan tiket yan sudah dibeli hangus. Ini kemudian membuat penumpang tersebut harus membeli tiket baru dan naik kereta selanjutnya jika langsung tersedia. Baca juga: Akibat Didorong Penumpang Lain, Kaki Wanita Ini Terperosok di Celah Peron Stasiun MRT Tetapi di Cina seorang penumpang wanita bersama saudara dan temannya terlambat naik kereta terakhir dan melakukan tidakan bodoh. Karena tidak mau tertinggal, wanita tersebut menahan kakinya dia celah antara peron dan kereta serta membuat perjalanan kereta terlambat selama tujuh menit. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (17/7/2019), wanita yang diketahui memiliki nama keluarga Wong tersebut tiba di Stasiun Guangzhou Selatan sekitar pukul 11.20 siang waktu setempat. Dia ke stasiun bersama saudara laki-lakinya serta seorang teman untuk kembali ke Changsa. Namun, petugas memberitahukan bahwa ketiga orang ini terlambat naik kereta terakhir pada hari Minggu (14/7/2019) tujuan ke Changsa Selatan yang terletak 700 km ke arah utara. Kemudian Wong mencoba meyakinkan para petugas stasiun untuk membiarkan mereka naik ke kereta. Hal tersebut dilakukannya karena dia khawatir terlambat bekerja di hari berikutnya. Sayangnya dalam rekaman kamera pengawas atau CCTV stasiun memperlihatkan setelah berdebat dengan petugas, dia dan dua orang lain yang bersamanya melompati pembatas keamanan dan berlari ke kereta. Terlihat Wong menggedor jendela dan berteriak ‘buka pintu’ sebelum meletakkan kakinya di celah antara peron dan kereta. Petugas stasiun dan dua orang yang bersama Wong mencoba untuk menenangkannya tetapi dia bahkan tidak acuh. “Bangun, kereta akan segera berangkat sehingga kita tidak bisa membuka pintu. Pintunya tidak akan terbuka! Kamu masih bisa naik kereta berikutnya, bangun dulu. Tidak, saya tidak ingin kereta berikutnya, Anda bisa melakukannya. Tolong, aku hanya ingin naik kereta ini,” kata Wong. Kemudian setelah beberapa menit, pihak kepolisian dipanggil dan menyeret Wong menjauh dari kereta. Dia diberikan hukuman tahanan selama sembilan hari karena mengganggu ketertiban di tempat umum serta menghalangi arus lalu lintas yang normal. Tak hanya itu, dua orang lain yang bersama Wong juga diberi peringatan disipliner. Meski terlambat tujuh menit, warganet menunjukkan kemarahan atas perbuatan yang dilakukan Wong tersebut. Baca juga: Pria Tambun Terpleset Saat Naik Kereta yang Berjalan dan Terjatuh ke Celah Peron “Orang-orang semacam ini harus masuk daftar hitam! Bagaimana dengan waktu penumpang lain di kereta? ”Kata seorang pengguna Weibo. “Sekarang dia terlambat selama sembilan hari, dia tidak perlu pergi bekerja lagi,” tulis yang lain.