Gunakan Teknologi Pengenal Wajah, Taksi Jepang Hadirkan Iklan Sesuai Jenis Kelamin dan Usia Penumpang

Naik taksi dan disuguhi iklan sesuai dengan umur dan jenis kelamin setiap penumpangnya? Mungkin ini menjadi hal yang baru dan bisa membuat penumpang menjadi lebih nyaman dan menikmati perjalanan mereka. Namun bagaimana caranya dan apakah ini aman untuk penumpang yang bepergian dengan taksi? Baca juga: S.Ride, Aplikasi dari Sony untuk Taksi Hailing di Jepang Dilansir KabarPenumpang.com dari laman situs futurism.com, pengalaman baru ini bisa dirasakan setiap penumpang jika mengunjungi Jepang tahun ini. Pasalnya saat masuk ke dalam taksi, Anda sebagai penumpang akan dihadapkan pada sebuah tablet yang akan memindai wajah untuk mengetahui jenis kelamin, usia dan karakteristik lainnya. Nantinya setelah data hasil pemindaian didapat, maka iklan yang relevan alias sesuai dengan penumpang akan ditampilkan. Sistem pengenalan wajah tersebut membuat tampilan di Twitter pada hari Sabtu (27/4/2018) setelah seorang teknisi Google Rosa Golijan memposting foto tablet. Dimana tablet tersebut diketahui digunakan dalam taksi di Jepang untuk memperkirakan jenis kelamin dan memberikan konten yang paling optimal dengan sebuah preview menarik tentang bagaimana iklan yang di paksakan dan dipersonalisasikan bisa diluncurkan di tempat lain di dunia. Tweet yang juga tanggapan Golijan ini menunjukkan banyaknya detail termasuk bagaimana cara cara data dikumpulkan dan digunakan. Teknologi yang digunakan pada tablet adalah pengenalan wajah (facial recognition) lewat fitur kamera. Kode QR di tautan gambar akan tersambung pada website pengembangan platform ecommerce Jepang yakni DeNA Co Ltd dimana secara khusus akan menghubungkan ke halaman Trust and Safety untuk layanan Premium Taxi Vision. Diketahui, Premium Taxi Vision sendiri hadir pada Januari 2019 dan dimaksudkan untuk membuat penumpang taksi lebih nyaman dan aman. Website DeNA mengatakan, pihaknya melakukan penerjemahan data dengan Google dan agaknya kenyamanan serta kemudahan dengan membuat pelanggan terhindar dari rasa malu yang ditunjukkan untuk jenis kelamin dan umur yang berbeda dari data yang didapat. Situs website milik DeNA juga menjelaskan bahwa video penumpang digunakan untuk menghasilkan profil mereka terkait usia, jenis kelamin yang diperkirakan serta jumlah penumpang di dalam taksi. Baca juga: Tidak Ada Layanan Ride-Hailing, Inikah Masa Kejayaan Taksi di Jepang? Data ini akan dikirim ke agen perkilanan Geniee, Inc dan kemudian mengirimkan iklan yang cocok untuk penumpang. Dengan cara ini pihak Geniee sendiri tidak bisa melihat rekaman data penumpang tetapi hasil ringkasan data. Dalam kasus Golijan, pihak pengiklan hanya tahu yang naik taksi adalah seorang wanita dewasa. Sehingga rekaman yang sudah didapat DeNA langsung dihapus dan perangkat lunak pengenalan wajah tidak hilang dari tablet.

Diduga Terjangkit Campak, Pramugari El Al Israel Airlines Koma 10 Hari!

Seorang pramugari dari maskapai El Al Israel Airlines dikabarkan mengalami koma setelah sebelumnya didiagnosis menderita campak. Pramugari berusia 43 tahun ini dirawat di rumah sakit setelah tim dokter yang menangani kasusnya mengatakan bahwa wanita malang ini menderita ensefalitis atau radang otak – komplikasi virus yang berpotensi mematikan. Padahal, pramugari ini dinyatakan berada dalam kondisi sehat sebelum ia terjangkit campak. Baca Juga: Memo Internal Tersebar, Emirates Peringatkan Awak Kabin yang ‘Layover’ untuk Bersikap Sopan “Ia mengalami koma selama kurang lebih 10 hari, dan sekarang kami hanya mampu mengupayakan yang terbaik untuk dirinya,” ujar Dr. Itamar Grotto, Asociate Director General dari Kementerian Kesehatan Israel, dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (17/4/2019). Adapun pramugari ini dirawat di rumah sakit setelah terserang demam tinggi pada 31 Maret 2019 kemarin. Salah satu pejabat kesehatan Israel mengatakan wanita itu mungkin telah terinfeksi campak di New York, Israel atau penerbangan antara kedua lokasi tersebut, dimana kedua kota sedang mengalami wabah campak aktif. Meski demikian, tidak ada penumpang lain yang tampaknya menderita campak. Di Israel sendiri, Dr. Itamar Grotto mencatat sudah ada 3.920 kasus campak yang terjadi pada rentang waktu bulan Maret hingga 11 April 2019 kemarin. Sementara itu di Amerika Serikat sendiri, tercatat ada kurang dari 1.000 kasus campak dalam periode waktu yang sama. Lalu mengutip dari catatan World Health Organization (WHO), Eropa mengantungi jumlah kasus campak di angka 34.383 dalam rentang waktu April 2018 hingga April 2019. Dalam catatan yang berbeda, WHO mengantungi lebih dari 112.000 kasus campak yang tersebdar di 170 negara pada tahun 2019 ini. Kuat dugaan, membengkaknya angka penderita campak ini dilatabelakangi oleh penolakan yang dilakukan oleh kelompok anti vaksin. Baca Juga: Diterjang Bau Kentut, Tiga Awak Kabin Tumbang Dikabarkan, pramugari yang identitasnya disamarkan ini telah mendapatkan vaksin campak saat masih anak-anak, tapi hanya menerima satu dosis. US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah merekomendasikan bahwa semua anak mendapatkan dua dosis vaksin campak, gondok dan rubela (MMR) sejak tahun 1989. Hal tersebut dipercaya dapat memberikan perlindungan sampai 97 persen terhadap virus campak. Satu dosis vaksin MMR juga setara dengan 93 persen perlindungan efektif terhadap campak.

Perluas Rute, Mulai 8 Mei Garuda Indonesia dan Japan Airlines Tingkatkan Codeshare

Setelah membuka rute penerbangan Jakarta – Nagoya pada 23 Maret lalu, Garuda Indonesia bersama Japan Airlines (JAL) kini mengumumkan perluasan kerja sama codeshare dalam memberikan pilihan yang semakin beragam bagi para pengguna jasa kedua maskapai untuk berpergian antara Jepang dan Indonesia. Baca juga: Maret 2019, Garuda Indonesia Buka Rute Jakarta-Nagoya dengan Airbus A330 Melalui kerjasama perluasan codeshare yang efektif beroperasi mulai tanggal 8 Mei 2019 mendatang tersebut, Garuda Indonesia menyepakati perluasan pengembangan jaringan penerbangan codeshare sebagai marketing carrier atau menempatkan nomor penerbangannya GA9170 (Haneda – Osaka Itami) & GA9171 (Osaka Itami – Haneda) untuk rute penerbangan Haneda – Osaka Itami pp yang dilayani oleh Japan Airlines. Sebaliknya, Japan Airlines turut menyepakati perluasan jaringan penerbangan dengan menjadi marketing carrier atau menempatkan nomor penerbangannya JL 5015 (Osaka Kansai – Jakarta), JL 5016 (Jakarta – Osaka Kansai) dan JL 5017 (Nagoya – Jakarta), JL 5010 (Jakarta – Nagoya) pada penerbangan Garuda Indonesia untuk rute Jakarta – Osaka Kansai pp dan Jakarta – Nagoya pp. Sebelumnya melalui jalinan kerjasama codeshare bersama JAL dan Garuda Indonesia telah menyepakati pengembangan jaringan penerbangan codeshare di sejumlah rute yang dilayani masing – masing maskapai seperti rute Jakarta – Haneda, Jakarta – Yogyakarta, Jakarta- Surabaya, dan Jakarta – Narita yang dilayani oleh Garuda Indonesia. Adapun JAL turut memperluas pangsa pasar jaringan codeshare penerbangan melalui rute Narita – Jakarta, Haneda – Nagoya, Haneda – New Chitose, dan Haneda – Fukuoka Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah dalam siaran pers (1/5) mengungkapkan, “Perluasan kerjasama codeshare tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia dalam meningkatkan pangsa pasar dan konektivitas di kawasan Asia Pasifik”. Pikri memaparkan, “Jepang merupakan pasar yang sangat penting bagi Garuda Indonesia. Kerja sama ini kami harapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh penumpang Garuda Indonesia dan JAL, khususnya dalam memberikan ragam pilihan jadwal penerbangan bagi pengguna jasa untuk melakukan perjalanan dari Indonesia ke Jepang maupun sebaliknya,” katanya. Baca juga: Garuda Indonesia Lakukan Codeshare dengan Japan Airlines “Dengan demikian, saat ini Garuda Indonesia dan JAL memiliki sebanyak 11 rute penerbangan codeshare dari dan menuju Indonesia – Jepang”, papar Pikri. Garuda Indonesia saat ini melayani rute penerbangan Jakarta – Osaka pp sebanyak 3 Kali seminggu. Sedangkan Jakarta – Nagoya dioperasikan sebanyak 4 kali seminggu. Kedua rute tersebut dioperasikan dengan menggunakan pesawat jenis Airbus A330-300.

Jawaban Atas Buruknya Infrastruktur Transportasi, di Mogadishu Kini Meluncur Layanan “Ojek Online”

Apa yang ada dibenak Anda saat mendekar nama Mogadishu? Sebagian besar mungkin membayangkan suasana ibu kota Somalia ini yang serba kacau, bangunan porak poranda dengan tingkat kriminalitas tinggi. Gambaran itu boleh jadi terpatri lantaran kuatnya pengaruh film Black Hawk Down (2001) yang menjadikan Mogadishu sebagai latar cerita tentang perang kota yang brutal antara pasukan elite Amerika Serikat dan ribuan milisi bersenjata pimpinan Farrah Aidid. Baca juga: “Ojek Online” Hadir di Melbourne, Tawarkan Mobilitas Tinggi dan Rendah Emisi Dan faktanya sampai saat ini kondisi Mogadishu masih menjadi kota yang terpuruk. Bahkan Somalia kini mendapat label sebagai basis perompak laut di Teluk Eden. Dunia internasional pun men-cap Somalia sebagai salah satu negara gagal. Meski penuh keprihatinan, warga Mogadishu nyatanya berusaha bangkit. Di tengah situasi bisnis yang tidak jelas regulasinya, startup lokal berusaha mencari peruntungan pada penyediaan layanan transportasi. Adalah Gulivery yang pada 1 Mei 2019 resmi meluncurkan Go!, yaitu sebuah aplikasi ride hailing yang digadang beroperasi di sekitaran Mogadishu. Go! Bisa disamakan di Indonesia dengan GoJek dan Grab. Hanya saja layanan yang desediakan baru sebatas ojol (ojek online), itu pun masih terbatas dengan 20 armada. Identitas ojol asal Somalia ini dicirikan dengan motor berwarna kuning, serta pengemudi yang mengenakan rompi dan helm berwarna kuning. Infrastruktur jalan raya yang buruk, ditambah identifikasi nama jalan yang tidak memadai dan urbanisasi yang tinggi menjadi tantangan besar dalam upaya penyediaan transportasi di Mogadishu. Dikutip KabarPenumpang.com dari qz.com (1/5), pendiri aplikasi Go! Deeq Mohamed menyatakan bahwa hadirnya ojol merupakan peluang ditengah keterbatasan sarana transportasi. “Bahkan moda ini bisa menambah peluang tenaga kerja baru,” ujar Deeq yang berharap dapat mengembangkan layanan ini di kota-kota lainnya. Ojek motor sendiri sudah dikenal lama di Mogadishu, oleh warga kota dengan populasi 3 juta jiwa ini, ojek pangkalan (opang) disebut sebagai Boda Bodas. Dalam beberapa tahun ini, pertumbuhan Boda Bodas meroket dan menjadi tumpuan transportasi antar warga. Baca juga: Populasi Ojek Online Meroket, Apakah ini Pertanda Bagus Untuk Ibu Kota? Deeq Mohamed punya cita-cita luhur untuk mengembangkan Go! Ke seantero wilayah Afrika Timur. Pendanaan menjadi masalah terbesar untuk mewujudkan obsesinya, ia berharap investasi yang dikeluarkan dapat balik modal dalam waktu dua tahun. Rencananya Go! Bakal menambah armada 50 – 75 sepeda motor sampai akhir tahun ini.

Dampak Abu Vulkanik di Bali, Ratusan Penumpang dari Tiga Penerbangan AirAsia Tujuan Perth Telat Terima Bagasi

Sebanyak 544 penumpang AirAsia yang melakukan perjalanan dari Bali, Indonesia menuju Perth, Australia mendarat tanpa barang bawaan mereka. Para penumpang ini terbagi dalam tiga perjalanan terpisah sejak Jumat dan Sabtu lalu dan 200 dari 544 penumpang tersebut tidak mendapatkan barang bawaan mereka. Baca juga: Iklan ‘Diterjemahkan’ Netizen Berbau Promo Wisata Seks, AirAsia Minta Maaf Dilansir KabarPenumpang.com dari laman watoday.com (29/4/2019), seorang penumpang bernama Tina Dagostino yang tiba Sabtu malam setelah merayakan ulang tahun ke-50 nya di Bali mengatakan hal yang bisa membuat penumpang frustasi. Dia mengatakan pihak maskapai maupun bandara tidak memberi tahu apapun pada penumpang sebelum mereka meninggalkan Bali. “Staf Bandara Perth pasti tahu barang-barang kami tidak ada di pesawat ketika kami meninggalkan Bali. Itu adalah penerbangan hampir empat jam, tetapi kami baru tahu setelah menunggu tas kami sebentar,” ujar Tina. “Kami mendapat pengumuman bergumam dari pengeras suara, kami satu-satunya penerbangan di sana, dan semua orang bertanya-tanya apa yang dikatakan dan sedang terjadi. Carousel (ban berjalan) tas koper berhenti dan kemudian pengumuman kedua adalah bahwa koper kami belum tiba, mereka hanya memiliki sepuluh tas, dan kami pergi ke konter,” kata dia. Petugas bandara kemudian mengatakan pada para penumpang termasuk orang tua yang membawa bayi mereka yang mengemas botol serta barang-barang lainnya untuk mengisi formulir dengan perincian mereka kemudian kembali ke rumah untuk menunggu telepon dari pihak maskapai. Kemudian pihak klaim bagasi beberapa kali menghubungi penumpang, pada hari Minggu para penumpang mendapatkan jawaban yang berbeda-beda. Awalnya saya diberi tahu bahwa kami adalah satu-satunya penerbangan, kemudian saya diberi tahu bahwa mereka berbicara dengan sekitar 200 orang yang menggunakan dua penerbangan yang berbeda,” katanya. “Akhirnya mereka mengatakan kepada saya ada tiga penerbangan, dua sebelum kami dan satu pada hari Jumat akan ditangani terlebih dahulu. Teman saya diberitahu bahwa bagasi harus diturunkan untuk pemakaian bahan bakar tambahan sebagai tindakan pencegahan karena gunung berapi di Bali sedang meletus. Tapi mereka tidak memberi tahu kita tentang hal tersebut pada saat itu,” jelas Tina. Jika cuaca buruk, termasuk ketika ada risiko aktivitas vulkanik, pesawat sering diminta untuk membawa bahan bakar tambahan jika mereka perlu masuk ke dalam pola holding atau mengalihkan ke tujuan lain. Seorang juru bicara AirAsia mengatakan sejumlah kecil tas diturunkan dari penerbangan antara Denpasar dan Perth pada hari Jumat dan Sabtu karena pembatasan berat sebagai akibat dari penerbangan penuh selama periode liburan puncak, dan kondisi cuaca yang berlaku. “Demi keselamatan, kapten kami membuat keputusan untuk memuat lebih banyak bahan bakar sesaat sebelum lepas landas,” katanya. “Sebagai hasil dari berat ekstra, sejumlah kecil tas tamu tetap di Bali. Kami memahami ini membuat frustrasi, tetapi prioritas utama kami adalah memastikan semua orang tiba di Perth dengan aman dan tepat waktu,” jelas juru bicara itu. Dia mengatakan kantong yang tersisa tiba di Perth pada penerbangan berikutnya dan sedang dalam proses pengiriman kepada mereka yang terkena dampak. AirAsia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh keterlambatan bagasi. Frustrasi dan kecewa dengan bagaimana situasi itu ditangani, Tina mengatakan penumpang harus diberitahu sebelum naik sehingga mereka dapat mengemas barang bawaan untuk memastikan mereka memiliki semua yang mereka butuhkan jika bagasi mereka tidak tiba ketika mereka mendarat. Baca juga: Terlambat 2 Jam, Bagasi Penumpang Malindo Air Tak Kunjung Tiba Setelah 5 Jam Menanti Pada hari Minggu malam, Tina diberitahu bahwa semua barang bawaan dari tiga penerbangan berada di Perth dan harus melalui bea cukai sebelum dikirim ke penumpang.

Tarif Baru Ojol Berlaku 1 Mei di Lima Kota, GoJek dan Grab Ikut Aturan Pemerintah

Mulai kemarin 1 Mei 2019, ojek online (ojol) menerapkan peraturan baru salah satunya adalah tarif mereka di lima kota yang mewakili tiga zona yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar. Nantinya setelah penerapan tarif baru di lima kota itu akan dievaluasi setelah satu minggu. Baca juga: SK Menhub: Ini Dia Tarif Batas Atas dan Bawah Ojek Online Terbaru Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemilihan lima kota ini adalah upaya mitigasi risiko dan manajemen dalam penerapan regulasi. Dia mengatakan, akan melihat dinamika yang terjadi di lima kota tersebut dan jika baik serta tidak ada reaksi akan langsung diberlakukan. Budi Karya berharap adanya peraturan ini bisa memberikan payung hukum terutama yang berkaitan dengan isu keselamatan. “Karena kita tahu bahwa safety adalah satu keharusan bagi pengguna transportasi. Kami berharap ini menjadi perlindungan yang baik bagi masyarakat,” kata Budi Karya yang dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews (1/5/2019). Ternyata penerapan tarif baru ini disambut postif oleh GoJek Indonesia maupun Grab. Chief Public Policy and Goverment Relation GoJek Indonesia Shinto Nugroho mengatakan, bahwa GoJek selalu memperhatikan keselamatan baik pengemudi maupun penumpang sebagai top prioritas. “Terkait dengan tarif tentunya kami memahami dari pemerintah, kami akan berusaha juga untuk mematuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambah Shinto. Selain itu Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata juga berjanji akan mematuhi aturan baru tersebut yakini masukan dari Grab juga sudah diakomodir dalam peraturan yang berlaku pada 1 Mei 2019. “Saya mewakili dari Grab Indonesia, mematuhi peraturan menteri. Ada beberapa unsur terutama unsur keselamatan. Beberapa masukan dari kami juga diadopsi di sini,” kata Ridzki. Mengenai tarif baru ojol yang berlaku 1 Mei 2019, Ridzki juga setuju dan Grab akan mengikuti aturan main pemerintah. “Tentunya saat ini diberlakukan sesuai arahan dan ketentuannya kita akan melaksanakan tarif ini,” kata Ridzki. Sebelumnya, Kemenhub telah menetapkan tarif ojek online sejak 26 Maret 2019 lalu. Tarif ojek online ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat. Baca juga: Budi Karya: Bulan Depan Ojol dan Opang Resmi Jadi Angkutan Umum Adapun besaran tarif dibagi dalam tiga zonasi. Zona I ( Sumatera dan Bali), Zona II ( Jabodetabek), dan Zona III ( Sulawesi di luar Bali, Maluku, dan NTB). Berikut ini besaran tarif ojek online dari Kemenhub: Zonasi I (Sumatera dan Bali) – Tarif Batas Bawah: Rp1850 per km – Tarif Batas Atas: Rp2300 per Km – Biaya Jasa Minimal: Rp7 ribu-Rp10 ribu per Km Zonasi II (Jabodetabek) – Tarif Batas Bawah: Rp2 ribu per Km – Tarif Batas Atas: Rp2500 per Km – Biaya Jasa Minimal: Rp8 ribu-Rp10 ribu per Km Zonasi III (Sulawesi di luar Bali, Maluku, dan NTB) – Tarif Batas Bawah: Rp2100 per Km – Tarif Batas Atas: Rp2600 per Km – Biaya Jasa Minimal: Rp7 ribu-Rp10 ribu per Km

Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Kini Khusus untuk Penerbangan Berbiaya Murah

Setelah memiliki terminal untuk maskapai internasional tepatnya di Terminal 3. Kini Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengoperasikan Terminal 2F nya sebagai terminal berbiaya rendah atau low cost carrier terminal (LCCT) yang dioperasikan per 1 Mei 2019. Baca juga: Mulai 30 April, Cathay Pacific Pindah dari Terminal 2 Ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Bahkan hal ini disambut optimis oleh maskapai AirAsia Indonesia dimana kehadiran terminal ini bisa mendongkrak jumlah penumpang. CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan berharap terminal tersebut mampu mengakomodasi kepentingan maskapai LCC. “Kami sangat gembira. Ini akan meningkatkan jumlah pax pastinya,” ujar Dendy yang dikutip KabarPenumpang.com dari bisnis com (28/4/2019). Dia mengatakan LCCT didesain sesederhana mungkin sehingga bisa membuat tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) lebih murah. Sehingga dampaknya tidak membebani biaya penerbangan penumpang. Bahkan Dendy mengaku, sebelum PT Angkasa Pura II mensahkan Terminal 2F menjadi LCCT, pihaknya sudah mengusulkan agar pemerintah membangunnya sejak 2018 kemarin. Hal ini untuk meningkatkan daya saing dan memberikan harga terjangkau kepada penumpang. Dendy berpendapat bahwa maskapai LCC yang mendarat di bandara yang terminalnya menggunakan tarif layanan penuh (full service) akan sulit bersaing. Selain AirAsia (internasional dan domestik) yang berpindah ke Terminal 2F, ada tujuh maskapai lainnya yang melayani rute internasional yakni Cebu Pacific, Lion air group, Jetstar Asia, Sriwijaya Air. Selain itu ada Citilink dan Tiger Scoot akan menyusul kepindahannya ke Terminal 2F. Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soetta, Febri Toga Simatupang mengatakan, tahapan untuk menjadikan Terminal 2F sebagai LCCT sepenuhnya telah rampung. “Baik airside maupun landside telah rampung. Semua sudah selesai, flow keberangkatan dan kedatangan baik domestik maupun internasional,” ujar Febri. Ia berharap para pengguna jasa bandara untuk memperhatikan lokasi terminal yang tertera pada tiket serta berbagi petunjuk lainnya. Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, LCCT 2F didesain sesuai kebutuhan penumpang yang mengutamakan kepraktisan, kecepatan dan kemudahan. “Pelayanan fokus pada digitalisasi seperti web check in, self check in dan self bag drop. Ini kami sebut dengan technology implementation for value addes service. Berbagai layanan berbasis teknologi juga selalu di update,” ujar Awaluddin.  Baca juga: Iklan ‘Diterjemahkan’ Netizen Berbau Promo Wisata Seks, AirAsia Minta Maaf Dirinya bahkan menjamin, meski difokuskan untuk maskapai murah, tidak ada penurunan pelayanan di Terminal 2F.

Di Telkomsel IIMS 2019, Toyota Hiace Luxury Commuter Type Q Siap Manjakan Penumpangnya

Sebagai salah satu pabrikan kendaraan penumpang terkemuka di dunia, Toyota menghadirkan satu varian eksklusif yang akan menjamin kenyamanan setiap penumpang yang menaikinya. Melalui produk Toyota Hiace Luxury Commuter Type Q, pabrikan mobil asal Jepang ini semata-mata ingin menawarkan perjalanan super nyaman dengan konfigurasi bangku VIP 2-2-3. Ya, moda yang menjamin pengalaman berkendara yang mewah bagi penumpang ini turut dipamerkan pada pagelaran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 yang diadakan di JIExpo Kemayoran. Baca Juga: Mercedes Benz Sprinter 315CD: Mewahnya Layanan Shuttle Jakarta – Bandung Menurut salah satu juru bicara yang berada di lapangan, Toyota Hiace Luxury Commuter Type Q ini juga dipergunakan oleh salah satu perusahaan shuttle Jakarta – Bandung. Menurut pantauan KabarPenumpang.com di lapangan, kendaraan ini dilengkapi dengan tujuh bangku VIP yang juga dilengkapi dengan sistem pijat getar pada keseluruhan bagian belakang bangku. Toyota Hiace Luxury Commuter Type Q ini juga dilengkap dengan kompartemen tengah berdesain futuristik yang juga tersemat laci penyimpanan dan ada juga sebuah coolbox yang terintegrasi dengan kompartemen tengah. Adapun keunikan lain dari moda ini adalah kursi bagian tengah yang mampu diputar 180 derajat, jadi Anda bisa lebih leluasa untuk berbincang dengan penumpang lain yang duduk di belakang Anda. Untuk sistem hiburannya, Toyota Hiace Luxury Commuter Type Q ini dilengkapi dengan 12 unit speaker (2 unit subwoofer) dengan total power mencapai 600 watts, dan monitor LED 15 inch yang sudah mampu menampilkan kualitas gambar HD. Untuk audio, pembagian sistemnya dibagi menjadi dua – satu untuk bangku depan dan satunya lagi untuk bangku penumpang yang berada di area belakang. Baca Juga: Kenali Shuttle Bus Jakarta – Bandung, Beda Perusahan Beda pula Fasilitasnya Masih berkaitan dengan sistem hiburan penumpang, Toyota Hiace Luxury Commuter Type Q ini juga dilengkapi dengan sebuah karaoke player yang siap untuk menemani setiap perjalanan Anda. Wah, berjalan-jalan sambil karaokean bersama orang-orang terdekat tentu akan menjadi satu pengalaman yang menyenangkan, bukan? Jangan lupakan sistem pintu geser otomatis yang ada pada bagian tengah moda, dimana keberadaannya semakin menambah nilai spesial dari keseluruhan moda ini.    

Setelah 9 Bulan Diluncurkan, Pengguna Aktif Aplikasi “MRT-J” Capai 82.566

Setelah diluncurkan pada 15 Agutus 2018, aplikasi “MRT-J” mendapat sambutan yang cukup besar dari netizen. Dimana per 28 April 2019, tercatat jumlah total pengguna aktif aplikasi seluler ini sudah mencapai 82.566. Penambahan pengguna semakin pesat setelah MRT Jakarta telah beropersi secara komersial. Baca juga: MRT Jakarta Gandeng GoJek Kembangkan Bisnis dan Mobile Payment via Aplikasi Dari data yang dipaparkan pihak manajemen PT MRT Jakarta, platform terbesar pengguna aplikasi MRT-J berasal dari OS (operating system) Android – 73,34 persen dan iOS – 22,16 persen. Dengan rincian pengguna Android mencapai 60.390 user dan iOS mencapai 22.176 user. Aplikasi MRT-J dilengkapi fitur-fitur seperti; kesiapan operasi (operation readiness) meliputi cara menggunakan MRT Jakarta, informasi jarak dan waktu tempat antar stasiun MRT Jakarta, etika penumpang selama menggunakan MRT Jakarta; dan commercial engagement yang memiliki fitur penjualan pernak-pernik (merchandise) resmi MRT Jakarta, termasuk katalog hingga prosedur pembelian dan pengiriman kepada pelanggan. Tidak itu saja, aplikasi ini juga memuat seluruh info, termasuk komplain pelanggan seperti toilet gak bersih layanan tidak bersih, hingga kereta terlambat. Pengguna dapat melihat peta integrasi antar-moda MRT dan jadwal keberangkatan kereta. Misalnya rute transportasi antar moda menuju Bandara Soekarno Hatta, masyarakat dapat melihatnya melalui aplikasi tersebut. masyarakat dapat melihat peta integrasi antar-moda MRT dan jadwal keberangkatan kereta. Misalnya rute transportasi antarmoda menuju Bandara Soekarno Hatta, masyarakat dapat melihatnya melalui aplikasi tersebut. Aplikasi MRT-J juga memiliki fitur saldo, namun fitur ini belum dapat diakses, begitu juga dengan tiket isi ulang. Dari pola penggunaan yang ada, diketahui lama penggunaan untuk pemakai ponsel Android mencapai rata-rata 3 menit 17 detik, sedangkan untuk pemakai ponsel iOS hanya 2 menit 36 detik.

Dibanding Drone Kargo Garuda Indonesia, Kapasitas Payload Drone Feihong-98 Lebih Besar

Dalam upayanya untuk terus memperlebar sayap usahanya, maskapai plat merah Garuda Indonesia dikabarkan semakin giat untuk terus memperkuat potensi pasar pada layanan kargonya, dimana I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia mengambil kebijakan untuk menggunakan teknologi drone (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) sebagai moda yang akan mengangkut kebutuhan kargo dari flag carrier Indonesia ini. Menurut rencana, pihak Garuda Indonesia akan mengoperasikan hingga 100 unit drone untuk menunjang bisnis kargonya ini. Baca Juga: ‘Belanja’ ke Cina, Garuda Indonesia Datangkan Drone Untuk Angkutan Kargo Menurut siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com dari Garuda Indonesia, pihak maskapai berencana untuk mengoperasikan sebanyak tiga unit drone berjenis Harbin BZK-005 rakitan Beihang UAS Technology Co. Ltd. (Cina) pada kuartal keempat tahun 2019. Diproyeksikan, drone ini mampu mengangkut kargo hingga 1,2 ton dengan jarak tempuh mencapai 1.200 kilometer di ketinggian 5.000 meter. “Penggunaan drone tentunya menjadi opsi yang ideal dalam fokus maskapai untuk mengoptimalkan potensi pangsa pasar dan pendapatan kargo udara, terutama dalam menghubungkan wilayah remote dengan fasilitas bandara yang terbatas seperti di Maluku, Papua dan Sulawesi yang kaya dengan marine product,” ujar Direktur Kargo & Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal.
 
View this post on Instagram
 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) on

Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, Harbin BZK-005 tergolong ke dalam drone HALE (High Altitude Long Endurance) yang mampu merengkuh kecepatan 150 hingga 180 km/jam. Adapun kelebihan lain dari drone ini adalah mereka tidak memerlukan runway yang panjang sebelum lepas landas atau mendarat. “Jadi runway yang dibutuhkan itu sekitar 500 hingga 600 meter saja,” terang Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan. Baca Juga: Ternyata Drone Dilarang di Negara-Negara Ini Nah, apabila Anda beranggapan bahwa Garuda Indonesia merupakan maskapai pertama yang mengoperasikan sebuah drone untuk melayani angkutan kargo, maka Anda salah besar karena di akhir tahun 2018 kemarin, SF Express dari Cina telah terlebih dahulu memberdayakan drone untuk mengangkut kargo. Mengutip dari laman eandt.theiet.org (18/10.2018), China Academy of Aerospace Electronics Technology yang bekerja sama dengan perusahaan antar barang SF Express telah sukses melakukan uji penerbangan Feihong-98 (FH-98) yang ditujukan sebagai drone pengantar kargo. Jika ditelisik dari spesifikasi umumnya, FH-98 memang memiliki kemampuan yang tidak terlalu jauh berbeda drone yang akan digunakan Garuda Indonesia kelak. FH-98 mampu mengangkut beban kargo hingga 1,5 ton, mampu mengudara di ketinggian 4.500 meter, merengkuh kecepatan hingga 180 km per jam, dan mengudara hingga jarak maksimum 1.200 kilometer.