Buntut Penembakan di Christchurch, CEO AirAsia Berhenti “Main” Facebook

Kasus penembakan dua Masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019) kemarin ternyata berbuntut panjang. Tidak hanya berdampak pada pengoperasian jalur udara di Christchurch seperti yang sudah diberitakan kemarin, tapi juga kasus ini berdampak juga pada Facebook sebagai platform media sosial yang menayangkan secara live proses pembantaian umat muslim yang baru saja menunaikan ibadah Sholat Jumat ini. Ada banyak orang di luar sana yang lalu berhenti menggunakan Facebook pasca insiden penembakan keji ini – salah satunya adalah CEO AirAsia, Tony Fernandes. Baca Juga: Sehari Pasca Penembakan Brutal, Bandara Christchurch Telah Dibuka Kembali Adapun alasan yang melatarbelakangi Tony untuk berhenti menggunakan platform media sosial Facebook adalah karena ia menganggap Facebook tidak maksimal dalam melawan tindak terorisme. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, aksi penembakan brutal ini tersiar secara langsung pada fitur live streaming yang ada di Facebook. Selain itu, Tony juga mengaku bahwa dirinya sudah sering dirundung kerugian akibat Facebook karena banyaknya kasus penipuan yang mengatasnamakan dirinya. Dalam jejaring sosial Twitter pribadi miliknya, Tony menyebutkan bahwa, “Facebook seharusnya bisa bekerja lebih banyak untuk menghentikan kasus ini. Saya sendiri telah menjadi korban dari banyak cerita palsu terkait bitcoin dan lain-lain. 17 menit siaran langsung pembunuhan dan kebencian!!! Facebook perlu bersih-bersih dan tidak hanya memikirkan uang semata,” Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (18/3/2019), CEO AirAsia sendiri tidak menampikkan bahwa Facebook merupakan platform media sosial yang sangat berguna – terutama dalam hal komunikasi. Namun di sisi lain, Tony juga tidak bisa mentolerir aksi penembakan yang menewaskan puluhan umat muslim di Selandia Baru tersebut. Kendati sudah ditinggal sang CEO, namun akun AirAsia masih aktif di Facebook hingga saat ini. Baca Juga: AirAsia ‘Hilang’ dari Traveloka dan Tiket.com, Alasan Teknis atau Ada Tekanan? Mengutip dari laman sumber lain, pihak Facebook mengaku sudah menghapus hingga 1,5 juta video penembakan Christchurch dalam tempo 24 jam setelah penembakan. “Dalam 24 jam pertama, kami telah mencekal 1,5 juta video serangan secara global, yang mana 1,2 juta di antarnya diblokir ketika proses upload,” ujar Mia Garlick, juru bicara Facebook Selandia Baru.        

Busworld South East Asia 2019 Resmi Dibuka, Unggulkan Solusi Bus Listrik dan Ramah Lingkungan

Busworld South East Asia 2019 resmi dibuka hari ini (20/3/2019) di arena JIExpo Kemayoran Jakarta, banyak hal baru yang diperlihatkan dari pameran bus terbesar se-Asia Tenggara ini. Salah satu yang menarik adalah kehadiran dua bus listrik low deck yang digadang untuk kebutuhan armada TransJakarta. Baca juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita Sejak tahun 2018, Indonesia mulai serius menyambut pergeseran teknologi dari kendaraan konvensional ke daya listrik yang diklaim sangat ramah lingkungan. Hal ini ditujukan dengan mulai disusunnya draft Peraturan Presiden (Perpres) Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik yang dikabarkan sudah dalam tahap penyelarasan di Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman. Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sedang fokus mengembangkan bus listrik adalah PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), yang sedang mengkaji pengoperasian bus listrik dengan menggandeng United Nation Environmental Program (UNEP) pada Januari lalu. Presiden Busworld International, Didier Ramoudt, mengatakan Indonesia dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, memiliki potensi besar di segmen transportasi darat sejalan dengan infrastruktur jalan yang terus dibangun pemerintah. Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar untuk industri bus dan coach, yang mana hal ini didukung dengan populasi Indonesia yang mencapai 40 persen dari populasi negara ASEAN. Selain itu adanya rencana pemerintah Indonesia untuk menambahkan 3.000 armada bus untuk sistem BRT di 34 provinsi. Baca juga: Pertama Kali di Asia Tengah, Busworld 2019 Juga Akan Digelar di Kazakhstan Busworld South East Asia 2019 diselenggarakan oleh PT Global Expo Management (GEM) bekerja sama dengan Busworld International. Pameran bus internasional ini berlangsung dari 20 sampai 22 Maret 2019. Pameran Busworld pertama diadakan pada 48 tahun yang lalu di kota Kortrijk, Belgia, pada 1971. Adapun pameran Busworld South East Asia merupakan pameran ke-8 dalam rangkaian gelaran Busworld dunia.

Mulai 1 April MRT Jakarta Resmi Beroperasi Komersial, Ini Kata Warga Kalau Tarifnya Rp1000 Per Km

Tak terasa tinggal hitungan hari Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan mengular di jalanan ibukota dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga ke Lebak Bulus. Jalur sepanjang 16 km ini akan ditempuh dalam waktu 30 menit dan kini masih dalam uji coba publik hingga 24 Maret, dan setelah itu pada 1 April 2019, MRT Jakarta akan resmi beroperasi secara komersial dengan tiket berbayar. Baca juga: Jelang Beroperasi Penuh, Sebenarnya Berapa Tarif Tiket MRT Jakarta? Namun bagaimana dengan tarif tiketnya sendiri? Sejak awal PT MRT Jakarta mengusulkan Rp8500 hingga Rp10 ribu untuk per sepuluh kilometernya. Kisaran tarif ini sendiri bisa dikatakan lebih murah dibandingkan MRT Singapura yang bisa menghabiskan dua hingga tiga dolar Singapura untuk sekali perjalanan. Sayangnya kisaran harga tarif tiket MRT sendiri belum mendapat kepastian dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswenan. Tetapi Pemprov DKI ternyata mengusulkan Rp1000 per km-nya. Ini bahkan lebih berat dari dari kisaran harga terjauh yang diberikan MRT Jakarta. Dengan asumsi Rp1000 per km, maka untuk jarak terjauh tarif yang dikenakan bisa mencapai Rp13 – Rp15 ribu. Nah, bagaimana tanggapan masyarakat dengan tarif Rp1000 per km? Beberapa masyarakat yang ditemui KabarPenumpang.com mengatakan tarif perkilometer segitu cukup mahal dibandingkan dengan usulan dari PT MRT Jakarta. “Ini cukup mahal atuh kalau Rp1000 per km-nya,” ujar Putri seorang karyawan swasta di bilangan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Ternyata bukan hanya Putri, Eko Santoso (50 tahun) yang biasa menggunakan transportasi umum juga mengatakan hal yang serupa. Menurutnya ini terlalu mahal apalagi sebagai moda transportasi massal yang dihadirkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Pendapat agak beda dilontarkan Rendy (26 tahun), sebagai mahasiswa S2 ia mengatakan tarif yang diusulkan tidak terlalu mahal, tentu ada maksudnya, seperti agar masyarakat tidak sembarangan naik. Ia mencontohkan, hitungan tarif MRT Jakarta yang diusulkan Pemprov DKI sebenarnya masih lebih murah daripada tiket MRT Singapura. Alvin Lie seorang anggota Ombudsman RI bahkan mengaku tarif tersebut terlalu mahal untuk angkutan massal dan lebih mahal ketimbang moda lainnya. “Bagi saya, angka Rp15 ribu berat dan tidak memiliki kompetitif dengan yang lain seperti TransJakarta atau Commuter Line,” ucap anggota Ombudsman RI, Alvin Lie yang dikutip dari detik.com (20/3/2019). Menurutnya, kehadiran MRT Jakarta sendiri untuk mengurangi kepadatan di jalan raya sehingga harus mampu menarik warga salah satunya adalah tarif yang tidak boleh berbeda terlalu jauh dengan moda lainnya. Alvin mengatakan pembangunan MRT untuk mengurangi kepadatan di jalan raya sehingga, menurutnya, MRT seharusnya menjadi moda yang mampu menarik warga salah satunya dengan tarifnya yang tak boleh timpang jauh dengan angkutan umum lainnya. “Peran MRT itu pertama agar masyarakat pindah dari mobil pribadi ke transportasi massal. Lalu tarifnya juga harusnya tak boleh beda jauh dengan transportasi lain seperti TransJakarta, bus kota, dan sebagainya. Jadi itu harus kompetitif, kalau tarifnya jauh lebih tinggi, pengguna jasa tidak akan pindah,” ungkapnya. Baca juga: Tunjang Integrasi MRT Jakarta, TransJakarta Buka 3 Rute Baru dari Dukuh Atas Dia menambahkan, sebaiknya MRT Jakarta jangan mengurangi ‘kesalahan’ seperti pada penerapan tatif Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, kereta bandara saat ini sepi karena tarifnya cukup tinggi. “Prinsipnya untuk public service, moda transportasi massa jangan pakai pendekatan bisnis. Pembangunan MRT untuk mengurangi moda transportasi pribadi ke umum,” kata dia.

Duel Berujung Gigit Hidung, Dua Penumpang Ryanair Diamankan Ketika Mendarat

Insiden berdarah terjadi dalam pesawat Ryanair yang terbang dari Glasgow Prestwick, di Skotlandia ke Tenerife Selatan di Spanyol pada Sabtu (16/3/2019). Dimana seorang penumpang hidungnya berdarah karena digigit setelah bertanya pada seorang penumpang wanita yang tak mengenakan sepatunya. Baca juga: Gara-Gara Penumpang Mabuk, Pesawat Scoot TR7 Mendarat Darurat di Sydney Dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (18/3/2019), sebuah video yang diposting di media sosial memperlihatkan dua pria yang berkelahi dan seorang pramugari berusaha menghentikan keduanya dan berteriak. Ben Wardrop yang mem-videokan insiden itu mengatakan, hal ini berasal dari seorang wanita tidak mengenakan sepatu dan saling menyalahkan satu sama lainnya.
(The Sun)
“Semua berawal dari seorang wanita yang tidak mengenakan sepatu dalam penerbangan dan pergi ke toilet. Seorang pria yang mabuk menanyainya hal itu dan mengatakan seorang akan berdiri diatas jari kakinya. Kemudian pacar wanita itu datang untuk meredakan situasi,” ujarnya. Perkelahian tersebut terjadi selama 20 detik sebelum awak kabin dan penumpang lainnya memisahkan kedua pria tersebut. Seorang penumpang yang juga saksi mengatakan dirinya berada di samping pria yang hidungnya digigit. “Saya berlumuran darah, itu ada di tangan saya tetapi saya tidak peduli, saya hanya ingin membantunya. Aku memberinya tisu basah untuk membersihkan tetapi ada darah di mana-mana. Ini benar-benar memalukan karena dia berusaha menjaga kedamaian ketika semuanya terjadi. Ada satu orang yang menyebabkan masalah pada penerbangan ini,” ujar saksi yang tak mau disebutkan namanya itu. Wardrop mengatakan, sebuah keluarga yang memiliki seorang anak lelaki duduk didepannya dan menyaksikan semua tindakan tersebut. Ini adalah momen yang sangat menakutkan dan banyak orang tak bersalah terlibat karena ruang kecil di pesawat, namun untungnya awak kabin menanganinya dengan baik. “Awak pesawat ini dari Glasgow Prestwick ke Tenerife meminta bantuan polisi pada saat kedatangan setelah dua penumpang menjadi mengganggu dalam penerbangan. Pesawat mendarat dengan normal dan polisi memindahkan dan menahan dua orang,” ujar juru bicara Ryanair. Baca juga: Antisipasi Perkelahian di Kabin, Awak Kabin Seyogyanya Harus Bisa ‘Bela Diri’ “Kami tidak akan mentolerir perilaku yang tidak sopan atau mengganggu kapan saja dan keselamatan serta kenyamanan pelanggan, kru, dan pesawat kami adalah prioritas nomor satu kami. Ini sekarang menjadi masalah bagi polisi setempat.”

Inilah Serangkaian Alasan Layanan Kereta di Jerman Sering ‘Banjir’ Keluhan

Ketika kondisi perkeretaapian Indonesia sudah mulai menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, dimana sudah tidak ada lagi pedagang asongan yang masuk ke dalam rangkaian kereta komuter untuk menjajakan dagangannya, atau bahkan penumpang yang merokok di bordes. Kondisi seperti ini tentu saja diidam-idamkan oleh negara lain yang kondisi perkeretaapiannya secara keseluruhan belum sebaik Indonesia. Baca Juga: Berlin-Munich Kini Hanya Empat Jam dengan Intercity-Express Sprinter Investasi yang tepat sasaran, dan tata kelola yang apik menjadikan evolusi di tubuh perkeretaapian Indonesia berjalan searah dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Nah, jika di Indonesia sistem perkeretaapiannya sudah jauh lebih baik, lantas bagaimana dengan sistem perekeretaapian Negeri Bavaria, Jerman? KabarPenumpang.com mengutip dari laman dw.com, ternyata masih banyak orang Jerman yang mengeluhkan tentang kondisi perkeretaapian di sana yang dikelola oleh Deutsche Bahn – perusahaan kereta api utama di sana. Terkecuali untuk jaringan kereta cepat ICE, sistem perkeretaapian Jerman bisa dibilang masih dalam kondisi yang kurang layak. Ambil contoh tingginya harga tiket yang ditawarkan tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang diterima oleh penumpang. Jika dilihat pada laman penjualan tiket Deutsche Bahn, harga tiket yang ditawarkan untuk perjalanan dari Berlin menuju Frankfurt (jarak antar dua kota terpaut kurang lebih 550 km) dibanderol dengan harga €33 atau yang setara dengan Rp533.000. Sementara jika dibandingkan dengan di Indonesia, harga tiket yang ditawarkan oleh PT KAI untuk perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta (jarak antar kota terpaut kurang lebih 561 km) berkisar antara Rp340.000. Baca Juga: Tanggapi Waktu Penumpang Yang ‘Terbuang,’ Deutsche Bahn Hadirkan Gym di Idea Train Jika dibandingkan, terlihat bahwa harga tiket yang ditawarkan oleh Deutsche Bahn memang terbilang cukup tinggi ketimbang yang ditawarkan oleh PT KAI. Selain lebih mahal, ternyata layanan dari Deutsche Bahn juga dikabarkan kerap mengalami gangguan, seperti keterlambatan keberangkatan, pengalihan jalur akibat adanya konstruksi, hingga pemogokan yang tidak terduga merupakan hal lumrah yang akan Anda temui di jaringan perkeretaapian yang dioperasikan oleh Deutsche Bahn. Jadi, kita patut berbangga karena sistem perkeretaapian Indonesia yang dioperasikan oleh PT KAI dapat mengungguli Jerman yang dioperasikan oleh Deutsche Bahn! Keren!

Terjebak Badai Salju, 23 Loyang Pizza Dipesan Pilot Air Canada Langsung dari Kokpit

Masih ingat jelas diingatan bahwa seorang pilot Mesa Airlines membelikan 70 burger di Bandara Internasional Tusla untuk penumpang yang mengalami penundaan lebih dari dua jam. Hal ini ternyata sebelumnya juga dilakukan seorang pilot Air Canada yang memesan 23 pizza untuk penumpang yang terdampak penerbangannya karena cuaca bersalju. Baca juga: Tertunda Lebih dari 2 Jam, Pilot Belikan 70 Burger Untuk Penumpang KabarPenumpang.com melansir dari laman usatoday.com (6/3/2019), Air Canada dengan nomor penerbangan 608 yang berangkat Ke Halifax di Nova Scotia dari Toronto di Ontario pada Senin (5/3/2019) terpaksa dialihkan ke Frederictom di New Brunswick karena cuaca buruk. Karena pengalihan tersebut membuat para penumpang Air Canada terdampar di landasan bersalju selama berjam-jam dengan makanan yang minim.
(The Kingston Whig-Standard)
Kemudian, pilot yang menerbangkan pesawat tersebut tergugah hatinya dan memesan 23 pizza dari Minglers Restaurant and Pub di New Brunswick. Josee Larivee pemilik dan manajer restoran itu mengatakan, seorang pilot menelpon restoran mereka langsung dari kokpit dan meminta pizza keju dan pepperoni untuk penumpangnya. “Kami telah mengirim ke bandara beberapa kali untuk memberi makan orang, tetapi tidak ke pesawat. Saya mengatakan kepadanya, ‘Tidak, itu tidak masalah,’ karena … kami menyelesaikan pesanan (besar) seperti itu pada hari dasar,” kata Larivee. Dia menambahkan, pengiriman tersebut selesai dalam satu jam dan lima belas menit meski dalam kondisi cuaca buruk. Seorang penumpang bernama Bill Karsten tersebut berbagi bersama penumpang lainnya ketika seorang pramugari menawarinya potongan pizza keju. Foto yang diungganya di media sosial diberinya caption “PIZZA telah tiba!” Pembagian pizza tersebut dilakukan oleh awak kabin penerbangan. Dalam sebuah pernyataan Air Canada mengatakan, pilot memutuskan untuk memesan pizza bagi semua penumpang. “Pramugari dan beberapa pilot kami dari mitra Air Canada Express kami Jazz datang untuk membantu menyajikan pizza dan memastikan semua orang merasa nyaman,” kata sebuah pernyataan. Larivee mengatakan pilot, yang belum diketahui namanya, menindaklanjutinya dengan dia untuk mengucapkan terima kasih. Baca juga: Atasi Kejenuhan Penumpang, Awak Kabin EasyJet Lakukan Atraksi “Tisu Gulung” “Pilot memanggil saya pada hari berikutnya untuk mengucapkan terima kasih atas apa yang kami lakukan dan mengatakan semua orang sangat, sangat senang,” katanya. Ini bukan pilot pertama yang membantu penumpang, sebab pada tahun 2018, seorang pilot American Airlines memesan 40 pizza setelah penundaan cuaca.

Di Bus Wanita Berhijab Enggan Duduk di Samping Pria, Pertanyaan Netizen Undang Beragam Respon

Pada tanggal 18 Maret 2019 kemarin, jagat sosial media Twitter dihebohkan dengan pernyataan yang dilontarkan oleh seorang penggunanya. Dalam isi cuitan tersebut, ia melontarkan pertanyaan yang sedikit menyinggung ke arah agama, dan menjadi ramai diperbincangkan karena setiap warganet yang membalas cuitan tersebut mengutarakan pandangannya masing-masing. Setidaknya, ada 205 pengguna Twitter yang bergabung membicarakan pernyataan ini, dan mendapatkan likes sekitar 345 kali. Baca Juga: Agar Aman dan Nyaman Menggunakan Bus Malam, Tips Ini Layak Jadi Rujukan Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman legit.ng (18/3/2019), adalah @sire_liljosh, seorang pengguna Twitter yang melontarkan pernyataan yang membuat setiap pembaca untuk memberikan sudut pandangnya masing-masing. Dalam cuitan tersebut, @sire_liljosh mengatakan, “Teruntuk saudara-saudariku yang beragama Islam, seorang wanita berkerudung enggan untuk masuk ke dalam bus umum karena dirinya tidak mau duduk di samping laki-laki. Pertanyaannya adalah, apakah (seorang wanita berkerudung) duduk di samping laki-laki itu termasuk haram atau hanya pilihan pribadi saja?” Sebuah pertanyaan yang sederhana, bukan? Namun ini mengundang setiap pembaca untuk menelurkan persepsinya. Nampaknya, apa yang dicuitkan oleh @sire_liljosh ini merupakan pengalaman yang pernah ia lihat sebelumnya, dimana ada seorang wanita berkebangsaan Nigeria yang mengenakan hijab enggan untuk duduk di dalam sebuah bus umum karena tidak ada bangku kosong yang tersisa selain di samping kaum Adam. “Dalam situasi seperti ini, tindakan tersebut (duduk di samping laki-laki) tidaklah haram, karena itu merupakan bus umum, dan duduk di sampingnya tidak berarti dia akan menganiaya dirinya atau sesuatu, jadi itu adalah keputusan pribadinya.” ujar seorang pengguna Twitter dengan nama akun @bashirg156. “100% itu merupakan pilihan pribadi.” jawab akun dengan nama @deeejat_. “Itu pilihan pribadi.” lanjut akun dengan nama @AG_hamzaa, senada dengan apa yang dilontarkan oleh @deeejat_ sebelumnya. “Duduk di samping seorang pria tidaklah haram, melainkan pilihan pribadi. Jika Anda mengenakan hijab, bukan berarti Anda tidak bisa duduk di samping seorang pria atau bahkan berkomunikasi dengannya.” jawab netizen lain dengan nama akun @wavykimball. Baca Juga: Agar Tahan Lama Berdiri di Angkutan Umum, Sebaiknya Baca Ini Sebagaimana bisa Anda lhat sendiri, semua contoh jawaban yang dilontarkan publik atas pernyataan @sire_liljohn menyatakan bahwa duduk di samping seorang laki-laki bukanlah satu tindakan yang haram, melainkan pilihan pribadi. Mungkin wanita berkerudung ini sudah memiliki wudhu sehingga ia berusaha untuk tidak bersentuhan dengan lawan jenisnya, atau mungkin ia punya pandangan tersendiri sampai-sampai ia melakukan hal seperti itu. Menurut Anda, apakah yang dilakukan oleh wanita ini tergolong haram atau tidak?  

Di Balik Prahara Boeing 737 MAX 8, Mampukah Airbus ‘Curi’ Ceruk Pasar?

Kerugian yang dialami oleh Boeing setelah dua kecelakaan armada 737 MAX 8 dalam kurun waktu lima bulan terakhir nyatanya tak langsung berbuah manis bagi rivalnya, Airbus. Raksasa luar angkasa Amerika Serikat senilai US$215 miliar itu mungkin telah menangguhkan pengiriman jet 737 MAX 8, dan yang secara teoritis seharusnya menguntungkan sang rival asal Eropa. Sayangnya, Airbus menghadapi problematika yang juga tidaklah mudah – yaitu pesanan yang menumpuk selama bertahun-tahun lamanya. Baca Juga: Pasca Temporary Grounded Boeing 737 MAX 8, Lion Air dan Garuda Indonesia Nyatakan Jadwal Penerbangan Tidak Terganggu Sebagai dua pilar duopoli manufaktur pesawat global, kedua perusahaan ini seolah saling sikut untuk bisa mendominasi ceruk pasar. Sebut saja Airbus yang merilis A320neo – jetliner dengan kapasitas 200 bangku yang dilengkapi dengan dua mesin canggih yang mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15 persen. Seolah tidak mau kalah, Boeing pun akhirnya menggunakan mesin yang sama terhadap keluarga armada 737 mereka. Sempat terjadi kepanikan di tubuh Airbus sendiri ketika mereka menyadari bahwa pesanan yang masuk ke Boeing untuk armada 737 mencapai angka 4.600 pesanan. Namun manufaktur asal Eropa tersebut bisa sedikit bernafas lega karena adanya insiden Ethiopian Airlines dan Lion Air yang menggunakan armada Boeing 737 MAX 8. Aji mumpung, insiden jatuhnya Ethiopian Airlines dan Lion Air harus bisa dimanfaatkan oleh Airbus untuk mencuri pelanggan Boeing yang tengah berjibaku untuk mencari solusi dari sensor angle-of-attack yang digadang-gadang sebagai dalang dibalik jatuhnya armada 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh dua maskapai tersebut. Baca  Juga: Kemenhub: Masa Temporary Grounded Boeing 737 MAX 8 Bisa Diperpanjang Benar saja, Airbus tidak menyia-nyiakan momen ini. Mengutip dari laman reuters.com (18/3/2019), nilai saham Airbus naik lebih dari lima persen terhitung sejak insiden jatuhnya maskapai Ethiopian Airlines. Pesanan untuk A320neo pun mulai menumpuk, dan Airbus harus mengerahkan kekuatan terbaik di lni produksinya untuk bisa menghasilkan 50 unit per bulan. Jika ditotal, ada 3.600 pesanan dari berbagai maskapai yang masuk ke buku pesanan Airbus. Itu berarti, Airbus membutuhkan waktu sekitar enam tahun untuk bisa merampungkan semua pesanan tersebut. Jika sudah seperti ini, akankah Airbus dapat mencuri ceruk pasar tanpa harus ada insiden terlebih dahulu di masa yang akan datang?  

Dukung Operasional Bus Listrik Bandara Soekarno-Hatta, PLN Akan Bangun 4 SPLU

Sepertinya wilayah Jabodetabek semakin berkembang dengan kemajuan teknologi yang hadir pada moda transportasinya. Pasalnya Perum Damri dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memiliki bus listrik yang digunakan untuk melayani rute ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Baca juga: Baterai Bekas dari Bus Listrik Digunakan Untuk Simpan Energi dari Panel Surya Gedung Hal ini kemudian membuat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana untuk membangun empat Stasiun Penyedia Listrik uUmum (SPLU) di wilayah Jabodetabek. Kehadiran SPLU sendiri guna mendukung pengisian baterai bagi bus listrik yang akan meluncur di wilayah Jabodetabek. Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, investasi untuk pembangunan satu unit SPLU sendiri mencapai Rp2 miliar. Hal ini dikatakan oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PLN Djoko R Abumanan yang akan bekerja sama dengan Jakpro serta Damri terkait bus listrik. Tak hanya itu, untuk penyuplai SPLU, PLN akan bekerja sama dengan Asean Brown Boveri (ABB) dari Swiss hingga Tesla Inc yang merupakan perusahaan Amerika Serikat sehingga PLN sebagai pemasok listriknya. “PLN enggak buat SPLU-nya. Yang buat itu ABB, Schneider, Tesla. Kita beli, kita pasang. Samsung juga buat. Banyak,” ujar Djoko yang dikutip dari kumparan.com (19/3/2019). Salah satu yang akan dibangun SPLU sendiri adalah Bandara Soetta, karena kehadirannya untuk pengisian cepat atau fast charging yang diperuntukkan bagi bus listrik milik Damri atau Jakpro dalam mengangkut penumpang baik dari maupun ke bandara. Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felianty Roekman memastikan hal tersebut. Adapun untuk lokasi lain akan ditentukan kemudian. Dia mengatakan skema kerja sama secara detail masih dibicarakan dengan pihak Jakpro dan Damri, termasuk pendanaan untuk pembangunan SPLU. “Masih didiskusikan. Skema bisnisnya sedang dibicarakan,” kata Syofvi. Selain membeli SPLU untuk bus-bus listrik, PLN juga bakal menyediakannya bagi kendaraan listrik pribadi. Tapi perusahaan masih belum menentukan berapa banyak yang bakal dibuat, termasuk titik lokasinya di Jakarta. Baca juga: Universitas Indonesia MoU dengan Damri Untuk Kembangkan Bus Listrik “Listrik kami siapkan nanti SPLU-nya fast charging, 15 menit full. Nanti pengembalian biaya SPLU kita hitung dengan pihak pengguna,” katanya. Pembangunan SPLU fast charging merupakan langkah dari implementasi Peraturan Presiden tentang Kendaraan Listrik yang belum juga ditandatangani Presiden Joko Widodo. Sebelumnya peraturan ini dijanjikan terbit awal 2019.

[Tips] Kehabisan Tiket Kereta Lebaran? Jangan Keburu Loyo

Betapa bingungnya Eko Santoso (50 tahun), warga Pondok Kopi, Jakarta Timur ini sampai tak habis pikir bahwa tiket H-90 Lebaran sudah terjual habis di jaringan penjualan online KAI. Padahal dirinya sudah berniat jauh-jauh hari untuk mudik Lebaran ke Gombong, Jawa Tengah dengan kereta api. Apa yang dialami Eko sudah menjadi isu yang kerap mencuat jelang penjualan tiket saat puncak hari raya. Baca juga: PT KAI Siap Kenakan Tarif Kelebihan Bagasi Pada Penumpang, Tapi Apakah Efektif? Tiket kereta api H-10 Lebaran yang mulai dijual pada 25 Februari 2019 kemarin kini sudah terjual habis di rute-rute favorit masyarakat. Hal ini diakui pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang mengakui rute keberangkatan rute favorit dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir menuju Tegal, Semarang, Purwokerto, Solo, Surabaya dan Malang ludes tak tersisa. Agak ironis, sebagai penumpang setia kereta api tapi saat mudik harus kehabisan tiket bahkan terhitung dua bulan sebelum pembelian? Ternyata saat melakukan penelitian di lapangan KabarPenumpang.com mendapatkan, bahwa banyak pelanggan kereta api yang mengakui mereka kehabisan kereta dan mulai uring-uringan untuk mudik Lebaran nantinya. Banyak calon pengguna jasa KAI mengaku sudah kehabisan ide, karena bila menggunakan bus bisa lebih lama dibandingkan kereta api karena jadwal keberangkatan yang tidak terlalu jelas. Namun tenang saja, bagi pengguna kereta api dan masih ingin naik kereta saat mudik Lebaran, KabarPenumpang.com memiliki tips agar bisa tetap mudik menggunakan kereta api, perhatikan berikut ini: 1. Pilihan rute dan tanggal Memang tujuan terbanyak dan favorit sudah dijelaskan di atas, tapi tidak menutup kemungkinan untuk Anda yang akan menuju ke rute yang sama tapi tidak berhenti di pilihan favorit bisa mencari jalur relasi lain. Seperti bila dari Jakarta menuju ke Yogyakarta habis, penumpang bisa membeli dari Jakarta ke Bandung, Cirebon ataupun Purwokerto. Kemudian naik kereta dari rute baru tersebut menuju Yogyakarta yang biasanya masih cukup banyak. Metode di atas cukup populer ditawarkan oleh Traveloka yang mengemas tiket dengan sistem transit. Jangan lupa tentunya penumpang harus lihat jadwal kereta dari tempat persambungannya. Tak lupa pula untuk berangkat kalau bisa Anda hindari tanggal-taggal favorit sehingga tiket masih bisa di dapatkan. Baca juga: Mirip Sistem Transit Pesawat, Traveloka Kemas Tiket Kereta Dengan Model Lanjutan 2. Rajin cek tiket baik aplikasi KAI maupun agen penjualan lainnya Dengan mengecek secara berkala, penumpang bisa tahu apakah masih ada tiket di tanggal dan rute yang diinginkan. Sebab, terkadang ada saja penumpang yang melakukan pembatalan dan muncul kembali di sistem sehingga Anda bisa dengan segera membeli tiket tersebut. 3. Kereta tambahan Ini menjadi pilihan terakhir untuk mendapatkan tiket mudik Lebaran. Tiket ini akan dijual H-60 Lebaran (di pertengahan April 2019) dan akan ada 50 kereta api tambahan Lebaran 2019 yang terdiri dari 27 KA Eksekutif dan Bisnis, 11 KA Ekonomi Non PSO, empat KA Ekonomi PSO dan delapan KA yang memanfaatkan idle. Biasanya tarif tiket kereta tambahan pun berbeda yakni ditarif batas atas sehingga akan sedikit lebih mahal.