FB277 – Superyacht Serba Komplit yang Siap Disewakan Per Juni 2019

Galangan kapal asal Italia, Benetti dalam kemitraan bersama Imperial (bertindak sebagai Build Supervisor dan Yacht Manager), baru-baru ini meluncurkan kapal pesiar terbesarnya, dengan tambahan dua “gigayachts” yang akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang. Kapal yang diberinama FB277 ini sendiri memiliki ukuran panjang 351 kaki (107 m) dan dirancang untuk melakukan perjalanan keliling dunia untuk waktu yang lama. Tidak hanya itu, segala kenyamanan yang Anda harapkan juga dapat ditemui di dalamnya. Baca Juga: Kenapa Kapal Pesiar Bisa Tahan Terjangan Badai? Ternyata Jawabannya Sangat Sederhana! Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (28/12/2018), FB277 didukung oleh sistem tenaga diesel listrik, dengan lambung kapal yang terbuat dari baja dan superstruktur alumunium. Memiliki lebar 48,8 kaki (15,2-meter), FB277 mampu menangkut beban muatan maksimum hingga 3.300 ton. FB277 sendiri juga memiliki delapan kabin berukuran besar yang mampu menampung sekira 12 orang sekaligus. Untuk awak kabin, kapal pesiar super besar ini mampu memboyong 32 anggota awak kabin sekaligus. “Kami sangat senang dapat meluncurkan kapal pesiar yang indah ini. FB277 ini merupakan yang pertama dari tiga yang tengah dirakit secara paralel di Livorno,” tutur CEO Benetti, Benetti Franco Fusignani. “Pada kenyataannya, FB277 jauh lebih indah dan mengesankan daripada apa yang Anda bayangkan,” tandasnya semangat. Untuk masalah kelengkapan, Anda tidak perlu meragukan mahakarya ini. Terdapat helipad, grand piano, hingga bioskop yang dapat Anda jadikan referensi untuk entertainment. Belum lagi eksistensi dari outdoor sun pads, kolam renang outdoor berukuran besar, hingga fasilitas SPA, ruang pijat, hingga gym yang dapat Anda gunakan kapan saja – tentu saja Anda harus tetap bugar walaupun tengah ‘terombang-ambing’ di tengah laut, bukan? Baca Juga: MSC Meraviglia, Kapal Pesiar Terbesar dari Mediterranean Shipping Cruises “FB277 menjadi tonggak penting dalam sejarah Imperial, karena ini bukanlah hanya sebatas superyacht pertama dan terbesar yang pernah dikirim pihak Italia, melainkan juga FB277 akan menjadi kapal paling eksklusif yang dapat mulai di charter pada musim panas 2019 mendatang,” ujar Direktur dari Imperial, Julia Stewart. Menurut informasi yang beredar, FB277 siap untuk disewa pada bulan Juni 2019 mendatang. “Kami bangga dapat melahirkan kapal superyacht se-menakjubkan ini, dan besar harapan kami dapat mengarungi Seven Seas dengan menggunakan FB277,” tandas Julia.    

Famipay Hadir di Jepang, Akankah Hadir di FamilyMart Indonesia?

Pembayaran dengan menggunakan aplikasi saat ini semakin berkembang, selain memudahkan masyarakat dengan tak perlu repot membawa uang tunai, juga dalam pembayaran yang hanya tinggal men-scan kode QR. Bahkan, dengan Kode QR tersebut, pengguna aplikasi bisa mendapatkan cashback atau pengembalian uang. Tak hanya itu, dengan aplikasi, pelanggan tidak hanya bisa membayar belanjaan di toko ritel melainkan membayar tiket moda transportasi Baca juga: MRT Jakarta Gandeng GoJek Kembangkan Bisnis dan Mobile Payment via Aplikasi Baru-baru ini Jepang dengan ritel FamilyMart-nya menyediakan pembayaran berbasis aplikasi pada bulan Juli 2018 kemarin. Aplikasi Famipay ini akan tersedia di 17 ribu toko ritel di seluruh Jepang dengan memindai kode QR di kasir saat membayar. Dilansir KabarPenumpang.com dari asia.nikkei.com (27/12/2018), kehadiran Famipay akan menjadi terobosan baru untuk mendorong pelanggan Jepang beralih ke pembayaran tanpa uang tunai. Sebab dari data penetrasi yang didapat, baru sekitar 20 persen transaksi di Jepang tanpa uang tunai termasuk pembayaran kartu kredit. Memang lebih sedikit jika dibandingkan dengan Korea Selatan yang 90 persen dan Cina 60 persen pembayaran tanpa uang tunai. Dengan adanya Famipay, pemerintah Jepang memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah pelanggan yang membayar tanpa uang tunai menjadi 40 persen tahun 2025 mendatang. Peningkatan tersebut juga tergantung penyebaran pembayaran dengan kode QR yang dapat dibaca perangkat seluler sederhana yang ada di toko. Sebenarnya di Jepang sudah menggunakan Suica yang diterbitkan oleh East Japan Railway dimana ini adalah sebuah kartu pembayaran dengan chip yang tertanam. Sayangnya bila di toko ritel harganya terlalu mahal, alat pembaca kartu tersebut berkisar harga $500-$1000 atau Rp7,2 juta-Rp14,5 juta. Kehadiran kode QR ini sendiri diharapkan memungkinkan pembayaran angsuran yang lebih murah dibanding sistem pembayaran elektronik. Untuk menggunakan Famipay, pelanggan harus mengunduh aplikasi yang menampilkan kode QR. Pengguna dapat menambahkan uang ke akun mereka dengan membayar kasir FamilyMart. Mereka juga dapat menautkan akun mereka ke kartu kredit, tetapi tidak ada plastik yang dikeluarkan. Sistem pembayaran tanpa uang tunai didorong secara agresif di seluruh dunia, sebagian besar oleh perusahaan internet seperti Apple, Japan’s Line, dan Grab Singapura. Dua metode pembayaran digital utama China, Alipay dan Tencent Holdings ‘WeChat Pay yang berafiliasi dengan Alibaba Group, keduanya berdasarkan pada kode QR. Saingan FamilyMart Seven-Eleven Jepang berencana untuk memperkenalkan layanan serupa di musim panas. Sistem cashless FamilyMart dikembangkan oleh perusahaan patungan antara FamilyMart Uny Holdings dan perusahaan induk Itochu. Baca juga: Angkasa Pura II dan Telkomsel Hadirkan Airport ePayment Ini akan diperkenalkan melalui pembaruan ke aplikasi smartphone FamilyMart yang ada, sekarang digunakan untuk mengeluarkan kupon. Aplikasi itu telah diunduh dua juta kali, sejumlah yang diharapkan FamilyMart naik menjadi 10 juta. FamilyMart juga ingin aplikasi pembayaran dapat digunakan di pengecer diskon Don Quijote, mitra pengikat. Ada kemungkinan Famipay bisa digunakan di Indonesia, apalagi sebentar lagi MRT Jakarta akan mengular di Maret 2019 dan FamilyMart termasuk dalam salah satu ritel yang berada di stasiun MRT Jakarta.

Gunakan Bahasa Inggris Sebagai Nama Stasiun, JR East Dipetisikan Warga Tokyo!

Sebagai negara yang memiliki hurufnya sendiri, Jepang bisa dibilang sebagai salah satu negara yang paling sulit untuk menerima bahasa asing utnuk dipelajari di negara berjuluk Negeri Sakura tersebut. Sifat penduduk Jepang yang seperti inilah yang pada akhirnya menyulut cekcok antar penduduk, dimana di salah satu stasiun di Tokyo, terdapat kata gateway yang merujuk pada penamaan dari stasiun baru di sana. Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Siap Hadirkan Layanan Free WiFi di Seluruh Armadanya Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (11/12/2018), pihak East Japan Railway Co. (JR East) sebelumnya menamai salah satu stasiun terbaru di Yamanote Line dengan nama Takanawa Gateway. Jika tidak meleset, stasiun ini akan mulai beroperasi pada tahun 2020 mendatang, beberapa saat sebelum Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas. Namun dengan digunakannya kata gateway dalam penamaan stasiun, tak pelak ini mengundang kisruh di Tokyo. Sejumlah golongan yang tidak setuju dengan penamaan ini melontarkan petisi yang menuntut perusahaan untuk sesegera mungkin mengganti nama stasiun tersebut. Para kritikus ini juga menganggap pihak operator telah mengabaikan sejumlah nama yang mereka ajukan sebelumya. Dari sekian banyak nama yang masuk ke daftar, nama Takanawa Gateway sendiri berada di urutan ke-130. Pada tanggal 11 Desember kemarin, sebanyak 14.000 orang telah menandatangani petisi ini dan terus mendesak pihak JR East untuk mengganti nama – bahkan sebagian dari mereka ada yang marah karena telah mencampurkan Bahasa Inggris dengan Bahasa Jepang. “Saya tidak perlu Bahasa Inggris, ini adalah Jepang!,” tutur salah satu kritikus yang juga telah menandatangani petisi tersebut. “Saya rasa tidak cocok (gateway) tidak cocok untuk dijadikan nama stasiun di Jepang,” ujar kritikus lain. Baca Juga: Sambut Olimpiade 2020, Bandara Jepang Siapkan Kemudahan Bagi Penyandang Disabilitas Sementara para kritikus lain menuturkan bahwa penggunaan kata gateway hanya menambah panjang nama stasiun tersebut, dan sebagian lain masih kesulitan untuk dilafalkan oleh orang Jepang. Kendati mendapat desakan dari berbagai pihak, JR East tetap berpegang teguh untuk tidak mengganti nama stasiun tersebut dan berdalih bahwa nama tidaklah terlalu penting – namun lebih kepada fungsi dari infrastruktur transportasi tersebut.

Pasca Tsunami, Trafik Lintasan Ferry Merak – Bakauheni Berlangsung Aman dan Lancar

Bencana tsunami yang menerjang kawasan Banten dan Lampung akibat erupsi Anak Gunung Krakatau pada 22 Desember lalu, secara langsung membawa pengaruh pada trafik penyeberangan ferry ASDP lintasan Merak – Bakauheni. Seperti telah diwartakan sebelumnya bahwa terjadi penurunan pada pengguna jasa penumpang dan kendaraan, namun kondisi saat ini berangsur normal, seiring dengan kian kondusifnya cuaca di sekitar wilayah tersebut. Baca juga: Trafik Penyeberangan Ferry Merak-Bakauheni Sempat Menurun Pasca Tsunami Dikutip dari siaran pers PT ASDP Indonesia Ferry (29/12), bahwa telah diantisipasi potensi kepadatan arus penumpang dan kendaraan dari Jawa menuju Sumatera menjelang puncak arus malam Tahun Baru yang diperkirakan akan terjadi peningkatan trafik pada Sabtu dan Minggu (29-30/12). Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini mengatakan, prasarana dan sarana penyeberangan yang memadai telah disiapkan untuk menghadapi puncak arus Tahun Baru, khususnya di Merak dan Bakauheni. Data Posko mencatat, trafik penumpang dari Jumat (28/12) pukul 08.00 hingga Sabtu (29/12) pukul 08.00 pagi tercatat 35.771 orang penumpang atau turun 9,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 39.594 orang. Roda dua tercatat 1.957 unit atau naik 22,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 1.597 unit. Lalu trafik mobil pribadi tercatat 3.662 atau turun 8,9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 4.019 unit. Tercatat, jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni sejak H-7 atau Selasa (18/12) hingga H+4 atau Sabtu (29/12) pagi mencapai 402.808 orang atau turun 4,6 persen dari total penumpang 422.386 orang pada periode sama tahun lalu. Baca juga: Sambut Nataru 2019, ASDP Siap Layani 3,3 Juta Penumpang di 10 Lintasan Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 14.012 unit atau turun 3,9 persen dari total kendaraan pada periode sama tahun lalu sebanyak 14.584 unit. Lalu, mobil pribadi sebanyak 43.990 unit atau naik 1,5 persen dari total 43.327 unit pada periode sama tahun lalu.

Tak Mau Lewatkan Natal Bersama Keluarga, Seorang Ayah Terbang Saat Putrinya Bertugas di Udara

Menjadi seorang awak kabin harus rela bertugas dalam perayaan besar apapun. Mau tak mau hal seperti ini membuat mereka kehilangan moment dan kesempatan berkumpul bersama keluarga untuk merayakannya. Seperti yang terjadi pada seorang pramugari Delta Airlines, dimana dirinya tidak mendapat libur pada perayaan Malam Natal dan Hari Natal tahun 2018 ini. Baca juga: Capai Usia 102 Tahun, Delta Airlines Rayakan Ulang Tahun Pramugari Pertamanya! Karena hal itu, KabarPenumpang.com melansir dari laman independent.co.uk (28/12/2018), didapatkan bahwa seorang ayah rela menghabiskan Malam Natal dan Hari Natal dengan terbang melintasi Amerika Serikat agar bisa bersama sang putri. Hal Vaughan, seorang ayah dari pramugari Delta Airlines bernama Pierce Vaughan terbang pada tanggal 24 dan 25 Desember 2018. Dia menaiki pesawat saat putrinya bertugas. Ini dilakukan Hal demi merayakan Natal bersama keluarganya dan agar putrinya tidak menghabiskan liburannya sendirian. Seorang penumpang bernama Mike Levy yang duduk disebelah Hal dalam penerbangan Delta Airlines DL 2494 dari Fort Myers, Florida ke Detroit pada Malam Natal membagikan momen dirinya ke Facebook. Mike berfoto dengan Hal yang rela ikut penerbangan bersama putrinya dan menjadi viral dengan 138 ribu tanggapan dari warganet. Dia menuliskan caption pada foto tersebut, “Saya merasa senang duduk disebelah Hal dalam penerbangan kembali ke rumah. Putrinya Pierce adalah pramugari kami yang harus bekerja selama Natal. Hal memutuskan dia akan menghabiskan liburan bersamanya. Jadi, dia terbang di setiap penerbangannya hari ini dan besok di seluruh negeri untuk menghabiskan waktu bersama putrinya untuk Natal. Ayah yang luar biasa! Doakan kalian berdua selamat Natal!” “Saya pikir itu sangat istimewa baginya untuk dilakukan untuk putrinya, sehingga dia tidak perlu menghabiskan malam Natal sendirian,” kata Mike. Awak kabin Pierce kemudian membagikan jabatan Levy, menambahkan bahwa ayahnya bahkan ditingkatkan ke kelas satu dala penerbangan dari Fort Myers ke Detroit. Baca juga: Perayaan Imlek di Cina, Ratusan Juta Orang Mudik Padati Berbagai Moda Transportasi “Perjalanan pertama Ayah menggunakan manfaatnya adalah sukses! Terima kasih khusus kepada semua pasien, agen gerbang yang luar biasa di seluruh negeri dan kru saya yang sempurna. Dia berhasil di setiap penerbangan dan bahkan mendapat RSW-DTW kelas satu (keajaiban Natal). Berteriaklah kepada Mike Levy karena menjadi penumpang kelas satu yang hebat & membantu kami memahami betapa kerennya ini sebenarnya! ”

“A Night Under The Stars,” Gemerlap Malam Tahun Baru dari Aston Pluit Hotel & Residence

Tak berapa lama lagi tahun baru 2019 akan kita jelang, sudahkah Anda punya rencana seru bersama kerabat dan keluarga di malam pergantian tahun? Nah, dalam rangka menyambut datangnya tahun Baru 2019, Aston Pluit Hotel & Residence mempersembahkan perayaan tahun baru dengan menawarkan rangkaian acara seperti musik akustik, pesta kembang api, lucky draw dan hidangan makan malam istimewa yang bisa dinikmati sepuasnya – All you can eat. Baca juga: Aston Pluit Hotel & Residence, Tawarkan Menu Istimewa di Periode November – Desember 2018 Acara yang dikemas dalam tema “A Night Under The Stars,” akan berlangsung di Area Pool Aston Pluit, pada malam pergantian tahun baru 31 Desember 2018, mulai pukul 18.00 – 00.00 WIB. Untuk menikmati paket tersebut, harga yang ditawarkan hanya Rp250.000net per orang. Selain itu Aston Pluit Hotel & Residence juga menawarkan paket kamar yang dimulai dari harga Rp888.000net /room/night dan Rp1.488.000net/twonight. Harga sudah termasuk meninap di kamar deluxe, sarapan pagi dan free swimming pool & fitness centre access. “Kami ingin mengajak para tamu untuk bisa menikmati tahun baru bersama keluarga dengan konsep A Night Under The Stars, melihat keindahan Ibu kota Jakarta pada malam hari dan berpesta kembang api di area kolam renang yang berada di atas gedung. Acara ini tidak kalah menarik dari acara-acara di luar kota, tujuanya agar mereka bisa menikmati tanpa harus berpergian ke luar kota. Mari Rayakan pergantian tahun baru 2018-2019 bersama Aston Pluit Hotel & Residence,” ujar Jack Yaaro ZEGA, CHA selaku General Manager. Aston Pluit Hotel & Residence terletak di jantung daerah Pluit Jakarta dan hanya 20 menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang memungkinkan akses mudah ke semua atraksi utama di Jakarta, termasuk fasilitas belanja dan hiburan. Dengan menyediakan beragam kenyamanan dan pelayanan yang personal, Aston Pluit merupakan tempat yang ideal bagi para pelaku bisnis dan wisawatan untuk berlibur. Aston Pluit menawarkan 229 kamar hotel untuk tipe deluxe dan suite.

Pesawat Diterjang Turbulensi, Awak Kabin American Airlines Alami Cedera

Turbulensi kerap kali terjadi dalam sebuah penerbangan baik saat cuaca buruk maupun cuaca cerah. Seperti baru-baru ini sebuah penerbangan American Airlines mengalami turbulensi saat melakukan perjalanan dari San Luis Potoso, Meksiko ke Dallas, Amerika Serikat. Akibat turbulensi, seorang awak kabin dan seorang penumpang terluka dan langsung dilarikan kerumah sakit sesaat tiba di Bandara Internasional Austin Bergstrom. Baca juga: Prediksi Potensi Turbulensi Secara Real-Time, IATA Luncurkan “Turbulence Aware” Dilansir KabarPenumpang.com dari laman travelpulse.com (27/12/2018), American Eagle dengan nomor penerbangan 5781 tersebut mengalami turbulensi dan mengalihkan penerbangannya ke Bandara Internasional Austin-Bergstrom. Pesawat Bombardier CRJ-1000 yang mengangkut 75 penumpang dan empat awak kabin tersebut saat mengalami turbulensi menyebabkan seorang penumpang dan seorang awak kabin terluka. Turbulensi dilaporkan akibat cuaca buruk yang mempengaruhi daerah Dallas-Forth Worth. Setelah pesawat tiba di Bandara Austin, kedua orang yang terluka tersebut dibawa ke rumah sakit dan tiga orang lainnya diperiksa petugas medis di dalam kabin pesawat. Untungnya luka pada dua orang tersebut tidak mengancam jiwa yakni hanya terluka pada bagian leher dan lutut mereka dan diperbolehkan kembali pada Rabu malam. Sedangkan penumpang lainnya dipindahkan oleh pihak imigrasi dan perlindungan perbatasan bandara Austin. Maskapai penerbangan kemudian menyediakan akomodasi bagi seluruh penumpang yang terkena dampak dengan memberikan penginapan dan memesan penerbangan ke Dallas esok harinya. Dalam sebuah pernyataan, Bryce Dubee, spesialis informasi publik untuk Departemen Penerbangan Kota Austin, mengatakan bahwa pengalihan seperti ini biasa terjadi selama cuaca buruk “Keselamatan adalah prioritas utama dalam situasi ini ketika ada cuaca buruk. Bandara akan bekerja bersama setiap saat untuk mengalihkan penerbangan untuk mengalihkan mereka agar pesawat tetap bergerak dengan aman,” ujar Dubee. Baca juga: Peneliti Buktikan Bahwa Guncangan Akibat Turbulensi Bisa Diredam! Diketahui, turbulensi tersebut terjadi pada Rabu (26/12/2018) kemarin dan penumpang yang terkenda dampak diberangkatkan pada Kamis (27/12/2018) pagi dengan pesawat American Airlines 5781. Saat itu dikatakan oleh pejabat Bandara Austin, pesawat yang terkena turbulensi tersebut rusak. Namun, juru bicara American Airlines mengatakan, pesawat tidak mengalami kerusakan saat turbulensi terjadi.

Tiga Stasiun MRT Jakarta Kini Telah Miliki “Naming Right”

Penamaan stasiun atau Naming Right MRT Jakarta saat ini ada tiga stasiun yang sudah laku. Tiga stasiun ini merupakan gelombang pertama dari delapan stasiun yang dilelangkan. Ketiganya yakni Dukuh atas, Setiabudi dan Istora. Baca juga: Konstruksi Capai 97,52 Persen, MRT Jakarta Lakukan Fase Parallel Trial Run “Nama ketiga stasiun ini adalah, Stasiun Dukuh Atas BNI, Stasiun Setiabudi Astra dan Stasiun Istora Mandiri,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar yang ditemui KabarPenumpang.com, Rabu (27/12/2018). William mengatakan, saat ini untuk gelombang kedua masih tersisa sepuluh stasiun yakni tiga underground dan tujuh elevated. Dia menambahkan untuk Bundaran HI sendiri MRT Jakarta membuka untuk developer yang ada diluar kawasan sekitar 700 meter dari stasiun. “Di HI karena banyak tenant atau developer, sehingga kita memutuskan untuk yang jaraknya 700 meter dari stasiun kita. Yang jelas masih dalam cakupan tersebut,” jelasnya. Dalam hal ini, untuk pemilik nama stasiun MRT Jakarta dalam tender sepuluh tahun dan pembayaran dilakukan setiap tahunnya dan akan ada review. Pemenang lelang naming right sendiri dilakukan melalui e-auction dimana peserta penawar tertinggi yang menjadi pemenang dan ini  dilakukan tertutup. Selain naming right, PT MRT Jakarta juga baru saja menghadirkan mini booth information center di Dukuh Atas. Nantinya masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas di booth tersebut. William mengatakan, selain itu, masyarakat juga bisa menscan QR Code yang ada di banner dan langsung tersambung pada website MRT Jakarta. Pada hari yang sama peresmian mini booth information centre, MRT Jakarta kedatangan Minister of Land Infrastructur and Transport Japan atau Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Jepang Keiichi Ishii. Keiichi bersama Jajaran PT MRT Jakarta serta awak media ikut mencoba kereta MRT dari Bundaran HI menuju ke Depo di Lebak Bulus. Dalam uji coba tersebut, Keiichi mengatakan, dirinya sangat senang menikmati MRT Jakarta karena sangat nyaman dan getarannya minim serta tidak berisik. “MRT Jaakarta ini lebih dari apa yang ada di Jepang. Saya sudah melakukan tinjauan pada dua tahun lalu dan proyek itu kini sudah terbentuk atas dua kerjasama dan saya berharap hubungan kerja sama dengan Indonesia,” ujar Keiichi. Baca juga: MRT Jakarta Pertimbangkan Kehadiran ‘Gerbong’ Khusus Penumpang Wanita Dia menambahkan, kehadiran MRT Jakarta diharapkan dapat membatu masalah Jakarta yakni kemacetan luar biasa dan berharap saat mulai perdana pada 2019 bisa berjalan dengan tuntas. “Saya dengar MRT Jakarta diberi nama Ratangga dan ini berharap menjadi sangat kuat di Jakarta dan memeberi kemudahan bagi masyarakat,” tutur Keiichi.

Garuda Indonesia Canangkan “Vintage Flight Experience” di Rute Amsterdam dan Tokyo

Pada periode 7 – 17 Desember lalu, Garuda Indonesia sukses menarik perhatian khalayak dengan program “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”, beberapa rute penerbangan lokal dan regional Garuda menyajikan nuansa 70-an. Mulai dari livery pesawat, seragam kru kabin, hingga makanan, mengingatkan kita pada operasional Garuda pada zaman klasik dulu. Baca juga: Di 1965, Garuda Indonesia dengan Convair CV-990 Lakoni Penerbangan Jakarta – Amsterdam Dan terkait seragam klasik tersebut, ada kabar bahwa di tahun 2019 Garuda berencana untuk menghadirkan program vintage flight untuk rute internasional jarak jauh. Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan, “Kami berencana untuk melayani penerbangan dengan seragam vintage untuk rute jarak jauh ke Amsterdam dan Tokyo.” Ari menyebut kedua rute internasonal tersebut punya potensi yang pas dengan sentuhan klasik Garuda Indonesia, mengingat rute Jakarta – Amsterdam telah dibuka maskapai ini sejak 1965. Sementara rute ke Jepang juga dinilai sangat ideal, mengingat seragam vintage awak kabin (pramugari) di era tersebut memang hasil rancangan desainer kenamaan asal Jepang, Hanae Mori. “Mereka (warga Jepang-red) sangat menghargai hasil karya seni, terlebih yang berasal dari karya orang Jepang,” ujar Ari Askhara dalam jumpa Public Expose pada 21 Desember 2018. Sedikit cerita tentang Hanae Mori, desain ini lahi pada tahun 1926, Hingga periode 1960-an karya-karyanya hadir di ratusan film Jepang, hingga akhirnya dia hijrah ke Paris dan mengunjungi Choco Chanel. Lalu, ia melahirkan rancangannya yang bertajuk ‘butterflies’ yang mencuri perhatian majalah Vogue dan jadi sorotan tren dunia. Baca juga: “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” Resmi Diluncurkan, Inilah Paras Ayu Pramugari dengan Seragam Klasik Sentuhan karya Mori juga dikenakan oleh pramugari maskapai Jepang. Ia juga terkenal untuk rancangan gaun-gaun di panggung opera Perancis hingga gaun pernikahan Puteri Jepang, Masako. Di tangan Mori, seragam pramugari Garuda Indonesia era 70-an hadir dengan terusan dua pilihan warna terang, atas kuning dan bawah berwarna oranye. Seragam dilengkapi dengan topi bundar berpita berwarna senada, dasar topi oranye dan pita kuning. Tampilan para pramugari juga makin anggun dengan balutan scarf bercorak dan warna oranye.

MRT Jakarta: Pemberlakuan Gerbong Khusus Wanita Hanya di Jam Tertentu

Moda transportasi massal di Jakarta saat ini sudah memberikan ruang khusus bagi penumpang wanita baik Kereta Listrik (KRL) maupun TransJakarta. Dan hal tersebut juga akan diikuti oleh Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang akan beroperasi tiga bulan lagi. Baca juga: Konstruksi Capai 97,52 Persen, MRT Jakarta Lakukan Fase Parallel Trial Run Bila pembagian KRL dan TransJakarta untuk wanita cukup jelas dimana KRL di gerbong pertama dan terakhir serta Transjakarta di bagian depan. Lalu bagaimana dengan MRT Jakarta? Ternyata untuk mendapatkan keputusan terkait pengadaan gerbong khusus wanita, PT MRT Jakarta melakukan survei di media sosialnya. Lebih dari 700 orang yang mengikuti survei hasilnya adalah 64 persen mengatakan perlu adanya gerbong khusus wanita dan 36 persen sisanya menyatakan tidak perlu. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan dan mengambil keputusan untuk memberlakukan gerbong khusus wanita di jam-jam tertentu. “Keputusan yang kami lakukan dengan adanya argumen, kami akan berlakukan di jam-jam tertentu seperti jam sibuk yakni pagi mulai 05.30 sampai 09.00 dan sore pukul 16.00 sampai 19.00 atau 20.00,” kata William kepada KabarPenumpang.com di Metro Coffee, Rabu (27/12/2018). Dia mengatakan, untuk pembagian gerbong khusus wanita ini belum dibicarakan lebih lanjut untuk menggunakan gerbong yang mana. William berujar, di kereta bagian tengah ada gerbong khusus untuk disabilitas, ada kemungkinan gerbong itu juga akan digunakan khusus wanita atau nantinya ada gerbong lain. “Kita masih pertimbangkan, belum keputusan. Yang jelas akan ada gerbong perempuan di MRT Jakarta,” jelasnya. Tak hanya itu, saat ini untuk proses penetapan tarif MRT Jakarta sendiri belum ada keputusan final. William mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan harga Rp8.500 untuk per 10 km, dimana jarak terdekat dengan harga terenda Rp2.200 dan terjauh Rp12.800 untuk perjalanan 13 stasiun. Baca juga: Terobsesi Jakarta, Banda Aceh Rencanakan Bangun MRT Diketahui saat ini, progres pengerjaan MRT Jakarta sendiri sudah mencapai 98,10 persen dengan 97,80 persen di elevated dan depo serta 98,41 persen di underground. William menambahkan, untuk pengerjaan di sepanjang jalan Sudirman masih penyelesaian dan Januari-Februari 2019 selesai semua sehingga pada Maret 2019 pengerjaan 100 persen selesai.