MRT Jakarta: Pemberlakuan Gerbong Khusus Wanita Hanya di Jam Tertentu

Moda transportasi massal di Jakarta saat ini sudah memberikan ruang khusus bagi penumpang wanita baik Kereta Listrik (KRL) maupun TransJakarta. Dan hal tersebut juga akan diikuti oleh Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang akan beroperasi tiga bulan lagi. Baca juga: Konstruksi Capai 97,52 Persen, MRT Jakarta Lakukan Fase Parallel Trial Run Bila pembagian KRL dan TransJakarta untuk wanita cukup jelas dimana KRL di gerbong pertama dan terakhir serta Transjakarta di bagian depan. Lalu bagaimana dengan MRT Jakarta? Ternyata untuk mendapatkan keputusan terkait pengadaan gerbong khusus wanita, PT MRT Jakarta melakukan survei di media sosialnya. Lebih dari 700 orang yang mengikuti survei hasilnya adalah 64 persen mengatakan perlu adanya gerbong khusus wanita dan 36 persen sisanya menyatakan tidak perlu. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan dan mengambil keputusan untuk memberlakukan gerbong khusus wanita di jam-jam tertentu. “Keputusan yang kami lakukan dengan adanya argumen, kami akan berlakukan di jam-jam tertentu seperti jam sibuk yakni pagi mulai 05.30 sampai 09.00 dan sore pukul 16.00 sampai 19.00 atau 20.00,” kata William kepada KabarPenumpang.com di Metro Coffee, Rabu (27/12/2018). Dia mengatakan, untuk pembagian gerbong khusus wanita ini belum dibicarakan lebih lanjut untuk menggunakan gerbong yang mana. William berujar, di kereta bagian tengah ada gerbong khusus untuk disabilitas, ada kemungkinan gerbong itu juga akan digunakan khusus wanita atau nantinya ada gerbong lain. “Kita masih pertimbangkan, belum keputusan. Yang jelas akan ada gerbong perempuan di MRT Jakarta,” jelasnya. Tak hanya itu, saat ini untuk proses penetapan tarif MRT Jakarta sendiri belum ada keputusan final. William mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan harga Rp8.500 untuk per 10 km, dimana jarak terdekat dengan harga terenda Rp2.200 dan terjauh Rp12.800 untuk perjalanan 13 stasiun. Baca juga: Terobsesi Jakarta, Banda Aceh Rencanakan Bangun MRT Diketahui saat ini, progres pengerjaan MRT Jakarta sendiri sudah mencapai 98,10 persen dengan 97,80 persen di elevated dan depo serta 98,41 persen di underground. William menambahkan, untuk pengerjaan di sepanjang jalan Sudirman masih penyelesaian dan Januari-Februari 2019 selesai semua sehingga pada Maret 2019 pengerjaan 100 persen selesai.

Kerap Dijadikan Objek Pelecehan Seksual, Perlukah Pihak Maskapai Tambah ‘Kurikulum’ Bela Diri Terhadap Awak Kabin?

Salah satu yang menjadi daya tarik penumpang ketika sudah boarding ke dalam pesawat adalah para pramugari yang tampak ayu dengan balutan kosmetik dan pakaian yang kerap membuat para pria hidung belang tak betah duduk. Khusus untuk di Indonesia, permasalahan soal pakaian yang dikenakan oleh awak kabin memang tidak terlalu masif diberitakan karena kebanyakan maskapai Tanah Air sudah paham dengan peraturan tidak tertulis tentang sopan santun dalam berpakaian. Namun bagaimana dengan maskapai di luar negeri sana yang terkesan acuh-tak-acuh tentang pakaian? Baca Juga: Video Tersebar Saat Berhubungan Seksual di Toilet Pesawat, Awak Delta Airlines di Skorsing Tentu masih kuat di ingatan Anda tentang budget carrier asal Vietnam, VietJet yang menuai kontroversi setelah ‘memamerkan’ awak kabinnya yang hanya dibalut bikini merah-kuning. Bukan tidka mungkin jika mereka jadi objek sasaran pelecehan seksual laki-laki. Selain para awak kabin ini harus tetap berlaku professional, mereka juga harus bisa menahan diri dari godaan para laki-laki hidung belang yang tidak sungkan-sungkan untuk menggoda mereka. Bahkan, dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (9/12/2018), tidak sedikit juga awak kabin pria yang kerap menggoda para pramugari ini. Seorang awak kabin dari salah satu maskapai Eropa, Venus Fung pernah mengalami pelecehan seksual oleh pilot yang melakoni penerbangan bersamanya. Venus mengaku bahwa kala itu, sang pilot memuji postur darinya sembari menyentuh beberapa bagian tubuh Venus, seperti dada, pinggang, dan bokongnya.
Venus Fung. Sumber: ABS-CBN News
Venus tidak bisa memberikan perlawanan karena ia mengatakan bahwa dirinya sangat marah namun bingung dengan apa yang harus ia lakukan. “Pada saat itu saya benar-benar marah, tetapi saya juga panik dan takut. Pikiran saya benar-benar kosong – saya tidak tahu apa yang harus dilakukan atau bagaimana harus bereaksi,” kenang Venus. Dari contoh ini saja, satu hal yang patut dibenahi oleh pihak maskapai adalah pentingnya ‘kurikulum’ tentang bela diri para awak kabin – khususnya wanita. Selain itu, penggantian rok menjadi celana pun sempat disarankan oleh Dora Lai, pemimpin Serikat Penumpang Penerbangan Cathay Pacific dan seorang manajer kabin. Baca Juga: Tingkat Pelecehan Seksual di Udara Meningkat, Dua Maskapai India Perkenalkan “Pink Rows” “Hal ini semata-mata untuk mencapai kesetaraan gender dan semoga bisa meminimalisir pelecehan seksual terhadap awak kabin,” tutur Dora. Guna meningkatkan keamanan awak kabin ketika bertugas, perlukah pihak maskapai memperbaiki regulasi yang ada tentang outfit yang digunakan oleh mereka? Atau mungkin penambahan ‘kurikulum’ bela diri?

Lagi, Imigran Cilik Asal Guatemala Meninggal di Perbatasan El Paso

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS memerintahkan pengujian medis baru pada semua anak yang berada di dalam tahanannya. Keputusan ini diambil menyusul tewasnya seorang bocah berusia 8 tahun asal Guatemala yang tertangkap ketika tengah melintasi daerah perbatasan di dekat El Paso, Texas. Arahan ini menandakan pemeriksaan medis sekunder pada anak-anak yang berada di dalam lembaga perawatan – termasuk anak di bawah umur tanpa pendamping dan mereka yang tiba sebagai bagian dari unit keluarga. Baca Juga: Gadis Kecil Usia 5 Tahun Tertinggal di Bandara Setelah Keluarganya Pulang Berlibur Komisaris Kevin McAleenan mengatakan bahwa arahan ini akan menitikberatkan pada anak di bawah 10 tahun. “Ini adalah kerugian yang tragis. Atas nama Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, kami menyampaikan rasa simpati yang terdalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan,” kata Kevin McAleenan, dikutip KabarPenumpang.com dari laman dailyherald.com (26/12/2018). Kematian bocah pada malam Natal tersebut menjadi kasus kematian kedua dalam kurun waktu bulan Desember ini, yang melibatkan seorang anak imigran dalam tahanan federal. Penyebab dari kematian bocah malang ini hingga kini masih belum diketahui. Namun jika dirunutkan berdasarkan timeline-nya, bocah ini ditangkap pada tanggal 18 Desember 2018 sekitar pukul 13.00 waktu setempat bersama dengan ayahnya. Mereka berdua ditangkap 3,29 mil sebelah barat dari Pelabuhan Paso Del Norte, dekat El Paso – tempat masuk ilegal. Setelah dilakukan pembekukan di lapangan, keduanya ‘diangkut’ menuju entry point pada pukul 16.39 waktu setempat. Di dalam fasilitas penahanan tersebut, keduanya disuguhi makanan hangat, jus, makanan ringan, dan air mineral, seiring dengan enam pemeriksaan kesejahteraan yang dilakukan oleh petugas. Lalu pada tanggal 20 Desember 2018, mereka berdua dipindahkan menuju Stasiun Patroli Perbatasan El Paso dan mendapatkan fasilitas yang sama – bedanya hanya jumlah pemeriksaannya saja, 17 pemeriksaan kesejahteraan. Baca Juga: Akibat Ibu Asik Main Ponsel, Anak Jatuh Diantara Peron dan Rel Dua hari berselang, kedua orang ini kembali dipindahkan menuju stasiun perbatasan Alamogordo, New Mexico dan di sinilah kondisi si bocah mulai mengalami penurunan. Pada tanggal 24 Desember 2018, bocah ini batuk-batuk dan dirujuk menuju rumah sakit dan diresepkan antibiotik dan ibuprofen. Namun karena minimya tenaga medis di sana, akhirnya bocah malang ini akhirnya meninggal. Sebelumnya, seorang bocah 7 tahun berjenis kelamin perempuan asal Guatemala dinyatakan meninggal pada awal bulan Desember kemarin.

Mendapat Banyak Ulasan Positif, Sense Hotel Seminyak Raih 2 Penghargaan dari Agoda

Sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia, bukan hal yang aneh jika Bali memiliki segudang hotel dengan beragam varian – mulai dari penginapan ala backpacker hingga hotel berbintang sekalipun. Ngomong-ngomong soal hotel berbintang, Sense Hotel Seminyak baru saja menyabet penghargaan dari perusahaan yang menyediakan layanan reservasi properti hotel atau resor secara online, Agoda. Tidak tanggung-tanggung, hotel bintang 4 ini mengantongi dua penghargaan sekaligus. Baca Juga: Aston Pluit Hotel & Residence, Tawarkan Menu Istimewa di Periode November – Desember 2018 Adalah Agoda Gold Circle dan Customer Review Awards 2018, dua penghargaan yang berhasil dibawa pulang oleh Sense Hotel Seminyak. Dua pencapaian bergengsi ini tidak lepas dari pelayanan luar biasa terhadap pelanggan, keunggulan dari segi harga dan ketersediaan, hingga penilaian pelanggan bernilai tinggi dari 22 juta ulasan di Agoda. Sorotan ulasan para tamu sejalan dengan standar Sense Hotel Group – induk perusahaan dari Sense Hotel Seminyak – yang memberikan indikasi yang jelas tentang standar kualitas layanan yang tinggi. Dua penghargaan ini juga mencerminkan kepercayaan dan loyalitas para pelanggan Sense Hotel Seminyak, dimana tidak bisa dipungkiri, persaingan di sektor perhotelan dewasa ini semakin ketat dan standar yang semakin tinggi. “Ini juga merupakan penghargaan bagi semua staf yang bekerja sangat keras untuk memastikan bahwa para tamu memiliki liburan yang sempurna,” tutur General Manager Cluster Sales of Sense Hotel Group, Budhiwijaya. “Kami merasa terhormat untuk menerima penghargaan penting ini dan kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Agoda dan semua tamu tercinta kami untuk memberikannya kepada Sense Hotel Seminyak,” lanjut Budhiwijaya. Ia juga menambahkan, tim yang berada di bawah naungannya selalu mengingat bahwa hadiah terbesar bagi mereka adalah kenyamanan dan kepuasan para pelanggan. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, hotel ini terletak di salah satu spot yang sangat strategis di Bali, yaitu di kawasan Seminyak. Sense Hotel Seminyak sendiri memiliki 70 kamar dan suite mulai dari 25 hingga 41 meter persegi, masing-masing dilengkapi dengan perabotan modern dan elemen arsitektur tradisional Bali yang akan memberikan pelanggan pengalaman tinggal yang sederhana namun berkesan. Baca Juga: Lama Tak Terpakai, Gerbong Tua Ini Disulap Jadi Kamar Hotel Mewah Di Pulau Dewata, Sense Hotel Group mengoperasikan tiga hotel berbintang 4 yang bisa Anda pilih – Sense Hotel Seminyak, Sense Seminyak Boutique Hotel dan Sense Lagoon Canggu Beach. Ini merupakan pilihan yang cocok bagi Anda untuk menghabiskan waktu liburan akhir tahun bersama orang-orang tercinta!

Bus Dibajak, Lima Orang Pejalan Kaki Tewas Tertabrak

Sebanyak lima orang tewas dan 21 lainnya luka-luka setelah sebuah bus di Fujian, Cina Timur menabrak pejalan kaki pada hari Natal 25 Desember 2018. Bus tersebut menabrak pejalan kaki saat dibajak oleh seseorang yang kini sudah diamankan dan tengah diselidiki oleh pihak kepolisian setempat. Baca juga: [Video] Penumpang dan Pengemudi Bertengkar, Bus Terjun Bebas ke Sungai KabarPenumpang.com melansir dari laman japantimes.co.jp (25/12/2018), pembajakan bus itu terjadi pukul 15.20 di kota Longyan. Pelaku pembajakan menyerang seorang penumpang wanita sebelum mengambil alih atas bus. Kemudian, setelah pelaku mengambil alih bus, perjalanan menjadi tidak semestinya dan kemudian menabrak pejalan kaki di Longyang. Seorang polisi yang tengah berada disitu ikut menjadi korban tewas setelah tertabrak bus. Kemudian dalam sebuah video yang diunggah oleh salah satu kantor berita di Cina, terlihat beberapa orang berbaring dijalan dekat bus yang menabrak. Bus juga terlihat rusak parah dibagian depannya. Tak hanya itu, di tangga bus darah juga terlihat mengalir. Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengamankan pelaku pembajakan yang membawa pisau dan menahannya. Tersangka masih dalam identifikasi dan pihak keamanan masih belum mau berkomentar akan peristiwa nahas tersebut. Selain pembajakan bus yang mengakibatkan pejalan kaki tewas, pada akhir November 2018, sebuah mobil menabrak sekelompok anak-anak yang tengah menyeberang dari sekolah dasar di Liaoning timur laut. Akibatnya ada lima anak tewas dan sekitar 18 luka-luka. Pengemudi yang diamankan mengaku memilih korban secara acak dan mempertimbangkan untuk melakukan bunuh diri setelah adanya masalah rumah tangga. Awal bulan itu, sekitar 15 orang tewas ketika sebuah bus jatuh dari sebuah jembatan di kota Chongqing barat daya, setelah pengemudi berkelahi dengan seorang penumpang yang kelewatan halte busnya untuk turun. Baca juga: Diserang Pitbull di Bus, Pria Difabel Gugat Departemen Transportasi di New Mexico Untuk diketahui, kecelakaan mobil kerap kali terjadi di Cina sehingga otoritas transportasi telah berjuang untuk menegakkan peraturan keselamatan yang sering dilanggar. Kejahatan dengan kekerasan juga meningkat di Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir karena kesenjangan antara kaya dan miskin melebar dengan cepat. Studi juga menggambarkan peningkatan prevalensi gangguan mental, beberapa dari mereka terkait dengan stres karena laju kehidupan menjadi lebih cepat dan sistem pendukung yang memudar.

Dua Drone Misterius Hantui Bandara Gatwick London, Ratusan Penerbangan Terpaksa Dibatalkan

Puluhan ribu penumpang terdampar selama hampir 24 jam di Bandara Gatwick London dan sebanyak 657 dari 760 penerbangan terjadwal dibatalkan. Bukan disebabkan karena persoalan teknis di bandara, hal  tersebut justru dikarenakan munculnya drone misterius yang terus terbang didekat bandara sehingga Bandara Gatwick, yang dikenal sebagai bandara kedua tersibuk kedua di Inggris mengalami kekacauan total. Baca juga: Ternyata Drone Dilarang di Negara-Negara Ini Dilansir KabarPenumpang.com dari laman vox.com (20/12/2018), penampakan drone misterius itu terjadi pada Rabu (19/12/2018) sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Awalnya dua drone terlihat terbang di dekat landasan dan penerbangan mau tak mau harus ditangguhkan. Kemudian pihak bandara mulai berusaha membuka kembali secara singkat sekitar jam 03.00 pagi tetapi kembali tutup karena 45 menit kemudian ada drone yang mendekati bandara. Pada Kamis tengah hari, setelah ditemukan drone kembali, bandara akhirnya tutup. Diketahui dari seorang wartawan yang berada di lokasi mengatakan, drone selalu muncul setiap otoritas bandara mencoba untuk membuka kembali penerbangan. Bahkan kekacauan ini berlanjut hingga esok hari dan pihak bandara mengatakan kepada penumpang untuk tidak datang. Akibat drone misterius, pihak militer Inggris dipanggil untuk membantu dan mengerahkan peralatan khusus dalam menangani situasi tersebut. Ini membuat mimpi buruk perjalanan puluhan ribu penumpang yang terbang dari Bandara Gatwick untuk berlibur. Ini adalah jenis kekacauan yang serius dan telah isu ini telah diperingatkan para pakar keamanan selama bertahun-tahun. Fakta bahwa hanya satu atau dua pesawat tak berawak yang mampu sepenuhnya menutup bandara terbesar kedua di Inggris mungkin tampak memukau bagi kebanyakan orang, tetapi situasi yang tepat yang diingatkan oleh pakar keamanan dapat terjadi selama bertahun-tahun. “Ini mudah dilihat. Kami beruntung bahwa insiden ini tidak jauh lebih buruk, dan skenario hasil yang lebih buruk sayangnya juga mudah dilihat,” kata Peter Singer, ahli strategi dan senior di think tank Amerika Baru di Washington dan seorang ahli terkemuka di teknologi drone. Pada tahun 2016, Toby Harris, seorang politisi Inggris di Partai Buruh, mempelopori ulasan independen yang melihat kesiapan London dalam hal serangan teroris. Ulasan itu menyoroti potensi drone untuk digunakan untuk mengganggu penerbangan. Menanggapi krisis Bandara Gatwick, Harris mengatakan bahwa telah ada “kepuasan” terhadap drone dan meminta pemerintah untuk menggunakan teknologi saat ini yang mengirim drone kembali ke pengirim atau membuatnya dapat dijatuhkan secara paksa. Baca juga: Bawa Drone Saat Melancong? Jangan Lupakan Tips Ini “Hampir tidak ada apa pun di pasar kontra drone yang bekerja pada dua atau lebih drone sekaligus. Dan dari sistem yang disebut mampu menangani itu, tidak ada verifikasi independen yang dapat ditunjukkan oleh Pusat Studi Drone,” kata Kelsey Atherton, seorang penulis teknologi. Fakta bahwa teknologi anti drone telah gagal mengimbangi penyebaran drone mengejutkan di seluruh dunia, apa yang terjadi di Bandara Gatwick kini menjadi pembahasan serius pada isu keamanan di bandara-bandara seluruh dunia, dimana sudah seharusnya setiap bandara memiliki sistem anti drone jamming.

Hidup Segan Mati Tak Mau, Beginilah Nasib Penyeberangan Ujung – Kamal

Sejak diresmikan oleh mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009 silam, ada banyak kemudahan yang dapat dirasakan langsung oleh warga Surabaya dan Madura dengan kehadiran Jembatan Suramadu. Namun di balik semua keuntungan dengan didirikannya jembatan sepanjang 5.438 meter ini, ada satu yang ternyata dirugikan. Ya, Penyeberangan Ujung – Kamal. Unit penyeberangan yang dikelola oleh PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) ini merupakan yang paling terdampak dari hadirnya Jembatan Suramadu. Baca Juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia Rute penyeberangan ini sudah sangat lama dan menjadi rute transportasi utama masyarakat Madura dan Jawa – khususnya warga Surabaya dan sekitarnya. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, penyeberangan Ujung – Kamal sudah ada sejak zaman Belanda, sekitar tahun 1913. Jasa penyeberangan ini diawali hanya dengan menggunakan perahu motor. Kemudian meningkat menjadi kapal Roro dari Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) yang bisa mengangkut penumpang bersama angkutan roda empat atau mobil. Perkembangan terus terjadi di tubuh Penyeberangan Ujung – Kamal, yang ditandai dengan semakin banyaknya kapal yang mengoperasikan rute ini. Sebut saja KM Yudha Negara, KM Bangkalan, hingga KM Pamekasan. Saking terkenalnya, TNI AD juga pernah mengambil peran dalam penyeberangan tersebut. Pada tahun 1963, TNI AD mengoperasikan kapal AD 13 dan AD 29 di Penyeberangan Ujung – Kamal. Singkat cerita, penyeberangan yang telah membantu perkembangan Pulau Madura secara keseluruhan ini dikelola oleh PT ASDP Indonesia Fery dan kurang lebih ada tujuh perusahaan fery yang turut berkecimpung – seperti PT Dharma Lautan Utama dan PT Jembatan Nusantara. Arus penumpang maksimal Penyeberangan Ujung – Kamal mencapai angka 62 ribu orang. Sedangkan kendaraan roda dua 40 ribu unit dan roda empat mencapai angka 5 ribu per hari. Tingginya arus lalu lintas di penyeberangan ini didukung oleh 18 unit fery yang beroperasi. Namun seperti yang sudah disebutkan di atas, kondisi penyeberangan ini mulai menunjukkan penurunan sejak dibukanya Jembaran Suramadu pada tahun 2009 silam. Banyak orang yang kemudian lebih menambatkan hatinya pada jembatan ini ketimbang menggunakan jasa yang ditawarkan oleh PT ASDP ini. Baca Juga: Pelabuhan Bojonegara, Mungkinkah Jadi “Pesaing” Pelabuhan Ferry Merak? Ketika kerugian akibat merosotnya jumlah penumpang sudah tidak bisa dihindari, sejumlah cara untuk menutupi kerugianpun coba dilakukan oleh PT ASDP, salah satunya adalah dengan memberikan potongan harga. Namun langkah tersebut ternyata tidak membuat para penumpang bergeming dan kembali beralih menggunakan jasa penyeberangan tersebut. Bak peribahasa “Hidup Segan Mati Tak Mau”, Penyeberangan Ujung – Kamal ini tetap beroperasi walaupun sepi pengunjung. Terlebih setelah akes jembatan Suramadu kini telah digratiskan. Sebenarnya Pemerintah bisa saja menutup penyeberangan ini karena dinilai sudah tidak efektif lagi, namun nilai sejarah yang terpatri di penyeberangan ini tidaklah bisa dihapuskan begitu saja.
 

Jembatan Ciherang, Lintasan Melengkung dan Spot Foto Favorit Para Railfans

Kalau pada umumnya jembatan kereta api itu memiliki bentuk yang lurus-lurus saja – terlepas jembatan tersebut ada di ketinggian berapa, namun satu yang perlu Anda ketahui bahwa Indonesia punya satu jembatan kereta yang bentuknya melengkung. Bagi Anda yang belum tahu, jembatan unik ini adalah Jembatan Ciherang. Terletak di Cihaurkuning, Malangbong, Kabupaten Garut, Jembatan Ciherang ini masih aktif digunakan hingga saat ini. Baca Juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Jembatan Ciherang merupakan salah satu spot favorit bagi para Railfans (julukan untuk para pecinta kereta api) untuk menikmati lekukan si ular besi atau bahkan mengabadikan momen tersebut. Kendati panjangnya tidak mencapai panjang Jembatan Cikubang (300m), namun Jembatan Ciherang tetap memesona setiap railfans dengan daya tariknya tersendiri – lengkungan di tengah jembatannya.
Sumber: hayutravelling.blogspot.com
Ketika sore menjelang, ada banyak anak kecil yang mendatangi jembatan untuk hanya sekedar melihat kereta arah Jawa melintas. Kendati cukup berbahaya, namun aktifitas seperti ini sangatlah menyenangkan bagi anak-anak yang tinggal di sekitaran sana. Jembatan Ciherang sendiri terletak di antara Stasiun Bumiwaluya dan Stasiun Cipeundeuy dan sudah eksis sejak jaman penjajahan Belanda silam.
Sumber: flickr
Ciri khas yang ditinggalkan Belanda pada jembatan ini adalah pilar beton yang digunakan untuk menyangga rel. Memang, di luar sana ada beberapa jembatan kereta yang juga memiliki ‘tikungan’, namun percayalah, itu tidak se-ekstrem Jembatan Ciherang. Nuansa ngeri bercampur takjub akan timbul mengingat bagian kiri dan kanan jembatan ini adalah jurang yang cukup dalam. Dijamin, bikin mulut Anda komat-kamit baca doa ketika melintas. Baca Juga: Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia Bagi Anda yang penasaran ingin menyambangi jembatan peninggalan Belanda ini, aksesnya tidak terlalu sulit – apalagi jika Anda menggunakan sepeda motor. Dari Jalan Raya Bandrek/Malangbong, ambil arah menuju Desa Cihaurkuning dan ikuti saja jalan yang ada. Disarankan untuk mulai bertanya kepada warga sekitar tentang Jembatan Ciherang. Pastikan baterai ponsel atau kamera Anda dalam keadaan penuh, karena akan ada banyak sekali momen menakjubkan yang dapat Anda abadikan di Jembatan Ciherang!

Trafik Penyeberangan Ferry Merak-Bakauheni Sempat Menurun Pasca Tsunami

Tsunami yang terjadi di Banten pada 22 Desember 2018 kemarin ternyata juga berdampak pada penyeberangan kapal ferry di Pelabuhan Merak. Pasalanya satu hari setelah kejadian tsunami atau tepatnya 23 Desember 2018, terlihat penurunan yang cukup menakjubkan untuk penumpang dan kendaraan bila dibandingkan tanggal yang sama di tahun lalu. Baca juga: Sambut Nataru 2019, ASDP Siap Layani 3,3 Juta Penumpang di 10 Lintasan Dari data yang didapat KabarPenumpang.com dari Humas PT ASDP Indonesia Ferry, pengoperasian pada 23 Desember 2017 ada 32 kapal ferry ro-ro yang beroperasi, sedangkan di tanggal yang sama pada tahun 2018 hanya ada 29 kapal yang beroperasi. Ini membuat adanya penurunan sekitar 9,4 persen dari sebelumnya. Sedangkan untuk perjalanan atau trip menuju Bakauheni dari 121 menjadi hanya 78 atau mengalami penurunan 35,5 persen dari tahun 2017.
Jumlah penumpang baik pejalan kaki maupun yang di dalam kendaraan pun merosot menjadi hanya 36.585 orang dibandingkan tahun 2017 sebanyak 60.532 orang. Jumlah ini menurun sebanyak 39,6 persen dari periode sebelumnya. Bahkan jumlah kendaraan pun pun juga mengalami penurunan. Kendaraan roda dua pada tanggal 23 Desember 2018 hanya ada 1369 dan tahun 2017 ada 3683 , bila dilihat trendnya, maka ada penurunan yang cukup besar yakni 62,8 persen. Untuk kendaraan roda empat mengalami penurunan hingg 37,7 persen dari total tahun lalu 5809 menjadi hanya 3617. Bus, truk dan kendaraan dengan roda lebih dari empat pun mengalami penurunan. Bus mengalami penurunan hingga 9,1 persen, truk 22,1 persen dan kendaraan dengan roda lebih dari empat hanya 31,9 persen. Untungnya penurunan tersebut hanya terjadi satu hari yakni pada 23 Desember 2018. Di tanggal 24 Desember 2018, presentase pengguna kapal ferry ro-ro kembali meningkat, meski ada penurunan jumlah penumpang dari tahun 2017 di tanggal yang sama. Untuk operasional hanya ada 23 kapal roro dan melakukan 75 trip di tanggal 24 Desember 2018, sedangkan di tahun lalu 34 kapal ferry ro-ro dan 122 trip. Jumlah penumpang pun dari 40.707 menjadi hanya 31.241 orang. Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry sendiri mengatakan jumlah penumpang pada masa Nataru (Natal-Tahun Baru) ini akan naik lima persen dibanding tahun lalu untuk Merak-Bakahuheni. Dimana jumlah penumpang yang akan menyeberang dari Merak menuju Bakauheni total mencapai 865.771 orang atau naik 5 persen dibandingkan realisasi yang sama tahun lalu sebanyak 824.544 orang. Baca juga: “Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis Diikuti jumlah roda 4 sebanyak 135.287 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 128.845 unit, dan roda dua mencapai 33.998 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 32.379 unit sepeda motor. Sebaliknya, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak diperkirakan mencapai total 829.728 orang atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 790.217 orang, diikuti roda 4 sebanyak 134.847 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 128.426 unit, dan roda dua mencapai 32.664 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 31.109 unit sepeda motor.

Antisipasi Peningkatan Trafik, Bandara Incheon Bangun Landas Pacu Keempat

Bandara terbesar di Korea Selatan, Inceon International Airport yang sebelumnya berencana untuk menanamkan sejumlah moda untuk bekal pembangunan landas pacu keempatnya kini mulai masuk ke dalam tahap pembangunan. Adapun dana yang dianggarkan oleh Incheon International Airport Corp (IIAC) adalah senilai US$3,72 miliar atau yang setara dengan Rp54,3 triliun. Penambahan landas pacu keempat ini merupakan langkah antisipasi peningkatan jumlah penumpang jalur udara menuju negara berjuluk Negeri Ginseng ini. Baca Juga: Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan Berdasarkan rangkuman KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pihak IIAC mengatakan bahwa investasi tersebut merupakan bagian dari perluasan bandara secara keseluruhan jilid keempat – mencakup peluasan terminal kedua, tempat pesawat ‘bersandar’, dan fasilitas angkut penumpang. Adapun landas pacu ini diperkirakan dapat mulai beroperasi pada tahun 2023 mendatang, “dan dapat mengakomodir 100 pergerakan pesawat per jam,” tutur pihak IIAC dalam sebuah pernyataan tertulis, dikutip dari laman airport-technology.com (21/12/2018). Diketahui, perluasan bandara ini ditujukan untuk menggantikan peran dari Gimpo International Airport yang terletak di Gangseo-gu, Seoul, Korea Selatan. Dari tahun ke tahun, pengembangan dan peningkatan fasilitas di Bandara Internasional Incheon terus digalakkan. Ambil contoh, di bawah tahap kedua ekspansi, Bandara Internasional Incheon meluncurkan concourse baru pada tahun 2008 silam. Sementara pembangunan terminal kedua merupakan bagian dari ekspansi tahap ketiga pada tahun 2018. Hiingga saat ini, tercata Bandara Internasional Incheon mengelola sekira 72 juta penumpang setiap tahunnya, dan angka tersebut akan naikke level 100 juta penumpang ketika ekspansi jilid empat ini rampung. Tidak hanya ditujukan bagi para penumpang, pihak IIAC juga mengutarakan bahwa proyek ekspansi ini akan menciptakan sekitar 50.000 lapangan pekerjaan baru serta diproyeksikan dapat menyumbang sekira US$9,79 miliar (Rp142,9 triliun) kepada pendapatan negara. Baca Juga: Transit di Seoul, Garuda Indonesia Siap Buka Rute Jakarta – Los Angeles di Q2 2019 Bandara Internasional Incheon sendiri mulai beroperasi pada tahun 2001 silam. Lima tahun berselang, tepatnya pada 15 November 2006, sebuah Airbus A380 mendarat di Incheon dan merupakan bagian dari babak pertama perjalanan sertifikasinya. Sementara itu, dikutip dari laman web resmi bandara, Incheon adalah pengangkut kargo internasional tersibuk ketiga di dunia. Di tahun 2020 kelak, bandara ini akan mampu menampung tiga juta ton kargo – bagian dari peningkatan volume pengiriman.