Ambil Langkah ‘Terbalik’ dengan Boeing, Airbus Akuisisi MTM Robotics

Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan kabar yang menyebutkan bahwa manufaktur pesawat kebanggaan Amerika, Boeing telah ‘memberhentikan’ sistem robotika di jalur produksinya, nah kali ini pemberitaan kontradiktif datang dari rival abadinya, Airbus. Diberitakan pabrikan pesawat asal Eropa ini baru saja mengakuisisi MTM Robotics, sebuah perusahaan asal Seattle, AS yang menyediakan sistem otomatis untuk pembuatan si burung besi. Baca Juga: Boeing ‘Buang’ Teknologi Robotika di Jalur Produksi Varian 777 dan 777X Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman geekwire.com (12/12), kendati markas dari MTM Robotics berdekatan dengan pabrik Boeing yang ada di Everett sana, namun sejatinya kerja sama yang terjalin antara Airbus dan MTM Robotics sudah cukup lama – kurang lebih satu dekade, MTM Robotics telah menyediakan sistem robotika otomatis ringan untuk fasilitas produksi Airbus. Kini MTM Robotics secara resmi telah menyandang predikat sebagai anak perusahaan dari Airbus Americas Inc., dan perusahaan dikabarkan akan tetap mempertahankan kepemimpinannya saat ini dan tetap memperkerjakan 40 karyawannya yang bekerja di fasilitas Mukilteo (markas dari MTM Robotics). “Kami senang bisa bergabung ke dalam keluarga besar dari Airbus, dan kami berharap dapat mengintegrasikan produk kami dan melakukan pendekartan ke dalam rantai industrialisasi Airbus,” ujar pendiri MTM Robotics, Mike Woogerd. Menurut Airbus, akuisisi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengambil keuntungan dari robotika untuk mengurangi waktu dan biaya perakitan pesawat komersial. “Daya saing masa depan akan ditentukan dari desain pesawat terbang terbaik dan dengan membangun sistem manufaktur paling efisien, secara paralel,” ujar Michael Schoellhorn, Chief Operating Officer Airbus. “Otomasi dan robotika adalah pusat strategi industri kami. Kami sangat senang menyambut MTM Robotics sebagai anggota keluarga dan bersama-sama melangkah maju,” sambungnya. Baca Juga: Airbus Berdayakan Teknologi Robotika dalam Perakitan Seri A320 Sebagai informasi tambahan, MTM Robotics didirikan pada tahun 2003 silam dengan nama Mobile Tool Management. Sejak eksis di industri dirgantara, MTM Robotics telah mengerahkan lebih dari 40 sistem manufaktur luar angkasa – termasuk mesin, peralatan, hingga perangkat lunak.

Perusahaan Asal London Perkenalkan Bangku Kelas Ekonomi Baru, Tapi Masih Nihil Pesanan

Penerbangan di kelas ekonomi bisa dibilang merupakan perjalanan yang cukup murah, namun harus dibayar dengan fasilitas ‘seadanya’. Ya, harga tiket yang berada di bawah business class dan first class menjadi daya tarik utama di penerbangan kelas ekonomi – namun harga miring tersebut harus rela ditukar dengan kondisi tempat duduk yang sempit serta pelayanan yang serba standar. Ini sudah menjadi topik hangat perbincangan yang cukup lama di kalangan eksekutif, dimana mereka tidak ingin menggadaikan kenyamanan penumpang yang terbang di kelas ekonomi. Beruntung, perusahaan asal London, New Territory siap mengakhiri masa ‘galau’ para eksekutif tersebut. Baca Juga: Dalam Penerbangan, Pilih Kelas Ekonomi Premium Atau Ekonomi Biasa? Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thepointsguy.com (6/12), perusahaan ini merilis bangku Interspace – sebuah bangku inovatif yang dipercaya dapat meningkatkan kenyamanan para penumpang yang duduk di kelas ekonomi. Tidak seperti bangku ‘tegak lurus’ yang selama ini ada di kelas ekonomi, bangku Interspace rilisan New Territory ini mengedepankan konsep privasi, dimana penumpang bisa mengembangkan flap yang ada di bagian tepi untuk menciptakan ruang privasinya sendiri.
Sumber: thepointsguy.com
Selain itu, satu titik yang kerap menjadi bahan perdebatan adalah sandaran tangan. Melalui bangku Interspace ini, para penumpang bisa menikmati ukuran sandaran tangan yang lebih besar ketimbang yang ada di bangku kelas ekonomi dewasa ini. Tumpukan busa empuk yang menyelimuti bangku Interspace ini akan menunjang waktu beristirahat Anda di udara. Begitu pula halnya dengan In-Flight Entertainment (IFE), dimana Anda akan mendapati sebuah layar modern yang siap menghibur Anda sepanjang perjalanan. “Jika Anda tertidur, maka layar hiburan ini akan mati secara otomatis. Fitur ini hadir berkat adanya sensor yang kami pasang,” tutur salah satu juru bicara dari New Territory. Baca Juga: Biar Nyaman di Penerbangan Kelas Ekonomi Jarak Jauh, Baca Ini! Hadirnya bangku kelas ekonomi modern ini diharapkan akan meningkatkan kenyamanan para penumpang, seiring dengan meningkatnya permintaan penerbangan dewasa ini. Kendati cukup menjanjikan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, namun menurut laporan dari perusahaan awal Desember kemarin, mereka belum menerima pesanan dari pihak maskapai yang tertarik untuk menggunakan bangku ini.

Sejumlah Fakta dari Proses Emergency di Pesawat Terbang

Apa yang Anda tahu tentang panduan keselamatan dalam penerbangan? Apakah Anda menjadi orang yang selalu mengabaikannya karena sudah merasa sudah ‘paham’ tentang prosedur keselamatan penerbangan? Mungkin, terlihat biasa dan mudah, tetapi saat terjadi sesuatu insiden di pesawat, kecenderungan yang muncul penumpang akan panik dan lupa tentang metode-metode keselamatan yang telah menjadi standar baku. KabarPenumpang.com merangkum dari telegraph.co.uk (20/7/2017) Otoritas Penerbangan Sipil di Inggris menyebut bahwa rata-rata terjadi satu penumpang meninggal dari 287 juta penumpang yang dibawa dari atau ke bandara di Inggris. Baca juga: Peragaan Alat Keselamatan Penerbangan, Masih Efektifkah? Beberapa waktu lalu, awak kabin British Airways melaksananakan pelatihan keselamatan. Dalam pelatihan tersebut para awak kabin harus bisa menyelamatkan semua penumpang secepat mungkin, mengarahkan orang keluar dari pesawat dan tanggap dalam menangani jika terjadi kebakaran. Sebenarnya tidak ada persyaratan hukum bagi awak kabin untuk ‘mendikte’ penumpang untuk mendengarkan dan memperhatikan peragaan alat-alat keselamatan yang berlangsung sebelum pesawat lepas landas. Sebab, bila penumpang tidak melihat dan mendengar dengan baik cara-cara penggunaan alat-alat keselamatan, nantinya bila terjadi sesuatu pada pesawat, penumpang tersebutlah yang akan menanggung akibatnya sendiri. Tetapi, para awak kabin memiliki kewajiban untuk turun tangan jika ada penumpang yang gaduh. Dalam penerbangan, pastinya ada jaket keselamataan (pelampung) yang terletak di bawah tempat duduk Anda. Sebaiknya saat ada penjelasan tentang pelampung, Anda bisa mengecek ada tidaknya pelampung di bawah tempat duduk Anda. Baca juga: Pentingnya Pelampung Untuk Keselamatan Penerbangan George Hobica, pakar penerbangan dan pendiri airfarewatchdog.com pernah mengatakan banyak penumpang yang membawa pulang pelampung sebagai oleh-oleh. Padahal, hal tersebut merupakan pelanggaran berat dan dapat dihukum pidana. “Beberapa maskapai memeriksa setiap kursi sebelum penumpang masuk dalam pesawat, dan bisa dilakukan beberapa kali dalam sehari bila pesawat tersebut melakukan beberapa kali penerbangan. Sebab salah seorang penumpang bisa saja mencuri pelampung tersebut, jadi saya belajar ada baiknya periksa pelampung ada tidak di tempatnya,” ujar Hobica. Slide Darurat Tak hanya soal pelampung, dalam penerbangan terkadang ada pendaratan yang direncanakan dan tidak terencana. Dimana yang saat terencana para awak kabin mengetahi sesuatu yang buruk akan terjadi sehingga harus melakukan pendaratan darurat seperti kebakaran atau kegagalan mesin. Untuk tidak terencana karena tanpa adanya peringatan atau terjadi serangan teroris. Dalam pendaratan darurat, emergency slide (slide darurat) juga akan digunakan dalam penyelamatan. Dalam kondisi ini, biasanya ada penumpang yang enggan untuk turun dari slide, sehingga awak kabin dapat memaksa mendorog, menendang dan berteriak agar penumpang tersebut bisa turun. Secara teori dalam waktu 60 detik slide darurat dapat menurunkan hingga 150 orang. Biasanya slide digunakaan juga untuk pendaratan darurat di air. Selain menggunakan slide, penumpang juga diwajibkan untuk menggunakan pelampung saat melakukan pendaratan di air. Baca juga: 10 Pendaratan Dramatis Sepanjang Sejarah Penerbangan Kebakaran Bila masalah yang terjadi adalah kebakaran, para awak kabin bisa memberitahu ataupun tidak pada penumpang tergantung besar api dan lokasi kebakaran tersebut. Jika berada di panel pintu atau tempat duduk maka akan diberitahu. Namun, jika kebakaran terjadi di dapur, tidak akan ada pemberitahuan apapun. Dengan adanya kebakaran, oksigen dalam kabin akan berkurang dan biasanya masker oksigen akan turun dan bisa digunakan oleh penumpang. Tak hanya itu, masker oksigen juga akan turun bila memang dalam ketinggian tertentu oksigen dirasa kurang. Dalam panduan Telegraph Travel untuk mengatasi kecelakaan pesawat, penumpang disarankan untuk menghitung jumlah baris dari tempat duduk mereka ke pintu keluar terdekat.

Insinyur Aeronautika Sebut Kapten MH370 Sematkan Kode di Foto Keluarga

Salah satu misteri terbesar di jagad dirgantara, yaitu hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 agaknya tidak akan pernah terungkap penyebabnya – mengingat minimnya bukti yang terkumpul selama ini. Kendati begitu, sejumlah temuan terkait hilangnya pesawat ini telah sukses menggiring opini publik – salah satunya yang paling baru adalah informasi yang diberikan oleh seorang insinyur aeronautika yang mengklaim bahwa pilot MH370 telah memberikan petunjuk via foto keluarga yang diunggah setelah pesawat hilang. Baca Juga: Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman freemalaysiatoday.com (15/12), seorang insinyur bernama Ismail Hamad asal Mesir mengklaim bahwa gambar pertama Kapten Zaharie Ahmad Shah (kapten penerbangan MH370) yang diunggah pasca hilangnya pesawat tersebut merupakan sebuah petunjuk tentang dimana pesawat tersebut ‘menghilang’. Menurutnya, foto yang menunjukkan keluarga Kapten Zaharie yang tengah duduk di sofa mereferensikan sebuah kepulauan di Filipina, dimana mungkin saja sang pilot menerbangkan pesawat ke daerah tersebut. “Jika sang pilot (Kapten Zaharie) merupakan orang yang merencanakan dan menyembunyikan pesawat MH370 dari radar dan mata manusia seperti yang selama ini diperbincangkan, saya rasa ia telah membocorkan sebuah pesan kode berbentuk foto kepada kita semua yang mengisyaratkan bahwa ia tengah berada di rumah,” terang Ismail. “Pola yang ada di sofa bergambar sebuah kepulauan … Seolah Kapten Zaharie mengatakan bahwa siapapun yang hendak menemukan saya dan MH370, mereka harus mencarinya di pulau-pulau, bukan di lautan,” sambungnya. Tentu saja spekulasi ini terbilang cukup jauh dari nalar, dimana tidak ada bukti konkret yang mendukung pernyataan dari Ismail tadi. Namun kembali lagi, inilah yang menjadi bumbu dari hilangnya Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines tersebut. Baca Juga: (Lagi) Hipotesa Baru Misteri MH370: Pesawat Diduga Kehilangan Tekanan Kabin Memang, hingga saat ini belum ada spekulasi yang mampu menunjukkan dimana MH370 berada, atau bagaimana pesawat sebesar Boeing 777-200ER yang digunakan Malaysia Airlines untuk penerbangan berjadwal dari Kuala Lumpur menuju Beijing ini hilang bak ditelan bumi. Akankah MH370 tetap menjadi misteri? Atau apakah spekulasi dari insinyur aeronautika tersebut merupakan benar adanya?

Intip Secret Airplane Bedrooms, Tempat Awak Kabin Melepas Penat

Pernahkah terlintas di benak Anda tentang bagaimana kru pesawat, baik pramugari maupun pilot, bisa kuat melaksanakan perjalanan jauh tanpa kelelahan terlihat dari wajah mereka? Apa mereka menggunakan obat? Atau mereka menghabiskan sisa waktunya selama di darat untuk beristirahat? Tentu akan muncul banyak spekulasi mengenai pertanyaan sederhana seperti ini. Pada dasarnya, mereka semua adalah manusia biasa yang bisa saja kelelahan karena tugas, apalagi jika dihadapkan pada penerbangan langsung jarak jauh. Baca juga: Punya Standar Tinggi, Inilah Rasanya Jadi Awak Kabin Emirates
Sumber: wittyfeed.com
Sumber: wittyfeed.com
Berangkat dari persepsi bahwa performa awak udara harus segar selama penerbangan, maka manufaktur pesawat terbang, atas masukan dari pihak maskapai membuat sebuah ruang tersembunyi tempat flight attendant melepas penat. Ruang rahasia ini dapat dijumpai di beberapa pesawat badang lebar Boeing 777 dan Boeing 787 Dreamliner dengan rute perjalanan jauh, tentu saja ruangan ini bukan untuk umum, hanya petugas saja yang boleh masuk ke sana. Ruangan tersembunyi ini berada di belakang cockpit dan di atas kelas utama. Terdapat juga tangga rahasia untuk naik ke ruangan ini. Untuk mengakses tangga ini, dibutuhkan kode khusus yang hanya diketahui oleh para kru pesawat. Pintu masuk menuju ruang rahasia ini dapat kita jumpai di belakang bangku paling ujung dari suatu kabin. Ketika kode tersebut telah dimasukkan, maka pintu menuju tangga rahasia untuk sampai di ruang rahasia pun terbuka. Barisan anak tangga dengan kemiringan lebih dari 45 derajat pun langsung menyambut siapapun yang membukanya. Sesampainya di atas, Anda tidak akan menemukan sesuatu yang mewah, hanyalah sebuah lorong panjang dengan tempat tidur bertirai pada kedua sisinya. Sepintas, tempat ini terlihat seperti tempat penyimpanan barang penumpang.
Sumber: blogcdn.com
Sumber: blogcdn.com
Tidak semua ruangan rahasia ini memiliki lokasi yang sama di setiap pesawat. Contohnya pada Boeing 787 Dreamliner, terdapat 2 ruangan rahasia pada bagian depan dan belakangnya. Ruangan rahasia yang berada di depan diperuntukan untuk pilot dan co-pilot. Terdapat 2 kasur yang bersebelahan dan terpisah oleh tirai dan sebuah kursi santai yang menghadap ke kasur. Ruangan istirahat pilot tidaklah begitu luas, hanya serukuran 2 kasur tersebut, berbeda dengan ruangan istirahat untuk pramugari.
Sumber: Kompas.com
Sumber: Kompas.com
Ruang istirahat untuk pramugari lebih luas daripada ruang istirahat pilot, mengingat jumlah pramugari yang biasanya lebih banyak dari pilot dalam satu penerbangan. Ruang istirahat pramugari yang berada di bagian belakang pesawat ini berisikan 5 buah kasur lengkap dengan perlengkapan istirahat lainnya, seperti bantal dan selimut. Kedua ruang rahasia ini cukup nyaman untuk para kru pesawat yang kelelahan. Mereka bisa beristirahat sambil bercengkrama satu dengan lainnya, dan kalau dihubungkan dengan penyekat antar kasur yang menggunakan tirai, alasan untuk saling bercengkrama cukuplah masuk akal. Lain halnya dengan Lufthansa A380, pesawat double deck ini memiliki ruang istirahat pada bagian bawah kabin penumpang. Sama seperti ruang rahasia lainnya, butuh kode khusus untuk mengakses ke ruangan ini. Interior di dalamnya pun berbeda dengan Boeing 787 Dreamliner. Ruang istirahat yang dimiliki oleh Lufthansa A380 bisa dibilang cukup besar, mengingat di dalamnya terdapat 12 kasur tumpuk 2 yang tersebar di 2 lorong kecil. Kasur pada Lufthansa A380 mirip sebuah kapsul dengan tirai sebagai penutupnya. Baca juga: Demi Efisiensi, Garuda Indonesia Hapus Jatah Menginap Awak Kabin di Rute Sydney dan Melbourne Terdapat juga kamar mandi lengkap dengan kloset serta wastafel yang terletak persis di sebelah tangga ruang rahasia ini. Terdapat pula sebuah monitor berukuran mini yang menunjukkan suhu ruangan rahasia tersebut, serta intercom yang menghubungkan satu bagian di pesawat dengan bagian lainnya.

Trans-Siberia, Kereta Yang Mengubah Takdir Cinta

Kereta Api Trans-Siberia menjadi sebuah tanda cinta bagi Ann O’Loughlin, seorang jurnalis dan penulis buku asal Irlandia yang melintasi Uni Soviet pada 30 tahun yang lalu. Sebenarnya, Ann memean tiket kereta Rossiyan untuk melakukan perjalanan dari barat menuju timur melalui zona waktu yang berbeda sekaligus mempraktikkan bahasa Rusianya. Baca juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun Dirangkum KabarPenumpang.com dari theguardian.com, awalnya Ann hanya berharp dalam perjalanannya menjadi sebuah petualangan karena bertemu dengan orang-orang dari budaya yang berbeda. Saat itu juga dirinya tidak berharap menemukan pasangan dalam perjalanan, tetapi takdir berkata lain, dalam perjalanan selama empat hari yang melalui Rusia menuju Mongolia, Ann bertemu John.
Ann O’Loughlin 30 tahun lalu saat pertama kali merasakan Trans-Siberia dan bertemu John (www.theguardian.com)
Sebenarnya, antara John dan Ann tidak pernah berpikir akan jatuh cinta, tetapi takdir berkata lain, dalam perjalanan sepanjang 7.854 km dan berada di kompartemen dalam kereta yang bersebelahan membuat cinta tumbuh diantara keduaya. Seorang pria Inggris dan wanita Irlandia ini dalam perjalanan ke Irkutsk mulai menikmati perjalanan kereta api dan menuai keindahan pemadangan alamnya. Baca juga: Gelar Expo Berskala Internasional, Kazakhstan dan Uzbekistan Luncurkan Kereta Lintas Perbatasan Di kereta api Trans Siberia, kompartemen dalam gerbong tak begitu besar dan akan terasa nyaman untuk merasakan keindahan alam yang dilalui. Dengan duduk berdampingan, Ann dan John saling berkenalan dan membuat mereka mengatakan Trans-Siberia menjadi keret cinta. Menurut Ann, perjalanannya pada 30 tahun lalu, bukan sekedar perjalanan sekali seumur hidup, melainkan perjalanan yang mengubah hidup.
John dan Ann yang menjadikan Kereta Api Transs-Siberia menjadi kereta cinta (The Guardian)
Baca juga: Enam Kereta dengan Perjalanan Paling Romantis Bersama Pasangan Jalur Trans Siberia sendiri dibangun selama 13 tahun dengan nama awal Jalan Agung Siberia, yang mengitari Danau Baikal dan terbentang dari Moskwa hingga Vladivostok di ujung timur Rusia. Kereta pertama yang beroperasi melalui jalur ini tahun 1893. Sebenarnya, jalur Trans Siberia sendiri dibuat untuk mengembangkan kekaisaran Rusia. Trans Siberia sendiri bukan hanya untuk penumpang kelas atas, tetapi untuk penumpang kelas bawah atau pada gerbong kelas tiga hanya sesak dengan barang bawaan yang penuh, sedangkan di kelas satu terasa begitu nyaman. Baca juga: Tengok Kemewahan “Venice Simplon – Orient Express, Kereta dengan Tarif Mulai Rp44 Juta Jalur ini juga sudah ada selama satu abad lebih dan masih merupakan satu-satunya jalur darat yang bisa menghubungkan seluruh penjuru negeri besar itu. Hingga kini jalur kereta api Trans-Siberia masih menjadi tulang punggung perekonomian dan transportasi di Rusia. Saat ini, kereta api Trans-Siberia digunakan mengangkut lebih dari 200.000 kontainer barang menuju Eropa dan jumlah ini terus bertambah seiring bertambahnya kapasitas pelabuhan.

Serba-Serbi Trem San Francisco yang Melegenda bin Ikonik

Selain Jembatan Golden Gate dan Penjara Alcatraz, apa yang membuat kota San Francisco di Amerika Serikat mendunia? Ya, jaringan tremnya! Jaringan kereta trem di kota ini sudah menjadi salah satu ikon yang melekat dari masa ke masa. Ketika di awal kemunculannya pada tahun 1873 silam, trem San Francisco berfungsi sebagai angkutan penumpang, lalu bagaimana kabarnya kini? Apakah masih menjadi tulang punggung transportasi San Francisco? Baca Juga: Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, adalah Andrew Smith Hallidie, orang pertama yang mengagas hadirnya trem sebagai moda transportasi baru di kota San Francisco pada tahun 1869. Ide tersebut dilatarbelakangi oleh kecelakaan trem yang disaksikan langsung oleh Andrew, dimana pada masa itu, trem masih ditarik oleh kuda. Empat tahun berselang sejak ide tersebut muncul, tepatnya pada 1 September 1873, layanan trem pertama di San Francisco resmi mengular di Clay Street Hill Railroad. Tidak hanya berperan sebagai penggagas, Adam pun mengambil peran sebagai promotor pada jalur perdana trem di kota ini. Walaupun masih terhitung sangat baru kala itu, namun kehadiran trem yang digagas oleh Adam ternyata meraup kesuksesan dan menjadi template untuk cable car system lain yang ada di San Francisco. Kesuksesan pada jalur perdananya berbuah manis mana kala jalur-jalut trem baru bermunculan. Sebut saja Sutter Street Railway yang dibuka pada tahun 1877, California Street Cable Railroad (Cal Cable) yang mulai beroperasi pada 1878, Geary Street, Park & Ocean Railway yang mulai mengular pada tahun 1880, dan Market Street Cable Railway yang beroperasi sejak 1883.
Trem San Francisco Jaman Doeloe. Sumber: wikipedia
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan jaman, sistem trem di San Francisco pun turut terseret arus evolusi. Pergantian moda menjadi lebih modern sudah bukan menjadi pemberitaan aneh kala itu. Pertanyaannya, ketika dulu trem berperan sebagai alat angkut penumpang, lalu bagaimanakah kabar dari kereta yang mengular berdampingan dengan kendaraan lain ini? Jawabannya sederhana, trem kini sudah beralih fungsi menjadi alat angkut wisatawan! Ya, saking melegendanya kendaraan ini, sampai-sampai dijadikan ikon San Francisco, sangat sayang sekali rasanya jika trem dihapuskan begitu saja dari sistem transportasi di kota ini. Maka dari itu, untuk melestarikan kedigdayaan trem pada masa jayanya dulu, San Francisco Municipal Transportation Agency selaku pemilik layanan trem ini mengabadikannya sebagai kereta wisata.
Trem San Francisco Ketika Menanjak. Sumber: pinterest
Baca Juga: Ternyata, Tidak Hanya Bus yang Bertingkat, Trem Juga! Patut diketahui, kota San Francisco ini sendiri tidaklah seperti kota-kota lain di Amerika Serikat yang didominasi oleh bidang landai, melainkan dipenuhi oleh tanjakkan dan turunan. Jadi, jangan kaget semisal trem San Francisco yang Anda tumpangi akan menempuh medan curam yang mencapai gradien 30 derajat! Selain unik dan sarat akan nilai sejarah, ternyata trem-trem di San Francisco ini juga terhitung handal dan bandel, ya!

Zagreb Funicular – Kereta yang Hanya Ditempuh Satu Menit

Zagreb merupakan ibukota dari Kroasia yang memiliki penduduk sebanyak 973.667 jiwa pada tahun 2005 lalu. Berada di antara lereng Gunung Medvednica dan Sungai Sava dengan ketinggian 120 meter diatas permukaan laut. Baca juga: 150 Tahun Trem “Cog” Masih Beroperasi ke Puncak Gunung Washington Kota ini ternyata memiliki sarana transportasi umum tertua dan pertama di Zagreb. Apa sih transportasi tertuanya? Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, transportasi ini berupa kereta kabel dengan panjang jalur 66 meter. Bisa dikatakan ini adalah kereta kabel terpendek di dunia. Disebut transportasi tertua dan pertama di Zagreb karena berasal dari tahun 1890-an. Bahkan belum lama ini Zagreb Funicular terpilih menjadi destinasi terbaik di Eropa karena merupakan salah satu yang indah. Uniknya Zagreb Funicular ini sama sekali tidak pernah mengalami kecelakaan meski sudah ada berabad-abad. Transportasi ini sendiri menghubungkan Jalan Ilica (Donji Grad) dengan Strossmayerovo šetalište (promenade Strossmayer) ke utara (Gornji Grad). Kereta kabel yang satu ini mungkin juga yang tercepat dalam perjalanannya, sebab dengan panjang 66 meter, hanya dihubungkan dalam waktu satu menit. Zagreb Funicular sendiri berangkat setiap sepuluh menit yang memulai perjalanannya 06.30 pagi dan terakhir di 22.00 malam waktu setempat. Waktu pertama beroperasi, kereta ini dioperasikan dengan mesin uap serta memiliki tekanan yang sangat rendah serta sering diperbaiki hingga hampir tidak beroperasi separuh waktu. Kemudian tahun 1934 tenaga uap mulai digantikan dengan mesin listrik dan tahun 1969, pengoperasiannya ditangguhkan sementara waktu karena alasan keamanan di mana sistem sudah usang. Hingga akhirnya direnovasi selama empat tahun setengah dan kembali dioperasikan pada 26 Juli 1974. Kereta ini memiliki dua dua mobil yang masing-masing bisa berisi 28 penumpang dengan 16 kursi dan 12 tempat untuk berdiri. Dengan menempuh waktu satu menit setiap perjalannya, kecepatan kereta kabel ini 1,5 meter per detik. Bisa dikatakan, Zagreb Funicular bisa dikatakan museum yang beroperasi karena indah dan terawat dengan baik. Bahkan ini juga menjadi simbol kota Zagreb. Zagreb Funicular dilengkapi dengan platform pengangkat hidrolik dan akses jalan. Ini adalah pilihan bagus bagi pengunjung ke Kota Atas. Baca juga: Jalur Kereta Terpendek di Dunia, Ternyata ada di Vatikan Stasiun Kota Bawah terletak di jalan Tomićeva, beberapa langkah dari Alun-alun Jelačić. Stasiun Kota Atas berada di bawah Menara Lotrščak. Tiket dapat dibeli oleh pengemudi atau di kios koran mana pun. Untuk dewasa 4 HRK atau Kroasia Kuna sekitar Rp8400, sedangkan untuk anak-anak hingga usia tujuh tahun gratis alias tidak membayar.

NEC Hadirkan “Waiting Time Forecast System” di Bandara Haneda

Pemeriksaan pada keamanan bandara biasanya cukup mengantri, apalagi ketika bepergian keluar negeri. Penumpang pasti akan melintas alat deteksi dan tas akan masuk dalam mesin pemindai. Biasanya yang membuat lama itu karena penumpang membawa sesuatu yang berbahaya dan isi tas yang tidak sesuai keamanan sehingga harus ada pemeriksaan lebih lanjut. Baca juga: Manchester, Bandara dengan Waktu Pemeriksaan Keamanan Paling Lama di Inggris Untuk menghindari antrian yang cukup panjang dalam pemeriksaan keamanan, NEC menyediakan Waiting Time Forecast System di Bandara Internasional Haneda, Tokyo. Penyediaan Waiting Time Forecast System sendiri untuk menganalisis dan memvisualisasikan status antrian dalam inspeksi keamanan bandara di Terminal penumpang Bandara Haneda. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman benzinga.com (12/12/2019), sistem ini ternyata sudah mulai beroperasi sejak Oktober 2019 kemarin dan menyediakan perkiraan waktu tunggu yang sepenuhnya otomatis. Sistem ini juga menggabungkan teknologi analisis perilaku kerumunan di mana mendeteksi kemacetan dalam video dan portofolio melalui teknologi AI terdepan NEC serta sensor stereo visual 3D yang mampu menangkap pergerakan orang pada layar. Teknologi ini sendiri mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang jumlah penumpang serta memvisualisasikan status kemacetan secara real time untuk memperkirakan waktu tunggu. Sehingga kehadiran sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan bagi penumpang yang berangkat dan untuk meningkatkan kinerja operasi pesawat. Bahkan di masa depan, NEC bertujuan untuk meningkatkan keakuratan prakiraan yang dimungkinkan oleh AI dan memperluas kemampuan mereka seperti memperkirakan waktu beberapa jam sebelumnya. “Selain sistem bandara, NEC akan terus mengembangkan solusi dan layanan berbasis TIK canggih, termasuk teknologi analisis video, untuk pengenalan ke stadion, taman hiburan, dan fasilitas terkemuka lainnya.NEC memposisikan bisnis keselamatannya sebagai mesin untuk pertumbuhan global, dan akan terus mempromosikan inisiatif NEC Safer Cities (3) untuk membangun kota pintar berdasarkan teknologi eksklusif yang mendukung keselamatan, keamanan dan berkontribusi pada penciptaan masyarakat yang makmur,” kata Kazuo Watanabe, General Manager, Smart Infrastructure Division, NEC Corporation. Baca juga: Ikuti Tahapan Ini, Proses Check In dan Pemeriksaan Keamanan di Bandara Bakal Mulus Diketahui, NEC Corporation adalah pemimpin dalam integrasi TI dan teknologi jaringan yang menguntungkan bisnis dan orang-orang di seluruh dunia. Grup NEC secara global menyediakan “Solusi untuk Masyarakat” yang mempromosikan keselamatan, efisiensi keamanan, dan keadilan masyarakat. Di bawah pesan perusahaan perusahaan, “Menata dunia yang lebih cerah,” NEC bertujuan untuk membantu memecahkan berbagai masalah yang menantang dan untuk menciptakan nilai sosial baru untuk dunia yang berubah di masa depan.

Tersebut Nama “Tauberes” oleh Menteri BUMN, Bikin Manajemen Garuda Indonesia Beberes

Imbas kasus penyelundupan motor Harley Davidson di pesawat Airbus A330-900NEO Garuda Indonesia tak hanya berimbas pada pergantian pucuk pimpinan di tubuh maskapai plat merah tersebut, rupanya Menteri BUMN Erick Thohir berupaya melakukan upaya penataan manajemen dan struktur usaha di Garuda Indonesia Group. Seperti beberapa hari lalu ada sesuatu yang bikin geger, lantaran diketahui ada nama PT Garuda Tauberes Indonesia. Baca juga: Gantikan Ari Askhara, Fuad Rizal Resmi Menjabat Plt Direktur Utama Garuda Indonesia Seperti dikutip dari detik.com (13/12/2019), Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia yang tak jelas bergerak di bidang apa. Nama cucu usaha itu ialah PT Garuda Tauberes Indonesia (GTI). “Dan yang menarik kalau di situ ada juga yang mohon maaf menggelitik. Ada cucu dari perusahaan Garuda yang namanya Garuda Tauberes Indonesia. Nggak tahu bergerak di bidang apa,” kata Erick Thohir di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (13/12/2019). Erick lantas tertawa kencang saat kembali menyebut nama cucu usaha Garuda Indonesia tersebut. “PT GTI,” ulang Erick sambil terbahak kencang. Setelah ditelusuri lebih lanjut, PT GTI adalah berstatus sebagai cucu perusahaan PT Garuda Indonesia. Garuda Tauberes Indonesia diketahui dirilis pada 11 September 2019. Garuda Tauberes adalah aplikasi logistik digital yang diklaim menjadi yang pertama di Indonesia menghubungkan layanan kargo udara dengan agen pengiriman barang kepada masyarakat (end customers). Aplikasi Tauberes merupakan platform e-commerce yang menyediakan jasa pemesanan logistik, baik itu untuk kurir, air cargo gateway dan payment yang dikembangkan oleh PT GTI. Di dalam aplikasi ini terdapat tiga fitur utama, yaitu kirim paket, kargo udara, dan belanja online. Mengutip laman resmi perusahaan, GTI beralamat di Gedung Garuda Indonesia Gunung Sahari Jalan Gunung Sahari Raya No. 52 Jakarta 10610. Berangkat dari tersebutnya nama PT GTI oleh Menteri BUMN, lewat siaran pers pada 13 Desember lalu, manajemen PT Garuda Indonesia mendukung sepenuhnya Keputusan Menteri BUMN terkait Penataan Anak dan Cucu Perusahaan sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019 tentang “Penataan Anak Perusahaan atau Perusahaan Patungan di Lingkungan Badan Usaha Milik Negara“ yang ditetapkan tanggal 12 Desember 2019 lalu. Saat ini PT. Garuda Indonesia memiliki 7 (tujuh) anak perusahaan dan 19 (Sembilan belas) cucu perusahaan dengan berbagai bidang usaha seperti Low Cost Carrier, Ground Handling, Inflight Catering, Maintenance Facility, Jasa Teknologi Informasi, Jasa Reservasi, Perhotelan, Transportasi Darat, E-commerce & Market Place, Jasa Expedisi Cargo, Tour & Travel. Baca juga: Fokus di Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, Inilah Tantangan Operasional Drone Kargo Garuda Indonesia Plt. Direktur Utama Fuad Rizal menyampaikan bahwa PT Garuda Indonesia bersama Dewan Komisaris akan melakukan review serta evaluasi secara menyeluruh terhadap keberadaan anak dan cucu Perusahaan tersebut dan akan lebih memfokuskan bisnis anak usaha yang menunjang bisnis utama yaitu penerbangan. Poin lain yang juga menjadi perhatian Menteri Erick adalah soal rangkap jabatan direksi PT Garuda Indonesia sebagai komisaris di anak dan cucu perusahaan.