“Kami akan menciptakan tim internasional untuk mengatasi berbagai aspek mobilitas udara perkotaan, termasuk analisis potensi pasar untuk kendaraan premium dan kemungkinan penggunaannya di masa yang akan datang,” ujar salah seorang dari Boeing.
Kata ‘premium’ yang bertengger di balik kerja sama ini sejatinya menggambarkan bahwa di depannya moda ini tidak akan dipergunakan secara massal, melainkan hanya untuk orang-orang tertentu saja – begitu halnya dengan rekanan Boeing dalam kerja sama ini, Porsche yang sudah terkenal sebagai produsen mobil kelas wahid.
Di sini, tidak hanya Boeing dan Porsche yang akan berkecimpung, melainkan juga anak perusahaan dari Boeing, Aurora Flight Science juga akan turut terjun mengembangkan moda super eksklusif ini. Tidak main-main, Aurora yang cukup serius dalam mengerjakan proyek bersama induk perusahaannya ini langsung ‘menggertak’ dengan melakukan uji coba penerbangan singkat di Manassas, Virginia pada awal tahun 2019 kemarin.
Jika moda ini sudah diuji dan siap untuk mengudara, maka giliran Porsche yang kini bermain dengan konsep eksklusif khas mereka. Nantinya desain interior untuk moda ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dan selera orang-orang berduit. Sehingga semua pihak yang terlibat dalam pengembangannya sama-sama memiliki porsi kerjanya masing-masing.
Namun agaknya Anda semua harus sedikit bersabar karena baik pihak Boeing maupun Porsche belum secara rinci menyebutkan kapan bisa merilis moda ini ke masyarakat luas.

Sayangnya Kelly tak bisa membuktikan telah membayar tiket bus karena ponselnya mati kehabisan baterai. Dia kemudian tidak mendapat kabar apapun dari Transport for London (TfL) hingga 28 Desember lalu.
Kemudian Kelly dikirimi surat yang menjelaskan dirinya akan dituntut dan memiliki 21 hari untuk memutuskan mengaku bersalah atau tidak. Dia mencoba menyelesaikan masalah tersebut dan menelepon nomor yang disediakan untuk menjelaskan situasi.
Mereka mengatakan dirinya perlu memberikan laporan bank untuk menunjukkan bukti pembayaran yang sudah dikurangi dari akun Apple Pay miliknya. Setelah mengirim laporan tersebut, pihak TfL mengatakan kepadanya hal itu tidaklah cukup.
Dia mengatakan, beberapa hari kemudian menerima surat yang memberitahu bahwa kasusnya tersebut telah disidangkan di pengadilan dan dirinya dinyatakan bersalah serta berhutang 476,50 pounsterling.
“Sekarang aku merasa sangat kesal. Aku mencoba nomor yang awalnya kutelepon, tetapi mereka tidak bisa membantu, dan aku diberi nomor lain untuk dihubungi. Itu menunjuk saya ke alamat email yang harus saya tuju, menarik terhadap keputusan itu,” kata dia yang dikutip KabarPenumpang.com dari thesun.co.uk (14/10/2019).
Kesialan Kelly bertambah, saat ia diberitahu bahwa dirinya tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dan bahwa dia perlu mendapatkan sertifikat catatan polisi sebelum kedutaan akan mempertimbangkan mengeluarkannya dengan visa. Kelly menghabiskan lebih dari 1000 poundsterling untuk penerbangan yang tidak bisa dia dapatkan kembali, dia juga harus menghabiskan 90 poundsterling untuk sertifikat kepolisian.
Pada persidangan dia diberitahu bahwa putusannya dibatalkan dan hakim bahkan bercanda bahwa dia akan ‘dihidupkan kembali’. Bahwa denda senilai 476,50 poundsterling akan dikembalikan dan sekarang mengklaim merasa ‘dieksploitasi’ oleh teknologi revolusioner, yang digunakan banyak orang setiap hari.
“Rasanya teknologi informasi telah mengeksploitasi saya, dan mengubah saya menjadi penjahat. Saya masih menggunakan Apple Pay untuk memanfaatkan bus dan kereta. Saya tidak akan membalas revolusi digital hanya karena itu menyengat saya. Yang jelas saat ini kemanapun Kelly pergi, ia selalu membawa power bank.
Baca juga:

