Dua Batang Emas Senilai Rp897 Juta Diselundupkan di Sol Sandal Penumpang Pesawat

Penyelundupan barang apapun itu bentuknya tidak diperkenankan bagi setiap penumpang. Nah, baru-baru ini seorang penumpang asal Afghanistan kedapatan menyelundupkan emas seharga Rs45 lakh atau setara Rp897 juta. Penumpang tersebut menyembunyikan emasnya di bagian bawah sol sandal yang dikenakannya. Baca juga: Troli Tak Hanya Angkut Barang, di Bandara India Menjadi Tempat Penyelundupan Emas Dia diamankan ketika tiba di Bandara Internasional Indira Gandhi (IGI) di New Delhi. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dnaindia.com (6/10/2019), pria asal Afghanistan ini berangkat dari Kabul ke New Delhi dan dicegat oleh petugas bea cukai Bandara IGI tepatnya di Terminal 3. Petugas yang curiga kemudian memeriksa pria tersebut dan didapatkan dua batang emas seberat 1,3 kg di bawah sandalnya. Kemudian dia diamankan dan diperiksa oleh petugas bea cukai. “Penumpang asal Afghanistan ini menyembunyikan dua keping emas di dalam sandalnya,” kata sebuah pernyataan dari Kantor Komisaris Bea Cukai Delhi. Pria ini ditangkap pada 4 Oktober 2019 kemarin dan melanggar Undang-Undang Pabean bagian 110 tahun 1962 karena membawa dua potong emas secara kolektif dengan berat 1315 kg. Kini, karena perbuatannya, pihak bea cukai dan keamanan New Delhi melakukan investigasi lebih lanjut. Hal ini mengingatkan pada kejadian pertengahan tahun 2018 lalu di mana seorang penumpang yang tiba dari Dubai menyelundupkan emas di sebuah troli ketika tiba di Bandara Internasional Chhatrapati Shijavi (CSIA). Pria ini awalnya dicegat dan dicurigai oleh petugas intilejen udara India. Namun dilepaskan, tapi merasa ada yang ganjal ketika penumpang bernama Sheikh Zulfekar Ali tersebut beerjalan keluar, petugas kembali menahannya dan memeriksa troli yang digunakan. Setelah itu ternyata petugas menemukan empat batang emas seberat 1,2 kg senilai Rs34 lakh. Emas-emas ini disembunyikan di troli dengan ditempelkan dengan dua pita perekat transparan pada pegangan logam di keranjang. Tak hanya itu, beberapa hari setelah kejadian empat batang emas, petugas bandara CSIA juga mendapatkan 15 keping emas yang dilekatkan pada kerangka troli bagasi. Baca juga: Bayi Macan Tutul Lemas Setelah Disembunyikan di Dalam Tas Bagasi Kargo Rute udara telah menjadi pilihan populer untuk menyelundupkan sindikat yang mempekerjakan operator dengan menjanjikan mereka imbalan yang baik untuk membawa emas melalui bea cukai.

Budi Karya: Kereta Listrik Dipastikan Akan Ada di Ibukota Baru

Ketika berbicara pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan, banyak sekali yang dibahas baik infrastruktur hingga transportasi yang akan hadir di sana. Hal ini membuat pemerintah berpikir transportasi apa yang cocok untuk melengkapi ibukota baru tersebut. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah untuk membuat transportasi baru ini melakukan perencanaan dengan baik. Baca juga: Tengah Dikaji Pemerintah, Apakah O-Bahn Bakal Mengular di Indonesia? “Di mana saat berbicara satu fungsi kota tertentu, maka transportasi menjadi begitu penting. Kita selalu mengenal lokasi menjadi hal penting karena aksesibilitas adalah satu kunci keberhasilan semuanya,” ujar Budi Karya yang ditemui saat berbicara dalam forum transportasi massal ibukota baru, Kamis (10/10/2019). Dia mengatakan, lokasi untuk ibukota baru ini memiliki potensi luar biasa dan menjadi modal kota yang sangat menarik. Apalagi dengan upaya mencari bentuk kota berkelanjutan melalui angkutan massal tidaklah mudah. “Mandat pak Presiden sangat luar biasa yakni ibukota baru menjadi kota masa depan sebagai contoh dan pusat tourism. Selain jadi kota yang cantik dan kultur pola hidup baru dengan jalan kaki serta angkutan massal yang menggunakan teknologi berkelanjutan,” jelasnya. Terkait dana yang akan digelontorkan dalam pembangunan transportasi di ibukota baru ini, Budi Karya belum bisa menjelaskan secara rinci. Hal ini dikarenakan titik pasti ibukota belum ditetapkan secara sah. Namun dia mengatakan, untuk dana yang akan dikeluarkan lebih banyak nantinya dalam pembangunan kereta api dengan panjang sekitar 30-40 km. Sedangkan MRT dan moda transportasi lainnya menjadi pikiran serta rancangan masa depan. “Bayangannya seperti ini, dari bandara di Balikpapan, yang diperlukan adalah jalan tol dan kereta api. Ada pilihan lain seperti angkutan kapal dengan teknologi tenaga matahari. TOD perkotaan bisa disambungkan dengan kereta listrik atau bisa yang kita adopsi dari satu teknologi lebih maju yang tidak berbasis rel tetapi jalan kombinasi,” tambah Budi Karya. Dia mengatakan, dalam satu tahun kedepan, pihak pemerintah dengan Pekerjaan Umum membuat perencanaan ibukota baru. Tahun kedua, setelahnya ada proses land clearing, tahun ketiga untuk transportasi, tahun keempat prasarana sudah ada. “Tahun kelima akan uji coba transportasi massal. Kota inti nantinya di tahun kelima sudah bisa diterapkan. Kalau menyeluruh ke semuanya 10-15 tahun,” kata dia. Baca juga: Google Maps Hadirkan Fitur Info ‘Kepadatan Penumpang’ di Moda Transportasi Umum Dia mengatakan, untuk transportasi lain akan dilihat utilitas terjadi atau tidak untuk angkutan amphibi atau bus tanah air. Sedangkan dia menegaskan untuk kereta listrik bisa dipastikan akan mengular di ibukota baru.

Peristiwa Langka! Penumpang Mexican Airlines Lihat Peluncuran Rudal Trident dari Ketinggian

Anda masih ingat dengan pilot IndiGo yang berhasil mengabadikan peluncuran roket PSLV C-45 dari kota Sriharikota di Andhra Pradesh pada tanggal 1 April silam? Ya, kala itu Capt. Karun yang tengah berada sekitar 92,6 km dari titik peluncuran sontak langsung mengumumkan pemandangan sangat langka ini kepada penumpang yang kala itu tengah dibawanya. Nah, baru-baru ini kejadian yang hampir serupa juga dialami oleh maskapai asal Meksiko yang tengah terbang menuju Tijuana. Baca Juga: Momen Langka! Pilot Airbus A320 Indigo Berhasil Abadikan Peluncuran Roket PSLV C-45! Bukan roket PSLV C-45 yang dilihat, melainkan rudal Trident yang ditembakkan dari kapal selam USS Nebraska. Ya, uji coba peluncuran empat rudal balistik Trident II memang dijadwalkan akan mengudara pada 4 hingga 6 September kemarin. Adalah pilot dari maskapai Mexican Airlines yang ‘ketiban durian runtuh’ kali ini. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman avionews.it, kejadian ini terjadi pada awal bulan September kemarin, dimana pilot dari Mexican Airlines yang tengah mengoperasikan rute penerbangan dari Guadelajara menuju Tijuana pada malam hari tidak sengaja menangkap penampakan dari rudal balistik yang baru saja ditembakkan.
Menurut pengakuan sang pilot yang ingin tetap anonim, rudal tersebut muncul dari arah Samudera Pasifik dan bertolak menuju barat. Tak ingin melewatkan momen super langka ini, beberapa penumpang langsung mengeluarkan ponsel mereka dan mulai mengabadikannya. Diketahui, rudah Trident II ini dibanderol dengan harga US$31 juta yang didapuk mampu menghancurkan satu negara dengan kekuatan nuklir yang diboyongnya. Dalam rekaman penumpang, terdengar beberapa penumpang berdecak kagum melihat peluncuran roket yang tampak seperti bintang jatuh ini – walaupun beda arah (jika bintang jatuh sejatinya akan mengarah ke bawah atau samping, maka roket ini menuju ke atas). Baca Juga: Harap Waspada Jika Anda Mendengar Frasa ‘Easy Victor’ dari Awak Kabin Tidak dijelaskan lebih rinci mengenai jarak antara Mexican Airlines dengan roket tersebut, namun penampakannya sangatlah jelas seperti tengah membelah langit malam. Mungkin jika roket ini diluncurkan pada siang hari – atau setidaknya masih ada eksistensi dari matahari, hasilnya tidak akan seindah penampakan langka ini.

Cabul di Toilet MRT, Pria ini Diganjar Denda Rp41 Juta

Seorang pria berusia 47 tahun melakukan terbukti melakukan pencabulan pada seorang remaja pria 14 tahun di toilet Stasiun MRT Woodlands, Singapura. Tindakan pencabulan ini dilakukan pada 21 Agustus 2018 lalu ketika dirinya berdiri di sebelahnya. Baca juga: Penumpang Tandai Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dengan Stempel Anti-Groping KabarPenumpang.com melansir laman channelnewsasia.com (8/10/2019), Stanley Phang Kok Fui, pelaku pencabulan tersebut mengaku bersalah atas tuduhan tindakan pencabulan di tempat umum ketika kasusnya disidangkan di Pengadilan. Tindakan ini dilakukan dirinya saat buang air di salah satu urinal dan menyikut remaja pria itu dengan sikutnya. Ketika remaja itu memandangnya, Phang kemudian melakukan tindakan cabul pada dirinya sendiri sambil melihat alat kelamin anak itu. Wakil Jaksa Penuntut Umum, Regina Lim mengatakan bahwa Phang terus mendorong anak tersebut dengan sikunya. Bahkan ketika anak tersebut selesai buang air kecil, Phang menunjuk ke arahnya dengan kepala sembari berjalan ke sebuah bilik. Karena kejadian itu, anak tersebut keluar dari toilet dan melaporkan tindakan yang menimpa dirinya ke petugas di Stasiun MRT Woodlands. Petugas yang mendengar pengakuan itu kemudian menuju ke toilet bersama si remaja tersebut dan menemukan Phang di dalam bilik. Kemudian petugas mengatakan akan menghubungi polisi dan Phang meminta maaf karena memberi tanda kepada remaja itu untuk pergi ke bilik sebelum melarikan diri. “Kami sedang bersama dengan seorang anak laki-laki. Baru saja dia ada di dalam toilet dan seorang pria memintanya untuk mengikuti ke sebuah bilik dan melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Subjek baru saja melarikan diri sementara saya memanggil polisi,” kata seorang manajer stasiun yang menghubungi polisi. Karena melakukan tindakan cabul terhadap korban, Phang didenda S$4 ribu atau sekitar Rp41 juta. Belum lama ini juga seorang pria paruh baya memfoto penumpang wanita yang duduk diseberangnya dengan menggunakan busana minim tengah tertidur. Foto-foto yang diambilnya kemudian di bagikan ke laman Facebook dan dibanjiri respon serta komentar dari para warganet. Baca juga: Tingkat Pelecehan Seksual Tinggi, Kepolisian Jepang Rilis Aplikasi yang Bisa Teriak! Bahkan pada salah satu foto yang berhasil diabadikan oleh penumpang lain, tampak si pria paruh baya ini tengah memperbesar (zoom in) bagian wajah dari si wanita. Belum lagi di foto lain yang tampak bagian paha dari wanita ini terbuka. Tindakannya ini pun sudah termasuk pelecehan.

Mulai Rp1 Jutaan, Lion Air Group Tawarkan Harga Promo Jelajah Sumatera Utara

Lion Air Group yang terdiri dari Lion Air, Wings Air dan Batik Air mengumumkan program harga promo dalam pameran biro perjalanan wisata (travel fair) Jakarta Travel Fair (JTF) di Centre Point Mall, Jalan Jawa, Kota Medan, Sumatera Utara mulai 11 hingga 13 Oktober 2019. Tarif promo ini tersedia di rute yang dilayani dari Medan melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Baca juga: Sama-Sama Kereta Bandara, Inilah Yang Beda Antara di Soekarno-Hatta dan Kualanamu Selama pameran berlangsung, Lion Air menawarkan tarif spesial mulai dari Rp1.090.000 sekali jalan (one way) atau Rp2.146.000 pergi pulang (return). Untuk Batik Air menghadirkan promo Rp1.264.400 one way atau Rp2.513.800 return. Dikutip dari siaran pers (10/10/2019), disebutkan tarif yang berlaku sudah termasuk pelayanan jasa penumpang udara (passenger service charges/PSC), pajak pertambahan nilai (PPN) dan biaya asuransi (Iuran Wajib Jasa Raharja/IWJR), khusus penerbangan Lion Air belum termasuk biaya bagasi. Pembelian tiket bertarif khusus ini dilakukan saat travel fair di Medan, untuk periode perjalanan satu tahun hanya Senin hingga Jumat, tidak berlaku Sabtu, Minggu, hari libur nasional atau musim ramai (peak season). Harga promo juga tersedia di rute-rute lainnya yang dilayani Lion Air Group dari dan menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu pada penerbangan tertentu. Lion Air juga mengumumkan Bandara Kualanamu sebagai Hub, Lion Air Group saat ini beroperasi dengan kurang lebih 100 frekuensi penerbangan dari dan ke bandar udara ini. Dengan demikian bisa melengkapi penerbangan lanjutan (connecting flight) menuju kota-kota lain. Dari Kualanamu dapat terbang ke Banda Aceh, Meulaboh, Lhokseumawe, Simeulue, Takengon, Silangit, Gunung Sitoli, Aek Godang, Sibolga, Dumai, Padang, Pekanbaru, Batam, Palembang, Jambi, Natuna, Tanjung Pinang, Pontianak, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Majalengka, Denpasar, Lombok, Penang, Kuala Lumpur dan lainnya.

TSA Larang Botol Minum Mirip Granat Masuk ke Dalam Penerbangan

Sudah jamaknya jika banyak perusahaan (baik itu produsen makanan, minuman, atau lain-lain) di luar sana akan mengeluarkan produk limited edition guna meramaikan suatu film atau event yang sedang happening. Mungkin beberapa dari Anda tahu tentang theme park Star Wars: Galaxy’s Edge yang dibuka di California dan Florida – dimana produsen minuman kenamaan Coca Cola merilis botol khusus yang bertemakan Star Wars, sebuah botol yang menyerupai sebuah granat manggis. Baca Juga: Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara Nah tentu saja kehadiran botol semacam ini tidak hanya unik untuk dikoleksi, namun bisa saja menjadi bumerang bagi Anda yang membelinya. Ya, sebagaimana yang kita ketahui bersama, pengamanan di bandara sangatlah ketat, bahkan untuk botol minum yang menyerupai sebuah bom saja, bisa-bisa Anda diinterogasi dalam waktu yang lama. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Transportation Security Agency (TSA) yang menyebutkan bahwa semua penumpang pesawat dilarang membawa botol Coca Cola limited edition ini ke dalam penerbangan mana pun. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman gizmodo.com (28/8), seorang perwakilan dari TSA melarang penumpang untuk membawa Coca Cola, Diet Coke, dan Sprite yang berbentuk seperti detonator yang mereka beli di theme park Star Wars: Galaxy’s Edge – baik itu di dalam bagasi maupun bagasi kabin. “Sementara untuk mainan seperti droid atau lightsaber masih diperbolehkan,” sambung TSA dalam sebuah pernyataan. Sebagai informasi tambahan, detonator semacam ini memang sangat terkenal di film Star Wars. Ini merupakan senjata yang biasa dipakai oleh pasukan antagonis untuk melawan para Jedi – sebutan untuk tokoh protagonis di film ini. Jadi, bagi Anda yang berniat untuk membawa botol berbentuk unik ini sebagai buah tangan, ada baiknya untuk segera mengurungkan niat karena Anda tidak akan bisa menembus penjagaan keamanan di bandara. Baca Juga: Bisa Dibuka Langsung Oleh Petugas Keamanan Bandara, Inilah Gembok Koper TSA Nah, hal yang sama juga ada baiknya Anda terapkan di Indonesia, dimana Anda disarankan untuk tidak membawa benda atau souvenir dengan bentuk yang mencurigakan. Seperti yang Anda sudah tahu sebelumnya, di beberapa pusat perbelanjaan Anda dapat menemukan korek api yang memiliki bentuk seperti granat – atau bahkan yang belakangan ini sedang trending adalah mug yang berbentuk seperti granat nanas. Daripada Anda harus gigit jari, lebih baik tidak membawa benda-benda mencurigakan seperti di atas, bukan?

Ini Dia Deretan Srikandi Cantik di Balik Kemudi Burung Besi Tanah Air!

Menjadi seorang pilot wanita bukanlah pekerjaan yang mudah untuk dilakoni. Selain diwajibkan untuk mengendalikan pesawat secara sempurna, dari mulai proses boarding hingga landing, seorang pilot wanita juga dituntut untuk memiliki fisik yang tangguh. Nah, jangan kira bahwa pilot wanita berparas cantik hanya eksis di luar negeri saja – seperti hanya Madeleine Schneider yang belakangan ini viral karena jumlah followersnya di Instagram yang mencapai angka 1,1 juta.

Baca Juga: Madeleine Schneider, Pilot Cantik yang Punya 1,1 Juta Followers Instagram

Ternyata Indonesia juga memiliki beberapa Srikandi tangguh yang sudah terlatih menerbangkan si burung besi. Wah, kira-kira siapa saja ya mereka? Berikut KabarPenumpang.com sarikan beberapa paras cantik yang ada di dalam kabin kokpit, dilansir dari beragam sumber.

Patricia Yora

Dara cantik lulusan dari Aero Flyer Institute Curug ini awalnya tidak ada niatan untuk menjadi seorang pilot. Namun pada akhirnya jalan hidup menggiringnya ke arah yang berbeda. Patricia sejatinya mengikuti jejak Sang Ayah menjadi pilot. Selulusnya dari sekolah penerbangan tersebut pada tahun 2011, Yora bergabung dengan flag carrier Garuda Indonesia dan kini ia sudah dipercaya untuk menerbangkan penumpang di rute domestik dan internasional.

Mellisa Anggiarti

Hampir serupa dengan Patricia, Mellisa juga seyogyanya mengikuti jejak Sang Ayah yang sudah terlebih dahulu menjadi pilot bar empat. Jika dilihat pada salah satu unggahan Instagramnya pada 29 Juli 2018, tampak Mellisa tengah selfie di ruang kokpit dan mengenakan tanda pangkat bar tiga. Bagi pada jomblo di luar sana, siap-siap gigit jari karena saat ini status dari Mellisa sudah menjadi Ibu dari seorang bayi menggemaskan bernama Eleanor.

Tania Artawidjaya

Alumnus dari Bali International Flight Academy (BIFA) ini terdaftar sebagai salah satu pilot muda di tubuh Garuda Indonesia. Adapun Instagram dari dara cantik kelahiran tahun 1994 ini sudah diikuti oleh lebih dari 71 ribu followers.

Baca Juga: Penasaran dengan Arti Tanda Pangkat di Pundak Pilot? Ini Penjelasannya!

Sari Ardisa

https://www.instagram.com/p/B2wQEi3AcL8/

Satu lagi pilot cantik yang bernaung di Garuda Indonesia adalah Sari Ardisa. Pilot yang mengenakan tanda pangkat bar tiga ini bisa dibilang sebagai yang paling senior diantara ketiga nama di atas – pasalnya, Sari sudah mengabdi kepada Garuda Indonesia sejak tahun 2014 silam!

Tekan Biaya Investasi, Bandara Glasgow Bakal Miliki Travelator Terpanjang di Dunia!

Bandara Glasgow di Skotlandia sepertinya tengah mempersiapkan sebuah pembaruan yang dapat memanjakan para calon penumpangnya. Bandara yang letaknya cukup jauh dari pusat kota ini tengah merencanakan untuk mengadakan kereta bandara yang akan nantinya akan tersambung dengan sebuah travelator. Rencana tersebut dinilai sebagai langkah terakhir ketimbang pemerintah harus membangun sebuah bandara baru yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Baca juga: Travelator, Wahana Transportasi Massal Yang Bebas Emisi Seorang arsitek bernama Maurice Rodger mengatakan bahwa kehadiran travelator di bandara Glasgow tersebut merupakan sebuah solusi terjangkau untuk menghubungkan stasiun kereta bandara dan Bandara Glasgow itu sendiri. Ia mengklaim bahwa pengadaan travelator tersebut akan memotong biaya dari £144 juta menjadi hanya £10 juta. Dilansir KabarPenumpang.com dari internationalairportriview.com, nantinya dari stasiun tersebut, penumpang akan berjalan di travelator selama delapan menit untuk tiba ke terminal pemberangkatan di Bandara Glasgow. Saat ini, cara paling mudah ke Bandara Glasgow dari pusat kota adalah dengan menggunakan Glasgow Airport Express, yaitu layanan bus yang memakan waktu sekitar 15 menit. Penumpang juga dapat melakukan perjalanan ke Paisley Gilmour Street, hanya sekitar satu mil dari terminal, dan naik bus. Ini menjadikannya bandara terbesar di Inggris tanpa jaringan kereta api permanen. Pihak berwenang telah bekerja selama 30 tahun untuk membangunnya dan gagasan ini pertama kali disuarakan pada tahun 1990 tetapi butuh 16 tahun lagi sebelum berkembang menjadi rencana untuk memperpanjang jalur kereta api dari Paisley. Masalah diajukan dengan rencana ini, termasuk biaya, dampak pada fasilitas di daerah setempat dan tekanan tambahan yang akan diberikan pada jalur kereta api yang sudah ramai. Sehingga untuk mengatasi masalah ini, sebuah proposisi diajukan untuk tautan kereta-trem. Dalam hal ini, layanan trem akan menyimpang di Stasiun Paisley untuk pergi ke Bandara Glasgow melalui jalur kereta api ringan, ukuran yang tampaknya akan mengurangi biaya lebih dari £50 juta dan mengurangi gangguan pada kota. Kereta ini akan memakan waktu lebih dari 16 menit. Sehingga Rodger menyarankan, sebaliknya akan membuat stasiun baru di jalur yang sudah ada dan menghubungkan stasiun itu dengan jalan setapak yang bergerak dan ini terinspirasi oleh rencana Stasiun Bandara Glasgow Prestwick, sebuah skema di mana ia terlibat ketika dibuka pada tahun 1994. Meskipun pada 670 ribu penumpang setiap tahun, Glasgow Prestwick adalah satu-satunya bandara di Skotlandia yang memiliki stasiun kereta arus utama. Stasiun ini dapat diakses melalui jalan tertutup, dalam mode yang disarankan Rodger lebih pendek secara signifikan. Baca juga: Glasgow, Kereta bawah Tanah Tanpa Awak Pertama di Inggris, Meluncur 2020 Hingga saat ini, Glasgow Prestwick adalah satu-satunya bandara di Skotlandia yang menyediakan fasilitas kereta bandara yang dapat diakses melalui travelator dari dan ke bandara. Rencana pengadaan stasiun dengan travelator yang panjangnya kurang dari setengah jalur trem tersebut diyakini dapat selesai dalam waktu dua tahun. Saat ini jalur travelator terpanjang di dunia ada di adalah milik Sydney Botanical Gardens dengan panjang sekitar 204 meter.

Dengan Maglev, Cina Siap Buktikan Perjalanan 2200 Km Hanya Butuh Waktu 2 Jam!

Sebagai negara ‘adidaya’ dalam pencapaian teknologi kereta cepat, Cina diwartakan bakal membuktikan perjalanan sejauh 2.200 km dari Wuhan ke Guangzhou hanya dengan durasi dua jam perjalanan saja. Baca juga: Di 2027, Jepang Hadirkan Kereta Cepat Maglev Tokyo-Nagoya Sudah barang tentu guna mewujudkan ambisi diatas diperkukan serangkaian kesiapan tingkat tinggi, terutama dari sisi wahana dan infrastruktur yang ada.  Sebagai wahana, digunakan kekuatan dari levitasi magnetik (maglev) yang diyakini mampu berakselerasi dari 350 km per jam di trek konvensional menjadi 600 sampai 1.000 kilometer per jam di trek khusus. KabarPenumpang.com melansir asiatimes.com (2/10/2019), juru bicara Wuhan, ibukota Hubei melaporkan pada akhir bulan lalu jalur maglev eksperimental akan dibuat awal tahun depan. China Railway Group bahkan sudah disurvei oleh lembaga desain untuk melakukan studi kelayakan jaringan baru yang membentang dari Guangzhou ke Beijing. Bahkan prototipe kereta maglev dengan kecepatan 600 km per jam akan mulai diuji coba berjalan tahun 2020. Pihak pemerintah Hubei akan mulai bekerja pada bagian 200 km yang terbuat dari tabung vakum untuk melakukan percobaan dalam memverifikasi superkonduktor suhu tinggi dan canggih yang akan mendorong batas kecepatan seribu kilometer per jam. Proyek baru ini dikerjakan Cina dengan ambisius karena makalah kebijakan terbaru Beijing tentang perkembangan transportasi nasional yang diumumkan bulan lalu. Kebijikan ini tentang menjalankan jalur maglev baru antara pusat-pusat kota utama untuk melengkapi jaringan kereta api berkecepatan tinggi yang ada. Bahkan rute kereta cepat dari Beijing menuju Shanghai dan Beijing menuju Guangzhou yang bergerak dengan kecepatan tinggi 350 km per jam telah membuat hunian di sekitar dengan harga yang melonjak hingga 82 persen setelah jalur ini selesai dibuat. Tak hanya itu kereta-kereta baru tersebut akan dikemas sebelum liburan besar dan puncak musim liburan dan dapat digunakan untuk mengurangi kemacetan. Nantinya dalam beberapa dekade mendatang, permintaan perjalanan kereta berkecepatan tinggi diperkirakan akan semakin meningkat. Bahkan dipercaya pelancong dengan tujuan bisnis akan lebih memilih naik kereta maglev dibanding naik pesawat untuk melakukan perjalanan dari satu kota ke kota dalam waktu satu jam. Selain Cina, Jepang, Jerman dan Amerika Serikat juga bersaing dengan uji coba kereta maglev ultra cepat masing-masing berdasarakan berbagai model maglev superkonduktor. Insinyur China Railway Group mengatakan, keunggulan Cina dalam kereta api berkecepatan tinggi konvensional dan rolling stok tidak  selalu memberi bangsa tersebut langkah awal dalam dunia kompetitif kereta apung, karena mengacu pada teknologi maglev, yang melibatkan dua set magnet yang saling memukul mundur satu sama lain dan mengangkat sebuah kereta naik dari jalurnya. Baca juga: Cina Canangkan Kereta Cepat Maglev dengan Kecepatan 800 Kilometer Per Jam! Pada tahun 2002, Cina menerima transfer teknologi dari Jerman untuk jalur maglev 30 km antara pusat kota Shanghai dan Bandara Pudong yang memungkinkan kereta untuk bepergian dengan kecepatan 430 km per jam.

Bandara Komodo Akan Dikelola Asing, Kenapa?

Taman Nasional Komodo (TNK) menjadi satu dari sepuluh “Bali Baru” yang juga diminati para pelancong. Hal ini membuat pemerintah mengembangkan transportasi untuk bertemu langsung dengan Komodo era Cretaceous atau dikenal dengan komodo yang merupakan binatang asli Indonesia. Baca juga: Kelola Bandara-bandara Potensial di Dalam dan Luar Negeri, Angkasa Pura I Gandeng Incheon Salah satu pintu gerbang menuju TNK ini adalah Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk mengembangkannya, Kementerian Perhubungan melakukan lelang pengoperasian bandara dan ada lima yang ikut dalam tahap pertama ini. Kepala Seksi Kerja Sama dan Pengembangan Pengusahaan Bandara Kementerian Perhubungan, Arif Mustofa mengatakan, lima konsorsium yang mengikuti tender adalah Changi Aiports International Pte Ltd, Changi Airport MENA Pte Ltd dan perusahaan Indonesia PT Cardig Aero Service; Astra dengan perusahaan Perancis; PT Angkasa Pura II dengan perusahaan Malaysia Muhiba; Indika Group dengan perusahaan Perancis; serta PT Angkasa Pura I dengan perusahaan India GVK. Namun yang lolos hanya satu yakni Changi-Cardig. “Cardig itu lokal, dia perusahaan lokal. Konsorsium awalnya ada lima, yang lolos tinggal satu. Setelah itu tahap dua selesai baru kita award. Tahap kedua dari proses penawaran akan melibatkan ‘dialog optimisasi.’ Kami berharap pada akhir tahun ini kami dapat mengumumkan pemenang definitif,” kata Arif. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, setelah pengumuman, kementerian akan memberikan konsorsium sekitar sembilan hingga 12 bulan untuk mendapatkan dana proyek dan mulai mengembangkan bandara. “Konsorsium ini hebat-hebat, karena sudah mengoperasikan bandara-bandara di dunia. KPBU ini sudah tidak bisa dibendung, sudah terlalu terlambat di negara lain sudah pakai public-private partnership ini,” ujarnya. Dia mengatakan, untuk memastikan kredibilitas konsorsium, Kemenhub melakukan survei ke bandara-bandara yang dioperasikan oleh perusahaan tersebut. Adapun survei dilakukan di Siprus, Rio de Janeiro-Brasil dan Siem Reap-Kamboja. Alasan dibukanya lelang pada perusahaan asing, dikarenakan pemerintah mencari mitra yang berpengalaman dalam mengoperasikan bandara di pasar internasional. Arif mengatakan ada market-market yang belum dikelola sehingga untuk mengelola market internasional tidak hanya bisa bangun bandara. “Kita punya BUMN jago-jago tapi untuk airport operator yang punya link internasional untuk membangun jaringan-jaringan wisata internasional yang lebih penting,” jelasnya. Arif mengatakan pemerintah akan menawarkan skema kemitraan publik-swasta untuk proyek tersebut, di mana konsorsium yang menang akan diberikan konsesi 25 tahun untuk mengembangkan dan mengelola bandara. Baca juga: Mulai 27 September 2019, Garuda Indonesia Buka Rute Manada-Davao “Pemerintah akan memungut biaya konsesi setiap tahun. Tetapi manfaat utama dari skema ini adalah uang yang dihemat dari anggaran negara karena kita tidak lagi harus membayar biaya operasional dan belanja modal selama jangka waktu skema,” kata Arief.