Pakaian Apa yang Selazimnya Dikenakan Penumpang Pesawat?

Khususnya di Indonesia, perjalanan via jalur udara hingga saat ini masih dipandang menjadi yang paling eksklusif diantara moda transportasi lainnya. Jadi, bukan tidak mungkin apabila Anda akan menemukan penumpang pesawat yang mengenakan pakaian yang tidak biasa atau berdandan all out layaknya hendak pergi ke sebuah acara. Namun, apakah penumpang layak dan diperbolehkan untuk mengenakan pakaian yang bisa dibilang terlalu berlebihan di dalam pesawat? Baca Juga: Tak Pandang Bulu, Langgar Tata Cara Berpakaian Bisa Depak Penumpang dari Penerbangan Agar tidak rancu, pakaian berlebihan di sini maksudnya adalah pakaian yang tidak pantas dipandang karena terlalu minim atau tipis sehingga dapat mengganggu ‘kenyamanan’ penumpang lainnya. Guna menjawab pertanyaan di atas, KabarPenumpang.com mengutip dari laman traveller.com.au, dimana sejatinya tidak ada regulasi yang mengatur secara rinci tentang tata busana penumpang di dalam pesawat. Namun peraturan berbeda kadang diterapkan oleh beberapa maskapai – dimana ini akan merujuk pada kenyamanan penumpang lain yang ada di dalam penerbangan terkait. Sebut saja maskapai Qantas yang masih mengijinkan para penumpangnya untuk mengenakan pakaian yang nyeleneh hingga bertelanjang kaki di lounge – tapi tidak ketika di dalam pesawat. Peraturan hampir serupa juga diterapkan oleh Virgin Australia, dimana pihak maskapai mengijinkan para penumpangnya untuk mengenakan pakaian yang menutupi tubuh bagian bawah kendati di atasnya hanya mengenakan singlet – dan tidak diijinkan untuk bertelanjang kaki. Pada intinya, selama Anda tidak mengenakan pakaian yang akan mengganggu pengoperasian penerbangan dan kenyamanan penumpang lain, maka itu masih diperbolehkan. Namun, nilai subjektifitas seseorang terhadap pakaian vulgar yang serba terbuka kadang masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Mungkin seorang wanita akan menganggap baju yang dikenakannya masih cukup sopan, padahal belahan dada dan perutnya terumbar kepada penumpang lain – atau mungkin celana yang dikenakan terlalu pendek. Ya, tidak jarang perdebatan soal pandangan yang subjektif ini terjadi di dalam penerbangan. Baca Juga: Kenakan Pakaian Berlapis-Lapis, Pria Ini Dicekal di Bandara Keflavik! Jadi, sebaiknya apa yang harus Anda kenakan ketika hendak mengudara? Sederhana saja, cukup kenakan pakaian yang menurut Anda nyaman dan diperkirakan tidak menimbulkan polemik selama penerbangan. Hindar baju-baju yang dapat mengundang syahwat kaum pria, dan kenakanlah alas kaki yang sewajarnya. Dengan begitu, penerbangan Anda akan aman dari kasus pakaian yang tidak senonoh!

Tarik Bus Sekolah 9 Ton, Pria Asal New York Ikut Kompetisi Ultimate Strongman

Seorang pria menarik bus sekolah seberat sembilan ton yang berisi 31 murid di tempat parkir sekolah tepat di depan kerumunan besar siswa, guru, staf sekolah dan media. Pria bernama Larry Wheels Williams menarik bus tersebut sepanjang 20 meter di sekolah Permata Internasional di Al Khail. Baca juga: Dubai Gunakan Virtual Reality Sebagai Media Pelatihan Pengemudi Bus Larry yang berasa dari New York ini merupakan satu dari peserta kompetisi Ultimate Strongman Dubai di Meydan pada 25 Oktober mendatang. Dia bersama dengan peserta lainnya mendatangi sekolah-sekolah di dubai untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif. Dilansir KabarPenumpang.com dari gulfnews.com (9/10/2019), Larry menjelaskan bagaimana anak-anak bisa menjadi kuat. Seperti banyak informasi gratis di internet dan dia mengikutinya ketika berusia 13 tahun. “Saya punya internet dan sebagain besar belajar sendiri. Jadi saya sangat percaya bahwa anak-anak tertarik untuk menjadi lebih kuat dan lebih besar,” kata Larry. Dia mengatakan bila ada kemauan pasti ada jalan, apalagi Dubai memiliki pusat kebugaran yang luar biasa. Larry mengaku, beberapa yang terbaik yang pernah dilihatnya ada di Dubai. Saat itu juga dia mengatakan, pernah menarik bus seberat 19 ton di tengah hari yang panas di Dubai. Salah seorang siswa bernama Lovro Zorc setelah melihat hal itu mengatakan, dia tidak akan dapat menarik truk tersebut bahkan ketika seusia Larry. “Karena ketika Larry tumbuh dewasa tidak ada banyak teknologi dan mungkin dia bermain di luar lebih banyak,” ujar bocah sepuluh tahun itu. Tak hanya Zorc, Isabella Vitali dan Rhea Sethi mengaku tidak bisa melakukan hal itu dan tidak memiliki kekuatan dibandingkan dengan Larry. “Dia salah satu dari 18 pria terkuat di dunia dan itu mengesankan untuk dilihat. Ini telah mengilhami saya untuk melakukan lebih banyak olahraga dan menjadi lebih kuat, sehingga semoga, ketika saya tumbuh dewasa, saya bisa melakukan sesuatu seperti dia,” jelasnya. Baca juga: “Safe Bus,” Perangkat Keamanan di Bus Sekolah dengan Teknologi Kecerdasan Buatan Rhea menambahkan, dirinya suka berolahraga dan pasti bisa menjadi aktif setelah menonton pertunjukan tersebut. “Kami tidak akan pernah bisa naik bus bahkan jika itu semua kami siswa bersama. Pikiranku terpesona melihat otot-ototnya memompa,” ujar bocah SD itu.

OSG ScreeneX Hadirkan ‘Informasi’ pada Kaca Moda Transportasi Umum

Pembuat layar pintar asal Israel, OSG ScreeneX pertengahan tahun ini memamerkan serangkaian aplikasi bus dan kereta api yang ditargerkan memiliki layar tanam. Layar ini akan ada di kaca buatan OSG dan membuat penumpang merasakan hal di mana bisa menerima informasi perjalanan mereka dan hiburan multi media. Baca juga: Merusak Screen Door di Stasiun Orchard, Pria Muda Didakwa Pengadilan Singapura Kaca ini dikenal dengan ScreeneX yang dikembangkan oleh tim R&D in house OSG. Dilansir KabarPenumpang.com dari busnews.co.au (6/6/2019), tampilan digital ini memiliki ukuran ultra ramping tertanam dalam unit kaca standar yang mentransformasikan area menjadi solusi informasi dan tanda untuk berinteraksi dengan penumpang. OSG mengatakan, permukaan setiap sisi layar sehalus dan sejernih kaca konvensional pada kendaraan umum, sehingga tidak memengaruhi estetika atau keselamatan penumpang. “Di antara inovasi yang ditampilkan yakni TRN 21-21T partisi dua sisi yang menggabungkan tampilan digital di satu sisi dan antarmuka layar sentuh di sisi lain. Integrasi yang sempurna dengan sistem informasi penumpang yang ada memastikan operator dan produsen dapat melakukan plug-and-play dengan mudah,” kata OSG.
(www.busnews.com.au)
Partisi dua sisi telah diuji dengan baik dalam penerbangan yang sukses dengan Bombardier dan Deutche Bahn di Jerman, Kinkisharyo di Amerika Serikat dan diatur untuk mengubah standar dalam dunia informasi penumpang on-board. Produk lain yang ditampilkan termasuk TRN 38-LED yakni produk dua sisi ini dibuat khusus untuk jendela samping kendaraan. Sisi eksternal menampilkan tanda LED ramping baru, sedangkan bagian internal memiliki LCD layar lebar untuk menampilkan informasi penumpang. OSG menegaskan, teknologi ScreeneX dapat digunakan untuk bingkai jendela terbagi di bus dan kereta api. Unit non-bukaan dipasang ke bagian atas jendela, yang memberikan semua manfaat dari signage digital tanpa perlu mengganti seluruh jendela jika ada masalah. “Selain kendaraan angkutan umum sendiri, tampilan berperforma tinggi milik ScreeneX juga sangat cocok untuk terminal, stasiun dan platform kereta api dan bus,” tambahnya. Baca juga: Akibat Iseng di Platform Screen Doors, Kereta Bawah Tanah Jepang Terlambat 1 Menit Setiap tampilan dibangun dengan standar kualitas tertinggi, serta sangat tahan terhadap getaran, perubahan suhu dan kelembaban, dan vandalisme, untuk menjadikannya pilihan yang andal untuk lingkungan yang menantang ini.

Jadi Korban “Bucin,” Dua Awak Kabin Republic Airways Saling Baku Hantam

Kekerasan di dalam dunia penerbangan kembali terjadi, namun kali ini tidak terjadi antara awak kabin dan penumpang, atau penumpang dengan penumpang – melainkan antara awak kabin dengan awak kabin lainnya. Lebih mengerikannya lagi, tindak kekerasan ini menimpa seorang awak kabin wanita dimana pelakunya adalah seorang pria. Duh, kok bisa ya? Baca Juga: Lirik Wanita Lain, Penumpang American Airlines Pukul Suami Pakai Laptop! Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (9/10), tindak kekerasan ini terekam oleh kamera CCTV yang ada di garbarata satu pesawat milik Republic Airways dan terjadi pada tanggal 14 September. Ya, adalah awak kabin dari Republic Airways yang menjadi pelaku sekaligus korban kekerasan kali ini. Usut punya usut, kejadian ini terjadi ketika pesawat tengah ‘bersandar’ di Bandara Denver, dimana seorang awak kabin pria tertangkap kamera tengah berjalan di selasar. Tak lama berselang, ia berbalik arah dan diduga meludahi rekan perempuannya yang berjalan tepat di belakangnya. Tak terima dengan perlakuan tidak sopan tersebut, wanita ini langsung menampar sang pelaku. Alih-alih meminta maaf, pria berseragam ini malah memukul tulang rusuk dan kepala wanita sebelum akhirnya melenggang pergi begitu saja. Beberapa saat sebelum video terputus, tampak awak kabin wanita ini mengambil telepon. Menurut keterangan pihak berwenang, keduanya ditangkap karena terlibat kekerasan dalam asmara, dan penerbangan terkait sempat tertunda selama satu hari lamanya – ya, kedua awak kabin ini diketahui memang menjalin hubungan romantis. Menanggapi kejadian yang menimpa kedua awak kabinnya, maskapai yang berbasis di Indiana ini tidak menampik pemberitaan yang sudah kadung viral ini. Mereka menyatakan bahwa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang yang tengah mendalami kasus kekerasan ini. Baca Juga: Awak Kabin Tidur di Lantai Bandara, Ryanair Dapat Pukulan Telak dari Serikat Penerbang “Kami semua tengah mendalami kasus ini dan kami berjanji akan mengambil keputusan terbaik atas tindakan yang tidak bisa ditolerir ini,” ujar pihak Republic Airways dalam sebuah keterangan resmi. “Sanksi terberatnya adalah mereka berdua akan diberhentikan secara tidak hormat dari Republic Airways,” sambungnya.

Merespon Masalah ‘Crack’ di 737 NG, Boeing Dirikan Fasilitas Khusus di California

Setelah pada pemberitaan sebelumnya dikabarkan bahwa ditemukannya retakan (crack) pada beberapa tubuh Boeing 737 NG yang dioperasikan oleh sejumlah maskapai yang ada di seluruh dunia, kini pemberitaan terbaru mengatakan bahwa ada lebih dari lima persen dari keseluruhan pesawat jet 737 milik Boeing yang sudah berusia lanjut yang menjalani inspeksi mendadak dalam kurun waktu sepekan terakhir. Otomatis, moda-moda ini terpaksa di grounded kan dulu untuk sementara waktu guna pemeriksaan menyeluruh. Baca Juga: Ada Keretakan di Boeing 737 NG, Kembali Ingatkan “Teori Habibie” Sejauh ini, pera penyidik mengatakan bahwa sebanyak 36 dari 686 unit Boeing 737 Next Generation tercatat memiliki retakan pada bagian penghubung antara sayap dan tubuh pesawat. Temuan ini menyusul 25 unit pesawat lainnya yang sudah terlebih dahulu ‘divonis’ memiliki retakan juga. Diketahui, ada kurang lebih 6.800 unit Boeing 737 Next Generation yang beroperasi di seluruh dunia, dimana dengan angka ditemukannya retakan tersebut (61 unit), maka presentasenya hanya kurang dari satu persen dari keseluruhan pesawat yang beroperasi. Menanggapi temuan masif ini, Federal Aviation Administration (FAA) langsung mengeluarkan arahan kepada pihak Boeing untuk sesegera mungkin melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 30.000 unit pesawat tertanggal 10 Oktober kemarin. “Dikhawatirkan kondisi ini dapat mempengaruhi integritas struktural pesawat dan mengakibatkan hilangnya kontrol pesawat,” ujar FAA, seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman seattletimes.com (10/10).
Pickle Fork Boeing. Sumber: istimewa
Adapun fokus awal pemeriksaan ini berpusat pada pesawat yang sudah uzur – dimana pesawat-pesawat ini memiliki risiko paling tinggi mengidap retakan pada bagian tubuhnya. Selain pesawat yang sudah tua, Boeing juga memfokuskan terhadap pesawat yang sudah terbang 22.600 hingga 29.999 kali – sesuai dengan arahan dari FAA. Adapun varian yang difokuskan oleh FAA ini mencakup: 737-600, 737-700, 737-800, dan 737-900 dimana model-model ini diperkirakan sudah terbang lebih dari atau hampir mencapai 30.000 kali penerbangan. Guna menanggapi masalah anyar di tubuh perusahaan penyumbang pendapatan terbesar di Amerika ini, pihak Boeing kabarnya tengah menyiapkan sebuah fasilitas perbaikan baru di Victorville, California – dimana dengan hadirnya fasilitas perbaikan khusus semacam ini, diharapkan waktu inspeksi dan perbaikan dapat dipangkas menjadi dua hingga tiga minggu per pesawat. Baca Juga: Boeing Digoyang Masalah (Lagi), Kini Ditemukan Retakan pada Seri 737 NG Sebelumnya, pihak Boeing menemukan retakan pertama kali pada sebuah pesawat di Cina, dimana retakan ini ditemukan di daerah pickles fork – sebuah bagian yang menghubungkan antara tubuh dan sayap pesawat.

Rp300 Ribu! Inilah Harga Tiket Termurah Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ada kabar datang dari PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), dimana perusahaan ini seolah meyakinkan publik bahwa layanan kereta cepat yang sedang dibangun ini akan bisa dinikmati dalam waktu dekat. PT KCIC memperkirakan tarif layanan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp300.000, atau sekitar tiga kali lipat harga yang ditawarkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk kelas premium ekonomi. Baca Juga: PT KCIC: Akhir 2019 Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Tembus 53 Persen Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman detik.com (10/10), hadirnya kereta cepat ini kelak akan menghubungkan dua kota yang terpaku jarak 142 km hanya dalam waktu 45 menit saja. Menurut Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra, nantinya tiket yang dijajakan kepada publik akan terbagi ke dalam tiga kelas – kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. “Yang paling murah Rp300.000. Kita ada kelasnya, kelas dua, kelas satu, VIP. Memang yang paling banyak itu yang Rp300.000 itu yang kelas dua,” ujar Chandra usai menghadiri penandatanganan kerja sama Kemenhub dengan KCIC dalam hal pengembangan SDM untuk kereta cepat, di Gedung Karsa Kemenhub, Jakarta, Kamis (10/10) kemarin. Layaknya moda transportasi lain, lanjut Chandra, perbedaan paling mendasar dari tiap kelas ini terlihat dari konfigurasi bangkunya. Konfigurasi untuk kelas 2 contohnya, Chandra mengatakan bahwa komposisi bangkunya 3-3, sementara untuk kelas 1 dan VIP, konfigurasi bangkunya akan menjadi 2-2. “Untuk kelas VIP bangkunya akan lebih besar ketimbang dua kelas lainnya,” terang Chandra. “Paling gampang konfigurasi kursinya, kalau yang kelas dua kan satu deret itu 3 sama 3. Kalau paling gampang kelas satu dan VIP dua dua. VIP kursinya yang besar-besar,” sambungnya. Tidak hanya mempersiapkan peuncuran moda ini saja yang diperkirakan akan jatuh pada tahun 2021 mendatang, tapi Chandra juga saat ini tengah mempersiapkan sistem hiburan di dalam kereta. Chandra juga meyakinkan bahwa nantinya Anda akan bisa menikmati fasilitas internet di dalam kereta cepat ini. Baca Juga: Mulai Mengular 2021, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Kereta Generasi Baru CR400AF “(Layanan entertain) sedang kita siapkan. Yang penting internet ada. Tapi Anda bayangkan saja ke Bandung berapa menit sih kalau langsung? 40 menit. Kira-kira kebayang nggak masih sempat pesan kopi?” sambung Chandra. Lalu, untuk harga tiket kelas VIP, kata Chandra, pihaknya belum menyiapkan besarannya. Namun ia menegaskan, tak akan menyentuh angka Rp700.000. “Kita belum tentukan yang paling mahal. Tapi nggaklah (sampai Rp600-700 ribu),” tutupnya.

Aktivis Lingkungan Tunanetra Lakukan ‘Demo’ Naik ke Atas Pesawat British Airways

Pesawat British Airways yang akan lepas landas dari Bandara London City pada Kamis (10/10/2019) kemarin, harus menunda penerbangannya menuju Amsterdam. Hal ini dikarenakan ada seorang aktivis lingkungan yang memprotes soal iklim dengan cara naik ke atas badan pesawat tersebut. Baca juga: Gunakan Kotoran Kelinci, ANA Siap Gunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan Pada 2021 KabarPenumpang.com melansir edmontonjournal.com (10/10/2019), pemrotes tersebut diketahui seorang atlet paralympian bernama James Brown. Perwira polisi senior Inggris, Cressida Dick mengatakan, tindakan yang dilakukan pria tunanetra tersebut sembrono, bodoh dan sangat berbahaya. Karena naik ke atas pesawat, Brown diamankan pihak kepolisian karena membahayakan sebuah pesawat yang akan lepas landas. Bahkan tindakannya ini di-videokan secara langsung di media sosial, dimana Brown mengatakan pada pengikutnya bahwa ini semua tentang krisis iklim dan ekologi. “Kami memprotes kelambanan pemerintah dalam hal penanganan iklim dan kerusakan ekologi,” kata Brown. Tindakan yang dilakukan Brown dan aktivis lainnya sudah berlangsung selama empat hari. Penangkapan Brown sendiri termasuk dalam 50 orang yang telah diamankan di Bandara London City. Bahkan bila di total dalam minggu ini menjadi lebih dari seribu orang. kasus ini kemudian bergeser, seperti pihak kebijakan aparat keamanan yang mempertanyakan, bagaimana Brown yang sudah ditangkap pada demo sebelumnya bisa membeli tiket dan memasuki terminal meski pihak keamanan tahu akan ada demonstrasi yang terjadi. Wakil Asisten Komisaris Laurence Taylor dari Kepolisian Metropolitan mengatakan Brown adalah “penumpang sah” dan petugas tidak dapat mencegahnya memasuki bandara. “Aktivitas lingkungan selalu mengatakan salah satu niat mereka adalah pergi dan menyebabkan gangguan signifikan di bandara. Siapa pun dapat membeli tiket pesawat untuk bandara. Kami tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan mereka, kecuali dalam keadaan yang sangat serius. Ada perbedaan antara seseorang yang merupakan ancaman keamanan dan seseorang yang merupakan ancaman karena misi memprotes akan suatu hal,” kata Taylor. Baca juga: KLM Gandeng TU Delft Kembangkan Pesawat Hemat Energi “Flying-V” Insiden ini membuat penundaan pada 55 penerbangan yang akan tiba dan 58 penerbangan yang akan berangkat di Bandara London City. Tak hanya itu, atas kejadian ini, setiap calon penumpang juga diperiksa lebih ketat terkait status penerbangan mereka sebelum masuk ke area bandara.

Ibukota Baru Akan Punya Bandara VVIP untuk Private Jet

Jika Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat meengatakan kereta api listrik dipastikan mengular di ibukota baru, apakah akan ada transportasi lainnya yang akan dikembangkan? Ternyata ada yakni transportasi udara. Yang mana nantinya bandar-bandara di Kalimantan Timur akan diperluas dan dispesifikasi lebih lanjut lagi. Baca juga: Budi Karya: Kereta Listrik Dipastikan Akan Ada di Ibukota Baru Budi Karya megatakan, skema pengembangannya sendiri akan dilakukan dalam bentuk Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Yang mana BUMN operator bandara akan bekerja sama pengembangan bandara dengan pihak swasta. Salah satu yang akan dikembangkan adalah runway atau landasan pacu dengan target minimal 3000 meter. Sebab saat ini masing masing bandara itu memiliki panjang landasan pacu antara 2500-2800 meter. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kemenhub Sugihardjo mengatakan, nantinya akan ada pegembangan baik di Bandara Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda. Di mana Bandara Sepinggan akan dikembangkan terminalnya hingga mampu menapung 30 juta penumpang per tahun. “Konektivitas udara, Bandara Sepinggan Balikpapan dikembangkan terminalnya untuk menampung 30 juta penumpang. Runway akan diperpanjang 3250 x 60 meter,” kata Sugihardjo dalam forum perhubungan di Redtop, Kamis (10/10/2019). Tak hanya itu, dalam pengembangan ini pun, bandara di Samarinda yang juga ada di Kalimantan Timur akan difokuskan untuk menjadi bandara domestik. Sugihardjo mengatakan, ini akan sama seperti Bandara Halim Perdanakusuma. Bahkan, Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan juga menjadi potensial untuk pengembangan karena tak jauh dari Kalimantan Timur. Selain itu juga akan dibangun satu bandara VVIP atau khusus untuk private jet yang jaraknya 15-20 km dari ibukota baru. Baca juga: Angkasa Pura I Resmikan Airport Operation Control Center (AOCC) Pertama di Bandara Sepinggan Dia menambahkan, nantinya bandara akan dikelola dengan pendekatan multi airport system yang semuanya akan terkoordinasi. Nantinya bandara ini akan terkoneksi dengan jalan tol dan kereta api menuju ke ibukota baru di Kalimantan Timur.

Selesai Tugas, Pramugari EasyJet Bikin Snapchat Hina Pelancong asal Turki

Sebagai pramugari sudah seharusnya memang memiliki sikap yang sopan baik itu ketika bertugas di udara maupun sudah berada di daratan. Awak kabin pun diperbolehkan bercanda asal tidak menyakiti perasaan orang lain seperti halnya penumpang. Baca juga: Usai Demo Keselamatan Penerbangan, Pramugari EasyJet Mendapat Pelecehan Seksual dari Penumpang Namun baru-baru ini seorang pramugari  EasyJet yang baru menyelesaikan tugasnya dari Turki mengejek penumpang yang baru saja tiba di Inggris. KabarPenumpang.com melansir laman thesun.co.uk (5/10/2019), Emma Kivell memfilmkan hal mengejutkan tentang penumpang Inggris yang pulang dari Dalaman melalui aplikasi Snapchat. https://youtu.be/xTYVMeCCj_Q Dia mengeluh tentang betapa lelah dirinya dan mengatakan bahwa tidak mungkin menyisir rambutnya. Tetapi kemudian dia mengatakan tentang bagaimana dirinya melalui perubahan. “Saya akan membiarkan Anda bermain sedikit. Dalam perjalanan kembali dari Dalaman ke Manchester, saya melakukan permainan dimana saya akan melibatkan semua kru karena itu lucu. Ini seperti berapa banyak orang yang menurut Anda akan naik ke pesawat dengan gigi bercahaya mereka,” kata Emma dalam video singkatnya. Dengan masih menggunakan seragam EasyJet, Emma mengakui dia bertaruh enam penumpang akan memiliki gigi bercahaya. “Saya kehilangan dan hanya ada empat,” kata dia lagi. Emma bahkan mengatakan giginya patah dan punya banyak masalah seperti mengganti pakaian putrinya daripada membayar empat ribu untuk memperbaiki giginya. Pramugari yang berbasis di Manchester tersebut sudah bekerja dengan EasyJet selama sepuluh tahun dan mengatakan dirinya menantikan perjalanan karena dua pramugari pemula sedang dalam penerbangan. “Sudah saatnya prank,” kata dia. Emma mengisyaratkan jenis lelucon yang dia suka mainkan dengan rekan-rekannya. Yang mana dia menyarankan untuk menaruh gula dalam jaket penyelamat mereka sehingga zat lengket itu akan menutupi rekan-rekan kerjanya yang baru. “Saya selalu dalam kesulitan,” kata Emma. Baca juga: Pilot Tak Datang, Penumpang EasyJet Akhirnya Terbangkan Pesawat Seorang juru bicara EasyJet mengatakan, “Kami ingin meminta maaf atas pelanggaran yang disebabkan. Video ini tidak mencerminkan standar tinggi yang kami harapkan dari awak kabin kami dan sebagai hasilnya kami akan melakukan penyelidikan.”

Tujuh Fitur Baru di Radar Box, Kini Semakin Mudah Memantau Pergerakan Pesawat

Sudah bukan jadi hal yang mustahil lagi bagi Anda yang ingin melacak keberadaan pesawat secara real-time. Hadirnya aplikasi pelacakan pesawat sepertiFlight Radar 24 atau Radar Box-lah yang pada akhirnya akan memudahkan setiap langkah Anda untuk melacak keberadaan pesawat. Bahkan, hadirnya aplikasi semacam ini juga dapat membantu untuk mengetahui pergerakan pesawat beberapa saat sebelum hilang dari radar seperti yang terjadi pada Lion Air JT-610. Baca Juga: Berkat ADS-B, Berjuta Mata di Seluruh Dunia Dapat Melihat Langsung Pergerakan Pesawat Komersial Pada dasarnya, data yang Anda lihat di aplikasi-aplikasi tersebut mengacu pada output yang diperoleh dari Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B). Perangkat ADS-B ini melekat pada pesawat terbang, dan selama pesawat mengudara, transponder ADS-B akan secara otomatis mengirimkan broadcast data tentang koordinat GPS dan status serta parameter pesawat. Dari data yang diterima oleh petugas darat, nantinya akan dikonversi menjadi sebuah tampilan yang Anda lihat di aplikasi tracking tersebut. Nah, salah satu aplikasi di atas, Radar Box kabarnya baru saja menambahkan beberapa fitur di dalam aplikasi yang akan menunjang pengoperasiannya. Sebagaimana siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com dari Radar Box, adapun pihak Radar Box menambahkan tujuh fitur baru, mencakup: Flight Plan Pada fitur ini, Anda bisa melihat rencana penerbangan atau flight plan yang akan dilintasi oleh suatu pesawat. Namun ini merupakan bagian dari fitur premium, jadi, Anda harus berlangganan terlebih dahulu untuk bisa mengakses Flight Plan ini. Route Data Label On Hover Melalui fitur ini, Anda semua bisa melihat lebih detail tentang suatu penerbangan – mulai dari kecepatan, ketinggian, hingga rute aktualnya. Access Flight Search on all Pages Hadirnya fitur ini akan memudahkan Anda untuk mencari suatu penerbangan walaupun Anda sedang tidak berada di laman live map. Mobile History List Sederhananya, fitur ini akan mengijinkan Anda semua untuk melihat riwayat dari suatu penerbangan. Semisal, Anda ingin melihat apakah pesawat AirAsia dari Jakarta menuju Thailand dalam beberapa hari ke belakang mengalami keterlambatan atau tidak – dan seterusnya. Widget Hadirnya widget ini akan memudahkan Anda untuk mengatur tampilan layar pada visual di desktop – apakah Anda lebih suka melihatnya dalam ukuran besar atau kecil, dari jarak jauh atau dekat, dan seterusnya. Baca Juga: Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via Smartphone Redesigned Fleet Tracker Sejatinya fitur ini diperuntukkan bagi para pebisnis, dimana mereka bisa melacak riwayat penerbangan dan data penerbangan yang ada di kolom pribadi mereka secara bersamaan. Blog Redesign Blog Radar Box telah dirancang ulang untuk menampilkan unggahan yang lebih informatif, menampilkan arsip bulanan yang sudah disaring & artikel paling populer.