Hacker Cina Manfaatkan Airbus Guna Dapatkan Dokumen Beberapa Perusahaan Dirgantara

Mungkin Anda semua masih ingat dengan insiden peretasan yang menimpa pabrikan pesawat asal Eropa, Airbus yang terjadi sekitar bulan Februari 2019 kemarin. Ya, kala itu Airbus langsung menduga bahwa Cina yang berada di balik layar upaya peretasan ini. Kendati kala itu tim investigasi khusus langsung diterjunkan Airbus guna menemukan sang hacker, namun nyatanya insiden peretasan ini tidaklah hanya sekali terjadi. Baca Juga: Airbus Duga Cina Jadi Dalang di Balik Insiden Serangan Cyber Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman gulfnews.com (26/9), pihak Airbus mengatakan ada empat serangan cyber yang mengarah kepada perusahaan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Sejatinya, grup ini telah lama dianggap sebagai target yang menggoda karena teknologi mutakhir yang menjadikannya salah satu produsen pesawat komersial terbesar di dunia, serta pemasok militer strategis. Kuat dugaan, pihak peretas menargetkan pembuat mesin asal Inggris, Rolls-Royce dan konsultan dan pemasok teknologi asal Perancis Expleo, serta dua kontraktor Perancis lainnya. Namun ketika dikonfirmasi terkait pernyataan tersebut, baik pihak Airbus maupun Rolls-Royce enggan mengomentarinya – apakah mereka membenarkan atau menyangkal pernyataan tersebut. Namun seorang spesialis keamanan kedirgantaraan dari BoostAerospace, Romain Bottan mengatakan bahwa, “perusahaan sebesar Airbus tentu saja menggunakan pengamanan ekstra ketat, akan sangat sulit bagi orang diluar sana untuk meretas Airbus,” Menurut beberapa sumber terpercaya, peretas tampaknya tertarik pada dokumen teknis yang terkait dengan proses sertifikasi untuk berbagai bagian pesawat Airbus. Mereka juga mengatakan bahwa beberapa dokumen curian terkait dengan mesin pesawat angkut militer Airbus A400M, yang memiliki beberapa mesin baling-baling paling kuat di dunia. Tidak berhenti sampai di situ, para peretas juga tertarik dengan sistem propulsi untuk jet penumpang Airbus A350, serta sistem avionik yang mengendalikan pesawat. Baca Juga: Gawat! Akses Data Divisi Pesawat Komersial Airbus Berhasil Diretas Kendati diklaim dilindungi oleh sistem yang sangat ketat, namun tetap saja ancaman serangan cyber semacam ini memang terbilang salah satu yang paling membahayakan. Banyak peretas yang didukung negara dan independen diketahui menggunakan alat untuk menyamarkan jejak mereka, atau mereka dapat meninggalkan petunjuk yang dimaksudkan untuk membingungkan penyelidik atau membuat mereka menyalahkan orang lain. Namun hingga saat ini, pihak Airbus masih menduga Cina di balik aksi peretasan ini.

Penumpang Tandai Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dengan Stempel Anti-Groping

Pelecehan seksual kerap kali terjadi pada penumpang perempuan di moda transportasi umum baik bus ataupun kereta. Jepang, sebagai negara yang penumpang perempuannya sering mengalami pelecehan baru-baru ini meluncurkan perangkat anti-groping. Perangkat tersebut sebuah stempel yang memungkinkan korban untuk menandai pelaku dengan men-stempelnya. Baca juga: Tingkat Pelecehan Seksual Tinggi, Kepolisian Jepang Rilis Aplikasi yang Bisa Teriak! Uniknya, stempel tersebut tidak sama dengan yang lain, sebab tinta tidak akan terlihat dengan jelas di tangan kecuali menyalakan sinar dari perangkat untuk pelaku yang sudah ditandai. KabarPenumpang.com melansir laman bbc.com (29/8/2019), perusahaan pembuat stempel ini menghadirkan perangkat tersebut mengatakan, ingin membantu menangani kejahatan seksual itu. Tetapi adanya perangkat baru, justru membuat salah satu badan amal pelecehan seksual khawatir teknologi ini dapat menambah beban pada korban. Tak hanya itu, sebelumnya Perusahaan Jepang Shachihata mengaku sudah mengembangkan stempel untuk membantu mencegah penumpang diraba-raba oleh pelaku pelecehan seksual ketika berada di kereta api. Perusahaan tersebut pertama kali mengumumkan pengembangan stempel pada Mei lalu, karena melihat sebuah video di mana sepasang siswi Jepang mengejar pelaku yang melakukan kejahatannya di platform stasiun. Seorang juru bicara Shachihata mengatakan, perangkat ini adalah langkah kecil menuju dunia yang bebas dari kejahatan seksual. Adanya hal ini membuat juru bicara Rape Crisis Inggris dan Wales mengatakan, prihatin dengan perusahaan-perusahaan yang menghasilkan uang karena ketakutan akan perkosaan dan pelecehan seksual serta menempatkan tanggung jawab pada calon korban. “Sementara para penemu dan produsen produk seperti ini tidak diragukan lagi berniat baik, ada sesuatu yang bermasalah tentang siapa pun yang mengambil untung dari ketakutan orang-orang terutama perempuan dan anak perempuan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual,” kata Katie Russell. Dia mengatakan, mungkin yang lebih penting produk pencegahan seperti ini tampaknya menempatkan tanggung jawab pada korban dan calon korban untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain dari kekerasan seksual. “Ketika sebenarnya tanggung jawab itu terletak sepenuhnya dan sepenuhnya pada para pelaku kejahatan ini, seperti halnya kekuatan untuk mengakhirinya,” tambah Katie. Polisi Metropolitan Tokyo mengatakan 2620 kejahatan seksual dilaporkan pada tahun 2017, termasuk 1750 kasus meraba-raba, sebagian besar di kereta atau di stasiun. Perangkat ini terbatas hanya ada 500 dan dijual dengan harga 2500 yen dan terjual habis dalam 30 menit. Kehadiran stempel ini menandai yang terbaru dari serangkaian upaya untuk mencegah groper di negara ini, dan datang hanya beberapa bulan setelah rilis aplikasi anti-pelecehan Digi Police. Aplikasi ini memungkinkan korban memperingatkan sesama penumpang bahwa mereka dalam bahaya dengan menampilkan pesan tertulis. “Ada keranjang di sini. Tolong bantu.” Baca juga: Jadi Korban Pelecehan Seksual di LRT, Wanita ini Malah Kena Bully Warganet Tak hanya itu, kereta komuter Tokyo sudah memasang kamera pengintai untuk membantu menangani keluhann pelecehan seksual sejak tahun 2009 lalu. Lebih dari enam ribu orang ditangkap karena dicurigai melakukan kegiatan tersebut atau mengambil foto yang tidak diminta pada tahun yang sama. Gerakan #MeToo sejauh ini lambat ditiru di Jepang, yang menempati urutan ke-110 dari 149 negara dalam indeks World Economic Forum yang mengukur kesetaraan gender.

Tak Mau Duduk Dekat Penumpang Bawa Anak, Japan Airlines Hadirkan Peta dengan Ikon

Tak semua penumpang senang ketika mereka terbang dengan penumpang lain yang membawa bayi atau anak usia dibawah dua tahun. Hal ini biasanya dikarenakan bayi bisa tiba-tiba menangis selama penerbangan dan anak-anak berteriak. Baca juga: Bentak Bayi Menangis di Penerbangan, PNS Wanita Ini Terancam Kehilangan Pekerjaan! Tetapi untungnya Japan Airlines (JAL) mengerti akan masalah penumpang seperti itu. Di mana kemudian JAL menghadirkan peta untuk membantu penumpang yang tidak ingin duduk di sebelah penumpang lain yang membawa bayi atau anak mereka.
Ikon bayi pada kursi penumpang (Newshub)
Penumpang bisa melihat kursi mana saja yang diduduki bayi dalam website Japan Airlines. KabarPenumpang.com melansir dari laman newshub.co.nz (27/9/2019), penumpang yang akan memilih kursi mereka bisa masuk ke dalam website Japan Airlines dan nanti akan ada ikon anak muncul dikursi yang sudah dipilih oleh penumpang dengan bayi atau anak mereka. Ikon ini bisa terlihat ketika penumpang yang membawa bayi dan anak memesan melalui situs web mereka. Japan Airlines mengatakan, situs web mereka tidak mencatat kursi bayi yang dipesan pada penerbangan melalui situs web atau agen pembelian tiket lainnya. Karena hal yang dilakukannya ini, JAL bahkan dipuji karena memudahkan pelanggan yang bisa duduk tanpa harus terganggu tangisan atau terikan bayi dan anak-anak. Tak hanya itu, beberapa pengguna Japan Airlines bahkan merayakannya dengan memposting di beberapa media sosial sementara penumpang lain mendesak agar bisa toleran terhadap bayi dan anak-anak yang bepergian dengan orang tua mereka. “Terima kasih Japan Airlines (@JAL_Official)jp) karena telah memperingatkan saya tentang di mana bayi berencana berteriak dan berteriak selama perjalanan 13 jam. Ini benar-benar harus menjadi kewajiban di seluruh penerbangan,” kata akun Twitter Rahat Ahmed. Dia menambahkan di dalam tweet-nya, “Harap perhatikan @qatarairways, saya berada di sekitaran tiga bayi yang berteriak di sebelah saya dalam penerbangan JFK ke DOH dua minggu lalu.” Karena cuitannya ini, seorang penumpang yang juga seorang ayah meminta Ahmed untuk santai menghadapi masalah dengan anak-anak. “Sebagai ayah dari lima anak dan telah bepergian ketika mereka masih bayi, pada satu titik atau yang lain, saya mencoba melakukan semua yang saya bisa untuk mencegah mereka menangis,” ujar David Walker yang ikut mengomentari postingan Ahmed. Dia menambahkan, ini pun sulit untuk orang tua, “Dan ingat, hanya satu hari kami akan selamat dari penerbanganmu”. Beberapa warganet lainnya menyarankan menggunakan headphone peredam bising menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kedamaian dan ketenangan dalam penerbangan. Warganet lainnya yang mengomentari mengatakan, bahwa mereka bisa datang dengan peringatan nafas yang keras, pemakan yang berisik dan hoggers sandaran tangan. Baca juga: Bayi Tertinggal di Ruang Boarding, Ibu Panik dan Pesawat Terpaksa “Return to Base” “Lebih bagus lagi jika kita juga memiliki aplikasi yang menunjukkan di mana, napas yang nyaring, pemakan yang berisik, hoggers sandaran tangan, dan bau toilet. Atau Anda bisa saja bekerja lebih keras atau mungkin menjual jiwa Anda lebih dalam untuk menyewa pesawat jet Anda sendiri,” kata akun Twitter @lulusmithed (Lucy Murray).

MRT Jakarta Segera Luncurkan QR Code untuk Tiket, Provider Uang Elektronik Mulai Bersaing

Sebagai moda trasportasi baru di ibukota, Moda Raya Terpadu alias MRT Jakarta mulai mengembangkan dirinya dengan mempersiapkan berbagai macam cara pembayaran selain menggunakan kartu single trip. Saat ini, pihak PT MRT Jakarta tengah melakukan seleksi atau beauty contest untuk provider sistem pemindai kode respon cepat atau QR Code pembayaran tiket. Baca juga: Aksi Demo Tolak RUU KUHP Bikin Rekor Penumpang MRT Jakarta Tembus 121 Ribu “Saat ini kami melakukan beauty contes untuk penyedia provider QR Code dan dalam proses penentuan,” ujar Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar di kantornya, Kamis (26/9/2019). Sabandar menargetkan sistem pembayaran dengan QR Code ini akan go live pada akhir Oktober dan paling lambat akhir tahun 2019. Ia mengatakan, pihaknya juga sudah mulai melakukan uji coba pada Juli-Agustus 2019 kemarin. Nantinya QR Code ini bisa digunakan penumpang melalui aplikasi MRT Jakarta dan menjadi salah satu kemudahan untuk pembayaran. Saat ini MRT Jakarta tengah menyiapkan perangkat lunak dan perangkat keras seperti QR Gate untuk mendukung pembayaran melalui QR Code tersebut. “Penumpang masuk ke aplikasi MRT Jakarta, kemudian pilih stasiun keberangkatan dan tujuan. Misalnya dari Lebak Bulus ke Bundaran HI dan harga akan keluar, kemudian penumpang masuk ke menu pembayaran yang akan ada banyak provider, tinggal pilih,” kata Dia. Tak hanya melakukan pembayaran dengan QR Code, Sabandar menjelaskan penerbitan kartu MRT Jakarta Multi Trip akan hadir pada November 2019 ini. Dia menyebutkan, pihaknya kini tengah melakukan proses perizinan dari Bank Indonesia. “Selama ini kartu multi trip itu kan dari bank-bank yang bekerja sama, punya MRT sendiri baru ada single trip dan multi trip ini akan hadir November kalau perizinannya selesai,” jelasnya.  Baca juga: Tambah Ruas Ganjil Genap, MRT Jakarta Optimis Jumlah Penumpang Meningkat Orang nomer satu di PT MRT Jakarta ini menambahkan, untuk QR Code pihaknya tidak akan berurusan dengan Bank Indonesia tetapi pihak porvider yang akan mengurus hal tersebut. Sabandar menambahkan, akan ada sejumlah provider penyedia QR COde baik kecil maupun besar yang akan bersaing dalam proyek ini seperti GoPay, Ovo, dan LinkAja.

Digoyang Isu Stop Beroperasi, Sriwijaya Air Group Keluarkan Bantahan

Setelah merajut kerjasama pada akhir 2018, Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Group kini telah pecah kongsi, sebagai buntutnya logo “Garuda Indonesia” di armada Sriwijaya Air telah dicopot. Menanggapi perkembangan yang ada, pihak Sriwjaya Air Group lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah merombak susunan direksi dan komiraris. Melihat gejokak yang tak kondusif, muncul serangkaian kabar bahwa Sriwijaya Air Group telah berhenti beroperasi. Baca juga: Buntut Pencabutan Logo “Garuda Indonesia,” Sriwijaya Air Group Rombak Susunan Direksi dan Komisaris Menaggapi berita yang beredar di masyarakat, Direktur Komersial PT Sriwijaya Air Rifai Taberi dalam keterangan resmi menyebutkan, bahwa sampai saat ini PT Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan NAM Air) dalam keadaan baik dan masih beroperasi secara normal. Ia menambahkan, PT Sriwijaya Air Group masih tetap berkomitmen menjaga iklim operasional agar tetap kondusif dengan terus mengedepankan safety and security dalam setiap penerbangan. Srijaya Air mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun mitra kerja dan mitra usaha agar tidak resah dalam memilih pelayanan penerbangan bersama Sriwijaya Air dan NAM Air. Sebelumnya, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menyebut bahwa pencabutan logo Garuda Indonesia pada armada Sriwijaya Air merupakan upaya dalam menjaga brand Garuda Indonesia Group, khususnya mempertimbangkan konsistensi layanan Sriwijaya Air Group yang tidak sejalan dengan standardisasi layanan Garuda Indonesia Group sejak adanya dispute kerja sama manajemen (KSM). Baca juga: Ada Logo Garuda Indonesia di Sriwijaya Air, Gabung Seutuhnya Atau Tetap KSO? KSM yang diketahui akan berlaku selama tiga tahun, dimana Garuda Indonesia Group akan terdiri dari empat maskapai yakni Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air dan NAM Air. Semua pesawat yang dioperasikan Sriwijaya akan menggunakan logo ‘Member of Garuda Indonesia’ sejak 16 Desember 2018.

Penumpang Buka Pintu Darurat Karena Pengap, Xiamen Airlines Delay Satu Jam!

Ada-ada saja memang tingkah laku penumpang di dalam sebuah penerbangan. Pernah ada yang melakukan gerakan yoga kabin, mabuk ketika pesawat hendak lepas landas, hingga yang sering terjadi adalah penumpang tidak sengaja membuka pintu darurat. Judulnya saja sudah pintu darurat, otomatis pintu ini boleh dibuka hanya jika keadaan mendesak atau darurat. Namun apa jadinya jika ada seorang penumpang yang membuka pintu darurat hanya karena kondisi di dalam kabin terlalu pengap? Baca Juga: Bikin Panik! Pemuda Ini Berusaha Buka Pintu Darurat Yang Ia Kira Sebagai Pintu Toilet Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (26/9), kejadian ini terjadi pada Xiamen Airlines Flight 8215 yang akan mengudara dari Wuhan Tianhe International Airport pada tanggal 23 September silam – dimana salah seorang penumpangnya yang berjenis kelamin wanita dengan santai membuka pintu darurat ketika pesawat masih berada di tarmac. Alasan dari wanita ini juga cukup menggelikan – kondisi di dalam kabin sangat pengap. Menurut penuturan salah satu awak kabin, kejadian ini terjadi manakala proses boarding hampir rampung. Selayaknya Anda duduk di dekat pintu darurat, awak kabin akan menghampiri Anda dan berkata untuk tidak menyentuh tuas pintu hanya jika situasi darurat. Namun agaknya penumpang wanita yang identitasnya disamarkan ini tidak mengindahkan omongan si awak kabin. Dengan dalih pengap, ia lalu dengan santainya membuka pintu darurat tersebut hanya untuk mendapatkan udara segar dari tarmac. Sontak, penerbangan yang akan bertolak menuju kota Lanzhou, Ibukota Provinsi Gansu tersebut mengalami keterlambatan pemberangkatan. Penumpang yang berada di dalam kabin pun diminta untuk menunggu sementara petugas keamanan bandara setempat dikabarkan langsung bersiap untuk mengarah menuju pesawat guna menciduk wanita yang berbuat seenaknya ini. Baca Juga: Penasaran, Apa Sih Fungsi Penanda Pada Pintu Darurat di Kabin Pesawat? Benar saja, setibanya polisi bandara di dalam kabin, wanita ini langsung diringkus karena dinilai telah melakukan pelanggaran yang merugikan pihak maskapai dan penumpang lain. Kini, penumpang wanita ini mendekap di balik sel besi. Menanggapi insiden ini, pihak maskapai Xiamen Airlines mengatakan bahwa Flight 8215 mengalami keterlambatan penerbangan sekita satu jam lamanya. “Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan penerbangan yang terjadi,” tulis pihak Xiamen Airlines.

Aksi Demo Tolak RUU KUHP Bikin Rekor Penumpang MRT Jakarta Tembus 121 Ribu

Aksi demo menolak RUU KUHP yang terjadi pada 24-25 September 2019 kemarin ternyata memberikan dampak baik bagi Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Di mana jumlah penumpang MRT melonjak tinggi dan menembus rekor terbarunya. Baca juga: Tambah Ruas Ganjil Genap, MRT Jakarta Optimis Jumlah Penumpang Meningkat Hal ini didapatkan MRT Jakarta, karena terkena imbas ketika stasiun Palmerah tak bisa beroperasi akibat tertutup masa pendemo. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pada 24 dan 25 September kemarin penumpang MRT naik dua kali lipat dari hari biasa. “Kemarin angka paling tinggi selama enam bulan beroperasi komersial sejak 24 Maret. Di 24 September penumpang mencapai 113.560 orang dan tanggal 25-nya menembus rekor 121.076 orang,” kata Sabandar, Kamis (26/9/2019). Sabandar mengatakan, kenaikan ini karena adanya pendemo yang mencari alternatif lain ketika Commuter Line tidak beroperasi. Menurutnya, rata-rata ini melebihi penumpang pada hari Jumat yang sudah 105 ribu. Tak hanya itu, kebijakan ganjil genap yang diberlakukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membantu meningkatkan penumpang. Sabandar mengatakan, jumlah penumpang yang sudah diangkut penumpang hingga September 2019 sebanyak 2,2 juta dengan rata-rata perhari 90.386 orang atau sekitar 12 persen. “Rata-rata ini kita hitung ikut hari Sabtu dan Minggu. Bila tidak ikut sudah lebih dari 100 ribu penumpang per hari. Karena Sabtu dan Minggu penumpang tidak sebanyak hari kerja,” tambahnya. Dia menyebutkan, kebijakan ganjil genap yang berlaku memang menambah penumpang, tetapi pihak MRT Jakarta juga terus melakukan upaya untuk mempertahankan penumpang reguler dan menambah jumlah penumpang per harinya. Sabandar mengatakan, pihak MRT Jakarta memberikan diskon atau memberikan pengobatan gratis beberapa waktu lalu di beberap stasiun untuk mempertahankan penumpang reguler. “Kalau penumpang non reguler, kita buat wisata edukasi, kita juga buat ruang baca Jakarta di beberapa stasiun dan sudah ada rak-rak buku di Bundaran HI dan Lebak Bulus dengan kotak donasi buku di 13 stasiun yang ada,” jelasnya. Baca juga: PT MRT Jakarta dan PT KCIC Lakukan Kerja Sama Transfer of Knowledge Sabandar menambahkan, meski saat ini penumpang sudah mencapai target 100 ribu, tetapi pihak MRT tidak akan merubah target penumpang hingga akhir tahun 2019 ini. “Meski sudah mencapai 100 ribu penumpang per hari, target kita akan tetap sama tidak ada perubahan.”

Bila Ada Penumpang Pipis di Kursi, Inilah Prosedur Penanganan dari Awak Kabin!

Ketika tanda kenakan sabuk pengaman menyala, setiap penumpang di dalam kabin pesawat wajib mengenakannya tanpa terkecuali. Sehingga dalam kondisi apapun Anda tidak boleh melepasnya sebelum lampu itu padam. Apalagi bila kebelet pipis untuk menuju toilet, hal itu pun terpaksa harus ditunda hingga lampu padam dan baru bisa melepas hajat saat kondisi telah kondusif. Baca juga: Pipis Dilorong Kabin, Pria Mabuk Ini Viral di Media Nah, bagaimana jika hasrat pipis sudah diujung tanduk dan tanda kenakan sabuk pengaman masih menyala? Yang jelas Anda tidak akan bisa ke toilet apapun alasannya. Ya, karena itu apakah Anda harus menahan hasrat dan merasa sakit di kandung kemih atau memilih mengeluarkannya di kursi alias ngompol (pipis dicelana)? KabarPenumpang.com merangkum laman melmagazine.com, mungkin banyak yang akan memilih menahan hasrat pipis ketimbang malu karena mengompol dan ketahuan oleh penumpang lain. Namun ketika seorang penumpang pipis di celana, apakah awak kabin tahu akan hal itu dan apa yang mereka lalukan ketika itu terjadi? Pasalnya kursi yang dipipisi penumpang itu pasti akan digunakan penumpang lainnya pada penerbangan selanjutnya. Lepas dari kesibukan tim awak kabin, mungkin mereka tidak pernah tahu ada penumpang yang pipis di celana ketika lampu kenakan sabuk pengaman menyala. Tetapi beberapa lainnya pun mengakui adanya hal itu. “Saya hanya pernah melihat satu orang yang pipis dan itu karena dia pingsan setelah kejang. Tidak pernah ada orang yang pipis sendiri karena mereka tidak mau atau tidak bisa bangun untuk pipis. Mungkin anak-anak, karena itulah yang dilakukan anak-anak,” kata seorang awak kabin yang tak mau disebutkan namanya. Sedangkan seorang pilot mengakui bahwa anaknya pernah pipis di celana ketika dalam penerbangan dan mengatakan ada satu pria tua lain yang pipis di celana dan itu karena darurat medis. “Secara teknis saya yakin itu terjadi. Tapi aku belum pernah melihatnya,” kata seorang awak kabin bernama Adrienne. Adrienne mengatakan, ketika seorang penumpang pipis di kursi, hal ini tidak akan dianggap enteng oleh kru kabin. “Ini cairan tubuh, jadi saya akan memberitahu pilot dan memberitahu pihak operasional di darat (ground crew) untuk menanganinya lebih lanjut,” jelasnya. Dia mengakui, kru di darat akan naik ke kabin dan mengganti bantalan kursi. Hal ini dikarenakan, awak kabin tidak akan mengeringkannya dan juga berharap tidak ada akan ada penumpang yang duduk disana sampai kursi diganti. “Saya tidak ingin duduk di kursi yang terkena air kencing dan saya tidak akan mengharapkan penumpang juga,” tambah Adrienne. Jadi, tenanglah, hanya ada kemungkinan kecil bahwa ada orang yang mengencingi kursi sebelum Anda duduk, karena pramugari akan membersihkan kekacauan, ada kemungkinan lebih baik mereka akan melihat dan mengganti kursi dengan yang baru. Baca juga: Viral, Wanita Ini Pipis di Pantry Pesawat Sesaat Sebelum Lepas Landas Bahkan Adrienne menyarankan, jangan merasa malu untuk buang air kecil ketika Anda memiliki kesempatan selama penerbangan. “Kencing saja. Bangun dan pergi, jadi Anda tidak mendapatkan posisi ini. Dan jika ini benar-benar darurat, lacak petugas. Selama Anda sopan, mereka akan dengan senang hati membantu Anda,” tambahnya.

Pramugari Emirates Bocorkan Rahasia Make Up yang Tahan Lama

Setiap naik pesawat pasti melihat penampilan pramugari yang selalu full make up dan segar meski sudah melalui perjalanan panjang dan berada di ketinggian dalam waktu berjam-jam. Padahal bagi pelacong yang berpengalaman dengan make up, hal itu mungkin bisa menjadi malapetaka. Baca juga: Tak Perlu Make Up, Kini Pramugari Virgin Atlantic Bisa Tampil Natural Hal ini karena kondisi kabin yang kering karena pendingin udara dan berada di ketinggian 35 ribu kaki. Meski begitu, salah satu pramugari Emirates baru-baru ini mengungkapkan bagaimana mereka selalu segar dengan make up ketika melayani penumpang di ketinggian. Sara Silveira, pramugari Emirates asal Polandia membagikan rahasia kecantikannya tentang bagaimana dia menjaga kulit dengan riasan dan terlihat sempurna setiap saat. Dalam saluran YouTubenya, Sara mengungkapkan penggunaan make up langkah demi langkah yang dia gunakan untuk pekerjaannya. Bahkan ada 15 produk kecantikan yang digunakan serta barang seharga $13 yang tersedia di supermarket ataupun apotek. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (25/9/2019), pertama-tama dia mengoleskan BB cream ke wajahnya dengan jari tangan dan kemudian mengoleskan concealer ke area bawah mata, dahi, di antara alis, dagu dan kedua sisi bibirnya. Kemudian Sara menggunakan stik kontur  membentuk tulang pipi dan pelipis sebelum menggunakan spons untuk mencampur semua produk agar hasil akhir sempurna. Dengan spons yang sama, dia menggunakan bedak bubuk di sekitar bawah mata dengan kuas. Sara melanjutkan menggunakan pensil alis dan meratakannya dengan sikat alis untuk membentuk alisnya agar terlihat alami. Melengkapi riasan untuk memperjelas tulang pipi, Ia menggunakan blush on dan bronzer. Eye shadow di bagian mata dia menggunakan warna yang tidak terlalu mencolok dan menambahkan eyeshadow shimmer untuk memperjelas bagian mata serta di ujung mata kanan kiri bagian dalam ditambah eyeshadow berwarna nilon. Untuk mempercantik bagian mata, Sara menambahkan eyeliner yang memperlihatkan seperti mata kucing. Lalu menambahkan taburan bedak dengan sapuan kuas diseluruh bagian wajahnya. Untuk mempertahankan glowing wajah dengan riasan, dia menyemprotkan cairan glowing ke seluruh wajah. Setelah itu merapikan bagian rambutnya dengan digulung kemudian di jepit baik bagian kanan maupun kiri. Baca juga: Aturan dan Etika Tata Rias Awak Kabin Masih Mengacu Ke Standar Era 60-an Selanjutnya mengikat rambut dan membuat konde sederhana dengan bantuan jepit rambut agar lebih rapi. Akhirnya dia memasang topi pramugari khusus Emirates dan menyempurnakan riasannya dengan menambahkan maskara ke bulu mataserta lipstik di bibirnya.

Instrumen Pendaratan Terbakar Saat Landing, Penumpang Azur Air Dievakuasi

Salah satu instrumen pendaratan utama pesawat Boeing 767-300 milik maskapai asal Rusia, Azur Air dikabarkan terbakar tak berselanglama pesawat ini mendarat di Barnaul International Airport, Rusia beberapa waktu yang lalu. Insiden mengerikan ini berujung pada proses evakuasi penumpang dari dalam kabin menuju terminal – beruntung, tidak ada yang mengalami cidera serius. Namun, 20 orang dinyatakan memerlukan perawatan medis setibanya mereka di Rusia. Baca Juga: 10 Pendaratan Dramatis Sepanjang Sejarah Penerbangan Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (25/9), roda pesawat yang menjadi salah satu instrumen pendaratan memang sejatinya dirancang untuk tahan terhadap panas akibat daya gesek antara ban dan aspal di landas pacu. Namun pada kenyataannya, percikan api yang tampak pada bawah sayap sebelah kanan berhasil membuat seisi kabin panik dan mengacaukan proses pendaratan pesawat. Beruntung, api tidak menyambar bagian sayap – tempat dimana bahan bakar pesawat berada. Azur Air ZF-2244, yang terbang dari Nha Trang di Vietnam menuju Barnaul International Airport di Rusia pada tanggal 25 September kemarin mengangkut 331 penumpang dan 10 awak penerbang. Azur Air ZF-2244 bertolak dari Vietnam pada pukul 13.45 waktu setempat dan diperkirakan tiba di Rusia pada pukul 21.05 waktu setempat, namun pesawat sempat mengalami keterlambatan ketika hendak mendarat dan baru touch down pada pukul 21.13 waktu setempat. Menurut penelusuran di lapangan, instrumen pendaratan utama sebelah kanan berada dalam kondisi terbakar setibanya pesawat di Barnaul International Airport. Dugaan sementara, percikan api muncul akibat kondisi rem pesawat yang terlalu panas dan kemudian membakar ban. Menurut Kementerian Situasi Darurat Rusia, api baru berhasil dipadamkan pada pukul 21.40 waktu setempat. Ketika ditanya terkait insiden ini, pihak maskapai tidak menampik akan kebenaran pemberitaan yang beredar. “Seketika mendengar situasi darurat, awak kabin langsung menjalankan evakuasi terhadap penumpang guna menjaga keamanan dan keselamatan mereka,” ujar pihak maskapai. “Berkat tindakan yang terkoordinasi dan profesional dari awak kabin, proses evakuasi berjalan lancar,” sambungnya. Baca Juga: Instrument Landing System Memungkinkan Pesawat Mendarat Ketika Berkabut Dengan adanya insiden mengerikan ini, pihak maskapai mengatakan bahwa mereka akan sesegera mungkin menurunkan tim investigasi khusus yang tergabung dari perwakilan pihak maskapai, pihak produsen pesawat, regulator penerbangan, dan pihak bandara guna menemukan penyebab utama dari kebakaran instrumen pendaratan utama ini.