Terkendala Sistem Pengereman, Ratusan Ribu Penumpang Shinkansen Padati Stasiun

Sebagai salah satu momen berharga untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta, sudah seyogyanya jika ada banyak orang yang berbondong-bondong ‘plesiran’ di malam pergantian tahun, entah itu untuk pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga atau hanya untuk sekedar berjalan-jalan. Bagi mereka yang malas menggunakan kendaraan pribadi, moda transportasi berbasis massal muncul sebagai opsi yang dapat digunakan warga untuk bermobilitas. Namun apa jadinya jika moda berbasis massal tersebut malah mogok ketika permintaan sedang tinggi-tingginya?

Baca Juga: Mendapat Tentangan dari Oposan, Beginilah Sejarah Singkat Kereta Cepat Shinkansen

Ya, inilah yang terjadi pada jaringan kereta peluru Shinkansen di Negeri Sakura kemarin, dimana salah satu armada yang mogok berdampak pada banyak jaringan Shinkansen lainnya. Antrean panjang dan kekacauan sudah tidak bisa dielakkan lagi di sejumlah stasiun kereta super cepat ini.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (31/12/2018), kereta Shinkansen Tsubasa 177 yang mengular di jalur Tohoku – Yamagata via Yamabiko mengalami masalah pada sistem pengereman di Stasiun Tokyo pada Minggu (30/12/2018) sekira pukul 09.50 waktu setempat.

Menurut laporan yang beredar, armada Tsubasa 177 ini tidak dapat dialihkan menuju jalur lain dan terjebak di platform 23. Kereta ini sendiri terjebak selama hampir lebih dari satu setengah jam. Kendati begitu, ratusan jadwal perjalanan Shinkansen lainnya pun turut terdampak akibat insiden di kala peak season ini. Alhasil, penumpukan penumpang terjadi di sejumlah stasiun.

Menurut salah satu juru bicara dari JR East, semua kereta di jalur Tohoku, Joetsu, Hokuriku, Yamagata dan Akita Shinkansen tertunda selama lebih dari 90 menit pada pukul 15.00 waktu setempat.

Kondisi seperti ini dikabarkan semakin memburuk pada pukul 17.30 waktu setempat, dimana pihak JR East mengatakan penundaan jadwal keberangkatan ditambah menjadi dua jam.

Hingga pukul 21.30 waktu setempat, kondisi ini masih belum membaik dan luapan penumpang semakin menjadi-jadi. Tidak sedikit dari penumpang yang menanyakan soal kereta terakhir yang beroperasi.

Hingga pada akhirnya jadwal pemberangkatan kereta terakhir (22.45 waktu setempat), penundaan keberangkatan ini masih belum menemukan titik terang.

Baca Juga: Di Shinkansen, Toleransi Antar Penumpang Kereta Begitu Kuat

Tercatat, sekitar 228.700 penumpang terdampak insiden ini, dengan penundaan pemberangkatan pada sekitar 376 rute di jalur Shinkansen yang dioperasikan oleh JR East.

KA Pangandaran Beroperasi, Kini Jakarta-Banjar Jadi Lebih Mudah

Kereta Api Pangandaran hari ini (2/1/2019) diluncurkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan relasi Jakarta menuju Banjar (PP). Kereta dengan relasi ini akan terdiri dari empat gerbong eksekutif dan empat gerobong kereta ekonomi premium dengan total kapasitas 520 kursi. Nama KA Pangandaran sendiri diambil dari nama daerah salah satu potensi wisata yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar yakni Pangandaran.

Baca juga: PT KAI Gandeng Perum Damri, Mudahkan Perjalanan dari Palembang ke Stasiun Gambir

Kabupaten Pangandaran sendiri memiliki beberapa objek wisata yakni Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Green Canyon dan lainnya. Hadirnya KA Pangandaran ini PT KAI memberikan tarif promo dari keberangkatan tanggal 2 Januari hingga 1 Februari 2019 untuk kelas eksekutif Rp160 ribu dan Rp110 ribu untuk kelas ekonomi premium.

Sedangkan untuk Bandung-Banjar PP, baik kelas eksekutif Rp1000 dan ekonomi premium hanya dikenakan Rp500. Untuk mendapatkan tiket ini, bisa melalui loket, KAI Access dan web KAI, channel lainnya dan vending machine ticketing di stasiun. KA Pangandaran akan berangkat dari Gambir pukul 07.50 pagi dan tiba pukul 15.56, sedangkan dari Banjar berangkat pukul 13.55 dan tiba di Gambir 22.35.

Namun sayangnya, pemebelian melalui KAI Access saat ini belum bisa dilakukan. Melalui akun Instagram @kai121_ juga banyak pengguna yang tidak bisa membelinya. Beberapa mengatakan, pada tangga 2 Januari 2019 di pagi hari masih bisa membuka di KAI Access dan membeli namun beberapa jam setelahnya tidak lagi bisa membeli melalui aplikasi KAI Access tersebut.

Padahal, yang dikutip KabarPenumpang.com melalui siaran pers (2/1/2019), pemesanan tiket KA Pangandaran bisa dilakukan mulai H-30 keberangkatan di aplikasi KAI Access, web KAI, Loket Stasiun, dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya. Tiket Promo KA Pangandaran ini tidak dapat dibatalkan atau diubah jadwal, digabungkan dengan reduksi/promo lainnya, dan hanya dilayani jika tempat duduk masih tersedia.

Tarif tiket Bandung-Banjar (www.kai.id)

Selama masa promo, KAI juga memberikan layanan Angkutan Lanjutan secara gratis bagi penumpang KA Pangandaran yang melakukan pemesanan dengan relasi Gambir-Garut PP. Keberadaan Angkutan Lanjutan ini bertujuan untuk mempermudah penumpang KA Pangandaran yang dari dan menuju Garut. Dengan layanan single ticketing, penumpang cukup memesan satu kali kemudian sudah langsung dapat menggunakan KA Pangandaran serta Angkutan Lanjutannya.

Angkutan Lanjutan yang dikelola oleh anak usaha KAI, PT KA Pariwisata ini memiliki titik pemberangkatan atau pemberhentian di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 6, Garut. Untuk tanggal 2-4 Januari 2019, PT KA Pariwisata menyediakan satu armada berkapasitas masing-masing 12 tempat duduk, lalu mulai 5 Januari dan seterusnya akan ditambah menjadi 2 armada dengan total 24 tempat duduk. Perjalanan Angkutan Lanjutan Stasiun Cibatu-Garut (pp) menempuh waktu lebih kurang 60 menit.

Baca juga: Lebih dari Rp7 Triliun, Ini Dia Rincian Dana Yang Dibutuhkan PT KAI Guna Reaktivasi Empat Jalur di Jabar

“Dioperasikannya KA Pangandaran ini, merupakan salah satu dukungan KAI terhadap program pariwisata Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia (WI-PI) dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta, Bandung ke wilayah Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya dan perekonomian di Jawa Barat,” ujar Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro.

Naik Citilink, Kini Bisa Nikmati WiFi Gratis di Ketinggian 35 Ribu Kaki

Citillink, maskapai berbiaya hemat (LCC) pada 28 Desember 2018 kemarin akhirnya resmi mengumumkan aktivasi inflight connectivity yakni fasilitas WiFi gratis dalam penerbangan. Kehadiran WiFi gratis ini untuk menambah kenyamanan penumpang dan tetap bisa eksis serta tidak ketinggalan momen di ketinggian 35 ribu kaki (sekitar 10.000 meter) di atas permukaan laut.

Baca juga: Garuda Indonesia Group Hadirkan WiFi Gratis Dalam Penerbangan Domestik

“Menjadi maskapai digital pertama di Indonesia merupakan salah satu misi penting bagi Citilink Indonesia untuk memberikan layanan LCC terbaik kelas dunia. Hal ini semata untuk memenuhi kebutuhan konsumen kami yang saat ini didominasi oleh kelompok Milennials Digital di Indonesia,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Kamis (28/12/2018).

WiFi yang dihadirkan pada maskapai hijau ini menggunakan teknologi GX Aviation System dan bisa dinikmati penumpang secara gratis. WiFi gratis ini sendiri sudah ada di satu pesawat dan kehadirannya ini akan menjadikan Citilink sebagai maskapai digital. Juliandra mengatakan, fasilitas WiFi gratis tersebut sejalan dengan target Citilink untuk menjadi digital airline yang mempermudah konektivitas pelanggannya.

“Masyarakat pada saat ini yang memiliki tingkat mobilitas yang semakin tinggi dan menawarkan pengalaman yang berbeda pada penumpang yang didominasi oleh kelompok milennials berumur antara 20 hingga 35 tahun yang sudah terbiasa beraktifitas secara digital dalam kehidupan sehari hari,” jelas Juliandra.

Kedepannya pemanfaatan digitalisasi tidak hanya terbatas pada layanan konektifitas WiFi namun akan menyentuh ke seluruh lini operasional penerbangan sehingga tidak hanya penumpang yang dapat menikmati layanan hassle free Citilink namun dapat dnikmati oleh seluruh stakeholders Citilink baik internal maupun external.

“Citilink Indonesia berharap program ini menjadi suatu terobosan dalam dunia penerbangan dan menjadi legacy dalam dunia digital Indonesia”, tambah Juliandra.

Baca juga: 50MB Kuota WiFi Gratis di Rute Domestik Citilink dan Garuda Indonesia

Untuk pelanggan maskapai Citilink, WiFi gratis ini bisa digunakan dengan kuota sebesar 50 megabyte (MB). Bahkan bila kuota kurang, penumpang bisa mendapatkannya lagi atau menambah kuota tersebut tanpa harus membayar. Tak hanya, itu, kehadiran WiFi gratis ini penumpang juga tidak akan dikenakan biaya tambahan saat pembelian tiket Citilink. Setelah kehadiran perdana, secara bertahap WiFi ini akan terus meningkat di 12-20 pesawat lainnya.

Sambut Low Season, Scoot Gelar Promo Tarif Awal Tahun

Pasca tahun baru bagi sejumlah moda transportasi adalah masa dengan tingkat okupansi rendah, hal ini wajar mengingat liburan Natal dan Akhir Tahun telah berakhir, bagi karyawan sudah mulai masuk kerja dan anak-anak mulai masuk sekolah. Nah, guna menggenjot permintaan di low season, Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah atau low-cost carrier (LCC) milik Singapore Airlines Group meluncurkan program “Take a break before you break” pada 2 – 6 Januari 2019.

Baca juga: Tawarkan Paket Menarik, Scoot Layani Penerbangan Umrah dengan Boeing 787 Dreamliner

Penawaran di atas berlaku untuk periode perjalanan sejak program diluncurkan hingga 31 Mei 2019. Dikutip dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (2/1), promo ini menawarkan rute ke lebih dari 30 destinasi dalam jaringan Scoot termasuk destinasi populer seperti Thailand, Jepang dan Eropa.

Promo ini bersifat terbatas dan mencakup tiket kelas Economy FLY satu arah mulai dari Rp299.000 ke Singapura, Rp699.000 ke Thailand, Rp2.099.000 ke Jepang, dan Rp2.699.000 ke Eropa. Traveler dapat menghemat uang lebih banyak lagi jika traveling bersama teman – untuk 2 tiket ke destinasi yang sama, harga per tiket menjadi mulai dari Rp279.000 ke Singapura, Rp659.000 ke Thailand, Rp2.019.000 ke Jepang, dan Rp2.599.000 ke Eropa.

Selain promo, Scoot terus mencari cara mendorong lebih banyak orang untuk traveling. Traveler dapat merencanakan liburan tanpa repot melalui situs FlyScoot, mulai dari memesan akomodasi, transportasi, asuransi perjalanan, bahkan mengajukan visa secara online! Traveler juga dapat memperoleh microchip roaming data saat memesan tiket, sehingga mereka dapat terhubung dengan internet kapanpun dan ke manapun mereka terbang bersama Scoot.

Baca juga: Minta Segelas Air, Penumpang Scoot Diberikan Segelas Es Batu

Berdasarkan studi tahun 2010 tentang kesejahteraan karyawan, liburan dapat membuat karyawan lebih sehat secara fisik dan psikis. Program Scoot ditawarkan saat karyawan kembali masuk kerja, mengajak traveler Indonesia untuk merencanakan liburan selanjutnya sebelum mereka mulai stres karena beban bekerjaan, dan tidak perlu khawatir karena harga tiket Scoot yang terjangkau tidak akan menguras dompet mereka.

Layakkah Full-Service Carrier Layani Penumpang dengan Standar LCC?

Jika Anda ditugaskan untuk mengklasifikasikan jenis penerbangan, ada berapa jenis penerbangan yang Anda ketahui? Dua? Tiga? Ya, jawaban yang tepat adalah ada tiga jenis penerbangan penumpang yang selama ini menghiasi angkasa. Tiga jenis penerbangan ini sendiri mengemban tugas dan fungsinya masing-masing. Kendati ketiga jenis penerbangan ini sering kali tersamarkan oleh masing-masing tugasnya, namun percayalah, dunia aviasi global tidak sesederhana itu.

Baca Juga: Regulasi Perusahaan Jadi ‘Separator’ Layanan LCC di Seluruh Dunia

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman globes.co.il (27/12/2018), jenis penerbangan yang pertama adalah penerbangan terjadwal reguler, dimana jenis penerbangan ini mengoperasikan jadwal tetap dalam kurun waktu tertentu dan dilakukan oleh full-service carrier. Biasanya ada tingkatan kelas yang dapat dipilih oleh penumpang dalam jenis penerbangan ini. Sebut saja ada Garuda Indonesia, Lufthansa, British Airways, United Airlines, dan masih banyak lagi.

Lalu jenis penerbangan kedua adalah penerbangan charter. Berbeda dengan penerbangan terjadwal reguler, penerbangan charter tidaklah memiliki jadwal tetap – cenderung tentatif. Biasanya, penerbangan charter ini merupakan bagian dari sebuah paket perjalanan wisata. Dari segi modanya pun, kebanyakan penerbangan charter menggunakan armada turboprop untuk menjangkau wilayah yang terpencil – tidak sedikit juga perusahaan yang menyediakan pesawat jet berbadan kecil sebagai armada penerbangan charter.

Lalu yang terakhir ada penerbangan berbiaya rendah – layanan yang tengah naik daun berkat harga miring yang mereka tawarkan. Berbeda dengan kedua jenis penerbangan di atas, beberapa penerbangan berbiaya rendah tidak menyediakan layanan tambahan dan Anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk menghadirkan layanan tersebut, seperti kapasitas bagasi yang besar, makanan, hingga pemesanan tempat duduk. Di dalam negeri sendiri, nama Lion Air, Citilink, dan AirAsia menjadi tiga maskapai yang merajai sektor Low Cost Carrier (LCC) ini.

Jika dilihat dari tugasnya masing-masing, maka Anda dapat dengan mudah membedakan ketiga jenis penerbangan tersebut. Namun seiring berjalannya waktu dan kondisi ekonomi global yang tengah tidak stabil, mulai ada beberapa maskapai penyedia layanan penerbangan terjadwal reguler yang ‘bertingkah’ layaknya LCC – entah itu dengan cara mengurangi kapasitas bagasi, atau meniadakan jatah makanan/minuman bagi para penumpang.

Dalam kasus ini, penerbangan charter tidak terdampak dari isu yang beredar. Mereka tetap pada jalur persaingan dengan penyedia layanan serupa untuk mengantarkan penumpang ke daerah terpencil.

Baca Juga: Long Haul Low Cost Carriers, Solusi Terbang Jarak Jauh Tanpa Harus Kuras Dompet!

Jika berspekulasi, mungkin ini adalah trik yang digunakan oleh pihak maskapai untuk mereduksi ongkos pengoperasian sehari-hari – semata-mata hanya untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Janganlah dulu terlalu jauh untuk membicarakan sanksi apa yang sekiranya dikenakan terhadap maskapai reguler rasa LCC, namun yang perlu Anda lakukan hanyalah lebih cermat ketika membeli tiket dan memperhatikan layanan apa yang sekiranya akan Anda dapat – mulai dari lounge khusus hingga makanan/minuman selama perjalanan.

 

FB277 – Superyacht Serba Komplit yang Siap Disewakan Per Juni 2019

Galangan kapal asal Italia, Benetti dalam kemitraan bersama Imperial (bertindak sebagai Build Supervisor dan Yacht Manager), baru-baru ini meluncurkan kapal pesiar terbesarnya, dengan tambahan dua “gigayachts” yang akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang. Kapal yang diberinama FB277 ini sendiri memiliki ukuran panjang 351 kaki (107 m) dan dirancang untuk melakukan perjalanan keliling dunia untuk waktu yang lama. Tidak hanya itu, segala kenyamanan yang Anda harapkan juga dapat ditemui di dalamnya.

Baca Juga: Kenapa Kapal Pesiar Bisa Tahan Terjangan Badai? Ternyata Jawabannya Sangat Sederhana!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (28/12/2018), FB277 didukung oleh sistem tenaga diesel listrik, dengan lambung kapal yang terbuat dari baja dan superstruktur alumunium. Memiliki lebar 48,8 kaki (15,2-meter), FB277 mampu menangkut beban muatan maksimum hingga 3.300 ton. FB277 sendiri juga memiliki delapan kabin berukuran besar yang mampu menampung sekira 12 orang sekaligus. Untuk awak kabin, kapal pesiar super besar ini mampu memboyong 32 anggota awak kabin sekaligus.

“Kami sangat senang dapat meluncurkan kapal pesiar yang indah ini. FB277 ini merupakan yang pertama dari tiga yang tengah dirakit secara paralel di Livorno,” tutur CEO Benetti, Benetti Franco Fusignani.

“Pada kenyataannya, FB277 jauh lebih indah dan mengesankan daripada apa yang Anda bayangkan,” tandasnya semangat.

Untuk masalah kelengkapan, Anda tidak perlu meragukan mahakarya ini. Terdapat helipad, grand piano, hingga bioskop yang dapat Anda jadikan referensi untuk entertainment. Belum lagi eksistensi dari outdoor sun pads, kolam renang outdoor berukuran besar, hingga fasilitas SPA, ruang pijat, hingga gym yang dapat Anda gunakan kapan saja – tentu saja Anda harus tetap bugar walaupun tengah ‘terombang-ambing’ di tengah laut, bukan?

Baca Juga: MSC Meraviglia, Kapal Pesiar Terbesar dari Mediterranean Shipping Cruises

“FB277 menjadi tonggak penting dalam sejarah Imperial, karena ini bukanlah hanya sebatas superyacht pertama dan terbesar yang pernah dikirim pihak Italia, melainkan juga FB277 akan menjadi kapal paling eksklusif yang dapat mulai di charter pada musim panas 2019 mendatang,” ujar Direktur dari Imperial, Julia Stewart.

Menurut informasi yang beredar, FB277 siap untuk disewa pada bulan Juni 2019 mendatang. “Kami bangga dapat melahirkan kapal superyacht se-menakjubkan ini, dan besar harapan kami dapat mengarungi Seven Seas dengan menggunakan FB277,” tandas Julia.

 

 

Famipay Hadir di Jepang, Akankah Hadir di FamilyMart Indonesia?

Pembayaran dengan menggunakan aplikasi saat ini semakin berkembang, selain memudahkan masyarakat dengan tak perlu repot membawa uang tunai, juga dalam pembayaran yang hanya tinggal men-scan kode QR. Bahkan, dengan Kode QR tersebut, pengguna aplikasi bisa mendapatkan cashback atau pengembalian uang. Tak hanya itu, dengan aplikasi, pelanggan tidak hanya bisa membayar belanjaan di toko ritel melainkan membayar tiket moda transportasi

Baca juga: MRT Jakarta Gandeng GoJek Kembangkan Bisnis dan Mobile Payment via Aplikasi

Baru-baru ini Jepang dengan ritel FamilyMart-nya menyediakan pembayaran berbasis aplikasi pada bulan Juli 2018 kemarin. Aplikasi Famipay ini akan tersedia di 17 ribu toko ritel di seluruh Jepang dengan memindai kode QR di kasir saat membayar.

Dilansir KabarPenumpang.com dari asia.nikkei.com (27/12/2018), kehadiran Famipay akan menjadi terobosan baru untuk mendorong pelanggan Jepang beralih ke pembayaran tanpa uang tunai. Sebab dari data penetrasi yang didapat, baru sekitar 20 persen transaksi di Jepang tanpa uang tunai termasuk pembayaran kartu kredit.

Memang lebih sedikit jika dibandingkan dengan Korea Selatan yang 90 persen dan Cina 60 persen pembayaran tanpa uang tunai. Dengan adanya Famipay, pemerintah Jepang memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah pelanggan yang membayar tanpa uang tunai menjadi 40 persen tahun 2025 mendatang.

Peningkatan tersebut juga tergantung penyebaran pembayaran dengan kode QR yang dapat dibaca perangkat seluler sederhana yang ada di toko. Sebenarnya di Jepang sudah menggunakan Suica yang diterbitkan oleh East Japan Railway dimana ini adalah sebuah kartu pembayaran dengan chip yang tertanam.

Sayangnya bila di toko ritel harganya terlalu mahal, alat pembaca kartu tersebut berkisar harga $500-$1000 atau Rp7,2 juta-Rp14,5 juta. Kehadiran kode QR ini sendiri diharapkan memungkinkan pembayaran angsuran yang lebih murah dibanding sistem pembayaran elektronik.

Untuk menggunakan Famipay, pelanggan harus mengunduh aplikasi yang menampilkan kode QR. Pengguna dapat menambahkan uang ke akun mereka dengan membayar kasir FamilyMart. Mereka juga dapat menautkan akun mereka ke kartu kredit, tetapi tidak ada plastik yang dikeluarkan.

Sistem pembayaran tanpa uang tunai didorong secara agresif di seluruh dunia, sebagian besar oleh perusahaan internet seperti Apple, Japan’s Line, dan Grab Singapura. Dua metode pembayaran digital utama China, Alipay dan Tencent Holdings ‘WeChat Pay yang berafiliasi dengan Alibaba Group, keduanya berdasarkan pada kode QR.

Saingan FamilyMart Seven-Eleven Jepang berencana untuk memperkenalkan layanan serupa di musim panas. Sistem cashless FamilyMart dikembangkan oleh perusahaan patungan antara FamilyMart Uny Holdings dan perusahaan induk Itochu.

Baca juga: Angkasa Pura II dan Telkomsel Hadirkan Airport ePayment

Ini akan diperkenalkan melalui pembaruan ke aplikasi smartphone FamilyMart yang ada, sekarang digunakan untuk mengeluarkan kupon. Aplikasi itu telah diunduh dua juta kali, sejumlah yang diharapkan FamilyMart naik menjadi 10 juta. FamilyMart juga ingin aplikasi pembayaran dapat digunakan di pengecer diskon Don Quijote, mitra pengikat.

Ada kemungkinan Famipay bisa digunakan di Indonesia, apalagi sebentar lagi MRT Jakarta akan mengular di Maret 2019 dan FamilyMart termasuk dalam salah satu ritel yang berada di stasiun MRT Jakarta.

Gunakan Bahasa Inggris Sebagai Nama Stasiun, JR East Dipetisikan Warga Tokyo!

Sebagai negara yang memiliki hurufnya sendiri, Jepang bisa dibilang sebagai salah satu negara yang paling sulit untuk menerima bahasa asing utnuk dipelajari di negara berjuluk Negeri Sakura tersebut. Sifat penduduk Jepang yang seperti inilah yang pada akhirnya menyulut cekcok antar penduduk, dimana di salah satu stasiun di Tokyo, terdapat kata gateway yang merujuk pada penamaan dari stasiun baru di sana.

Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Siap Hadirkan Layanan Free WiFi di Seluruh Armadanya

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (11/12/2018), pihak East Japan Railway Co. (JR East) sebelumnya menamai salah satu stasiun terbaru di Yamanote Line dengan nama Takanawa Gateway. Jika tidak meleset, stasiun ini akan mulai beroperasi pada tahun 2020 mendatang, beberapa saat sebelum Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas. Namun dengan digunakannya kata gateway dalam penamaan stasiun, tak pelak ini mengundang kisruh di Tokyo.

Sejumlah golongan yang tidak setuju dengan penamaan ini melontarkan petisi yang menuntut perusahaan untuk sesegera mungkin mengganti nama stasiun tersebut. Para kritikus ini juga menganggap pihak operator telah mengabaikan sejumlah nama yang mereka ajukan sebelumya. Dari sekian banyak nama yang masuk ke daftar, nama Takanawa Gateway sendiri berada di urutan ke-130.

Pada tanggal 11 Desember kemarin, sebanyak 14.000 orang telah menandatangani petisi ini dan terus mendesak pihak JR East untuk mengganti nama – bahkan sebagian dari mereka ada yang marah karena telah mencampurkan Bahasa Inggris dengan Bahasa Jepang.

“Saya tidak perlu Bahasa Inggris, ini adalah Jepang!,” tutur salah satu kritikus yang juga telah menandatangani petisi tersebut.

“Saya rasa tidak cocok (gateway) tidak cocok untuk dijadikan nama stasiun di Jepang,” ujar kritikus lain.

Baca Juga: Sambut Olimpiade 2020, Bandara Jepang Siapkan Kemudahan Bagi Penyandang Disabilitas

Sementara para kritikus lain menuturkan bahwa penggunaan kata gateway hanya menambah panjang nama stasiun tersebut, dan sebagian lain masih kesulitan untuk dilafalkan oleh orang Jepang.

Kendati mendapat desakan dari berbagai pihak, JR East tetap berpegang teguh untuk tidak mengganti nama stasiun tersebut dan berdalih bahwa nama tidaklah terlalu penting – namun lebih kepada fungsi dari infrastruktur transportasi tersebut.

Pasca Tsunami, Trafik Lintasan Ferry Merak – Bakauheni Berlangsung Aman dan Lancar

Bencana tsunami yang menerjang kawasan Banten dan Lampung akibat erupsi Anak Gunung Krakatau pada 22 Desember lalu, secara langsung membawa pengaruh pada trafik penyeberangan ferry ASDP lintasan Merak – Bakauheni. Seperti telah diwartakan sebelumnya bahwa terjadi penurunan pada pengguna jasa penumpang dan kendaraan, namun kondisi saat ini berangsur normal, seiring dengan kian kondusifnya cuaca di sekitar wilayah tersebut.

Baca juga: Trafik Penyeberangan Ferry Merak-Bakauheni Sempat Menurun Pasca Tsunami

Dikutip dari siaran pers PT ASDP Indonesia Ferry (29/12), bahwa telah diantisipasi potensi kepadatan arus penumpang dan kendaraan dari Jawa menuju Sumatera menjelang puncak arus malam Tahun Baru yang diperkirakan akan terjadi peningkatan trafik pada Sabtu dan Minggu (29-30/12).

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini mengatakan, prasarana dan sarana penyeberangan yang memadai telah disiapkan untuk menghadapi puncak arus Tahun Baru, khususnya di Merak dan Bakauheni.

Data Posko mencatat, trafik penumpang dari Jumat (28/12) pukul 08.00 hingga Sabtu (29/12) pukul 08.00 pagi tercatat 35.771 orang penumpang atau turun 9,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 39.594 orang.

Roda dua tercatat 1.957 unit atau naik 22,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 1.597 unit. Lalu trafik mobil pribadi tercatat 3.662 atau turun 8,9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 4.019 unit.

Tercatat, jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni sejak H-7 atau Selasa (18/12) hingga H+4 atau Sabtu (29/12) pagi mencapai 402.808 orang atau turun 4,6 persen dari total penumpang 422.386 orang pada periode sama tahun lalu.

Baca juga: Sambut Nataru 2019, ASDP Siap Layani 3,3 Juta Penumpang di 10 Lintasan

Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 14.012 unit atau turun 3,9 persen dari total kendaraan pada periode sama tahun lalu sebanyak 14.584 unit. Lalu, mobil pribadi sebanyak 43.990 unit atau naik 1,5 persen dari total 43.327 unit pada periode sama tahun lalu.

Tak Mau Lewatkan Natal Bersama Keluarga, Seorang Ayah Terbang Saat Putrinya Bertugas di Udara

Menjadi seorang awak kabin harus rela bertugas dalam perayaan besar apapun. Mau tak mau hal seperti ini membuat mereka kehilangan moment dan kesempatan berkumpul bersama keluarga untuk merayakannya. Seperti yang terjadi pada seorang pramugari Delta Airlines, dimana dirinya tidak mendapat libur pada perayaan Malam Natal dan Hari Natal tahun 2018 ini.

Baca juga: Capai Usia 102 Tahun, Delta Airlines Rayakan Ulang Tahun Pramugari Pertamanya!

Karena hal itu, KabarPenumpang.com melansir dari laman independent.co.uk (28/12/2018), didapatkan bahwa seorang ayah rela menghabiskan Malam Natal dan Hari Natal dengan terbang melintasi Amerika Serikat agar bisa bersama sang putri. Hal Vaughan, seorang ayah dari pramugari Delta Airlines bernama Pierce Vaughan terbang pada tanggal 24 dan 25 Desember 2018. Dia menaiki pesawat saat putrinya bertugas.

Ini dilakukan Hal demi merayakan Natal bersama keluarganya dan agar putrinya tidak menghabiskan liburannya sendirian. Seorang penumpang bernama Mike Levy yang duduk disebelah Hal dalam penerbangan Delta Airlines DL 2494 dari Fort Myers, Florida ke Detroit pada Malam Natal membagikan momen dirinya ke Facebook.

Mike berfoto dengan Hal yang rela ikut penerbangan bersama putrinya dan menjadi viral dengan 138 ribu tanggapan dari warganet. Dia menuliskan caption pada foto tersebut, “Saya merasa senang duduk disebelah Hal dalam penerbangan kembali ke rumah. Putrinya Pierce adalah pramugari kami yang harus bekerja selama Natal. Hal memutuskan dia akan menghabiskan liburan bersamanya. Jadi, dia terbang di setiap penerbangannya hari ini dan besok di seluruh negeri untuk menghabiskan waktu bersama putrinya untuk Natal. Ayah yang luar biasa! Doakan kalian berdua selamat Natal!”

“Saya pikir itu sangat istimewa baginya untuk dilakukan untuk putrinya, sehingga dia tidak perlu menghabiskan malam Natal sendirian,” kata Mike.

Awak kabin Pierce kemudian membagikan jabatan Levy, menambahkan bahwa ayahnya bahkan ditingkatkan ke kelas satu dala penerbangan dari Fort Myers ke Detroit.

Baca juga: Perayaan Imlek di Cina, Ratusan Juta Orang Mudik Padati Berbagai Moda Transportasi

“Perjalanan pertama Ayah menggunakan manfaatnya adalah sukses! Terima kasih khusus kepada semua pasien, agen gerbang yang luar biasa di seluruh negeri dan kru saya yang sempurna. Dia berhasil di setiap penerbangan dan bahkan mendapat RSW-DTW kelas satu (keajaiban Natal). Berteriaklah kepada Mike Levy karena menjadi penumpang kelas satu yang hebat & membantu kami memahami betapa kerennya ini sebenarnya! ”