“A Night Under The Stars,” Gemerlap Malam Tahun Baru dari Aston Pluit Hotel & Residence

Tak berapa lama lagi tahun baru 2019 akan kita jelang, sudahkah Anda punya rencana seru bersama kerabat dan keluarga di malam pergantian tahun? Nah, dalam rangka menyambut datangnya tahun Baru 2019, Aston Pluit Hotel & Residence mempersembahkan perayaan tahun baru dengan menawarkan rangkaian acara seperti musik akustik, pesta kembang api, lucky draw dan hidangan makan malam istimewa yang bisa dinikmati sepuasnya – All you can eat.

Baca juga: Aston Pluit Hotel & Residence, Tawarkan Menu Istimewa di Periode November – Desember 2018

Acara yang dikemas dalam tema “A Night Under The Stars,” akan berlangsung di Area Pool Aston Pluit, pada malam pergantian tahun baru 31 Desember 2018, mulai pukul 18.00 – 00.00 WIB. Untuk menikmati paket tersebut, harga yang ditawarkan hanya Rp250.000net per orang.

Selain itu Aston Pluit Hotel & Residence juga menawarkan paket kamar yang dimulai dari harga Rp888.000net /room/night dan Rp1.488.000net/twonight. Harga sudah termasuk meninap di kamar deluxe, sarapan pagi dan free swimming pool & fitness centre access.

“Kami ingin mengajak para tamu untuk bisa menikmati tahun baru bersama keluarga dengan konsep A Night Under The Stars, melihat keindahan Ibu kota Jakarta pada malam hari dan berpesta kembang api di area kolam renang yang berada di atas gedung. Acara ini tidak kalah menarik dari acara-acara di luar kota, tujuanya agar mereka bisa menikmati tanpa harus berpergian ke luar kota. Mari Rayakan pergantian tahun baru 2018-2019 bersama Aston Pluit Hotel & Residence,” ujar Jack Yaaro ZEGA, CHA selaku General Manager.

Aston Pluit Hotel & Residence terletak di jantung daerah Pluit Jakarta dan hanya 20 menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang memungkinkan akses mudah ke semua atraksi utama di Jakarta, termasuk fasilitas belanja dan hiburan. Dengan menyediakan beragam kenyamanan dan pelayanan yang personal, Aston Pluit merupakan tempat yang ideal bagi para pelaku bisnis dan wisawatan untuk berlibur. Aston Pluit menawarkan 229 kamar hotel untuk tipe deluxe dan suite.

Pesawat Diterjang Turbulensi, Awak Kabin American Airlines Alami Cedera

Turbulensi kerap kali terjadi dalam sebuah penerbangan baik saat cuaca buruk maupun cuaca cerah. Seperti baru-baru ini sebuah penerbangan American Airlines mengalami turbulensi saat melakukan perjalanan dari San Luis Potoso, Meksiko ke Dallas, Amerika Serikat. Akibat turbulensi, seorang awak kabin dan seorang penumpang terluka dan langsung dilarikan kerumah sakit sesaat tiba di Bandara Internasional Austin Bergstrom.

Baca juga: Prediksi Potensi Turbulensi Secara Real-Time, IATA Luncurkan “Turbulence Aware”

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman travelpulse.com (27/12/2018), American Eagle dengan nomor penerbangan 5781 tersebut mengalami turbulensi dan mengalihkan penerbangannya ke Bandara Internasional Austin-Bergstrom. Pesawat Bombardier CRJ-1000 yang mengangkut 75 penumpang dan empat awak kabin tersebut saat mengalami turbulensi menyebabkan seorang penumpang dan seorang awak kabin terluka.

Turbulensi dilaporkan akibat cuaca buruk yang mempengaruhi daerah Dallas-Forth Worth. Setelah pesawat tiba di Bandara Austin, kedua orang yang terluka tersebut dibawa ke rumah sakit dan tiga orang lainnya diperiksa petugas medis di dalam kabin pesawat. Untungnya luka pada dua orang tersebut tidak mengancam jiwa yakni hanya terluka pada bagian leher dan lutut mereka dan diperbolehkan kembali pada Rabu malam.

Sedangkan penumpang lainnya dipindahkan oleh pihak imigrasi dan perlindungan perbatasan bandara Austin. Maskapai penerbangan kemudian menyediakan akomodasi bagi seluruh penumpang yang terkena dampak dengan memberikan penginapan dan memesan penerbangan ke Dallas esok harinya.

Dalam sebuah pernyataan, Bryce Dubee, spesialis informasi publik untuk Departemen Penerbangan Kota Austin, mengatakan bahwa pengalihan seperti ini biasa terjadi selama cuaca buruk

“Keselamatan adalah prioritas utama dalam situasi ini ketika ada cuaca buruk. Bandara akan bekerja bersama setiap saat untuk mengalihkan penerbangan untuk mengalihkan mereka agar pesawat tetap bergerak dengan aman,” ujar Dubee.

Baca juga: Peneliti Buktikan Bahwa Guncangan Akibat Turbulensi Bisa Diredam!

Diketahui, turbulensi tersebut terjadi pada Rabu (26/12/2018) kemarin dan penumpang yang terkenda dampak diberangkatkan pada Kamis (27/12/2018) pagi dengan pesawat American Airlines 5781. Saat itu dikatakan oleh pejabat Bandara Austin, pesawat yang terkena turbulensi tersebut rusak. Namun, juru bicara American Airlines mengatakan, pesawat tidak mengalami kerusakan saat turbulensi terjadi.

Tiga Stasiun MRT Jakarta Kini Telah Miliki “Naming Right”

Penamaan stasiun atau Naming Right MRT Jakarta saat ini ada tiga stasiun yang sudah laku. Tiga stasiun ini merupakan gelombang pertama dari delapan stasiun yang dilelangkan. Ketiganya yakni Dukuh atas, Setiabudi dan Istora.

Baca juga: Konstruksi Capai 97,52 Persen, MRT Jakarta Lakukan Fase Parallel Trial Run

“Nama ketiga stasiun ini adalah, Stasiun Dukuh Atas BNI, Stasiun Setiabudi Astra dan Stasiun Istora Mandiri,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar yang ditemui KabarPenumpang.com, Rabu (27/12/2018).

William mengatakan, saat ini untuk gelombang kedua masih tersisa sepuluh stasiun yakni tiga underground dan tujuh elevated. Dia menambahkan untuk Bundaran HI sendiri MRT Jakarta membuka untuk developer yang ada diluar kawasan sekitar 700 meter dari stasiun.

“Di HI karena banyak tenant atau developer, sehingga kita memutuskan untuk yang jaraknya 700 meter dari stasiun kita. Yang jelas masih dalam cakupan tersebut,” jelasnya.

Dalam hal ini, untuk pemilik nama stasiun MRT Jakarta dalam tender sepuluh tahun dan pembayaran dilakukan setiap tahunnya dan akan ada review. Pemenang lelang naming right sendiri dilakukan melalui e-auction dimana peserta penawar tertinggi yang menjadi pemenang dan ini  dilakukan tertutup.

Selain naming right, PT MRT Jakarta juga baru saja menghadirkan mini booth information center di Dukuh Atas. Nantinya masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas di booth tersebut. William mengatakan, selain itu, masyarakat juga bisa menscan QR Code yang ada di banner dan langsung tersambung pada website MRT Jakarta.

Pada hari yang sama peresmian mini booth information centre, MRT Jakarta kedatangan Minister of Land Infrastructur and Transport Japan atau Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Jepang Keiichi Ishii. Keiichi bersama Jajaran PT MRT Jakarta serta awak media ikut mencoba kereta MRT dari Bundaran HI menuju ke Depo di Lebak Bulus.

Dalam uji coba tersebut, Keiichi mengatakan, dirinya sangat senang menikmati MRT Jakarta karena sangat nyaman dan getarannya minim serta tidak berisik.

“MRT Jaakarta ini lebih dari apa yang ada di Jepang. Saya sudah melakukan tinjauan pada dua tahun lalu dan proyek itu kini sudah terbentuk atas dua kerjasama dan saya berharap hubungan kerja sama dengan Indonesia,” ujar Keiichi.

Baca juga: MRT Jakarta Pertimbangkan Kehadiran ‘Gerbong’ Khusus Penumpang Wanita

Dia menambahkan, kehadiran MRT Jakarta diharapkan dapat membatu masalah Jakarta yakni kemacetan luar biasa dan berharap saat mulai perdana pada 2019 bisa berjalan dengan tuntas.

“Saya dengar MRT Jakarta diberi nama Ratangga dan ini berharap menjadi sangat kuat di Jakarta dan memeberi kemudahan bagi masyarakat,” tutur Keiichi.

Garuda Indonesia Canangkan “Vintage Flight Experience” di Rute Amsterdam dan Tokyo

Pada periode 7 – 17 Desember lalu, Garuda Indonesia sukses menarik perhatian khalayak dengan program “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”, beberapa rute penerbangan lokal dan regional Garuda menyajikan nuansa 70-an. Mulai dari livery pesawat, seragam kru kabin, hingga makanan, mengingatkan kita pada operasional Garuda pada zaman klasik dulu.

Baca juga: Di 1965, Garuda Indonesia dengan Convair CV-990 Lakoni Penerbangan Jakarta – Amsterdam

Dan terkait seragam klasik tersebut, ada kabar bahwa di tahun 2019 Garuda berencana untuk menghadirkan program vintage flight untuk rute internasional jarak jauh. Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan, “Kami berencana untuk melayani penerbangan dengan seragam vintage untuk rute jarak jauh ke Amsterdam dan Tokyo.” Ari menyebut kedua rute internasonal tersebut punya potensi yang pas dengan sentuhan klasik Garuda Indonesia, mengingat rute Jakarta – Amsterdam telah dibuka maskapai ini sejak 1965.

Sementara rute ke Jepang juga dinilai sangat ideal, mengingat seragam vintage awak kabin (pramugari) di era tersebut memang hasil rancangan desainer kenamaan asal Jepang, Hanae Mori. “Mereka (warga Jepang-red) sangat menghargai hasil karya seni, terlebih yang berasal dari karya orang Jepang,” ujar Ari Askhara dalam jumpa Public Expose pada 21 Desember 2018.

Sedikit cerita tentang Hanae Mori, desain ini lahi pada tahun 1926, Hingga periode 1960-an karya-karyanya hadir di ratusan film Jepang, hingga akhirnya dia hijrah ke Paris dan mengunjungi Choco Chanel. Lalu, ia melahirkan rancangannya yang bertajuk ‘butterflies’ yang mencuri perhatian majalah Vogue dan jadi sorotan tren dunia.

Baca juga: “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” Resmi Diluncurkan, Inilah Paras Ayu Pramugari dengan Seragam Klasik

Sentuhan karya Mori juga dikenakan oleh pramugari maskapai Jepang. Ia juga terkenal untuk rancangan gaun-gaun di panggung opera Perancis hingga gaun pernikahan Puteri Jepang, Masako. Di tangan Mori, seragam pramugari Garuda Indonesia era 70-an hadir dengan terusan dua pilihan warna terang, atas kuning dan bawah berwarna oranye. Seragam dilengkapi dengan topi bundar berpita berwarna senada, dasar topi oranye dan pita kuning. Tampilan para pramugari juga makin anggun dengan balutan scarf bercorak dan warna oranye.

MRT Jakarta: Pemberlakuan Gerbong Khusus Wanita Hanya di Jam Tertentu

Moda transportasi massal di Jakarta saat ini sudah memberikan ruang khusus bagi penumpang wanita baik Kereta Listrik (KRL) maupun TransJakarta. Dan hal tersebut juga akan diikuti oleh Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang akan beroperasi tiga bulan lagi.

Baca juga: Konstruksi Capai 97,52 Persen, MRT Jakarta Lakukan Fase Parallel Trial Run

Bila pembagian KRL dan TransJakarta untuk wanita cukup jelas dimana KRL di gerbong pertama dan terakhir serta Transjakarta di bagian depan. Lalu bagaimana dengan MRT Jakarta? Ternyata untuk mendapatkan keputusan terkait pengadaan gerbong khusus wanita, PT MRT Jakarta melakukan survei di media sosialnya.

Lebih dari 700 orang yang mengikuti survei hasilnya adalah 64 persen mengatakan perlu adanya gerbong khusus wanita dan 36 persen sisanya menyatakan tidak perlu. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan dan mengambil keputusan untuk memberlakukan gerbong khusus wanita di jam-jam tertentu.

“Keputusan yang kami lakukan dengan adanya argumen, kami akan berlakukan di jam-jam tertentu seperti jam sibuk yakni pagi mulai 05.30 sampai 09.00 dan sore pukul 16.00 sampai 19.00 atau 20.00,” kata William kepada KabarPenumpang.com di Metro Coffee, Rabu (27/12/2018).

Dia mengatakan, untuk pembagian gerbong khusus wanita ini belum dibicarakan lebih lanjut untuk menggunakan gerbong yang mana. William berujar, di kereta bagian tengah ada gerbong khusus untuk disabilitas, ada kemungkinan gerbong itu juga akan digunakan khusus wanita atau nantinya ada gerbong lain.

“Kita masih pertimbangkan, belum keputusan. Yang jelas akan ada gerbong perempuan di MRT Jakarta,” jelasnya.

Tak hanya itu, saat ini untuk proses penetapan tarif MRT Jakarta sendiri belum ada keputusan final. William mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan harga Rp8.500 untuk per 10 km, dimana jarak terdekat dengan harga terenda Rp2.200 dan terjauh Rp12.800 untuk perjalanan 13 stasiun.

Baca juga: Terobsesi Jakarta, Banda Aceh Rencanakan Bangun MRT

Diketahui saat ini, progres pengerjaan MRT Jakarta sendiri sudah mencapai 98,10 persen dengan 97,80 persen di elevated dan depo serta 98,41 persen di underground. William menambahkan, untuk pengerjaan di sepanjang jalan Sudirman masih penyelesaian dan Januari-Februari 2019 selesai semua sehingga pada Maret 2019 pengerjaan 100 persen selesai.

Kerap Dijadikan Objek Pelecehan Seksual, Perlukah Pihak Maskapai Tambah ‘Kurikulum’ Bela Diri Terhadap Awak Kabin?

Salah satu yang menjadi daya tarik penumpang ketika sudah boarding ke dalam pesawat adalah para pramugari yang tampak ayu dengan balutan kosmetik dan pakaian yang kerap membuat para pria hidung belang tak betah duduk. Khusus untuk di Indonesia, permasalahan soal pakaian yang dikenakan oleh awak kabin memang tidak terlalu masif diberitakan karena kebanyakan maskapai Tanah Air sudah paham dengan peraturan tidak tertulis tentang sopan santun dalam berpakaian. Namun bagaimana dengan maskapai di luar negeri sana yang terkesan acuh-tak-acuh tentang pakaian?

Baca Juga: Video Tersebar Saat Berhubungan Seksual di Toilet Pesawat, Awak Delta Airlines di Skorsing

Tentu masih kuat di ingatan Anda tentang budget carrier asal Vietnam, VietJet yang menuai kontroversi setelah ‘memamerkan’ awak kabinnya yang hanya dibalut bikini merah-kuning. Bukan tidka mungkin jika mereka jadi objek sasaran pelecehan seksual laki-laki.

Selain para awak kabin ini harus tetap berlaku professional, mereka juga harus bisa menahan diri dari godaan para laki-laki hidung belang yang tidak sungkan-sungkan untuk menggoda mereka. Bahkan, dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (9/12/2018), tidak sedikit juga awak kabin pria yang kerap menggoda para pramugari ini.

Seorang awak kabin dari salah satu maskapai Eropa, Venus Fung pernah mengalami pelecehan seksual oleh pilot yang melakoni penerbangan bersamanya. Venus mengaku bahwa kala itu, sang pilot memuji postur darinya sembari menyentuh beberapa bagian tubuh Venus, seperti dada, pinggang, dan bokongnya.

Venus Fung. Sumber: ABS-CBN News

Venus tidak bisa memberikan perlawanan karena ia mengatakan bahwa dirinya sangat marah namun bingung dengan apa yang harus ia lakukan. “Pada saat itu saya benar-benar marah, tetapi saya juga panik dan takut. Pikiran saya benar-benar kosong – saya tidak tahu apa yang harus dilakukan atau bagaimana harus bereaksi,” kenang Venus.

Dari contoh ini saja, satu hal yang patut dibenahi oleh pihak maskapai adalah pentingnya ‘kurikulum’ tentang bela diri para awak kabin – khususnya wanita. Selain itu, penggantian rok menjadi celana pun sempat disarankan oleh Dora Lai, pemimpin Serikat Penumpang Penerbangan Cathay Pacific dan seorang manajer kabin.

Baca Juga: Tingkat Pelecehan Seksual di Udara Meningkat, Dua Maskapai India Perkenalkan “Pink Rows”

“Hal ini semata-mata untuk mencapai kesetaraan gender dan semoga bisa meminimalisir pelecehan seksual terhadap awak kabin,” tutur Dora.

Guna meningkatkan keamanan awak kabin ketika bertugas, perlukah pihak maskapai memperbaiki regulasi yang ada tentang outfit yang digunakan oleh mereka? Atau mungkin penambahan ‘kurikulum’ bela diri?

Lagi, Imigran Cilik Asal Guatemala Meninggal di Perbatasan El Paso

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS memerintahkan pengujian medis baru pada semua anak yang berada di dalam tahanannya. Keputusan ini diambil menyusul tewasnya seorang bocah berusia 8 tahun asal Guatemala yang tertangkap ketika tengah melintasi daerah perbatasan di dekat El Paso, Texas. Arahan ini menandakan pemeriksaan medis sekunder pada anak-anak yang berada di dalam lembaga perawatan – termasuk anak di bawah umur tanpa pendamping dan mereka yang tiba sebagai bagian dari unit keluarga.

Baca Juga: Gadis Kecil Usia 5 Tahun Tertinggal di Bandara Setelah Keluarganya Pulang Berlibur

Komisaris Kevin McAleenan mengatakan bahwa arahan ini akan menitikberatkan pada anak di bawah 10 tahun. “Ini adalah kerugian yang tragis. Atas nama Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, kami menyampaikan rasa simpati yang terdalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan,” kata Kevin McAleenan, dikutip KabarPenumpang.com dari laman dailyherald.com (26/12/2018).

Kematian bocah pada malam Natal tersebut menjadi kasus kematian kedua dalam kurun waktu bulan Desember ini, yang melibatkan seorang anak imigran dalam tahanan federal. Penyebab dari kematian bocah malang ini hingga kini masih belum diketahui. Namun jika dirunutkan berdasarkan timeline-nya, bocah ini ditangkap pada tanggal 18 Desember 2018 sekitar pukul 13.00 waktu setempat bersama dengan ayahnya.

Mereka berdua ditangkap 3,29 mil sebelah barat dari Pelabuhan Paso Del Norte, dekat El Paso – tempat masuk ilegal. Setelah dilakukan pembekukan di lapangan, keduanya ‘diangkut’ menuju entry point pada pukul 16.39 waktu setempat.

Di dalam fasilitas penahanan tersebut, keduanya disuguhi makanan hangat, jus, makanan ringan, dan air mineral, seiring dengan enam pemeriksaan kesejahteraan yang dilakukan oleh petugas. Lalu pada tanggal 20 Desember 2018, mereka berdua dipindahkan menuju Stasiun Patroli Perbatasan El Paso dan mendapatkan fasilitas yang sama – bedanya hanya jumlah pemeriksaannya saja, 17 pemeriksaan kesejahteraan.

Baca Juga: Akibat Ibu Asik Main Ponsel, Anak Jatuh Diantara Peron dan Rel

Dua hari berselang, kedua orang ini kembali dipindahkan menuju stasiun perbatasan Alamogordo, New Mexico dan di sinilah kondisi si bocah mulai mengalami penurunan. Pada tanggal 24 Desember 2018, bocah ini batuk-batuk dan dirujuk menuju rumah sakit dan diresepkan antibiotik dan ibuprofen. Namun karena minimya tenaga medis di sana, akhirnya bocah malang ini akhirnya meninggal.

Sebelumnya, seorang bocah 7 tahun berjenis kelamin perempuan asal Guatemala dinyatakan meninggal pada awal bulan Desember kemarin.

Mendapat Banyak Ulasan Positif, Sense Hotel Seminyak Raih 2 Penghargaan dari Agoda

Sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di dunia, bukan hal yang aneh jika Bali memiliki segudang hotel dengan beragam varian – mulai dari penginapan ala backpacker hingga hotel berbintang sekalipun. Ngomong-ngomong soal hotel berbintang, Sense Hotel Seminyak baru saja menyabet penghargaan dari perusahaan yang menyediakan layanan reservasi properti hotel atau resor secara online, Agoda. Tidak tanggung-tanggung, hotel bintang 4 ini mengantongi dua penghargaan sekaligus.

Baca Juga: Aston Pluit Hotel & Residence, Tawarkan Menu Istimewa di Periode November – Desember 2018

Adalah Agoda Gold Circle dan Customer Review Awards 2018, dua penghargaan yang berhasil dibawa pulang oleh Sense Hotel Seminyak. Dua pencapaian bergengsi ini tidak lepas dari pelayanan luar biasa terhadap pelanggan, keunggulan dari segi harga dan ketersediaan, hingga penilaian pelanggan bernilai tinggi dari 22 juta ulasan di Agoda. Sorotan ulasan para tamu sejalan dengan standar Sense Hotel Group – induk perusahaan dari Sense Hotel Seminyak – yang memberikan indikasi yang jelas tentang standar kualitas layanan yang tinggi.

Dua penghargaan ini juga mencerminkan kepercayaan dan loyalitas para pelanggan Sense Hotel Seminyak, dimana tidak bisa dipungkiri, persaingan di sektor perhotelan dewasa ini semakin ketat dan standar yang semakin tinggi. “Ini juga merupakan penghargaan bagi semua staf yang bekerja sangat keras untuk memastikan bahwa para tamu memiliki liburan yang sempurna,” tutur General Manager Cluster Sales of Sense Hotel Group, Budhiwijaya.

“Kami merasa terhormat untuk menerima penghargaan penting ini dan kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Agoda dan semua tamu tercinta kami untuk memberikannya kepada Sense Hotel Seminyak,” lanjut Budhiwijaya. Ia juga menambahkan, tim yang berada di bawah naungannya selalu mengingat bahwa hadiah terbesar bagi mereka adalah kenyamanan dan kepuasan para pelanggan.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, hotel ini terletak di salah satu spot yang sangat strategis di Bali, yaitu di kawasan Seminyak. Sense Hotel Seminyak sendiri memiliki 70 kamar dan suite mulai dari 25 hingga 41 meter persegi, masing-masing dilengkapi dengan perabotan modern dan elemen arsitektur tradisional Bali yang akan memberikan pelanggan pengalaman tinggal yang sederhana namun berkesan.

Baca Juga: Lama Tak Terpakai, Gerbong Tua Ini Disulap Jadi Kamar Hotel Mewah

Di Pulau Dewata, Sense Hotel Group mengoperasikan tiga hotel berbintang 4 yang bisa Anda pilih – Sense Hotel Seminyak, Sense Seminyak Boutique Hotel dan Sense Lagoon Canggu Beach. Ini merupakan pilihan yang cocok bagi Anda untuk menghabiskan waktu liburan akhir tahun bersama orang-orang tercinta!

Bus Dibajak, Lima Orang Pejalan Kaki Tewas Tertabrak

Sebanyak lima orang tewas dan 21 lainnya luka-luka setelah sebuah bus di Fujian, Cina Timur menabrak pejalan kaki pada hari Natal 25 Desember 2018. Bus tersebut menabrak pejalan kaki saat dibajak oleh seseorang yang kini sudah diamankan dan tengah diselidiki oleh pihak kepolisian setempat.

Baca juga: [Video] Penumpang dan Pengemudi Bertengkar, Bus Terjun Bebas ke Sungai

KabarPenumpang.com melansir dari laman japantimes.co.jp (25/12/2018), pembajakan bus itu terjadi pukul 15.20 di kota Longyan. Pelaku pembajakan menyerang seorang penumpang wanita sebelum mengambil alih atas bus. Kemudian, setelah pelaku mengambil alih bus, perjalanan menjadi tidak semestinya dan kemudian menabrak pejalan kaki di Longyang.

Seorang polisi yang tengah berada disitu ikut menjadi korban tewas setelah tertabrak bus. Kemudian dalam sebuah video yang diunggah oleh salah satu kantor berita di Cina, terlihat beberapa orang berbaring dijalan dekat bus yang menabrak. Bus juga terlihat rusak parah dibagian depannya.

Tak hanya itu, di tangga bus darah juga terlihat mengalir. Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengamankan pelaku pembajakan yang membawa pisau dan menahannya. Tersangka masih dalam identifikasi dan pihak keamanan masih belum mau berkomentar akan peristiwa nahas tersebut.

Selain pembajakan bus yang mengakibatkan pejalan kaki tewas, pada akhir November 2018, sebuah mobil menabrak sekelompok anak-anak yang tengah menyeberang dari sekolah dasar di Liaoning timur laut. Akibatnya ada lima anak tewas dan sekitar 18 luka-luka.

Pengemudi yang diamankan mengaku memilih korban secara acak dan mempertimbangkan untuk melakukan bunuh diri setelah adanya masalah rumah tangga. Awal bulan itu, sekitar 15 orang tewas ketika sebuah bus jatuh dari sebuah jembatan di kota Chongqing barat daya, setelah pengemudi berkelahi dengan seorang penumpang yang kelewatan halte busnya untuk turun.

Baca juga: Diserang Pitbull di Bus, Pria Difabel Gugat Departemen Transportasi di New Mexico

Untuk diketahui, kecelakaan mobil kerap kali terjadi di Cina sehingga otoritas transportasi telah berjuang untuk menegakkan peraturan keselamatan yang sering dilanggar. Kejahatan dengan kekerasan juga meningkat di Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir karena kesenjangan antara kaya dan miskin melebar dengan cepat. Studi juga menggambarkan peningkatan prevalensi gangguan mental, beberapa dari mereka terkait dengan stres karena laju kehidupan menjadi lebih cepat dan sistem pendukung yang memudar.

Dua Drone Misterius Hantui Bandara Gatwick London, Ratusan Penerbangan Terpaksa Dibatalkan

Puluhan ribu penumpang terdampar selama hampir 24 jam di Bandara Gatwick London dan sebanyak 657 dari 760 penerbangan terjadwal dibatalkan. Bukan disebabkan karena persoalan teknis di bandara, hal  tersebut justru dikarenakan munculnya drone misterius yang terus terbang didekat bandara sehingga Bandara Gatwick, yang dikenal sebagai bandara kedua tersibuk kedua di Inggris mengalami kekacauan total.

Baca juga: Ternyata Drone Dilarang di Negara-Negara Ini

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman vox.com (20/12/2018), penampakan drone misterius itu terjadi pada Rabu (19/12/2018) sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Awalnya dua drone terlihat terbang di dekat landasan dan penerbangan mau tak mau harus ditangguhkan.

Kemudian pihak bandara mulai berusaha membuka kembali secara singkat sekitar jam 03.00 pagi tetapi kembali tutup karena 45 menit kemudian ada drone yang mendekati bandara. Pada Kamis tengah hari, setelah ditemukan drone kembali, bandara akhirnya tutup.

Diketahui dari seorang wartawan yang berada di lokasi mengatakan, drone selalu muncul setiap otoritas bandara mencoba untuk membuka kembali penerbangan. Bahkan kekacauan ini berlanjut hingga esok hari dan pihak bandara mengatakan kepada penumpang untuk tidak datang.

Akibat drone misterius, pihak militer Inggris dipanggil untuk membantu dan mengerahkan peralatan khusus dalam menangani situasi tersebut. Ini membuat mimpi buruk perjalanan puluhan ribu penumpang yang terbang dari Bandara Gatwick untuk berlibur.

Ini adalah jenis kekacauan yang serius dan telah isu ini telah diperingatkan para pakar keamanan selama bertahun-tahun. Fakta bahwa hanya satu atau dua pesawat tak berawak yang mampu sepenuhnya menutup bandara terbesar kedua di Inggris mungkin tampak memukau bagi kebanyakan orang, tetapi situasi yang tepat yang diingatkan oleh pakar keamanan dapat terjadi selama bertahun-tahun.

“Ini mudah dilihat. Kami beruntung bahwa insiden ini tidak jauh lebih buruk, dan skenario hasil yang lebih buruk sayangnya juga mudah dilihat,” kata Peter Singer, ahli strategi dan senior di think tank Amerika Baru di Washington dan seorang ahli terkemuka di teknologi drone.

Pada tahun 2016, Toby Harris, seorang politisi Inggris di Partai Buruh, mempelopori ulasan independen yang melihat kesiapan London dalam hal serangan teroris. Ulasan itu menyoroti potensi drone untuk digunakan untuk mengganggu penerbangan.

Menanggapi krisis Bandara Gatwick, Harris mengatakan bahwa telah ada “kepuasan” terhadap drone dan meminta pemerintah untuk menggunakan teknologi saat ini yang mengirim drone kembali ke pengirim atau membuatnya dapat dijatuhkan secara paksa.

Baca juga: Bawa Drone Saat Melancong? Jangan Lupakan Tips Ini

“Hampir tidak ada apa pun di pasar kontra drone yang bekerja pada dua atau lebih drone sekaligus. Dan dari sistem yang disebut mampu menangani itu, tidak ada verifikasi independen yang dapat ditunjukkan oleh Pusat Studi Drone,” kata Kelsey Atherton, seorang penulis teknologi.

Fakta bahwa teknologi anti drone telah gagal mengimbangi penyebaran drone mengejutkan di seluruh dunia, apa yang terjadi di Bandara Gatwick kini menjadi pembahasan serius pada isu keamanan di bandara-bandara seluruh dunia, dimana sudah seharusnya setiap bandara memiliki sistem anti drone jamming.