Bersanding Dengan Trans-Siberia, Rusia Siap Bangun Jaringan Kereta Cepat Moskow-Kazan!

Jika ditanya soal perkeretaapian Rusia, mungkin hal pertama yang langsung terbesit di pikiran Anda adalah jalur Trans-Siberia yang terkenal akan sebuah perjalanan epik dengan panjang jalur melebihi angka 9.000km. Namun itu dulu, kini mata dunia tengah tertuju pada evolusi sistem perkeretaapian Moskow – Kazan yang akan diproyeksikan menjadi jaringan kereta cepat. Adapun perkiraan jalur yang digunakan untuk jaringan kereta cepat ini mencapai 700 km.

Baca Juga: Jepang dan Rusia Sepakat Kembangkan Jalur Kereta Kargo Trans-Siberia

Adapun ide di balik pembangunan jalur kereta cepat ini sudah digaungkan pada tahun 2009 silam, dan itu diyakini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan inovasi industri dan mobilitas penduduk di sepanjang rute jaringan tersebut. “Rencana awal adalah agar jalur diperpanjang ke Yekaterinburg pada tahun 2030 dengan tujuan akhir untuk menyelesaikan jalur sepanjang 7.000 km yang menghubungkan Moskow dan Beijing,” ujar Ivan Kondratenko, konsultan analis di Frost & Sullivan, dikutip KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (5/12/2018).

Dalam pembangunannya, pihak Rusia mendapatkan bantuan pendanaan dari China Railway International Group pada tahun 2016 silam dengan nominal US$6,2 miliar atau yang setara dengan Rp90,2 triliun – namun dikarenakan hubungan bisnis, maka ada syarat yang diberlakukan oleh pihak Cina.

“Salah satu syarat utama dari pihak Tiongkok adalah menggunakan teknologi dan peralatan mereka untuk pembangunan. Karena kemampuan lokal yang kurang berkembang dan kurangnya akses ke teknologi Barat, rekan-rekan Rusia setuju dengan kondisi ini,” terang Ivan.

Adapun pendanaan total dari proyek kereta cepat Moskow – Kazan di tahun 2018 ini mencapai angka US$25 atau yang sekira Rp363,7 triliun. Jalur ini sendiri diperkirakan akan melayani sekitar 10,5 juta penumpang pada tahun pertama pengoperasiannya, dengan kapasitas penumpang diperkirakan mencapai 20 juta per tahun pada 2035, dan terus mengalami peningkatan hingga angka 25 juta per tahun pada 2050. Akumulasi para ahli mengenai pembangunan jaringan kereta cepat ini diperkirakan rampung pada tahun 2030 mendatang.

Baca Juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun

Kelak, armada yang mengular dijaringan kereta cepat Moskow – Kazan ini akan beroperasi di kecepatan 360km/jam, dengan kecepatan maksimum mencapai 440km/jam.

 

“Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” Resmi Diluncurkan, Inilah Paras Ayu Pramugari dengan Seragam Klasik

Garuda Indonesia mulai hari ini (7/12) resmi melayani penerbangan dengan tajuk “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” yang ditandai dengan pengoperasian penerbangan pertama vintage flight tersebut pada nomor penerbangan GA304 rute Jakarta – Surabaya.

Baca juga: Fotonya Viral di Facebook, Inilah Reaksi Pramugari Cantik AirAsia

Melalui layanan penerbangan “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience,” pengguna jasa dapat merasakan pengalaman penerbangan yang berbeda melalui kehadiran atribut seperti seragam pramugari tempo dulu dan brand livery yang mengadaptasi tema “Garuda Indonesia Classic Brand

Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Bambang Adisurya Angkasa yang ikut serta pada penerbangan tersebut mengungkapkan bahwa, “Sejalan dengan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan layanan, khususnya pengalaman penerbangan pengguna jasa, maskapai nasional Garuda Indonesia terus melakukan terobosan terbaru yang salah satunya dilakukan dengan menghadirkan nuansa”Vintage” pada layanan penerbangan bertajuk “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”.

“Pada vintage flight hari ini kami juga menghadirkan nuansa vintage pada inflight meals dengan menghadirkan pilihan snack tempo dulu berupa “Roti Bluder” yang telah dikenal sebagai kudapan khas Madiun tempo dulu,” papar Capt. Bambang

Mengangkat tema “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”, pengguna jasa dapat merasakan nuansa penerbangan di ditahun 1970-1980 an melalui kehadiran awak kabin dengan seragam klasik ciptaan perancang terkenal dari Jepang – Hanae Mori – yang digunakan pada era tersebut. Tidak hanya itu, atribut klasik diterjemahkan melalui pengoperasian armada Boeing 737-800NG yang menggunakan classic livery.

Baca juga: Terobsesi Tayangan Video Porno, Penumpang Ini Bugil dan Lecehkan Pramugari di Kabin

Adapun layanan penerbangan “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” tersebut mulai dapat dinikmati pengguna jasa pada periode 7 – 17 Desember 2018 pada jam tertentu di sejumlah rute penerbangan yang dilayani Garuda Indonesia seperti rute :

1. Jakarta – Balikpapan pp I GA566 & GA569
2 . Jakarta – Surabaya pp I GA304 & GA309
3 . Jakarta – Singapura pp I GA846 & GA847

Uni Emirat Arab Canangkan Proyek Kereta Peluru Bawah Laut Menuju India

Biro Penasihat Nasional Uni Emirat Arab baru saja mengusulkan pembangunan kereta peluru bawah laut yang akan menghubungkan Mumbai, India dengan Fujairah. Adapun jarak yang terbentang di antara dua titik ini adalah sejauh 2.000 km dan diperkirakan dapat ditempuh hanya dalam waktu dua jam perjalanan saja. Mendengar kata bawah laut, mungkin reaksi yang nantinya ditimbulkan oleh penumpang beragam, ya! Bisa jadi mereka excited atau mungkin mereka ketakutan.

Baca Juga: Sokong Sektor Pariwisata, Cina Siap Hadirkan Kereta Peluru dengan Terowongan Bawah Laut

Dalam sebuah video yang diunggah oleh pihak Uni Emirat Arab di jejaring sosial Youtube bulan November silam, tampak gambaran kasar dari proyek kereta bawah laut tersebut. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman futurism.com (5/12/2018), nantinya jalur kereta peluru bawah laut ini akan ditompa oleh sebuah pipa tabung panjang.

Pada awalnya, wacana tentang menghadirkan kereta peluru bawah tanah terdengar benar-benar tidak masuk akal – bahkan Direktur Biro Penasihat Nasional, Abdulla Alshehhi mengatakan bahwa ide tersebut masih hanya sebatas konsep yang perlu dieksplorasi lebih lanjut lagi dalam studi kelayakan yang akan datang. Namun mengingat perkembangan jaman, kereta bawah laut ini bukanlah yang pertama kali hadir di dunia.

Pemerintah Cina juga pernah mengeksplorasi konsep kereta bawah laut peluru pada tahun 2005 silam. Bulan November lalu, Pemerintah Negeri Tirai Bambu menyetujui kereta api yang akan menghubungkan kota Ningbo ke sebuah pulau bernama Zhoushan. Kereta peluru itu akan melakukan perjalanan bawah air selama lebih dari 16km dari perjalanan sejauh 77 km.

Semisal proyek pembangunan jalur kereta bawah laut ini rampung kelak, Abdulla Alshehhi berharap dapat meningkatkan mobilitas antara dua negara ini, tidak hanya penumpang melainkan juga dengan sektor perdagangannya. Ia juga memprediksi kedua negara akan menggunakan jalur transit yang futuristik ini sebagai jalur ekspor impor minyak, hingga sumber daya alam lain yang tidak dimiliki oleh kedua negara.

Baca Juga: Kalah Efisien dengan Jalur Laut, Kelanjutan Proyek Kereta ‘Jalur Sutera’ Dipertanyakan

Untuk masalah armada, pihak Uni Emirat Arab belum menentukan lebih jauh lagi tambatan hatinya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, ada dua negara yang terkenal akan kereta pelurunya ini – Jepang dan Cina.

 

 

Tingkatkan Kenyamanan Penumpang, PT KAI Usulkan KRL Kelas Premium

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mengusulkan kepada Pemerintah untuk bisa mengoperasikan satu kelas tambahan untuk Commuter Line (KRL Jabodetabek), yaitu kelas Premium. Melalui Direktur Keuangan PT KAI, Didiek Hartantyo, PT KAI menyebutkan bahwa usulan ini sebagai bentuk kompensasi atas berbagai proyek infrastruktur yang ditugaskan Pemerintah kepada PT KAI.

Baca Juga: Inilah 10 Perilaku Penumpang yang Mengesalkan di KRL Jabodetabek

“KAI harapannya kalau diberi penugasan proyek infrastruktur transportasi, diberi kompensasi bisnis yang lebih menguntungkan. Karena infrastruktur ini kan jangka panjang. Misalnya sekarang KRL, kita sedang upayakan kereta yang sifatnya premium,” ujar Didiek, dikutip KabarPenumpang.com dari laman Liputan6.com (4/12/2018).

Seperti yang diketahui bersama, saat ini KRL yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), semuanya mendapatkan subsidi dari Kementerian Perhubungan. Kelak, premi KRL ini tak akan disubsidi. Dengan kata lain, tarifnya jelas akan melambung.

Sebagai salah satu tulang punggung transportasi di Jakarta – dengan rataan 1 juta penumpang setiap harinya, Didiek beranggapan bahwa sudah saatnya KRL meningkatkan layanannya. Karena pada dasarnya, para penumpang KRL ini tidaklah berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah saja. Maka dari itu, Didiek menyebutkan tidak semua penumpang KRL membutuhkan subsidi.

“Tidak semua orang butuh subsidi, seperti dari BSD atau Bekasi, tarifnya misal Rp 15 ribu sekali jalan tapi kepadatannya tidak seperti sekarang. Memang ciri Komuter itu padat seperti sekarang, tapi kalau kita bisa beri kenyamanan lebih, kenapa tidak?” terangnya.

Lanjut Didiek, usulan ini telah disampaikan ke Kementerian Perhubungan, hanya saja sampai sekarang masih menunggu pertimbangan dari Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Usulan ini harapan kami bisa menjalankan bisnis yang lebih menguntungkan sebagai bentuk kompensasi atas berbagai proyek infrastruktur yang ditugaskan pemerintah kepada perusahaan kami,” ujar Didiek.

“Memang sudah ada sejak awal 2018, kita sudah sampaikan ke Kemenhub, bahkan Pak Menteri sudah setuju. Sekarang proses di Direktorat Jenderal Perkeretaapian,” tandasnya.

Baca Juga: KRL Jabodetabek Dulu dan Sekarang

Tidak bisa dipungkiri, hadirnya tarif subsidi di KRL Jabodetabek berimbas pada penuh sesaknya armada tersebut – terutama dikala jam sibuk. Diharapkan dengan disetujuinya usulan ini, maka para penumpang bisa lebih nyaman berkendara bersama KRL Jabodetabek, kendati harganya akan jadi lebih mahal.

 

 

Pramugari Singapore Airlines Tak Layani dengan Baik, Blogger Utarakan Kekecewaan

Terbang dengan kelas bisnis, tentu jadi idaman setiap orang, terlebih pada penerbangan dengan durasi lebih dari empat jam. Bagi maskapai papan atas, mampu melayani penerbangan jarak jauh non stop adalah suatu kebanggaan tersendiri, misalnya Singapore Airlines yang memiliki penerbangan jarak jauh dari Singapura menuju ke Los Angeles. Suatu penerbangan lintas samudera yang ditempuh langsung selama 16 jam.

Baca juga: Singapore Airlines Terbangkan Perdana A350-900 ULR ke New York

Seperti dilansir KabarPenumpang.com dari laman coconuts.co (2/12/2018), seorang blogger justru merasa kecewa saat menggunakan kelas bisnis pada penerbangan maskapai Singapore Airlines tersebut. Matthew Klint, menulis di blognya Live and Let Fly dan menyoroti bagaimana salah satu maskapai yang dicintai di dunia ini memiliki layanan yang buruk dalam penerbangannya. Klint mengutip Sir Isaac Newton saat menggambarkan dirinya berada dalam penerbangan non stop 16 jam dari Singapura ke Los Angeles di kelas bisnis.

“Sebuah objek saat istirahat tetap beristirahat, karena setiap tindakan ada reaksi yang sama dan berlawanan, dan layanan di Singapore Airlines selalu menakjubkan,” tulis Klint dalam blognya.

Dia mengatakan saat melakukan perjalanan tersebut, Klint bertemu dengan seorang pramugari yang dipanggil Vivian. Menurut Klint, Vivian terus memutar matanya dan menghela nafas saat meletakkan berbagai macam barang untuk layanan makanan pertama. Vivian juga dilaporkan membawa koktail favorit semua orang yang memiliki rasa seperti obat di nampan minumannya.

“Lupakan memanggil saya dengan nama, dia bahkan tidak bisa diganggu untuk mendengus lebih dari beberapa suku kata pada suatu waktu,” tulis Klint lagi.

Klint menebak bahwa Vivian mungkin mengalami hari yang buruk karena cemberutnya, dia menghadapi masalah yang sama dengan Vivian pada layanan makanan keduanya. Klint melanjutkan kritiknya pada kursi di kelas bisnis yang dirasa terlalu keras.

Diketahui, bahwa penerbangan tersebut menggunakan pesawat yang terbilang tua, Airbus A340-500 dalam konfigurasi kursi kelas bisnis 1-2-1. Klint sejak itu menulis kepada Singapore Airlines, tetapi belum pernah menerima balasan sejak insiden itu terjadi.

“Meskipun saya memegang Singapore Airlines dengan standar yang lebih tinggi, saya akan merasa terkejut karena hal ini terjadi pada operator AS. Aku benar-benar tidak percaya betapa dia tidak bersahabat,” kata Klint.

Baca juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch

Dia mengatakan dia tidak akan pernah pergi keluar untuk terbang di Singapore Airlines lagi. Sebagai tanggapan terhadap blogger, beberapa komentator menuduhnya mencoba bermain kaisar, dengan pengguna forum SGTalk rat28 menuduh Klint menginginkan pramugari berlutut di hadapannya. Pengguna forum lain, Bacon Emperor, mengatakan bahwa Klint berusaha bertindak superior pada penerbangan.

Singapore Airlines menduduki peringkat maskapai terbaik dunia tahun ini menurut Skytrax World Airline Awards.

Wings Air Resmi Buka Rute Makassar – Maumere – Labuan Bajo dengan ATR-72

Mulai 5 Desember 2018, Wings Air membuka penerbangan langsung dari Makassar, Sulawesi Selatan ke dua tujuan wisata di wilayah Nusa Tenggara Timur, yaitu Maumere dan Labuan Bajo. Frekuensi terbang masing-masing satu kali setiap hari. Untuk rute tersebut, Wings Air mengoperasikan pesawat jenis turboprop jenis ATR 72-500 atau ATR 72-600 yang berkapasitas 72 penumpang dalam kelas ekonomi.

Baca juga: Layani Pasar Bengkulu Utara, Wings Air Buka Penerbangan ke Mukomuko

Wings Air (kode penerbangan IW), lepas landas 06.00 WITA dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) bernomor IW-1940. Pesawat tiba di Bandar Udara Frans Seda, Maumere, NTT (MOF) pukul 07.20 WITA.

Kemudian Wings Air berangkat dari Maumere menuju Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo (LBJ) pukul 07.45 WITA. Penerbangan ini menggunakan nomor IW-1960 dan mendarat pukul 08.40 WITA. Wings Air menawarkan rute baru selanjutnya yaitu Labuan Bajo ke Lombok. Pesawat bernomor IW-1967 bertolak dari Labuan Bajo pukul 09.00 dan tiba di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok (LOP) pukul 10.20 WITA.

Untuk penerbangan sebaliknya, Wings Air nomor IW-1966 mengudara dari Lombok pukul 13.55 WITA dan mendarat di Labuan Bajo pada 15.10 WITA. Layanan selanjutnya adalah Wings Air IW-1961 berangkat dari Labuan Bajo pukul 15.30 WITA dan tiba pada 16.25 WITA di Maumere. Kemudian, dari Maumere Wings Air lepas landas pukul 16.45 WITA bernomor IW-1941 dan waktu kedatangan di Makassar dijadwalkan pukul 18.20 WITA.

Baca juga: Wings Air, Akhirnya Buka Penerbangan ke Karimunjawa dari Semarang

Rute baru ini mempunyai keunggulan bagi travelers dan business, yaitu dapat transit terlebih dahulu untuk menghabiskan waktu liburan atau bisnis di kota-kota tersebut. Hingga kini, Wings Air telah terbang ke 118 destinasi dalam dan luar negeri. Untuk jaringan regional, sudah melayani ke Kuching, Malaysia. Wings Air memiliki frekuensi yang mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari dengan didukung 64 pesawat ATR 72-500/ 600.

Mercedes Benz Pamerkan Desain Moda Futuristik yang Mampu Angkut Penumpang dan Kargo

Raksasa otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz menjadikan perhelatan IAA Commercial Vehicle Show yang dihelat pada 24 September hingga 1 Oktober 2018 kemarin sebagai ajang untuk memamerkan visi perusahaan tentang menghadirkan moda transportasi perkotaan masa depan, yang digadang-gadang dapat berubah bentuk menjadi van, minibus, atau truk pengangkut palet sekalipun. Konsep Urbanetic yang coba ditawarkan oleh perusahaan menjamin moda ini akan sepenuhnya beroperasi secara otonom.

Baca Juga: Inilah Citaro, Primadona Bus Listrik Besotan Mercedes Benz

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman smmt.co.uk, moda yang memiliki desain unik ini – menurut perusahaan, telah berjalan jauh melampaui ide-ide gila yang ada pada kendaraan otonom lainnya. Perusahaan juga menggaungkan bahwa moda ini akan menghilangkan pemisahan antara transportasi barang dan orang yang bergerak.

Moda ini sendiri menggunakan sasis yang dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menangkut berbagai jenis benda, atau moda ini juga dapat dijadikan alat mobilitas penumpang yang memiliki kapasitas angkut yang cukup besar. Jika tengah digunakan sebagai moda pengangkut penumpang, maka Vision Urbanetic ini mampu memboyong 12 orang sekaligus.

Sedangkan ketika dijadikan moda pengangkut barang, Vision Urbanetic mampu mengangkut hingga 10 palet EPAL. Ruang untuk kargo seluas 3,7m ini dinilai ‘serasi’ dengan ukuran kendaraan secara keseluruhan yang mencapai panjang 5,14m.

Body dari Vision Urbanetic ini sendiri dapat diubah secara manual maupun otomatis – dimana pihak Mercedes Benz mengklaim bahwa hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk mengubah fungsi dari moda ini secara otomatis, dari angkutan kargo menjadi penumpang atau sebaliknya.

Fitur driverless yang ditawarkan oleh Mercedes Benz memungkinkan perusahaan untuk menghilangkan kabin pengemudi dan memaksimalkannya menjadi ruang tambahan untuk penumpang atau kargo. Sebagai informasi tambahan, Vision Urbanetic ini juga bisa bepergian tanpa body lho – hanya bermodalkan sasis saja, karena pada dasarnya ini adalah moda otonom.

Baca Juga: Canggih, Mercedes Benz Marco Polo Campervan Dilengkapi Voice Recognition!

Konsep baru ini juga menampilkan infrastruktur IT yang menganalisis secara real time pasokan dan permintaan baik penumpang maupun barang dalam area yang sudah ditentukan sebelumnya. Menurut pihak Mercedes Benz, ide awal dari pengadaan moda ini adalah ketika mereka bermimpi untuk menghadirkan sebuah moda transportasi yang mampu menangkut banyak penumpang tanpa harus menghabiskan ruang di jalanan.

 

Gigit Polisi dan Penumpang di Kereta Api, Remaja Pria Diganjar 60 Jam Kerja Tanpa Bayaran

Melakukan pekerjaan tanpa bayaran sebagai sebuah hukuman atau sanksi, bisa saja di jatuhkan kepada orang-orang yang melanggar aturan dan membuat keributan di suatu ruang publik. Hukuman seperti ini baru saja dilayangkan pada seorang remaja pria berusia 18 tahun karena menggigit seorang penumpang dan petugas kepolisian.

Baca juga: Akibat Kabel Charger, Kondektur Kereta Sampai Layangkan Bogem ke Penumpang

Insiden remaja menggigit penumpang dan polisi tersebut terjadi di dalam kereta antara Ipswich dan Norwich. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman eadt.co.uk (4/12/2018), remaja bernama Marcus Haxell berasal dari Rede Way di Great Cornard dan kemudian menggigit lengan serta jari Andrew Barrow yang merupakan seorang polisi dan meninju wajahnya.

Saat itu Barrow akan melerai keributan antara Haxell dengan temannya saat mereka bepergian menggunakan kereta pada Minggu (5/8/2018) lalu pukul 21.47 malam waktu setempat. Polisi itu naik kereta itu dari Stasiun Stowmarket tempat Haxell mulai kehabisan napas dan menolak meninggalkan kereta sampai akhirnya dia menggigit PC Donna Jackson teman yang pergi bersamanya.

Di pengadilan, Haxell mengakui melakukan serangan tersebut sebelum hakim David Allan mengatakan, remaja tersebut memiliki masalah kesehatan mental jangka panjang. Ini berkontribusi terhadap perilakunya dan baru mulai ditangani sejak kejadian Haxell menggigit teman dan seorang polisi.

Karena masalah ini, Haxell mau tak mau harus bekerja sukarela tanpa dibayar selama 60 jam kemudian harus mengikuti kegiatan rehabilitasi selama 25 hari serta membayar kompensasi sebesar £100 untuk setiap korban.

Beberapa waktu lalu juga, adu jotos terjadi antar dua orang penumpang di dalam kereta api Hammersmith yang melaju melalui East London menuju Barking. Keduanya ribut karena salah satu diantaranya menyebutkan rasis kepada seorang teman perempuannya.

Baca juga: Akibat Adu Mulut di Dalam Kereta, Berlanjut Adu Jotos di Peron

Adu jotos tersebut tidak hanya terjadi di dalam kereta, saat berhenti di Stasiun West Ham, wanita tersebut turun bersama temannya dan mendengar kembali kata-kata rasis. Kemudian pria yang tidak senang teman wanitanya diganggu, melanjutkan pertengkaran mereka di peron. Hingga petugas keamanan datang, keduanya diamankan untuk diperiksa.

Kejadian keduanya direkam oleh seorang dokter gigi yang mengatakan, perbuatan keduanya benar-benar tidak dapat diterima dan memalukan. Sebab membuat ratusan orang berisiko dan menyusahkan yang lainnya.

MTR Hong Kong Siap Adopsi Integrated Speed and Position Supervision System Tahun Depan

Perusahaan pengelola kereta komuter di Hong Kong, MTR Corporation Limited, telah mulai menguji coba Integrated Speed and Position Supervision System (iSPS) baru, yang memungkinkan pemantauan kecepatan Light Rail Vehicles (LRV) secara real-time. Sistem ini dikembangkan guna meningkatkan keselamatan operasional LRV, dan rencananya dalam waktu dekat ini perusahaan akan menguji coba iSPS di tiga jalur LRV Tin Shui Wai.

Baca Juga: Alipay Siap Ganti Sistem Pembayaran MTR Hong Kong dengan Scan QR Code

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (30/11/2018), sistem ini dirancang oleh para insinyur MTR Hong Kong dengan menggabungkan teknologi Global Positioning System (GPS) dan Radio Frequency Identification (RFID). Selama beroperasi, iSPS akan mengirimkan koordinat dari LRV ke pusat kendali dengan memanfaatkan receiver GPS dan RFID reader, serta tag RFID yang dipasang di sepanjang area lintasan.

Dengan kata lain, ini akan menggunakan jaringan komunikasi mobile untuk menyampaikan informasi secara real-time. Tahun lalu, MTR Hong Kong telah menerima hak paten untuk penggunaan sistem iSPS ini dari Intellectual Property Department Pemerintahan SAR Hong Kong.

“Kami telah bekerja keras untuk meningkatkan kinerja keselamatan. Sistem iSPS ini akan membantu meningkatkan tidak hanya efisiensi operasi LR tetapi juga kewaspadaan masinis,” ujar salah satu pihak MTR Hong Kong.

“Kami juga akan terus mengeksplorasi langkah-langkah lain yang mampu meningkatkan kesadaran publik tentang keselamatan kereta api,” imbuhnya.

Sedangkan menurut Kepala operasi MTR Wilayah Barat Cheung Chi-keung, pihaknya selama ini telah melayani lebih dari 500.000 perjalanan penumpang per hari di Tuen Mun, Yuen Long, dan Tin Shui Wai, “dimana LRV berjalan di beberapa bagian jalur yang dibagi dengan pengguna jalan lainnya,”

Baca Juga: Melancong ke Hong Kong? Jangan Lupa Octopus Card

Selain mampu untuk menyediakan kecepatan dan posisi kereta api secara real-time, sistem iSPS juga digadang-gadang dapat digunakan untuk mengingatkan masinis kereta untuk menjalankan beberapa tugas platform, serta mengeluarkan pemberitahuan lain saat melewati persimpangan atau kelokan tertentu.

Pihak MTR Hong Kong sendiri berencana untuk memperkenalkan sistem iSPS ini di seluruh jaringan LRV secara progresif pada kuartal kedua tahun 2019 mendatang.

 

Dubes RI untuk Jerman Jajal Langsung Kereta Bertenaga Hidrogen

Penggunaan bahan bakar hidrogen tak pelak menjadi bentuk pencapaian penting pada teknologi kereta api. Dan bicara hidrogen pada kereta, Jerman dan Perancis kembali menjadi panutan utama, persisnya setelah Alstom, perusahaan engineering asal Perancis mengatakan telah menandatangani sebuah kesepakatan untuk mengirimkan 14 kereta sel berbahan bakar ke LNVG yang merupakan perusahaan kereta api di Negara Bagian Lower Saxony, Jerman.

Baca juga: Tahun 2021, Kereta Bertenaga Hidrogen Siap Mengular di Rel Jerman

Dan belum lama ini, Biro Pensosbud Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin, Jerman, merilis informasi bahwa Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno pada 4 Desember 2018 berkesempatan mencoba langsung kereta bertenaga hidrogen tersebut. Rute yang dilalui Dubes RI dan rombongan adalah Bremervӧrde – Buxtehude.

“Kereta hidrogen merupakan bukti nyata keberhasilan proyek kerja sama antara industri, pemerintah lintas negara, serta para pemangku kepentingan terkait di bidang teknologi ramah lingkungan dalam rangka pencegahan perubahan iklim,“, ujar Dubes Havas.

Rute Bremervӧrde – Buxtehude dilalui sepanjang 100 km, dengan kapasitas 150 pernumpang, kereta ini dapat melaju dengan kecepatan 140 km per jam.

Last but not least, kereta ini lebih nyaman dari kereta diesel. “Mulus jalannya, tidak berisik, jauh lebih nyaman dari (kereta) diesel“, komentarDubes Havas. Penumpang juga tidak perlu khawatir dengan kemampuan kereta hidrogen. Pada posisi fuel tank, kereta hidrogen dapat menempuh sampai dengan 1000 km, hampir sama dengan kereta diesel.

Selain ramah lingkungan, kereta hidrogen juga bebas dari masalah sosial. Bahan baku utama yang digunakan adalah hidrogen yang mudah didapatkan. Hidrogen dapat berasal dari gas alam, batubara, biomass, minyak, dan sumber sumber energi berkelanjutan seperti energi angin, matahari, geothermal dan hydroelectric.

Baca juga: Saingi Jerman, SINTEF Fokuskan Penggunaan Bahan Bakar Hidrogen di Norwegia

Selain telah dipesan oleh Jerman dan akan mengular pada tahun 2021, beberapa negara bagian lain juga menyatakan ketertarikannya, seperti Inggris, Belanda, Denmark, Norwegia, Italia dan Kanada. Bagaimana dengan Indonesia? Mungkin dari uji coba bersama Dubes RI ini bisa menjadi awal yang baik untuk proyek kereta hidrogen Indonesia di masa depan.