Setelah X-Ray, Kini Giliran Robot Patroli Hadir di Stasiun MRT Singapura

Belakangan ini, pengamanan pada prasarana transportasi di Singapura kian ketat, sebagai contoh adalah penggunaan X-ray bagi calon penumpang yang akan memasuki stasiun MRT (Mass Rapid Transit). Dan masih terkait pengamanan pada area stasiun, Land Transport Authority (LTA), sebagai otoritas yang berwenang mengatur transportasi darat di Singapura, telah memperkenalkan sosok robot untuk tugas patroli.

Baca juga: Antisipasi Serangan Teroris, Stasiun MRT Singapura Akan Dilengkapi Pemindai X-Ray

Dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (6/12), pihak LTA telah mengonfirmasi kehadiran satu unit robot patrol di Stasiun MRT Hougang. Status penggunaan robot ini masih dalam tahap uji coba, dimana LTA tengah mencoba alur navigasi dan kapabilitas pengawasan yang dapat dilakukan. “Di masa depan, penggunaan robot untuk patroli akan berpotensi menggantikan peran hadirnya petugas keamanan,” ujar juru bicara LTA.

Robot berwarna putih dengan tinggi 1,6 meter ini dikembangkan langsung oleh ST Engineering. Fitur yang melekat pada robot patroli ini adalah 7 unit kamera pengintai yang dapat memanta situasi 360 derajat. Untuk akurasi lokasi, robot ini juga dilengkapi GPS (Global Positioning System), plus beragam sensor seperti LIDAR (Light Detection and Ranging) dan laser tracker. Dalam tahap lanjutan, LTA menyebut robot akan punya kemampuan analisa video dan audio.

“Tahapan latihan kali ini akan memetakan potensi kehadiran robot yang diperlukan untuk menjamin keamanan di area transportasi publik,” kata pihak LTA. Sebagai konsol kendali ditempatkan pada unit kendaraan, yang di dalamnya operator dapat memanta lewat kamera, serta memungkinkan mengirimkan output data langsung ke Pusat Operasi LTA di Hampshire Road.

Sebelumnya, robot sejenis yang dioperasikan pihak Kepolisian Singapura telah dijajal kemampuannyua pada 33rd Asean Summit di Suntec Singapore International Convention and Exhibition Centre.

Baca juga: Bantu Penumpang Bawa Barang Hingga ke Gerbang, KLM Hadirkan Robot Care-E

Menurut Dr Rohan Gunaratna dari International Centre for Political Violence and Terrorism Research di S. Rajaratnam School of International Studies, pengetatan keamanan pada stasiun MRT menjadi isu yang dikedepankan Singapura setelah pada tahun 2010 lalu ditemukan peta Stasiun MRT Orchard di rumah seorang tersangka teroris yang tewas di Indonesia. Pada peta yang ditemukan, nampak posisi stasiun Orchard yang dilingkari.

Aniaya Awak Kabin, Penumpang Qantas Terpaksa Mendekam di Hotel Prodeo!

Seorang penumpang pria dijatuhi hukuman satu tahun kurungan setelah dirinya kedapatan ‘membanting’ tubuh seorang awak kabin pada penerbangan Qantas pada bulan April tahun 2017 lalu. Adalah Patrick Walters, seorang penumpang Qantas Airways rute Port Hedland – Brisbane yang menjadi tersangka dalam kasus ini, dimana dirinya dituduh menyerang seorang awak kabin bernama Karyn Dwyer.

Baca Juga: Ternyata, Qantas Airways Itu Merupakan Singkatan dari…

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (10/12/2018), pria berusia 48 tahun ini disinyalir berada di bawah pengaruh minum-minuman beralkohol ketika masuk ke dalam pesawat. Kala itu, Patrick tidak sendiri. Ia ditemani oleh seorang teman yang juga berada di bawah kendali alkohol. Namun karena kondisi teman Patrick ini lebih parah, maka dari itu pihak maskapai tidak mengijinkannya masuk.

Sempat terjadi perdebatan antara teman Patrick ini dan awak kabin yang bertugas kala itu. Tidak ingin melewatkan momen, Patrick langsung berinisiatif untuk mengeluarkan ponselnya dan berupaya untuk merekam perdebatan tersebut. Namun ketika hendak merekam, ia diperingati oleh Karyn Dwyer untuk tidak melakukan pengambilan gambar apapun selama berada di dalam kabin.

Karyn yang kala itu tengah berusaha direkam oleh Patrick berusaha untuk mengambil ponsel yang digunakan Patrick untuk merekam. Namun sial, Karyn malah didorong oleh Patrick hingga dirinya terpental ke belakang. Tidak diketahui secara pasti apakah ada luka serius yang dialami oleh Karyn, namun selama perjalanan, ia menghabiskan waktu di dalam ruang kokpit. Sementara itu, Patrick dan temannya ini terpaksa dikawal selama berada di dalam pesawat.

Ternyata kasus ini berbuntut hingga ke meja pengadilan. Pihak pengadilan Australia melalui Hakim Goetze mengatakan bahwa adanya indikasi tindak kekerasan pada kasus yang menyeret kedua orang mabuk ini dan tentu saja – ada hukuman yang siap menanti mereka berdua.

Baca Juga: Qantas Airways – The “Flying Kangaroo” Rajai Maskapai Teraman di Dunia

“Temuan saya adalah adanya tindak kekerasan … dan itu adalah jotosan,” tukas Hakim Goetze.

Menurut laporan dari laman sumber lain, Karyn sempat mengalami penganiayaan setelahnya, dimana Patrick sempat memukul bahu, pinggul, dan kepala Karyn. Sang awak kabin ini mengaku bahwa dirinya mengalami trauma jika harus berhadapan dengan penumpang pasca insiden tersebut. Patrick baru bisa memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat setelah melewati enam bulan kurungan.

 

Jijik! Penumpang British Airways Dapati Bangku Putrinya ‘Digenangi’ oleh Cairan Urin

Seorang penumpang British Airways mengklaim bahwa putrinya diberi tempat duduk yang berbau menyengat dan basah seperti terkena air seni selama penerbangan tujuh jam dari Roma menuju Bandara Internasional Logan di Boston via Bandara Internasional Heathrow di London pada 18 November 2018 silam. Alih-alih membersihkan tempat duduk yang tidak layak tersebut, pihak maskapai enggan melakukannya dengan dalih akan menunda jadwal penerbangan. Duh!

Baca Juga: British Airways Flight 9, Guratan Kelam Dunia Aviasi Akibat Abu Vulkanik

Adalah Ann Fretts, seorang warga Boston yang tengah terbang bersama anaknya ini yang menjadi korban dari tindakan kurang mengenakkan ini. Kepada media setempat, Ann menuturkan bahwa, “anak perempuan saya mengalami hari yang mengerikan di penerbangan bersama British Airways,” dikutip KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (9/12/2018).

“Bangku putri saya dibasahi oleh urin, pun dengan lantai dan dindingnya. Belum lagi baunya yang sangat menyengat,” tandas sang Ibu.

Ketika Ann memberitahukan kepada pihak awak kabin mengenai hal ini, pihak awak kabin pun tidak bisa menyangkal bahwa bau yang ditimbulkan dari bangku tersebut adalah bau urin. Akhirnya putri Ann dipindahkan ke bangku lain dan awak kabin langsung menutupi bangku tersebut dengan menggunakan semacam selimut – namun tetap saja baunya tidak hilang. Sebagai upaya untuk menghilangkan baunya, awak kabin British Airways lalu menyemprotkan cairan anti-odor yang malah berdampak buruk bagi Ann yang kebetulan duduk di samping bangku tersebut.

Sumber: Twitter

“Saya duduk di samping bangku itu selama tujuh jam penerbangan,” tutur Ann.

Ternyata cairan yang disemprotkan awak kabin tersebut diduga kuat telah mengakibatkan iritasi pada hidung dan tenggorokannya.

“Saya terpaksa menutupi hidung dan mulu dengan menggunakan polo shirt yang saya kenakan selama penerbangan,” jelasnya.

Kesialan Ann dan putrinya ini ternyata tidak berakhir sampai di situ saja. Banku putri Ann yang baru juga tenyata bermasalah – dimana sistem hiburan on-board tidak berfungsi. Menurut penuturan Ann, ia melihat ada bekas tumpahan anggur pada sistem hiburan on-board tersebut dan sesekali timbul percikan api akibat adanya korsleting.

“Headphone putri saya pun tidak berfungsi,”

Baca Juga: Dua Hari Tanpa Akomodasi dan Makanan, 200 Penumpang British Airways Terlantar di Bandara

Ketidakpuasan Ann terhadap pelayanan British Airways ini berbuntut pada tuntutan yang dilayangkan Ann agar pindah ke penerbangan lain. Namun tuntuan Ann tersebut ditolak oleh staf British Airways dengan alasan yang tidak disebutkan.

Lalu ia meminta pengembalian dana kepada pihak maskapai, namun pihak maskapai hanya mengembalikan US$168 untuk bangku baru yang diduduki oleh putrinya tersebut. Sebelumnya, Ann dikenakan biaya senilai tersebut untuk mengadakan bangku baru bagi putrinya. Hingga saat ini, Ann mengklaim bahwa pihak British Airways masih belum mengembalikan biaya penerbangan tersebut.

Tawarkan Paket Menarik, Scoot Layani Penerbangan Umrah dengan Boeing 787 Dreamliner

Jasa maskapai yang melayani rute penerbangan Umrah kini kian ramai, persisnya setelah maskapai berbiaya murah asal Singapura, Scoot, yang merupakan milik Singapore Airlines Group, telah mengumumkan melayani penerbangan Umrah dari 5 kota di Indonesia ke Jeddah, Arab Saudi melalui Singapura dengan harga terjangkau.

Baca juga: Q4 2019, Scoot Akan Pindah dari Terminal 2 ke Terminal 1 di Bandara Changi

Scoot menawarkan harga tiket pulang pergi mulai Rp4.840.000 untuk kelas Economy FLY dan Rp9.340.000 untuk kelas ScootBiz (kabin campuran). Scoot terbang dari 5 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Denpasar, Surabaya, Palembang, dan Pekanbaru; dengan Balikpapan, Lombok, Makassar, Manado, Semarang, dan Yogyakarta akan segera bergabung dengan jaringan pada tahun 2020.

Saat ini, Scoot merupakan satu-satunya LCC yang melayani jemaah Umrah Indonesia dengan transit di Bandara Changi Singapura. Untuk penerbangan 3 kali seminggu dari Singapura ke Tanah Suci, Scoot mengoperasikan pesawat Boeing 787 Dreamliner dengan kabin yang luas, atmosfer kabin yang nyaman, tidak berisik, dan kompartemen kabin yang lebih besar.

Dikutip dari siaran pers yang dierima KabarPenumpang.com (10/12), pada saat memesan tiket, penumpang juga dapat membeli fasilitas modern tambahan seperti konektivitas WiFi dalam penerbangan, stopkontak saluran listrik di kursi, serta makanan hangat, makanan ringan, dan minuman dari menu Scoot Café yang terus diperbarui.

Penumpang juga dapat menikmati ScooThru – konektivitas tanpa hambatan antara Indonesia, Singapura, dan Arab Saudi, di mana penumpang tidak perlu melewati imigrasi dan check-in pada saat transit di Singapura. Melalui ScooThru, bagasi check-in akan langsung diangkut ke tujuan terakhir, dan apabila terjadi delay sehingga penumpang ketinggalan penerbangan lanjutan, penumpang akan diberangkatkan dengan penerbangan yang tersedia berikutnya tanpa biaya tambahan.

Dalam pemasarannya, Scoot telah bermitra dengan lebih 100 agen perjalanan di Indonesia. Produk full-service untuk pemesanan grup antara lain kursi standar, jatah bagasi check-in 30 kg, jatah bagasi kabin sampai 10 kg, makanan hangat bersertifikat halal dan makanan ringan lezat, selimut, dan jatah bagasi air zamzam 5 kg.

Baca juga: Inilah 10 Destinasi Favorit Pelancong Milenial Indonesia Versi Scoot

Sebagai catatan, dalam penerbangan antara Indonesia dan Singapura menggunakan pesawat (narrow-body) Airbus A320. Sedangkan dalam penerbangan antara Singapura dan Jeddah menggunakan pesawat berbadan lebar (wide-body) Boeing 787 Dreamliner. Sejak tahun 2016, Scoot telah melayani lebih dari 110.000 penumpang dari Indonesia ke Jeddah, baik penumpang solo maupun grup.

Transit di Seoul, Garuda Indonesia Siap Buka Rute Jakarta – Los Angeles di Q2 2019

Akibat krisis finansial yang melanda Asia, berimbas pada penutupan rute Jakarta – Los Angeles pada tahun 1997. Maka sejak itu berakhirlah rute jarak jauh yang menjadi kebanggaan Garuda Indonesia sejak dekade 80-an. Dan kini dekade telah berganti, ada kabar bahwa maskapai plat merah ini berencana untuk kembali membuka rute ke Los Angeles, Amerika Serikat pada kuartal kedua tahun 2019.

Baca juga: Korean Air, Setiap Hari Layani Penerbangan Langsung Cengkareng-Incheon

Bila dahulu Garuda Indonesia melayani rute Jakarta – Los Angeles via Honolulu, Hawaii, maka di tahun 2019, jalur yang akan dilalui berbeda. Dari Jakarta akan transit terlebih dahulu di Seoul, Korea Selatan, baru kemudian melintasi Pasifik Utara menuju daratan Amerika Serikat. Hal ini disebutkan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara yang dikutip dari thejakartapost.com (6/12).

Sebelumnya pada tahun 2017, sempat tersiar kabar rencana pembukaan rute ke Los Angeles, namun sebagai Bandara transit adalah Narita di Tokyo, Jepang. Izin dari FAA (Federal Aviation Administration) sudah diberikan, meski masih dalam proses saat itu.

Mengutip sumber dari kompas.com (24/1/2017), upaya Garuda Indonesia dalam membuka rute ke AS masih terhambat di Otoritas Penerbagan Sipil Jepang. Dalam hal ini, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Jepang untuk mendapatkan hak angkut kelima. Hak angkut kelima diperlukan Garuda Indonesia karena dalam rute penerangannya dari Jakarta ke Los Angeles terlebih dahulu transit di Narita. Izin tersebut digunakan untuk mengangkut penumpang dari Jepang ke Amerika Serikat, bukan untuk kembali ke negara asal.

Baca juga: DC-10 30, Kenangan Pesawat Trijet Jarak Jauh di Era Keemasan Garuda Indonesia

Direktur Garuda Indonesia saat itu, M Arif Wibowo mengatakan upaya dalam mendapatkan hak angkut kelima tersebut merupakan kerja sama antar pemerintah atau government to government (G to G). “Yang mengajukan itu Kementerian Perhubungan atas permintaan Garuda karena ini ‘G to G’ menyangkut ‘fifth freedom traffic right’ (hak angkut kelima),” tuturnya. Garuda Indonesia melalui Kemenhub telah mengajukan penerbangan tujuh hari seminggu (daily flight).

Uji Pemindai “Walk Through,” Bandara Cardiff Jamin Potong Antrean Plus Tingkatkan Keamanan

Sebuah alat pemindai super sensitif yang akan ‘menguak’ berbagai ancaman keamanan tersembunyi diketahui tengah diuji coba di Bandara Cardiff di Inggris beberapa waktu yang lalu. Adapun alat pemindai berjenis walk-through ini menggunakan teknologi ruang angkasa yang akan menggambarkan panas tubuh manusia – hasil kolaborasi antara Sequestim Ltd. (sebuah perusahaan keamanan) dan ilmuwan dari Universitas Cardiff.

Baca Juga: Pemindai Generasi Baru Siap Deteksi Laptop di dalam Tas

Proses computer learning yang juga menjadi bagian dari alat pemindai ini memungkinkan petugas keamanan untuk membedakan antara ancaman dan bukan, tanpa penumpang harus berhenti atau menanggalkan pakaian mereka. Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari laman phys.org (4/12/2018), Bandara Cardiff sendiri mengakomodasi 12 juta penumpang setiap harinya dengan 120.000 penerbangan yang tersedia.

Teknologi ini juga dipercaya mampu memotong antrean di terminal bandara, dimana ini akan berimplikasi pada keefektifan sistem keamanan dan mampu membantu menjaga penumpang tetap aman dari beragam ancaman.

“Jumlah penumpang di sektor moda udara diperkirakan akan berlipat ganda dalam 20 tahun ke depan, menempatkan fasilitas keamanan bandara di bawah tekanan besar,” ujar Ken Wood, Direktur Penjualan dan Pemasaran Sequestim Ltd.

“Pemindai kami menggabungkan sejumlah teknologi terdepan di dunia yang dikembangkan oleh tim kami di Inggris. Alat ini menggunakan tubuh manusia sebagai sumber ‘pencahayaan’, berbeda dengan pemindai yang ada saat ini. Sistem kami pun hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk memindai seseorang,” tandasnya.

Dapat Anda bayangkan, semisal sistem futuristik ini rampung kelak, maka Anda tidak perlu lagi menanggalkan jaket, melepas segala sesuatu yang mengandung logam – cukup berjalan normal melintasi gerbang pemeriksaan.

Uji coba sistem pemindai ini sendiri berlangsung sejak tanggal 4 hingga 7 Desember dan digaungkan tidak akan mempengaruhi perjalanan penumpang di Bandara Cardiff.

“Kami memiliki sejarah inovasi yang membanggakan di Inggris dan keselamatan penumpang di semua moda transportasi tetap menjadi prioritas penting bagi pemerintah,” tutur Menteri Aviasi Inggris, Liz Sugg.

Baca Juga: Cina Siap Kontrol Warganya dengan Teknologi Pemindai Wajah

“Program Future Aviation Security Solutions menunjukkan dukungan kami untuk proyek perintis yang dapat membantu mengurangi ancaman keamanan di bandara. Saya secara pribadi senang melihat bahwa bantuan yang diberikan kepada Sequestim telah memberikan dampak positif pada perkembangan teknologi ini dan siap untuk menjadi bagian dari sistem penyaringan penumpang baru di Bandara Cardiff,” imbuhnya.

 

Tidak Ada Masalah dengan Pesawat, Garuda Indonesia Tetap Lanjutkan Pengadaan Boeing 737 Max 8

Rencana Rusdi Kirana, pendiri Lion Air Group untuk membatalkan pesanan ratusan unit Boeing 737 Max series telah menjadi headline utama di berbagai media. Maklum nilai kontrak untuk lebih dari 190 unit pesawat tersebut mencapai US$22 miliar, atau setara Rp314 triliun. Pangkal musababnya apalagi jika bukan terkait insiden jatuhnya Lion Air JT-610 di Teluk Karawang pada 29 Oktober silam.

Baca juga: Buntut Insiden JT-610, Pihak Lion Air Bisa Batalkan Pesanan Pesawat ke Boeing!

Akibat insiden tragis yang menewaskan 189 penumpang dan awak tersebut berimbas pada respon di dunia aviasi. Seperti Direktorat Penerbangan Sipil India yang menyarankan kepada maskapai pengguna pesawat Boeing 737 Max untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada ‘Maneuvering Characteristics Augmentation System’ selama penerbangan.

Di Amerika Serikat, asosiasi pilot di Negeri Paman Sam juga mempertanyakan mengapa Boeing tidak memberitahu pada awak tentang aplikasi anti stall, fitur yang kini menjadi bahan investigasi oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT).

Meski pamor Boeing dengan produk 737 Max tengah dipertanyakan, namun maskapai Garuda Indonesia, yang juga sebagai pengguna Boeing 737 Max 8, menyatakan bahwa kinerja pesawat yang digunakan berjalan dengan baik dan tidak ada masalah. Dikutip dari thejakartapost.com (6/12), Presiden Direktur PT Garuda Indonesia Ari Askhara Danadiputra mengatakan, bahwa saat ini Garuda Indonesia telah mengoperasikan satu unit Boeing 737 Max 8 dan sesuai jadwal akan mendatangkan 49 pesawat serupa sampai tahun 2030.

Baca juga: Pesawat Canggih Boeing 737 Max 8 Lion Air Jatuh Perairan Tanjung Karawang, Ini Dia Spesifikasinya!

Bahkan Ari Askhara mengatakan rencananya akan tiba 3 unit Boeing 737 Max 8 pada tahun 2020. “Kami akan menunggu laporan kecelakaan terakhir dan akan melihat apa masalahnya. Bila nanti ada perbaikan atau penarikan yang diperlukan kami akan mengikutinya,” ujar Ari Askhara terkait eksistensi Boeing 737 Max 8.

Mendapat Tentangan dari Oposan, Beginilah Sejarah Singkat Kereta Cepat Shinkansen

Mendunia karena kualitas layanan dan ketepatan waktunya, perkeretaapian Jepang seolah sudah menjadi kiblat bagi negara-negara lain yang juga tengah mengembangkan jaringan perkeretaapiannya. Selain itu, perkembangan teknologi juga memegang peranan penting di sektor perkeretaapian Jepang – salah satu yang dianggap menjadi puncak kejayaannya adalah ketika kereta berkecepatan tinggi diperkenalkan ke publik untuk pertama kalinya.

Baca Juga: Di Shinkansen, Toleransi Antar Penumpang Kereta Begitu Kuat

Kembali ke tahun 1964, dimana pihak Jepang pertama kali meluncurkan kereta api berkecepatan tinggi paling anyar. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman interestingengineering.com, di awal pengoperasiannya, kereta ini menghubungkan dua kota besar di sana – Tokyo dan Osaka. Karena pada saat itu teknologi masih serba terbatas, maka kecepatan 200km/jam yang mampu direngkuh oleh kereta cepat ini sudah bisa dijadikan sebagai suatu pencapaian yang luar biasa kala itu.

Tapi bukan berarti Jepang tidak menemukan rintangan di awal pengadaannya, karena mereka butuh waktu sekira lima tahun untuk melakukan pembangunan secara menyeluruh guna melancarkan pengoperasian dari kereta cepat ini. Pun dengan biaya pembangunannya yang terbilang sangat fantastis – ¥400 miliar atau yang setara dengan Rp64,2 triliun kurs sekarang.

Jangan kira pembangunan kereta yang kini lebih dikenal sebagai Shinkansen ini tidak menuai kritikan dari oposan yang menganggap kereta ini terlalu mahal dalam hal pengadaannya dan dianggap tidak akan menuai keberhasilan dalam pengoperasiannya. Berbanding terbalik dengan perhatian seluruh penjuru dunia yang sangat skeptis dengan moda modern tersebut.

Mungkin jika dibandingkan apple-to-apple, kerisauan warga dunia pada tahun 1960-an yang penasaran dengan kereta Shinkansen ini hampir sama dengan masa kini, dimana sebagian kalangan sangat menantikan kehadiran dari Hyperloop, moda transportasi massal berbasis teknologi levitasi magnetik.

Baca Juga: Wow, Kereta Shinkansen Ada di Restoran Indonesia!

Namun ternyata prediksi kubu oposan tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan. Ini dibuktikan dengan pencapaian Shinkansen, yang hanya membutuhkan waktu 3 tahun untuk dapat mengakomodasi 100 juta penumpang dengan aman dan tentu saja cepat. Kesuksesan ini seolah menjadi bibit bagi pengembangan moda ini di tahun-tahun berikutnya. Sampai-sampai, kehadiran Shinkansen menjadi inspirasi bagi belahan dunia lain untuk menghadirkan moda yang hampir menyamai dengan konsep yang sama – sebut saja kereta cepat Perancis TGV yang lahir pada tahun 1980.

Dasar Apes! Pencuri Ini Malah Terseret Bus dan Dipolisikan

Selalu berhati-hati ketika berkendara merupakan sebuah pesan klise yang hampir selalu digaungkan oleh orang-orang terdekat sebelum kita bepergian. Kendati sederhana, namun maksud dari frasa tersebut sangatlah mendalam. Jangan seperti salah satu penumpang bus di Lima, Peru yang menjadi korban percobaan pencurian. Namun yang bikin unik bukanlah aksinya, tapi keberanian dari saksi mata yang turut membantu korban dan mencegah agar si pencuri ini tidak kabur.

Baca Juga: Jaga Barang Agar Tak Dicuri, Ini Dia Tips Pencegahannya

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailystar.co.uk (7/12/2018), si pencuri ini melancarkan aksi jahatnya dengan cara menggapai korban melalui jendela. Kejadian ini sempat terekam kamera oleh salah seorang saksi, dimana ia berada di mobil tepat di belakang bus tersebut. Alih-alih mendapatkan barang incarannya, si pencuri ini malah mengalami kesialan yang bertubi.

Kesialan pertama adalah ketika ia gagal mendapatkan barang incarannya tersebut. Tidak berhenti sampai di situ, si pencuri juga mengalami kesialan kedua dimana tangan si pencuri ditahan oleh para penumpang yang berada di dalam bus sehingga mau tidak mau ia terseret oleh bus yang sedang berjalan. Dan kesialan terakhir adalah ketika ia terpaksa dibekukoleh petugas keamanan kota dan bersiap untuk diadili.

Sebuah laporan menyebutkan bahwa si pencuri sial ini ditahan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga pihak kepolisian datang untuk menciduknya. Tidak diketahui jelas kapan kejadian ini terjadi. Video yang sempat menghebohkan dunia maya tersebut sudah ditonton lebih dari 300.000 kali dan reaksi dari para penonton tersebut adalah senang karena melihat keberanian dari penumpang bus untuk menggagalkan aksi tidak terpuji ini.

Baca Juga: Lima Negara Ini Dianggap “Berbahaya” Bagi Pelancong Perempuan

Komentar-komentar dari para penonton juga terus membanjiri notifikasi dari si pengunggah video.

“Ini merupakan metode terbaik untuk mempertahankan diri,” ujar salah satu komentator.

“Teruslah berhati-hati dan menjaga barang bawaan Anda sebaik mungkin dari ‘tikus-tikus’ seperti ini,” tulis komentator lain.

Namun tidak sedikit juga dari mereka yang lalu menyoroti si pelaku.

“Di luar sana ada banyak orang yang mengaku miskin, tapi mereka malah meminta dengan cara mencuri,”

 

Kurangi Antrean, Toilet di Pesawat Akan Diperbanyak dengan Ukuran Diperkecil

Toilet pada pesawat penumpang, jelas multak, terlebih jika pesawat menempuh rute perjalanan sedang dan jauh. Tidak sekedar untuk buang hajat, toilet dapat pula berperan sebagai ruang rias sampai ruang ganti popok bayi. Karena fungsinya yang beragam, tak jarang antrean menggunakan jasanya kerap kali memenuhi lorong pada kabin.

Baca Juga: Setiap Pintu Toilet di Kabin Pesawat Ternyata Punya “Kunci Rahasia”

Dalam beberapa tahun terakhir, maskapai penerbangan telah memangkas ukuran dan jumlah toilet di dalam pesawat, dengan tujuan dapat memperbanyak jumlah kursi di dalam kabin. Namun konsep tersebut seperti membawa imbas pada si toilet itu sendiri. Semakin banyak kursi, maka kemungkinan orang mengantre untuk menggunakan toilet pun semakin besar. Terutama pada penerbangan jarak jauh, dimana mereka harus menggosok gigi mereka, cuci muka, dan bersolek kembali.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman apex.aero (16/5/2018), sebagai satu-satunya pemasok toilet untuk pesawat berbadan lebar di Boeing, JAMCO diketahui telah menemukan cara untuk mengatasi masalah ini. “Kami mengadaptasi setting toilet yang kebanyakan digunakan oleh hotel dan restoran,” tutur pihak JAMCO.

“Konfigurasi semacam ini dapat dengan mudah melokalisasi penumpang di area yang ditentukan, tergantung dengan kebutuhan mereka,” tandasnya. Belum lagi letaknya yang berada di bagian belakang pesawat, membuat antrean yang biasanya mengganggu penumpang atau awak kabin kini tidaklah menjadi soal. “Kami letakkan jauh dari bangku penumpang sehingga tidak mengganggu mobilitas di dalamnya,” tulis perusahaan yang berbasis di Tokyo, Jepang tersebut.

Meski akan dijauhkan dari kursi penumpang, memusatkan toilet di bagian belakang bukan hal mudah, pasalnya jika terjadi antrean di area belakang, maka akan menganggu aktivitas awak kabin, mengingat pada bagian belakang pesawat terdapat area pantry.

Tidak hanya JAMCO, grup kedirgantaraan asal Perancis yang didirikan pada tahun 1896 yang memasok sistem dan peralatan untuk pesawat terbang, Zodiac Aerospace pun telah mengambil inspirasi dari toilet yang biasanya ditemui di pusat-pusat perbelanjaan.

Baca Juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda

“Dimana kami akan mengganti sebuah toilet dengan ukuran normal 60 x 30 inci, menjadi dua buah toilet dengan ukuran 30 x 30 inci yang juga dilengkapi dengan pintu yang dapat dikunci,” tutur pihak Zodiac Aerospace. Hal tersebut diperuntukkan bagi laki-laki yang membutuhkan ‘kunjungan singkat’” (urinoir) di toilet tandasnya.

Direktur Marketing, Events and Cabin Communications dari Zodiac Aerospace, Wampie Kegel mengatakan bahwa dengan menggunakan desain Durinal yang dikembangkan oleh perusahaannya, maka “Banyak pengurangan dana yang berasal dari penyederhanaan modul,” ungkap Wampie.